Prof. Dr. HAMKA: Habib Ali Kwitang (Jakarta) dan Habib Tanggul (Sholeh Alhamid-Jember) itu Ahlul Bait
Kali ini saya mengetengahkan postingan seputar habaib dan ahlul bait dan ini dinyatakan sendiri dalam fatwa Prof. Dr. HAMKA. Kita tahu bahwa beliau ada orang MUI masa dulu, dan berasal dari Muhammadiyah. Jadi yang bicara tentang Ahlul Bait itu bukan saja orang NU, tetapi MD pun mengakuinya. Dalam tulisan sebelumnya gelar dan sebutan sayyid telah beliau tulis.
Mereka datang dari Hadramaut dari keturunan Ahmad bin Isa Al-Muhajir dan Faqih Al-Muqoddam. Datang dari berbagai keluarga diantaranya keluarga Alatas, Assegaf, Alkaf, Bafagih, Bilfaqih, Alaydrus, Bin Syeih Abu Bakar, Alhabsyi, Alhaddad, Bin Smith, Bin Syahab, Alqadri, Jamalullail, Assiry, Al-Aidid, Al-Jufri, Albar, Almusawwa, Ghathmir, Bin Agil, Al-Hadi, Basyaiban, Bamakhromah, Ba’abud, Bin Syaikhan, Azh-Zhahir, Bin Yahya,dll. Yang menurut keterangan almarhum Sayid Muhammad bin Abdurrahman bin Syahab telah berkembang menjadi 199 keluarga besar. Semuanya adalah keturunan dari Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa Al-Muhajir.
Ahmad bin Isa Al-Muhajir inilah yang berpindah dari Bashrah ke Hadramaut.Inilah sislsilah lanjutannya Ahmad bin Isa Al-Muhajir bin Muhammad Al-Naqib bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far Ash-Shodiq bin Muhammad Al-Bagir bin Ali Zainal Abidin bin Husain As-sibthi bin Ali bin Abi Thalib. As-Sibthi artinya cucu, karena Husain adalah anak dari Fathimah binti Rosulillah SAW.
Yang terbanyak justru dr keturunan Husain dari Hadramaut itu, ada juga yang berketurunan Hasan yang datang dari Hejaz, yaitu keturunan Syarif-Syarif Makkah, tetapi tidak sebanyak dari Hadramaut. Selain dipanggil Tuan (Sayid-arab), juga disebut HABIB, di Jakarta dipanggilkan WAN. Di Serawak dan Sabah disebut TUANKU. Di Pariaman (SumBar) disebut SIDI.
Mereka telah juga tersebar di seluruh dunia. Di negeri-negeri besar seperti Mesir, Baghdad (Iraq), Syam (Syria) ,dll mereka selalu adakan NAQIB atau manaqib, yaitu yang bertugas mencatat dan mendaftarkan keturunan-keturunan itu. Di saat sekarang umumnya telah mencapai 36-37-38 silsilahnya sampai kepada Sayyidina Ali dan Fathimah.
Jelas Habib Tanggul ( Sholeh Alhamid ) di Jawa Timur dan almarhum Habib Ali ( Alhabsyi ) di Kwitang Jakarta, memang semua keturunan dari Ahmad bin Isa Al-Muhajir yang berpindah dari Bashrah ke Hadramaut itu, dan Ahmad bin Isa Al-Muhajir tersebut adalah cucu ke 6 (7) dari cucu Rosululloh, Husain bin Ali bin Abi Thalib. Kepada keturunan-keturunan itu semuanya kita semua layak berlaku hormat dan cinta.
Fatwa dan kesaksian dr Tokoh MD sendiri Prof. Dr. Hamka dari makalahnya di Majalah “PANJI MASYARAKAT” No. 169 tahun ke-XVII tanggal 15 Pebruari 1975 (4 Shafar 1395 H), halaman 37-38.
Jadi bukan sekedar tokoh NU yg menggemakan namun dr Tokoh Muhammadiyah sendiri, maka kalau ada org MD disini yg mengingkari berarti dia bukan sekedar MD tapi jelas barangkali sebagai Wahabi Tulen,maaf! Sebab kita tau siapa HAMKA diantara ulama yg termasyhur ditanah air kita itu.Wallohu’alam…
sumber: Chetia Aswaja.





salam kenal slalu yaaa…:)
nice post