jump to navigation

Polarisasi “Kyai Kampung” dan “Kyai Kampus” 20 Juni, 2008

Posted by santribuntet in Celotehan, Dunia Pesantren, Modernisasi, Pendapat.
Tags: , , , , , , , ,
22 comments

polarisasiOleh: Muhamad Kurtubi
Antara pendidikan pesantren dan pendidikan non pesantren ada semacam polarisasi pada pembimbingnya. Hal inipun berpengaruh pada cara pandang juga dalam hal menjalani kehidupan selanjutnya baik oleh para santri maupun para murid-muridnya.

(lagi…)

EURO 2008 di Tengah Konflik FPI-AKKBB dan Ahmadiyah 8 Juni, 2008

Posted by santribuntet in Celotehan, Kultur, Pendapat, Peristiwa.
Tags: , , , , , , , , ,
8 comments

Lama tak jumpa, lama tak menyua, lama tak menyapa, lama tak berkata maaf. Kawan-kawan setelah saya datang ke tetanggaku saya jadi mencoba posting lagi. Inipun maaf jika tak berkenan dan terlalu panjang.

——————————

Oleh: Muhammad Kurtubi Euro

DI TENGAH perselisihan Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Front Pembela Islam (FPI), dan Ahmadiyah kini hadir pesta spektakuler ERURO 2008. Lumayan bisa mengendorkan sedikit urat-urat syaraf ketegangan. Mata publik tertuju ke perhelatan akbar di Austria dan Switzerland dari 7 Juni hingga 29 Juni 2008.

(lagi…)

“Bacalah!” dimana Semangatmu? 11 Februari, 2008

Posted by santribuntet in Modernisasi, Nasionalisme, Pendapat, sastra.
Tags: , , , , , ,
82 comments

Gambar dari Google

Bacalah! dengan nama Tuhanmu yang menciptakan… Wahyu pertama al quran surat al Alaq ini sifatnya umum, berlaku bagi siapa saja dan kalangan mana saja. Namun sepertinya kurang diminati oleh penduduk Indonesia pada umumnya yang mayoritas muslim.

Ironisnya diimani oleh bangsa-bangsa (negara) maju. Sebab di sini, tingkat minat baca berdasar penelitian di Jawa Barat baru-baru ini ada 1:45 (satu koran dibaca untuk 45 orang). Jauh di bawah Filipina dan Sri Lanka.

Dengan dua negara Asia saja negara kita masih kalah apalagi negara maju seperti USA dan Jepang. Memang ada korelasi antara minat baca dan kemajuan bangsa. Menurut sumber data dari media, di Jepang jumlah tiras koran yang dibaca mencapai 1 juta perhari sementara di Amerika 2.8 juta per hari. Tetapi Indonesia masih mending karena ada dua negara di bawah Indonesia yaitu Laos dan Kamboja.

Di Sri Lanka, minat baca masyarakat terhadap media cetak 1:38 dan Filipina 1:30.Idealnya,untuk ukuran penduduk Indonesia yang tergolong besar ini satu media cetak dibaca sepuluh orang atau 1:10 tapi kenyataanya 1:45. Pantas saja jika media massa di negara kita kurang menggembirakan.

(lagi…)

Update: Selamat Natal Versi Al Quran? 25 Desember, 2007

Posted by santribuntet in Celotehan, Kultur, Pendapat, Peristiwa.
Tags: , , , , , , , , , , , , ,
88 comments

Warning: Maaf postingan ini hanya catatan kegelisahan saya pribadi karena selama ini mendapat informasi linier tentang ajaran agama entah darimana yaitu kebencian pada non muslim dari kecil. Mumpung bisa ngeblog dan banyak informasi tinggal copy paste, maka apa sih liku-liku natal itu juga bagaimana quran menyikapinya. Mohon yang lain jangan terpengaruh Ndobos saya ini. Please deh ah..

Bismillahirrahmanirrahim
“Dan salam sejahtera semoga dilimpahkan kepadaku (Isa: Jesus), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku akan meninggal dan pada hari aku dibangkitkan kembali.” (QS Maryam: 33).

وَٱلسَّلاَمُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيّاً

(lagi…)

Enterpreneur Jiwa 19 Desember, 2007

Posted by santribuntet in Kajian Kitab, Kultur, Modernisasi, Nasionalisme, Pendapat.
Tags: , , , , , , , , , , ,
35 comments

Hanya berupa postingan curhat yang kepanjangan. Bersifat primordial dan untuk lingkungan sendiri.

Hayo raih rezeki 90% kucuran Tuhan melalui enterpreneur dengan menjadi pebisnis atau petani... Yang tak Bisa Berbisnis Gigit Jari Saja… (2)Sebagaimana artikel kemarin, 90% rezeki itu dikuasai oleh pedagang dan petani. Itu adalah ungkapan Rasulullah saw. Faktanya, negara yang banyak menjalani itu, menjadi “berkah” negaranya. Tetapi bisakah bagi yang bukan pedagang/petani mampu berjiwa enterpreneur?

Di penghujung tahun 2007, Ekonomi merupakan titik terlemah pemerintah. Di sini menurut, pemerintah gagal membangun optimisme rakyat, apalagi mewujudkan kesejahteraaan yang pernah dijanjikan. Bidang ekonomi ini kemudian dinilai sebagai titik terlemah kinerja pemerintah saat ini. (di kemukakan oleh Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi PAN – Kompas, Selasa, 18 Desember 2007).

Setiap tahun Indonesia melahirkan 750.000 lebih sarjana menganggur. Di sisi lain, jumlah wirausahwan di Inonesia hanya sekitar 0,08% jumlah penduduk. Itu sebabnya ke depan bagi Indonesia adalah keharusan melibatkan lebih banyak wirausahawan muda. (Disampaikan oleh Ciputra, penerima penghargaan Erst and Young Enterpreneur of the Year (EOY) 2007 – )

(lagi…)

Sisi Lain para Pencinta Tuhan 13 Desember, 2007

Posted by santribuntet in Dunia Pesantren, Kajian Kitab, Kultur, Pendapat, Pengalaman Rohani, Peristiwa.
Tags: , , , ,
45 comments

Maaf postingan ini untuk kalangan sendiri, bersifat teori,  banyak huruf hijaiyahnya :) dan panjang sekali… menjawab sedikit pertanyaan Hanna dan Icha dan lainnya.

Apakah tangga itu dengan dzikir?

A

lhamdulillah syukur kita kepada Allah karena telah mencip­takan tangga yang bisa dipakai untuk menuju kepada-Nya. Tangga itu kini tengah dinaiki step-by-step. Menurut pandangan para pengikut tasawuf, tidaklah salah memilih tasawuf sebagai salah satu tangga yang Insya Allah dapat sampai kepada tujuan. Para guru/syekh sering membe­ri­kan nasehat agar tetap berdisiplin dalam menjalani dan me­nai­ki tangga ini.

Selain itu Allah swt. akan memberikan fasilitas ekslusif kepada mereka yang berusaha menaiki tangga menuju Tuhan. Ada tiga fasilitas yang akan diberikan sesuai dengan golongan orang-orang yang mende­kati-Nya. Untuk lebih jelasnya siapa ketiga golongan yang berusa­ha mendekat sang Khalik itu dan apa fasilitas ekslusif Allah kepada mereka.

(lagi…)

Air dan Global Warning di Pesantren 8 Desember, 2007

Posted by Kurtubi in Dunia Pesantren, Kajian Kitab, Keajaiban, Kultur, Pendapat.
Tags: , , , , , , , , , ,
26 comments

Warning! Postingan memenuhi permintaan sang master virus menulis agar saya membahas postingan “nakal” sebelum ini: Air & Global Warning…

Prof. Masaru Emoto dan hasil gambar kristalnya

Artinya: “dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup.” (Al Anbiyaa:30)

Air sebagai global warning dalam bahasan sambungan artikel kemarin terkait dengan Air Hexagonal. Pada dunia pesantren air ini mirip  dengan air tambah, atau ada juga sebagian orang Banten menyebutkan “banyu putih”. Bagi yang mempercayainya, air yang telah diberi do’a-do’a ini sering dipakai sebagai semacam teraphy bagi orang sakit, fisik maupun mental. Tentu air ini bukan segalanya, hanya sebagai penenang atau boleh juga jika ingin mengatakan sugesti sebagai mana sugesti pada do’a-do’a.

Ada pula yang hanya dijadikan air minum biasa saja mirip supplemen. Dalam tradisi gereja ada juga sering saya lihat orang diperciki “air suci”. Demikian dalam tradisi agama-agama lainnya. Professor peneliti air hexagonal seperti gambar itu sendiri pun beragama Shinto.

Dalam tradisi pesantren kadang-kadang (tidak selalu), di setiap pengajian, dzikir, atau khataman qur’an, para jama’ah membawa air aqua botol atau wadah lainnya. Kemudian air ini diletakkan di tengah-tengah jama’ah yang tengah melaksanakan dzikiran, tahlilan atau marhabanan. Bagi kalangan non pesantren bisa jadi memandang air ini bermacam-macam: ada yang menyebutnya syirik ada yang mengnggap hal yang di luar jangkauan.

Dalam artikel ini saya cuma ingin berasumsi bahwa ternyata “banyu putih” ini identik dengan air hexagonal. Selanjutnya kita sendiri bisa membuat air yang berhexagonal tinggi, tampa meminta kepada tuan guru sekalipun.

(lagi…)

Gara-gara Rem Blong Celaka Berkali-kali 28 November, 2007

Posted by santribuntet in Celotehan, Inspirasi, Pendapat.
Tags: , , , , , , , , , ,
21 comments

REM MOBIL BLONG = Celaka satu kali
REM NAFSU BLONG = Celaka berkali-kali

Tak bisa dibayangkan, jika rem mobil/motor blong, mobil akan jungkir balik dan susah dikendalikan. Tapi itukan celakanya cuma sekali. Tapi ditakuti para pengendara. Nah, bagaimana jika rem blong ini menimpa pada kendaraan jiwa kita, apakah juga jungkir balik?

Rem diciptakan dengan teknologi yang paling mutakhir. Ada yang menggunakan sistem hidrolik ada pula dengan sistem cakram. Kesemuanya ini diciptakan untuk disesuaikan dengan kendaraan berbagai jenis. Suatu teknologi lahir untuk memberi manfaat dan kenyamanan para pengendara. Dengan demikian teknologi rem diciptakan sebagai bentuk keamanan dan keselamatan.

(lagi…)

Kroyokan tidak Selamanya Jelek 26 November, 2007

Posted by santribuntet in Celotehan, Inspirasi, Pendapat.
Tags: , , , , , ,
26 comments

Padi Rojo LeleMENJADI bijak seseorang, ada yang mengatakan tidak harus tua. Artinya, sedari mudapun bisa. Banyak sudah memberikan teori misalnya seorang Profesor ahli SDM Sjafri Mangkuprawira mengemukakan 11 point menjadi bijak. Ada pula yang hanya 5 cara menjadi bijak. Tapi pikiran nyeleneh saya mulai kambuh lagi, loh mengapa tidak belajar dari padi-gabah untuk menjadi bijak sana dan bijak sini. :) Sehingga jika jadi pemimpin muda sekalipun, kesalahan pemimpin bisa dihindari.

Namanya pikiran aneh, tidak perlu dihiraukan tapi cukup waspadai keanehannya. Begini saat saya melihat penggilan padi, proses penggilingan itu kira-kira sebagai berikut:

Penggilingan padiPadi gabah itu kan sebelum menjadi beras dia digiling terlebih dahulu dalam mesin. Coba bayangkan jika yang digiling itu hanya satu gabah, kan tidak mungkin. Karenanya, proses gabah menjadi beras itu meski bergerombolan. Mula-mula masuk di cerobong wadah, kemudian gabah-gabah itu bersama-sama saling menggencet diri mereka masing-masing. Baru pekerjaan genjet-menggenjet dalam ruangan mesin gilingan itu selesai, berasa yang sudah bersih putih mengkilap dan wangi itu keluar dengan bebas dan diap untuk dilahap.

(lagi…)

Yang tak Ngerti Politik ke Laut aja… 20 November, 2007

Posted by santribuntet in Kultur, Pendapat, Politik.
52 comments

Begitu semangatnya para petualang (pelaku) politik di kehidupan bumi ini tentu saja membawa sebuah kepentingan: berkuasa/menguasai. Tentu saja kuasa-menguasai itu untuk sebuah eksistensi dalam hidup di dunia.

Ya demikianlah jika kita ingin berkuasa di bumi, maka politik atau taktik atau strategi mestilah menjadi bagian dari hidup ini. Namun jika Anda tidak tertarik dengan itu (politi dkk), maka bisa jadi Anda tidak mementingkan kehidupan di dunia ini. Sebab itu berarti Anda mengutamakan kehidupan akherat. Bukankah kehidupan akherat tidak perlu rekayasa, melainkan kejujuran, apa adanya, dan tidak ada istilah lain di hati lain di mulut.

Sebuah contoh bangsa Yahudi mampu menguasai perekonomian dunia. Karena mereka mampu mengamalkan ilmu strategi, ilmu tipu-menipu, ilmu memperdayakan dan ilmu tak-tik “berperang” melawan hegemoni lain.

(lagi…)