Beranda > bergumam > bergumam sepi

bergumam sepi

Tuhanku, tuhan ya sayang
kasihmu tak terkira tak terbilang
bangsa ini haus akan kasih sayang
menjadilah curahan sayangmu membayang
di hati hamba yang suka sembahyang
namun di hati saudara saling serang

tuhanku tuhan ya sayang
kepada para nabi ngakunya belajar
kepada para jahil ilmunya masih terlantar
seringkali ilmunya dijejer ditrotoar
untuk dilelang murah bak operasi pasar

tuhanku ya tuhan sayang
kebodohanku masih tak nampak di depan mata
dan kepintaranku sejelas gajah di seberang sana
amalku merasa sebesar gunung
padahal nyanyian kelaparan menggaung
di hampir tiap2 prapatan gang

tuhanku ya tuhan sayang
ajarilah ilmu sayang
buat kami yang mendalang
buat kami yang berdendang
buat kami yang bernasib malang
buat kami yang begadang
buat kami yang senang menyerang
buat kami yang diam tenang
buat kami yang menerawang
buat kami yang berang
buat kami yang berdendang
buat kami yang berkali2 malang

tuhanku ya tuhan sayang…..
sebagaimana sang ibu rabiah mendoa
sebagaimana para pencari hikmah menjaga
sebagaimana para kekasihmu menjiwa
ampunilah kami karena kufur sayang

Jakarta: 29 April 2007 : 0:47

Iklan
Kategori:bergumam
  1. 1 Mei, 2007 pukul 12:49 am

    Puisinya mantap Pak, terima kasih….

    Tuhanku, tuhan ya sayang
    Kenapa hamba-Mu yang hina ini lebih sering mengejar senang…
    Tuhanku, tuhan ya sayang
    Berilah hamba-Mu yang hina ini kekuatan ‘tuk mengejar tenang…

    Tuhanku, tuhan ya sayang
    Kenapa hamba-Mu yang hina ini lebih sering “mencipta” perang…
    Tuhanku, tuhan ya sayang
    Berilah hamba-Mu yang hina ini kesadaran ‘tuk “mencipta” tenang…

    ——-
    guru deking yang kusayng
    ada empat renungan yang datang
    ku harap renungan lain datang menggalang tanpa penghalang
    serhingga kami bisa terus belajar setenang tenangmu

  2. 1 Mei, 2007 pukul 9:24 am

    menyentuh hati…

    ———
    wahh rasanya gimana pak dosen menyentuh hati itu,
    aku pengen belajar menyentuh hati dengan sepnuh hati dan berhati-hati..

  3. 1 Mei, 2007 pukul 11:57 am

    cleb
    speechless deh

    ——
    Ah pak guru bisa-bisanya aja speechless. kebalik kali, aku yang speechless ma pak gu(ruku)

  4. 1 Mei, 2007 pukul 2:54 pm

    🙂 touching poem..

    —–

    🙂 hei tikaBanget langsung mampir padahal baru ke sana.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: