Al Fatehah dan Rahasianya
Pengalaman yang cukup aneh tetapi betul-betul nyata adanya. Ini seputar bacaan fatehah yang berpengaruh kepada orang lain dan tentu saja pada diri sendiri. Bagi yang memahami artinya, Surat Al Fatehah itu isinya permohonan doa hanya kepada ALLAH semata.
Suatu hari, teman saya mengerjakan sebuah job yang diberikan oleh seorang klien. Order itu dikerjakan dengan cermat dan hati-hati. Dengan perhitungan waktu dan biaya akhirnya sepakat dengna harga dan waktu.
Kemudian order dikerjakan dan selesai sesuatu dengan waktu yang dijanjkan. Namun karena ada suatu hal yang tidak diinginkan, order itu menjadi “mal praktek”, alias salah proses sehingga membutuhkan waktu dan biaya tambahan.
Kawan saya sock begitu order selesai sesuai hari yang dijanjikan hasilnya sangat mengecewakan dan terbayang bagaimana dia akan dimaki-maki dan ditolak mentah-mentah karena salah order.
Malangnya, limit waktu kerjaan sudah selesai dan hasil pekerjaan itu akan digunakan untuk sebuah acara yang sudah ditentukan oleh klien.
Telepon dari berdering dan saya melihat raut muka kawanku sangat kasihan, karena terdengar orang yang di telepon itu marah-marah dan begitu lama dia menerima telepon.
Dengan tergopoh-gopoh saya membantu kawanku yang tengah kesulitan untuk mengantarkan order kepada klein.
Di tengah perjalanan saya membayangkan bagaimana klien akan kecewa, dan kawanku dimaki-maki atau jika tidak dimaki-maki maka order tidak dibayar.
Tibalah sampai di tempat klien, dan anehnya,
- klien justru bicara dengan santun
- Order yang separuhnya salah diterima
- Kekurangan karena kesalahan proses dimaafkan
- Malah kelien meminta maaf kepada temanku karena sudah memarahiny.
- Oder dibayar penuh
Setelah pulang, saya tanya, kok aneh bisa menerima dan membayar?
“Saya bersalah, dan saya meminta maaf. Selama perjalanan saya membaca surat AL-FATEHAH berkali-kali tanpa hitungan, kuhadiahkan kepada klien saya dan memohon kepada Allah agar hatinya dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya”
Dari peristiwa ini, surat al Fatehah ternyata mencairkan sebuah kebekuan, emosi dan segala macam nafsu.
Demikian cerita saya, semoga ada manfaatnya.
Al Fatehah buat para pembaca sekalian.
NB/ Pengalaman ini belum tentu sama dengan pengalaman rohani orang lain






saya pikir bukan karena surat al fatihahnya, tapi karena rasa kebergantungan dan pengharapan yang tinggi kepada Allah yang memungkinkan itu terjadi.
walloohu a’lam.
http://AdaJalannya.wordpress.com
Setuju saja. Apapun pendapatnya, fatehah itu adalah doa. Itu kan cuma kasus di mana temanku membaca fatehah, ya barangkali dia sudah terbiasa membaca doa dengan fatehah disertai kepasrahan dan permohonan.
Biasanya kalau sedang dalam masalah doa disampaikan dengan spenuh hati. Salam.
Apalagi kalo al fatihahnya sudah diijazahkan. Pasti tambah plus-plus.
doa orang yang teraniaya adalah doa yang mujarab, ketika dia membaca al-fatihah dan berdoa kepada Allah SWT. maka doa dia di kabulkan