Enakan memilih Duit atau Pemimpin? 5 Januari, 2008
Posted by santribuntet in Lingkungan, Peristiwa, Politik.Tags: Pemilihan Pengurus RW, Pilkada DKI, RT/RW
45 comments
Jika ada pemilihan pemimpin yang tanpa disembling dengan duit, maka seperti malam kemarin, pemilihan ketua RW yang menurut saya paling bersih dari politik kepentingan. Setidaknya itulah yang saya alami di wilayah saya malam kemarin. Saya diundang acara pemilihan ketua RW dan singkat sekali acara itu. Hanya 2 jam selesai, tanpa kampanye tetapi memenuhi undang-undang pemilihan demokrasi dan tanpa rekayasa.
Jika pemilihan presiden dan kepala daerah sarat dengan keributan dan asesoris misalnya “ado jotos” antar pendukung, adu kekuatan antar kubu dan adu harisma antar golongan, maka tidak demikian semalam itu. Tidak ada partai yang tertarik mencalonkan jadi ketua RW, tidak ada yang berantem, bahkan cenderung pemilihan itu sepi dari peminat selain para pengurus RT saja yang terlibat.
Mana ada Hidup Gratis… 12 Desember, 2007
Posted by santribuntet in Amanat, Inspirasi, Kajian Kitab, Politik.Tags: agama, Hikmah, Inspirasi, Pesantren, Santri, taushiah
45 comments
Maaf ya akhir2 ini postinganya lagi angot. Maksudnya angot menlis berbau sok moralis… dan tulisan ini untuk kalangan sendiri. Sudah lama di laci arsip … sekalian blajar nulis refleksi akhir tahun meniru pak Sawali
KYAI saya suatu ketika berpesan: “Berhati-hatilah ketika kita mendapatkan nikmat meskipun datang dari Tuhan.” Maksudnya boleh jadi kenikmatan yang diperoleh selama ini tidaklah gratis meskipun datang dari Allah swt. Karena semua kenikmatan mesti dipertanggungjawabkan. Rupanya, kyai saya mengutip ayat berikutperingat (Al Maa’uun: 7)
Artinya: “Kemudian pada hari nanti segala kenikmatan pasti akan dipertanggungjawabkan.”
Yang tak Ngerti Politik ke Laut aja… 20 November, 2007
Posted by santribuntet in Kultur, Pendapat, Politik.52 comments
Begitu semangatnya para petualang (pelaku) politik di kehidupan bumi ini tentu saja membawa sebuah kepentingan: berkuasa/menguasai. Tentu saja kuasa-menguasai itu untuk sebuah eksistensi dalam hidup di dunia.
Ya demikianlah jika kita ingin berkuasa di bumi, maka politik atau taktik atau strategi mestilah menjadi bagian dari hidup ini. Namun jika Anda tidak tertarik dengan itu (politi dkk), maka bisa jadi Anda tidak mementingkan kehidupan di dunia ini. Sebab itu berarti Anda mengutamakan kehidupan akherat. Bukankah kehidupan akherat tidak perlu rekayasa, melainkan kejujuran, apa adanya, dan tidak ada istilah lain di hati lain di mulut.
Sebuah contoh bangsa Yahudi mampu menguasai perekonomian dunia. Karena mereka mampu mengamalkan ilmu strategi, ilmu tipu-menipu, ilmu memperdayakan dan ilmu tak-tik “berperang” melawan hegemoni lain.
Merdeka! Versi Ulama 23 Agustus, 2007
Posted by santribuntet in Kajian Kitab, Modernisasi, Politik, sastra.4 comments
HASIL ngaji dengan kyai (guru) kita bisa mengetahui makna merdeka versi ulama. Ternyata ada banyak makna merdeka yang connect bainal teks wal konteks. Setidaknya ada empat kata: Dua diambil dari Al Qur’an, satu dari Hadits dan terakhir dari makna budaya. Makna keempatnya itu tercerap dalam Pancasila dan UUD 45.
Mengisrakan Kemerdekaan RI 23 Agustus, 2007
Posted by santribuntet in Kultur, Politik, Uncategorized.1 comment so far
Refleksi 62 Tahun Indonesia
Kemerdekaan Republik Indonesia telah menjadi gaung yang membahana saat apel peringatan kemerdekaan atau tepatnya di bulan Agustus. Tepat hari ini, 17 Agustus diperingati pagi-pagi mulai dari Iistana Kepresidenan hingga istana karesidenan. Seremonial Kemerdekaan RI ini sudah menjadi bagian rutinias bangsa kita. Pperingatan Isra Mi’raj pun tidaklah beda. Bulan ini pula bertepatan dengan Rajab, di tempat-tempat ibadah, di rumah maupun di majlis-majlis ulama dimana-mana tidak luput dari seremonial serupa. Kedua peringatan ini diakui sebagai olah refleksi bagi para generasi yang meyakininya.
Khilafah Cuma 30 Tahun, loh! 22 Agustus, 2007
Posted by santribuntet in Modernisasi, Politik.40 comments
KHILAFAH atau penguasa umat Islam itu sudah selesai sejak masa terakhir khulafaurasyidin selama 30 tahun saja. Setelahnya hanyalah sultan, malik atau raja. Anehnya, Hizbuttahrir Indonesia (HTI) berteriak “histeris” agar mengganti UUD 45 dan Pancasila dengan konsep Islam. Bagaimana Al Qur’an dan Rasulullah saw menginformasikan tentang khilafah ini?
Cemburu….. 12 Juni, 2007
Posted by santribuntet in Bahasa, Dunia Pesantren, Pendapat, Politik, Uncategorized.15 comments
CEMBURU bukan milik manusia saja. Alampun bisa cemburu. Sebab bukankah manusia pun bagian dari alam. Lihat saja suku cadang tubuh manusia: ada air, udara, tanah, api dll. Manusia konon gampang cemburu. Ya, mungkin karena pengaruh keempat unsur tadi. Bahkan gara-gara kabar yang dibawa ‘angin’, seorang isteri bisa nekad bunuh diri. Bahkan dari kabar angin lagi, seorang isteri/suami dibakar hidup-hidup. Lebih sadis lagi: dimutilasi. Hiiih mengerikan. Lalu adakah cemburu yang manfaat?
Yaa itulah kenyataan sekitar kita, dari sifat cemburu berubah menjadi prahara rumah tangga, bahkan dengan jelas sekali, kemungkinan cemburu pun menjadi biang keladi prahara nasional.
Bukan Sembarang “Abu” 11 Juni, 2007
Posted by santribuntet in Bahasa, Dunia Pesantren, Kultur, Politik.18 comments
SEBAGAIMANA dalam pengertian sehari-hari istilah abu adalah sisa pembakaran. Hasil dari pembakaran kayu atau hasil pembakaran mayat di krematorium. Namun bahasa Arab mengartikan abu adalah ‘ayah’. Seorang ayah berarti disebut Abu. Misalnya Abu Najib berarti ayahnya Najib. Tapi Abu pun bisa untuk penyayang binatang: Abu Hurairah, salah satu sahabat Nabi, artinya bapaknya kucing. Abu Dujana oleh polisi dikenal sebagai terorist yang ditakuti di Asia Tenggara, kemarin di Yogya anak buahnya ditangkap. Masa seh Abu jadi terorist?
Pancasila Mitos yang Makin Atos? 2 Juni, 2007
Posted by santribuntet in Kultur, Nranapi tulisan orang, Pendapat, Politik, Tokoh.35 comments
Benarkah pancasila masih bisa dijadikan sebagai ideologi bangsa Indonesia, falsafah atau pandangan hidup? Ataukah hanya sekadar mitos belaka yang kini makin atos (keras) mengejawantahkannya dalam kehidupan sehari-hari?
Mengaplikasikan Akhlaq Tuhan di Bumi 26 Mei, 2007
Posted by santribuntet in Celotehan, Politik.20 comments
Mohon maaf pada saudara-saudara penganut agama lain tanpa maksud untuk mempengaruhi ruang public yang harmonis ini dengan isu agama. Sama sekali tidak. Apalagi menyuruh pindah agama atau menganggap agama sendiri paling benar sama sekali tidak. Di dalam kultur pesantren dan NU keharmonisan agama sangat dijaga. Saya memang tengah digairahi untuk belajar menulis apa saja. Apalagi ada dorongan dari kang Dehel agar jangan takut menulis. Karenanya, berani menjadi santri (pelajar) harus berani menulis terus. halah …
Loh, kok jadi narsis sih




