jump to navigation

Salam apa daun salam… 4 Januari, 2009

Posted by santribuntet in Uncategorized.
Tags: , , , ,
28 comments

Ada satu alasan kenapa Israel menyerang jalur Gaza yaitu mereka mendapat serangan berupa roket kecil dari Hamas kepada penduduk Israel. Korban warga sipil israel tidak seberapa, namun dibalas dengan begitu massif korbannya. Wajarkah alasannya?

Irak dibombardir, apa saja yang penting dibom, hanguskan semuanya dulu, urusan dialog di belakang. Kenapa Amerika menyerang Irak, karena Irak dianggap menyimpan senjata nuklir.  Alasan itulah yang dipakai negara ini dan merasa absah bin legal.

(lagi…)

Kiamat 31 Desember, 2008

Posted by santribuntet in Uncategorized.
Tags: , , , ,
12 comments
Peluru siap dihujani

Peluru siap dihujani

Kimat bukan saja di Palestina. Hujam bom menghanguskan segala yang ada. karena oksigen di sekitar bom yang meledak tersedot habis diubah menjadi karbon, termasuk tubhpun ikut menjadi arang. Jika saja bom sebesar kepalan tangan dijatuhkan, maka radius oksigen yang tersedot semakin luas. Jika suatu ketika “bom atom” dari “alam sana” benar-benar dijatuhkan di bumi yang penuh oksigen ini, maka habislah kehidupan di bumi ini, dan kiamatpun dengan mudahnya terjadi.

(lagi…)

VIEW 19 Desember, 2008

Posted by santribuntet in Aktivitas, Uncategorized.
Tags: , ,
10 comments

Tampilan baru di dasboard WP keren juga setelah sekian lama tidak “ta’ziah” ke blog ini. Entahlah aroma udara ide sedang mengalir bukan kemari.

Apapaun alasannya, berhenti lama ngeblog dan tidak jalan-jalan ke rumah tengga, itu belum diatur dalam undang-undang. Paling tidak saya memenuhi syarat itu dengan cara mengatakan : saya minta maaf teman-teman.

Yang Mati lebih Mendengar 24 November, 2008

Posted by santribuntet in Ibadah, Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized.
Tags: , , , , , ,
24 comments

Lama tak posting maafkanlah para saudara/i ku. Keterbatasan menjadi sifat melekat pada saya. Karenanya atas segala khilaf,  dan khelah (alasan) apapun mohon dimaklumi. Ini saya memberanikan diri mengawali  masuk kembali ke dunia blog. 

Dalam wacana perbedaan pendapat itu biasa. Tetapi dari kecil masalah ziarah kubur sudah tahu itu juga menjadi perbedaan. Karena saya penasaran kemudian ada kitab digital yang saya peroleh dari kawan iseng-iseng membaca (tentu yang saya bisa) karena banyak kitab yang berkarakter gundul itu (kitab tanpa harokat) tidak saya pahami. 

Menarik tulisan-tulisan para ulama seputar masalah ziarah kubur itu. Kalau selama ini dipertentangkan adalah ada semacam larangan berziarah kubur dan bahkan seorang ulama Indonesia hasil didikan asing (Arab) berani menulis buku kalau amalan2 orang NU itu masuk sebagai musyrik. Saya sih tidak kaget dan tidak perlu kesel. Namun begitu saya membaca kitab-kitab digital kok keyakinan saya tentang ziarah kubur makin mantep padahal semual meski saya lahir dari tradisi NU masalah ziarah ini tidak semantap kawan-kawan lain dalam berziarah. 

Inilah hasil bongkar-bongkar kitab Ar Ruh dan tafsir tentang masalah orang mati tidak bisa mendengar orang hidup. Kaget sih setelah dijelaskan bahwa orang mati itu sangat peka bahkan lebih peka dari orang hidup. Itu adalah ucapan Nabi. Selengkapnya hasil kupasan itu yang sengaja saya posting di
www.buntetpesantren.org. 
(lagi…)

Lembaran Penghapus Luka 6 Oktober, 2008

Posted by santribuntet in Dunia Pesantren, Ibadah, Kultur, Uncategorized.
Tags: , , , , ,
26 comments

SEBELUMNYA saya mohon maaf lahir & batin kepada semua teman dan tetangga.  Saya juga  mohon maaf karena tidak bisa leluasa mengomentari komentar dan berbalas kunjung. Kali ini  saya berkesempatan memberikan tulisan yang isinya adalah laporan pulang kampung buat.

Lembaran Penghapus Luka

Lembaran Penghapus Luka

PERJALANAN pulang kampung kali ini memberikan torehan sejarah yang sangat berkesan. Satu demi satu tetangga yang kudatangi disapa dengan akrab. Tidak itu saja, mata mereka berbinar tanda bersuka cita saat saya memberikan lembaran-lembaran penghapus luka, senyum mereka berbinar-binar. Ucapan syukur bertebar tiada henti kepada Allah dan kepada orang-0rang yang rela menyumbang dan menyambung tali kasihNya.

Ada sekitar 50 orang lebih tetangga saya itu yang diberikan uluran tangan orang jakarta ini. Mereka sangat minim dari segi ekonomi. Kepedulian warga sekitar memang ada namun angkanya masih kecil. Para kyai sebagai pemegang otoritas di kampung pesantren ini pun masih belum mampu memberikan pencerahan bendawi, para ulama di sana masih terbatas pencerahan ruhani.

(lagi…)

Pedagang harus Curang? 18 September, 2008

Posted by santribuntet in Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized.
Tags: , , , ,
36 comments

JADI pedagang harus “curang”, kalau tidak darimana bisa dapat untung!. Sekarang persaingan antar pedagang sudah semakin tajam. Jika tidak pinter-pintar menyiasati dagangannya merugilah selalu. Mungkin itlah yang terpatri di benak pedagang yang tidak jujur.

Daging sebagai saksi... dari google/image

Daging sebagai saksi... dari google/image

Postingan di sini membuat kita semakin tidak percaya kepada pedagang yang nota bene barang dagangannya itu sangat kita butuhkan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Perbuatan tidak jujur dari sipedagang itu sebenarnya melanggar hukum alam. Misalnya mengurangi timbangan, ia berarti melanggar rumus berat yang mengatakan gravitas dikalikan keliling bumi. (detilnya di postingan lalu) Jika pedagang itu makin banyak disekitar kita apa yang harus kita lakukan?

Kalau saya hanya sekedar ingin menuliskan sebuah cerita dampak buruk dari pedagang yang curang. Cerita ini diambil dari kitab klasik (kitab kuning/putih, tergantung kertasnya). Beriikut adalah petikannya.

SEBUAH KISAH FAKTA PEDAGANG YANG TAK JUJUR

Tarik nafas, tutup mata 29 Agustus, 2008

Posted by santribuntet in Celotehan, Uncategorized.
Tags: , ,
13 comments

Gak mau banyak ngetik, hanya ingin sampaikan sesuatu, bentar lagi puasa, semoga umur kita sampai dan bisa menikmati puasa, layaknya orang yang sudah kelaparan ketemu makanan ternikmat sedunia… :D hidangan ternikmat itulah puasa.

Krisis Keyakinan? 27 Agustus, 2008

Posted by santribuntet in Celotehan, Hikmah, Ibadah, Pengalaman Rohani, bergumam.
15 comments

Krisis Keyakinan? ini sekedar merenungi komentar para tamu kehormatan khususya beliau yang mengatakan masalah kayakinan kepada Allah SWT pada komentar postingan ini . Sekaligus belajar memenuhi permintaan guru serbabisa. Intinya saya ingin mengatakan bahwa krisis keyakinan itu betapa mudah menggerogoti batin kita di setiap desahan nafas dan lintasan pikir.

Ini juga tidak jauh terkait dengan fenomena batin saya sendiri dan mungkin beberapa kawan juga ada yang senasib. Bahwa ternyata dari sekian banyak janji Allah Dzat Yang Maha Mulia, yang Maha Tepat Janji kadang kita sendiri abai. Sebaliknya, keyakinan besar kepada Yang Maha Besar itu justru kalah hanya oleh urusan remeh temeh. duuh Gusti, ampunilah hambamu ini. ….

(lagi…)

Bid’ahku Bid’ah Kita Semua 21 Agustus, 2008

Posted by santribuntet in Celotehan, Dunia Pesantren, Kajian Kitab, Kultur, Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , ,
29 comments
Shalat sarana mendekatkan diri kepada Yang Maha

Bid'ah itu dibolehkan jika mengerjakan yang sunah, tapi yang wajib tidak!

DI KALANGAN pesantren utamanya para kyai mengajarkan berbagai ajaran bid’ah. Tidak perlu disebut-sebut lah sudah paham semuanya jenis-jenis apasaja yang dianggap bid’ah menurut konsumsi umum. Namun kawan, tahukah bahwa siapa pelaku bid’ah yang masuk neraka sebagiamana Sabda Nabi saw yang dicapkan oleh Ustadznya Mas Karjo di postingan sebelum ini?

Bagi saya sih, tak menjadi pusing manakala bid’ah dijadikan sebagai stempel untuk menyerang komunitas orang-orang yang berada di pesantren. Apakah ketidakpedulian ini membawa dampak tololnya hati nurani, atau menunjukkan dangkalnya keberislaman?

(lagi…)

“Bacalah!” dimana Semangatmu? 11 Februari, 2008

Posted by santribuntet in Modernisasi, Nasionalisme, Pendapat, sastra.
Tags: , , , , , ,
82 comments

Gambar dari Google

Bacalah! dengan nama Tuhanmu yang menciptakan… Wahyu pertama al quran surat al Alaq ini sifatnya umum, berlaku bagi siapa saja dan kalangan mana saja. Namun sepertinya kurang diminati oleh penduduk Indonesia pada umumnya yang mayoritas muslim.

Ironisnya diimani oleh bangsa-bangsa (negara) maju. Sebab di sini, tingkat minat baca berdasar penelitian di Jawa Barat baru-baru ini ada 1:45 (satu koran dibaca untuk 45 orang). Jauh di bawah Filipina dan Sri Lanka.

Dengan dua negara Asia saja negara kita masih kalah apalagi negara maju seperti USA dan Jepang. Memang ada korelasi antara minat baca dan kemajuan bangsa. Menurut sumber data dari media, di Jepang jumlah tiras koran yang dibaca mencapai 1 juta perhari sementara di Amerika 2.8 juta per hari. Tetapi Indonesia masih mending karena ada dua negara di bawah Indonesia yaitu Laos dan Kamboja.

Di Sri Lanka, minat baca masyarakat terhadap media cetak 1:38 dan Filipina 1:30.Idealnya,untuk ukuran penduduk Indonesia yang tergolong besar ini satu media cetak dibaca sepuluh orang atau 1:10 tapi kenyataanya 1:45. Pantas saja jika media massa di negara kita kurang menggembirakan.

(lagi…)