Arsip

Archive for 10 April, 2007

Nyanyian Korupsi

10 April, 2007 4 komentar

NAYNYIAN
KORUPSI
[KOk haRUs diinteruPSI]

mengalir bak air
tak bisa(kah) mencapai akhir
meski sumbernya sudah diisolir
tapi bocorannya mengalir
menyanyikan lagu ilir-ilir
adem cumbles…. tak ilir-ilir

duhh aku suka korupsi
sebab akulah sang generasi
bapakku tlah mengajari
pamanku, kakaku, temanku,
guruku dan pacarku tlah menginspirasi

ibuku pun memberi tengiri
dipungut dari uang bapak selemari
diam-diam akupun mengiri
kapan aku bisa punya dua lemari

ooh korupsi
katanya mau diotopsi
oleh sang dokter komisi
padahal aku suka dasi
meski berbau terasi

ooh korupsi
bagaimana bisa hilang sehari
kalau darah dagingku ikut menari
menyanyikan puisi di kandang sapi

ooh korupsi
kini punya genarasi lagi
menyanyilah ia dalam ari-ari
pada anakku yang
berbaju santri, abangan & priyayi

hahaha korupsi budayaku
korupsi berhalaku
korupsi cintaku
korupsi duniaku
bahkan akheratpun
ingin kukorupsi

Jakarta, 10 April 2007 18:14 WIB

Ngomentari tulisan Passa,
inspirasi tulisanmu menginspirasikanku akan nyanyian korupsi… semoga bermanfaat
http://passya.wordpress.com/2007/01/19/keluargaku-gak-korupsi/#comment-1721

Kategori:bergumam

Ngeblog Korupsi

10 April, 2007 1 komentar

wahai sang penyadar
nasehatmu buat para pengasah kata
menyapa nurani berbalut cadar
sekan satpam di maya mall
bikin clingukan para blogroll Baca selengkapnya…

Kategori:bergumam

senymmu nasehatku…

10 April, 2007 2 komentar

senymmu nasehatku….

bu evi mulai (menggigi)t
kita2 yang tengah sakit
dengan lobang goa di gigi
sekan jadi kuburan menyendiri

hiii gigi-gigi menyeringai
senyum bahkan jadi lalai
gara-gara kebanykan makan gulali
tak sadar gigipun tak bernyali

aduh ibu gigiku ngilu
tolonglah jangan diberi sembilu
dengan nasehatmu yang mengharu biru
ku mau kau senyum saja di avatrmu
sebab senymu hilangkan segala kelu
betapa cukup menyejukanku

buat dokter EVI nasehatnya menggigit

Kategori:bergumam

duuh anakku

10 April, 2007 1 komentar

duh anakku
dari ibu yang baru
yang amat kurindu
saat mamamu
kuliah d3 dikampusku

duuh anakku
aku merasakan desah nafasderitamu
di kedalaman nuraniku, darahku, jiwaku
ku tak ingin kau menderita seperti itu
tak rela-tak rela… terkoyaklah dadaku !!

duhai anakku
ternyata kau lebih dewasa dariku
memeluk derita dlm kesendirianmu
bahkan dokterpun tak mengerti
nenekmupun ta’

kau ta’ tangis karna benci meringis
kau ta’ sehat karna kebanyakan nasehat
kau ta’ gemuk karna hati tante n mamamu remuk
kau ta’ manis karna gula terasa amis

kini anakku mendua
dari rakhim mama kedua
salahkah aku mendua meniga ….dst
bukankah dunia menyedia….???

maafkan aku hatta
aku tak ingin kau menderita
jika saja aku bisa
ku kan sematkan mahkota perkasa

hattaku…
kaulah se(gala)nya…
aku mengenalnya
aku mengenalku
dia mengenalku
kaupun mengenalku
aku dia kau mari menyatu…

Jakarta : 10 April 2007 … untuk hatta yang tengah memeluk duka sendirian, adik  destiutami 

Kategori:bergumam