Salam apa daun salam… 4 Januari, 2009
Posted by santribuntet in Uncategorized.Tags: kiamat, Konflik, konpensasi, perang, timur tengah
28 comments
![]()
Ada satu alasan kenapa Israel menyerang jalur Gaza yaitu mereka mendapat serangan berupa roket kecil dari Hamas kepada penduduk Israel. Korban warga sipil israel tidak seberapa, namun dibalas dengan begitu massif korbannya. Wajarkah alasannya?
Irak dibombardir, apa saja yang penting dibom, hanguskan semuanya dulu, urusan dialog di belakang. Kenapa Amerika menyerang Irak, karena Irak dianggap menyimpan senjata nuklir. Alasan itulah yang dipakai negara ini dan merasa absah bin legal.
VIEW 19 Desember, 2008
Posted by santribuntet in Aktivitas, Uncategorized.Tags: Aktivitas, Budaya, posting
10 comments
Tampilan baru di dasboard WP keren juga setelah sekian lama tidak “ta’ziah” ke blog ini. Entahlah aroma udara ide sedang mengalir bukan kemari.
Apapaun alasannya, berhenti lama ngeblog dan tidak jalan-jalan ke rumah tengga, itu belum diatur dalam undang-undang. Paling tidak saya memenuhi syarat itu dengan cara mengatakan : saya minta maaf teman-teman.
Yang Mati lebih Mendengar 24 November, 2008
Posted by santribuntet in Ibadah, Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized.Tags: alam arwah, fenomena, Kajian Kitab, kematian, mati, ruh, ziarah kubur
24 comments
Lama tak posting maafkanlah para saudara/i ku. Keterbatasan menjadi sifat melekat pada saya. Karenanya atas segala khilaf, dan khelah (alasan) apapun mohon dimaklumi. Ini saya memberanikan diri mengawali masuk kembali ke dunia blog.
Dalam wacana perbedaan pendapat itu biasa. Tetapi dari kecil masalah ziarah kubur sudah tahu itu juga menjadi perbedaan. Karena saya penasaran kemudian ada kitab digital yang saya peroleh dari kawan iseng-iseng membaca (tentu yang saya bisa) karena banyak kitab yang berkarakter gundul itu (kitab tanpa harokat) tidak saya pahami.
Lembaran Penghapus Luka 6 Oktober, 2008
Posted by santribuntet in Dunia Pesantren, Ibadah, Kultur, Uncategorized.Tags: amal, Donatur, santunan, wa, zakat, zakat mal
26 comments
SEBELUMNYA saya mohon maaf lahir & batin kepada semua teman dan tetangga. Saya juga mohon maaf karena tidak bisa leluasa mengomentari komentar dan berbalas kunjung. Kali ini saya berkesempatan memberikan tulisan yang isinya adalah laporan pulang kampung buat.

Lembaran Penghapus Luka
PERJALANAN pulang kampung kali ini memberikan torehan sejarah yang sangat berkesan. Satu demi satu tetangga yang kudatangi disapa dengan akrab. Tidak itu saja, mata mereka berbinar tanda bersuka cita saat saya memberikan lembaran-lembaran penghapus luka, senyum mereka berbinar-binar. Ucapan syukur bertebar tiada henti kepada Allah dan kepada orang-0rang yang rela menyumbang dan menyambung tali kasihNya.
Ada sekitar 50 orang lebih tetangga saya itu yang diberikan uluran tangan orang jakarta ini. Mereka sangat minim dari segi ekonomi. Kepedulian warga sekitar memang ada namun angkanya masih kecil. Para kyai sebagai pemegang otoritas di kampung pesantren ini pun masih belum mampu memberikan pencerahan bendawi, para ulama di sana masih terbatas pencerahan ruhani.
Pedagang harus Curang? 18 September, 2008
Posted by santribuntet in Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized.Tags: Hikmah, Islam, pedagang curang, Peristiwa, Syariat Islam
36 comments
JADI pedagang harus “curang”, kalau tidak darimana bisa dapat untung!. Sekarang persaingan antar pedagang sudah semakin tajam. Jika tidak pinter-pintar menyiasati dagangannya merugilah selalu. Mungkin itlah yang terpatri di benak pedagang yang tidak jujur.
Daging sebagai saksi... dari google/image
Postingan di sini membuat kita semakin tidak percaya kepada pedagang yang nota bene barang dagangannya itu sangat kita butuhkan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Perbuatan tidak jujur dari sipedagang itu sebenarnya melanggar hukum alam. Misalnya mengurangi timbangan, ia berarti melanggar rumus berat yang mengatakan gravitas dikalikan keliling bumi. (detilnya di postingan lalu) Jika pedagang itu makin banyak disekitar kita apa yang harus kita lakukan?
Kalau saya hanya sekedar ingin menuliskan sebuah cerita dampak buruk dari pedagang yang curang. Cerita ini diambil dari kitab klasik (kitab kuning/putih, tergantung kertasnya). Beriikut adalah petikannya.
Tarik nafas, tutup mata 29 Agustus, 2008
Posted by santribuntet in Celotehan, Uncategorized.Tags: Ibadah, puasa, rohani
13 comments
Krisis Keyakinan? 27 Agustus, 2008
Posted by santribuntet in Celotehan, Hikmah, Ibadah, Pengalaman Rohani, bergumam.15 comments
Krisis Keyakinan? ini sekedar merenungi komentar para tamu kehormatan khususya beliau yang mengatakan masalah kayakinan kepada Allah SWT pada komentar postingan ini . Sekaligus belajar memenuhi permintaan guru serbabisa. Intinya saya ingin mengatakan bahwa krisis keyakinan itu betapa mudah menggerogoti batin kita di setiap desahan nafas dan lintasan pikir.
Ini juga tidak jauh terkait dengan fenomena batin saya sendiri dan mungkin beberapa kawan juga ada yang senasib. Bahwa ternyata dari sekian banyak janji Allah Dzat Yang Maha Mulia, yang Maha Tepat Janji kadang kita sendiri abai. Sebaliknya, keyakinan besar kepada Yang Maha Besar itu justru kalah hanya oleh urusan remeh temeh. duuh Gusti, ampunilah hambamu ini. ….
Bid’ahku Bid’ah Kita Semua 21 Agustus, 2008
Posted by santribuntet in Celotehan, Dunia Pesantren, Kajian Kitab, Kultur, Uncategorized.Tags: Allah, amalan sunnah, Bid'ah, Islam, Pesantren, ramadhan, Rasulullah saw, Rosuullah, Santri, taraweh, tradisi, wajib
29 comments

Bid'ah itu dibolehkan jika mengerjakan yang sunah, tapi yang wajib tidak!
DI KALANGAN pesantren utamanya para kyai mengajarkan berbagai ajaran bid’ah. Tidak perlu disebut-sebut lah sudah paham semuanya jenis-jenis apasaja yang dianggap bid’ah menurut konsumsi umum. Namun kawan, tahukah bahwa siapa pelaku bid’ah yang masuk neraka sebagiamana Sabda Nabi saw yang dicapkan oleh Ustadznya Mas Karjo di postingan sebelum ini?
Bagi saya sih, tak menjadi pusing manakala bid’ah dijadikan sebagai stempel untuk menyerang komunitas orang-orang yang berada di pesantren. Apakah ketidakpedulian ini membawa dampak tololnya hati nurani, atau menunjukkan dangkalnya keberislaman?
“Bacalah!” dimana Semangatmu? 11 Februari, 2008
Posted by santribuntet in Modernisasi, Nasionalisme, Pendapat, sastra.Tags: agama, Islam, kurtubi, Modernisasi, Pesantren, tulisan santribuntet, zaldeeho
82 comments

Bacalah! dengan nama Tuhanmu yang menciptakan… Wahyu pertama al quran surat al Alaq ini sifatnya umum, berlaku bagi siapa saja dan kalangan mana saja. Namun sepertinya kurang diminati oleh penduduk Indonesia pada umumnya yang mayoritas muslim.
Ironisnya diimani oleh bangsa-bangsa (negara) maju. Sebab di sini, tingkat minat baca berdasar penelitian di Jawa Barat baru-baru ini ada 1:45 (satu koran dibaca untuk 45 orang). Jauh di bawah Filipina dan Sri Lanka.
Dengan dua negara Asia saja negara kita masih kalah apalagi negara maju seperti USA dan Jepang. Memang ada korelasi antara minat baca dan kemajuan bangsa. Menurut sumber data dari media, di Jepang jumlah tiras koran yang dibaca mencapai 1 juta perhari sementara di Amerika 2.8 juta per hari. Tetapi Indonesia masih mending karena ada dua negara di bawah Indonesia yaitu Laos dan Kamboja.
Di Sri Lanka, minat baca masyarakat terhadap media cetak 1:38 dan Filipina 1:30.Idealnya,untuk ukuran penduduk Indonesia yang tergolong besar ini satu media cetak dibaca sepuluh orang atau 1:10 tapi kenyataanya 1:45. Pantas saja jika media massa di negara kita kurang menggembirakan.






