<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SANTRI BUNTET</title>
	<atom:link href="http://santribuntet.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://santribuntet.wordpress.com</link>
	<description>Wishing to be santri anywhere...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Jan 2009 07:32:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8706d840c44be004c8dbf02747024fb4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SANTRI BUNTET</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Salam apa daun salam&#8230;</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2009/01/04/salam-apa-daun-salam/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2009/01/04/salam-apa-daun-salam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 07:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[konpensasi]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[timur tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/2009/01/04/salam-apa-daun-salam/</guid>
		<description><![CDATA[
Ada satu alasan kenapa Israel menyerang jalur Gaza yaitu mereka mendapat serangan berupa roket kecil dari Hamas kepada penduduk Israel. Korban warga sipil israel tidak seberapa, namun dibalas dengan begitu massif korbannya. Wajarkah alasannya?
Irak dibombardir, apa saja yang penting dibom, hanguskan semuanya dulu, urusan dialog di belakang. Kenapa Amerika menyerang Irak, karena Irak dianggap menyimpan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=326&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7d/Peace-3langs.svg/575px-Peace-3langs.svg.png" alt="" width="387" height="403" /></p>
<p>Ada satu alasan kenapa Israel menyerang jalur Gaza yaitu mereka mendapat serangan berupa roket kecil dari Hamas kepada penduduk Israel. Korban warga sipil israel tidak seberapa, namun dibalas dengan begitu massif korbannya. Wajarkah alasannya?</p>
<p>Irak dibombardir, apa saja yang penting dibom, hanguskan semuanya dulu, urusan dialog di belakang. Kenapa Amerika menyerang Irak, karena Irak dianggap menyimpan senjata nuklir.  Alasan itulah yang dipakai negara ini dan merasa absah bin legal.</p>
<p><span id="more-326"></span>Roket Hamas yang menerang Penduduk Israel membuat mereka sangat dihantui ketakuan yang luar biasa dari tindakan hamas ini.</p>
<p>Karena merasa negara ini kuat baik teknologi dan persenjataan, masa kalah dengan kelompok sekecil Hamas. Maka pecahlah perang terbuka, menyerang dengan cara seperti biasa: Membabi buta, mencari tikus satu kelurahan di bombardir. Jadi apapun tindakan kekerasan itu ada alasan yang memberi cap sah melakukan tindakannya, setidaknya benar menurut kacamatanya sendiri.</p>
<p>***</p>
<p>Bagaimanapun hampir setiap kejadian kekerasan selalu ada upaya pembenarannya. Dalam bahasa psikologi *halah* disebut konpensasi.</p>
<p>Tidak usah jauh-jauh melihat ke Palestina, Irak atau kejadian perang di manapun. Di negara kita sendiripun demikian. Setiap tindakan kekerasan pasti ada sederet alasan yang melatar belakangi.</p>
<p>Kekerasan etnis di Sampit, Ambon dan lain-lain tanyakanlah kepada mereka yang memulai tindakan kekerasan itu, pasti ada alasan yang dianggap sah dan legal meski versi sendiri.</p>
<p>Begitupula kejadian yang baru berselang di  Monas dulu, kekerasan itu tidak akan terjadi kalau tidak panas-panasi. Dipanas-panasi,  merupakan pembenar yang bisa dijadikan alasan. Siapapun kalau dihina, dimaki, diteror pasti  akan melakukan pembelaan dan pembalasan. Masih untung di monas korban hanya dipentungi, namun naas bagi warga Palestinya, dan Irak, mereka dibumi hanguskan.  Atas nama kebenaran, atas nama Tuhan, atas nama ketidakadilan, atas nama etnis, atau politik sekalipu pokoknya whatever, semuanya bisa menjadi pembenar tindakan kekerasan.</p>
<p>Hemat saya, selama kekerasan yang dilakukan atas nama apapun labelnya, <strong>selama masih merasa benar jare dewek</strong>, bahkan mengatasnamakan perang suci namun dengan cara yang tidak suci, maka peperangan, menumpahkan darah akan mudah terlihat di televisi kita.</p>
<p>Jadi siap-siap saja tahun-tahun ke depan akan banyak tontonan kekerasan massif bermotif agama, etnis, idiologi dan lain-lain. Akan banyak bom dan roket berseliweran di atamosfir bumi ini.</p>
<p>Salam, damai, atau apalah istilahnya, hanya bisa dinikmati untuk kalangan sendiri. Sementara manfaat dari salam itu kurang berimbas kepada komunitas lain.</p>
<p>Mestinya, manfaat makan adalah untuk saat tidak makan. Demikian juga bisa dikatakan Agama selayaknya bermanfaat untuk kehidupan semua orang bahkan orang lain merasa aman,  dan manfaat.</p>
<p>Sepertinya, salam dianggap hal yang tidak penting. Salam (damai) hanyalah milik sayur opor ayam yang bila tanpa daun salam, maka hambarlah rasa dan aromanya.</p>
Posted in Uncategorized Tagged: kiamat, Konflik, konpensasi, perang, timur tengah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=326&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2009/01/04/salam-apa-daun-salam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7d/Peace-3langs.svg/575px-Peace-3langs.svg.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kiamat</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/31/kiamat/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/31/kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 05:55:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/31/kiamat/</guid>
		<description><![CDATA[Kimat bukan saja di Palestina. Hujam bom menghanguskan segala yang ada. karena oksigen di sekitar bom yang meledak tersedot habis diubah menjadi karbon, termasuk tubhpun ikut menjadi arang. Jika saja bom sebesar kepalan tangan dijatuhkan, maka radius oksigen yang tersedot semakin luas. Jika suatu ketika &#8220;bom atom&#8221; dari &#8220;alam sana&#8221; benar-benar dijatuhkan di bumi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=318&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="wp-caption alignleft" style="width: 426px"><a href="http://weltranis.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/anak_israel.jpg"><img title="Peluru" src="http://weltranis.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/anak_israel.jpg" alt="Peluru siap dihujani" width="416" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Peluru siap dihujani</p></div>
<p>Kimat bukan saja di Palestina. Hujam bom menghanguskan segala yang ada. karena oksigen di sekitar bom yang meledak tersedot habis diubah menjadi karbon, termasuk tubhpun ikut menjadi arang. Jika saja bom sebesar kepalan tangan dijatuhkan, maka radius oksigen yang tersedot semakin luas. Jika suatu ketika &#8220;bom atom&#8221; dari &#8220;alam sana&#8221; benar-benar dijatuhkan di bumi yang penuh oksigen ini, maka habislah kehidupan di bumi ini, dan kiamatpun dengan mudahnya terjadi.</p>
<p><span id="more-318"></span>Gambaran itu cuma sekilas pikiran saja, karena lama tidak menulis dan sangat kaku memainkan kata-kata kalau sudah begitu lama libur. Saya ingin mengatakan apakah dalam diri saya juga telah terjadi tanda-tanda kiamat? Setidaknya kiamat dari tulis menulis, kiamat dari kepedulian, dan lebih mengerikan lagi kiamat terhadap urusan orang lain.</p>
<p>Bumi mendekati kerusakan konon karena air yang menopangnya menjadi berkurang, bahkan oksigen ikut rusak karena berbagai polutan menyelimuti udara ini.</p>
<p>Dalam diri manusia menurut Imam Ali r.a. adalah juga gambaran dunia ini. di dalam diri ada gunung, ada sungai, ada hawa, ada udara, ada daratan ada lautan, ada juga air, oksigen juga ada hutan lebat. Di dalam tubuh juga ada tempat2 yang nikmat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ada juga tempat yang menyakitkan.</p>
<p>Planet lain sedang diburu apakah ada kehiudpan atau tidak. Oksigen merupakan unsur kehidupan yang kemudian membetuk berbagai ikatan molekul seperti air. Jika air ada dalam diri manusia maka artinya ada unsur hidup. Jika &#8220;air&#8221; dalam fikir maka fikiranpun akan mengalir deras, jika air mengumpul dan bening itu ada dalam hati maka si hati akan memberikan kedamaian dan kesejukan persis seperti hawa air pegunungan nan sejuk.</p>
<p>Saya heran, kekurangan air yang ada di alam ini juga terjadi dalam diri manusia.  Tidak sedikit orang-orang yang suka kekerasan, suka berperang, suka menghantam orang lain, tidak lain karena unsur airnya dan oksigennya menguap kalau tidak &#8220;direboisasi&#8221; maka dikawatirkan akan menjadi kiamat sesungguhnya.</p>
<p>Bulan baru, tahun baru, tentu air dan oksigen yang baru. Dan ternyata menulis, kepedulian, rela berkorban, ikhlas beramal dan juga kasih sayang adalah membutuhkan energi air yang kini semakin mahal dan mulai sulit di cari..</p>
<p>Jadi, bagi-bagi dong air yang aada dalam diri kamu&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
selamat tahun baru!</p>
Posted in Uncategorized Tagged: Hikmah, kiamat, perang, refleksi, tahun baru <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/318/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=318&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/31/kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://weltranis.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/anak_israel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Peluru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukan Cacat Jiwa</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/27/cacat-jiwa/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/27/cacat-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 09:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Modernisasi]]></category>
		<category><![CDATA[cacat]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Tuna grahita]]></category>
		<category><![CDATA[tuna rungu]]></category>
		<category><![CDATA[YPAC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/27/cacat-jiwa/</guid>
		<description><![CDATA[
Ada keasikan tersendiri saat saya selama lima hari bergaul dengan para penyandang tuna rungu, dan tuna-tuna lainnya yang jelas tidak ada tuna wisma. Kami bertemu dalam sebuah perhetalan pelatihan komputer tingkat lanjut yang disponsori oleh Disnakertrans bekerjasama dengan Koperasi Purna Bakti Astra (AHM) Indonesia.
Selama lima hari itu saya hanya memberikan tutuorial standar bagaimana mengoperasikan komputer [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=302&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><img class="size-full wp-image-308 alignleft" title="suasana akhir pelatihan. Bersama mereka sungguh mengasikkan. " src="http://santribuntet.files.wordpress.com/2008/12/suasana-latihan.jpg?w=276&#038;h=206" alt="suasana akhir pelatihan. Bersama mereka sungguh mengasikkan. " width="276" height="206" /></p>
<p style="text-align:left;">Ada keasikan tersendiri saat saya selama lima hari bergaul dengan para penyandang tuna rungu, dan tuna-tuna lainnya yang jelas tidak ada tuna wisma. Kami bertemu dalam sebuah perhetalan pelatihan komputer tingkat lanjut yang disponsori oleh Disnakertrans bekerjasama dengan Koperasi Purna Bakti Astra (AHM) Indonesia.</p>
<p style="text-align:left;">Selama lima hari itu saya hanya memberikan tutuorial standar bagaimana mengoperasikan komputer office. Namun yang menarik adalah mereka yang terlihat tidak mepunyai tangan seperti biasanya, begitu pula anggota badan lainya tidak lengkap namun rasa untuk belajar dan memahami keadaan diri yang dianggap serba kekurangan itulah yang membuat saya ta&#8217;jub pada mereka.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-302"></span>Satu hal yang juga kenapa saya nyaman bersama mereka, karena mereka belajar lebih serius dan mudah menangkap dan cepat mengerti. Bayangkan saja meski suaranya haa hooo haa hooo saat berkomunikasi dengan teman senasibnya, namun begitu diberi soal If condition yang cukup rumit digabung dengan dengan fungsi left/right, mereka selesaikan dengan cepat, tanpa banyak cakap. Ya iyalah wong mereka tidak bisa ngomong tapi penuh isyarat.</p>
<p style="text-align:left;">Kondisi ini berbeda saat saya melatih ratusan orang yang dibina oleh P2KP di sebuah kelurahan binaan P2KP di wilayah selatan DKI. Disamping manja khususnya bagi anak-anak &#8220;ABG&#8221; juga bagi yang generasi manula menggerakkan mouse saja masih takut-takut.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:left;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-305" title="Akrab bersama tuna rungu" src="http://santribuntet.files.wordpress.com/2008/12/bs083615126153409.jpg?w=460&#038;h=345" alt="Hanya tuna rungu" width="460" height="345" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Hanya tuna rungu. Di balakanga si kumis, adalah para tuna rungu. Mereka peserta tebaik di kelas saya. Mereka cantik dan ganteng, tapi juga fasih bicara bahasa isyarat dan familir dengan komputer. Sayang negara belum banyak berbuat banyak untuk kelangsungan nasib kerja mereka. </dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:left;">Ternyata, belatih 2 bulan komputer bersama jenis manusia yang normal itu kesannya tidak seasik saat melatih para tuna meski hanya lima hari.</p>
<p style="text-align:left;">Terima kasih buat teman-teman yang banyak memberikan pelajaran hidup buat saya. Anda yang ditakdirkan memiliki cacat tubuh tapi tidak cacat jiwa, banyak memberikan pelajaran buat kami- yang merasa normal. Namun sebaliknya, yang cacat jiwa justru yang merusak tatanan sosial budaya dan bangsa. Saat ini sudah centang perenang menemui orang yang cacat jiwa di negara ini.</p>
Posted in Aktivitas, Hikmah, Inspirasi, Keajaiban, Lingkungan, Modernisasi Tagged: Aktivitas, cacat, Komputer, Tuna grahita, tuna rungu, YPAC <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/302/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=302&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/27/cacat-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://santribuntet.files.wordpress.com/2008/12/suasana-latihan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">suasana akhir pelatihan. Bersama mereka sungguh mengasikkan. </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://santribuntet.files.wordpress.com/2008/12/bs083615126153409.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Akrab bersama tuna rungu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>VIEW</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/19/view/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/19/view/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 12:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[posting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/19/view/</guid>
		<description><![CDATA[Tampilan baru di dasboard WP keren juga setelah sekian lama tidak &#8220;ta&#8217;ziah&#8221; ke blog ini. Entahlah aroma udara ide sedang mengalir bukan kemari.
Apapaun alasannya, berhenti lama ngeblog dan tidak jalan-jalan ke rumah tengga, itu belum diatur dalam undang-undang. Paling tidak saya memenuhi syarat itu dengan cara mengatakan : saya minta maaf teman-teman.
Posted in Aktivitas, Uncategorized [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=291&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tampilan baru di dasboard WP keren juga setelah sekian lama tidak &#8220;ta&#8217;ziah&#8221; ke blog ini. Entahlah aroma udara ide sedang mengalir bukan kemari.</p>
<p>Apapaun alasannya, berhenti lama ngeblog dan tidak jalan-jalan ke rumah tengga, itu belum diatur dalam undang-undang. Paling tidak saya memenuhi syarat itu dengan cara mengatakan : saya minta maaf teman-teman.</p>
Posted in Aktivitas, Uncategorized Tagged: Aktivitas, Budaya, posting <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=291&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/12/19/view/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Mati lebih Mendengar</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/11/24/yang-mati-lebih-mendengar/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/11/24/yang-mati-lebih-mendengar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 13:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[alam arwah]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[ruh]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah kubur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Lama tak posting maafkanlah para saudara/i ku. Keterbatasan menjadi sifat melekat pada saya. Karenanya atas segala khilaf,  dan khelah (alasan) apapun mohon dimaklumi. Ini saya memberanikan diri mengawali  masuk kembali ke dunia blog. 
Dalam wacana perbedaan pendapat itu biasa. Tetapi dari kecil masalah ziarah kubur sudah tahu itu juga menjadi perbedaan. Karena saya penasaran kemudian ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=281&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Lama tak posting maafkanlah para saudara/i ku. Keterbatasan menjadi sifat melekat pada saya. Karenanya atas segala khilaf,  dan khelah (alasan) apapun mohon dimaklumi. Ini saya memberanikan diri mengawali  masuk kembali ke dunia blog. </p></blockquote>
<p><strong>Dalam wacana perbedaan pendapat itu biasa. Tetapi dari kecil masalah ziarah kubur sudah tahu itu juga menjadi perbedaan. Karena saya penasaran kemudian ada kitab digital yang saya peroleh dari kawan iseng-iseng membaca (tentu yang saya bisa) karena banyak kitab yang berkarakter gundul itu (kitab tanpa harokat) tidak saya pahami. </strong></p>
<div><span>Menarik tulisan-tulisan para ulama seputar masalah ziarah kubur itu. Kalau selama ini dipertentangkan adalah ada semacam larangan berziarah kubur dan bahkan seorang ulama Indonesia hasil didikan asing (Arab) berani menulis buku kalau amalan2 orang NU itu masuk sebagai musyrik. Saya sih tidak kaget dan tidak perlu kesel. Namun begitu saya membaca kitab-kitab digital kok keyakinan saya tentang ziarah kubur makin mantep padahal semual meski saya lahir dari tradisi NU masalah ziarah ini tidak semantap kawan-kawan lain dalam berziarah. </span></div>
<div><span><br />
</span></div>
<div><span>Inilah hasil bongkar-bongkar kitab Ar Ruh dan tafsir tentang masalah orang mati tidak bisa mendengar orang hidup. Kaget sih setelah dijelaskan bahwa orang mati itu sangat peka bahkan lebih peka dari orang hidup. Itu adalah ucapan Nabi. Selengkapnya hasil kupasan itu yang sengaja saya posting di</span></div>
<div><span> www.buntetpesantren.org. </span></div>
<div><span><span id="more-281"></span><br />
</span><img class="alignleft" title="Ziarah Kubur " src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:EXbtdso1CGE_VM:http://www.tabloid-nakita.com/photo/09445dps02.jpg" alt="ziarah" /><span><span>1.Apakah orang-orang yang di alam kubur mampu<span> </span>mendengar ucapan salam orang yang berziarah kepada mereka padahal dalamal Quran (Ar Rum: 52) &#8220;Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikanorang-orang yang mati itu dapat mendengar&#8230;.&#8221;  </span>    <span>2. Lalu kenapa di makbaroh GajahNgambung banyak orang berziarah pada sore hari Jum&#8217;at adakah dasar hukumnya ? </span> </p>
<p><span>Dari penjelasan di dalam kitab Tafsir Ahkam, Imam Al Qurtubi menguraikan bahwa ayat&#8221;Fainnaka laa tusmi&#8217;ul mautaa&#8230;&#8221; (maka sesungguhnya kamu tidak akansanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar&#8230;.&#8221; adalahberkaitan dengan peristiwa pertanyaan sahabat Umar bin Khattab saat Rasulullahsaw memanggil tiga orang pemimpin kafir Qurays dalam perang Badar yang telahmeninggal bebarapa hari.</span><span> </span></p>
<p> </p>
<p></span></div>
<div><span><br />
</span><span>Saat itu Rasulullah saw ditanyaoleh Umar bin Khattab ra: </span><span>      </p>
<div><span><span><strong><span>يا رسول الله تناديهم بعد ثلاث وهل يسمعون ؟يقول الله إنك لا تسمع الموتى فقال : والذي نفسي بيده <span>ما أنتمبأسمع</span> منهم ولكنهم لا يطيقون أن يجيبوا</span></strong></span></span></div>
<p><span><br />
</span><span>Ya Rasulullah, apakah engkaumemanggil-manggil mereka yang telah meninggal tiga hari bisa mendengarkan panggilanmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam al quran: Innaka laa tusmi&#8217;ul mauta?</span><span> </span></p>
<p><span>Lalu dijawab oleh Rasulullah saw: &#8220;Demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah engkau sanggupmendengar mereka, mereka lebih mendengar daripada kamu hanya saja mereka tidakmampu menjawab.&#8221; (HR. Muslim dari Imam Anas ra) </span></p>
<p><span>Menurut hadits Shohihaini(Bukhari Muslim) Dari sanad yang berbeda-beda, Rasulullah saw pernah berbicarakepada orang-orang kafir yang gugur dalam perang badar saat mereka dibuang disumur Quleb kemudian Rasulullah saw berdiri dan memanggil nama-nama mereka (yafulan bin fulan 2x) &#8220;Apakah engkau telah mendapatkan janji dari Tuhanmudengan benar, sedangkan saya telah mendapatkan janji yang benar pula dariTuhanku.&#8221;  </span></p>
<p><span>Dalampenjelasan kitab Tafsir Ibnu Katsir bahwa yang dipanggil oleh Rasulullah saw ituadalah: Abu Jahal bin Hisyam, Utbah bin Robi&#8217;ah dan Syaibah bin Robi&#8217;ah.Ketiganya itu adalah tokoh kafir Quraisy.</span><span> </span></p>
<p><span>Haditstersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik. Dalam riwayat lainmenyebutkan bahwa orang yang mati apabila sudah dikuburkan dan orang yangmenguburkan itu kembali pulang, maka dia (ahli kubur) itu  mampu mendengar gesekan suara sendal.</span><span dir="rtl"> </span></p>
<p><img class="alignleft" title="Ziarah tak ubahnya silaturahmi karena yang meninggal itu merasa nyaman.. " src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn%3ANyr1ojij98EM6M%3Ahttp%3A%2F%2Fmuhsinlabib.files.wordpress.com%2F2007%2F11%2Fsembiring.jpg&#038;w=127&#038;h=101" alt="ziarah" width="127" height="101" /><span>Menurut Imam AlQurtubi, orang yang sudah meninggal itu bukan berarti mereka tidak lenyap samasekali juga tidak pula rusak hubungan dengan orang yang masih hidup. Tetapiyang meninggal itu hanya terputus hubungan antara ruh dan badan dan hanyaberpindah dari alam dunia ke alam kubur. (Tafsir ahkam Juz 7: hal 326).</span></p>
<p><span>Dengan demikian apakah orangyang meninggal itu bisa mendengar orang yang masih hidup saat memberi salam ataulainya,  cukup jelas keterangan ayat dan hadits pada peristiwa Nabi memanggil petinggi kafir qurays saat gugur di perang Badar.</span></p>
<p><span>Untuk lebih jelasnya lagi, kitabisa membuka Kitab Ar Ruh karangan Ibnu Qoyyim Al Jauzi (Juz I halaman 5), kalau tidak salah Ibnul Qoyyim itu murid kesayangan Ibnu Taymiyah. Pada halaman itu  tertulis  riwayat Ibnu Abdil Bar yang menyandarkan kepada ketetapan sabda Rasulullah saw: </span></p>
<p> </p>
<div><span><span><strong><span>ما من مسلم يمر على قبر أخيه كان يعرفه في الدنيافيسلم عليه إلا رد الله عليه روحه حتى يرد عليه السلام </span></strong></span><br />
</span></div>
<p><span><br />
</span><span>&#8220;Orang-orang muslim yang melewati kuburan saudaranya yangdikenal saat hidupnya kemudian mengucapkan salam, maka Allah mengembalikan ruhsaudaranya yang meninggal itu untuk menjawab salam temanya.&#8221;  </span></p>
<p><span>Bahkanmenurut Ulama Salaf mereka telah ijma&#8217; (sepakat) bahwa masalah orang yang mati itu mampu mengenal orang-orang  yang masih hidup pada saat berziarah bahkan para ahli kubur mersasa  gembira atas dengan kedatangan para peziarah. Hal ini, kata Ibnu Qoyyim, merupakan riwayat atsar yangmutawatir.  Selengkapnya kata-kata Ibnu Qoyyim itu sebagai berikut:  </span></p>
<p> </p>
<div><span><span><strong><span dir="rtl">والسلف مجمعون على هذاوقد تواترت الآثار عنهم بأن الميت يعرف زيارة الحي له ويستبشر به</span></strong></span><span> </span></span></div>
<p><span><br />
</span><span>Ibnu Qoyyimmengutip ungkapan Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abid biin Abidunya dalamkitab <strong><em>Kubur</em> </strong>pada bab ma&#8217;rifatul mauta biziyaratil ahya. Menyebuthadits sebagai berikut:  </span></p>
<p> </p>
<div><span><span><strong><span>عن عائشة رضى الله تعالى عنها قالت قال رسول الله ما من رجل يزور قبر أخيهويجلس عنده إلا استأنس به ورد عليه حتى يقوم</span></strong></span></span></div>
<p><span> </span><strong><span><br />
</span></strong><img title="Salam kita dijawab mereka" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:agqEZOTWizWAjM:http://www.tokobagus.com/sendbinaryad.asp%3Fpid%3D5405%26Width%3D250%26Height%3D250" alt="Salam" /><strong><span>Arti bebasnya: </span></strong><span><br />
</span><span>DariAisyah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: &#8220;Siapa saja yang berziarah ke kuburan saudaranya, kemudian duduk di sisi kuburnya maka menjadi tenanglah si mayit,dan Allah akan mengembalikan ruh saudaranya yang meninggal itu untuk menemaninyasampai selesai berziarah.&#8221;  </span></p>
<p><strong></strong><span><strong><span>Mayit menjawab salam siapa saja</span></strong><br />
</span><span>Orang yang meninggal dunia, akanmenjawab salam baik yang dikenal maupun yang tidak dikenalnya sebagaimana dalamsebuah riwayat hadits berikut:</span><span> </span></p>
<p> </p>
<div><span><span><strong><span>عن أبى هريرة رضى الله تعالى عنه قال إذا مرالرجل بقبر أخيه يعرفه فسلم عليه رد عليه السلام وعرفه وإذا مر بقبر لا يعرفه فسلمعليه رد عليه السلام</span></strong></span></span></div>
<p><span><br />
</span><span>Dari Abi Hurairah ra, Rasulullahsaw bersabda: &#8220;Apalabila orang yang lewat kuburan saudaranya kemudianmemberi salam, maka akan dibalas salam itu, dan dia mengenal siapa yangmenyalami. Demikian juga mereka (para mayyit) akan menjawab salamnya<span>  </span>orang-orang yang tidak kenal.&#8221;  </span></p>
<p><strong><span>Waktu Ziarah yang baik</span></strong><br />
<span>Satu ketika, Seorang lelaki dariKeluarga &#8216;Ashim Al Jahdari<span>  </span>berceritabahwa dia melihat Ashim al Jahdari dalam mimpinya setelah beliau meninggal duatahun. Lalu lelaki itu bertanya:</span><span> </span></p>
<p><span>&#8220;Bukankah Anda sudahmeninggal?&#8221; </span></p>
<p><span>&#8220;Betul!&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Lalu dimanasekarang?&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Demi Allah, saya ada didalam taman Syurga. Saya juga bersama sahabat-sahabatku berkumpul setiap malamJum&#8217;at hingga pagi harinya di tempat (kuburan) Bakar bin Abdullah al Muzanni.Kemudian kami saling bercerita.&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Apakah yang bertemu itujasadnya saja atau ruhnya saja?&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Kalau jasad kami sudahhancur, jadi kami berkumpul dalam ruh&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Apakah Anda sekalianmengenal kalau kami itu berziarah kepada kalian?&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Benar!, kami mengetahuisetiap sore Jum&#8217;at dan hari Sabtu hingga terbit matahari&#8221; </span></p>
<p><span>&#8220;Kalau hari lainnya?&#8221;</span></p>
<p><span>&#8220;Itulah fadilahnya hariJum&#8217;at dan kemuliannya&#8221; </span><span><br />
</span><span><br />
</span><span>(Cerita itu menurut Ibnu Qoyimbersumber dari Muhammad bin Husein dari Yahya bin Bustom Al Ashghor dari Masma&#8217;dari Laki-laki keluarga Asyim Al Jahdari) </span><span><br />
</span><span><br />
</span><span>Bahkan bukan sore Jum&#8217;at danhari Sabtu saja, menurut riwayat Muhammad bin Husein dari Bakar bin Muhammaddari Hasan Al Qoshob<span>  </span>berkata bahwaorang-orang yang sudah meninggal mampu mengetahui para peziarah pada hari dua hari yang mengiringi Jum&#8217;at  (Hari Kamis dan Sabtu). </span><span><br />
</span><span><br />
<strong><span>Bentuk Salam</span></strong><br />
</span><span>Ucapaan salam yang disampaikansaat melewati makbaroh atau berziarah biasanya seperti yang banyak ditulis dalamkitab hadits yang sangat banyak adalah <span> </span>dengan ungkapan: </span></p>
<p> </p>
<div><span><span>ألسلام عليكم دار قوم مؤمنين وإنا ان شاء الله تعالى بكم لاحقون</span></span></div>
<p> </p>
<p><span>&#8220;Semoga keselamatan ataskamu wahai kaum mu&#8217;minin yang ada di alam kubur, Insya Allah kami akanmenyusul.&#8221;  </span></p>
<p><span><strong><span>Kesimpulan:</span></strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span>Orang yang meninggal dengan izin	Allah akan mendengar salam orang yang masih hidup dan mampu menjawabnya.	Bahkan pendengaran mereka lebih peka daripada yang hidup.</span></li>
<li><span>Orang yang memberi salam kepada	ahli kubur baik yang dikenal maupun tidak dikenal, merekapun akan menjawab salam kita.</span></li>
<li><span>Para ahli kubur akan merasa tenang	apabila ada saudaranya yang menziarahi.</span></li>
<li><span>Orang yang berziarah bagus dilakukan pada hari Kamis, Jum&#8217;at dan Sabtu.</span></li>
<li><span>Ucapan salam kepada ahli kubur	yang tenar adalah ucapan: Assalamu &#8216;alaikum daara q</span></li>
</ol>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></div>
<p>Kitab yang dibuka:</p>
<p>1. Tafsir Ahkam Imam AL Qurthubi</p>
<p>2. Tafsir Ibnu Katsir</p>
<p>3. Ar Ruh karangan Ibnu Qoyyim Al Jauzi</p>
Posted in Ibadah, Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized Tagged: alam arwah, fenomena, Kajian Kitab, kematian, mati, ruh, ziarah kubur <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=281&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/11/24/yang-mati-lebih-mendengar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:EXbtdso1CGE_VM:http://www.tabloid-nakita.com/photo/09445dps02.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ziarah Kubur </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:Nyr1ojij98EM6M:http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2007/11/sembiring.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ziarah tak ubahnya silaturahmi karena yang meninggal itu merasa nyaman.. </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:agqEZOTWizWAjM:http://www.tokobagus.com/sendbinaryad.asp%3Fpid%3D5405%26Width%3D250%26Height%3D250" medium="image">
			<media:title type="html">Salam kita dijawab mereka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sayap-sayap Patah</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/10/12/halal-bhalal/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/10/12/halal-bhalal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 15:13:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[Modernisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[sayap]]></category>
		<category><![CDATA[syawwal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/2007/10/20/halal-bhalal/</guid>
		<description><![CDATA[Refleksi Syawalan

Selamat tinggal ramadhan… kau telah memberikan masa ingkubasi untuk para shoimin. Kau juga telah memberikan rehat bagi tubuh-tubuh yang butuh istirahat. Dari proses “mbrongsongi” menjadi kepongpong lalu melahirkan sayap bagi ulat-ulat yang semula hina menjadi kupu-kupu indah. Lalu apa hasil dari “mbrongsongi” itu bagi manusia.. ?

Teringat dengan kata-kata Cak Nun di salah satu tulisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=110&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2><span style="color:#339966;">Refleksi Syawalan</span></h2>
<p><img src="http://www.nananias.com/archives/butterfly.jpg" alt="Sayap hasil metamorphosis.. manusia juga punya" width="139" height="101" align="left" /><br />
Selamat tinggal ramadhan… kau telah memberikan masa ingkubasi untuk para shoimin. Kau juga telah memberikan rehat bagi tubuh-tubuh yang butuh istirahat. Dari proses “mbrongsongi” menjadi kepongpong lalu melahirkan sayap bagi ulat-ulat yang semula hina menjadi kupu-kupu indah. Lalu apa hasil dari “mbrongsongi” itu bagi manusia.. ?<br />
<span id="more-110"></span><br />
Teringat dengan kata-kata Cak Nun di salah satu tulisan (lupa dimana?) “makan itu fungsinya untuk tidak makan” Katanya. Maka saya menyimpulkan puasa itu pula fungsinya untuk tidak puasa. Maksudnya, puasa akan berguna di saat tidak puasa. Begitu pula shalat berfungsi untuk saat tidak dalam posisi shalat, sebagaimana juga zakat berguna untuk sinergi berikutnya.</p>
<p>Jika puasa dimaknai sebagai proses “mbrongsongi” (metamorfose) seperti ulat, maka tentu saja setelah masa puasa itu berlalu, si ulat telah lahir menjadi individu baru: <strong>kupu-kupu bersayap dan berwarna indah. </strong>Sayapnya berguna untuk menyebarkan benih-benih kehidupan bagi kembang-kembang yang tengah berbunga.</p>
<p>Berkat sayapnya bunga-bunga berubah menjadi buah dan buah-buahan ini bisa dipetik dan dan dimakan oleh manusia dan hewan. Terjadilah keseimbangan proses energisasi (sinergi) yang terus-menerus.</p>
<p><strong>Sayap dalam Hadits dan Al Qur’an</strong><br />
Ulat itu bersayap. Malaikat pun seperti dalam al quran dan hadits digambarkan bersayap. Sama dalam paham Injil malaikat dilambangkan dengan bocah cilik yang bersayap. Saya melihat gambar ini biasanya terpahat di nisan kuburan unit Kristen.</p>
<p>Ruzain bin Hubaisyin berkata: Ibnu Mas’ud menceritakan kepadaku: Bahawa Nabi s.a.w telah melihat <strong>Jibril a.s mempunyai enam ratus sayap</strong>. (Al bayan 107 hadits Riwayat Bukhari Muslim)</p>
<blockquote><p>Rasulullah s.a.w bersabda: Mengapa kamu menangis? Sesungguhnya <strong>Malaikat masih menutupi beliau dengan sayap-sayapnya</strong> sehinggalah beliau di bawa naik ke langit ( <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/al-bayan?nafid=22">Al Bayan</a> 1456, HR Bukhari Muslim)</p>
<p>Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/nabi-film?nafid=22">Nabi</a> s.a.w bersabda: Sesungguhnya Allah s.w.t Yang Maha Memberkati lagi Maha Tinggi memiliki para Malaikat yang mempunyai kelebihan yang diberikan oleh Allah s.w.t. Para Malaikat selalu mengelilingi bumi. Para Malaikat sentiasa memerhati majlis-majlis zikir. Apabila mereka dapati ada satu majlis yang dipenuhi dengan zikir, mereka turut mengikuti majlis tersebut di mana <strong>mereka akan melingkunginya dengan sayap-sayap </strong>mereka sehinggalah memenuhi ruangan antara orang yang menghadiri majlis zikir tersebut dan langit. (Al Bayan 1573, HR. Bukhari Muslim dll.)</p></blockquote>
<p><strong>Sayap dalam Al Quran </strong>Allah SWT. berfirman:</p>
<blockquote><p>Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang <strong>menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap</strong>, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Fatir: 1)</p></blockquote>
<p><strong>Sayap bagi Manusia</strong></p>
<p>Sayap berfungsi untuk terbang, karenanya, mesti memiliki keseimbangan. Kapal terbang bersayap karena ia terbang. Pada sayapnya terdapat mesin. Mesin ini mesti seimbang perputarannya antara sayap kanan dan kiri. <strong>Demikian juga manusia harus memiliki “sayap”</strong> yang seimbang karena hakekatnya manusia itu terus-menerus bergerak melanglang buana. <strong>Al harokah barokah</strong>, kata pepatah arab:  Bergerak itu adalah keberkahan (kebaikan) bagi manusia. Manusia yang tidak bergerak ya tentu tidak bisa terbang.</p>
<p>Tentu saja sayap yang dimaksud adalah sesuatu yang bisa berguna dan menjadi penyeimbang kehidupan. Ada banyak hal yang berkaitan dan semakna dengan <strong>sayap </strong>yang harus dimiliki manusia:</p>
<p><strong>1. Keseimbangan antara fikir dan dzikir</strong></p>
<p>Manusia yang “bersayap” akan mampu terbang dan bisa melanglang buana antara alam fikir dan alam dzikir . Tentu saja untuk bisa seimbang antara dua pola ini, ia membutuhakan sayap. Jika kanan-kiri ini tidak seimbang, maka sebagaimana layang-layang akan miring sebelah, kapalpun akan “ngabrok” (jatuh). Juga si layang-layang tidak bisa terbang .</p>
<p>Orang yang berpatokan pada rasio semata tentu akan kewalahan saat menghadapi hal-hal irasional. Bagaimana mungkin mau mengeluarkan zakat yang tidak mendatangkan keuntungan materi. Begitu juga shalat, menghabiskan waktu saja. Apalagi puasa, dianggap hal bodoh karena hanya melemahkan produktivitas.</p>
<p><strong>2. Keseimbangan antara Kerja dan Ibadah</strong></p>
<p>Ibadah melulu dalam agama kurang disukai. Apalagi kerja melulu. Nabi saw pernah menegur seorang pemuda yang diam saja di masjid tapi tidak bekerja. Karya dalam sebuah kehidupan mesti terus digenjot untuk menghasilkan nilai produktivitas yang menghasilkan karya bermacam-macam dan bermanfaat bagi kehidupan.</p>
<p>Sementara <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/ibadah?nafid=22">Ibadah</a> (shalat), menurut salah satu puisi Cak Nun, merupakan penyatuan dari segenap karya-karya itu. Maka di sini berarti, orang yang memiliki sayap antara kerja dan ibadah akan merasa seimbang dalam pengembaraan hidupnya. Mirip burung elang yang terbang indah di angakasa. Bayangkan akan stress jika sayap itu berat sebelah. Silahkan diteliti orang-orang yang stress dalam hidup, pasti “sayapnya” ada yang terluka di salah satunya.</p>
<p><strong>Masalah Indonesia,</strong> menurut orang-orang pinter adalah persoalan pada kebodohan dan kemiskinan. Maka niscaya sekali jika sayap antara kerja dan Ibadah ini mesti harus dipakai pada bangsa ini. Maka jangan tersinggung jika bangsa kita tidak memiliki keseimbangan sayap sehingga terbangnya jungkir balik. Si miskin yang cinta harta, tidak bisa terbang karena sayap ibadahnya rusak. Sementara pada si <a class="answerlink" href="http://www.answers.com/topic/kaya-jam?nafid=22">kaya</a> terbangnya hanya miring ke kiri saja misalnya karena hanya memiliki orientasi keuntungan semata.</p>
<p><strong>3. Keseimbangan Pola Pikir Manfaat &amp; Bahaya</strong></p>
<p>Orang yang memiliki daya keseimbangan antara manfaat dan madorot dalam pola pikirnya saya kira akan terbantu sekali dalam setiap sikap dan prilakuknya: Hati-hati, tidak ceroboh dan berorientasi manfaat. Sayap ini tentu akan terasa sekali terlihat bagi orang-orang yang berfikir dalam.</p>
<p><strong>Dale Carnagie</strong> mengatakan yang diterjemahkan oleh penerbit MIZAN dengan istilah AMBAK (apa manfaat bagiku) sebagai patokan berprilaku dan bertindak. Itu adalah sebuah pola pikir yang berorientasi pada manfaat. Jika “sayap” ini terjaga, niscaya orientasi manfaatlah yang selalu diusung oleh si individu “bersayap” manis ini.</p>
<p><strong>4. Keseimbangan Hukum &#8211; Hakim</strong></p>
<p>Sayap ini mesti dipakai oleh penegak hukum. Jangan hanya pada yang berduit saja si hakim bisa terbang indah. Namun pada si papa, sayapnya tidak bisa terbang. Sangat ironis jika hakim tidak bersayap seimbang. Indonesia sejatinya membutuhkan para hakim yang bersayap bagus untuk bisa terbang seimbang. Bisa ditonton oleh para penikmatnya.</p>
<p><strong>5. Keseimbangan Dunia Akherat</strong></p>
<p>Lebih spesifik adalah orang yang beragama berorientasi pada dunia aherat. Sebab kata Nabi saw: <strong>Addunya mazroatul akhreh</strong>, dunia adalah sawahnya akherat. Percaya pada akherat (the day after) adalah rukun iman yang kelima. Maka jika tidak percaya pada hari tersebut, sangat dikhawatirkan seorang individu tidak bisa terbang ke akhirat. Sebab hanya memiliki sayap bermerek dunia saja, ia hanya bisa terbang melanglang buana di negeri dunia.</p>
<p>Dalam beberapa <strong>hadits yang mengajarkan sikap pluralitas </strong>bisa ditemui misalnya:</p>
<blockquote><p>Diriwayatkan daripada Abu Syuraih al-Khuza’iy r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda: Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia memuliakan para tetamunya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia bercakap hanya perkara yang baik atau diam. (HR. Bukhari Muslim. Al Bayan: 31)</p>
<p>Menurut Istrinya, Rasulullah saw paling sering berdoa dengan ungkapan : “Robana tina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar” Ya Allah berikanlah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.</p></blockquote>
<p><strong>11 Bulan Kedepan</strong></p>
<p>Praktek puasa hanya sebulan, seperti Cak Nun katakan, bahwa manfaat makan untuk tidak makan. begitutapi manfaatnya bulan puasa untuk untuk 11 bulan kedepan (bukan bulan puasa). Jika saja 11 bulan tidak bersinergi, tentu ada sesuatu pada sayap yang telah dihasilkan dari proses metamorfosenya.Dari uraian di atas, masih banyak lagi sisi-sisi keseimbangan (sayap) yang berguna untuk kehidupan antar manusia. Saya, Anda bisa menambahkan lagi lebih banyak untuk kebaikan dan kesejahteraan bumi dan alam ini. Jika ibaratnya bulan ramadhan adalah proses membuat sayap, maka di syawal dan seterusnya jangan sampai sayap itu menjadi patah. Bagaimana menurut Anda? Wallahu a’lam.</p>
<p>———–</p>
<p>Update:</p>
<p>maaf tulisan tentang halal bihalal silahkan bisa mencari sendiri, atau menulis sendiri. Tadinya mau nulis tentang halal-bihalal, eee &#8220;clonasnya&#8221; mengarah ke masalah sayap… jadi bingung deh kalau menulis tanpa konsep  mengalirnya gak sesuai otak gimana sih … Lagi pula masalah halal bi halal menurut saya pembahasannya seputar Fiqh oriented yang sering dikupas oleh para salafy &#8220;importir&#8221;&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Ibadah, Keajaiban, Modernisasi Tagged: Hikmah, keadilan, refleksi, sayap, syawwal <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=110&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/10/12/halal-bhalal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.nananias.com/archives/butterfly.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sayap hasil metamorphosis.. manusia juga punya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lembaran Penghapus Luka</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/10/06/lembaran-penghapus-luka/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/10/06/lembaran-penghapus-luka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 12:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Kultur]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[Donatur]]></category>
		<category><![CDATA[santunan]]></category>
		<category><![CDATA[wa]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>
		<category><![CDATA[zakat mal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[
SEBELUMNYA saya mohon maaf lahir &#38; batin kepada semua teman dan tetangga.  Saya juga  mohon maaf karena tidak bisa leluasa mengomentari komentar dan berbalas kunjung. Kali ini  saya berkesempatan memberikan tulisan yang isinya adalah laporan pulang kampung buat.

PERJALANAN pulang kampung kali ini memberikan torehan sejarah yang sangat berkesan. Satu demi satu tetangga yang kudatangi disapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=262&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;">SEBELUMNYA saya mohon maaf lahir &amp; batin kepada semua teman dan tetangga.  Saya juga  mohon maaf karena tidak bisa leluasa mengomentari komentar dan berbalas kunjung. Kali ini  saya berkesempatan memberikan tulisan yang isinya adalah laporan pulang kampung buat.</p>
</blockquote>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img title="Lembaran Penghapus Luka" src="http://bp2.blogger.com/_f-ZDS_9nCQA/SEDT-iDKEEI/AAAAAAAAAhM/YC-xi4HnoZI/s320/rupiah1.jpg" alt="Lembaran Penghapus Luka" width="250" height="243" /><p class="wp-caption-text">Lembaran Penghapus Luka</p></div>
<p style="text-align:justify;">PERJALANAN pulang kampung kali ini memberikan torehan sejarah yang sangat berkesan. Satu demi satu tetangga yang kudatangi disapa dengan akrab. Tidak itu saja, mata mereka berbinar tanda bersuka cita saat saya memberikan lembaran-lembaran penghapus luka, senyum mereka berbinar-binar. Ucapan syukur bertebar tiada henti kepada Allah dan kepada orang-0rang yang rela menyumbang dan menyambung tali kasihNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada sekitar 50 orang lebih tetangga saya itu yang diberikan uluran tangan orang jakarta ini. Mereka sangat minim dari segi ekonomi. Kepedulian warga sekitar memang ada namun angkanya masih kecil. Para kyai sebagai pemegang otoritas di kampung pesantren ini pun masih belum mampu memberikan pencerahan bendawi, para ulama di sana masih terbatas pencerahan ruhani.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-262"></span>Meski demikian, dampaknya memang luar biasa, kesabaran, ketabahan orang-orang kampung yang terkesan masih minim itu tetap berada dalam jalur kesantrian. Mereka tak mau tinggal sholat, rajin mengumandangkan lantunan ayat meski usia mereka hampir mencapai liang lahat. Satu sama lain pun terus tolong menolong. Yang bekerja rutin mereka sabar menerima gaji kecil meski anak-anaknya terus bertambah dari tahun ke tahun, padahal gajinya tetap stagnan.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat itulah, saya berkeingnan untuk bisa memberikan sesuatu kepada mereka. Alih-alih pulang kampung manfaat apa yang bisa diberikan kepada mereka. Meskipun saya sendiri dalam kondisi yang kurang fit amal, karena kurang mamang lagi kurang fit modal. Tapi alhamdillah, tetangga saya, seorang pengusaha pribumi, warga Muhammadiyah teman diskusi, teman ngobrol, sesama pengurus RW di Jakarta, meminta tolong agar kelebihan uangnya itu bisa untuk amal bagi kaum marginal di kampung saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setidaknya, sejumlah 2 juta dipercayakan saya, dalam pecahan 50 ribu. Dalam bayangan saya ada 40 orang penerima jika masing-masing mendapat 50 ribu. <strong>Lumayan lebih tinggi angkanya dibanding H. Suchon Pasuruan pembagi zakat yang menelak kurban jiwa.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, saya juga mendapat tambahan dana dari saudari Dewi bt H. Zaenal, gadis manis keturunan Padang masih tetangga saya yang mau berbagi hartanya untuk orang-orang di kampung saya. Sejumlah 500 ribu  sehingga ada Rp. 2,5 juta dana penghapus luka para tetangga. Alhamdulillah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah dua tahun Pak H. Tamrin setia memberikan dana untuk orang-0rang kampung tempat saya tinggal. Sulit melukiskan betapa bahagianya mereka mendapat dana segar itu. Saya langsung membagikan amplop berisi uang antara 20 ribu sampai 50 ribu secara diam-diam. Berharap tidak terjadi crush atau potes. Sebab kalau dituruti, masih banyak tetangga lain yang memang layak tapi terpaksa tidak dibagi. Saya memilih yang dekat-dekat saja.  &#8220;Masya Allah, kamu itu mulia sekali mau berbagi kepada saya.&#8221; ujar Bu Sopiah yang sudah tua renta, matanyapun tidak bisa melihat. Namun kegiatan malam2nya  dihabiskan untuk beribadah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak ge-er saat di bilang mulia sekali. Saya anggap itu adalah ungkapan doa dan kemuliaan itu dikembalikan kepada orang-orang yang tulus ikhlas membantu mereka. Itu ungkapan terima kasih gaya orang kampung saya. Dia sendiri tahu kalau uang itu bukan dari saya, saya katakan kepada yang menerima kalau uang yang dibagi itu adalah berasal dari orang Jakarta: H. Tamrin dan Dewi.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut adalah listing penerima dana Penghapus Duka.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://spreadsheets.google.com/pub?key=pu6xZJApOa8YFxMD5YIrLEA" target="_blank">Daftar Penerima Lembaran Penghapus Luka</a></p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sekedar Catatan Kaki&#8230; </strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<ol>
<blockquote>
<li>Barang siapa yang dalam kondisi bangkrut dan ingin bangkit kembali, maka &#8220;berdaganglah bersama Allah. yaitu dengan cara bersedekah. (Nahjul Balaghoh)</li>
<li>&#8220;Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan sebelum kamu menafkahkan sebagian dari harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.&#8221; (Q.s. Ali Imran: 92).</li>
<li>&#8220;Dan diantara orang-orang Arab Badui ada orang yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat, dan memandang apa yang dinafkahkannya itu sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri. Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; (Q.s. at-Taubah: 99).</li>
<li>&#8220;Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, maka pahalanya itu untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya.&#8221; (Q.s. al-Baqarah: 272).</li>
<li>&#8220;Apa saja yang kamu nafkahkan di jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.&#8221; (Q.s. al-Anfal: 60).</li>
<li>&#8220;Katakanlah, &#8216;Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.&#8217; Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.&#8221; (Q.s. Saba&#8217;: 39).</li>
<li>&#8220;Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.&#8221; (Q.s. al-Baqarah: 276).</li>
<li>&#8220;Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.&#8221; (Q.s. al-Baqarah: 261).</li>
<li>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakitinya, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah ia bersih. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (S. Al Baqarah.. )</li>
<li>&#8220;Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.&#8221; (Q.s. al-Baqarah: 265).</li>
</blockquote>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p class="ayetler">Dan masih banyak lagi&#8230;</p>
<p class="ayetler">
<p class="ayetler">
Posted in Dunia Pesantren, Ibadah, Kultur, Uncategorized Tagged: amal, Donatur, santunan, wa, zakat, zakat mal <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=262&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/10/06/lembaran-penghapus-luka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_f-ZDS_9nCQA/SEDT-iDKEEI/AAAAAAAAAhM/YC-xi4HnoZI/s320/rupiah1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lembaran Penghapus Luka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pedagang harus Curang?</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/09/18/pedagang-harus-curang/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/09/18/pedagang-harus-curang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 16:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[pedagang curang]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[JADI pedagang harus &#8220;curang&#8221;, kalau tidak darimana bisa dapat untung!. Sekarang persaingan antar pedagang sudah semakin tajam. Jika tidak pinter-pintar menyiasati dagangannya merugilah selalu. Mungkin itlah yang terpatri di benak pedagang yang tidak jujur.
Postingan di sini membuat kita semakin tidak percaya kepada pedagang yang nota bene barang dagangannya itu sangat kita butuhkan dalam memenuhi kebutuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=253&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>JADI pedagang harus &#8220;curang&#8221;, kalau tidak darimana bisa dapat untung!. Sekarang persaingan antar pedagang sudah semakin tajam. Jika tidak pinter-pintar menyiasati dagangannya merugilah selalu. Mungkin itlah yang terpatri di benak pedagang yang tidak jujur.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 222px"><img title="daging sebagai saksi" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:VjaVTSJ41ks2SM:http://bp3.blogger.com/_F7YccJ0_B1Q/R5dlQQUxPlI/AAAAAAAAAkM/XTqtE2VgEW0/s400/Daging_2.JPG" alt="Daging sebagai saksi... dari google/image" width="212" height="159" /><p class="wp-caption-text">Daging sebagai saksi... dari google/image</p></div>
<p style="text-align:justify;"><a title="YariNK" href="http://spektrumku.wordpress.com/2008/09/16/kejujuran/" target="_blank">Postingan di sini</a> membuat kita semakin tidak percaya kepada pedagang yang nota bene barang dagangannya itu sangat kita butuhkan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Perbuatan tidak jujur dari sipedagang itu sebenarnya melanggar hukum alam. Misalnya mengurangi timbangan, ia berarti melanggar rumus berat yang mengatakan gravitas dikalikan keliling bumi. <a title="Untung Sesa(a)t" href="http://santribuntet.wordpress.com/2007/05/28/untung-sesaat/" target="_blank">(detilnya di postingan lalu)</a> Jika pedagang itu makin banyak disekitar kita apa yang harus kita lakukan?</p>
<p>Kalau saya hanya sekedar ingin menuliskan sebuah cerita dampak buruk dari pedagang yang curang. Cerita ini diambil dari kitab klasik (kitab kuning/putih, tergantung kertasnya). Beriikut adalah petikannya.</p>
<p><span id="more-253"></span><br />
Pada zaman dahulu, tersebutlah sebuah rombongan jama’ah haji yang hendak menunaikan ibadah haji. Dalam perjalanan, saat rombongan ini tiba di suatu tempat yang bernama Zatu Shifah salah seorang yang jamaahnya meninggal dunia. Lantas ketua rombongan memerintahkan jama’ah yang lain untuk segera mengurus jenazah tersebut secepatnya mulai dari memandikan hingga menguburkannya. Beberapa orang jamaah yang lain pun ditugaskan untuk menggali kubur.</p>
<p>Setelah kubur itu digali dan sampai pada kedalaman yang cukup, tinggal liang lahat yang belum digali. Disaat menggali liang lahat, tiba-tiba bermunculan ular-ular besar memenuhi liang lahat tersebut. Kontan, hal ini membuat para penggali kubur itu terkejut dan takut. Mereka pun naik keatas lubang kubur lalu menimbun kembali lubang kuburan tersebut.</p>
<p>Setelah berembug maka, para penggali kubur pun menggali kubur kembali di tempat lain yang agak berjauhan. Namun ketika penggalian kubur yang kedua ini sudah selesai dan hanya tinggal menggali liang lahatnya saja, tiba-tiba setelah liang lahat selesai digali, kejadian seperti di lubang yang pertama kembali terulang. Sontak mereka pun segera menimbun kembali lubang kubur yang kedua ini. Lalu dengan perasaan was-was dan cemas para penggali kubur tersebut kembali mencoba menggali kubur yang ketiga. Namun lagu-lagi pada saat selesai menggali liang lahat, kejadian serupa kembali terjadi. Akhirnya mereka melaporkan kejadian tersebut kepada ketua rombongan.</p>
<p>Mendengar hal itu, sang ketua rombongan pun mengkonsultasikan kejadian tersebut pada Sayyidina Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu. Setelah mendengar cerita sang ketua rombongan tentang kejadian tersebut, Sayyidina Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu pun berkata, “Kuburlah jenazah tersebut di salah satu lubang yang kalian gali. Masukan jenazahnya keliang lahat yang kalian gali, walaupun liang lahatnya penuh dengan ular-ular besar. Karena demi Allah Subhanahu Wata’ala, bumi yang mana saja dan dimana saja yang kalian akan gali selama jenazah yang akan memasukinya adalah jenazah orang tersebut, pasti semua liang lahatnya akan dipenuhi dengan ular-ular besar yang akan siap menyiksanya.”</p>
<p>Akhirnya setelah mendapatkan penjelasan dari Sayyidina Ibnu Abbas Radhaiallahu Anhu, mayat itupun akhirnya dikuburkan di liang lahat yang penuh dengan ular-ular besar –yang langsung menyiksanya. Setelah ibadah haji selesai, rombongan pulang ke rumah. Ketua rombongan pun mengembalikan barang bawaan almarhum kepada istri dan anaknya serta menceritakan tentang kejadian yang menimpa suaminya. Dari sinilah, akhirnya diketahui bahwa kebiasaan buruk suaminya sebagai pedagang gandum.</p>
<p>Kebiasan itu adalah dia selalu mengurangi timbangan barang dagangannya. Misalnya gandum yang dibungkus dengan karung ukuran 20 kilo umpanyanya, namun gandumnya hanya 19 kilo. Dimana untuk memenuhi timbangan –yang satu kilonya lagi— diisilah karung-karung gandum itu dengan batang-batang gandum hingga timbangannya mencapai para 20 kilo. Padahal isinya hanyalah 19 kilo. Inilah kisah fakta, ancaman bagi pedagang yang curang. Nauzubillahi min dzalik</p>
<p>Sumber: kitab Tambihul Ghafilin, karya Abu Laits Assamarqandi, halaman 14</p>
<p>Nambah:</p>
<blockquote><p>Cerita di atas mungkin tidak pas untuk orang-orang kantoran tapi saya kira akan pas kalau diceritakan di pasar. Misalnya dalam sebuah ceramah agama bagi pedagang di pasar. Saya sendiri belum pernah ceramah/khotbah di masjid yang ada dipasar. Kalau seandainya ada, saya akan ceritakan masalah ini&#8230;</p></blockquote>
Posted in Kajian Kitab, Keajaiban, Peristiwa, Uncategorized Tagged: Hikmah, Islam, pedagang curang, Peristiwa, Syariat Islam <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/253/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/253/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/253/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=253&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/09/18/pedagang-harus-curang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:VjaVTSJ41ks2SM:http://bp3.blogger.com/_F7YccJ0_B1Q/R5dlQQUxPlI/AAAAAAAAAkM/XTqtE2VgEW0/s400/Daging_2.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">daging sebagai saksi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Metode Kumpulkan Rezeki</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/09/11/dua-metode-kumpulkan-rezeki/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/09/11/dua-metode-kumpulkan-rezeki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 08:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[Modernisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[bayar hutang]]></category>
		<category><![CDATA[duit]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[metode cari duit halal]]></category>
		<category><![CDATA[Rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[
كُلُّ سُلَامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ

Artinya: Rasulullah saw bersabda: &#8220;Pada setiap hari dari tiap sendi manusia ketika matahari terbit terdapat sedekah. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad bin Hambal, dari Abi Hurairah ra.)
Dalam sabda yang lain, Rasulullah saw menegaskan bahwa anak adam itu memiliki 360 sendi dalam tubuhnya. Masing-masing itu perlu disedekahi. Lalu Rasul menyampaikan keutamaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=247&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">
<h2 style="text-align:center;">كُلُّ سُلَامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ</h2>
<p style="text-align:left;">
<p>Artinya: Rasulullah saw bersabda: &#8220;Pada setiap hari dari tiap sendi manusia ketika matahari terbit terdapat sedekah. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad bin Hambal, dari Abi Hurairah ra.)</p>
<p>Dalam sabda yang lain, Rasulullah saw menegaskan bahwa anak adam itu memiliki 360 sendi dalam tubuhnya. Masing-masing itu perlu disedekahi. Lalu Rasul menyampaikan keutamaan shalat dhuha itu mampu menyedekahkan kepada sendi-sendir tersebut.</p>
<p><span id="more-247"></span>Suatu malam dalam acara ngobrol bareng dengan kyai Buntet setelah melaksanakan acara rutin ngaji, ada tamu yang mengadukan masalah pribadi kepada sang kyai namun bagi si tamu tadi,  tidak berkeberatan jika orang lain mendengarkan masalahnya.</p>
<p>Waktu itu tersisa 7 orang yang tengah bercengkrama. Adapun maksud orang ini datang agar dia segera dapat dibantu do&#8217;a agar hutang-hutangnya dapat diselesaikan segera. Intinya sih minta didoakan agar bisa cepat bayar. Lah orang ini minta masalah hutangnya bisa lunas kok ke kyai sih, gumamku dalam batin.</p>
<p>&#8220;Hutang saya tidak banyak, kurang lebih Rp. 90 juta rupiah&#8221;, katanya.  Masya Allah kaget saya.</p>
<p>Dalam pengakuannya, ia sungguh pusing sebab mengapa tidak sanggup membayar hutang. Padahal ia hanya memiliki 2 orang isteri dengan 3 anak. Dari sisi kebutuhan tidak besar, sebab masing-masing isterinya bisa bekerja. Bahkan isteri pertama berstatus sebagai PNS sama dengan suaminya.</p>
<p>&#8220;Harusnya saya mampu mengumpulkan uang harian sedikit-demi-sedikit misalnya apakah di ditabung lama-lama kelamaan Insya Allah bisa mencicil hutang-hutangku&#8221; katanya. &#8220;Tapi anehnya, saya tidak pernah punya simpanan!, ini yang membuat saya bingung, seolah-olah kepalaku hampir pecah  bila memikirkan hutang yang belum sanggup dibayar&#8221; katanya menambahkan.</p>
<p>Dari orbrolan selanjutnya orang ini memiliki suatu kebiasaan yang susah dihilangkan yaitu suka memberikan uang kepada orang yang menurutnya kesusahan; baik itu teman, saudara maupun tetangga. Menurutnya uang ini habis untuk mentraktir teman-temannya. Jadi berapa saja uang yang ada di kantongnya seandainya ada saudara yang membutuhan ia lebih memiliki orang yang ada di depannya.  Lalu kyai saya bertanya: &#8220;apakah sering memberikan uang kepada orang tua?&#8221;, &#8220;tidak! &#8221; jawabnya tegas.</p>
<p>Dari pengaduan orang ini, Cara yang dilakukannya menurut kyai saya itu kurang tepat! Sebab prioritas sedekah yang diberikan tidak sesuai tata aturan baik aturan ekonomi maupun agama. Untuk mengatasi agar uang kita bisa stabil, bisa melalui dua jalan:</p>
<p>Cara pertama<br />
Melalui metoda ketat,  pelit atau  medit! (bakhil). Dengan cara ini anggaran harus ketat, dianggarkan setiap bulan,  dibajetkan, dibuat semacam anggaran pemasukan dan pengeluara pribadi/keluarga. Cara ini dapat membantu mengumpulkan uang sedikit-demi sedikit.</p>
<p>Cara kedua<br />
Setiap hari jangan pegang uang. Habiskan jika uang ada di tangan! Setiap uang yang ada di tangan atau yang dimiliki harus diberikan kepada orang lain tanpa ada sisa sedikitpun. Paling disediakan sekedar untuk kebutuhan besoknya. Atau benar-benar tanpa sisa. Biarkan saja besok apa adanya. Besok urusan besok yang penting hari ini harus habis.</p>
<p>Saluran Sedekah<br />
Dalam agama telah diatur kemana saja sedekah itu disalurkan. Setidaknya ada lima tempat menafkahkan harta. Seperti tertulis dalam Al Qur&#8217;anul Karim (Al Baqarah: 215) Sebab ayat ini turun, menurut Tafsir Al Qurthubi,  berkaitan dengan pertanyaan sahabat Nabi saw Amr bin Jamukh, &#8220;Ya Rasulullah harta saya banyak, kemana saya harus menyalurkan sedekah?&#8221; kemudian turun ayat berikut:</p>
<p>Artinya: &#8220;Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: &#8220;Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.&#8221; dan apa saja kebaikan yang kamu buat, Maka Sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya. &#8220;</p>
<p>Ada 5 ranking saluran sedekah:</p>
<ol>
<li> Orang tua; baik nasabi maupun sababi. Disamping ada orang tua sababi ada orang tua nasabi. Orang tua nasabi adalah yang melahirkan kita, sedangkan orang tua sababi adalah orang-orang yang secara pribadi sangat berjasa kepada kita, baik dalam pembentukan jasmani maupun rohani. Mereka dalah termasuk orang tua sababi.  Kepada merekalah sedekah diutamakan terlebih dahulu. Berikan harta yang sangat bernilai untuk mereka. Niscaya Allah akan memberikan ganti lebih baik.</li>
<li>Kerabat; siapakah saudara kita ini, dimana adanya maka sebaiknya kepada merekalah kita memberikan kasih shadaqah.</li>
<li>Anak Yatim; menurut kitab Fathul Baari, yatamah atau yatim adalah mereka yang ditinggal ayahnya.</li>
<li>Orang-orang miskin</li>
<li>Sabilillah</li>
</ol>
<p style="text-align:left;">
<p><strong>Niat Besedekah<br />
</strong>Cara memberi sedekah yang cukup menarik dari saran kyai saya itu katanya dengan niat dalam hati seperti berikut:</p>
<p>&#8220;Ya Allah, saya titipkan harta ini  di sisiMu melalui orang-orang ini, sebe¬lum diterima oleh orang ini, mo¬hon diterima lebih dahulu.&#8221;</p>
<p>Jadi katanya, bukan begitu saja memberikan kepada sasaran. Tetap hati harus hadir sehingga ada permainan hati yang disadari. Misalnya, memberi Rp. 5000, sebelum orang menerima maka Allah menerima lebih dahulu. Allah itu men¬jadi riba (melipat gandakan). Inilah riba yang sebenar¬nya, sebab kalau mau bermain riba yang benar adalah dengan Allah bukan dengan manusia. Bila kita memberi Rp. 5000 Allah siap memberi 50.000,-  sebab dalam dalam Al Qur&#8217;an Allah telah siap melipat gandakan amal kebaikan sepuluh kali lipatnya.</p>
<p><strong>Makna Sodaqoh<br />
</strong>Menurut tafsir al qurthubi kata shodaqah diambil dari kata siddik (benar). Melaksanakan shodaqah ini sebagai ciri orang yang sehat imannya; baik lahirnya maupun batinnya sehingga bukan termasuk golongan orang-orang munafik dimana mereka senantiasa menolak untuk bersedekah.</p>
<p>Yah begitulah hasil ngobrol dengan kyai saya dan di saat puasa ini, berbahagialah yang punya banyak kelebihan sehingga kemungkinan banyak membantu orang lain bisa tersalurkan. Namun berbahagia juga bagi yang dalam kekurangan sebab ada kemungkinan dikasih kelebihan rezeki dari orang2 yang santun…</p>
<p>Tak terasa ngobrol hingga jam 2 malam, udara di luar menusuk2 di badan tapi hangatnya obrolan itu dan jaket yang dipakai bisa membawa kedamaian pula saat tidur sesampainya di rumah&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/santribuntet.wordpress.com/247/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/santribuntet.wordpress.com/247/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=247&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/09/11/dua-metode-kumpulkan-rezeki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa Kembalikan Modal Hidup (2)</title>
		<link>http://santribuntet.wordpress.com/2008/09/09/puasa-kembalikan-modal-hidup-2/</link>
		<comments>http://santribuntet.wordpress.com/2008/09/09/puasa-kembalikan-modal-hidup-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 18:04:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celotehan]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[Kultur]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan]]></category>
		<category><![CDATA[dengki]]></category>
		<category><![CDATA[harga diri]]></category>
		<category><![CDATA[hasud]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[iri]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kewibawaan]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[mur'ah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[ubudiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://santribuntet.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Harga diri (Muru&#8217;ah) sebagai modal hidup, maksud loh?

MODAL hidup rohani yang ketiga selain akal dan agama, menurut ahli ushul fiqh seperti ditulis di berbagai kitab ushul adalah harga diri atau murua&#8217;ah atau wibawa.
Dalam penjelasan kyai saya, orang yang tdak berwibawa minimal dimata keluarga, maka disarankan untuk meneliti mur&#8217;ah apa saja yang dilanggarnya. Sebaliknya, orang-orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=236&subd=santribuntet&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>Harga diri (Muru&#8217;ah) sebagai modal hidup, maksud loh?<br />
</strong></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 140px"><img title="bangkitkan harga diri " src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:zLrmvfNF6y8zfM:http://farm2.static.flickr.com/1377/1370799543_ee3b2f39f3.jpg%3Fv%3D0" alt="Harga diri rakyat dimana harga diri pemimpin? " width="130" height="87" /><p class="wp-caption-text">Siapa yang membangkitkan? pemimpin, atau kita sendiri? </p></div>

<p style="text-align:justify;">MODAL hidup rohani yang ketiga selain <a title="POSTINGAN KEMARIN" href="http://santribuntet.wordpress.com/2008/09/05/puasa-kembalikan-modal-hidup-1/">akal dan agama</a>, menurut ahli ushul fiqh seperti ditulis di berbagai kitab ushul adalah harga diri atau murua&#8217;ah atau wibawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam penjelasan kyai saya, orang yang tdak berwibawa minimal dimata keluarga, maka disarankan untuk meneliti mur&#8217;ah apa saja yang dilanggarnya. Sebaliknya, orang-orang yang mampu menahan diri dari berbagai godaan orang ini memiliki benteng kepercayaan diri dan tentunya menjadi berwibawa karenanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaanya ada apa dengan harga diri itu dan dimana posisi harga diri kita selama ini. Saya tidak bermaksud meniru psikolog tetapi sekedar meniru kontemplasi <a href="http://bengak.wordpress.com/2008/08/11/kotemplasi-siklus-hidup/" target="_blank">Kang Zal</a> yang superberat, sejauhmana harga diri kita di mata manusia dan tentu saja di hadapan Tuhan.</p>
<p>Untuk membahas itu, ada baiknya saya ungkapkan sebuah peristiwa yang kerap terjadi terkait masalah harga diri. Saya teringat ketika sebuah Keluarga yang saya kenal dulu, setiap hari cek-cok melulu. Ada saja masalah yang dicuatkan. Kalau tidak dari isterinya, ya dari anak-anaknya. &#8220;Bapak ini gimana sih, bego amat segitu saja tidak bisa.&#8221; ada lagi umpatan dari anaknya, &#8220;Pak kenapa bengong saja, cepat bawa ini&#8221; begitulah raungan suara dari keluarga yang terlihat kurang harmonis itu terdengar hingga ke beberapa rumah sebelahnya.</p>
<p>Orang-orang menjadi jamak, si bapak yang dimaksud ini orangnya terlihat kalem dan tidak pernah melawan umpatan dan makian dari isteri dan anak-anaknya. Masalahnya apakah dalam hal ini si isteri sudah kurang ajar karena berani membentak suaminya begitupula sang anak meniru tingkah polah ibunya? Apakah fenomena ini menjadi wajar manakala kebebasan berpendapat juga merambah dalam struktur formal seperti rumah tangga.</p>
<p>Ternyata, kasus ini tidak saja menimpa tetangga saya, di tempat kawan karib sayapun kejadian ini mirip. Kalau sinetron memang sehari-hari bisa ditemui kasus-kasus seperti judul: &#8220;suami takut isteri&#8221;. Kesimpulan saya sementara mengatakan bahwa sang suami tidak berwibawa di depan keluarga atau harga dirinya turun di mata isteri dan anak-anaknya.</p>
<p>***<br />
<span id="more-236"></span></p>
<p>Sekelumit tentang masalah muruah tertulis dalam kitab ulama dulu. Muruah atau harga diri itu merupakan modal yang diberikan Allah swt kepada manusia. Modal-modal seperti akal, agama dan harga diri menjadi penghias dalam setiap langkah hidupnya dan masing-masing, tulis kitab itu,   perlu dijaga dengan ketat.</p>
<p>Kasus yang kerap terjadi justru sebaliknya, harga diri bisa hancur karena ulahnya sendiri. Dalam catatan kitab itu, harga diri seseorang bisa hancur karena sifat RAKUS (hirzun). Inilah yang saya maksud betapa beratnya menjaga integritas diri (muru&#8217;ah). Pada posisi ini ditantang tarung antara menjaga diri atau mendapat kenikmatan.</p>
<p><strong>Rasulullah saw  mempertegas dalam sabdanya:<br />
Inna muruatarrojuli mansyatun, makhroujun, madkholun, majlisun, ulfatun, jaliisun, </strong></p>
<p>&#8220;Sesunggunya harga diri seseorang itu dibentuk daria pada enam hal: bagaimana menjalani rutinitas harianya, obyek aktivitasnya atau karyanya (makhrojun), intensitasnya (madkholun), pengetahuannya (majlisun), apa yang digan­dru­nginya dan bersama siapa tempat kongkownya.<strong> </strong></p>
<p>Kalau boleh diterjemahkan secara bebas, maka enam hal itu adalah:</p>
<p><strong>Pertama, mansyaatun. atau bisa diterjemahkan rute perjalanan. </strong>Tidak dipungkiri dalam menjalani rutinitas tentu ada point-point yang dikerjakannya. Sebuah jadwal kegiatan harian juga bisa disebut mansyaatun. Jam segini saya ngantor, jam segini menulis, mengajar, mengaji. Atau ada yang punya rutinias  jam segini saya ke pasar, jam malam dihabiskan ditempat hiburan atau ke night club dst.</p>
<p>Ternyata baru paham rupanya para kyai saya dulu waktu mondok seringkali memerintah: &#8220;Cung ngaji yang rajin, sekolah yang rajin!&#8221; dan seterusnya. Kini baru sadar hal itu sebenarnya untuk memperkuat sisi mansyaatun</p>
<p><strong>Kedua, Tempat keluarnya (Makhrojun). </strong>Harga diri kita katanya, bisa dilihat dari tempat keluarnya itu darimana saja. Bisa juga makhrojun itu obyek konsentrasi atau bidang garapan yang tengah digelutinya.</p>
<p><strong>Ketiga, Tempat masuknya (Madkholun). </strong>Dimana saja aktivitas keseharian, mingguan, bulanan yang dimasuki oleh kita. Lalu menjadi agenda kegiatannya dan berkonstrasi di bidangnya itu. Semuanya akan menentukan kualitas harga diri. Misalnya setiap hari minggu jam 8.00 pagi ikut diskusi keagamaan di salah satu Masjid, dua jam berikutnya membuat resume diskusi dst, mirip dengan makhrojun.<br />
<strong><br />
Keempat, organisasinya (majlisun). </strong>Maksudnya harga diri juga bisa dilihat dari organisasi yang diikutinya. Sebab di akherat kelak, seperti quran menyatakan, orang yang masuk syurga tidak sendirian melainkan berbondong-bondong. Mau main judi saja mencari teman lebih dari tiga apalagi mau masuk ke syurga.</p>
<p><strong>Kelima, siapa yang paling disayangi (ulfatun).</strong> Maksudnya harga diri itu bisa diukur dari apa yang disayangi saat ini sebagai idolanya: &#8220;oh saya paling suka dengan dolar&#8221;. Ada lagi yang bertutur kalau saya yang paling saya sukai di dunia ini adalah ilmu pengetahuan, kalau saya ngeblog, atau mau bertutur, kalau saya sih, senengnya hanya nonton film-flm BF (Barmantyo Film).  Dari kesukaan itulah maksud ungkapan di atas akan membentuk harga diri.</p>
<p><strong>Keenam, JALIISUN. Maksudnya harga diri kita bisa diukur dengan siapa orang yang sehari-hari menjadi mitra ngobrolnya.</strong> Semua itu akan memberikan kualitas dan kuantitas dalam kepribadiannya dan kehormatannya.</p>
<p>Tidak heran jika para kyai saya di pesantren seperti tertulis di beberapa kitab kuning, menjadwal kalau kalau jam segini, ngobrol dengan Allah (mengkaji kitab suci) sekian jam. Atau bertemu Allah sekian jam (solat).</p>
<p><strong>Ketujuh, AMAL SOLEH </strong>(tambahan versi lain)<br />
Harga diri kita juga dimata Allah ditentukan dari amal soleh. Semenjak baligh, amal perbuatan baik kita mendapat reward (pahala) yang terkumpul sekian banyaknya, Namun dalam perjalanan berikutnya, tiba-tiba habis tak tersisa dan berpindah posisi. Hal ini tidak lain karena dalam perjalanan hidupnya suka berghibah atau menggunjing.</p>
<p>Dalam berbagai versi hadits dan ayat quran, orang yang menghibah atau menggunjing orang lain itu menyebabkan cadangan devisa amal yang dititipkan kepada Allah itu akan  pindah ke nomor rekening orang lain. Sayang sekali, sehingga orang ini konon kabarnya, ketika di hari nanti, akan menjadi orang yang muflis, atau harga dirinya drastis karena merugi pahalanya habis tanpa sisa. Naudzubillah&#8230;</p>
<p>***</p>
<p><strong>Hilang Wibawa</strong></p>
<p>Dalam penjelasan kyai saya, orang yang tdak berwibawa minimal dimata keluarga, maka disarankan untuk meneliti mur&#8217;ah apa saja yang dilanggarnya. Sebaliknya, orang-orang yang mampu menahan diri dari berbagai godaan orang ini memiliki benteng kepercayaan diri dan tentunya menjadi berwibawa karenanya.</p>
<p>Dari ungkapan itu saya menjadi jelas bahwa suami yang diceritakan diatas yang merosot harga dirinya di mata isteri dan anak-anaknya boleh jadi diakibatkan karena tidak memperdulikan masalah muru&#8217;ah (harga diri) yang enama dari Rasul ini.</p>
<p>Namun saya tidak berani bertanya padanya, cukup membatin sendiri, dan merenungi, seberapa berharganya saya di mata manusia apalagi dihadapan Allah&#8230; duuh Gusti, mudah-mudahan puasa ini semakin mempertajam kewibawaan minimal berwibawa di hadapan diri sendiri dengan menghargai diri sendiri, menghargai orang lain maka sudah cukup menjadi alasan orang lainpun akan berlaku sama kepada kita&#8230;</p>
<p>Puasa sejatinya cukup dijadikan teman untuk bisa mengembalikan harga diri yang mulai terkikis karena berbagai dosa-dosa yang menggelayut. Bukankah dalam berpuasa, Allah menjanjikan kalau puasa dikerjakan dengan segenap imanan wahtisaban, keimanan yang tulus niscaya dosa-dosa bisa diampuni ungkap Rasuullah saw dalam hadits yang tenar.  Ini berarti seperti mengembalikan harga diri di sisi Allah swt. Kalau harga diri di sisi Allah menguat, tentu cukupklah sebagia bekal untuk menghadapi kehidupan dengan penuh percaya diri.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Kalau menurut sampean bagaimana?</p>
<p>N/B&#8230; Mohon maaf kalau terkesan tulisan ini seperti ceramah atau menggurui  padahal sudah diupayakan tidak ke arah sana. Mohon saran bagaimana sih menulis yang tidak terkesan menggurui. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/santribuntet.wordpress.com/236/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/santribuntet.wordpress.com/236/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/santribuntet.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/santribuntet.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/santribuntet.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/santribuntet.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/santribuntet.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/santribuntet.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/santribuntet.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/santribuntet.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/santribuntet.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/santribuntet.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=santribuntet.wordpress.com&blog=672286&post=236&subd=santribuntet&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://santribuntet.wordpress.com/2008/09/09/puasa-kembalikan-modal-hidup-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90a7885744f735c605d816c29a4ae633?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">santribuntet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:zLrmvfNF6y8zfM:http://farm2.static.flickr.com/1377/1370799543_ee3b2f39f3.jpg%3Fv%3D0" medium="image">
			<media:title type="html">bangkitkan harga diri </media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>