jump to navigation

Yang Mati lebih Mendengar 24 November, 2008

Posted by santribuntet in Ibadah, Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized.
Tags: , , , , , ,
24 comments

Lama tak posting maafkanlah para saudara/i ku. Keterbatasan menjadi sifat melekat pada saya. Karenanya atas segala khilaf,  dan khelah (alasan) apapun mohon dimaklumi. Ini saya memberanikan diri mengawali  masuk kembali ke dunia blog. 

Dalam wacana perbedaan pendapat itu biasa. Tetapi dari kecil masalah ziarah kubur sudah tahu itu juga menjadi perbedaan. Karena saya penasaran kemudian ada kitab digital yang saya peroleh dari kawan iseng-iseng membaca (tentu yang saya bisa) karena banyak kitab yang berkarakter gundul itu (kitab tanpa harokat) tidak saya pahami. 

Menarik tulisan-tulisan para ulama seputar masalah ziarah kubur itu. Kalau selama ini dipertentangkan adalah ada semacam larangan berziarah kubur dan bahkan seorang ulama Indonesia hasil didikan asing (Arab) berani menulis buku kalau amalan2 orang NU itu masuk sebagai musyrik. Saya sih tidak kaget dan tidak perlu kesel. Namun begitu saya membaca kitab-kitab digital kok keyakinan saya tentang ziarah kubur makin mantep padahal semual meski saya lahir dari tradisi NU masalah ziarah ini tidak semantap kawan-kawan lain dalam berziarah. 

Inilah hasil bongkar-bongkar kitab Ar Ruh dan tafsir tentang masalah orang mati tidak bisa mendengar orang hidup. Kaget sih setelah dijelaskan bahwa orang mati itu sangat peka bahkan lebih peka dari orang hidup. Itu adalah ucapan Nabi. Selengkapnya hasil kupasan itu yang sengaja saya posting di
www.buntetpesantren.org. 
(lagi…)

Pedagang harus Curang? 18 September, 2008

Posted by santribuntet in Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized.
Tags: , , , ,
36 comments

JADI pedagang harus “curang”, kalau tidak darimana bisa dapat untung!. Sekarang persaingan antar pedagang sudah semakin tajam. Jika tidak pinter-pintar menyiasati dagangannya merugilah selalu. Mungkin itlah yang terpatri di benak pedagang yang tidak jujur.

Daging sebagai saksi... dari google/image

Daging sebagai saksi... dari google/image

Postingan di sini membuat kita semakin tidak percaya kepada pedagang yang nota bene barang dagangannya itu sangat kita butuhkan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Perbuatan tidak jujur dari sipedagang itu sebenarnya melanggar hukum alam. Misalnya mengurangi timbangan, ia berarti melanggar rumus berat yang mengatakan gravitas dikalikan keliling bumi. (detilnya di postingan lalu) Jika pedagang itu makin banyak disekitar kita apa yang harus kita lakukan?

Kalau saya hanya sekedar ingin menuliskan sebuah cerita dampak buruk dari pedagang yang curang. Cerita ini diambil dari kitab klasik (kitab kuning/putih, tergantung kertasnya). Beriikut adalah petikannya.

SEBUAH KISAH FAKTA PEDAGANG YANG TAK JUJUR

Dua Metode Kumpulkan Rezeki 11 September, 2008

Posted by santribuntet in Kajian Kitab, Modernisasi, Peristiwa.
Tags: , , , , ,
34 comments

كُلُّ سُلَامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ

Artinya: Rasulullah saw bersabda: “Pada setiap hari dari tiap sendi manusia ketika matahari terbit terdapat sedekah. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad bin Hambal, dari Abi Hurairah ra.)

Dalam sabda yang lain, Rasulullah saw menegaskan bahwa anak adam itu memiliki 360 sendi dalam tubuhnya. Masing-masing itu perlu disedekahi. Lalu Rasul menyampaikan keutamaan shalat dhuha itu mampu menyedekahkan kepada sendi-sendir tersebut.

(lagi…)

Puasa Kembalikan Modal Hidup (2) 9 September, 2008

Posted by santribuntet in Celotehan, Kajian Kitab, Kultur, Peristiwa.
Tags: , , , , , , , , , , , , ,
15 comments

Harga diri (Muru’ah) sebagai modal hidup, maksud loh?

Harga diri rakyat dimana harga diri pemimpin?

Siapa yang membangkitkan? pemimpin, atau kita sendiri?

MODAL hidup rohani yang ketiga selain akal dan agama, menurut ahli ushul fiqh seperti ditulis di berbagai kitab ushul adalah harga diri atau murua’ah atau wibawa.

Dalam penjelasan kyai saya, orang yang tdak berwibawa minimal dimata keluarga, maka disarankan untuk meneliti mur’ah apa saja yang dilanggarnya. Sebaliknya, orang-orang yang mampu menahan diri dari berbagai godaan orang ini memiliki benteng kepercayaan diri dan tentunya menjadi berwibawa karenanya.

Pertanyaanya ada apa dengan harga diri itu dan dimana posisi harga diri kita selama ini. Saya tidak bermaksud meniru psikolog tetapi sekedar meniru kontemplasi Kang Zal yang superberat, sejauhmana harga diri kita di mata manusia dan tentu saja di hadapan Tuhan.

Untuk membahas itu, ada baiknya saya ungkapkan sebuah peristiwa yang kerap terjadi terkait masalah harga diri. Saya teringat ketika sebuah Keluarga yang saya kenal dulu, setiap hari cek-cok melulu. Ada saja masalah yang dicuatkan. Kalau tidak dari isterinya, ya dari anak-anaknya. “Bapak ini gimana sih, bego amat segitu saja tidak bisa.” ada lagi umpatan dari anaknya, “Pak kenapa bengong saja, cepat bawa ini” begitulah raungan suara dari keluarga yang terlihat kurang harmonis itu terdengar hingga ke beberapa rumah sebelahnya.

Orang-orang menjadi jamak, si bapak yang dimaksud ini orangnya terlihat kalem dan tidak pernah melawan umpatan dan makian dari isteri dan anak-anaknya. Masalahnya apakah dalam hal ini si isteri sudah kurang ajar karena berani membentak suaminya begitupula sang anak meniru tingkah polah ibunya? Apakah fenomena ini menjadi wajar manakala kebebasan berpendapat juga merambah dalam struktur formal seperti rumah tangga.

Ternyata, kasus ini tidak saja menimpa tetangga saya, di tempat kawan karib sayapun kejadian ini mirip. Kalau sinetron memang sehari-hari bisa ditemui kasus-kasus seperti judul: “suami takut isteri”. Kesimpulan saya sementara mengatakan bahwa sang suami tidak berwibawa di depan keluarga atau harga dirinya turun di mata isteri dan anak-anaknya.

***
(lagi…)

Mengusir Jin 24 Agustus, 2008

Posted by santribuntet in Keajaiban, Peristiwa.
Tags: , , , , , , ,
32 comments
Bisakah jin itu diusir?
Fenoman Kesurupan menggejala di publikbahkan secara massal. Jin juga sedang cari popularitas kaya pemilu yah...

Fenomena Kesurupan secara massal. Rupanya Jin juga sedang cari popularitas kaya pemilu yah...

Barusan postingan tetangga di Malaysia bercerita kalau anak-anak SMP-SMU pada kesurupan massal mirip di sekolah kita. Katanya, untuk mengusir jin itu sulit, karena mereka sudah menjadi korin (teman sejak lahir). Hanya ada satu cara katanya, mendekatkan dirikepada pemilik Jin.

Nah masalahnya, yang kesurupan itu justru kadang anak kyai, anak baik-baik yang tidak pernah tinggal sholat bahkan orang tua yang banyak amal perbuatan baiknya, bahkan pemimpin majlis ta’lim.

(lagi…)

Malam Nisfu Sya’ban, Agustusan dan Bid’ah 16 Agustus, 2008

Posted by santribuntet in Celotehan, Kultur, Peristiwa.
Tags: , , , ,
28 comments

Warga muslim beramai-ramai memperingati malam 17 Agustus itu dengan membaca dzikir, membaca quran, bersoalawat, ceramah agama dan lain-lain. Itulah kebiasaan yang dikerjakan pada kampung mas Karjo yang merantau ke Jakarta. Di RT lain justru malam 17-an diisi dengan hura-hura nyanyian dan lain-lain.

  (lagi…)

EURO 2008 di Tengah Konflik FPI-AKKBB dan Ahmadiyah 8 Juni, 2008

Posted by santribuntet in Celotehan, Kultur, Pendapat, Peristiwa.
Tags: , , , , , , , , ,
8 comments

Lama tak jumpa, lama tak menyua, lama tak menyapa, lama tak berkata maaf. Kawan-kawan setelah saya datang ke tetanggaku saya jadi mencoba posting lagi. Inipun maaf jika tak berkenan dan terlalu panjang.

——————————

Oleh: Muhammad Kurtubi Euro

DI TENGAH perselisihan Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Front Pembela Islam (FPI), dan Ahmadiyah kini hadir pesta spektakuler ERURO 2008. Lumayan bisa mengendorkan sedikit urat-urat syaraf ketegangan. Mata publik tertuju ke perhelatan akbar di Austria dan Switzerland dari 7 Juni hingga 29 Juni 2008.

(lagi…)

Enakan memilih Duit atau Pemimpin? 5 Januari, 2008

Posted by santribuntet in Lingkungan, Peristiwa, Politik.
Tags: , ,
45 comments

Jika ada pemilihan pemimpin yang tanpa disembling dengan duit, maka seperti malam kemarin, pemilihan ketua RW yang menurut saya paling bersih dari politik kepentingan. Setidaknya itulah yang saya alami di wilayah saya malam kemarin. Saya diundang acara pemilihan ketua RW dan singkat sekali acara itu. Hanya 2 jam selesai, tanpa kampanye tetapi memenuhi undang-undang pemilihan demokrasi dan tanpa rekayasa.

Jika pemilihan presiden dan kepala daerah sarat dengan keributan dan asesoris misalnya “ado jotos” antar pendukung, adu kekuatan antar kubu dan adu harisma antar golongan, maka tidak demikian semalam itu. Tidak ada partai yang tertarik mencalonkan jadi ketua RW, tidak ada yang berantem, bahkan cenderung pemilihan itu sepi dari peminat selain para pengurus RT saja yang terlibat.

(lagi…)

Sumpah 29 Desember, 2007

Posted by santribuntet in Cerpen, Dunia Pesantren, Keajaiban, Kultur, Pengalaman Rohani, Peristiwa.
Tags: , , , , , ,
29 comments

Peringatan: Cerita ini cukup panjang. Sok bikin cerpen atas permintaan Kang Al Jupri disemangati Kang Sawali dan disupport ilmu oleh Bang Ersis lalu terinspirasi jalan cerita Hanna. Tapi susah bikin ending jadi kepanjangan. Maafkanlah. Tapi saya bikin sinopsisnya (singkat cerita) di belakang. Isunya sih cukup lama tapi ini adalah kejadian nyata. Hanya alur cerita dan tokohnya disamarkan.

Pagi ini Danang bangun telat sekali. Matahari sudah hampir nongol. Ia tidak bisa shalat sepagi biasanya kemudian melakukan wirid dan membaca dzikir hingga terbit matahari. Apalagi ikut shalat jamaah di mushola samping kostanya di Purwokerto. Semalam ia diadili oleh senat mahasiswa di kampusnya. Karena Danang dianggap mahasiswa pembawa ajaran sesat. Bukan itu saja ia pun dituduh kafir dan musyrik.

Sehabis shalat subuh, Danang tidak beranjak seperti biasanya. Pagi itu, Danang malas memberesi buku-buku yang berserakan di kamarnya. Matanya berat sekali. Ia justru merebahkan kembali badannya, berharap bisa tidur kembali. Sebab semalam hingga pukul 21.00 WIB masih di senat disidang oleh teman-temannya.

(lagi…)

Demokrasi Lumpuh Total oleh Bom 28 Desember, 2007

Posted by santribuntet in Kultur, Peristiwa, Tokoh.
Tags: , , , , ,
17 comments

Bagi kalangan yang suka dengan kekerasan atas nama agama campur-sari dengan politik, mungkin wafatnya tokoh fenomenal di Pakistan, Benazir Bhutto dianggap sebagai kekalahan kaum modernis atau liberal. Sebab tokoh pejuang demokrasi Palestina itu sangat berani menentang arus kuat kekuasaan di satu sisi dan dipihak lain penentang Islam garis tebal, nama lain dari Islam garis keras.

Salah satu ajaran Islam fundamentalis adalah dilarang wanita jadi pemimpin. Karenanya, keberanian mengusung demokrasi ala Benazir ini mendapat tekanan kuat pada kalangan ini. Sebab semangat demokrasi Benazir itu begitu kuat seperti dia katakan:

Demokrasi sangatlah penting bagi kelangsungan perdamaian dan untuk mengatasi terorisme.

(lagi…)