Beranda > Ibadah, Kajian Kitab > Mencuci Jiwa secara Aktif & Pasif

Mencuci Jiwa secara Aktif & Pasif

Give the money for zakat and ShadaqahIBADAH yang selama ini dilaksanakan baik shalat, puasa, zakat dan lainlain merupakan amalan yang utama untuk pencuci jiwa. Penciptanya langsung dari Allah swt. Selama peredaran udara melaui tarikan nafas, peredaran makanan terus berlanjut dan lintasan hati serta fikir terus berkecamuk, selama itu pula manusia harus membersihkannya. Karena hasil reaksi berbagai un-sur tubuh jiwa itu meninggalkan reaksi yang menghasilkan zat sisa (residu), maka ada yang rajin membersihaknya secara aktif. Namun ada pula yang tidak mau mencucinya secara rutin (pasif). Bagaimana se-baiknya mencuci jiwa yang terbaik?

 

Allah swt. Berfirman:

قد أفلح من تزكا وذكرسم ربه فصلى

“Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri dan menyebut nama Rabnya kemudian mendiri-kan shalat” (Al A’laa: 4). Maksudnya membersihkan diri dari harta (sha-daqah/zakat) lalu bertak-bir dan mengerjakan sha-lat. Kemudian dalam ayat lain, sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwanya den-gan menunaikan ketaatan kepada Allah swt. (As Syams: 9).

Dari ayat ini jelas sekali perintah untuk selalu mensucikan diri baik harta benda, amal-amal perbuatan maupun jiwa dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah sw.

Di sini berarti segala amal ibadah dibentuk dan dibangun sebagai bagian dari upaya pembersihan. Dan Dengan demikian ke-pentingannya adalah untuk manusia bukan un-tuk Allah. Sebab Allah tidak membutuhkan kebaikan kita. Bahkan seandainya orang bertawa semuanya tidak akan menambah kerajaan Allah begitu sebaliknya jika manusia ingkar semuanya, tiada mengurangi kekua-saanNya.

Dilihat dari sejarah asal ciptaan, bahan dasar manusia itu diasembling oleh Tuhan dari lumpur hitam (Al Hijr: 26). Konon, pengaruh dari lumpur hitam ini, manusia tertarik dengan hal-hal berbau tanah. Bukankah harta benda banyak berasal dari tanah: besi, kayu, kaca, plastik dll. Jika semua ini dibuat barang-barang indah maka setiap orang ingin memilikinya. Karenanya, daya tarik bumi yang besar ini mesti diimbangi dengan daya tarik langit. Karena itu mencuci jiwa merupakan hal yang patut diperhatikan secara serius, salah satunya untuk mengurangi pengaruh unsur daya tarik bumi itu.

Secara lahir mencuci badan seperti mandi, gosok gigi dll, menyebabkan badan menjadi bersih. Hampir tiap orang merasa tidak betah jika mandi hanya sehari sekali. Di samping banyak daki yang mengotori kulit, juga akan mengganggu sirkulasi pernafasan kulit. Begitu juga berlaku saat meng-gosok gigi.

Mencuci Rohani
Demikian pula untuk masalah rohani. Ambil contoh berwudlu untuk shalat. Konon, perbuatan ini merupakan salah satu cara membersihkan diri karena mau menghadap Allah SWT dalam shalat. Tuhan Maha Suci, maka mengahdap padaNya mesti suci.

Contoh lain, shalat lima waktu. Ia juga merupakan alat pencuci yang palilng efektif bagi kotoran jiwa. Sehingga Rasulullah saw menggambarkan shalat lima waktu itu ibarat orang mandi di sungai jernih depan rumahnya lima kali sehari. Tentu kebersihannya akan ter-jaga. Firman Allah swt:

حافظوا على الصلوات والصلاة الوسطى وقوموا لله قانتين

Artinya: ” Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wust-haa. Berdirilah karena Al-lah (dalam shalatmu) den-gan khusyu`.” (Albaqarah: 238)

Mencuci Harta
Membersihakan harta juga merupakan perintah dari Allah swt. Qod aflaha man zakkahaa, wakod khoba man dassaha..” Sungguh beruntung orang yang membersihkan, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” Dengan demikian zakat itu merupakan alat pencuci harta.

Allah swt berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ

Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka” (At Taubah: 103)

Mengapa harta perlu dicuci?

Hal karena di dalam harta yang kita miliki ada hak bagi orang yang meminta dan orang yang tidak meminta. (Adz Zdaariyaat: 19).

Riwayat dari Anas bin Malik ra. Rasulullah saw bersada:

ويل للأغنياء من الفقراء يوم القيامة يقولون ربنا ظلمونا حقوقنا التى فرضت لنا عليهم فيقول الله تعالى وعزتي وجلالي لأقربنكم ولأبعدنكم. ( تفسير القطبي

Artinya: “Celakalah orang-orang kaya. Sebab orang-orang fakir pada hari kiamat akan berteriak: “Ya Tuhan kami, mereka (orang2 kaya) telah berlaku dholim pada kami. Padahal mereka talah diwajibkan dengan hak-hak yang telah Engkau bebankan pada mereka. Lalu Allah berfirman: “Demi kemuliaan dan Ke-hormatanKu benar-benar akan Aku dekatkan (dikumpulkan untuk dihisab) atau jauhkan (dipisahkan mana yang ke neraka/ke syurga) kamu semuanya. (Tafsir Al Qurthubi).

Mencuci Cara Aktif & Pasif
Dari uraian di atas jelaskan bagi kita bahwa bersuci itu merupakan perintah Allah swt. Manfaatnya adalah utuk manusia sendiri: untuk jiwa, harta maupun badan. Metodologi (cara) mencucinya terserah kita: Apakah mau aktif atau mau pasif.

Jika melalui cara aktif, maka dengan melaksanakan shalat tanpa ditinggalkan. Namun apabila kita memilih cara pasif, maka dengan tidak mengerjakan shalat.  Lalu siap-siap saja misalnya terserang stroke, kanker,  atau penyakit berat lainnya. Sebab bukankah stroke merupakan upaya pembersihan secara pasif karena barangkali jarang menyentuh air wudhu.

Mencuci Harta. Jika ingin mencuci harta cara aktif, maka orang biasanya keluarkan harta untuk zakat, bersedekah, infak atau shadaqah.  Namun bila memilih cara pasif, maka biasanya orang memilih tidak mau (enggan) mengerluarkan harta untuk dicuci. Konsekwensinya, jika tidak mau mengeluarkan zakat/Shadaqah, siap-siap saja misalnya terkena banjir, kena perampokan atau diembat pencuri atau tiba-tiba saja harus mengeluarkan harta besar-besaran dengan sebab apapun.  

Dengan sebab itu, menghabiskan harta kita. Boleh jadi, itulah cara Allah mencuci harta kita secara pasif. Hal ini dikarenakan seseorang memilih mengeluarkan harta secara pasif dalam berzakat.  Sebab jarang-jarang berzakat/bersedekah.

Semoga di bulan Puasa menjelang akhir ini, harta kita bisa menyadarkan diri kita untuk digerakkan agar roda ekonomi orang-orang yang layak bantu itu bisa bergeliat kembali. Sehingga makna puasa semakin lengkap sebagai tujuan sosial approach. Amin.

Wallahu a’lam

Kategori:Ibadah, Kajian Kitab
  1. 2 Oktober, 2007 pukul 10:58 am

    Wah, artikel yg bagus nih pak, sangat relevan dengan kebutuhan terdekat ini.
    Oh ya pak, gmana tentang zakat profesi, apa ini merupakan hasil ijtihad aja atau ada petunjuk qath’i nya. Gimana menurut KYAI Kurt nih… 🙂

    —————
    @Herianto
    Tq mas Herianto dan tentang zakat profesi, ah itu kan sudah banyak informasinya. Orang sepintar Anda pasti sudah tahu, karena saya bukan kyai maka saya tak menjawab heheh 🙂

  2. 2 Oktober, 2007 pukul 6:12 pm

    Kalau uang hasil korupsi, memalak, komisi-komisi yang bukan haknya, terus dizakatkan… apakah sisanya bersih, tercuci, kalau uang lelah ngurus ktp, bikin sim terus shadaqoh apakah uang sisanya menjadi suci….

    Maklumlah, kita negeri yang korupsinya mendapatkan peringkat tertinggi di dunia. Artinya pesan pencucian harta ini menjadi relevan untuk menjawab hal ini… 😦

    @agorsiloku
    Kayanya kalau hasil korupsi lalu dicuci tetap saja tidak suci. Ibarat mencuci barang najis maka perlu cara khusus dengan dibasuh tujuh kali salah satunya dicampur dengan debu… .maka kalau koruptor, dicuci tujuh kali (mungkin setelah dipenjara tujuh kali baru kapok) salah satunya dengan debu yaitu kuburan ….. 🙂

  3. 3 Oktober, 2007 pukul 1:14 pm

    Wah bagus sekali pak artikelnya. Jd bs buat referensi kl ada temen yg susah utk mengeluarkan zakat/sedekah. Btw bedanya infaq sama shadaqah itu apa ya pak?

    ————–
    @Lintang
    infak lebih khusus dan biasanya berbentuk benda, sementara shadaqah lebih luas dan tidak semuanya berbentuuk benda. Mislanya kata Rasulullah saw senyum adalah shadaqah…. ayat2nya banyak sekali silahkan search di quran pasti ketemu… begitu mbak Tang eh mbak Lin…

  4. 4 Oktober, 2007 pukul 2:34 pm

    @atas
    klo infak biasanya di masjid, klo sodakoh bisa dimana mana 😀 cmiiw

    mas , bayar zakatnya bole pake dolar yak?

    ———-
    @funkshit
    kayanya gak ada yang nolak tuh kalau dikasih dolar…. 🙂

  5. 4 Oktober, 2007 pukul 3:29 pm

    semoga tidak malas jadi orang yang senantiasa mencuci..wekekekeke

    @cewektulenkebangetan
    hahah… bagus! ikutilah nasehat anak kost ini heheh 🙂

  6. 4 Oktober, 2007 pukul 5:34 pm

    Ass,yup mulai sekarang mari kita mencuci harta yang kita miliki dengan zakat sedeqah apalagi ini bulan penuh hikmah dimana segala kebaikan mengalir melalui pintu-pintu rachmatnya.Amin. Tulisannya bagus pak…Wasalam.

    @fira
    ayoooo aku ikut nyuci di belakang Fira yaa…

  7. sQ
    5 Oktober, 2007 pukul 9:49 am

    mencuci jasmani dan rohani memang penting banget ya pak ? contohnya, kalo g bersih jasmani aja jarang yang mau dekat-dekat, apalagi rohaninya, wah…bisa berabe

    ———-
    @sQ
    hahah betul, jasmani wangi (kantong) cewek2 maunya nempel kaya prangko. Coba deh kalau badan bau apek apalagi kangker (kantong kering) dijamin cewek2 pada kaburrr.. 🙂

  8. xwoman
    5 Oktober, 2007 pukul 11:25 am

    Tulisan pak Kurt emang bagus2…
    apapun yang dicuci pasti akan bersih, hidup lebih nyaman 🙂

    @ pangsit

    boleh pake dolar asal yang ngasihnya tinggal di negara bermata uang dolar juga :mrgreen:
    CMIIW

    ————-
    @xwoman
    ada loh yang dicuci tapi gak bersih yaitu “cuci mata” nah yang satu ini, maunya lihat yang bersih2 🙂

  9. 5 Oktober, 2007 pukul 7:32 pm

    Tulisan yang bagus, memang kita harus selalu mencuci harta kita dengan memberikan sedekah pada fakir miskin, memberi bantuan untuk anak asuh dll.

    ————-
    @edratna
    amin jika Ibu mau, silahkan datang ke tempatku dijamin tidak sedikit yang gembira menerimanya…

  10. Adriani
    2 Desember, 2008 pukul 8:02 am

    Ini tulisan yang lagi sy cari, pak. Saya sangat paham konsep pencucian jiwa dan harta, bahkan selalu berharap dicuci selalu oleh 4JJI sekiranya sebagai manusia kita selalu sangat dekat dengan khilaf dan lalai. Hanya sj g tau rujukan ayat al Quran yang tepat dengan konsep tersebut. (cuma hobi baca dan dengar, masih jarang meng(k)aji atau menyimak lebih dalam)
    Terima kasih atas tetesan ilmunya!

    eh, ada teman sy jg yg sempat mampir di blog ini (hi kang arif)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: