Yang Mati lebih Mendengar 24 November, 2008
Posted by santribuntet in Ibadah, Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized.Tags: alam arwah, fenomena, Kajian Kitab, kematian, mati, ruh, ziarah kubur
24 comments
Lama tak posting maafkanlah para saudara/i ku. Keterbatasan menjadi sifat melekat pada saya. Karenanya atas segala khilaf, dan khelah (alasan) apapun mohon dimaklumi. Ini saya memberanikan diri mengawali masuk kembali ke dunia blog.
Dalam wacana perbedaan pendapat itu biasa. Tetapi dari kecil masalah ziarah kubur sudah tahu itu juga menjadi perbedaan. Karena saya penasaran kemudian ada kitab digital yang saya peroleh dari kawan iseng-iseng membaca (tentu yang saya bisa) karena banyak kitab yang berkarakter gundul itu (kitab tanpa harokat) tidak saya pahami.
Pedagang harus Curang? 18 September, 2008
Posted by santribuntet in Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized.Tags: Hikmah, Islam, pedagang curang, Peristiwa, Syariat Islam
36 comments
JADI pedagang harus “curang”, kalau tidak darimana bisa dapat untung!. Sekarang persaingan antar pedagang sudah semakin tajam. Jika tidak pinter-pintar menyiasati dagangannya merugilah selalu. Mungkin itlah yang terpatri di benak pedagang yang tidak jujur.
Daging sebagai saksi... dari google/image
Postingan di sini membuat kita semakin tidak percaya kepada pedagang yang nota bene barang dagangannya itu sangat kita butuhkan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Perbuatan tidak jujur dari sipedagang itu sebenarnya melanggar hukum alam. Misalnya mengurangi timbangan, ia berarti melanggar rumus berat yang mengatakan gravitas dikalikan keliling bumi. (detilnya di postingan lalu) Jika pedagang itu makin banyak disekitar kita apa yang harus kita lakukan?
Kalau saya hanya sekedar ingin menuliskan sebuah cerita dampak buruk dari pedagang yang curang. Cerita ini diambil dari kitab klasik (kitab kuning/putih, tergantung kertasnya). Beriikut adalah petikannya.
Dua Metode Kumpulkan Rezeki 11 September, 2008
Posted by santribuntet in Kajian Kitab, Modernisasi, Peristiwa.Tags: bayar hutang, duit, hutang, metode cari duit halal, Rezeki, sedekah
34 comments
كُلُّ سُلَامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ
Artinya: Rasulullah saw bersabda: “Pada setiap hari dari tiap sendi manusia ketika matahari terbit terdapat sedekah. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad bin Hambal, dari Abi Hurairah ra.)
Dalam sabda yang lain, Rasulullah saw menegaskan bahwa anak adam itu memiliki 360 sendi dalam tubuhnya. Masing-masing itu perlu disedekahi. Lalu Rasul menyampaikan keutamaan shalat dhuha itu mampu menyedekahkan kepada sendi-sendir tersebut.
Puasa Kembalikan Modal Hidup (2) 9 September, 2008
Posted by santribuntet in Celotehan, Kajian Kitab, Kultur, Peristiwa.Tags: Amalan, dengki, harga diri, hasud, Ibadah, iri, Islam, kewibawaan, marah, mur'ah, puasa, ramadhan, Santri, ubudiyah
15 comments
Harga diri (Muru’ah) sebagai modal hidup, maksud loh?

Siapa yang membangkitkan? pemimpin, atau kita sendiri?
MODAL hidup rohani yang ketiga selain akal dan agama, menurut ahli ushul fiqh seperti ditulis di berbagai kitab ushul adalah harga diri atau murua’ah atau wibawa.
Dalam penjelasan kyai saya, orang yang tdak berwibawa minimal dimata keluarga, maka disarankan untuk meneliti mur’ah apa saja yang dilanggarnya. Sebaliknya, orang-orang yang mampu menahan diri dari berbagai godaan orang ini memiliki benteng kepercayaan diri dan tentunya menjadi berwibawa karenanya.
Pertanyaanya ada apa dengan harga diri itu dan dimana posisi harga diri kita selama ini. Saya tidak bermaksud meniru psikolog tetapi sekedar meniru kontemplasi Kang Zal yang superberat, sejauhmana harga diri kita di mata manusia dan tentu saja di hadapan Tuhan.
Untuk membahas itu, ada baiknya saya ungkapkan sebuah peristiwa yang kerap terjadi terkait masalah harga diri. Saya teringat ketika sebuah Keluarga yang saya kenal dulu, setiap hari cek-cok melulu. Ada saja masalah yang dicuatkan. Kalau tidak dari isterinya, ya dari anak-anaknya. “Bapak ini gimana sih, bego amat segitu saja tidak bisa.” ada lagi umpatan dari anaknya, “Pak kenapa bengong saja, cepat bawa ini” begitulah raungan suara dari keluarga yang terlihat kurang harmonis itu terdengar hingga ke beberapa rumah sebelahnya.
Orang-orang menjadi jamak, si bapak yang dimaksud ini orangnya terlihat kalem dan tidak pernah melawan umpatan dan makian dari isteri dan anak-anaknya. Masalahnya apakah dalam hal ini si isteri sudah kurang ajar karena berani membentak suaminya begitupula sang anak meniru tingkah polah ibunya? Apakah fenomena ini menjadi wajar manakala kebebasan berpendapat juga merambah dalam struktur formal seperti rumah tangga.
Ternyata, kasus ini tidak saja menimpa tetangga saya, di tempat kawan karib sayapun kejadian ini mirip. Kalau sinetron memang sehari-hari bisa ditemui kasus-kasus seperti judul: “suami takut isteri”. Kesimpulan saya sementara mengatakan bahwa sang suami tidak berwibawa di depan keluarga atau harga dirinya turun di mata isteri dan anak-anaknya.
***
(lagi…)
Mengusir Jin 24 Agustus, 2008
Posted by santribuntet in Keajaiban, Peristiwa.Tags: Alam Gaib, jampi-jampi, Jin, kesurupan, mengusir jin, paranormal, quran, syahadat
32 comments

Fenomena Kesurupan secara massal. Rupanya Jin juga sedang cari popularitas kaya pemilu yah...
Barusan postingan tetangga di Malaysia bercerita kalau anak-anak SMP-SMU pada kesurupan massal mirip di sekolah kita. Katanya, untuk mengusir jin itu sulit, karena mereka sudah menjadi korin (teman sejak lahir). Hanya ada satu cara katanya, mendekatkan dirikepada pemilik Jin.
Nah masalahnya, yang kesurupan itu justru kadang anak kyai, anak baik-baik yang tidak pernah tinggal sholat bahkan orang tua yang banyak amal perbuatan baiknya, bahkan pemimpin majlis ta’lim.
Malam Nisfu Sya’ban, Agustusan dan Bid’ah 16 Agustus, 2008
Posted by santribuntet in Celotehan, Kultur, Peristiwa.Tags: amalan sia-sia, Bid'ah, Kemerdekaan, nisfu sya'ban, sesat
28 comments
EURO 2008 di Tengah Konflik FPI-AKKBB dan Ahmadiyah 8 Juni, 2008
Posted by santribuntet in Celotehan, Kultur, Pendapat, Peristiwa.Tags: bola, buntet, Euro 2008, goal, gool, olahraga, Pesantren, Santri, sepak bola, tradisi
8 comments
Lama tak jumpa, lama tak menyua, lama tak menyapa, lama tak berkata maaf. Kawan-kawan setelah saya datang ke tetanggaku saya jadi mencoba posting lagi. Inipun maaf jika tak berkenan dan terlalu panjang.
——————————
Oleh: Muhammad Kurtubi 
DI TENGAH perselisihan Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Front Pembela Islam (FPI), dan Ahmadiyah kini hadir pesta spektakuler ERURO 2008. Lumayan bisa mengendorkan sedikit urat-urat syaraf ketegangan. Mata publik tertuju ke perhelatan akbar di Austria dan Switzerland dari 7 Juni hingga 29 Juni 2008.
Enakan memilih Duit atau Pemimpin? 5 Januari, 2008
Posted by santribuntet in Lingkungan, Peristiwa, Politik.Tags: Pemilihan Pengurus RW, Pilkada DKI, RT/RW
45 comments
Jika ada pemilihan pemimpin yang tanpa disembling dengan duit, maka seperti malam kemarin, pemilihan ketua RW yang menurut saya paling bersih dari politik kepentingan. Setidaknya itulah yang saya alami di wilayah saya malam kemarin. Saya diundang acara pemilihan ketua RW dan singkat sekali acara itu. Hanya 2 jam selesai, tanpa kampanye tetapi memenuhi undang-undang pemilihan demokrasi dan tanpa rekayasa.
Jika pemilihan presiden dan kepala daerah sarat dengan keributan dan asesoris misalnya “ado jotos” antar pendukung, adu kekuatan antar kubu dan adu harisma antar golongan, maka tidak demikian semalam itu. Tidak ada partai yang tertarik mencalonkan jadi ketua RW, tidak ada yang berantem, bahkan cenderung pemilihan itu sepi dari peminat selain para pengurus RT saja yang terlibat.
Sumpah 29 Desember, 2007
Posted by santribuntet in Cerpen, Dunia Pesantren, Keajaiban, Kultur, Pengalaman Rohani, Peristiwa.Tags: Bid'ah, Bidah dolalah, Marhabanan, Maulid, Santri, Sumpah, Tahlilan
29 comments
Peringatan: Cerita ini cukup panjang. Sok bikin cerpen atas permintaan Kang Al Jupri disemangati Kang Sawali dan disupport ilmu oleh Bang Ersis lalu terinspirasi jalan cerita Hanna. Tapi susah bikin ending jadi kepanjangan. Maafkanlah. Tapi saya bikin sinopsisnya (singkat cerita) di belakang. Isunya sih cukup lama tapi ini adalah kejadian nyata. Hanya alur cerita dan tokohnya disamarkan.
Pagi ini Danang bangun telat sekali. Matahari sudah hampir nongol. Ia tidak bisa shalat sepagi biasanya kemudian melakukan wirid dan membaca dzikir hingga terbit matahari. Apalagi ikut shalat jamaah di mushola samping kostanya di Purwokerto. Semalam ia diadili oleh senat mahasiswa di kampusnya. Karena Danang dianggap mahasiswa pembawa ajaran sesat. Bukan itu saja ia pun dituduh kafir dan musyrik.
Sehabis shalat subuh, Danang tidak beranjak seperti biasanya. Pagi itu, Danang malas memberesi buku-buku yang berserakan di kamarnya. Matanya berat sekali. Ia justru merebahkan kembali badannya, berharap bisa tidur kembali. Sebab semalam hingga pukul 21.00 WIB masih di senat disidang oleh teman-temannya.
Demokrasi Lumpuh Total oleh Bom 28 Desember, 2007
Posted by santribuntet in Kultur, Peristiwa, Tokoh.Tags: Benazir Bhutto, Bom, demokrasi, Ekstrimis, Fundamentalis, Islam garis keras
17 comments
Bagi kalangan yang suka dengan kekerasan atas nama agama campur-sari dengan politik, mungkin wafatnya tokoh fenomenal di Pakistan, Benazir Bhutto dianggap sebagai kekalahan kaum modernis atau liberal. Sebab tokoh pejuang demokrasi Palestina itu sangat berani menentang arus kuat kekuasaan di satu sisi dan dipihak lain penentang Islam garis tebal, nama lain dari Islam garis keras.
Salah satu ajaran Islam fundamentalis adalah dilarang wanita jadi pemimpin. Karenanya, keberanian mengusung demokrasi ala Benazir ini mendapat tekanan kuat pada kalangan ini. Sebab semangat demokrasi Benazir itu begitu kuat seperti dia katakan:
Demokrasi sangatlah penting bagi kelangsungan perdamaian dan untuk mengatasi terorisme.





