Yang Mati lebih Mendengar 24 November, 2008
Posted by santribuntet in Ibadah, Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized.Tags: alam arwah, fenomena, Kajian Kitab, kematian, mati, ruh, ziarah kubur
trackback
Lama tak posting maafkanlah para saudara/i ku. Keterbatasan menjadi sifat melekat pada saya. Karenanya atas segala khilaf, dan khelah (alasan) apapun mohon dimaklumi. Ini saya memberanikan diri mengawali masuk kembali ke dunia blog.
Dalam wacana perbedaan pendapat itu biasa. Tetapi dari kecil masalah ziarah kubur sudah tahu itu juga menjadi perbedaan. Karena saya penasaran kemudian ada kitab digital yang saya peroleh dari kawan iseng-iseng membaca (tentu yang saya bisa) karena banyak kitab yang berkarakter gundul itu (kitab tanpa harokat) tidak saya pahami.
1.Apakah orang-orang yang di alam kubur mampu mendengar ucapan salam orang yang berziarah kepada mereka padahal dalamal Quran (Ar Rum: 52) “Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikanorang-orang yang mati itu dapat mendengar….” 2. Lalu kenapa di makbaroh GajahNgambung banyak orang berziarah pada sore hari Jum’at adakah dasar hukumnya ?
Dari penjelasan di dalam kitab Tafsir Ahkam, Imam Al Qurtubi menguraikan bahwa ayat”Fainnaka laa tusmi’ul mautaa…” (maka sesungguhnya kamu tidak akansanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar….” adalahberkaitan dengan peristiwa pertanyaan sahabat Umar bin Khattab saat Rasulullahsaw memanggil tiga orang pemimpin kafir Qurays dalam perang Badar yang telahmeninggal bebarapa hari.
Saat itu Rasulullah saw ditanyaoleh Umar bin Khattab ra:
Ya Rasulullah, apakah engkaumemanggil-manggil mereka yang telah meninggal tiga hari bisa mendengarkan panggilanmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam al quran: Innaka laa tusmi’ul mauta?
Lalu dijawab oleh Rasulullah saw: “Demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah engkau sanggupmendengar mereka, mereka lebih mendengar daripada kamu hanya saja mereka tidakmampu menjawab.” (HR. Muslim dari Imam Anas ra)
Menurut hadits Shohihaini(Bukhari Muslim) Dari sanad yang berbeda-beda, Rasulullah saw pernah berbicarakepada orang-orang kafir yang gugur dalam perang badar saat mereka dibuang disumur Quleb kemudian Rasulullah saw berdiri dan memanggil nama-nama mereka (yafulan bin fulan 2x) “Apakah engkau telah mendapatkan janji dari Tuhanmudengan benar, sedangkan saya telah mendapatkan janji yang benar pula dariTuhanku.”
Dalampenjelasan kitab Tafsir Ibnu Katsir bahwa yang dipanggil oleh Rasulullah saw ituadalah: Abu Jahal bin Hisyam, Utbah bin Robi’ah dan Syaibah bin Robi’ah.Ketiganya itu adalah tokoh kafir Quraisy.
Haditstersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik. Dalam riwayat lainmenyebutkan bahwa orang yang mati apabila sudah dikuburkan dan orang yangmenguburkan itu kembali pulang, maka dia (ahli kubur) itu mampu mendengar gesekan suara sendal.
Menurut Imam AlQurtubi, orang yang sudah meninggal itu bukan berarti mereka tidak lenyap samasekali juga tidak pula rusak hubungan dengan orang yang masih hidup. Tetapiyang meninggal itu hanya terputus hubungan antara ruh dan badan dan hanyaberpindah dari alam dunia ke alam kubur. (Tafsir ahkam Juz 7: hal 326).
Dengan demikian apakah orangyang meninggal itu bisa mendengar orang yang masih hidup saat memberi salam ataulainya, cukup jelas keterangan ayat dan hadits pada peristiwa Nabi memanggil petinggi kafir qurays saat gugur di perang Badar.
Untuk lebih jelasnya lagi, kitabisa membuka Kitab Ar Ruh karangan Ibnu Qoyyim Al Jauzi (Juz I halaman 5), kalau tidak salah Ibnul Qoyyim itu murid kesayangan Ibnu Taymiyah. Pada halaman itu tertulis riwayat Ibnu Abdil Bar yang menyandarkan kepada ketetapan sabda Rasulullah saw:
“Orang-orang muslim yang melewati kuburan saudaranya yangdikenal saat hidupnya kemudian mengucapkan salam, maka Allah mengembalikan ruhsaudaranya yang meninggal itu untuk menjawab salam temanya.”
