<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SANTRI BUNTET</title>
	<atom:link href="http://santribuntet.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://santribuntet.wordpress.com</link>
	<description>Wishing to be santri anywhere...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Nov 2009 14:53:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='santribuntet.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8706d840c44be004c8dbf02747024fb4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SANTRI BUNTET</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Sukses karena Hormati Ibu</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2009/11/26/sukses-karena-hormati-ibu/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2009/11/26/sukses-karena-hormati-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 14:53:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celotehan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[Kultur]]></category>
		<category><![CDATA[Modernisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[oran tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Ibu, Ummi, Mother atau apa saja panggilannya bila kita hormati dengan tulus serta melayaninya dengan tabah, niscaya akan membawa kedamaian dalam hidup. Dalam bahasa pesantren, anak yang berbakti kepada ibunya (orang tua) maka dia akan &#8220;sukses&#8221; lahir batin, dunia akherat. Mau Bukti?
Abu Yazid Al Bustami, seorang ulama yang sangat dihormati dikalangan para sufi dan generasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=335&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" src="http://prayingtodarwin.files.wordpress.com/2008/12/mother_son.jpg?w=247&#038;h=335" alt="" width="247" height="335" />Ibu, Ummi, Mother atau apa saja panggilannya bila kita hormati dengan tulus serta melayaninya dengan tabah, niscaya akan membawa kedamaian dalam hidup. Dalam bahasa pesantren, anak yang berbakti kepada ibunya (orang tua) maka dia akan &#8220;sukses&#8221; lahir batin, dunia akherat. Mau Bukti?</p>
<p>Abu Yazid Al Bustami, seorang ulama yang sangat dihormati dikalangan para sufi dan generasi kini, banyak pula karangan kitabnya ternyata beliau sangat hormat dan bakti kepada ibunya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span id="more-335"></span>Dalam sebuah kitab klasik dikatakan, kalau beliau itu sama sekali tidak mau membantah perintah sang Ibu. Saat beliau membaca ayat  <em>“Anisykurli waliwaalidaika ilaiyal Mashir”</em> yang artinya: “Hendaklah bersyukur kepadaKu dan kepada kedua orang tua (Ibu Bapakmu). Hanya kepadaKulah kamu kembali” (QS:Luqman 14)</p>
<p>Abu Yazid Al Bustomi kemudian meminta petunjuk kepada Ibunya dan dia berkata, &#8220;Ibu, hatiku gelisah setelah mendengar ayat Alloh itu. Aku tidak bisa membagi hatiku pada Ibu (orang tuaku) ataukah pada ALLOH, maka mintakanlah pada ALLOH agar kewajibanku bakti pada-NYA ditiadakan, agar dapatlah semata-mata aku berbakti kepadamu”.</p>
<p>”Tidak Yazid, kewajiban menghormat  kepadaku aku lepaskan, agar kamu bisa bebas beribadah kepada Allah subhanahu wata&#8217;ala, &#8221; jawabnya penuh bijak.</p>
<p>Sikap ulama salaf memang cukup aneh, salah satunya adalah memiliki kebiasaan tidak banyak memerintahkan atau menuntut kepada anak-anaknya. Sebab alasan para ulama salaf itu seandainya banyak perintah kepada anak atau banyak menuntut, maka sedikit saja si anak tidak menurut, sudah dikategorikan sebagai &#8220;anak durhaka.&#8221;  Bahkan dalam bahasa Al Quran, mengatakan &#8220;ah&#8221; (keluhan?) kepada orang tua adalah tindakan yang terlarang.</p>
<blockquote><p>&#8220;&#8230; Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.<em>” </em> (QS. Al-Israa: 23-24)</p></blockquote>
<p>Sebuah penelitian kecil di antara kawan-kawan saya yang merantau di kota, ada sedikit perbedaan di mana kawan yang begitu baik kepada orang tuanya, mereka cenderung lebih &#8220;sukses&#8221;. Kemuliaan itu ia dapatkan mungkin karena begitu bakti kepada ibunya. Disamping memang jalan untuk sukses itu ia raih dengan kerja keras. Namun kerja keras yang didukung oleh doa-doa sang ibu tentu sangat bernilai dibanding tanpa dukungan doa.</p>
<p>Kini kita bisa mengambil hikmah bahwa kata ulama kunci sukses hidup itu adalah bagaimana pandai-pandai bersyukur kepada Allah dan kepada orang tuanya. Sebaliknya, hidup yang &#8220;seret&#8221; bisa jadi muasalnya dari cara pandang  kepada  orang tua terutama ibu sebagai orang yang tidak layak dihormati. Wallahu a&#8217;lam</p>
<p>NB: Kepada pembaca blog saya, mohon maaf lama sekali saya berlibur tidak menulis. Juga kepada para tamu yang tidak direspon, saya sekali lagi mohon maaf. Jika mau YM atau Gtalk, silahkan di <a href="mailto:kurtubi@yahoo.com">kurtubi@yahoo.com</a> atau <a href="mailto:mkurtubi@gmail.com">mkurtubi@gmail.com</a></p>
Posted in Celotehan, Dunia Pesantren, Hikmah, Ibadah, Inspirasi, Kajian Kitab, Keajaiban, Kultur, Modernisasi, Uncategorized Tagged: Ibu, oran tua <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/335/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/335/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/335/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=335&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2009/11/26/sukses-karena-hormati-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://prayingtodarwin.files.wordpress.com/2008/12/mother_son.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Singkat Habaib [Alawiyin] di Indonesia</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2009/07/10/sejarah-singkat-habaib-alawiyin-di-indonesia/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2009/07/10/sejarah-singkat-habaib-alawiyin-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 06:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/2007/01/10/sejarah-singkat-habaib-alawiyin-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[SEJARAH SINGKAT TENTANG PERANAN ALAWIYIN DI INDONESIA
KEPADAMU KU TITIPKAN AL-QUR’AN DAN KETURUNANKU….
(Al-Hadith Rasullah s.a.w. Dirawikan oleh Imam Ahmad Ibn Hambal)

A. PENDAHULUAN
Pada zaman kekhalifahan Bani Abbas (750-1258 M) berkembanglah ilmu pengetahuan tentang Islam yang bercabang-cabang disamping kenyataan itu penghidupan lapisan atas menyimpang dari ajaran agama Islam. Dibentuknya dynasti Bani Abbas yang turun-temurun mewariskan kekhalifahan. Istilah “muslim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=13&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>SEJARAH SINGKAT TENTANG PERANAN ALAWIYIN DI INDONESIA<br />
KEPADAMU KU TITIPKAN AL-QUR’AN DAN KETURUNANKU….<br />
(Al-Hadith Rasullah s.a.w. Dirawikan oleh Imam Ahmad Ibn Hambal)</p>
<p><span id="more-13"></span></p>
<p>A. PENDAHULUAN<br />
Pada zaman kekhalifahan Bani Abbas (750-1258 M) berkembanglah ilmu pengetahuan tentang Islam yang bercabang-cabang disamping kenyataan itu penghidupan lapisan atas menyimpang dari ajaran agama Islam. Dibentuknya dynasti Bani Abbas yang turun-temurun mewariskan kekhalifahan. Istilah “muslim bila kaif” telah menjadi lazim. Hidupnya keturunan Sayidatina Fatmah Al-Zahra dicurigai, tiada bebas dan senantiasa terancam, ini oleh karena pengaruhnya anak cucu dari Al-Hasan dan Al-Huseyn r.a. atas rakyat sangat besar dan diseganinya. Keinginan kebanyakan orang Muslim adalah seorang keturunan Nabi yang seharusnya memegang kekhalifahan. Banyak yang dipenjarakan dan dibunuhnya oleh karenanya banyak pula yang pindah dan menjalankan diri dan pusat Bani Abbas di Bahdad,</p>
<p>AHMAD BIN ISA r.a.<br />
Dalam keadaan sebagai diuraikan di atas, yang pasti akan dikutuk Allah s.w.t. dan dengan hendak memelihara keturunannya dari kesesatan, mengulangilah AHMAD BIN ISA BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN JA’FAR BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN AL-HUSEYN r.a. duanya sayidina Ibrahim a.s. yang tersurat dalam Al-Qur’an surat 14 ayat 37 dan dipilihnya Hadramaut yang bertetanaman, untuk menetap dan berhijrahlah beliau dari Basrah ke Hadramaut, dimana beliau wafat di Hasisah pada tahun 345 H.</p>
<p>ALWI BIN UBAIDILLAH….ALAWIYIN<br />
Keturunan dari AHMAD BIN ISA tadi yang menetap di Hadramaut dinamakan ALAWIYIN ini dari nama cucunya AL-WI BIN UBAIDILLAH BIN AHMAD BIN ISA yang dimakamkan di Sumul.<br />
Keturunan sayidina Al-Hasan dan Al-Huseyn r.a. disebut juga ALAWIYIN dari sayidina Ali bin Abi-Talib k.w, Keluarga Al-Anqawi, Al-Musa-Alkazimi, Al-Qadiri dan Al-Qudsi yang terdapat sedikit di Indonesia adalah Alawiyin, tapi bukan dari Alwi bin Ubaidillah.</p>
<p>MUHAMMAD AL-FAQIH AL-MUQADDAM<br />
Luput dari serbuan Hulaku, saudara maharaja Cina, yang mentamatkan kekhalifahan Bani Abbas (1257 M), yang memang telah dikhawatirkan oleh AHMAD BIN ISA akan kutukan Allah s.w.t, maka di Hadramaut Alawiyin menghadapi kenyataan berlakunya undang-undang kesukuan yang bertentangan dengan ajaran Islam, dan kenyataan bahwa penduduk Hadramaut adalah Abadhiyun yang sangat membenci sayidina Ali bin Abi-Talib r.a. Ini ternyata pula hingga kini dari istilah-istilah dalam loghat orang Hadramaut. Dalam menjalankan “tugas suci”, ialah pusaka yang diwariskannya, banyak dari pada suku Alawiyin tiada segan mendiami di lembah yang tandus. Tugas suci itu terdiri dari mengadakan tabligh-tabligh, perpustakaan-perpustakaan, pesantren-pesantren (rubat) dan masjid-masjid.</p>
<p>Alawiyin yang semuala bermazhab “Ahli-Bait” mulai memperoleh sukses dalam menghadapi Abadhiyun itu setelah Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam BIN ALI BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN ALWI BIN MUHAMMAD BIN ALWI BIN UBAIDILLAH melaksanakan suatu kompromis dengan memilih mazhab Muhammad bin Idris Al-Syafi-I Al-Quraisyi, ialah yang kemudian disebut mazhab Sayfi-I, Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam ini wafat di Tarim pada tahun 653 H.</p>
<p>TUGAS SUCI (ISLAMISASI)<br />
Alawiyin dalam menyebarkan agama Islam menyeberang ke Afrika Timur, India, Malaysia, Thailand (Siam), Indonesia Tiongkok (Cina), Filipina, dsb.</p>
<p>b. ALAWIYIN DI INDONESIA SEBELUM DIJAJAH BELANDA<br />
Sebelumnya orang Barat datang, maka berkembanglah agama Islam dengan baik sekali dan terbentuklah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Runtuhnya Kerajaan Islam di semenanjung Iberia dalam abad ke VI M. dengan jatuhnya Al-Andalus (1492 M), mengakibatkan pengerjaan bangsa Spanyol terhadap Muslimin, pengejaran mana diberkati Paus Roma. Jika kehendak orang Spanyol menyeranikan, maka kehendak orang Portugis ialah berniaga dengan orang Muslim di Indonesia, dan oleh karena ini orang Portugis ialah memperoleh sukses. Sebab peperangan di Europa antara Spanyol sepihak dengan masing-masing Belanda dan Inggris, maka kedua bangsa ini turut juga datang ke Indonesia ditentang oleh kaum Muslimin di tanah air kita.</p>
<p>c. ALAWAYIN DI INDONESIA DI MASA JAJAHAN BELANDA<br />
Dengan pelbagai tipu muslihat dan fitnah akhirnya Belanda disokong oleh negara-negara Barat lain, dapat menguasai Indonesia dan ekonomi Belanda mulai berkembang pesat sesudahnya dapat dipergunakan kapal uap. Alawiyin dari pada awalnya jajahan Belanda mulai merasakan rupa-rupa kesulitan, oleh karena Belanda melihat bahwa Alawiyin-lah yang dalam segala lapangan menjadi pelopornya, baik di medan perang maupun dalam bidang pengangkutan barang-barang lewat lautan atau bidang kebudayaan (agama).</p>
<p>Dilarangnya Alawiyin menetap di pedalaman pulau Jawa, dilarangnya berkeluarga dengan anggota istana (yang memang keturunan Alawiyin), hingga yang tiada mampu pindah ke perkampungan tertentu di bandar-bandar di tepi laut, atau karena sebab lain, mengambil nama keluarga Jawa agar dianggapnya orang Jawa asli, pribumi. Oleh karenanya pindahanya Alawiyin dari pedalaman ke bandar-bandar di pinggir laut, maka pula pusat ke-Islaman pindah ke utara seperti Semarang, Surabaya, Jakarta, dst. Yang tidak dapat berpindah dari pedalaman menetap di perkampungan-perkampungan yang disebut “kaum” Suku-suku Alawiyin yang telah anak-beranak dan tiada mampu pindah ke kota-kota besar dan mengambil nama ningrat Jawa, ialah banyak dari pada Al-Basyiban, Al-Baabud, Al-Binyahya, Al-Aydrus, Al-Fad’aq dan lain-lain lagi. Dalam keadaan yang demikian itu, Belanda baru mulai berusaha menyeranikan Jawa Tengah, dimana Islam tiada dapat berkembang oleh karena peperangan-peperangan melawan Belanda dan berhasilnya aneka fitnah yang Belanda ciptakan antara penguasa-penguasa pribumi sendiri.</p>
<p>Anak Muslim tiada boleh bersekolah, sedangkan anak Kristen dapat pendidikan dan pelajaran modern. Kemudian di-izinkan bersekolah Belanda anak-anak orang yang berpangkat pada pemerintah jajahan, dan diharuskan mereka tinggal (yakni in de kost) pada pejabat Belanda. Katanya agar, dapat lancar berbicara bahasa Belanda dan mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberi dalam bahasa itu; sebetulnya untuk menjadikan kanak-kanak itu berfikir dan hidup secara orang Belanda, dan untuk mengasingkan mereka dari bangsawan sendiri, dari adat-istiadat dan agamanya. Anak rakyat biasa, awam, mengaji, baik pada madrasah-madrasah Alawiyin atau pesantren-pesantren.</p>
<p>Hubungan Alawiyin dengan para kiyahi erat sekali. Untuk melumpuhkan berkembangnya agama islam di antara anak-anak rakyat jelata, Belanda mengadakan sekolah-sekolah Hollands Inlandse School (H.I.S) dengan syarat bahwa murid tiada boleh bersaring dan berkopya-pici, harus mengenakan celana pendek sampai atas lutut, pakaian mana bukan kebiasaan orang yang mendirikan salat. Jangan sampai kanak-kanak dapat membaca Al-Qur’an dan kitab-kitab agama Islam yang tertulis dengan huruf Arab, Belnda mengajar dengan sungguh menulis dengan huruf lain, dan mengadakan buku-buku yang menarik, dalam huruf ini, untuk maksud mana dibentuknya Balai Perpustakaan. Banyak buku-buku yang dikarang oleh pendeta dan padri indolog dan orientalis, mengandung racun bagi anak murid yang pengetahuannya tentang Islam dan tarikhnya masih sangat Dangkal.</p>
<p>Alawiyin menolak tawaran Belanda untuk membangun Hollands-Arabise School (H.A.S, dan menolak pula subsidi dari pemerintah jajahan bagi madrasah-madrasahnya, karena curiga dan takut dri tipu muslihat dan pengaruh Belanda yang berniat merusak agama Islam. Alawiyin tiada dibolehkan menidirkan cabang-cabang mandrasah di kota-kota besar dengan nama yang sama, oleh karena itu nama-nama madrasah yang sama skala pendidikannya, berlainan namanya. Para guru dari negara Islam didatangkan untuk mengajar di madrasah-madrasah, dan kanak-kanak yang berbakat dikirim lanjutkan pelajarannya ke Hadramaut, Hejaz, Istanbul, Kairo dan lain-lain.</p>
<p>Disamping perguruan, Alawiyin aktif juga di lapangan politik hingga beberapa orang ditangkap dan dipenjarakan. Melawan Belanda antara mana di Aceh, dan sesudah Aceh ditaklukannya, Muslimin hendak mengadakan pemberontakan disana dengan mengibarkan bendera Khalifah Muslimin. Alawiyin hendak menerbitkan pemberontakan di Singapura di kalangan tertentu Muslimin India yang Inggeris hendak berangkatkan untuk berperang di iraq (Perang Dunia I). Perlu juga diketahui bahwa Alawiyin senantiasa berhubungan dengan Muslimin di luar negeri, orang-orang yang terkemuka dan berpengaruh, teristimewa dengan Padisyah, Khalifatul Muslimin, di Istanbul, yang atas aduan Alawiyin pernah mengirim utusan rahasia untuk menyelidiki keadaan-keadaan Muslimin di Indonesia.</p>
<p>d. ALAWIYIN DI INDONESIA DI MASA PENDUDUKAN MILITER JEPANG<br />
Pendudukan militer Jepang menindas dan mematikan segala kegiatan Alawiyin, terutama dalam bidang politik, peguruan tabligh, pemeliharaan orang  miskin dan anak yatim. Perpustakaan yang tidak dapat dinilai harganya di-angkat Jepang, entah kemana. Semua kibat ada capnya dari Al-Rabitah Al-alawiyah yang berpengurus-besar hingga kini di Jalan Mas Mansyur (dahulu jalan Karet) No. 17 Jakarta Pusat (II/24).</p>
<p>e. ALAWIYIN DI INDONESIA SETELAH MERDEKA<br />
Pemuda Alawiyin turut giat melawan Inggeris dan Belanda (Nica), bergerilya di pegunungan. SEMUA PEMUDA ALAWIYIN ADALAH WARGANEGARA INDONESIA dan masuk berbagai partai Islam. Dalam lapangan ekonomi mereka sangat lemah hingga kini belum dapat merebut kembali kedudukannya seperti sebelumnya pecah perang dunia ke-dua dengan lain kata, jika Alawiyin sebelumnya Perang Dunia ke II dapat membentuk badan-badan sosial seperti gedung-gedung madrasah, rumah yatim piatu, masjid-masjid dan membayar guru-guru yang cakap, maka sekarang ini dengan susah payah mereka membiayai pemeliharaannya dan tidak dapat lagi memberi tenaga guru-guru sepandai dan seacakap yang dahulu, meskipun kesempatan kiniadalah lebih baik dari dan pertolongan pemerintah ala qadarnya. Kegiatan yang tersebar sampai di pelosok-pelosok kepualauan Indonesia.</p>
<p>Alawiyin yang lebih dikenal dengan sebutan sayid, habib, ayib dan sebagainya tetap dicinta dimana-mana dan memegang peranan rohani yang tidak dapat dibuat-buat sebagaimana juga di negara islam lain. Kebiasaan dan tradisi Alawiyin di-ikuti dalam Perayaan maulid Nabi, haul, nikah, upacara-upacara kematian dan sebagainya.</p>
<p>Suku-suku Alawiyin di Indonesia yang berjumlah kurang lebih 50.000 orang; ada banyak yang besar, antara mana Al-Saggaf, Al-Attas, Al-Syihab, Al-Habasyi, Al-Aydrus, Al-Kaf, Al-Jufri, Al-Haddad dan semua keturunan asal-usul ini dicatat dan dipelihara pada Al-Maktab Al-Da-imi yaitu kantor tetap untuk statistik dan pemeliharaan nasab sadatul-alawiyin yang berpusat di gedung “Darul Aitam” jalan K.H. Mas Mansyur (dahulu jalan Karet) No. 47, Jakarta Pusat (II/24)</p>
<p>Penulis: THARICK CHEHAB | Guru Besar L.B. LA.I.N. Jakarta 1975</p>
Posted in Buku Tagged: agama, Bid'ah, Dakwah, Pesantren, sejarah, tradisi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=13&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2009/07/10/sejarah-singkat-habaib-alawiyin-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>819</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salam apa daun salam&#8230;</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2009/01/04/salam-apa-daun-salam/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2009/01/04/salam-apa-daun-salam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 07:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[konpensasi]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[timur tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/2009/01/04/salam-apa-daun-salam/</guid>
		<description><![CDATA[
Ada satu alasan kenapa Israel menyerang jalur Gaza yaitu mereka mendapat serangan berupa roket kecil dari Hamas kepada penduduk Israel. Korban warga sipil israel tidak seberapa, namun dibalas dengan begitu massif korbannya. Wajarkah alasannya?
Irak dibombardir, apa saja yang penting dibom, hanguskan semuanya dulu, urusan dialog di belakang. Kenapa Amerika menyerang Irak, karena Irak dianggap menyimpan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=326&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7d/Peace-3langs.svg/575px-Peace-3langs.svg.png" alt="" width="387" height="403" /></p>
<p>Ada satu alasan kenapa Israel menyerang jalur Gaza yaitu mereka mendapat serangan berupa roket kecil dari Hamas kepada penduduk Israel. Korban warga sipil israel tidak seberapa, namun dibalas dengan begitu massif korbannya. Wajarkah alasannya?</p>
<p>Irak dibombardir, apa saja yang penting dibom, hanguskan semuanya dulu, urusan dialog di belakang. Kenapa Amerika menyerang Irak, karena Irak dianggap menyimpan senjata nuklir.  Alasan itulah yang dipakai negara ini dan merasa absah bin legal.</p>
<p><span id="more-326"></span>Roket Hamas yang menerang Penduduk Israel membuat mereka sangat dihantui ketakuan yang luar biasa dari tindakan hamas ini.</p>
<p>Karena merasa negara ini kuat baik teknologi dan persenjataan, masa kalah dengan kelompok sekecil Hamas. Maka pecahlah perang terbuka, menyerang dengan cara seperti biasa: Membabi buta, mencari tikus satu kelurahan di bombardir. Jadi apapun tindakan kekerasan itu ada alasan yang memberi cap sah melakukan tindakannya, setidaknya benar menurut kacamatanya sendiri.</p>
<p>***</p>
<p>Bagaimanapun hampir setiap kejadian kekerasan selalu ada upaya pembenarannya. Dalam bahasa psikologi *halah* disebut konpensasi.</p>
<p>Tidak usah jauh-jauh melihat ke Palestina, Irak atau kejadian perang di manapun. Di negara kita sendiripun demikian. Setiap tindakan kekerasan pasti ada sederet alasan yang melatar belakangi.</p>
<p>Kekerasan etnis di Sampit, Ambon dan lain-lain tanyakanlah kepada mereka yang memulai tindakan kekerasan itu, pasti ada alasan yang dianggap sah dan legal meski versi sendiri.</p>
<p>Begitupula kejadian yang baru berselang di  Monas dulu, kekerasan itu tidak akan terjadi kalau tidak panas-panasi. Dipanas-panasi,  merupakan pembenar yang bisa dijadikan alasan. Siapapun kalau dihina, dimaki, diteror pasti  akan melakukan pembelaan dan pembalasan. Masih untung di monas korban hanya dipentungi, namun naas bagi warga Palestinya, dan Irak, mereka dibumi hanguskan.  Atas nama kebenaran, atas nama Tuhan, atas nama ketidakadilan, atas nama etnis, atau politik sekalipu pokoknya whatever, semuanya bisa menjadi pembenar tindakan kekerasan.</p>
<p>Hemat saya, selama kekerasan yang dilakukan atas nama apapun labelnya, <strong>selama masih merasa benar jare dewek</strong>, bahkan mengatasnamakan perang suci namun dengan cara yang tidak suci, maka peperangan, menumpahkan darah akan mudah terlihat di televisi kita.</p>
<p>Jadi siap-siap saja tahun-tahun ke depan akan banyak tontonan kekerasan massif bermotif agama, etnis, idiologi dan lain-lain. Akan banyak bom dan roket berseliweran di atamosfir bumi ini.</p>
<p>Salam, damai, atau apalah istilahnya, hanya bisa dinikmati untuk kalangan sendiri. Sementara manfaat dari salam itu kurang berimbas kepada komunitas lain.</p>
<p>Mestinya, manfaat makan adalah untuk saat tidak makan. Demikian juga bisa dikatakan Agama selayaknya bermanfaat untuk kehidupan semua orang bahkan orang lain merasa aman,  dan manfaat.</p>
<p>Sepertinya, salam dianggap hal yang tidak penting. Salam (damai) hanyalah milik sayur opor ayam yang bila tanpa daun salam, maka hambarlah rasa dan aromanya.</p>
Posted in Uncategorized Tagged: kiamat, Konflik, konpensasi, perang, timur tengah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=326&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2009/01/04/salam-apa-daun-salam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7d/Peace-3langs.svg/575px-Peace-3langs.svg.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kiamat</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/31/kiamat/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/31/kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 05:55:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/31/kiamat/</guid>
		<description><![CDATA[Kimat bukan saja di Palestina. Hujam bom menghanguskan segala yang ada. karena oksigen di sekitar bom yang meledak tersedot habis diubah menjadi karbon, termasuk tubhpun ikut menjadi arang. Jika saja bom sebesar kepalan tangan dijatuhkan, maka radius oksigen yang tersedot semakin luas. Jika suatu ketika &#8220;bom atom&#8221; dari &#8220;alam sana&#8221; benar-benar dijatuhkan di bumi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=318&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="wp-caption alignleft" style="width: 426px"><a href="http://weltranis.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/anak_israel.jpg"><img title="Peluru" src="http://weltranis.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/anak_israel.jpg" alt="Peluru siap dihujani" width="416" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Peluru siap dihujani</p></div>
<p>Kimat bukan saja di Palestina. Hujam bom menghanguskan segala yang ada. karena oksigen di sekitar bom yang meledak tersedot habis diubah menjadi karbon, termasuk tubhpun ikut menjadi arang. Jika saja bom sebesar kepalan tangan dijatuhkan, maka radius oksigen yang tersedot semakin luas. Jika suatu ketika &#8220;bom atom&#8221; dari &#8220;alam sana&#8221; benar-benar dijatuhkan di bumi yang penuh oksigen ini, maka habislah kehidupan di bumi ini, dan kiamatpun dengan mudahnya terjadi.</p>
<p><span id="more-318"></span>Gambaran itu cuma sekilas pikiran saja, karena lama tidak menulis dan sangat kaku memainkan kata-kata kalau sudah begitu lama libur. Saya ingin mengatakan apakah dalam diri saya juga telah terjadi tanda-tanda kiamat? Setidaknya kiamat dari tulis menulis, kiamat dari kepedulian, dan lebih mengerikan lagi kiamat terhadap urusan orang lain.</p>
<p>Bumi mendekati kerusakan konon karena air yang menopangnya menjadi berkurang, bahkan oksigen ikut rusak karena berbagai polutan menyelimuti udara ini.</p>
<p>Dalam diri manusia menurut Imam Ali r.a. adalah juga gambaran dunia ini. di dalam diri ada gunung, ada sungai, ada hawa, ada udara, ada daratan ada lautan, ada juga air, oksigen juga ada hutan lebat. Di dalam tubuh juga ada tempat2 yang nikmat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ada juga tempat yang menyakitkan.</p>
<p>Planet lain sedang diburu apakah ada kehiudpan atau tidak. Oksigen merupakan unsur kehidupan yang kemudian membetuk berbagai ikatan molekul seperti air. Jika air ada dalam diri manusia maka artinya ada unsur hidup. Jika &#8220;air&#8221; dalam fikir maka fikiranpun akan mengalir deras, jika air mengumpul dan bening itu ada dalam hati maka si hati akan memberikan kedamaian dan kesejukan persis seperti hawa air pegunungan nan sejuk.</p>
<p>Saya heran, kekurangan air yang ada di alam ini juga terjadi dalam diri manusia.  Tidak sedikit orang-orang yang suka kekerasan, suka berperang, suka menghantam orang lain, tidak lain karena unsur airnya dan oksigennya menguap kalau tidak &#8220;direboisasi&#8221; maka dikawatirkan akan menjadi kiamat sesungguhnya.</p>
<p>Bulan baru, tahun baru, tentu air dan oksigen yang baru. Dan ternyata menulis, kepedulian, rela berkorban, ikhlas beramal dan juga kasih sayang adalah membutuhkan energi air yang kini semakin mahal dan mulai sulit di cari..</p>
<p>Jadi, bagi-bagi dong air yang aada dalam diri kamu&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
selamat tahun baru!</p>
Posted in Uncategorized Tagged: Hikmah, kiamat, perang, refleksi, tahun baru <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/318/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=318&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/31/kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://weltranis.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/anak_israel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Peluru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukan Cacat Jiwa</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/27/cacat-jiwa/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/27/cacat-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 09:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Modernisasi]]></category>
		<category><![CDATA[cacat]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Tuna grahita]]></category>
		<category><![CDATA[tuna rungu]]></category>
		<category><![CDATA[YPAC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/27/cacat-jiwa/</guid>
		<description><![CDATA[
Ada keasikan tersendiri saat saya selama lima hari bergaul dengan para penyandang tuna rungu, dan tuna-tuna lainnya yang jelas tidak ada tuna wisma. Kami bertemu dalam sebuah perhetalan pelatihan komputer tingkat lanjut yang disponsori oleh Disnakertrans bekerjasama dengan Koperasi Purna Bakti Astra (AHM) Indonesia.
Selama lima hari itu saya hanya memberikan tutuorial standar bagaimana mengoperasikan komputer [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=302&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><img class="size-full wp-image-308 alignleft" title="suasana akhir pelatihan. Bersama mereka sungguh mengasikkan. " src="http://santribuntet.files.wordpress.com/2008/12/suasana-latihan.jpg?w=276&#038;h=206" alt="suasana akhir pelatihan. Bersama mereka sungguh mengasikkan. " width="276" height="206" /></p>
<p style="text-align:left;">Ada keasikan tersendiri saat saya selama lima hari bergaul dengan para penyandang tuna rungu, dan tuna-tuna lainnya yang jelas tidak ada tuna wisma. Kami bertemu dalam sebuah perhetalan pelatihan komputer tingkat lanjut yang disponsori oleh Disnakertrans bekerjasama dengan Koperasi Purna Bakti Astra (AHM) Indonesia.</p>
<p style="text-align:left;">Selama lima hari itu saya hanya memberikan tutuorial standar bagaimana mengoperasikan komputer office. Namun yang menarik adalah mereka yang terlihat tidak mepunyai tangan seperti biasanya, begitu pula anggota badan lainya tidak lengkap namun rasa untuk belajar dan memahami keadaan diri yang dianggap serba kekurangan itulah yang membuat saya ta&#8217;jub pada mereka.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-302"></span>Satu hal yang juga kenapa saya nyaman bersama mereka, karena mereka belajar lebih serius dan mudah menangkap dan cepat mengerti. Bayangkan saja meski suaranya haa hooo haa hooo saat berkomunikasi dengan teman senasibnya, namun begitu diberi soal If condition yang cukup rumit digabung dengan dengan fungsi left/right, mereka selesaikan dengan cepat, tanpa banyak cakap. Ya iyalah wong mereka tidak bisa ngomong tapi penuh isyarat.</p>
<p style="text-align:left;">Kondisi ini berbeda saat saya melatih ratusan orang yang dibina oleh P2KP di sebuah kelurahan binaan P2KP di wilayah selatan DKI. Disamping manja khususnya bagi anak-anak &#8220;ABG&#8221; juga bagi yang generasi manula menggerakkan mouse saja masih takut-takut.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:left;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-305" title="Akrab bersama tuna rungu" src="http://santribuntet.files.wordpress.com/2008/12/bs083615126153409.jpg?w=460&#038;h=345" alt="Hanya tuna rungu" width="460" height="345" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Hanya tuna rungu. Di balakanga si kumis, adalah para tuna rungu. Mereka peserta tebaik di kelas saya. Mereka cantik dan ganteng, tapi juga fasih bicara bahasa isyarat dan familir dengan komputer. Sayang negara belum banyak berbuat banyak untuk kelangsungan nasib kerja mereka. </dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:left;">Ternyata, belatih 2 bulan komputer bersama jenis manusia yang normal itu kesannya tidak seasik saat melatih para tuna meski hanya lima hari.</p>
<p style="text-align:left;">Terima kasih buat teman-teman yang banyak memberikan pelajaran hidup buat saya. Anda yang ditakdirkan memiliki cacat tubuh tapi tidak cacat jiwa, banyak memberikan pelajaran buat kami- yang merasa normal. Namun sebaliknya, yang cacat jiwa justru yang merusak tatanan sosial budaya dan bangsa. Saat ini sudah centang perenang menemui orang yang cacat jiwa di negara ini.</p>
Posted in Aktivitas, Hikmah, Inspirasi, Keajaiban, Lingkungan, Modernisasi Tagged: Aktivitas, cacat, Komputer, Tuna grahita, tuna rungu, YPAC <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/302/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=302&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/27/cacat-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://santribuntet.files.wordpress.com/2008/12/suasana-latihan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">suasana akhir pelatihan. Bersama mereka sungguh mengasikkan. </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://santribuntet.files.wordpress.com/2008/12/bs083615126153409.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Akrab bersama tuna rungu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>VIEW</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/19/view/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/19/view/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 12:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[posting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/19/view/</guid>
		<description><![CDATA[Tampilan baru di dasboard WP keren juga setelah sekian lama tidak &#8220;ta&#8217;ziah&#8221; ke blog ini. Entahlah aroma udara ide sedang mengalir bukan kemari.
Apapaun alasannya, berhenti lama ngeblog dan tidak jalan-jalan ke rumah tengga, itu belum diatur dalam undang-undang. Paling tidak saya memenuhi syarat itu dengan cara mengatakan : saya minta maaf teman-teman.
Posted in Aktivitas, Uncategorized [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=291&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tampilan baru di dasboard WP keren juga setelah sekian lama tidak &#8220;ta&#8217;ziah&#8221; ke blog ini. Entahlah aroma udara ide sedang mengalir bukan kemari.</p>
<p>Apapaun alasannya, berhenti lama ngeblog dan tidak jalan-jalan ke rumah tengga, itu belum diatur dalam undang-undang. Paling tidak saya memenuhi syarat itu dengan cara mengatakan : saya minta maaf teman-teman.</p>
Posted in Aktivitas, Uncategorized Tagged: Aktivitas, Budaya, posting <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=291&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/19/view/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Mati lebih Mendengar</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/11/24/yang-mati-lebih-mendengar/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/11/24/yang-mati-lebih-mendengar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 13:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[alam arwah]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[ruh]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah kubur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Lama tak posting maafkanlah para saudara/i ku. Keterbatasan menjadi sifat melekat pada saya. Karenanya atas segala khilaf,  dan khelah (alasan) apapun mohon dimaklumi. Ini saya memberanikan diri mengawali  masuk kembali ke dunia blog. 
Dalam wacana perbedaan pendapat itu biasa. Tetapi dari kecil masalah ziarah kubur sudah tahu itu juga menjadi perbedaan. Karena saya penasaran kemudian ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=281&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Lama tak posting maafkanlah para saudara/i ku. Keterbatasan menjadi sifat melekat pada saya. Karenanya atas segala khilaf,  dan khelah (alasan) apapun mohon dimaklumi. Ini saya memberanikan diri mengawali  masuk kembali ke dunia blog. </p></blockquote>
<p><strong>Dalam wacana perbedaan pendapat itu biasa. Tetapi dari kecil masalah ziarah kubur sudah tahu itu juga menjadi perbedaan. Karena saya penasaran kemudian ada kitab digital yang saya peroleh dari kawan iseng-iseng membaca (tentu yang saya bisa) karena banyak kitab yang berkarakter gundul itu (kitab tanpa harokat) tidak saya pahami. </strong></p>
<div><span>Menarik tulisan-tulisan para ulama seputar masalah ziarah kubur itu. Kalau selama ini dipertentangkan adalah ada semacam larangan berziarah kubur dan bahkan seorang ulama Indonesia hasil didikan asing (Arab) berani menulis buku kalau amalan2 orang NU itu masuk sebagai musyrik. Saya sih tidak kaget dan tidak perlu kesel. Namun begitu saya membaca kitab-kitab digital kok keyakinan saya tentang ziarah kubur makin mantep padahal semual meski saya lahir dari tradisi NU masalah ziarah ini tidak semantap kawan-kawan lain dalam berziarah. </span></div>
<div><span><br />
</span></div>
<div><span>Inilah hasil bongkar-bongkar kitab Ar Ruh dan tafsir tentang masalah orang mati tidak bisa mendengar orang hidup. Kaget sih setelah dijelaskan bahwa orang mati itu sangat peka bahkan lebih peka dari orang hidup. Itu adalah ucapan Nabi. Selengkapnya hasil kupasan itu yang sengaja saya posting di</span></div>
<div><span> www.buntetpesantren.org. </span></div>
<div><span><span id="more-281"></span><br />
</span><img class="alignleft" title="Ziarah Kubur " src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:EXbtdso1CGE_VM:http://www.tabloid-nakita.com/photo/09445dps02.jpg" alt="ziarah" /><span><span>1.Apakah orang-orang yang di alam kubur mampu<span> </span>mendengar ucapan salam orang yang berziarah kepada mereka padahal dalamal Quran (Ar Rum: 52) &#8220;Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikanorang-orang yang mati itu dapat mendengar&#8230;.&#8221;  </span>    <span>2. Lalu kenapa di makbaroh GajahNgambung banyak orang berziarah pada sore hari Jum&#8217;at adakah dasar hukumnya ? </span> </p>
<p><span>Dari penjelasan di dalam kitab Tafsir Ahkam, Imam Al Qurtubi menguraikan bahwa ayat&#8221;Fainnaka laa tusmi&#8217;ul mautaa&#8230;&#8221; (maka sesungguhnya kamu tidak akansanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar&#8230;.&#8221; adalahberkaitan dengan peristiwa pertanyaan sahabat Umar bin Khattab saat Rasulullahsaw memanggil tiga orang pemimpin kafir Qurays dalam perang Badar yang telahmeninggal bebarapa hari.</span><span> </span></p>
<p> </p>
<p></span></div>
<div><span><br />
</span><span>Saat itu Rasulullah saw ditanyaoleh Umar bin Khattab ra: </span><span>      </p>
<div><span><span><strong><span>يا رسول الله تناديهم بعد ثلاث وهل يسمعون ؟يقول الله إنك لا تسمع الموتى فقال : والذي نفسي بيده <span>ما أنتمبأسمع</span> منهم ولكنهم لا يطيقون أن يجيبوا</span></strong></span></span></div>
<p><span><br />
</span><span>Ya Rasulullah, apakah engkaumemanggil-manggil mereka yang telah meninggal tiga hari bisa mendengarkan panggilanmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam al quran: Innaka laa tusmi&#8217;ul mauta?</span><span> </span></p>
<p><span>Lalu dijawab oleh Rasulullah saw: &#8220;Demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah engkau sanggupmendengar mereka, mereka lebih mendengar daripada kamu hanya saja mereka tidakmampu menjawab.&#8221; (HR. Muslim dari Imam Anas ra) </span></p>
<p><span>Menurut hadits Shohihaini(Bukhari Muslim) Dari sanad yang berbeda-beda, Rasulullah saw pernah berbicarakepada orang-orang kafir yang gugur dalam perang badar saat mereka dibuang disumur Quleb kemudian Rasulullah saw berdiri dan memanggil nama-nama mereka (yafulan bin fulan 2x) &#8220;Apakah engkau telah mendapatkan janji dari Tuhanmudengan benar, sedangkan saya telah mendapatkan janji yang benar pula dariTuhanku.&#8221;  </span></p>
<p><span>Dalampenjelasan kitab Tafsir Ibnu Katsir bahwa yang dipanggil oleh Rasulullah saw ituadalah: Abu Jahal bin Hisyam, Utbah bin Robi&#8217;ah dan Syaibah bin Robi&#8217;ah.Ketiganya itu adalah tokoh kafir Quraisy.</span><span> </span></p>
<p><span>Haditstersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik. Dalam riwayat lainmenyebutkan bahwa orang yang mati apabila sudah dikuburkan dan orang yangmenguburkan itu kembali pulang, maka dia (ahli kubur) itu  mampu mendengar gesekan suara sendal.</span><span dir="rtl"> </span></p>
<p><img class="alignleft" title="Ziarah tak ubahnya silaturahmi karena yang meninggal itu merasa nyaman.. " src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn%3ANyr1ojij98EM6M%3Ahttp%3A%2F%2Fmuhsinlabib.files.wordpress.com%2F2007%2F11%2Fsembiring.jpg&#038;w=127&#038;h=101" alt="ziarah" width="127" height="101" /><span>Menurut Imam AlQurtubi, orang yang sudah meninggal itu bukan berarti mereka tidak lenyap samasekali juga tidak pula rusak hubungan dengan orang yang masih hidup. Tetapiyang meninggal itu hanya terputus hubungan antara ruh dan badan dan hanyaberpindah dari alam dunia ke alam kubur. (Tafsir ahkam Juz 7: hal 326).</span></p>
<p><span>Dengan demikian apakah orangyang meninggal itu bisa mendengar orang yang masih hidup saat memberi salam ataulainya,  cukup jelas keterangan ayat dan hadits pada peristiwa Nabi memanggil petinggi kafir qurays saat gugur di perang Badar.</span></p>
<p><span>Untuk lebih jelasnya lagi, kitabisa membuka Kitab Ar Ruh karangan Ibnu Qoyyim Al Jauzi (Juz I halaman 5), kalau tidak salah Ibnul Qoyyim itu murid kesayangan Ibnu Taymiyah. Pada halaman itu  tertulis  riwayat Ibnu Abdil Bar yang menyandarkan kepada ketetapan sabda Rasulullah saw: </span></p>
<p> </p>
<div><span><span><strong><span>ما من مسلم يمر على قبر أخيه كان يعرفه في الدنيافيسلم عليه إلا رد الله عليه روحه حتى يرد عليه السلام </span></strong></span><br />
</span></div>
<p><span><br />
</span><span>&#8220;Orang-orang muslim yang melewati kuburan saudaranya yangdikenal saat hidupnya kemudian mengucapkan salam, maka Allah mengembalikan ruhsaudaranya yang meninggal itu untuk menjawab salam temanya.&#8221;  </span></p>
<p><span>Bahkanmenurut Ulama Salaf mereka telah ijma&#8217; (sepakat) bahwa masalah orang yang mati itu mampu mengenal orang-orang  yang masih hidup pada saat berziarah bahkan para ahli kubur mersasa  gembira atas dengan kedatangan para peziarah. Hal ini, kata Ibnu Qoyyim, merupakan riwayat atsar yangmutawatir.  Selengkapnya kata-kata Ibnu Qoyyim itu sebagai berikut:  </span></p>
<p> </p>
<div><span><span><strong><span dir="rtl">والسلف مجمعون على هذاوقد تواترت الآثار عنهم بأن الميت يعرف زيارة الحي له ويستبشر به</span></strong></span><span> </span></span></div>
<p><span><br />
</span><span>Ibnu Qoyyimmengutip ungkapan Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abid biin Abidunya dalamkitab <strong><em>Kubur</em> </strong>pada bab ma&#8217;rifatul mauta biziyaratil ahya. Menyebuthadits sebagai berikut:  </span></p>
<p> </p>
<div><span><span><strong><span>عن عائشة رضى الله تعالى عنها قالت قال رسول الله ما من رجل يزور قبر أخيهويجلس عنده إلا استأنس به ورد عليه حتى يقوم</span></strong></span></span></div>
<p><span> </span><strong><span><br />
</span></strong><img title="Salam kita dijawab mereka" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:agqEZOTWizWAjM:http://www.tokobagus.com/sendbinaryad.asp%3Fpid%3D5405%26Width%3D250%26Height%3D250" alt="Salam" /><strong><span>Arti bebasnya: </span></strong><span><br />
</span><span>DariAisyah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: &#8220;Siapa saja yang berziarah ke kuburan saudaranya, kemudian duduk di sisi kuburnya maka menjadi tenanglah si mayit,dan Allah akan mengembalikan ruh saudaranya yang meninggal itu untuk menemaninyasampai selesai berziarah.&#8221;  </span></p>
<p><strong></strong><span><strong><span>Mayit menjawab salam siapa saja</span></strong><br />
</span><span>Orang yang meninggal dunia, akanmenjawab salam baik yang dikenal maupun yang tidak dikenalnya sebagaimana dalamsebuah riwayat hadits berikut:</span><span> </span></p>
<p> </p>
<div><span><span><strong><span>عن أبى هريرة رضى الله تعالى عنه قال إذا مرالرجل بقبر أخيه يعرفه فسلم عليه رد عليه السلام وعرفه وإذا مر بقبر لا يعرفه فسلمعليه رد عليه السلام</span></strong></span></span></div>
<p><span><br />
</span><span>Dari Abi Hurairah ra, Rasulullahsaw bersabda: &#8220;Apalabila orang yang lewat kuburan saudaranya kemudianmemberi salam, maka akan dibalas salam itu, dan dia mengenal siapa yangmenyalami. Demikian juga mereka (para mayyit) akan menjawab salamnya<span>  </span>orang-orang yang tidak kenal.&#8221;  </span></p>
<p><strong><span>Waktu Ziarah yang baik</span></strong><br />
<span>Satu ketika, Seorang lelaki dariKeluarga &#8216;Ashim Al Jahdari<span>  </span>berceritabahwa dia melihat Ashim al Jahdari dalam mimpinya setelah beliau meninggal duatahun. Lalu lelaki itu bertanya:</span><span> </span></p>
<p><span>&#8220;Bukankah Anda sudahmeninggal?&#8221; </span></p>
<p><span>&#8220;Betul!&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Lalu dimanasekarang?&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Demi Allah, saya ada didalam taman Syurga. Saya juga bersama sahabat-sahabatku berkumpul setiap malamJum&#8217;at hingga pagi harinya di tempat (kuburan) Bakar bin Abdullah al Muzanni.Kemudian kami saling bercerita.&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Apakah yang bertemu itujasadnya saja atau ruhnya saja?&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Kalau jasad kami sudahhancur, jadi kami berkumpul dalam ruh&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Apakah Anda sekalianmengenal kalau kami itu berziarah kepada kalian?&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Benar!, kami mengetahuisetiap sore Jum&#8217;at dan hari Sabtu hingga terbit matahari&#8221; </span></p>
<p><span>&#8220;Kalau hari lainnya?&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Itulah fadilahnya hariJum&#8217;at dan kemuliannya&#8221; </span><span><br />
</span><span><br />
</span><span>(Cerita itu menurut Ibnu Qoyimbersumber dari Muhammad bin Husein dari Yahya bin Bustom Al Ashghor dari Masma&#8217;dari Laki-laki keluarga Asyim Al Jahdari) </span><span><br />
</span><span><br />
</span><span>Bahkan bukan sore Jum&#8217;at danhari Sabtu saja, menurut riwayat Muhammad bin Husein dari Bakar bin Muhammaddari Hasan Al Qoshob<span>  </span>berkata bahwaorang-orang yang sudah meninggal mampu mengetahui para peziarah pada hari dua hari yang mengiringi Jum&#8217;at  (Hari Kamis dan Sabtu). </span><span><br />
</span><span><br />
<strong><span>Bentuk Salam</span></strong><br />
</span><span>Ucapaan salam yang disampaikansaat melewati makbaroh atau berziarah biasanya seperti yang banyak ditulis dalamkitab hadits yang sangat banyak adalah <span> </span>dengan ungkapan: </span></p>
<p> </p>
<div><span><span>ألسلام عليكم دار قوم مؤمنين وإنا ان شاء الله تعالى بكم لاحقون</span></span></div>
<p> </p>
<p><span>&#8220;Semoga keselamatan ataskamu wahai kaum mu&#8217;minin yang ada di alam kubur, Insya Allah kami akanmenyusul.&#8221;  </span></p>
<p><span><strong><span>Kesimpulan:</span></strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span>Orang yang meninggal dengan izin	Allah akan mendengar salam orang yang masih hidup dan mampu menjawabnya.	Bahkan pendengaran mereka lebih peka daripada yang hidup.</span></li>
<li><span>Orang yang memberi salam kepada	ahli kubur baik yang dikenal maupun tidak dikenal, merekapun akan menjawab salam kita.</span></li>
<li><span>Para ahli kubur akan merasa tenang	apabila ada saudaranya yang menziarahi.</span></li>
<li><span>Orang yang berziarah bagus dilakukan pada hari Kamis, Jum&#8217;at dan Sabtu.</span></li>
<li><span>Ucapan salam kepada ahli kubur	yang tenar adalah ucapan: Assalamu &#8216;alaikum daara q</span></li>
</ol>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></div>
<p>Kitab yang dibuka:</p>
<p>1. Tafsir Ahkam Imam AL Qurthubi</p>
<p>2. Tafsir Ibnu Katsir</p>
<p>3. Ar Ruh karangan Ibnu Qoyyim Al Jauzi</p>
Posted in Ibadah, Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized Tagged: alam arwah, fenomena, Kajian Kitab, kematian, mati, ruh, ziarah kubur <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=281&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/11/24/yang-mati-lebih-mendengar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:EXbtdso1CGE_VM:http://www.tabloid-nakita.com/photo/09445dps02.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ziarah Kubur </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:Nyr1ojij98EM6M:http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2007/11/sembiring.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ziarah tak ubahnya silaturahmi karena yang meninggal itu merasa nyaman.. </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:agqEZOTWizWAjM:http://www.tokobagus.com/sendbinaryad.asp%3Fpid%3D5405%26Width%3D250%26Height%3D250" medium="image">
			<media:title type="html">Salam kita dijawab mereka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sayap-sayap Patah</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/10/12/halal-bhalal/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/10/12/halal-bhalal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 15:13:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[Modernisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[sayap]]></category>
		<category><![CDATA[syawwal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/2007/10/20/halal-bhalal/</guid>
		<description><![CDATA[Refleksi Syawalan

Selamat tinggal ramadhan… kau telah memberikan masa ingkubasi untuk para shoimin. Kau juga telah memberikan rehat bagi tubuh-tubuh yang butuh istirahat. Dari proses “mbrongsongi” menjadi kepongpong lalu melahirkan sayap bagi ulat-ulat yang semula hina menjadi kupu-kupu indah. Lalu apa hasil dari “mbrongsongi” itu bagi manusia.. ?

Teringat dengan kata-kata Cak Nun di salah satu tulisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=110&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2><span style="color:#339966;">Refleksi Syawalan</span></h2>
<p><img src="http://www.nananias.com/archives/butterfly.jpg" alt="Sayap hasil metamorphosis.. manusia juga punya" width="139" height="101" align="left" /><br />
Selamat tinggal ramadhan… kau telah memberikan masa ingkubasi untuk para shoimin. Kau juga telah memberikan rehat bagi tubuh-tubuh yang butuh istirahat. Dari proses “mbrongsongi” menjadi kepongpong lalu melahirkan sayap bagi ulat-ulat yang semula hina menjadi kupu-kupu indah. Lalu apa hasil dari “mbrongsongi” itu bagi manusia.. ?<br />
<span id="more-110"></span><br />
Teringat dengan kata-kata Cak Nun di salah satu tulisan (lupa dimana?) “makan itu fungsinya untuk tidak makan” Katanya. Maka saya menyimpulkan puasa itu pula fungsinya untuk tidak puasa. Maksudnya, puasa akan berguna di saat tidak puasa. Begitu pula shalat berfungsi untuk saat tidak dalam posisi shalat, sebagaimana juga zakat berguna untuk sinergi berikutnya.</p>
<p>Jika puasa dimaknai sebagai proses “mbrongsongi” (metamorfose) seperti ulat, maka tentu saja setelah masa puasa itu berlalu, si ulat telah lahir menjadi individu baru: <strong>kupu-kupu bersayap dan berwarna indah. </strong>Sayapnya berguna untuk menyebarkan benih-benih kehidupan bagi kembang-kembang yang tengah berbunga.</p>
<p>Berkat sayapnya bunga-bunga berubah menjadi buah dan buah-buahan ini bisa dipetik dan dan dimakan oleh manusia dan hewan. Terjadilah keseimbangan proses energisasi (sinergi) yang terus-menerus.</p>
<p><strong>Sayap dalam Hadits dan Al Qur’an</strong><br />
Ulat itu bersayap. Malaikat pun seperti dalam al quran dan hadits digambarkan bersayap. Sama dalam paham Injil malaikat dilambangkan dengan bocah cilik yang bersayap. Saya melihat gambar ini biasanya terpahat di nisan kuburan unit Kristen.</p>
<p>Ruzain bin Hubaisyin berkata: Ibnu Mas’ud menceritakan kepadaku: Bahawa Nabi s.a.w telah melihat <strong>Jibril a.s mempunyai enam ratus sayap</strong>. (Al bayan 107 hadits Riwayat Bukhari Muslim)</p>
<blockquote><p>Rasulullah s.a.w bersabda: Mengapa kamu menangis? Sesungguhnya <strong>Malaikat masih menutupi beliau dengan sayap-sayapnya</strong> sehinggalah beliau di bawa naik ke langit ( <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/al-bayan?nafid=22">Al Bayan</a> 1456, HR Bukhari Muslim)</p>
<p>Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/nabi-film?nafid=22">Nabi</a> s.a.w bersabda: Sesungguhnya Allah s.w.t Yang Maha Memberkati lagi Maha Tinggi memiliki para Malaikat yang mempunyai kelebihan yang diberikan oleh Allah s.w.t. Para Malaikat selalu mengelilingi bumi. Para Malaikat sentiasa memerhati majlis-majlis zikir. Apabila mereka dapati ada satu majlis yang dipenuhi dengan zikir, mereka turut mengikuti majlis tersebut di mana <strong>mereka akan melingkunginya dengan sayap-sayap </strong>mereka sehinggalah memenuhi ruangan antara orang yang menghadiri majlis zikir tersebut dan langit. (Al Bayan 1573, HR. Bukhari Muslim dll.)</p></blockquote>
<p><strong>Sayap dalam Al Quran </strong>Allah SWT. berfirman:</p>
<blockquote><p>Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang <strong>menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap</strong>, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Fatir: 1)</p></blockquote>
<p><strong>Sayap bagi Manusia</strong></p>
<p>Sayap berfungsi untuk terbang, karenanya, mesti memiliki keseimbangan. Kapal terbang bersayap karena ia terbang. Pada sayapnya terdapat mesin. Mesin ini mesti seimbang perputarannya antara sayap kanan dan kiri. <strong>Demikian juga manusia harus memiliki “sayap”</strong> yang seimbang karena hakekatnya manusia itu terus-menerus bergerak melanglang buana. <strong>Al harokah barokah</strong>, kata pepatah arab:  Bergerak itu adalah keberkahan (kebaikan) bagi manusia. Manusia yang tidak bergerak ya tentu tidak bisa terbang.</p>
<p>Tentu saja sayap yang dimaksud adalah sesuatu yang bisa berguna dan menjadi penyeimbang kehidupan. Ada banyak hal yang berkaitan dan semakna dengan <strong>sayap </strong>yang harus dimiliki manusia:</p>
<p><strong>1. Keseimbangan antara fikir dan dzikir</strong></p>
<p>Manusia yang “bersayap” akan mampu terbang dan bisa melanglang buana antara alam fikir dan alam dzikir . Tentu saja untuk bisa seimbang antara dua pola ini, ia membutuhakan sayap. Jika kanan-kiri ini tidak seimbang, maka sebagaimana layang-layang akan miring sebelah, kapalpun akan “ngabrok” (jatuh). Juga si layang-layang tidak bisa terbang .</p>
<p>Orang yang berpatokan pada rasio semata tentu akan kewalahan saat menghadapi hal-hal irasional. Bagaimana mungkin mau mengeluarkan zakat yang tidak mendatangkan keuntungan materi. Begitu juga shalat, menghabiskan waktu saja. Apalagi puasa, dianggap hal bodoh karena hanya melemahkan produktivitas.</p>
<p><strong>2. Keseimbangan antara Kerja dan Ibadah</strong></p>
<p>Ibadah melulu dalam agama kurang disukai. Apalagi kerja melulu. Nabi saw pernah menegur seorang pemuda yang diam saja di masjid tapi tidak bekerja. Karya dalam sebuah kehidupan mesti terus digenjot untuk menghasilkan nilai produktivitas yang menghasilkan karya bermacam-macam dan bermanfaat bagi kehidupan.</p>
<p>Sementara <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/ibadah?nafid=22">Ibadah</a> (shalat), menurut salah satu puisi Cak Nun, merupakan penyatuan dari segenap karya-karya itu. Maka di sini berarti, orang yang memiliki sayap antara kerja dan ibadah akan merasa seimbang dalam pengembaraan hidupnya. Mirip burung elang yang terbang indah di angakasa. Bayangkan akan stress jika sayap itu berat sebelah. Silahkan diteliti orang-orang yang stress dalam hidup, pasti “sayapnya” ada yang terluka di salah satunya.</p>
<p><strong>Masalah Indonesia,</strong> menurut orang-orang pinter adalah persoalan pada kebodohan dan kemiskinan. Maka niscaya sekali jika sayap antara kerja dan Ibadah ini mesti harus dipakai pada bangsa ini. Maka jangan tersinggung jika bangsa kita tidak memiliki keseimbangan sayap sehingga terbangnya jungkir balik. Si miskin yang cinta harta, tidak bisa terbang karena sayap ibadahnya rusak. Sementara pada si <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/kaya-jam?nafid=22">kaya</a> terbangnya hanya miring ke kiri saja misalnya karena hanya memiliki orientasi keuntungan semata.</p>
<p><strong>3. Keseimbangan Pola Pikir Manfaat &amp; Bahaya</strong></p>
<p>Orang yang memiliki daya keseimbangan antara manfaat dan madorot dalam pola pikirnya saya kira akan terbantu sekali dalam setiap sikap dan prilakuknya: Hati-hati, tidak ceroboh dan berorientasi manfaat. Sayap ini tentu akan terasa sekali terlihat bagi orang-orang yang berfikir dalam.</p>
<p><strong>Dale Carnagie</strong> mengatakan yang diterjemahkan oleh penerbit MIZAN dengan istilah AMBAK (apa manfaat bagiku) sebagai patokan berprilaku dan bertindak. Itu adalah sebuah pola pikir yang berorientasi pada manfaat. Jika “sayap” ini terjaga, niscaya orientasi manfaatlah yang selalu diusung oleh si individu “bersayap” manis ini.</p>
<p><strong>4. Keseimbangan Hukum &#8211; Hakim</strong></p>
<p>Sayap ini mesti dipakai oleh penegak hukum. Jangan hanya pada yang berduit saja si hakim bisa terbang indah. Namun pada si papa, sayapnya tidak bisa terbang. Sangat ironis jika hakim tidak bersayap seimbang. Indonesia sejatinya membutuhkan para hakim yang bersayap bagus untuk bisa terbang seimbang. Bisa ditonton oleh para penikmatnya.</p>
<p><strong>5. Keseimbangan Dunia Akherat</strong></p>
<p>Lebih spesifik adalah orang yang beragama berorientasi pada dunia aherat. Sebab kata Nabi saw: <strong>Addunya mazroatul akhreh</strong>, dunia adalah sawahnya akherat. Percaya pada akherat (the day after) adalah rukun iman yang kelima. Maka jika tidak percaya pada hari tersebut, sangat dikhawatirkan seorang individu tidak bisa terbang ke akhirat. Sebab hanya memiliki sayap bermerek dunia saja, ia hanya bisa terbang melanglang buana di negeri dunia.</p>
<p>Dalam beberapa <strong>hadits yang mengajarkan sikap pluralitas </strong>bisa ditemui misalnya:</p>
<blockquote><p>Diriwayatkan daripada Abu Syuraih al-Khuza’iy r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda: Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia memuliakan para tetamunya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia bercakap hanya perkara yang baik atau diam. (HR. Bukhari Muslim. Al Bayan: 31)</p>
<p>Menurut Istrinya, Rasulullah saw paling sering berdoa dengan ungkapan : “Robana tina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar” Ya Allah berikanlah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.</p></blockquote>
<p><strong>11 Bulan Kedepan</strong></p>
<p>Praktek puasa hanya sebulan, seperti Cak Nun katakan, bahwa manfaat makan untuk tidak makan. begitutapi manfaatnya bulan puasa untuk untuk 11 bulan kedepan (bukan bulan puasa). Jika saja 11 bulan tidak bersinergi, tentu ada sesuatu pada sayap yang telah dihasilkan dari proses metamorfosenya.Dari uraian di atas, masih banyak lagi sisi-sisi keseimbangan (sayap) yang berguna untuk kehidupan antar manusia. Saya, Anda bisa menambahkan lagi lebih banyak untuk kebaikan dan kesejahteraan bumi dan alam ini. Jika ibaratnya bulan ramadhan adalah proses membuat sayap, maka di syawal dan seterusnya jangan sampai sayap itu menjadi patah. Bagaimana menurut Anda? Wallahu a’lam.</p>
<p>———–</p>
<p>Update:</p>
<p>maaf tulisan tentang halal bihalal silahkan bisa mencari sendiri, atau menulis sendiri. Tadinya mau nulis tentang halal-bihalal, eee &#8220;clonasnya&#8221; mengarah ke masalah sayap… jadi bingung deh kalau menulis tanpa konsep  mengalirnya gak sesuai otak gimana sih … Lagi pula masalah halal bi halal menurut saya pembahasannya seputar Fiqh oriented yang sering dikupas oleh para salafy &#8220;importir&#8221;&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Ibadah, Keajaiban, Modernisasi Tagged: Hikmah, keadilan, refleksi, sayap, syawwal <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=110&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/10/12/halal-bhalal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.nananias.com/archives/butterfly.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sayap hasil metamorphosis.. manusia juga punya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lembaran Penghapus Luka</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/10/06/lembaran-penghapus-luka/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/10/06/lembaran-penghapus-luka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 12:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Kultur]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[Donatur]]></category>
		<category><![CDATA[santunan]]></category>
		<category><![CDATA[wa]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>
		<category><![CDATA[zakat mal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[
SEBELUMNYA saya mohon maaf lahir &#38; batin kepada semua teman dan tetangga.  Saya juga  mohon maaf karena tidak bisa leluasa mengomentari komentar dan berbalas kunjung. Kali ini  saya berkesempatan memberikan tulisan yang isinya adalah laporan pulang kampung buat.

PERJALANAN pulang kampung kali ini memberikan torehan sejarah yang sangat berkesan. Satu demi satu tetangga yang kudatangi disapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=262&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;">SEBELUMNYA saya mohon maaf lahir &amp; batin kepada semua teman dan tetangga.  Saya juga  mohon maaf karena tidak bisa leluasa mengomentari komentar dan berbalas kunjung. Kali ini  saya berkesempatan memberikan tulisan yang isinya adalah laporan pulang kampung buat.</p>
</blockquote>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img title="Lembaran Penghapus Luka" src="http://bp2.blogger.com/_f-ZDS_9nCQA/SEDT-iDKEEI/AAAAAAAAAhM/YC-xi4HnoZI/s320/rupiah1.jpg" alt="Lembaran Penghapus Luka" width="250" height="243" /><p class="wp-caption-text">Lembaran Penghapus Luka</p></div>
<p style="text-align:justify;">PERJALANAN pulang kampung kali ini memberikan torehan sejarah yang sangat berkesan. Satu demi satu tetangga yang kudatangi disapa dengan akrab. Tidak itu saja, mata mereka berbinar tanda bersuka cita saat saya memberikan lembaran-lembaran penghapus luka, senyum mereka berbinar-binar. Ucapan syukur bertebar tiada henti kepada Allah dan kepada orang-0rang yang rela menyumbang dan menyambung tali kasihNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada sekitar 50 orang lebih tetangga saya itu yang diberikan uluran tangan orang jakarta ini. Mereka sangat minim dari segi ekonomi. Kepedulian warga sekitar memang ada namun angkanya masih kecil. Para kyai sebagai pemegang otoritas di kampung pesantren ini pun masih belum mampu memberikan pencerahan bendawi, para ulama di sana masih terbatas pencerahan ruhani.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-262"></span>Meski demikian, dampaknya memang luar biasa, kesabaran, ketabahan orang-orang kampung yang terkesan masih minim itu tetap berada dalam jalur kesantrian. Mereka tak mau tinggal sholat, rajin mengumandangkan lantunan ayat meski usia mereka hampir mencapai liang lahat. Satu sama lain pun terus tolong menolong. Yang bekerja rutin mereka sabar menerima gaji kecil meski anak-anaknya terus bertambah dari tahun ke tahun, padahal gajinya tetap stagnan.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat itulah, saya berkeingnan untuk bisa memberikan sesuatu kepada mereka. Alih-alih pulang kampung manfaat apa yang bisa diberikan kepada mereka. Meskipun saya sendiri dalam kondisi yang kurang fit amal, karena kurang mamang lagi kurang fit modal. Tapi alhamdillah, tetangga saya, seorang pengusaha pribumi, warga Muhammadiyah teman diskusi, teman ngobrol, sesama pengurus RW di Jakarta, meminta tolong agar kelebihan uangnya itu bisa untuk amal bagi kaum marginal di kampung saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setidaknya, sejumlah 2 juta dipercayakan saya, dalam pecahan 50 ribu. Dalam bayangan saya ada 40 orang penerima jika masing-masing mendapat 50 ribu. <strong>Lumayan lebih tinggi angkanya dibanding H. Suchon Pasuruan pembagi zakat yang menelak kurban jiwa.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, saya juga mendapat tambahan dana dari saudari Dewi bt H. Zaenal, gadis manis keturunan Padang masih tetangga saya yang mau berbagi hartanya untuk orang-orang di kampung saya. Sejumlah 500 ribu  sehingga ada Rp. 2,5 juta dana penghapus luka para tetangga. Alhamdulillah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah dua tahun Pak H. Tamrin setia memberikan dana untuk orang-0rang kampung tempat saya tinggal. Sulit melukiskan betapa bahagianya mereka mendapat dana segar itu. Saya langsung membagikan amplop berisi uang antara 20 ribu sampai 50 ribu secara diam-diam. Berharap tidak terjadi crush atau potes. Sebab kalau dituruti, masih banyak tetangga lain yang memang layak tapi terpaksa tidak dibagi. Saya memilih yang dekat-dekat saja.  &#8220;Masya Allah, kamu itu mulia sekali mau berbagi kepada saya.&#8221; ujar Bu Sopiah yang sudah tua renta, matanyapun tidak bisa melihat. Namun kegiatan malam2nya  dihabiskan untuk beribadah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak ge-er saat di bilang mulia sekali. Saya anggap itu adalah ungkapan doa dan kemuliaan itu dikembalikan kepada orang-orang yang tulus ikhlas membantu mereka. Itu ungkapan terima kasih gaya orang kampung saya. Dia sendiri tahu kalau uang itu bukan dari saya, saya katakan kepada yang menerima kalau uang yang dibagi itu adalah berasal dari orang Jakarta: H. Tamrin dan Dewi.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut adalah listing penerima dana Penghapus Duka.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://spreadsheets.google.com/pub?key=pu6xZJApOa8YFxMD5YIrLEA" target="_blank">Daftar Penerima Lembaran Penghapus Luka</a></p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sekedar Catatan Kaki&#8230; </strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<ol>
<blockquote>
<li>Barang siapa yang dalam kondisi bangkrut dan ingin bangkit kembali, maka &#8220;berdaganglah bersama Allah. yaitu dengan cara bersedekah. (Nahjul Balaghoh)</li>
<li>&#8220;Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan sebelum kamu menafkahkan sebagian dari harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.&#8221; (Q.s. Ali Imran: 92).</li>
<li>&#8220;Dan diantara orang-orang Arab Badui ada orang yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat, dan memandang apa yang dinafkahkannya itu sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri. Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; (Q.s. at-Taubah: 99).</li>
<li>&#8220;Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, maka pahalanya itu untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya.&#8221; (Q.s. al-Baqarah: 272).</li>
<li>&#8220;Apa saja yang kamu nafkahkan di jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.&#8221; (Q.s. al-Anfal: 60).</li>
<li>&#8220;Katakanlah, &#8216;Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.&#8217; Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.&#8221; (Q.s. Saba&#8217;: 39).</li>
<li>&#8220;Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.&#8221; (Q.s. al-Baqarah: 276).</li>
<li>&#8220;Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.&#8221; (Q.s. al-Baqarah: 261).</li>
<li>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakitinya, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah ia bersih. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (S. Al Baqarah.. )</li>
<li>&#8220;Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.&#8221; (Q.s. al-Baqarah: 265).</li>
</blockquote>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p class="ayetler">Dan masih banyak lagi&#8230;</p>
<p class="ayetler">
<p class="ayetler">
Posted in Dunia Pesantren, Ibadah, Kultur, Uncategorized Tagged: amal, Donatur, santunan, wa, zakat, zakat mal <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=262&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/10/06/lembaran-penghapus-luka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_f-ZDS_9nCQA/SEDT-iDKEEI/AAAAAAAAAhM/YC-xi4HnoZI/s320/rupiah1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lembaran Penghapus Luka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pedagang harus Curang?</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/09/18/pedagang-harus-curang/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/09/18/pedagang-harus-curang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 16:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[pedagang curang]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[JADI pedagang harus &#8220;curang&#8221;, kalau tidak darimana bisa dapat untung!. Sekarang persaingan antar pedagang sudah semakin tajam. Jika tidak pinter-pintar menyiasati dagangannya merugilah selalu. Mungkin itlah yang terpatri di benak pedagang yang tidak jujur.
Postingan di sini membuat kita semakin tidak percaya kepada pedagang yang nota bene barang dagangannya itu sangat kita butuhkan dalam memenuhi kebutuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=253&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>JADI pedagang harus &#8220;curang&#8221;, kalau tidak darimana bisa dapat untung!. Sekarang persaingan antar pedagang sudah semakin tajam. Jika tidak pinter-pintar menyiasati dagangannya merugilah selalu. Mungkin itlah yang terpatri di benak pedagang yang tidak jujur.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 222px"><img title="daging sebagai saksi" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:VjaVTSJ41ks2SM:http://bp3.blogger.com/_F7YccJ0_B1Q/R5dlQQUxPlI/AAAAAAAAAkM/XTqtE2VgEW0/s400/Daging_2.JPG" alt="Daging sebagai saksi... dari google/image" width="212" height="159" /><p class="wp-caption-text">Daging sebagai saksi... dari google/image</p></div>
<p style="text-align:justify;"><a title="YariNK" href="http://spektrumku.wordpress.com/2008/09/16/kejujuran/" target="_blank">Postingan di sini</a> membuat kita semakin tidak percaya kepada pedagang yang nota bene barang dagangannya itu sangat kita butuhkan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Perbuatan tidak jujur dari sipedagang itu sebenarnya melanggar hukum alam. Misalnya mengurangi timbangan, ia berarti melanggar rumus berat yang mengatakan gravitas dikalikan keliling bumi. <a title="Untung Sesa(a)t" href="http://santribuntet.wordpress.com/2007/05/28/untung-sesaat/" target="_blank">(detilnya di postingan lalu)</a> Jika pedagang itu makin banyak disekitar kita apa yang harus kita lakukan?</p>
<p>Kalau saya hanya sekedar ingin menuliskan sebuah cerita dampak buruk dari pedagang yang curang. Cerita ini diambil dari kitab klasik (kitab kuning/putih, tergantung kertasnya). Beriikut adalah petikannya.</p>
<p><span id="more-253"></span><br />
Pada zaman dahulu, tersebutlah sebuah rombongan jama’ah haji yang hendak menunaikan ibadah haji. Dalam perjalanan, saat rombongan ini tiba di suatu tempat yang bernama Zatu Shifah salah seorang yang jamaahnya meninggal dunia. Lantas ketua rombongan memerintahkan jama’ah yang lain untuk segera mengurus jenazah tersebut secepatnya mulai dari memandikan hingga menguburkannya. Beberapa orang jamaah yang lain pun ditugaskan untuk menggali kubur.</p>
<p>Setelah kubur itu digali dan sampai pada kedalaman yang cukup, tinggal liang lahat yang belum digali. Disaat menggali liang lahat, tiba-tiba bermunculan ular-ular besar memenuhi liang lahat tersebut. Kontan, hal ini membuat para penggali kubur itu terkejut dan takut. Mereka pun naik keatas lubang kubur lalu menimbun kembali lubang kuburan tersebut.</p>
<p>Setelah berembug maka, para penggali kubur pun menggali kubur kembali di tempat lain yang agak berjauhan. Namun ketika penggalian kubur yang kedua ini sudah selesai dan hanya tinggal menggali liang lahatnya saja, tiba-tiba setelah liang lahat selesai digali, kejadian seperti di lubang yang pertama kembali terulang. Sontak mereka pun segera menimbun kembali lubang kubur yang kedua ini. Lalu dengan perasaan was-was dan cemas para penggali kubur tersebut kembali mencoba menggali kubur yang ketiga. Namun lagu-lagi pada saat selesai menggali liang lahat, kejadian serupa kembali terjadi. Akhirnya mereka melaporkan kejadian tersebut kepada ketua rombongan.</p>
<p>Mendengar hal itu, sang ketua rombongan pun mengkonsultasikan kejadian tersebut pada Sayyidina Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu. Setelah mendengar cerita sang ketua rombongan tentang kejadian tersebut, Sayyidina Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu pun berkata, “Kuburlah jenazah tersebut di salah satu lubang yang kalian gali. Masukan jenazahnya keliang lahat yang kalian gali, walaupun liang lahatnya penuh dengan ular-ular besar. Karena demi Allah Subhanahu Wata’ala, bumi yang mana saja dan dimana saja yang kalian akan gali selama jenazah yang akan memasukinya adalah jenazah orang tersebut, pasti semua liang lahatnya akan dipenuhi dengan ular-ular besar yang akan siap menyiksanya.”</p>
<p>Akhirnya setelah mendapatkan penjelasan dari Sayyidina Ibnu Abbas Radhaiallahu Anhu, mayat itupun akhirnya dikuburkan di liang lahat yang penuh dengan ular-ular besar –yang langsung menyiksanya. Setelah ibadah haji selesai, rombongan pulang ke rumah. Ketua rombongan pun mengembalikan barang bawaan almarhum kepada istri dan anaknya serta menceritakan tentang kejadian yang menimpa suaminya. Dari sinilah, akhirnya diketahui bahwa kebiasaan buruk suaminya sebagai pedagang gandum.</p>
<p>Kebiasan itu adalah dia selalu mengurangi timbangan barang dagangannya. Misalnya gandum yang dibungkus dengan karung ukuran 20 kilo umpanyanya, namun gandumnya hanya 19 kilo. Dimana untuk memenuhi timbangan –yang satu kilonya lagi— diisilah karung-karung gandum itu dengan batang-batang gandum hingga timbangannya mencapai para 20 kilo. Padahal isinya hanyalah 19 kilo. Inilah kisah fakta, ancaman bagi pedagang yang curang. Nauzubillahi min dzalik</p>
<p>Sumber: kitab Tambihul Ghafilin, karya Abu Laits Assamarqandi, halaman 14</p>
<p>Nambah:</p>
<blockquote><p>Cerita di atas mungkin tidak pas untuk orang-orang kantoran tapi saya kira akan pas kalau diceritakan di pasar. Misalnya dalam sebuah ceramah agama bagi pedagang di pasar. Saya sendiri belum pernah ceramah/khotbah di masjid yang ada dipasar. Kalau seandainya ada, saya akan ceritakan masalah ini&#8230;</p></blockquote>
Posted in Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized Tagged: Hikmah, Islam, pedagang curang, Peristiwa, Syariat Islam <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/253/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=253&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/09/18/pedagang-harus-curang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:VjaVTSJ41ks2SM:http://bp3.blogger.com/_F7YccJ0_B1Q/R5dlQQUxPlI/AAAAAAAAAkM/XTqtE2VgEW0/s400/Daging_2.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">daging sebagai saksi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>