jump to navigation

Syetan Juga Bermanfaat 29 November, 2007

Posted by santribuntet in Kajian Kitab, Peristiwa, Supranatural.
Tags: , , , , , ,
78 comments

WARNING…!

Postingan kali ini rada-rada sok moralis, tapi bukan dari Asthabrata . Tulisanpun panjang. Saya bermaksud hanya untuk bersilaturahmi biar rezekinya banyak dan berdiskusi. Tidak bermaksud mengajak untuk mengaji. Jadi postingan ini agaknya gak enak dibacanya, silakan diclose. Kalau nekad ya monggo. Tulisan ini hanya teoritis bukan pengalaman pribadi biar jadi selebritis…

Artinya: “Tidaklah sia-sia Tuhan menciptakan segala sesuatu” (Al Qur’an)

Benarkah syetan itu bermanfaat bagi manusia; bukankah Tuhan menciptakan syetan sebagai musuh yang nyata; dan bukankah Tuhan memerintahkan manusia agar menjauhinya; Sebab pekerjaan syetan adalah menggoda manusia secaraa profesional. Termasuk ngeblog inipun diharamkan karena sytenkah?

Hampir 24 jam mereka terus-menerus merongrong manusia termasuk aktivitas dakwah agar melupa­kan Tuhan dan berusaha membuat kegelapan di dalam hati­nya. Pekerjan syetan baru berhenti manakala manusia telah meninggalkan dunia sebab mereka memiliki cita-cita yang kuat yaitu mencari teman sebanyak-banyaknya di neraka dari golongan jin dan manusia. Lalu apakah sisi manfaat dari syetan.

Kita mengetahui bahwa kedudukan manusia akan mening­kat derajatnya (maqamnya) semata-mata karena mampu melewati rintangan hawa nafsu dan godaan syetan. Sebalik­nya, manusia pun bisa menduduki derajat yang paling rendah bahkan lebih rendah daripada binatang dengan sebab syetan.

Singkatnya, keberadaan syetan boleh jadi harus disyukuri bagi orang-orang yang menuju Tuhan. Sebab tanpa gangguan dan godaan mereka manusia tidak akan meningkat derajatnya di sisi Tuhan sebagaimana keduduk­an para malaikat di sisi Tuhan tidak naik dan turun derajatnya sebab golongan malaikat tidak digoda oleh syetan.

(lagi…)

Antara Syariat Syekh Siti Jenar & Wali Lainnya 15 November, 2007

Posted by santribuntet in Kajian Kitab, Pengalaman Rohani, Supranatural, Tokoh.
45 comments

Terinspirasi oleh Tulisan Danalingga yang menarik tentang masalah Syahadat Siti Jenar yang dikaitkan dengan merebaknya aliran sesat. Tulisan ini sequel dari tulisan sebelumnya.

MENUJU Tuhan rupanya menjadi hal yang terus menerus diupayakan para hamba pencinta. Dalam ajaran agama, banyak cara dan jalan yang ditempuh oleh para ulama (rohaniwan) mengajarkan pada kita. Salah satu contoh di dalam ajaran Islam mengenal istilah adalah gerakan batin (hake­kat).

Semisal yang dica­nangkan oleh Al Hallaj dan diterus­kan oleh Syekh Siti Jenar di Indonesia. Wali ini tidak dimasukan dalam ling­kungan atau anggota Wali Sanga. Mungkin kare­na sistem dan metodanya tidak sama. Tetapi gene­rasinya terus berkem­bang hingga kini. Tidak mengetahui di mana shalatnya.

Di samping itu ada banyak jenis gerakan selain Syekh Siti Jenar yang dica­nang­kan oleh para Wali (songo). Dianta­ranya adalah thareqat. Pertanyaanya, apa­kah gerakan tarekat yang dicanang­kan para wali itu masuk dalam kategori syareat atau gerakan hakekat?

Islam lahir didahului oleh hakekat baru kemudian syareat. Buktinya Nabi saw lama bertahannuts (bermalam) di gua Hira. Beliau menghabiskan malam-malam­nya di sana untuk beribadah dengan mengabdikan diri kepada Allah swt. Beberapa malam kemu­dian, turun­lah wahyu pertama. Di sinilah syareat mulai dibentuk untuk umatnya.

Namun pada giliran periode berikutnya, muncul gerakan yang mirip hakekat yang diajarkan oleh Al Hallaj yang cukup bertentangan dengan syareat pada umum­nya. Beratus tahun kemu­dian hadir pula di Indonesia. Pelopor­nya adalah Syekh Siti Jenar.

Gerakan ini cukup berhasil membawa para pengi­kutnya untuk terus mengupayakan gerak­an ini berkembang. Entah bagai­ma­na, akhirnya syareat yang biasanya dianut oleh masyarakat umum tiba-tiba tidak lagi menjadi fokus utama dalam beri­badah kepada Allah. Yang hadir dan ramai di anut oleh masyarakat adalah sejenis hakekat. Di antara yang kerap dibicarakan orang adalah ung­kapan “eling”. Atau “manungaling kaula Gusti”. Semacam penyadaran akan penya­tuan antara hamba dengan Tuhannya.

Konon ajaran itu masuk dalam kategori hakekat. Adapun syareat­nya tidak seperti para penganut Islam biasanya. Atau barang­kali tidak ada syareat sama sekali. Sean­dainya pun ada syareat, maka dipastikan sangat berbeda dengan para pemegang rukun Islam pada umumnya.

Ajaran Syekh Siti Jenar, salah satunya, menurut salah satu pembimbing tarekat, adalah gera­kan shalat di atas daun. Generasinya hingga kinipun ma­sih mem­praktek­kannya. Selembar daun di­po­tong dan digelar sebagai sajadahnya lalu melak­sanakan shalat di atas daun itu di per­muka­an air.

(lagi…)

Adu Pengalaman Rohani 14 November, 2007

Posted by santribuntet in Ibadah, Pengalaman Rohani, Supranatural.
22 comments

Salah satu ajaran nabi palsu atau komunitas baru yang bertentangan dengan Nabi versi kitab-kitab suci agama-agama dunia adalah ajaran yang melawan inti ajarannya. Contoh dalam agama Islam, pengalaman rohani Nabi Muhammad saw adalah Shalat. Namun bagi nabi palsu, shalat adalah ajaran yang tidak wajib diikuti dan dilaksanakan.

Sebuah agama, pastilah ada ritualitas tertentu sebagai bentuk hubungan spesial antara si makhluq dengan Penciptanya. Jika agama kemudian tidak memiliki ritualitas, tentu diragukan sebagai sebuah agama. Di samping itu, adanya kitab suci sebagai wahyu merupakan syarat mutlak sebuah agama itu berdiri. Kitab suci inilah yang menjadi titik sentral ajaran yang harus dipedomani.

Salat dalam agama Islam, sebagai salah satu inti ajaran yang sangat mudah dan singkat dalam mempelajarinya. Namun kemdian digugat oleh para penyebar ajaran-ajaran baru. Misalnya yang baru-baru ini dipegang oleh Ahmad Mushadeq dan kawan-kawan serta Lia Aminudin dan komunitasnya.

Menurut kedua aliran baru itu, shalat tidaklah diwajibkan. Adanya pernyataan itu, sangat masuk akal dan didukung oleh sebuah pengalaman rohani yang didapatnya. Misalnya Ahmad Mushodiq mendapatkan ajarannya hasil dari berkhlawat (menyepi) selama 40 hari. Demikian juga yang terjadi pada Lia Aminudin juga pada aliran-aliran baru lainnya.

Shalat yang mula-mula diperintahkan Allah pada Nabi Muhammad saw adalah hasil dari pengalaman rohani berupa peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Peristiwa ini didukung oleh fakta-fakta yang sangat kuat (shahih) oleh para sahabat-sahabat Nabi yang terpercaya hingga dibukukan dalam buku-buku hadits.

Pada perkembangan selanjutnya, ajaran hasil dari pengalaman rohani Nabi ini dilaksanakan sebagai sebuah kepatuhan seorang hamba kepada Penciptanya. Namun kemudian entah bagaimana banyak yang menentang dan berusaha menghilangkan ajaran Nabi ini. Penentangan ini pun didukung oleh pengalaman rohani juga.

(lagi…)

Aliran Ses(a)at Fenomena Alam Gaib? 31 Oktober, 2007

Posted by santribuntet in Keajaiban, Pengalaman Rohani, Supranatural.
66 comments

Mushaddeq Terancam Lima Tahun Penjara  ALIRAN sesat demikian anggota kepolisian, MUI dan berbagai masyarakat menyebutnya. Terutama diarahkan kepada Al-qiyadah-al Islamiyah yang seperti foto disamping ini, pimpinannya telah menyerahkan diri. Menyusul Lia Eden yang baru saja keluar dari penjara, kini ia kembali ke kerajaan Tuhan bersama komunitasnya.

Anehnya, masing-masing aliran, banyak sekali pengikutnya. Bukan saja kalangan biasa namun orang-orang yang secara intelektual adalah kelas pendidikan tinggi. Di sini bisa dikemukakan sebuah pertanyaan singkat. Mungkinkah saat rasionalitas tak bisa menjawab, tak bisa menyentuh, tapi ada faktor x (yang gaib) tiba-tiba bisa dirasakan, misalnya dalam komunitasnya itu mampu mengademkan hati dan menenangkan pikiran, menentramkan, lalu kemudian inilah yang dianggap sebagai agama baru yang mencengangkan?

(lagi…)