Bahkanmenurut Ulama Salaf mereka telah ijma’ (sepakat) bahwa masalah orang yang mati itu mampu mengenal orang-orang yang masih hidup pada saat berziarah bahkan para ahli kubur mersasa gembira atas dengan kedatangan para peziarah. Hal ini, kata Ibnu Qoyyim, merupakan riwayat atsar yangmutawatir. Selengkapnya kata-kata Ibnu Qoyyim itu sebagai berikut:
Ibnu Qoyyimmengutip ungkapan Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abid biin Abidunya dalamkitab Kubur pada bab ma’rifatul mauta biziyaratil ahya. Menyebuthadits sebagai berikut:
Arti bebasnya:
DariAisyah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Siapa saja yang berziarah ke kuburan saudaranya, kemudian duduk di sisi kuburnya maka menjadi tenanglah si mayit,dan Allah akan mengembalikan ruh saudaranya yang meninggal itu untuk menemaninyasampai selesai berziarah.”
Mayit menjawab salam siapa saja
Orang yang meninggal dunia, akanmenjawab salam baik yang dikenal maupun yang tidak dikenalnya sebagaimana dalamsebuah riwayat hadits berikut:
Dari Abi Hurairah ra, Rasulullahsaw bersabda: “Apalabila orang yang lewat kuburan saudaranya kemudianmemberi salam, maka akan dibalas salam itu, dan dia mengenal siapa yangmenyalami. Demikian juga mereka (para mayyit) akan menjawab salamnya orang-orang yang tidak kenal.”
Waktu Ziarah yang baik
Satu ketika, Seorang lelaki dariKeluarga ‘Ashim Al Jahdari berceritabahwa dia melihat Ashim al Jahdari dalam mimpinya setelah beliau meninggal duatahun. Lalu lelaki itu bertanya:
“Bukankah Anda sudahmeninggal?”
“Betul!”
“Lalu dimanasekarang?”
“Demi Allah, saya ada didalam taman Syurga. Saya juga bersama sahabat-sahabatku berkumpul setiap malamJum’at hingga pagi harinya di tempat (kuburan) Bakar bin Abdullah al Muzanni.Kemudian kami saling bercerita.”
“Apakah yang bertemu itujasadnya saja atau ruhnya saja?”
“Kalau jasad kami sudahhancur, jadi kami berkumpul dalam ruh”
“Apakah Anda sekalianmengenal kalau kami itu berziarah kepada kalian?”
“Benar!, kami mengetahuisetiap sore Jum’at dan hari Sabtu hingga terbit matahari”
“Kalau hari lainnya?”
“Itulah fadilahnya hariJum’at dan kemuliannya”
(Cerita itu menurut Ibnu Qoyimbersumber dari Muhammad bin Husein dari Yahya bin Bustom Al Ashghor dari Masma’dari Laki-laki keluarga Asyim Al Jahdari)
Bahkan bukan sore Jum’at danhari Sabtu saja, menurut riwayat Muhammad bin Husein dari Bakar bin Muhammaddari Hasan Al Qoshob berkata bahwaorang-orang yang sudah meninggal mampu mengetahui para peziarah pada hari dua hari yang mengiringi Jum’at (Hari Kamis dan Sabtu).
Bentuk Salam
Ucapaan salam yang disampaikansaat melewati makbaroh atau berziarah biasanya seperti yang banyak ditulis dalamkitab hadits yang sangat banyak adalah dengan ungkapan:
“Semoga keselamatan ataskamu wahai kaum mu’minin yang ada di alam kubur, Insya Allah kami akanmenyusul.”
Kesimpulan:
- Orang yang meninggal dengan izin Allah akan mendengar salam orang yang masih hidup dan mampu menjawabnya. Bahkan pendengaran mereka lebih peka daripada yang hidup.
- Orang yang memberi salam kepada ahli kubur baik yang dikenal maupun tidak dikenal, merekapun akan menjawab salam kita.
- Para ahli kubur akan merasa tenang apabila ada saudaranya yang menziarahi.
- Orang yang berziarah bagus dilakukan pada hari Kamis, Jum’at dan Sabtu.
- Ucapan salam kepada ahli kubur yang tenar adalah ucapan: Assalamu ‘alaikum daara q
Kitab yang dibuka:
1. Tafsir Ahkam Imam AL Qurthubi
2. Tafsir Ibnu Katsir
3. Ar Ruh karangan Ibnu Qoyyim Al Jauzi





pertamax
———–
… calm and confident …
Ziarah ke makam para wali sungguh akan mendatangkan berkah kepada kita…
Para Nabi, Wali dan Suhada itu tidak akan pernah mati, mereka akan terus hidup disisi Tuhan…
Maka apabila seorang Wali itu meninggal dunia sering kali disebut “Telah Berlindung Kehadirat Allah”.
Salam
apa kita harus menunggu mati supaya bisa mendengar lebih banyak?? tanyakan pada kamboja itu
Jadi enakan mana, idup ato mati yah?
*gi ilang pokus*
—————–
enakan, hidup lalu mati, daripada hidup gak mati-mati … begitu kah?
orang yang sudah meninggal menunggu “kiriman” dari yang masih hidup. ada yang ngirim doa, ada yang ngirim kembang, ada yang ngirim makanan, ada juga yang ngirim menyan …
———————
Inggih kang tapi kalau yang mati kirim kembang kenapa pada lari yah..
Sangat menarik. Dari yang saya pernah baca dan dengar, intinya juga seperti yang Pak Kurt tuliskan.
Ke mana saja, Pak? Senang Pak Kurt sudah kembali.
—————–
Wah pak Caleg masih sempat online dan berbalas blog yah.. makasih bos!
salam kenal..
ternyata begitu banyak makna kehidupan dibalih rahasia kematian…
————————-
Salam kenal juga ardianzzz… juga ada tidak kalau dibalik, makna kematian dibalik kehidupan
saya merindukan mati.
————————-
Duuh semoga matimu bahagia mas…
Salam pak lama saya nggak pernah main kesini….
——————-
Salam balik juga. hehe jadi malunih ketahuan, saya juga jarang ke tempatmu.. maafkanlah yah,
mantap om kurt…..
http://www.boyocreative.co.cc
—————————
Iya tah Boy, ksushun mampir…
mantap kupasan kitab yang bikin ‘mrinding’
dan bisa jadi kalo orang yang ga meyakini hal ini boleh jadi coba aja mati dulu baru ngomong hehehehehe… bener ga kang tubi??
———————–
Duuh jangan gitu dong kang Hayat. Biarlah yang tidak percaya juga tidak apa-apa. Peringatan biarlah datang dari alam, sementara kita hanya menginformasikan.. merinding? jadi inget lagu: “Merinding bulu romaku”
Somehow baca postingan mas kurt yg satu ini kok aku agak2 merinding disko ya.. hm.. lumayan dapet masukan tentang agama. Thx mas..
——————
aha-aha neng titiw.com datang ke mari… kekeke saya juga pernah dapat masukan tentang agama, mmm apa yah, dulu saat dikau posting malekat pencabut nyawa… sungguh aku terkesan banget mbak titiw.
akhirnya ada juga tulisan baru kang …. makasih sudah mencerahkan pagi saya dengna mengingat ALLAH melalui kematian
memang kita hidup haruslah mengingat akan adanya ajal yang menjemput kita semua
aduh, jadi takut nih
Salam kenal…….
Mohon ijin untuk copy paste…
Makasih makin tambah pengetahuan saya..
makin mantab…
kita berasaL dari wujud yang kita anggap seperti itu…
dan kita juga kembaLi ke wujud yang kita anggap seperti itu puLa..
Hanya diTangan-Nya Lah kita juga akan kembali….
assalaamu’alaikum wr wb
Al-hadits).
salam kenal mas…
boleh nambahin dikit mas?????
saya pernah membaca kitab duratun-naasihiin bab sakitnya mati:
para sahabat* pernah minta nasehat kpd nabi ; lalu beliau bersabda: cukuplah kematian itu sbg nasehat
*jadi, tulisan mas kurt trmasuk nasehat dari kematian.,*
makasih mas tulisannya mengingatkan kita kembali
AL-”AFU MIN KUM
MasyAllah. Dapatkan bacaan tartib ziarah para solihin serta qasidahnya susunan al-Hbb Abdullah bin Husein b Thohir dari link ini.
http://bahrusshofa.blogspot.com/search?q=tartib+ziarah
Ass.wr.wb,
Salam kenal mas…
Jika saya melewati kuburan muslim dimana saja , selalu saya memberikan salam kepada mereka dan membacakan al-fatihah :
Assalamualaikum ahli kubur dan mereka selalu menjawab kembali dengan walaikum salam semoga selamat dalam perjalanan.
Kalau begitu benarlah cerita diatas bahwa mereka lebih mendengar daripada kita yg masih hidup.Biarpun tidak semua dapat mendengar salam mereka tetapi insyaAllah saya mampu.
Nderek ngaji yai.
Di tunggu lagi sesi berikutnya ustadz, ngaji arab gundul ato arab gondrong tambah wawasan kita.
Membangun sukma raga rasa dengan sabar pasrah ihklas untuk mencapai kehidupan sejati.Sejatineng urip urip sing sejati.Slm awal ahir slm dunia dan nurmuhamadnya.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
حياكم الله أخواني المسلمين في كل مكان لدي موقع قد يفيدكم في أمور دينكم
http://www.islamhouse.com/s/10523
وجزاكم الله خيرا