Beranda > Dunia Pesantren, Tokoh > KH. Abdullah Abbas Wafat

KH. Abdullah Abbas Wafat

Dibalik kesederhanaan tersimpan hikmah mendalamSehari sebelum meninggal, di Cirebon terjadi gempa berkekuatan 7.sekian sekala richter (bener gak nulisnya). Tak tahunya, Jum’at subuh jam 4.10 wib seorang “paku bumi” telah tiada. Ya seorang ulama yang didengar oleh kalangan siapa pun. Dari presiden hingga tukang becak.

Selamat Tinggal kyaiku, selamat jalan menuju kedamaian. Semoga ilmu dan warisan semangatnya menulari kepada kita.

Karena saya mengelola web pesanten buntet, maka akhir2 ini tulisan tentang KH. Abdullah Abbas telah saya upload semuanya di www.buntetpesantren.com Silahkan bagi yang hendak mengetahui ulama ini.  Ada hampir 10 tulisan dalam dua hari saya tulis demi menghormati Guru, pemimpin, tokoh dan orang tua kami.

Anehnya media nasional dari mulai detik.com hingga kompas dan koran-koran lokal ramai-ramai memuat berita KH. Abdullah Abbas. Bagi yang sudah mengenal tidak heran akan kharisma kyai yang tidak pernah merasa tinggi hati ini. Bahkan kata anaknya, kyai ini lebih banyak berbuat daripada berbicara dalam mendidik anak-anaknya.

Selamat jalan kepada kyai yang telah hidup di lima zaman. semoga semangatmu menyemangai kami para santri dan alumni untuk berjuang bersama negara menegakkan “kasih sayang di bumi” 🙂

Iklan
  1. 14 Agustus, 2007 pukul 7:34 pm

    Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun,
    Seorang guru bangsa lagi meninggalkan kita.

    Allahu yarham,

  2. 14 Agustus, 2007 pukul 7:42 pm

    amin… walau saya sudah mengucapkan nya di ruang tamu, gada salah nya saya sampaikan lagi turut berduka cita atas berpulang nya sesepuh Pesantren Buntet, smoga mendapat tempat terindah di sisi Allah swt

  3. 15 Agustus, 2007 pukul 9:51 am

    Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun

  4. 15 Agustus, 2007 pukul 11:10 am

    Innalillahi wainnalilaihi rojiuun…
    turut berduka cita Kang….

  5. riza
    15 Agustus, 2007 pukul 4:08 pm

    Innalilahi wa inna ilaihi rajiuun,
    satu lagi hamba Allah yang telah lulus menjalankan perannya sebagai pewaris nabi.
    Semoga amal ibadahnya diterima di sisiNya.

  6. 15 Agustus, 2007 pukul 4:43 pm

    Ash to ash, dust to dust. Semua yang bernyawa, pasti akan kembali ke penciptanya.

    Semoga Allah tetap bersama orang-orang yang ditinggalkan oleh Kiai besar ini.

    Insya Allah, saya yakin Pak Abbas meninggalkan cukup banyak ‘warisan’ bagi warga Buntet. Warisan yang dipakai untuk tetap menjaga amanah bangsa Indonesia.

  7. 15 Agustus, 2007 pukul 11:47 pm

    Inna lillahi winna ilaihi rooji’uun.

    Mudah-mudahan amal baik beliau diterima Allah swt. Mudah-mudahan ilmu dan amal sholehnya menjadi cahaya bagi kita. Mudah-mudahan beliau mendapat ridho dan rahmatNya. Amin.

  8. 16 Agustus, 2007 pukul 8:42 am

    innalillahi wainna ilaihi raaji’uun.

    teringat 7 tahun silam..saat dapat kesempatan ngaji langsung pada beliau.

    sosok sederhana dengan kilau ilmu yang memukau…

    selamat jalan guruku..

  9. 16 Agustus, 2007 pukul 9:19 pm

    InnaLilllahiwainnalillahiraajiunn. biar Orangnya telah meninggalkan kita, tetapi kenangan ttg kebaikan2-nya, akan tetap di hati.

  10. 17 Agustus, 2007 pukul 3:05 pm

    Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun,

    Salah satu amalan yang tidak terputus adalah ilmu yang bermanfaat…semoga semua ilmu yang telah beliau bagikan kepada orang lain akan benar2 menjadi amalan tanpa putus sampai akhir masa.
    Teruskan perjuangan beliau…

  11. 17 Agustus, 2007 pukul 10:26 pm

    Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun

    Turut berduka cita Pak Kurt…., dan saya turut merasa kehilangan seorang ulama kharismatik. Saya sudah baca beberapa artikel tentang beliau di web pesantren buntet.

  12. 19 Agustus, 2007 pukul 3:37 pm

    Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun

  13. 20 Agustus, 2007 pukul 7:30 pm

    Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.

    Mudah-mudahan ada ulama-ulama baru yang dapat menggantikan Kyai Abdullah Abbas agar ilmu pengetahuan tidak dicabut dari muka bumi. Amin.

  14. 21 Agustus, 2007 pukul 4:06 pm

    inna lillahi wa inna ilaihi roojiun

  15. 22 Agustus, 2007 pukul 11:42 am

    Buat semuanya: terima kasih ata segala komentarnya………. kitapun akan menysul karena semuanya berasal dari sana dan kembali ke sana…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: