<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SANTRI BUNTET</title>
	<atom:link href="https://santribuntet.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://santribuntet.wordpress.com</link>
	<description>Wishing to be santri anywhere</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 07:41:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='santribuntet.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/8706d840c44be004c8dbf02747024fb4?s=96&#038;d=https%3A%2F%2Fs-ssl.wordpress.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>SANTRI BUNTET</title>
		<link>https://santribuntet.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://santribuntet.wordpress.com/osd.xml" title="SANTRI BUNTET" />
	<atom:link rel='hub' href='https://santribuntet.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pendidikan Seks Lewat Pengetahuan Organ Tubuh</title>
		<link>https://santribuntet.wordpress.com/2011/12/19/pendidikan-seks-lewat-pengetahuan-organ-tubuh/</link>
		<comments>https://santribuntet.wordpress.com/2011/12/19/pendidikan-seks-lewat-pengetahuan-organ-tubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 06:11:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Kurtubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[akil baligh]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[IPA]]></category>
		<category><![CDATA[organ tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan seks]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=907</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengantisipasi maraknya dampak minimnya batas-batas moralitas agama dengan madhab kebebasan di kalangan remaja, maka perlu adanyanya upaya membentengi pengetahuan seputar aurat dan menjaga kemaluan. Al-quran jelas telah mengisyaratkan bahwa kehabahagiaan seorang mu&#8217;min adalah menjaga kemaluannya. (Al Muminun:4) Penyalahgunaan kebebasan biasanya mengarah kepada seks bebas,  dan perbuatan yang mengiringinya seperti mabuk-mabukan dan narkoba. HIV AIDS [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=907&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://santribuntet.wordpress.com/2011/12/19/pendidikan-seks-lewat-pengetahuan-organ-tubuh/sex-education-32638/" rel="attachment wp-att-922"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-922" title="Sex-Education-32638" src="http://santribuntet.files.wordpress.com/2011/12/sex-education-32638.jpg?w=150&#038;h=122" alt="" width="150" height="122" /></a>Untuk mengantisipasi maraknya dampak minimnya batas-batas moralitas agama dengan <em>madhab</em> kebebasan di kalangan remaja, maka perlu adanyanya upaya membentengi pengetahuan seputar aurat dan menjaga kemaluan.</p>
<p><span id="more-907"></span>Al-quran jelas telah mengisyaratkan bahwa kehabahagiaan seorang mu&#8217;min adalah menjaga kemaluannya. (Al Muminun:4)</p>
<p>Penyalahgunaan kebebasan biasanya mengarah kepada seks bebas,  dan perbuatan yang mengiringinya seperti mabuk-mabukan dan narkoba. HIV AIDS juga memprihatinkan.  Karenanya, di kalangan remaja yang menginjak  masa pubertas, perlu adanya upaya dari orang sekitarnya guna mengurangi dampak yang tidak diinginkan. Salah satunya dengan pendidikan seks lewat <strong>pendidikan seks</strong> dan  <strong>fungsi organ tubuh</strong>.</p>
<p>Yang saya maksud adalah pendidikan atau pengetahuan yang berkaitan dengan fungsi-fungsi <strong>organ reproduksi</strong>. Saya sangat khawatir karena tidak banyak para remaja memahami hal ini. Karenanya, remaja yang kurang mendapatkan bimbingan kerohanian, akan mencari informasi melaui teman-temannya.</p>
<p>Pengalaman saya, saat menjelasakan kepada murid susia SMP yang kebanyakan baru menginjak usia pubertas, sangat minim sekali pengetahuan akan hal ini. Misalnya, saat menjelaskan di mana produksi sperma laki-laki, dijawab oleh anak murid, bahwa produksi sperma ada di dengkul. &#8220;Nah looh!&#8221; hehehe</p>
<p>Ada juga mitos bahwa terjadinya kehamilan itu diakibatkan karena hubungan layaknya suami isteri yang dilakukan berkali-kali. Jadi katanya, bila berhubungan dengan pasangan lain jenis sekali, tidak akan terjadi kehamilan.</p>
<p>Di luar itu, upaya untuk menghindari kehamilan pra nikah di kalangan remaja cukup tinggi. Sementara upaya pencegahan lewat pendekatan agama masih kurang kuat utamanya bagi kalangan yang minim akses pendididikan agama.</p>
<p>Lalu siapa dan melalui iapakah pendidikan seks untuk remaja ini bisa dilakukan?</p>
<p><strong>Peran Guru IPA</strong><br />
Peran guru IPA di sekolah umum dan sekolah formal lainnya,  mestinya cukup besar tertutama guru yang mengajar bidang pengetahuan IPA Biologi. Di dalam mata pelajaran biologi terdapat bab seputar perkembang biakan manusia. Di dalam buku ini cukup jelas gambar dan animasi seputar proses kehamilan, fertilisasi dan perkembangbiakan zigot (bakal makhluk hidup) dalam rahim manusia.</p>
<p>Penejelasan yang gamblang ini, hendaknya dikaitkan dengan bagaimana tanggung jawab wanita untuk menjaga rahimnya agar dapat berfungsi dengan baik dan sebenarnya sesuai dengan budaya dan ajaran agama.</p>
<p><strong>Peran Orang Tua</strong><br />
Saatnya orang tua tidak merasa tabu terhadap masalah organ tubuh yang harus dijaga dan dirawat. Pengetahuan orang tua juga perlu diisi dengan banyak mencari literatur yang berbicara seputar proses kehamilan dan perkembang biakan manusia.</p>
<p>Dengan adanya pengetahuan yang cukup dari orang tua, maka saat anak-anaknya yang menginjak pubertas, bial bertanya, maka dengan serta merta orang tua bisa menjelaskannya dengan baik.</p>
<p><strong>Kurikulum Pendidikan Agama<br />
</strong>Jika di pesantren-pesantren selain mengajarkan keimanan yang disertai konsistensi menjalankan syariat agama, ada pelajaran fiqh dasar bagaimana <strong>menjaga kebersihan</strong> <strong>aurat dan alat kelamin baik laki-laki dan perempuan.</strong> Selain itu bagaimana cara mensucikan dan membersihkan najis sesuai dengan tingkat najisnya.</p>
<p>Sayangnya, tidak semua remaja menadpatkan akses pendidikan fiqh seperti ini. Alih-alih di sekolah umum, pendidikan agama kurang mendapat porsi besar dalam persoalan ini.</p>
<p>Karenanya, perlu dukungan pemerintah dan masyarakat untuk memberi ruang yang cukup bagi kalangan remaja agar bisa memahami masalah ini.</p>
<p><strong>Singkatnya,</strong></p>
<ul>
<li>Masa pubertas adalah masa yang alami dan bagi remaja sudah seharusnya menjaga semua organ tubuhnya yang mulai tumbuh dewasa.</li>
<li>Kehamilan sebelum menikah sangat sering dijumpai di kalangan remaja baik yang berpendidikan agama maupun tidak. Hal ini ada indikasi,  kurangnya pengetahuan seputar fungsi organ tubuh yang sangat riskan bila bertemu yang berlainan jenis akan terjadi kehamilan.</li>
<li>Upaya meminimalisir hal tersebut bisa diupayakan lewat pendekatan pendidikan seks via pelajaran pengetahuan fungsi organ tubuh, Peran guru di sekolah perlu mendapat prosi besar.</li>
<li>Pendidikan keagamaan harus terus diupayakan di berbagai kesempatan untuk menanamkan rasa keimanan dan mengajarkan praktek-praktek keagamaan dengan istiqomah.</li>
</ul>
<p>wallahu&#8217;alam.  Bagaimana menurut Anda?</p>
<br />Filed under: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/lingkungan/'>Lingkungan</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/opini/'>Opini</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/pesantren/'>Pesantren</a> Tagged: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/aids/'>AIDS</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/akil-baligh/'>akil baligh</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/hiv/'>HIV</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/ipa/'>IPA</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/organ-tubuh/'>organ tubuh</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/pendidikan-seks/'>pendidikan seks</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/seks/'>seks</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/907/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/907/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/santribuntet.wordpress.com/907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/santribuntet.wordpress.com/907/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/santribuntet.wordpress.com/907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/santribuntet.wordpress.com/907/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/907/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/907/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/907/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=907&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://santribuntet.wordpress.com/2011/12/19/pendidikan-seks-lewat-pengetahuan-organ-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.247446 106.785825</georss:point>
		<geo:lat>-6.247446</geo:lat>
		<geo:long>106.785825</geo:long>
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kurt (SantriBuntet)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://santribuntet.files.wordpress.com/2011/12/sex-education-32638.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Sex-Education-32638</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al Fatehah dan Rahasianya</title>
		<link>https://santribuntet.wordpress.com/2011/12/09/al-fatehah-dan-rahasianya-2/</link>
		<comments>https://santribuntet.wordpress.com/2011/12/09/al-fatehah-dan-rahasianya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 14:09:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Kurtubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celotehan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia al fatehah]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia ayat al quran]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia ayat quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=899</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://santribuntet.wordpress.com/?p=899"><img src="http://santribuntet.files.wordpress.com/2011/12/quran.jpg" alt="Al Fatehah dan rahasianya" class="size-full wp-image-898" /></a><p>Sebuah pengalaman pribadi, surat al fatehah berpengaruh besar untuk kebaikan</p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=899&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_898" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://santribuntet.wordpress.com/?p=899"><img class=" wp-image-898    " title="rahasia surat Al-fatehah" src="http://santribuntet.files.wordpress.com/2011/12/quran.jpg?w=150" alt="Al Fatehah dan rahasianya" width="150" /></a><p class="wp-caption-text">Ternyata membaca al fatehah berpengaruh mendamaikan</p></div>
<p>Pengalaman yang cukup aneh tetapi betul-betul nyata adanya. Ini seputar bacaan fatehah yang berpengaruh kepada orang lain <a class="zem_slink" title="Dan (rank)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dan_%28rank%29" rel="wikipedia">dan</a> tentu saja pada diri sendiri. Bagi yang memahami artinya, Surat Al Fatehah itu isinya permohonan doa hanya kepada ALLAH semata.</p>
<p>Suatu hari, teman saya mengerjakan sebuah job yang diberikan oleh seorang klien. Order itu dikerjakan dengan cermat dan hati-hati. Dengan perhitungan waktu dan biaya akhirnya sepakat dengna harga dan waktu.</p>
<p><img title="More..." src="https://santribuntet.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-899"></span>Kemudian <a class="zem_slink" title="Order (biology)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Order_%28biology%29" rel="wikipedia">order</a> dikerjakan dan selesai sesuatu dengan waktu yang dijanjkan. Namun karena ada suatu hal yang tidak diinginkan, order itu menjadi &#8220;mal praktek&#8221;, alias salah <a class="zem_slink" title="Prose" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prose" rel="wikipedia">proses</a> sehingga membutuhkan waktu dan biaya tambahan.</p>
<p>Kawan saya sock begitu order selesai sesuai hari yang dijanjikan hasilnya sangat mengecewakan dan terbayang bagaimana dia akan dimaki-maki dan ditolak mentah-mentah karena salah order.</p>
<p>Malangnya, limit waktu kerjaan sudah selesai dan hasil pekerjaan itu akan digunakan untuk sebuah acara yang sudah ditentukan oleh klien.</p>
<p>Telepon dari berdering dan saya melihat raut muka kawanku sangat kasihan, karena terdengar orang yang di telepon itu marah-marah dan begitu lama dia menerima telepon.</p>
<p>Dengan tergopoh-gopoh saya membantu kawanku yang tengah kesulitan untuk mengantarkan order kepada klein.</p>
<p>Di tengah perjalanan saya membayangkan bagaimana klien akan kecewa, dan kawanku dimaki-maki atau jika tidak dimaki-maki maka order tidak dibayar.</p>
<p>Tibalah sampai di tempat klien, dan anehnya,</p>
<ol>
<li>klien justru bicara dengan santun</li>
<li>Order yang separuhnya salah diterima</li>
<li>Kekurangan karena kesalahan proses dimaafkan</li>
<li>Malah kelien meminta maaf kepada temanku karena sudah memarahiny.</li>
<li>Oder dibayar penuh</li>
</ol>
<p>Setelah pulang, saya tanya, kok aneh bisa menerima dan membayar?</p>
<p>&#8220;Saya bersalah, dan saya meminta maaf. Selama perjalanan saya membaca surat AL-FATEHAH berkali-kali tanpa hitungan, kuhadiahkan kepada klien saya dan memohon kepada <a class="zem_slink" title="Allah" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Allah" rel="wikipedia">Allah</a> agar hatinya dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya&#8221;</p>
<p><a class="zem_slink" title="Dari (Persian)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dari_%28Persian%29" rel="wikipedia">Dari</a> peristiwa ini, surat al Fatehah ternyata mencairkan sebuah kebekuan, emosi dan segala macam nafsu.</p>
<p>Demikian cerita saya, semoga ada manfaatnya.</p>
<p>Al Fatehah buat para pembaca sekalian.</p>
<blockquote><p>NB/ Pengalaman ini belum tentu sama dengan pengalaman rohani orang lain</p></blockquote>
<br />Filed under: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/celotehan/'>Celotehan</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/ibadah/'>Ibadah</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/inspirasi/'>Inspirasi</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/keajaiban/'>Keajaiban</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/rahasia-al-fatehah/'>rahasia al fatehah</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/rahasia-ayat-al-quran/'>rahasia ayat al quran</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/rahasia-ayat-quran/'>rahasia ayat quran</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/santribuntet.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/santribuntet.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/santribuntet.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/santribuntet.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/899/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=899&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://santribuntet.wordpress.com/2011/12/09/al-fatehah-dan-rahasianya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-6.247446 106.785825</georss:point>
		<geo:lat>-6.247446</geo:lat>
		<geo:long>106.785825</geo:long>
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kurt (SantriBuntet)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://santribuntet.files.wordpress.com/2011/12/quran.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rahasia surat Al-fatehah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://santribuntet.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rukun Islam dan Internalisasi Iman</title>
		<link>https://santribuntet.wordpress.com/2011/11/22/rukun-islam-dan-internalisasi-iman/</link>
		<comments>https://santribuntet.wordpress.com/2011/11/22/rukun-islam-dan-internalisasi-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 03:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Kurtubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[internalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=859</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Internalisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diartikan sebagai penghayatan, pendalaman, penguasaan secara mendalam yang berlangsung melalui binaan, bimbingan dan sebagainya (KBBI, 1989 : 336). Dari pengertian itu, maka koneksi dengan rukun Iman sangatlah erat.. Rukun Islam. Rukun Islam adalah bagian dari binaan dari Allah SWT untuk internalisasi iman itu sendiri. Rukun islam dipegang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=859&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengertian<a href="http://kabar-pendidikan.blogspot.com/2011/04/proses-internalisasi-nilai.html" target="_blank"> Internalisasi </a> menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diartikan sebagai penghayatan, pendalaman, penguasaan secara mendalam yang berlangsung melalui binaan, bimbingan dan sebagainya (KBBI, 1989 : 336).</p>
<p><span id="more-859"></span>Dari pengertian itu, maka koneksi dengan rukun Iman sangatlah erat.. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_Islam" target="_blank">Rukun Islam. </a>Rukun <a class="zem_slink" title="Islam" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islam" rel="wikipedia">Islam</a> adalah bagian dari binaan dari <a class="zem_slink" title="Allah" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Allah" rel="wikipedia">Allah</a> SWT untuk internalisasi iman itu sendiri. Rukun islam dipegang erat, maka selayaknya internalisasi berlangsung terus menerus.</p>
<p><strong>P<a>uasa </a></strong>adalah salah satu <a class="zem_slink" title="Prose" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prose" rel="wikipedia">proses</a> yang tidak sederhana dan penuh perjuangan, guna mendapatkan nilai rohani yang lebih mulia di sisi Allah (<a class="zem_slink" title="Taqwa" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Taqwa" rel="wikipedia">Taqwa</a>). Dalam bahasa lain, mendapatkan derajat taqwa adalah proses yang terus menerus tanpa henti. Melalui puasa, proses ini dapat diperoleh bila benar-benar mengikuti prosedur baku dari para pakar.</p>
<p>Karena masalahnya terkait dengan persoalan yang bersifat ruhani, tidak sedikit orang yang gagal melaksanakan ritual puasa. Alasanya karena tidak mampu dan tidak kuat berlapar-haus seharian hingga sebulan.</p>
<p>Dengan demikian, proses internalisasi iman kepada Allah lewat puasa ini membutuhkan tenaga dalam yang kuat (internal power). Internal power yang saya maksud adalah IMAN. Allah swt mengajak dan memerintahkan bagi mereka yang sudah memiliki “internal power” (iman) untuk melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknya. “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa… ” (QS 2:183)</p>
<p>Firman itu, seakan-akan memberi kabar kepada mereka yang beriman agar meningkatkan keberimannya, agar mendapatkan derajat ketaqwaan.</p>
<p><strong>Internalisasi Iman </strong></p>
<p>Internalisasi Iman itu sangat penting, karenanya semua proses ibadah dalam Islam tidak lain adalah untuk internalisasi keimanan kepada Allah. <strong>Dengan cara mengislamkan lahir dan batin pada diri manusia besarta perangkat di sekitarnya. </strong></p>
<p>Bagaimana proses internalisasi Iman ini berproses dalam segenap kehidupan manusia, dan terus menerus tanpa henti, uraian di bawah ini setidaknya bisa membantu kita untuk memahaminya.</p>
<p>Dalam agama Islam dikenal dengan rukun Islam, tediri dari lima hal: Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji. Semua itu kita sudah memahami harus dikerjakan dengan sunguh-sungguh.</p>
<p><strong>Pertama, Syahadat </strong>adalah proses internalisai iman lewat logika. Dalam arti kata, mengislamkan pola berpikir . Orang yang telah bersyahadat, selain ia masuk islam, maka logika hidup dan matinya, diset hanya Iman kepada ALlah dan RasulNya, Hanya Allah sebagai Tuhannya, dan Rasulullah sebagai petunjuknya.</p>
<p>Dengan logika demikian, maka sebagai orang muslim, itnernalisasi iman lewat pikiran ini, akan membantu proses kehidupan selanjutnya. Misalnya, dalam gerak hidupnya sehari-hari si hamba akan berpikir LIllahi ta’ala. Bekerja dengan semangat guna menghidupi keluarga, dinilai lillahi ta’ala, dengan tidak melanggar aturan Allah dan RasulNya.</p>
<p><strong>Kedua, <a title="Memasang Jadwal Shalat" href="http://santribuntet.wordpress.com/2010/07/16/memasang-jadwal-shalat/">Shalat </a></strong>adalah proses internalisasi iman lewat badan kita. Artinya, orang yang melaksanakan shalat dalam arti lain, dia tengah mengislamkan (memasrahkan) raganya menghadap hanya kepada Allah. Shalat dengan berbagai tekniknya, membutuhkan tenaga dan gerak yang sinergis dan simetris serta kolektif.</p>
<p>Karenanya, gerak tubuh yang tengah mengerjakan shalat dari ujung rambut hingga ujung kaki, terus-menerus menghadapkan dirinya hanya kepada Allah. Artinya, raga orang-orang muslim yang mengerjakan shalat berarti terus berlatih guna pasrah kepada ALlah. Sebagiamana ucapan setelah takbiratul ikhram:</p>
<p><strong><em>“Qul Inna shalati wanusuki, wamahyaya wamamati lillahi robbil ‘alamin.” (6:162)</em></strong><br />
Artinya, sesungguhnya sholatku dan ibadahku dan hidupku dan matiku adalah karena allah , bagi tuhan sekalian alam ?</p>
<p>Dalam kehidupan sosial gerak tangan, kaki dalam membantu masyarakat dan keluarga juga bukan karena hal lain kecuali karena mengharap rido Allah swt.</p>
<p><strong>Kegita, Puasa</strong><br />
Proses <a href="http://pustakamuhibbin.blogspot.com/2011/01/internalisasi-doktrin-dan-pemikiran.html" target="_blank">internalisasi </a>lewat puasa ini adalah melalui jiwa atau rohani. Ruh berasal dari Allah, dan akan kembali kepadaNya. Namun ruh yang menempati badan seringkali redup cahanya. Ruh yang menempati hati nurani, kadangkala menjadi keruh dan sulit menerima nasehat Allah.</p>
<p>Karena nasehat Allah melalui ruh inilah maka puasa sebagai satu-satunya proses internalisasi iman yang sangat baik. Orang yang berpuasa oleh Allah akan diberi imbalan secara langsung dan yang mengawasi juga Allah sendiri.</p>
<p>Washoumi li, wa ana ajzii bih”, puasa itu untukku dan akulah yang akan membalasnya.</p>
<p><strong>Keempat, Zakat</strong></p>
<p>Internalisasi keimanan kepada Allah juga harus dilakukan bukan saja kepada badan dan ruh serta akal pikiran, tetapi perangkat pendukung kehidupan: Harta benda adalah perangkat kehidupan yang menciptakan kemakmuran dalam hidup di dunia.</p>
<p>Islam menghendaki harta benda itu benar-benar bersih tidak ada kotoran. Sebagaimana akal fikir, badan dan rohnai bersih. Harta yang dibersikan adalah harta yang dizakatkan.</p>
<p>Internalisasi ini membutuhkan kerelaan pemiliknya untuk diserahkan kepada orang yang berhak menerimanya. Para fakir miskin dan asnaf lainnya adalah juga pemilik dari harta yang kita dapatkan selama berusaha. Karenanya, kehadiran si miskin di dunia ini sejatinya adalah karunia untuk membantu membersihkan atau mengislamkan harta kita.</p>
<p><strong>Kelima, Haji</strong><br />
Haji sebagai rukun Islam kelima, tidak lain adalah proses internalisasi iman lewat pendekatan sejarah. Hidup adalah proses sejarah. Islam adalah bagian dari sejarah. Karenanya, sejarah dalam agama ini perlu dibersihkan dan perlu disaksikan oleh pengikutnya. Jangan sampai sejarah datangnya Islam adalah hanya fatamorgana, hanya ilusi saja.</p>
<p>Karenanya, orang sedunia berkumpul dan melaksanakan ritual haji, tidak lain semata-mata untuk menjadi saksi yang langsung ke tempatnya di Makkatul Mukarromah. Di sana, umat muslim dibawa kepada situs-situs sejarah, di hadapkan kepada qiblat sebagai mana shalat sehari semalam. Dengan melihat langsung, bukankah ini merupakan proses keyakinan yang bernilai ilmu pengetahuan tinggi.</p>
<p>Proses turunnya alquran adalah catatan dari sejarah, dengan mengikuti ritual haji, proses-proses perjalanan Islam itu bisa dilihat, dihayati dan diyakini dengan ilmul yakin, bukan praduga, asumsi apalagi hipoetesa.</p>
<p>Haji karenanya, bernilai sangat tinggi, selain secara personal menghadap Allah secara langsung dekat Baitullah, haji juga tempat silaturahmi antar hamba Allah dari berbagai penjuru dunia.</p>
<p>Dari lima hal itulah, maka menjadi islam merupakan proses yang terus menerus harus di internalisasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Islam dalam pola berpikir, islam dalam harta, islam dalam ruh dan badan serta ilmu pengetahuan.</p>
<p>Singkatnya, orang-orang yang menyadari islam dari berbagai aspek ini dapat mejadikan pribadi yang mawas diri, toleran, rendah hati dan rela berkorban lillahi ta’ala.</p>
<p>Wallahu a’lam.</p>
<p>Muhamad Kurtubi</p>
<p>Tulisan ini disampaikan di <a href="http://istiqomah12240.wordpress.com/2010/09/07/puasa-sebagai-proses-internalisasi-iman/" target="_blank">Istiqomah</a>, Tanah Kusir, Jakarta Selatan</p>
<br />Filed under: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/hikmah/'>Hikmah</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/ibadah/'>Ibadah</a> Tagged: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/iman/'>iman</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/internalisasi/'>internalisasi</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/islam/'>Islam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/santribuntet.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/santribuntet.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/santribuntet.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/santribuntet.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/859/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/859/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/859/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=859&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://santribuntet.wordpress.com/2011/11/22/rukun-islam-dan-internalisasi-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.247446 106.785825</georss:point>
		<geo:lat>-6.247446</geo:lat>
		<geo:long>106.785825</geo:long>
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kurt (SantriBuntet)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Renungan yg Terlupakan</title>
		<link>https://santribuntet.wordpress.com/2011/11/06/renungan-yg-terlupakan/</link>
		<comments>https://santribuntet.wordpress.com/2011/11/06/renungan-yg-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 14:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Kurtubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[perenungan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[tazkiyatun nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=849</guid>
		<description><![CDATA[Inilah daftar renungan yang terlupakan oleh sebagian besar para pencari. Kawanku telah merenung cukup mendalam dalam waktu yang singkat, namun hasil renungannya menurutku menghentak kalbu. Berikut renungan yang terlupakan itu. Ketika manusia berdo&#8217;a, &#8220;Ya ALLAH ambillah kesombongan dariku.&#8221; Dan ALLAH berkata, &#8220;Tidak, Bukan AKU yg mengambilnya, Tapi kau yg harus menyerahkan.&#8221; Ketika manusia berdo&#8217;a, &#8220;Ya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=849&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah daftar <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#008000;text-decoration:underline;">renungan yang terlupakan</span></span> oleh sebagian besar para pencari. Kawanku telah merenung cukup mendalam dalam waktu yang singkat, namun hasil renungannya menurutku menghentak kalbu. Berikut <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#008000;text-decoration:underline;">renungan yang terlupakan</span></span> itu.</p>
<p><span id="more-849"></span></p>
<p>Ketika manusia berdo&#8217;a, &#8220;Ya ALLAH ambillah kesombongan dariku.&#8221; Dan ALLAH berkata, &#8220;Tidak, Bukan AKU yg mengambilnya, Tapi kau yg harus menyerahkan.&#8221;</p>
<div id="id_4eb69c2c93c8e6e66494586">
Ketika manusia berdo&#8217;a, &#8220;Ya ALLAH sempurnakanlah kekurangan anakku yg cacat.&#8221; Dan ALLAH berkata, &#8220;Tidak, Jiwanya telah sempurna, Tubuhnya hanya sementara.&#8221;</p>
<p>Ketika manusia berdo&#8217;a, &#8220;Ya ALLAH berilah aku kesabaran.&#8221; Dan ALLAH berkata, &#8220;Tidak, Kesabaran didpat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, AKU tidak akan menberikan, Kau harus meraihnya.&#8221;</p>
<p>Ketika manusia berdo&#8217;a, &#8220;Ya ALLAH berilah aku kebahagiaan.&#8221; Dan ALLAH berkata, &#8220;Tidak, KU berikan keberkahan, Kebahagiaan tergantung padamu sendiri untuk menghargai itu.&#8221;</p>
<p>Ketika manusia berdo&#8217;a, &#8220;Ya ALLAH jauhkan aku dari kesusahan.&#8221; Dan ALLAH berkata, &#8220;Tidak, Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-KU.&#8221;</p>
<p>Ketika manusia berdo&#8217;a, &#8220;Ya ALLAH beri aku segala hal yg menjadikannya hidup ini nikmat.&#8221; Dan ALLAH berkata, &#8220;Tidak, AKU beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.&#8221;</p>
<p>Ketika manusia bertdo&#8217;a, &#8220;Ya ALLAH bantulah aku mencintai orang lain sebesar cintaMU padaku sebagai hamba ciptaan-MU..&#8221; Dan ALLAH berkata, &#8220;Akhirnya kau mengerti.. !!!&#8221;</p>
<p>Bahwa ALLAH mengetahui apa yg kita butuhkan bukan apa yg kitya inginkan, ALLAH sangaty mencintai kita melebihi cinta kita pada diri sendiri&#8230; Karena boleh jadi apa yg kita inginkan justru membawa keburukan dan kemodhorotan bagi kita dan alam semesta..</p>
<p>Dan jika ALLAH Swt mengambil apa yg kita anggap (padahal cuma titipan..) Jangan tanya &#8220;mengapa harus saya??&#8221; Karena sesungguhnya ALLAH telah menyiapkan penggantinuya yg jauh lebih baik asal kiya sabar, percaya dan ikhlas, ikhlas dan Ridho, Selalu baik sangka atas segala ketetapan-NYA&#8230; *banyak menuntut kita ternyata* :&#8217;(</p></div>
<br />Filed under: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/hikmah/'>Hikmah</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/inspirasi/'>Inspirasi</a> Tagged: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/perenungan/'>perenungan</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/renungan/'>renungan</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/tazkiyatun-nafs/'>tazkiyatun nafs</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/santribuntet.wordpress.com/849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/santribuntet.wordpress.com/849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/santribuntet.wordpress.com/849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/santribuntet.wordpress.com/849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/849/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/849/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/849/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=849&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://santribuntet.wordpress.com/2011/11/06/renungan-yg-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.247446 106.785825</georss:point>
		<geo:lat>-6.247446</geo:lat>
		<geo:long>106.785825</geo:long>
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kurt (SantriBuntet)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bom Bunuh diri Dampak Lemahnya Pengamanan</title>
		<link>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/15/bom-bunuh-diri-dampak-lemahnya-pengamanan/</link>
		<comments>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/15/bom-bunuh-diri-dampak-lemahnya-pengamanan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 14:47:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Kurtubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kultur]]></category>
		<category><![CDATA[Pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bom]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=842</guid>
		<description><![CDATA[Bom bunuh diri kini sudah memasuki masjid, seperti berita baru-baru ini, bom telah meledak saat shalat Jum&#8217;at di Mapolres Cirebon. Sepertinya ini mirip dengan bom yang meledak di negeri Arabia, semisal di Pakistan dan negeri Arab lainnya. Seperti biasa, kelompok yang berseberangan paham keagamaan. Namun kalau di Indonesia ciri-cirinya adalah pembenci kepada kaum kuffar. Terlepas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=842&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin-left:8px;margin-right:8px;" title="bom lagi" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/paket-bom-_110324130313-963.jpg" alt="" width="150" />Bom bunuh diri kini sudah memasuki masjid, seperti berita baru-baru ini, bom telah meledak saat shalat Jum&#8217;at di Mapolres <a class="zem_slink" title="Cirebon" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.71666666667,108.566666667&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=-6.71666666667,108.566666667 (Cirebon)&amp;t=h" rel="geolocation">Cirebon</a>. Sepertinya ini mirip dengan bom yang meledak di negeri <a class="zem_slink" title="Arabian Peninsula" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arabian_Peninsula" rel="wikipedia">Arabia</a>, semisal di <a class="zem_slink" title="Pakistan" href="http://www.lonelyplanet.com/pakistan" rel="lonelyplanet">Pakistan</a> dan negeri <a class="zem_slink" title="Arab people" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arab_people" rel="wikipedia">Arab</a> lainnya. Seperti biasa, kelompok yang berseberangan paham keagamaan. Namun kalau di <a class="zem_slink" title="Indonesia" href="http://www.indonesia.go.id/id/index.php" rel="homepage">Indonesia</a> ciri-cirinya adalah pembenci kepada kaum <a class="zem_slink" title="Kafir" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kafir" rel="wikipedia">kuffar</a>.</p>
<p><span id="more-842"></span>Terlepas dari siapa aktor pelaku bom bunuh diri, saya mengasumsikan bahwa pengamanan terhadap wilayah publik ini masih sangat lemah. Di berbagai tempat seperti perjalanan saya pagi hingga sore di kantor-kantor seperti pengadilan Negeri <a class="zem_slink" title="Jakarta" href="http://www.jakarta.go.id/" rel="homepage">Jakarta</a> Selatan, Kantor Pos Besar Mampang dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.</p>
<p>Di tiga tempat itu ada detektor bom seperti di bandara. Namun sepertinya tidak dijaga oleh satuan pengaman. Kalupun ada seperti tadi siang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, begitu saya masuk tas saya jinjing dan memasuki pintu pengaman yang bermerek Garret. Begitu melewati berbunyi &#8220;beeep&#8221; namun cuek saja bagi si satpam hanya melihat sekilas perjalanan saya tanpa ada kecurigaan.</p>
<p>Begitu pula saat di Kantor Kejaksaan Jakarta Pusat, saya masuk lewat pintu utama yang dipasang pengaman detektor bom, tetapi begitu bunyi tidak ada yang memeriksanya.</p>
<p>Karena memang meskipun berbunyi beeb yang berarti kalau di dalam tas saya itu ada material logam yang kebetulan ada obeng di dalamnya, juga HP dan kabel laptop.</p>
<p>Sepertinya para satpam di tempat strategis yang rawan serangan terorisme itu tidak mengindahkan peringatan itu. Jika saja saya membawa bom mungkin akan lolos dengan sendirinya. Kalau sudah meledak pastinya akan waspada.</p>
<p>Mestinya keamanan dan peringatan itu tetap ada seperti di pengamanan di Bandara dan hotel berbintang juga di pasar swalayan besar. Sebab di tiga tempat ini, satuan pengaman tetap waspada dan selalu memeriksa tas-tas yang dibawa pengunjung.</p>
<p>Kepada para polisi, jangan lemah dengan pengamanan. Memang sasaran teroris kini sudah merambah ke masjid-masjid yang terletak di kota kecil seperti Cirebon yang tentunya tidak memiliki pintu pengaman. Hal ini membuktikan bahwa antisipasi polisi mengatasi terorisme semakin sulit.</p>
<p>Apapun alasanya, terorisme harus jauh dari publik. Karena bagaimanapun yang menjadi korban adalah warga biasa yang tidak tahu menahu seputar masalah yang ada di benak para teroris. Jika saja kelompok teroris itu membenci pemerintah, tetap saja rakyat yang menjadi korban.</p>
<p>Jika saja teoris itu membenci pemerintah asing, tetap saja orang kecil yang menjadi korban.</p>
<br />Filed under: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/kultur/'>Kultur</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/pendapat/'>Pendapat</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/peristiwa/'>Peristiwa</a> Tagged: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/bom/'>Bom</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/cirebon/'>cirebon</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/kafir/'>kafir</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/terorisme/'>terorisme</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/santribuntet.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/santribuntet.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/santribuntet.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/santribuntet.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/842/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=842&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/15/bom-bunuh-diri-dampak-lemahnya-pengamanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		<georss:point>-6.798991 108.607871</georss:point>
		<geo:lat>-6.798991</geo:lat>
		<geo:long>108.607871</geo:long>
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kurt (SantriBuntet)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/paket-bom-_110324130313-963.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bom lagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malangnya Nasib Kaum Syiah di Madura</title>
		<link>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/14/malangnya-nasib-kaum-syiah-di-madura/</link>
		<comments>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/14/malangnya-nasib-kaum-syiah-di-madura/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 03:08:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Kurtubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Kultur]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[syiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=837</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi orang muslim di Indonesia perlu ekstra hati-hati sekarang ini. Pasalnya bukan karena masalah perundang-undangan di negeri ini, tetapi karena banyaknya promosi &#8220;kebencian&#8221; dan ketidaksiapan menghadapi berbagai macam perbedaan, menyebabkan kaum minoritas satu aqidah mengalami intimidasi dan penekanan. Itulah yang dirasakan oleh kaum Ahmadiyah dan kini giliran kaum  syiah Indoensia di Madura. Mereka siap hengkang dari Madura, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=837&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Syiah, santribuntet" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQESZkfx2UpGLakSEidbn4LMNn7YGAwpOdm3olop_Pi6tzBpSAvgDCWKpFc" alt="" width="164" height="158" />Menjadi orang muslim di <a title="Indonesia" rel="lonelyplanet" href="http://www.lonelyplanet.com/indonesia">Indonesia</a> perlu ekstra hati-hati sekarang ini. Pasalnya bukan karena masalah perundang-undangan di negeri ini, tetapi karena banyaknya promosi &#8220;kebencian&#8221; dan ketidaksiapan menghadapi berbagai macam perbedaan, menyebabkan kaum minoritas satu aqidah mengalami intimidasi dan penekanan. Itulah yang dirasakan oleh kaum <a title="Ahmadiyya" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ahmadiyya">Ahmadiyah</a> dan kini giliran kaum  syiah Indoensia di Madura. Mereka siap hengkang dari Madura, karena mendapatkan berbagai tekanan.</p>
<p><img title="More..." src="https://santribuntet.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-837"></span>Syiah Madura, memiliki  Ikatan Jamaah Ahlil Bait Indonesia (IJABI). Kegiatannya dipusatkan di daerahy  Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura.</p>
<p>Awalnya, seorang ketuanya diamankankarena ada rencana  ribuan orang yang berasal dari  enam desa siap menyerang kediaman pemimpin Syiah di sana.  Tajul Muluk yang rumahnya dijadikan pusat kegiatan jamaah yang selama ini lancar-lancar saja, kini berjalan seperti biasanya.</p>
<p><a title="Kini" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kini">Kini</a> aktivitas Majelis ta&#8217;limnya berjalan seperti biasanya. Ada sekolah, shalat berjamaah dan juga aktivitas keagamaan seperti pengajian. Dengan diamankannya sang ketua, kini tidak tampak lagi  adanya  ketegangan antara masyarakat sekitar dan penghuni kompleks IJABI.</p>
<p>Menurut catatan Kompas, saat wartawan menghubungi Tajul Muluk via  telepon selulernya, pada Rabu (13/4/2011), mengatakan kalau kegiatannya itu sama sekali tidak melanggar undang-undang.</p>
<p>Alasan warga masyarakat kenapa ingin membubarkan Syiah, adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Sesat. Seperti juga Ahmadiyah, Syiah dianggap sesat. Warga masyarakat di sana senantiasa diberikan pemahaman bahwa Syiah itu adalah ajaran sesat dan harus dihilangkan.</li>
<li>Tajul Muluk dan jamaahnya yang berjumlah seratus orang,  diultimatum oleh Badan Silaturrahim Ulama Madura (<a title="Basra" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=30.5,47.8166666667&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=30.5,47.8166666667 (Basra)&amp;t=h">Basra</a>) agar dirinya bersama lebih dari 100 jemaahnya segera hengkang dari Sampang.</li>
</ol>
<p>Dari pihak Syiah di sana, bersama 100 jamaahnya tidak berkeberatan jika hengkang dari Madura. Tajul Muluk hanya mensyaratkan agar asetnya diganti dan siap pergi dari Madura.</p>
<p>&#8220;Kami tidak keberatan untuk hengkang demi mempertahankan keyakinan kami, asalkan pemerintah juga mau bertanggung jawab,&#8221; terang Tajul.</p>
<p>Begitu juga,   Alimullah (19), penanggung jawab kegiatan di kompleks IJABI,  siap pergi bersama  gurunya ke mana pun pergi. Bahkan, santri-santrinya juga akan dibawa serta. &#8221;Ke mana pun ustaz pergi, kami akan selalu mengikutinya,&#8221; katanya. Namun, Tajul berharap itu tidak terjadi. Dirinya menginginkan duduk bersama untuk mencarikan solusi yang terbaik.</p>
<p>&#8220;Saya masih percaya ada solusi jika semua pihak, termasuk keamanan, mau membuka dialog,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sudah mafhum bahwa Syiah sebagai aliran dalam <a title="Islam" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a>, sudah diketahui sejak lama dan berkembang seperti juga Ahmadiyah. Namun mereka tetap menjadi  minoritas.</p>
<p>Dan sepeninggal tokoh  besar Indonesia dari <a title="Nahdlatul Ulama" rel="homepage" href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=en">Nahdlatul Ulama</a>,  almarhum KH <a title="Abdurrahman Wahid" rel="homepage" href="http://www.gusdur.net/">Abdurrahman Wahid</a> (Gus Dur)  adalah salah satu  pendekar demokrasi   gigih membela hak keberagamaan mereka. Sayangnay beliau telah wafat, dan kini penggantinya belum ada yang berani tampil membela kaum minoritas.. Masya Allah, Ya Rabb, lindungilah  umat manusia di bumi ini dari pertumpahan darah.</p>
<p>Sumber berita: Kompas.com</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/dunia-pesantren/'>Dunia Pesantren</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/ibadah/'>Ibadah</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/kultur/'>Kultur</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/nasionalisme/'>Nasionalisme</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/pendapat/'>Pendapat</a> Tagged: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/madura/'>Madura</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/syiah/'>syiah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/santribuntet.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/santribuntet.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/santribuntet.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/santribuntet.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/837/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=837&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/14/malangnya-nasib-kaum-syiah-di-madura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-6.798991 108.607871</georss:point>
		<geo:lat>-6.798991</geo:lat>
		<geo:long>108.607871</geo:long>
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kurt (SantriBuntet)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQESZkfx2UpGLakSEidbn4LMNn7YGAwpOdm3olop_Pi6tzBpSAvgDCWKpFc" medium="image">
			<media:title type="html">Syiah, santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://santribuntet.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenduri Arwah, Tahlilan Menurut Ulama</title>
		<link>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/08/kenduri-arwah-tahlilan-menurut-ulama/</link>
		<comments>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/08/kenduri-arwah-tahlilan-menurut-ulama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 04:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Kurtubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Amanat]]></category>
		<category><![CDATA[Apa kata Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[Arawah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Onew]]></category>
		<category><![CDATA[Religion and Spirituality]]></category>
		<category><![CDATA[Tahlilan]]></category>
		<category><![CDATA[Yasinan]]></category>
		<category><![CDATA[Yoona]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=829</guid>
		<description><![CDATA[Di bawah ini adalah kopi paste dari Catatan Habaib Mundzir seputar masalah kendurian, tahlilan  dan berbagai persoalan yang dianggap bidah sesat oleh kalangan yang menentangnya. Ada yang beranggapan bahwa tahlilan itu berakar dari agama HINDU. Tanpa mengurasi rasa hormat terhadap yang menentangnya, bahwa naskah-nashkah arab banyak yang mendukung masalah perjamuan, memakan makanan pada orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=829&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di bawah ini adalah kopi paste dari Catatan Habaib Mundzir seputar masalah kendurian, tahlilan  dan berbagai persoalan yang dianggap bidah sesat oleh kalangan yang menentangnya. Ada yang beranggapan bahwa tahlilan itu berakar dari agama HINDU.</p>
<p>Tanpa mengurasi rasa hormat terhadap yang menentangnya, bahwa naskah-nashkah arab banyak yang mendukung masalah perjamuan, memakan makanan pada orang yang tengah berduka dan lain-lain. Namun semua ini kembali kepada indiividu masing-maasing, apakah diterima atau tidak.</p>
<p>Hemat saya, Islam yang cakupannya luas ini, tidak mungkin akan selalu bermuara pada sat di mana Rasulullah saw hidup. Terkeculai, <a class="zem_slink" title="Ibadah" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ibadah">ibadah</a>-ibadah yang sifatnya wajib. Itu akan berlaku sepanjang masa. Sementara masalah ibadah yg sunnah seperti baca quran, shalawat dan lain-lain Rasulullah saw tidak mengajarkan harus di mana, kapan dan sperti apa. Inti ajaran agamanya sudah ada. Namun teknik dan montase diserahkan masing-masing umatnya.</p>
<p>Inilah seputar catatan itu.<br />
<span id="more-829"></span></p>
<p>*KENDURI ARWAH, TAHLILAN, YASINAN MENURUT PARA ULAMA*</p>
<p>Hal itu merupakan pendapat orang – orang yang kalap dan gerasa &#8211; gerusu tanpa ilmu, kok ribut sekali dengan urusan orang yang mau bersedekah pada muslimin?</p>
<p>عن عائشة أن رجلا أتى النبي <a class="zem_slink" title="Peace be upon him (Islam)" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peace_be_upon_him_%28Islam%29">صلى الله عليه وسلم</a> فقال ثم يا <a class="zem_slink" title="Messengers of Islam" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Messengers_of_Islam">رسول</a> الله إن أمي افتلتت نفسها<br />
ولم توص وأظنها لو تكلمت تصدقت أفلها أجر إن تصدقت عنها قال نعم</p>
<p>Dari Aisyah ra bahwa sungguh telah datang seorang lelaki pada Nabi saw seraya berkata : Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal mendadak sebelum berwasiat, kukira bila ia sempat bicara mestilah ia akan bersedekah, bolehkah aku bersedekah atas namanya?, Rasul saw menjawab : “Boleh” (Shahih <a class="zem_slink" title="Muslim" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslim</a> hadits No.1004). Berkata Hujjatul Islam Al <a class="zem_slink" title="Imam" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Imam">Imam</a> Nawawi rahimahullah :</p>
<p>وفي هذا الحديث أن الصدقة عن الميت تنفع الميت ويصله ثوابها وهو كذلك باجماع<br />
العلماء وكذا أجمعوا على وصول الدعاء</p>
<p>“Dan dalam hadits ini (hadits riwayat shahih muslim diatas) menjelaskan bahwa shadaqah untuk mayit bermanfaat bagi mayit, dan pahalanya disampaikan pada <a class="zem_slink" title="Mayyit" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mayyit">mayyit</a>, demikian pula menurut Ijma (sepakat) para ulama, dan demikian pula mereka bersepakat atas sampainya doa doa” (Syarh Imam Nawawi ala Shahih Muslim juz 7 hal 90) Maka bila keluarga rumah duka menyediakan makanan dengan maksud bersedekah maka hal itu sunnah, apalagi bila diniatkan pahala sedekahnya untuk mayyit. Demikian kebanyakan orang – orang yang kematian, mereka menjamu tamu – tamu dengan sedekah yang pahalanya untuk si mayyit, maka hal ini sunnah.</p>
<p>Lalu mana dalilnya yang mengharamkan makan dirumah duka? Mengenai ucapan para Imam itu, yang dimaksud adalah membuat jamuan khusus untuk mendatangkan tamu yang banyak, dan mereka tak mengharamkan itu. Perlu diketahui bahwa Makruh adalah jika dihindari mendapat pahala dan jika dilakukan tidak mendapat dosa.</p>
<p>1. Ucapan Imam Nawawi yang anda jelaskan itu, beliau mengatakannya tidak disukai (Ghairu Mustahibbah) bukan haram, tapi orang wahabi mencapnya haram padahal Imam Nawawi mengatakan ghairu mustahibbah, berarti bukan hal yang dicintai, ini berarti hukumnya mubah, dan tidak sampai <a class="zem_slink" title="Makruh" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Makruh">makruh</a> apalagi haram, dan yang dimaksud adalah mengundang orang dengan mengadakan jamuan makanan (ittikhaadzuddhiyafah), beda dengan tahlilan masa kini bukanlah jamuan makan, namun sekedar makanan ala kadarnya saja, bukan jamuan. Hal ini berbeda dalam <a class="zem_slink" title="Sharia" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sharia">syariah</a>, jamuan adalah makan besar semacam pesta yang menyajikan bermacam makanan, ini tidak terjadi pada tahlilan manapun dimuka bumi, yang ada adalah sekedar besek atau sekantung kardus kecil berisi aqua dan kue &#8211; kue atau nasi sederhana sekedar sedekah pada pengunjung, maka sedekah pada pengunjung hukumnya sunnah.</p>
<p>2. Imam Ibnu Hajar Al Haitsamiy menjelaskan adalah :</p>
<p>من جعل أهل الميت طعاما ليدعوا الناس إليه <a class="zem_slink" title="Bid‘ah" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bid%E2%80%98ah">بدعة</a> منكرة مكروهة</p>
<p>“mereka yang keluarga duka yang membuat makanan demi mengundang orang adalah hal Bid’ah Munkarah yang makruh” (bukan haram).</p>
<p>Semoga anda mengerti bahasa, bahwa jauh beda dengan rumah duka yang menyuguhkan makanan untuk tamu yang mengucapkan bela sungkawa, jauh berbeda dengan membuat makanan demi mengundang orang agar datang, yang dilarang (Makruh) adalah membuat makanan untuk mengundang orang agar datang dan meramaikan rumah, lihat ucapan beliau, bid’ah buruk yang makruh, bukan haram, jika haram maka ia akan menyebutnya : Bid’ah munkarah muharramah, atau cukup dengan ucapan Bid’ah munkarah, maka itu sudah mengandung makna haram, tapi tambahan kalimat makruh, berarti memunculkan hukum<br />
sebagai penjelas bahwa hal itu bukan haram.</p>
<p>Entahlah mereka itu tak faham bahasa atau memang sengaja menyelewengkan makna, sebab keduanya sering mereka lakukan, yaitu tak faham hadits dan menyelewengkan makna.</p>
<p>Dalam istilah – istilah pada hukum syariah, sungguh satu kalimat menyimpan banyak makna, apalagi ucapan para Muhaddits dan para Imam, dan hal semacam ini sering tak difahami mereka yang dangkal dalam pemahaman syariahnya.</p>
<p>3. Ucapan Imam Ibnu Abidin Al-Hanafy menjelaskan “Ittikhadzuddhiyafah”, ini maknanya “membuat perjamuan besar”, misalnya begini : Gubernur menjadikan selamatan kemenangannya dalam pilkada dengan “Ittikhadzuddhiyafah” yaitu mengadakan perjamuan.</p>
<p>Inilah yang dikatakan Makruh oleh Imam Ibn Abidin dan beliau tak mengatakannya haram, kebiasaan ini sering dilakukan dimasa jahiliyah jika ada yang wafat.</p>
<p>4. Imam Ad-Dasuqi Al-Maliki berkata berkumpulnya orang dalam hidangan makan makan dirumah mayit hukumnya Bid’ah yang makruh (bukan haram tentunya), dan maksudnya pun sama dengan ucapan diatas, yaitu mengumpulkan orang dengan jamuan makanan, namun<br />
beliau mengatakannya makruh, tidak sampai mengharamkannya.<br />
Orang – orang wahabi (gelar bagi penganut faham ibn abdul wahhab) menafsirkan kalimat “makruh” adalah hal yang dibenci, tentu mereka salah besar, karena Imam &#8211; Imam ini berbicara hukum syariah,<br />
bukan bicara dicintai atau dibenci, makna makruh berbeda secara bahasa dan secara syariah, maknanya secara bahasa adalah sesuatu yang dibenci, namun dalam syariah adalah hal yang jika dilakukan tidak dapat dosa dan jika ditinggalkan mendapat pahala. Namun mereka<br />
ini tidak bisa membedakan mana buku yang membahas masalah bahasa, mana buku yang membahas hukum syariah.</p>
<p>5. Syaikh <a class="zem_slink" title="Yahya ibn Sharaf al-Nawawi" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yahya_ibn_Sharaf_al-Nawawi">An-Nawawi</a> Al-Banteni rahimahullah menjelaskan adat istiadat baru berupa “Wahsyah” yaitu adat berkumpul di malam pertama saat mayyit wafat dengan hidangan makanan macam – macam, hal ini makruh, (bukan haram).</p>
<p>Dan mengenai ucapan secara keseluruhan, yang dimaksud makruh adalah sengaja membuat acara “jamuan makan” demi mengundang tamu &#8211; tamu, ini yang ikhtilaf ulama antara mubah dan makruh, tapi kalau justru diniatkan sedekah dengan pahalanya untuk mayyit maka justru Nash Shahih Bukhari dan Shahih Muslim diatas telah memperbolehkannya bahkan sunnah.</p>
<p>Dan tentunya bila mereka (keluarga mayyit) meniatkan untuk sedekah yang pahalanya untuk mereka sendiripun maka tak ada pula yang memakruhkannya bahkan mendapat pahala jika<br />
dilakukan.</p>
<p>Yang lebih baik adalah datang dan makan tanpa bermuka masam dan merengut sambil berkata haram..haram.. dirumah duka (padahal makruh), tapi bawalah uang atau hadiah untuk membantu mereka.</p>
<p>Dan masa kini pelarangan atau pengharaman untuk tak menghidangkan makanan dirumah duka adalah menambah kesusahan keluarga duka, bagaimana tidak?, bila keluarga anda wafat lalu anda melihat orang banyak datang maka anda tak suguhkan apa – apa ..?, datang dari luar kota misalnya, dari bandara atau dari stasion luar kota datang dengan lelah dan peluh demi hadir jenazah, lalu mereka dibiarkan tanpa seteguk airpun..???, tentunya hal ini sangat berat bagi mereka, dan akan sangat membuat mereka malu. Bahkan Rasul saw memerintahkan diadakan makanan dirumah duka, sebagaimana hadits beliau saw ketika didatangkan kabar wafatnya Jakfar bin Abi Thalib : “Buatkan makanan untuk keluarga (alm) Jakfar, sungguh mereka sedang ditimpa hal &#8211; hal yang menyibukkan mereka” (Musnad Ahmad dll), hadits ini justru menunjukkan bahwa Rasul saw memerintahkan sahabat membuat makanan untuk mereka. Kenapa? karena pasti banyak tamunya yang menyambanginya.</p>
<p>Mereka membalik makna hadits ini dengan mengatakan bahwa hadits ini dalil bahwa keluarga mayyit tak boleh menyiapkan makanan, namun mereka lupa bahwa hadits ini justru perintah Rasul saw agar disiapkan makanan dirumah duka, karena beliau saw bukan mengatakan tidak boleh makan dirumah Jakfar, tapi justru buatkan makanan, dan perintahnya jamak, Ishna’uu.. yaitu : “wahai kalian (bukan untuk satu orang), ramai ramailah membuat makanan untuk keluarga Jakfar karena mereka sedang ditimpa hal yang menyibukkan mereka”. Apa? para tamu.</p>
<p>Didalam Ushul dijelaskan bahwa Mandub, Hasan, Annafl, Sunnah, Mustahab fiih (mustahibbah), Muragghab fiih, ini semua satu makna, yaitu yutsab ala fi’lihi walaa yu’aqabu alaa tarkihi (diberi pahala bila dilakukan dan tidak berdosa jika ditinggalkan). Imam Nawawi mengatakan hal itu ghairu mustahibbah, yaitu bukan hal yang bila dilakukan mendapat pahala dan bila ditinggalkan tidak mendapat dosa, maka jatuhlah derajatnya antara mubah dan makruh.</p>
<p>Imam Nawawi tidak mengucapkan haram, karena bila haram beliau tak payah payah menaruh kata ghairu mustahibbah dlsb. Beliau akan berkata haram mutlaqan (haram secara mutlak), namun beliau tak mengatakannya.</p>
<p>Dan mengenai kata “Bid’ah” sebagaimana mereka menukil ucapan Imam Nawawi, fahamilah bahwa Bid’ah menurut WAHABI sangat jauh berbeda dengan BID’AH menurut Imam Nawawi, Imam Nawawi berpendapat bid’ah terbagi 5 bagian, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram (rujuk Syarh Nawawi ala Shahih Muslim Juz 6 hal 164- 165).</p>
<p>Maka sebelum mengambil dan menggunting ucapan Imam Nawawi, fahami dulu apa maksud bid’ah dalam ta’rif Imam Nawawi, barulah bicara fatwa Bid’ah oleh Imam Nawawi. Bila Imam Nawawi menjelaskan bahwa dalam bid’ah itu ada yang mubah dan yang makruh, maka ucapan “Bid’ah Ghairu Mustahibbah” bermakna Bid’ah yang mubah atau yang makruh, kecuali bila Imam Nawawi berkata “Bid’ah Muharramah” (Bid’ah yang haram).</p>
<p>Namun kenyataannya Imam Nawawi tidak mengatakannya haram, maka hukumnya antara Mubah dan makruh. Untuk ucapan Imam Ibn Hajar inipun jelas, beliau berkata Bid’ah Munkarah Makruhah, (Bid’ah tercela yang makruh), karena Bid’ah tercela itu tidak semuanya haram. Sebagaimana masa kini sajadah yang padanya terdapat hiasan &#8211; hiasan warna – warni membentuk pemandangan atau istana &#8211; istana dan burung – burung misalnya, ini adalah bid’ah buruk (munkarah) yang makruh, tidak haram untuk memakainya shalat, tidak batal shalat kita menggunakan sajadah semacam itu, namun bid’ah buruk yang makruh, tidak haram, karena shalatnya tetap sah.</p>
<p>Hukum darimana makruh dibilang haram?, makruh sudah jelas makruh, hukumnya yutsab ala tarkihi wala yu’aqabu ala fi’lihi (mendapat pahala bila ditinggalkan dan tidak mendapat dosa bila dilakukan). Dan yang dimakruhkan adalah menyiapkan makanan untuk mengundang orang, beda dengan orang datang lalu shohibul bait menyuguhi.</p>
<p>Berkata Shohibul Mughniy :</p>
<p>فأما صنع أهل الميت طعاما للناس فمكروه لأن فيه زيادة على مصيبتهم وشغلا ل إلى شغلهم وتشبها<br />
بصنع أهل الجاهلية</p>
<p>Bila keluarga mayyit membuat makanan untuk orang, maka makruh, karena hal itu menambah atas musibah mereka dan menyibukkan, dan meniru – niru perbuatan jahiliyah. (Almughniy Juz 2 hal 215)</p>
<p>Lalu Shohibul Mughniy menjelaskan kemudian :<br />
وإن دعت الحاجة إلى ذلك جاز فإنه ربما جاءهم من يحضر ميتهم من القرى والأماكن<br />
البعيدة ويبيت عندهم ولا يمكنهم إلا أن يضيفوه</p>
<p>Bila mereka melakukannya karena ada sebab atau hajat, maka hal itu diperbolehkan, karena barangkali diantara yang hadir mayyit mereka ada yang berdatangan dari pedesaan, dan tempat &#8211; tempat yang jauh, dan menginap dirumah mereka, maka tak bisa tidak terkecuali mereka mesti dijamu (Almughniy Juz 2 hal 215).</p>
<p>(disini hukumnya berubah, yang asalnya makruh, menjadi mubah bahkan hal yang mulia, karena tamu yang berdatangan dari jauh, maka jelaslah kita memahami bahwa pokok permasalahan adalah pada keluarga duka dan kebutuhan tamu) Dijelaskan bahwa yang dimaksud adat jahiliyyah ini adalah membuat jamuan besar, mereka menyembelih sapi atau kambing demi mengundang tamu setelah ada kematian, ini makruh hukumnya, sebagian ulama mengharamkannya, namun beda dengan orang datang karena ingin menjenguk, lalu shohibulbait menyuguhi ala kadarnya, bukan kebuli dan menyembelih kerbau, hanya besek sekedar hadiahan dan sedekah.</p>
<p>Baiklah jika sebagian saudara kita masih belum tenang, maka riwayat dibawah ini semoga dapat menenangkan mereka :</p>
<p>Dari Ahnaf bin Qeis ra berkata : “Ketika Umar ra ditusuk dan terluka parah, ia memerintahkan Shuhaib untuk membuat makanan untuk orang &#8211; orang” (Hujjatul Islam Al Imam Ibn Hajar pada Mathalibul ‘Aliyah Juz 1 hal 199 No.709, dan ia berkata sanadnya Hasan) Dari Thaawus ra : “Sungguh mayyit tersulitkan di kubur selama 7 hari, maka merupakan sebaiknya mereka memberi makan orang – orang selama hari hari itu” (Diriwayatkan Oleh Al Hafidh Imam Ibn Hajar pd Mathalibul ‘Aliyah Juz 1 hal 199 dan berkata sanadnya Kuat).</p>
<p>Mengenai pengadaan makanan dan jamuan makanan pada rumah duka telah kuat dalilnya sebagaimana sabda Rasul saw : “Buatlah untuk keluarga Jakfar makanan sungguh mereka telah ditimpa hal yang membuat mereka sibuk” (diriwayatkan oleh Al Imam Tirmidziy No.998 dengan sanad hasan, dan di Shahihkan oleh Imam Hakim Juz 1/372)</p>
<p>Demikian pula riwayat shahih dibawah ini :</p>
<p>فلما احتضرعمر أمر صهيبا أن يصلي بالناس ثلاثة أيام ، وأمر أن يجعل للناس طعام<br />
، فيطعموا حتى يستخلفوا إنسانا ، فلما رجعوا من الجنازة جئ بالطعام ووضعت الموائد<br />
! فأمسك الناس عنها للحزن الذي هم فيه ، فقال العباس بن عبد المطلب : أيها الناس<br />
إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قد مات فأكلنا بعده وشربنا ومات أبو بكر فأكلنا بعده<br />
وشربنا وإنه لابد من الاجل فكلوا من هذا الطعام ، ثم مد العباس يده فأكل ومد الناس<br />
أيديهم فأكلوا</p>
<p>Ketika Umar ra terluka sebelum wafatnya, ia memerintahkan pada Shuhaib untuk memimpin shalat, dan memberi makan para tamu selama 3 hari hingga mereka memilih seseorang, maka ketika hidangan &#8211; hidangan ditaruhkan, orang &#8211; orang tak mau makan karena sedihnya, maka berkatalah Abbas bin Abdulmuttalib ra :</p>
<p>Wahai hadirin.., sungguh telah wafat Rasulullah saw dan kita makan dan minum setelahnya, lalu wafat Abubakar ra dan kita makan dan minum sesudahnya, dan ajal itu adalah hal yang mesti, maka makanlah makanan ini..!”, lalu beliau ra mengulurkan tangannya dan makan, maka orang – orang pun mengulurkan tangannya masing &#8211; masing dan makan. (Al Fawaidussyahiir Li Abi Bakar Assyafii juz 1 hal 288, Kanzul ummaal fii sunanil aqwaal wal af’al Juz 13 hal 309, Thabaqatul Kubra Li Ibn Sa’d Juz 4 hal 29, Tarikh Dimasyq juz 26 hal 373, Al Makrifah wattaarikh Juz 1 hal 110)</p>
<p>Kini saya ulas dengan kesimpulan :</p>
<p>1. Membuat jamuan untuk mengundang orang banyak dengan masakan yang dibuat oleh keluarga mayyit hukumnya makruh, walaupun ada yang mengatakan haram namun Jumhur Imam dan Muhadditsin mengatakannya Makruh.</p>
<p>2. Membuat jamuan dengan tujuan sedekah dan pahalanya untuk mayyit hukumnya sunnah, sebagaimana riwayat Shahih Bukhari seorang wanita mengatakan pada Nabi saw bahwa ibuku wafat, dan apakah ibuku mendapat pahala bila aku bersedekah untuknya?, Rasul saw menjawab : Betul (Shahih Bukhari hadits No.1322), bukankah wanita ini mengeluarkan uangnya untuk bersedekah..?,</p>
<p>3. Menghidangkan makanan seadanya untuk tamu yang datang saat kematian adalah hal yang mubah, bukan makruh, misalnya sekedar teh, atau kopi sederhana.</p>
<p>4. Sunnah Muakkadah bagi masyarakat dan keluarga tidak datang begitu saja dengan tangan kosong, namun bawalah sesuatu, berupa buah, atau uang, atau makanan, dengan landasan sabda Rasul saw : “Buatlah makanan untuk keluarga Jakfar, sungguh mereka sedang dirundung kesedihan”</p>
<p>5. Makan makanan yang dihidangkan oleh mereka tidak haram, karena tak ada yang mengharamkannya, bahkan sebagaimana riwayat yang akan saya sebutkan bahwa Umar bin Khattab ra memerintahkan untuk menjamu tamunya jika ia wafat</p>
<p>6. Boleh saja jika keluarga mayyit membeli makanan dari luar atau catering untuk menyambut tamu – tamu, karena pelarangan akan hal itulah yang akan menyusahkan keluarga mayyit, yaitu memasak dan merepotkan mereka.</p>
<p>7. Makruh jika membuat hidangan besar seperti hidangan pernikahan demi menyambut tamu dirumah duka Mengenai fatwa Imam Syafii didalam kitab I’anatutthaalibin, yang diharamkan adalah Ittikhadzuddhiyafah, (mengadakan jamuan besar), sebagaimana dijelaskan “Syara’a lissurur”, yaitu jamuan makan untuk kegembiraan. Namun bila diniatkan untuk sedekah, walau menyembelih 1.000 ekor kerbau selama 40 hari 40 malam atau menyembelih 1.000 ekor kambing selama 100 hari atau bahkan tiap hari sekalipun, hal itu tidak ada larangannya, bahkan mendapat pahala.</p>
<p>Demikian, bagaimana menurut Anda?</p>
<br />Filed under: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/aktivitas/'>Aktivitas</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/amanat/'>Amanat</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/apa-kata-guru/'>Apa kata Guru</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/hikmah/'>Hikmah</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/ibadah/'>Ibadah</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/inspirasi/'>Inspirasi</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/kajian-kitab/'>Kajian Kitab</a> Tagged: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/arawah/'>Arawah</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/islam/'>Islam</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/kematian/'>kematian</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/onew/'>Onew</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/religion-and-spirituality/'>Religion and Spirituality</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/tahlilan/'>Tahlilan</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/yasinan/'>Yasinan</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/yoona/'>Yoona</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/santribuntet.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/santribuntet.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/santribuntet.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/santribuntet.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/829/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=829&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/08/kenduri-arwah-tahlilan-menurut-ulama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		<georss:point>-6.798991 108.607871</georss:point>
		<geo:lat>-6.798991</geo:lat>
		<geo:long>108.607871</geo:long>
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kurt (SantriBuntet)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Mengikuti Haul Buntet Pesantren</title>
		<link>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/05/perjalanan-mengikuti-haul-buntet-pesantren/</link>
		<comments>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/05/perjalanan-mengikuti-haul-buntet-pesantren/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 18:27:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Kurtubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kultur]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Ziarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=824</guid>
		<description><![CDATA[Haul kemarin, 4 April 2011. Dalam perhelatan acara puncak haul  dihadiri ribuan pengunjung, saya sempat menghadiri acara ini, meskipun hanya pada mement acara Ziarah ke makbaroh Gajah Ngambung juga mengikuti sesi acara puncak haul pada malam harinya. Akses ke Buntet Jum&#8217;at sore tanggal 2 April 2011 berangkat dari Gambir menuju Setasiun Cirebon, dengan hanya memakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=824&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 149px"><img class="caption  " style="margin-left:8px;margin-right:8px;border-color:currentColor;border-style:none;border-width:0;" title="silaturahmi ke salah satu kyai muda buntet pesantren" src="https://lh3.googleusercontent.com/_jfaxn4JE79c/TZn3zsiTLEI/AAAAAAAACco/Gj8V9K7f4WM/haul.JPG" alt="perjalanan Haul" width="139" height="171" border="0" /><p class="wp-caption-text">silaturahmi ke salah satu kyai muda buntet pesantren</p></div>
<p><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;">Haul kemarin, 4 April 2011. Dalam perhelatan acara puncak haul  dihadiri ribuan pengunjung, saya sempat menghadiri acara ini, meskipun hanya pada mement acara Ziarah ke makbaroh Gajah Ngambung juga mengikuti sesi acara puncak haul pada malam harinya.</span></span></p>
<hr />
<p><strong><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;">Akses ke Buntet </span></span></strong></p>
<p><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;">Jum&#8217;at sore tanggal 2 April 2011 berangkat dari Gambir menuju Setasiun Cirebon, dengan hanya memakan waktu 3 jam, padahal dengan bus antar kota biasanya memakan waktu 5-6 jam. Dengan biaya tiket bisnis Rp. 100-an ribu, Cirebon Ekspress termasuk mahal dibanding menuju kota lain tetapi terbayar dengan cepatnya kereta ini menuju kota Cirebon, menjadi incaran para pemudik menuju Cirebon.<br />
</span></span></p>
<p><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;"><span id="more-824"></span>Kereta Cirebon-Ekspres sangat nyaman dinaiki meski cukup padat penumpangnya, dan bersyukur sampai tujuan dengan selamat. Dari Setasiun Kota Cirebon, saya langsung menuju terminal bus Cirebon untuk mendapatkan mobil angkot menuju Buntet Pesantren via Kanci. Jarak tempuh sekitar 25 kilometer ini, ditempuh kurang lebih 10-15 menit. </span></span></p>
<p><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;">Untuk mendapatkan mobil kita tidak perlu masuk ke terminal bus, akan tetapi cukup banyak tersedia mobil angkot yang berada di depan terminal. Tanpa susah mencari, para kenek akan menawarkan jasanya dengan mengetakan &#8220;Sindang-sindaaaang&#8221;. </span></span></p>
<p><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;">Karena kendaraan kecil ini tidak ngetem di dalam terminal tetapi di luar. Ongkosnya cukup murah hanya 3000 saja seperti Metro Mini di Jakarta. Namun jangan lupa untuk memesan kepada kondektur kalau turunnya di LPI Buntet Pesantren. </span></span></p>
<p><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;">Sesampainya di pertigaan LPI, saya langsung turun, dan beberapa tukang ojek serta becak menawarkan jasanya. Saya memeilih tidak mengambil jasa mereka, karena jalan dari pintu gerbang menuju Kompleks pesantren ini sudah dipadati pengunjung dan di sisi kanan kirinya sudah penuh dengan pedagang. Tentunya, suasana ramai ini bisa dinikmati dengan jalan kaki. Sebab jika naik becak atau ojek, akan mengganggu jalan karena macet.<br />
</span></span></p>
<p><strong><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;">Haul dan Tradisi</span></span></strong></p>
<p><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;">Haul yang dilaksanakan setiap tahun di kampung saya ini, merupakan tradisi yang sudah mengakar. Akar budayanya adalah silaturahmi. Karenanya, haul telah diselenggarakan setiap tahun. Sudah ratusan tahun lalu. Konon sudah dimulai sejak Pondok Pesantren ini berdiri sekitar abad ke-18 lalu.</span></span></p>
<p>Setiap tahun yang biasanya diselenggarakan pada bulan April ini, juga tidak berubah dari tahun ke tahun. Pengunjung memadati perkampungan ini. Para pedagangan yang menjajakan bisnisnya mendirikan tenda-tenda dagangan. Pengunjung dari penduduk sekitar kampung pesantren ini pun akhirnya menikmati suasana keramaian setiap tahun. Tidak dipungkiri, aliran uang dalam perhelatan tahun ini membawa berkah bagi pedagang.</p>
<p>Pada tahun ini, Buntet Pesantren mengadakan haul dengan mengambil rangkaian acara dimulai sejak 4 hari sebelum acara inti, 2 April 2011. Sejak awal bulan ini, berturut-turut diadakan seminar keagamaan, pengobatan gratis untuk 100 pasien, sunatan massal, ziarah ke makbaroh Gajah Ngambung dan diakhiri oleh pengajian akbar di alun-alun Pesantren.</p>
<p>Tamu dari berbagai kalanganpun hadir, mulai dari pejabat, presiden, tokoh masyarakat dan dari kalangan ulama serta undangan untuk para orang tua santri, alumni dan sanak keluarganya.</p>
<p>Yang menarik dari peristiwa haul tahunan di Buntet Pesantren ini adalah hadirnya semua presiden RI, para menteri dan juga pejabat daerah. Memang tidak dipungkiri kehadiran mereka adalah ajang yang sangat tepat tidak saja untuk mempromosikan kedudukanya, juga untuk bertatap muka dengan masyarakat.</p>
<p>Tidak dipungkiri, haul yang dikunjungi ratusan bahkan ribuan ini, akhirnya menjadi haul akbar yang melibatkan semua komponen pesantren seperti kyai dan warga masyarakat; keluarga santri dan para alumninya juga para pejabat serta petinggi di negeri ini kadang memanfaatkn moment haul ini untuk ajang pencitraaan.</p>
<p>Tujuan utama dari peristiwa haul tidak lain untuk menjalin silaturahmi yang intens antara pesantren sebagai komunitas keagamaan. Silaturahmi yang dibangung lewat haul ini sangat tepat dan bisa menjadi ajang silaturahmi yang alami dan bermanfaat.</p>
<p>Bagi orang tua santri dapat berkunjung dan menemui anak-anaknya serta keluarga santri. Di samping itu, berkumpulnya para orang tua santri dengan anak-anaknya ini dapat memberikan nuansa keakraban dan sharing antar orang tua yang biasanya datang setiap bulan tanpa bertemu dengan orang tua santri lainnya. Dengan Haul dapat berkumpul bersama, menggagas program dan berbagai bentuk curah ide bagi kemajuan lainnya.</p>
<p>Sedangkan bagi para alumni Pondok, saat haul adalah saat tepat untuk berbagai dan bertemu dengan alumni lainnya. Dengan berkumpul dari rumah kyai, alumni dari berbagai penjuru kampung ini, bisa bertatap muka kembali dengan mereka, berdiskusi dan memberikan secercah harapan melalui temu alumni.</p>
<p>Bagi keluarga Kyai tentu saja memberikan suasa yang membahagiakan karena dihadiri oleh tamu-tamu yang tentu saja membawa keberkahan tersendiri. Mereka yang datang biasanya bertemu, bersalaman dan bercengkarama. Selanjutnya para tamu dihidangkan berbagai suguhan yang istimewa.</p>
<p>Intinya, keakraban dapat terciptakan lewat jalinan silaturahmi yang intensfi karena bertemunya semua komponen santri dan juga para orang tuanya.</p>
<p>Haul sebagai tradisi karenanya, dipertahankan di Buntet Pesantren ini, karena membawa hal-hal kebaikan dan manfaat yang tidak kecil.</p>
<p><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;">Santribuntet, lulusan MANU 2008</span></span></p>
<p><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;">http://www.santribuntet.wordpress.com</span></span></p>
<p><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="border-collapse:separate;color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;letter-spacing:normal;line-height:normal;orphans:2;text-indent:0;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;font-size:medium;"><span style="color:#222222;font-family:Georgia,Utopia,'Palatino Linotype',Palatino,serif;font-size:15px;line-height:21px;"><br />
</span></span></p>
<br />Filed under: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/aktivitas/'>Aktivitas</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/kultur/'>Kultur</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/lingkungan/'>Lingkungan</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/pesantren/'>Pesantren</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/ziarah-2/'>Ziarah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/824/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/824/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/santribuntet.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/santribuntet.wordpress.com/824/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/santribuntet.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/santribuntet.wordpress.com/824/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/824/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/824/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/824/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=824&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/05/perjalanan-mengikuti-haul-buntet-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.798991 108.607871</georss:point>
		<geo:lat>-6.798991</geo:lat>
		<geo:long>108.607871</geo:long>
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kurt (SantriBuntet)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://lh3.googleusercontent.com/_jfaxn4JE79c/TZn3zsiTLEI/AAAAAAAACco/Gj8V9K7f4WM/haul.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">silaturahmi ke salah satu kyai muda buntet pesantren</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beriziarah Haul 2011</title>
		<link>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/05/beriziarah-haul-2011/</link>
		<comments>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/05/beriziarah-haul-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 17:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Kurtubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kultur]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[buntetpesantren]]></category>
		<category><![CDATA[haul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=821</guid>
		<description><![CDATA[Mengikuti rangkaian Ziarah pada moment haul Buntet Pesantren sangat menarik. Karena setiap moment ziarah ini memberikan nuansa yang memberikan kedekatan kepada para guru dan masyayikh di lingkungan Pesantren tua ini. Ada ribuan pengunjung setiap moment ziarah haul yang dilangsungkan setiap tahun ini. Saya bersama kawan sempat mengikuti acara ini, bahkan dapat meliput dan mengabadikan moment [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=821&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 203px"><img title="santribuntet" src="https://lh3.googleusercontent.com/_jfaxn4JE79c/TZlQ5LiRqsI/AAAAAAAACYA/lxrB294BsA4/s640/IMG_2555.JPG" alt="haul" width="193" height="147" /><p class="wp-caption-text">KH. Syifa Akyas memimpin doa ziarah haul Buntet Pesantren</p></div>
<p>Mengikuti rangkaian Ziarah pada moment haul Buntet Pesantren sangat menarik. Karena setiap moment <a class="zem_slink" title="Ziyarat" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ziyarat">ziarah</a> ini memberikan nuansa yang memberikan kedekatan kepada para guru dan masyayikh di lingkungan Pesantren tua ini. Ada ribuan pengunjung setiap moment ziarah haul yang dilangsungkan setiap tahun ini. Saya bersama kawan sempat mengikuti acara ini, bahkan dapat meliput dan mengabadikan moment ziarah ini.</p>
<p>Ziarah sebagaimana diketahui oleh mayoritas masyarakat muslim merupakan rangkaian pembacaaan <a class="zem_slink" title="Ayah" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ayah">ayat</a> al quran, tahlil, shoalawat, dan diakhiri dengan doa untuk keselamatan para almarhumin (yang telah meninggal dunia).</p>
<p><span id="more-821"></span>Pada ziarah haul ini, doa yang dipanjatkan adalah doa-doa yang sering dikumandangkan berdasarkan hadits-hadits Rasululah saw.</p>
<p>Rangkaian acara ziarah dimulai dari pembukaan oleh kyai Muda, Al Ustadz, Ade Nasekh lalu dilanjutkan dengan tausiah oleh KH. Zaelani <a class="zem_slink" title="Imam" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Imam">Imam</a> yang mengisahkan perjalanan sesepuh Buntet Pesantren KH. Abdul Jamil dan KH. <a class="zem_slink" title="Abbas (actor)" rel="homepage" href="http://www.actorabbas.com/">Abbas</a> yang telah berjasa dalam menegakkan kemerdekaan <a class="zem_slink" title="Indonesia" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.175,106.828333333&amp;spn=10.0,10.0&amp;q=-6.175,106.828333333%20%28Indonesia%29&amp;t=h">Republik Indonesia</a>.</p>
<p>Namun sayangnya bahasa pengantarnya menggunakan bahasa jawa, sehingga mayoritas pendengarnya tidak semuanya mengerti. Namun meski demikian para tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia itu tetap khusu mendengarkannya.</p>
<p>Suasana hening, tenang dan syahdu mengiringi acara ziarah. Pusat kegiatan ziarah ditempatkan di pendopo bagian tengah pemakaman. Bangunan yang hanya dibatasi tembok dan tanpa dindingkan ini sangat jelas terlihat dari kejauahan dan bisa dilihat oleh para peziarah yang memadati pemakaman. Disamping suara megaphone yang cukup kencang memudahkan para peziarah mengikuti dzikir dan doa.</p>
<p>Tidak ada satu dua orangpun yang mengobrol di areal pemakaman saat orasi dikumandangkan. Begitu juga saat tahlilan yang dipimpin oleh KH. Abdullah Syifa AKyas dan pembacaan ayat suci al quran oleh cucu KH. Akyas.</p>
<p>Setelah dua jam berakhir, maka sebagai penutup rangkaian ziarah dikumandangkan doa terakhir. Para peziarah terlihat khusu&#8217; mendengarkan doa dari KH. Abdullah Syifa. Doa yang dikumandangkan tidak jauh dari doa-doa untuk para sesepuh dan almarhumin para orang tua dan seluruh muslimin dan muslimat. Tidak ada doa permintaan khusus kepada para penghuni kuburan, akan tetapi doa senantiasa dipanjatkan kepada <a class="zem_slink" title="Allah" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Allah">Allah</a> <a class="zem_slink" title="Standard Widget Toolkit" rel="homepage" href="http://www.eclipse.org/swt/">SWT</a> untuk memberikan ampunan dan maghfirah kepada para almarhum.</p>
<p>Setelah acara berlalu, para peziarah satu demi satu meninggalkan aeral pemakaman namun ada beberapa rombongan tamu masih menyempatkan diri untuk berziarah kepada kyai-nya masing-masing. Ada pula yang sengaja menyembpatkan diri untuk membaca doa bagi orang tuanya yang dimakamkan di situ.</p>
<p>Galelry Foto-foto saat Ziarah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber foto:</p>
<table style="width:auto;" width="158">
<tbody>
<tr>
<td><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/bdQH17-1ZT8Fzd2UrRkrTQ?feat=embedwebsite"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/_jfaxn4JE79c/TZlQ5LiRqsI/AAAAAAAACYA/lxrB294BsA4/s144/IMG_2555.JPG" alt="" width="144" height="108" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="font-family:arial,sans-serif;font-size:11px;text-align:right;">From <a href="https://picasaweb.google.com/104584785787770437310/FotoFotoAcaraZiarahHaulBuntetPesantrenApr42011?feat=embedwebsite">Foto-foto Acara Ziarah haul Buntet Pesantren (Apr 4, 2011)</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Foto-foto Acara Ziarah haul Buntet Pesantren (Apr 4, 2011)</p>
<br />Filed under: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/aktivitas/'>Aktivitas</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/dunia-pesantren/'>Dunia Pesantren</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/hikmah/'>Hikmah</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/kultur/'>Kultur</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/peristiwa/'>Peristiwa</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/pesantren/'>Pesantren</a> Tagged: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/buntetpesantren/'>buntetpesantren</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/tag/haul/'>haul</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/santribuntet.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/santribuntet.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/santribuntet.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/santribuntet.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/821/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=821&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/05/beriziarah-haul-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.798991 108.607871</georss:point>
		<geo:lat>-6.798991</geo:lat>
		<geo:long>108.607871</geo:long>
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kurt (SantriBuntet)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://lh3.googleusercontent.com/_jfaxn4JE79c/TZlQ5LiRqsI/AAAAAAAACYA/lxrB294BsA4/s640/IMG_2555.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://lh3.googleusercontent.com/_jfaxn4JE79c/TZlQ5LiRqsI/AAAAAAAACYA/lxrB294BsA4/s144/IMG_2555.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Iwan Fals Adakan Konser di Buntet Pesantren</title>
		<link>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/04/iwan-fals-adakan-konser-di-buntet-pesantren/</link>
		<comments>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/04/iwan-fals-adakan-konser-di-buntet-pesantren/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 16:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M. Kurtubi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=817</guid>
		<description><![CDATA[Tidak disangka jika musisi kondang yang bernama Virgiawan Listianto atau Iwan Fals ini mengadakan tour&#160; musik (9/3) yang dikenal dengan Perjalanan Sepiritual di Buntet Pesantren, Cirebon. Sebab selama ini belum pernah ada konser musik diadakan pesantren ini. Tentu saja sambutan meriah dari para warga muda pecinta Iwan Fals ini berjubel. Ribuan penonton dan simpatisan berbaur. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=817&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 295px"><img title="Iwan Fals" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQVyuyTfsIPDl5JXvFbUwx3Ku5t6cji2FfYPBPHT5PWvYuO1E8rSg" alt="Iwan Fals di Buntet Pesantren" width="285" height="177" /><p class="wp-caption-text">Iwan Fals di Buntet Pesantren</p></div>
<p>Tidak disangka jika musisi kondang yang bernama Virgiawan Listianto atau <a class="zem_slink" title="Iwan Fals" rel="lastfm" href="http://www.last.fm/music/Iwan%2BFals">Iwan Fals</a> ini mengadakan tour&nbsp; musik (9/3) yang dikenal dengan Perjalanan Sepiritual di Buntet Pesantren, <a class="zem_slink" title="Cirebon" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.71666666667,108.566666667&amp;spn=0.1,0.1&amp;q=-6.71666666667,108.566666667%20%28Cirebon%29&amp;t=h">Cirebon</a>. Sebab selama ini belum pernah ada konser musik diadakan pesantren ini. Tentu saja sambutan meriah dari para warga muda pecinta Iwan Fals ini berjubel. Ribuan penonton dan simpatisan berbaur. Ada ceramah dari KH. Abbas Billy Yacshsie sebagai upaya menenangkan massa saat ribut penonton.</p>
<div id="post-body-1635017423020691411"><span id="more-817"></span>Iwan  Fals mengadakan kunjungan Perjalanan Spiritual di Buntet Pesantren,  Cirebon, Rabu (9/3). Dalam suasana yang meriah masyarakat dan warga muda  pecinta musisi yang sarat menyuarakan keprihatinan masyarkat itu  disambut meriah.&nbsp;</p>
<p>Buntet Pesantren belum pernah kedatangan musisi apalagi menggelar  konser. Namun baru tahun ini, seorang musisi yang banyak penggemarnya  ini datang dalam tema &#8220;perjalanan spiritual&#8221;. Ratusan massa mendatangi  perhelatan konser yang meriah ini disambut gembira, karena memang belum  pernah ada konser musik di kampung ini.</p>
<p><strong>Sempat Ricuh</strong><br />
Kalau saja tidak diantisipasi oleh aparat keamanan, maka kerusuhan kecil  bisa menyulut kerusuhan lebih besar lagi. Berdasarkan pantauan di  lapangan, sempat terjadi kerusuhan menyusul adanya dorongan antar  penonton.</p>
<p>Dalam pentas yang berkolaborasi dengan santri tersebut awalnya penonton  disuguhi lantunan lagu dan musik Timur Tengah seperti ballasik dan  kasidah yang disampaikan <a class="zem_slink" title="M. H. Lukman" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/M._H._Lukman">Lukman</a> dan kawan-kawan. Selanjutnya grup musik  komunitas Orang <a class="zem_slink" title="Indonesia" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.175,106.828333333&amp;spn=10.0,10.0&amp;q=-6.175,106.828333333%20%28Indonesia%29&amp;t=h">Indonesia</a> (OI) Cirebon. Namun, ketika lagu kedua  dilantunkan, kekisruhan antarpenonton terjadi.</p>
<p>Aksi saling lempar sandal, botol air mineral, bahkan batu kecil dan kayu  mengacaukan suasana pentas. Kekisruhan terhenti ketika pantia melerai  dan mengambil kayu yang dijadikan pengikat bendera. Dan untuk  mendinginkan suasana yang memanas, salah seorang sesepuh Pondok  Pesantren Buntet, KH. Zaelani dan dai&#8217;i muda KH. Dr. Abbas Billi  Yachsie, memberikan tausiah dan berdoa.</p>
<p>KH. Abbas Billi mengajak penonton untuk menciptakan suasana kondusif.  Apalagi, sangat tidak pantas apabila terjadi keributan di lokasi yang  masih di kawasan <a class="zem_slink" title="Pesantren" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pesantren">pesantren</a>. Menurut dia, Imam Syafi&#8217;i dan <a class="zem_slink" title="Ghazali" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ghazali">Imam  Al-Ghazali</a> yang sangat dihormati umat <a class="zem_slink" title="Islam" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> merupakan ulama besar yang  juga menyenangi kesenian. Musik merupakan salah satu cara untuk  mendekatkan diri kita kepada Allah <a class="zem_slink" title="Standard Widget Toolkit" rel="homepage" href="http://www.eclipse.org/swt/">SWT</a>.</p>
<p>Babas (sapaan kiyai Abbas Billi-red) juga menyambut baik penyanyi  legendaris Iwan Fals dalam rangka mengunjungi pesantren-pesantren di  Indonesia. &#8220;Niat baik Iwan Fals harus kita dukung bersama sebagai syiar  Islam dan memadukan antara seni serta spritual,&#8221; katanya.</p>
<p>Beberapa penonton yang diamankan mengalami luka lebam dan pendarahan  pada bagian hidung setelah saling serang. &#8220;Mereka yang ribut dan  berkelahi dibawah pengaruh minuman keras. Ketahuan dari bau minuman dari  mulut mereka,&#8221; kata salah seorang pengasuh pondok pesantren yang juga  anggota DPRD Kab. Cirebon,. M. Nouval. Setelah kekisruhan bisa  dikendalikan, selanjutnya Iwan Fals melantunkan beberapa lagu yang mampu  menghipnotis para penggemarnya.</p>
<p>Menurut M. Nouval, Iwan Fals tiba di Buntet Pesantren sejak Selasa (8/3)  kemarin. Pada pagi harinya melakukan penanaman pohon secara simbolis  bersama pejabat daerah di lingkungan pesantren. Kunjungan Iwan Flash ke  Buntet merupakan yang ke -33. Sesuai rencana, penyanyi yang awalnya  melejit lewat lagu &#8220;Umar Bakri&#8221; itu akan mengunjungi sebanyak 99 pondok  pesantren di <a class="zem_slink" title="Nusantara" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nusantara">Nusantara</a>. (A-146/C-17/das)***</p>
<p><a class="zem_slink" title="Sumber" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sumber">Sumber</a> : http://www.pikiran-rakyat.com/node/137589<br />
<a title="blogku" href="http://www.kurtubi.com" target="_blank">www.kurtubi.com</a></p>
</div>
<div><a title="blog buntetpesantren" href="http://buntetcirebon.blogspot.com/2011/04/perjalanan-spiritual-iwan-fals-di.html" target="_blank">Blog BuntetPesantren</a></div>
<div><a title="blog buntetpesantren" href="http://buntetcirebon.blogspot.com/2011/04/perjalanan-spiritual-iwan-fals-di.html" target="_blank"><br />
</a></div>
<br />Filed under: <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/lingkungan/'>Lingkungan</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/peristiwa/'>Peristiwa</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/pesantren/'>Pesantren</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/sastra/'>sastra</a>, <a href='https://santribuntet.wordpress.com/category/tokoh/'>Tokoh</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/santribuntet.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/santribuntet.wordpress.com/817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/santribuntet.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/santribuntet.wordpress.com/817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/817/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&amp;blog=672286&amp;post=817&amp;subd=santribuntet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://santribuntet.wordpress.com/2011/04/04/iwan-fals-adakan-konser-di-buntet-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.798991 108.607871</georss:point>
		<geo:lat>-6.798991</geo:lat>
		<geo:long>108.607871</geo:long>
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kurt (SantriBuntet)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQVyuyTfsIPDl5JXvFbUwx3Ku5t6cji2FfYPBPHT5PWvYuO1E8rSg" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan Fals</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
