Beranda > Amanat, Dunia Pesantren > Misi Ampera: Laporan Pulang Kampung

Misi Ampera: Laporan Pulang Kampung

SETIAP tahun pulang kampung selalu saja ada titipan Amanat Penggembira Rakyat (Ampera). Bentuknya berupa pembagian uang “angpau”, kadang sembako atau pakaian yang diperuntukkan bagi orang-orang yang layak bantu di kampung saya: Buntet Pesantren Cirebon dan sekitarnya. Tahun ini sengaja saya tuliskan di blog ini sebagai laporan Misi Ampera…

Adalah Bapak H. Husni Tamrin tetangga saya, seorang dermawan dari Solo yang tinggal di Jakarta sudah cukup lama. Dia bersama kedua kakak adiknya, terkenal sebagai dermawan di salah satu kampung di Kec. Kebayoran Lama. Beliau adalah juga wakil RW sementara saya adalah staffnya. Tidak diragukan lagi kemuslimannya, karena beliau adalah orang Muhamadiyah yang jika berbicara dengan saya tidak pernah mempersoalkan perbedaan yang dikedpankan adalah perosoalan-persoalan kemasyarakatan.

Itulah salah satu yang saya sukai dari orang-orang Muhamadiyah adalah semangat beramal untuk orang lain. Suatu kebiasaan yang jarang saya temui di kampung saya yang notabene orang-orang NU kultural. Namun ada pula orang Muhammadiyah, masih tetangga juga, dalam setiap obrolannya dengan saya hampir selalu mengemukakan pikiran “gerah” akan tingkah laku ibadah sunnah orang-orang yang berbeda cara.  Biasanya saya hanya mendengarkan saja setiap “gerah” yang dikemukakannya.  Tak baik saya membantah karena saya mengormati usianya.

Pada tahun ini beliau (H. Tamrin) menitipkan uang sebesar Rp. 1.500.000,- dan langsung saat pulang saya bagikan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan. Mereka adalah para tetangga penulis, saudara, anak-anak yatim dan lain-lain.

Luar biasa sambutan mereka. Ungkapan terima kasih yang tulis lahir dari wajah-wajah polos anak-anak mereka dan orang tuanya. Bahkan ada satu keluarga  yang anaknya masih kecil2 sejumlah 12. Mereka semua dibagi rata baik orang tuanya dan anak-anaknya Gembiranya luar biasa. Hingga saya sendiri terlupakan untuk memotrek keluarga besar dan masih muda  itu.

Selengkapnya laporan saya lampirkan bawah ini:

Silahkan Klik…. di sini

ALASAN membagikan kepada nama-nama tersebut adalah karena pertimbangan mereka-mereka itu adalahorang-orang yang layak bantu.  Sementara untuk kata yang dicetak tebal menunjukkan uang belum diterima karena dititipkan pada seseorang….

Kawan-kawan saya yang ada di Jakarta pun banyak yang menerima manat untuk dibagikankepada orang-orang desa baik di Buntet Pesanrren  maupun di tempat lain… semoga amal-amal pendonor itu diterima Allah swt. amin

————————–

Buat Pak H. Tamrin, semoga amal kebaikan Anda membuahkan nilai kebaikan (pahala) yang berkelanjutan (unlimit) Ala’malusholeh…

  1. 21 Oktober, 2007 pukul 2:18 pm

    wah, mau dunk jadi tetangganya pak husni..hehehe. btw, met lebaran om…

    —————-
    @senja
    Met lebrang Jeng Senja.. bagaimana lebaranmu.. kok belum ditulis seh.. gak mudik yaa tapi kan mamamu yang memudikkan diri ke kamu… di Semarang. Asik ya orang lain mudik kamu malah dimudiki heheh 🙂 nanti saya kenalkan pada pak Tamrin tetanggamu di SMG… heheh

  2. 22 Oktober, 2007 pukul 3:04 am

    salut banget dah! Nah, negeri ini agaknya memang membutuhkan Pak Husni-Pak Husni baru untuk membantu saudara2 kita yang masih serba kekurangan. Yang diberi amanat pun mesti bikin laporan seperti yang dilakukan Mas Kurt itu, hehehe 😀 agar tidak menimbulkan fitnah. Betul nggak, mas? Salam.

  3. Santribuntet
    22 Oktober, 2007 pukul 7:19 am

    Benar Mas, dermawan itu penolak bencana. Kt bnyak bncana krnanya bth banyak dermawan.

  4. 22 Oktober, 2007 pukul 9:47 am

    salam ama Pak Husni yah…
    biar rejekinya tambah banyak krn kebaikan nya
    amiiinnn

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: