Sukses karena Hormati Ibu 26 November, 2009
Posted by kurtubi in Celotehan, Dunia Pesantren, Hikmah, Ibadah, Inspirasi, Kajian Kitab, Keajaiban, Kultur, Modernisasi, Uncategorized.Tags: Ibu, oran tua
4 comments
Ibu, Ummi, Mother atau apa saja panggilannya bila kita hormati dengan tulus serta melayaninya dengan tabah, niscaya akan membawa kedamaian dalam hidup. Dalam bahasa pesantren, anak yang berbakti kepada ibunya (orang tua) maka dia akan “sukses” lahir batin, dunia akherat. Mau Bukti?
Abu Yazid Al Bustami, seorang ulama yang sangat dihormati dikalangan para sufi dan generasi kini, banyak pula karangan kitabnya ternyata beliau sangat hormat dan bakti kepada ibunya.
Bukan Cacat Jiwa 27 Desember, 2008
Posted by kurtubi in Aktivitas, Hikmah, Inspirasi, Keajaiban, Lingkungan, Modernisasi.Tags: Aktivitas, cacat, Komputer, Tuna grahita, tuna rungu, YPAC
11 comments

Ada keasikan tersendiri saat saya selama lima hari bergaul dengan para penyandang tuna rungu, dan tuna-tuna lainnya yang jelas tidak ada tuna wisma. Kami bertemu dalam sebuah perhetalan pelatihan komputer tingkat lanjut yang disponsori oleh Disnakertrans bekerjasama dengan Koperasi Purna Bakti Astra (AHM) Indonesia.
Selama lima hari itu saya hanya memberikan tutuorial standar bagaimana mengoperasikan komputer office. Namun yang menarik adalah mereka yang terlihat tidak mepunyai tangan seperti biasanya, begitu pula anggota badan lainya tidak lengkap namun rasa untuk belajar dan memahami keadaan diri yang dianggap serba kekurangan itulah yang membuat saya ta’jub pada mereka.
Yang Mati lebih Mendengar 24 November, 2008
Posted by kurtubi in Ibadah, Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized.Tags: alam arwah, fenomena, Kajian Kitab, kematian, mati, ruh, ziarah kubur
24 comments
Lama tak posting maafkanlah para saudara/i ku. Keterbatasan menjadi sifat melekat pada saya. Karenanya atas segala khilaf, dan khelah (alasan) apapun mohon dimaklumi. Ini saya memberanikan diri mengawali masuk kembali ke dunia blog.
Dalam wacana perbedaan pendapat itu biasa. Tetapi dari kecil masalah ziarah kubur sudah tahu itu juga menjadi perbedaan. Karena saya penasaran kemudian ada kitab digital yang saya peroleh dari kawan iseng-iseng membaca (tentu yang saya bisa) karena banyak kitab yang berkarakter gundul itu (kitab tanpa harokat) tidak saya pahami.
Sayap-sayap Patah 12 Oktober, 2008
Posted by kurtubi in Ibadah, Keajaiban, Modernisasi.Tags: Hikmah, keadilan, refleksi, sayap, syawwal
30 comments
Refleksi Syawalan

Selamat tinggal ramadhan… kau telah memberikan masa ingkubasi untuk para shoimin. Kau juga telah memberikan rehat bagi tubuh-tubuh yang butuh istirahat. Dari proses “mbrongsongi” menjadi kepongpong lalu melahirkan sayap bagi ulat-ulat yang semula hina menjadi kupu-kupu indah. Lalu apa hasil dari “mbrongsongi” itu bagi manusia.. ?
(lagi…)
Pedagang harus Curang? 18 September, 2008
Posted by kurtubi in Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized.Tags: Hikmah, Islam, pedagang curang, Peristiwa, Syariat Islam
36 comments
JADI pedagang harus “curang”, kalau tidak darimana bisa dapat untung!. Sekarang persaingan antar pedagang sudah semakin tajam. Jika tidak pinter-pintar menyiasati dagangannya merugilah selalu. Mungkin itlah yang terpatri di benak pedagang yang tidak jujur.
Daging sebagai saksi... dari google/image
Postingan di sini membuat kita semakin tidak percaya kepada pedagang yang nota bene barang dagangannya itu sangat kita butuhkan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Perbuatan tidak jujur dari sipedagang itu sebenarnya melanggar hukum alam. Misalnya mengurangi timbangan, ia berarti melanggar rumus berat yang mengatakan gravitas dikalikan keliling bumi. (detilnya di postingan lalu) Jika pedagang itu makin banyak disekitar kita apa yang harus kita lakukan?
Kalau saya hanya sekedar ingin menuliskan sebuah cerita dampak buruk dari pedagang yang curang. Cerita ini diambil dari kitab klasik (kitab kuning/putih, tergantung kertasnya). Beriikut adalah petikannya.
Mengusir Jin 24 Agustus, 2008
Posted by kurtubi in Keajaiban, Peristiwa.Tags: Alam Gaib, jampi-jampi, Jin, kesurupan, mengusir jin, paranormal, quran, syahadat
32 comments

Fenomena Kesurupan secara massal. Rupanya Jin juga sedang cari popularitas kaya pemilu yah...
Barusan postingan tetangga di Malaysia bercerita kalau anak-anak SMP-SMU pada kesurupan massal mirip di sekolah kita. Katanya, untuk mengusir jin itu sulit, karena mereka sudah menjadi korin (teman sejak lahir). Hanya ada satu cara katanya, mendekatkan dirikepada pemilik Jin.
Nah masalahnya, yang kesurupan itu justru kadang anak kyai, anak baik-baik yang tidak pernah tinggal sholat bahkan orang tua yang banyak amal perbuatan baiknya, bahkan pemimpin majlis ta’lim.
Sumpah 29 Desember, 2007
Posted by kurtubi in Cerpen, Dunia Pesantren, Keajaiban, Kultur, Pengalaman Rohani, Peristiwa.Tags: Bid'ah, Bidah dolalah, Marhabanan, Maulid, Santri, Sumpah, Tahlilan
29 comments
Peringatan: Cerita ini cukup panjang. Sok bikin cerpen atas permintaan Kang Al Jupri disemangati Kang Sawali dan disupport ilmu oleh Bang Ersis lalu terinspirasi jalan cerita Hanna. Tapi susah bikin ending jadi kepanjangan. Maafkanlah. Tapi saya bikin sinopsisnya (singkat cerita) di belakang. Isunya sih cukup lama tapi ini adalah kejadian nyata. Hanya alur cerita dan tokohnya disamarkan.
Pagi ini Danang bangun telat sekali. Matahari sudah hampir nongol. Ia tidak bisa shalat sepagi biasanya kemudian melakukan wirid dan membaca dzikir hingga terbit matahari. Apalagi ikut shalat jamaah di mushola samping kostanya di Purwokerto. Semalam ia diadili oleh senat mahasiswa di kampusnya. Karena Danang dianggap mahasiswa pembawa ajaran sesat. Bukan itu saja ia pun dituduh kafir dan musyrik.
Sehabis shalat subuh, Danang tidak beranjak seperti biasanya. Pagi itu, Danang malas memberesi buku-buku yang berserakan di kamarnya. Matanya berat sekali. Ia justru merebahkan kembali badannya, berharap bisa tidur kembali. Sebab semalam hingga pukul 21.00 WIB masih di senat disidang oleh teman-temannya.
Air dan Global Warning di Pesantren 8 Desember, 2007
Posted by Kurtubi in Dunia Pesantren, Kajian Kitab, Keajaiban, Kultur, Pendapat.Tags: Air, air tambah, Air Zam-zam, alam, atom, do'a, Hexagonal, Hexagonal water, hujan, Pesantren, sembur
26 comments
Warning! Postingan memenuhi permintaan sang master virus menulis agar saya membahas postingan “nakal” sebelum ini: Air & Global Warning…
Artinya: “dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup.” (Al Anbiyaa:30)
Air sebagai global warning dalam bahasan sambungan artikel kemarin terkait dengan Air Hexagonal. Pada dunia pesantren air ini mirip dengan air tambah, atau ada juga sebagian orang Banten menyebutkan “banyu putih”. Bagi yang mempercayainya, air yang telah diberi do’a-do’a ini sering dipakai sebagai semacam teraphy bagi orang sakit, fisik maupun mental. Tentu air ini bukan segalanya, hanya sebagai penenang atau boleh juga jika ingin mengatakan sugesti sebagai mana sugesti pada do’a-do’a.
Ada pula yang hanya dijadikan air minum biasa saja mirip supplemen. Dalam tradisi gereja ada juga sering saya lihat orang diperciki “air suci”. Demikian dalam tradisi agama-agama lainnya. Professor peneliti air hexagonal seperti gambar itu sendiri pun beragama Shinto.
Dalam tradisi pesantren kadang-kadang (tidak selalu), di setiap pengajian, dzikir, atau khataman qur’an, para jama’ah membawa air aqua botol atau wadah lainnya. Kemudian air ini diletakkan di tengah-tengah jama’ah yang tengah melaksanakan dzikiran, tahlilan atau marhabanan. Bagi kalangan non pesantren bisa jadi memandang air ini bermacam-macam: ada yang menyebutnya syirik ada yang mengnggap hal yang di luar jangkauan.
Dalam artikel ini saya cuma ingin berasumsi bahwa ternyata “banyu putih” ini identik dengan air hexagonal. Selanjutnya kita sendiri bisa membuat air yang berhexagonal tinggi, tampa meminta kepada tuan guru sekalipun.
Loh, Inikan Nikmatnya Mati 23 November, 2007
Posted by kurtubi in Keajaiban, Pengalaman Rohani, Peristiwa.44 comments
Banyak jalan orang menuju mati. Sebab kematian adalah “jalan tol” yang melintas alam dunia dan alam berikutnya. Meski beda definisi mati antara ahli hukum (agama) dan dokter, yang jelas kematian itu bermacam ragamnya: ada yang menyakitkan, ada yang terkesan mati bunuh diri dan adapula yang mati enak via euthanasia.
Kamis kemarin, Josua jatuh dari lantai 12 di UNIKA Atmajaya Jakarta. Ada pula yang sekaligus rombongan ratusan ribu mati tersapu angin Topan Sidr di Bangladesh yang jumlah korbannya hampir sama dengan korban tsunami di Aceh. Akibat gempa bumi pun ribuan sekaligus meninggal di Yogyakarta tahun kemarin.
Jika siang kemarin Jhosua meninggal tragis, malam tadi, sekitar pukul 22.00 WIB dinihari, Fayumni, saudara dekat saya, remaja kalem dan baik hati ini, meninggal dengan mengenaskan: motor menabrak trotoar lalu terpental bersama temannya di tengah jalan, kemudian diduga tertabrak oleh kendaraan yang melaju kencang.
Ketika Motor Lebih Pintar dari Pemiliknya 10 November, 2007
Posted by kurtubi in Amanat, Celotehan, Keajaiban, Pengalaman Rohani.27 comments
ALAM dan manusia tanpa sadar terjadi “hubungan mesra” . Mungkin mirip seperti guru sama muridnya. Kita memang tidak perlu menyadari tanda-tanda alam itu, karena sama saja seolah melawan realitas akal manusia. Contoh kasus dalam postingan ini, bagaimana sebuah motor bisa berubah menjadi guru bagi pemiliknya.





