Beranda > Ngliput > Kepedulian Kyai Muda terhadap Nasib Rakyat di Sekitarnya

Kepedulian Kyai Muda terhadap Nasib Rakyat di Sekitarnya

Kepedulian terhadap masyarakat sebagai elemen terpenting bangsa, harus terus digelorakan di mana-mana sesuai dengan profesi dan keahliannya masing-masing. Karena itu merupakan salah satu tema sentral dakwah Islam, rahmatan lil’alamin. Sangat tepat jika yang berberak adalah para kader ulama yang masih berusia muda yang kehidupannya paling dekat dengan elemen masyarakat yang masih belum beruntung ( low stratification )

Itulah salah satu kesimpulan hasil liputan bersama kyai muda Buntet Pesantren Kang Aris Ni’matullah, Jum’at, 18 Januari 2007, setelah menghadiri seminar Jaringan Komunikasi (Jarkom) yang dikelola oleh Fahmina yang diselenggarakan di Hotel Bumi Asih Cirebon, selama lima hari.

Sudah sepatutnya, para ulama muda (guru agama) di masyarakat bergerak dan menjadi bagian dari sharing problem and advocation yang terjadi di sekelilingnya. Tujuannya adalah disamping pesan-pesan agama bisa tersalurkan, aktivitas ulama muda ini dapat berinteraksi langsung ketika berinvestigasi ke masyarakat. Persoalan-persoalan yang ada di masyarakat marginal cenderung kurang ditangani dengan baik oleh para aparat hukum dan wakil rakyat maklum pekerjaan mereka amat komplek sementara jumlah warga yang menghadapi masalah lebih banyak.

Karena itulah kehadiran LSM sangat dibutuhkan di masayrakat sebagai pendamping terutama dalam advokasi terhadap masalah hukum, ekonomi, fiqh sosial, gender dan lain-lain. Dengan pendekatan para ulama muda ini, berarti peran ganda dakwah para ulama muda mulai dituntut. Satu sisi harus mendidik para murid-muridnya, di sisi lain, harus berkiprah di msyarakat yang kurang beruntung.

Menurut Kang Imat (sapaan akrab, Ust. Aris Ni’matullah), seminar itu sendiri diselenggarakan oleh sebuah LSM bernama Fahmina. Ia menyelenggarakan program membuat sebuah jaringan komunikasi berupa radio swasta masyarakat yang beroperasi untuk wilayah 3 Cirebon. “Saya hadir dalam kapasitas sebagai pemakalah untuk memberikan bekal kepada para pengelola radio ini. Bersama saya hadir pula dari Buntet Pesnantren Ust. Ayip Usmad, Ust. Husein, dan Ust. Aim. Kami memberikan materi yang berbeda-beda untuk memberikan bekal investigasi dan advokasi bagi para kader-kader ulama Cirebon.” Ujarnya menambahkan.

Fahmina sendiri berupa LSM yang peduli terhadap masyarakat. Dalam salah wujud kepeduliannya bisa dicatat, mereka telah banyak membantu mendampingi masalah-masalah yang terjadi pada para pedangan kaki lima (PKL) Pasar Pagi Cirebon, para supir angkutan kota (ankot) jenis kendaraan dalam kota, para supir elf (istilah untuk kendaraan antar kabupaten), karena kebetulan merek mobilnya Daihatsu Elf, kepada anak-anak jalanan. “Jadi prinspinya, program radio masyarakat yang dikelola para kader ulama ini bisa lebih optimal dapat membantu menyelesaikan problem-problem kemasyarakatan dengan cakupan yang lebih luas” sambung K. Imat, putra ke 3 KH. Izzuddin, pendiri asrama Al Inaroh.

Yang menjadi menarik adalah radio ini bakal dikelola oleh para ulama muda yang ada di wilayah 3 Cirebon (Indramayu, Kuningan, Cirebon) dan sekitarnya. “Radio ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat grass root. Penyuluhan-penyuluhan program berupa pemberdayaan ekonomi, kehidupan sosial, fiqh (hukum peribadatan), masalah gender dan lain-lain.” Imbuhnya.

Yang menarik dari adanya ide yang bagus ini, menurut Kang Imat, lahir dari seorang pemikir kreatif, KH. Husein Muhamad, pimpinan Pondok Pesantren Ciwaringin Cirebon. Sebagai piminan LSM Fahmina yang membuat jarkom (jaringan komunikasi). Jarkom ini mirip dengan radio yang dikelola oleh namlapanha, milik Jaringan Islam Liberal di Jakarta. Namun yang dikelola KH. Husein ini murni lahir dari pesantren dan ditangani oleh kader-kader ulama.

Kita berharap, dikala bangsa ini tengah menghadapi cobaan yang bertubi-tubi, tentu imbas dari persoalan ini adalah rakyat juga. Karenanya, mendampingi rakyat dalam kondisi yang serba sulit, merupakan amal yang nyata, setidaknya bisa mendengarkan keluhan-keluhan orang dan memberikan masukan-masukan bagaimana menghadapi masalah tersebut. Semoga kiprah para kader ulama muda di wilayah Cirebon dan sekitarnya ini dapat membantu mayarakat bawah lebih optimal dan lebih luas dengan hadirnya radio swasta versi ulama ini. Amin.

Kategori:Ngliput
  1. 22 April, 2007 pukul 12:58 am

    Kita berharap, dikala bangsa ini tengah menghadapi cobaan yang bertubi-tubi, tentu imbas dari persoalan ini adalah rakyat juga. Karenanya, mendampingi rakyat dalam kondisi yang serba sulit, merupakan amal yang nyata, setidaknya bisa mendengarkan keluhan-keluhan orang dan memberikan masukan-masukan bagaimana menghadapi masalah tersebut. Semoga kiprah para kader ulama muda di wilayah Cirebon dan sekitarnya ini dapat membantu mayarakat bawah lebih optimal dan lebih luas dengan hadirnya radio swasta versi ulama ini. Amin.

    ==================================

    Saya hanya dapat mendo’akan mas…. AMIIN

  2. 11 September, 2007 pukul 8:16 pm

    Lalu sejAUh mana pemahaman para Kyai mengenai tanggapan mengenai Upaya fahmina-institute dalam program penghapusan trafficking saat ini yang sudah berlangsung hampir sudah 4 sekarang.?
    saya sebagai peneliti lembaga-lembaga sosial khususnya fahmina sendiri yang sudah beberapa bulan saya sudah mengamati dan wawancara langsung dengan staf program penghapusan trafficking. warga banten sendiri, kira-kira melihat kondisi objektif lembaga fahmina institute dalam program tersebut seperti apa?apakah upaya yang dilakukan itu secara kemanusiaan dapat disosialisasikan secara terus-menerus sampai ketingkatan (grassroot). persoalan trafficking saya kira merupakan kejahatan yang susah untuk diberantas karena memang ini ada kaitanya dengan budaya-budaya yang sudah jelas-jelas diakui oleh setiap masyarakat dimanapun berada. oleh karena itu, warga banten sendiri memahami upaya penghapusan traficking sendiri itu bagaimana.
    terima kasih salam kenal Email sukra_ayif@yahoo.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: