Beranda > Keajaiban, Pengalaman Rohani, Supranatural > Aliran Ses(a)at Fenomena Alam Gaib?

Aliran Ses(a)at Fenomena Alam Gaib?

Mushaddeq Terancam Lima Tahun Penjara  ALIRAN sesat demikian anggota kepolisian, MUI dan berbagai masyarakat menyebutnya. Terutama diarahkan kepada Al-qiyadah-al Islamiyah yang seperti foto disamping ini, pimpinannya telah menyerahkan diri. Menyusul Lia Eden yang baru saja keluar dari penjara, kini ia kembali ke kerajaan Tuhan bersama komunitasnya.

Anehnya, masing-masing aliran, banyak sekali pengikutnya. Bukan saja kalangan biasa namun orang-orang yang secara intelektual adalah kelas pendidikan tinggi. Di sini bisa dikemukakan sebuah pertanyaan singkat. Mungkinkah saat rasionalitas tak bisa menjawab, tak bisa menyentuh, tapi ada faktor x (yang gaib) tiba-tiba bisa dirasakan, misalnya dalam komunitasnya itu mampu mengademkan hati dan menenangkan pikiran, menentramkan, lalu kemudian inilah yang dianggap sebagai agama baru yang mencengangkan?


Banyak sekali tulisan seputar ini, namun kebanyakan mengupas argumen-argumen yang membedakan antara aliran itu dengan sebuah status yang mapan. Karena itu saya ingin mengambil sebuah asumsi yang boleh jadi salah atau benar. Itu semua diserahkan kepada diri kita masing-masing. Asumsi dari persoalan diatas yang akan saya ajukan pada tulisan ini adalah bahwa manakala seseorang tidak mempunyai pembimbing spiritual, sangat dikhawatirkan mentalnya tidak siap menghadapi ketika mengalami suatu keadaan yang tidak biasa.

Hipotesis yang saya ajukan ini mungkin hal yang mengada-ada. Namun juga bukan sesuatu yang diada-adakan. Bukankah aliran itu pun mengada-ada. Tapi kenyataanya ada. Karena itu pendekatan rasionalitas tidak saya kemukakan untuk membahas persoalan ini. Saya ingin mendekatinya melalui pengalaman-pengalaman yang terjadi di dunia pesantren. Jika tak berguna tak usah diterusin…. heheh 🙂

banyak sekali orang yang mengalami suatu keanehan dalam dirinya yang muncul tiba-tiba. Misalanya bisa kita simak omongan kyai menceritakan muridnya yang memiliki keanehan (kalau mau bukti, orangnya masih ada. Saya sering ketemu) Karena si santri punya guru, maka dikemukakanlah cerita itu kepada gurunya:

Pak, saya takut selama ini keadaan saya sangat lain dari biasanya ibarat suatu keistimewaan.

Pertama, saat saya membaca Alquran. Entah bagaimana rasanya nikmat sekali. Hampir-hampir saya tidak percaya. Suara yang dikeluarkan berbeda-beda. Padahal suara itu muncul dari mulut saya. Saking nikmatnya, saya membaca dan mengerti artinya dengan waktu yang lama. Dimulai dari jam malam hari hingga jam 9.00 pagi.

Keistimewaan kedua, saya shalat. Dalam kondisi shalat itu saya mengalami suatu keadaan yang amat nikmatnya. Saya tiba-tiba melanglang buana di tempat sebuah taman yang indah luar biasa. Belum pernah kualami hingga sebegitu nikmatnya. Kota-kota yang indahfff, burung-burung yang berwarna-warni. Tiba-tiba pula alam sekitar itu putih semuanya. Saya berada di suatu tempat yang asing tapi juga saya tidak ingin kembali.

Keistimewaan ketiga, Saya bertemu dengan orang-orang alim. Tiba-tiba saja dalam waktu yang singkat, saya berada di suatu tempat dimana di situ banyak sekali para ulama. Berbaju putih-putih. Kemudian saya salah satu dari mereka. Rasanya aku ini berada pada komunitas yang terhormat. Saya waktu itu benar-benar di tempatkan pada tempat yang dihormati.

Keistimewaan keempat, saya tiba-tiba bisa berdialog dengan benda-benda sekitar saya. Dalam kondisi yang sadar.

Dari cerita itu, si santri merasa ketakutan dengna kelebihan-kelebihannya itu. Sehingga ia mengadukan kepada gurunya (kyai). Bayangkan jika tidak punya guru, mungkin ia mengaku sebagai malaikat atau nabi melebihi semua aliran yang dituduh sesat atau bahkan menjadi paranormal dunia.

Menurut saya, seseorang bisa saja mengalami suatu keadaan (keistimewaan) yang sangat irasional. Namun pengalaman rohani itu bisa terjadi pada siapa saja, dengan tidak memandang baju ideologi dan agama. Sebab di kalangan agama lain fenomena supranatural seperti itu sangat banyak.

Cerita Supranatural
Sedikit saya ingin bercerita seputar kemampuan supranatural. Adalah sepupu perempuan (SP) saya (masih hidup) pernah mengalami mirip dengan yang dialami oleh Lia Aminuddin. Sama-sama rajin tahajud hampir setiap malam. Kalau Lia Eden pernah mendapat sinar dalam pengalaman rohaninya, kalau sepupu saya, sering sekali diajak jalan-jalan dan dibawa terbang (tentu dalam keadaan sadar) ke suasana mirip sorga. Keindahan alam di situ sangat asing. Kanan-kiri dan sekitarnya benar-benar membius dan tidak mau kembali, karena saking nikmatnya. Dia di sana bertemu dengan orang-orang yang dianggap putih bersih. Hingga akhirnya, sepupu saya itu juga bertutur, kalau dia mampu melihat jin.

Kemampuan ini diiyakan oleh sepupu saya yang lelaki yang juga mengerti soal-soal gaib. Namun karena ia mengaji terus kepada kyai, sepupu perempuan saya ini, tidak mengklaim memiliki kemampuan supranatural. Dia bahkan menikmati menjadi seorang pedagang sayuran keliling rumahan tiap pagi menjajakan dagangannya, yang hasilnya pas-pasan.

Padahal jika mau berprofesi sebagai supranatural, ia telah membuktikan mampu mengobati orang yang terkena penyakit kronis luar bisa bertahun-tahun tapi kemudian berhasil menyembuhkannya. Orang yang disembuhkan itu mempunyai benda-benda pusaka yang turun-temurun. Berbagai dukun dimintai tolong, namun akhirnya di tangan dia berhasil sembuh. Ia sendiri tidak mau menerima hadiah benda-benda pusaka itu.

Cerita kedua, sepupu laki-laki (SL) saya, kini bekerja di perusahaan Korea, Tong Yang, memiliki kemampuan supranatural. Ia bisa menangkap Jin mirip di TV yang pernah ada: pemburu hantu. Ia bercerita punya kawan yang kalau shalat itu sangat nikmat. Seringkali bahkan saat shalat (maaf) mengeluarkan sperma karena saking nikmatnya… Aneh yaa..

***

Jika Menimpa Kita
Bayangkan jika kelebihan-kelebihan supranatural itu menima saya atau Anda bagaimana kita memperlakukannya. Misalnya: tiba-tiba bisa terbang, menghilang dan mengerti bahasa binatang, tumbuhan dll. Atau bisa menebak umur orang atau penyakit seseorang. Ini boleh jadi memang diberikan sekejap oleh Allah swt. Namun bisa jadi itu merupakan suatu keadaan meta-psikologis yang boleh disebut hasil dari rekayasa syetan, jin atau dari unsur yang baik yaitu Malaikat.

Akan tetapi jika kemudian Anda mengalaminya, bisakah memebedakan mana syetan, jin dan malaikat. Padahal jin yang jahat pun mampu mengubah dirinya sebagai orang-orang suci, orang yang dihormati di segala generasi, para wali atau bahkan para nabi kecuali nabi Muhammad saw. Bahkan “nengeri” (ngaton) dan mengaku-ngaku sebagai malaikat sangat mampu. Tipu daya ghoib ini sangat mudah diperoleh sebagai bagian dari fenomena dari zaman dahulu. Itulah kata guru saya sesuatu yang perlu diwaspadai.

Lia Eden dalam suatu ibadatnya... foto diambil dari https://i2.wp.com/www.indonesiamatters.com/images/lia-eden.jpgKarena itu tidaklah heran dari pengalaman pribadi Lia Eden yang mengaku sebagai pasangan malaikat Jibril, atau pimpinan Alqiyadah al islamiyah yang mengklaim dirinya sebagai nabi akhir zaman. Juga banyak sekali yang memproklamirkan sebagai dukun, “orang pintar” atau ahli-ahli yang mengaku mampu menggandakan uang atau mampu menembus dimensi lain. Semua itu boleh jadi merupakan kaitan dimensi antara fenomena alam ghaib yang berhubungan dengan suatu ritualitas tertentu.

Karena itu kalangan pesantren sangat berhati-hati dalam urusan paham keagamaan dan ritualitas apalagi yang berbeda coraknya. Dengan kitab-kitab semisal Al Hikam, banyak nasehat untuk tidak ta’ajub (ternganga) pada sesuatu yang aneh. Bahkan dianggap sesuatu yang aneh yang ia terima, dilarang disebarkan kepada orang lain. Sebab kelebihan personal yang diberikan Allah itu khusus buatnya. Ibaratnya, menurut Habib Lutfi bin Yahya, orang yang punya kelebihan itu tidak boleh dikasih tahu kepada orang lain. Larangan memberitahukan kepada orang lain ini ibarat haidnya bagi laki-laki.

Biasanya mereka (para kyai) di pesantren mewanti-wanti agar menjadi orang yang biasa-biasa saja. Bekerja segiat mungkin dan mengamalkan ajaran agama dengan se-istiqomah mungkin. Kemdian jika mengalami suatu keadaan istimewa karena tiba-tiba atau karena amalan yang rutinitasnya tinggi, maka para santri disuruh mengabaikan saja peristiwa itu dan dilarang untuk dicengangi. Biasa-biasa saja untuk terus mengerjakan aktivitas ibadah, riyadoh dan bekerja. Sebab katanya, kelebihan yang didapat itu merupakan bagian dari godaan meskipun ia datang dari jin islam banget yang akan menjanjikan kekayaan atau kelebihan sekalipun. Wallahu a’lam.

Bagaimana menurut Anda, mari berdiskusi…

———-

Tulisan ini hanyalah opini penulis. Mohon maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Buat Novee, Ini yang bisa saya posting. Jika saya membahasnya dari sudut pandang lain (irasihonal) mohon maaf.

——————– update ———————–

Satu lagi cerita dari Buntet Pesantren:

KH. Abdullah Abbas (alm) adalah kyai Tawadlu. Ibu Lia Aminuddin bersama komunitas Eden pernah ke sana minta doa kepada Kyai ini, kalau tidak salah sebelum mengumumkan komunitasnya. Bahkan dari Mulai Amin Rais, para calon presiden dan pejabat hingga Pak SBY sering ke Buntet Pesantren menemui pak yai satu ini.

Yang ingin saya ceritakan beliau (KH. Abdullah Abbas) menurut penuturan KH. Anas Arsyad, Pak Kyai pernah diminta oleh Pengusaha Tommy Winata untuk mendoakan si pembuat onar Bom Bali Amrozi dkk. Kemudian Ki Dulah (pangg. akrab) menuju Bali dan berdoa di sana. Mendoakan para korban, bersama pemuka di sana. Lalu ada yang meminta agar Amrozi dkk bisa ketangkap dalam waktu kurang dari 2 bulan. Berita kemudian memberitahukan kurang dari 2 bulan para “penebar teror” itu sudah bisa ditangkap. Alhamdulillah.

Dari cerita itu, ki Dulah tetaplah seorang yang tawadu yang marah kalau ada tamunya tidak dikabari meskipun orang “recehan” sekalipun. Beliau tidak lantas mengaku-ngaku jadi “nabi” atau “saingan malaikat”.

Yang ingin saya katakan adalah mengikuti nasehat kyai. Jika mau mencari guru sepiritual hendaklah mencari seorang kyai (guru) yang tawadlu (rendah hati), tidak bernuansa keduniawian, tidak mengungguli ketercengangan. Istilahnya menurut ilmu nahu adalah carilah kyai yang aliim (dobel “i”) bukan (aalim) dobel “a”. Sebab kyai dobel “i” bernuansa hati. Sedangkan kyai dobel “a” benuansa pemikiran.. Keduanya memang diperlukan namun saat bertemu dengan hal-hal irasional maka kyai tipe dobel “i” itulah rujukannya.

Kyai dalam pandangan saya bisa saja guru, orang biasa atau bahkan orang tua sendiri. Yang jelas kyai (guru) yang akan dijadikan spiritualitas itu adalah yang sambung-menyambung secara nasabi atau secara sababi kepada Rasulullah saw. Insya Allah tidak ada diklaim sesat. wallahu a’lam.

Loh kok saya jadi pidato sih maaf.. maaf… maaf bukan bermaksud menyebarkan aliran baruuu… jangan dengarkan omongan saya.. yaa.. *kabur dulu ah*

  1. 31 Oktober, 2007 pukul 1:02 am

    inikah tanda-tanda akhir zaman ???

    🙂 kangguru
    benar, zaman selalu memberi tanda …

  2. 31 Oktober, 2007 pukul 9:15 am

    *ya ampun! disebut lagi…*

    sudut pandang lain? rasanya ngga deh!
    coz tadi saya baru mo komentar *tp keduluan* bahwa bisa aja fenomena2 gaib yg dialami mereka itu adalah perbuatan saiton…

    soalnya, ustadz saya bilang *duluuuu banget jaman saya masih madrasah* setan tuh akan berbuat apa aja untuk menggoda manusia, segala cara akan dilakukan nya demi mendapatkan kawan di neraka…

    mungkin org2 itu dulunya ga ada yg ngingetin kali ya, jd ga tau kl yg gitu2 bisa aja perangkap setan.

    *tp tetep aja saya ga habis pikir… koq bisa sih! (ya bisa dong, bodoh… buktinya tuh kejadian…!*

    ————-
    🙂 novee
    nama novee disebut, karena kaulah pemancing diskusi ini… tq

  3. 31 Oktober, 2007 pukul 11:44 am

    Ya begitulah. BIsa jadi kelebihan2 yang dianugrahkan pada seseorang itu adalah godaan baginya. Apakah ia akan terus beriman, atau bahkan akan sesat (seperti banyak contoh yang telah disebutkan).

    Saya pun punya cerita tentang orang yang, menurut pengakuannya, seringkali mendapat anugrah mimpi yang menjadi kenyataan. Padahal beliau itu seorang professor, tapi sayang, logika berpikirnya (dalam hal ini) kurang dipakai, karena mungkin ak punya guru ngaji (kyai, seperti di pesantren). Walau beliau (muslim) tapi mengikuti aliran yang dibawa Mirza Ghulam Ahmad. Beliau mengikutinya karena (mungkin) beliau berpikir dia mengalamai kejadian serupa seperti si Mirza. Duh kasihan… 😀

    ————–
    😀 mathematicse
    di Banten/serang adalah tempatnya para ilmuwan hikmah (linuwih)… tapi kayanya belum ada yang merasa diri the best … apalagi ngaku jadi Nabi… untung kang mathematicse gak tertarik yaa.. saya hawatir bakalan ada “nabi” baru sepulang dari Belanda heheheh

  4. 31 Oktober, 2007 pukul 12:02 pm

    Kalo ga salah inget kata guru ngaji sy dulu, Allah memberikan yang namanya mukjizat untuk membedakan manusia bisa dengan nabi. Kl nabi Muhammad bisa membelah bulan, mereka yg mengaku nabi punya mujizat apa?!?
    Lagian pengikutnya apa ya nggak mikir..??

    😀 Klikiri
    Mereka mungkin tidak tahu beda antara: maunah, sihir, keramat dan mukjizat, dikiranya sihir sama juga dengan keramat… 🙂

  5. 31 Oktober, 2007 pukul 12:32 pm

    meski sesat tapi yang kadang suka bikin miris justru reaksi dari rekan2 muslim sendiri dalam menanggapi aliran ini.
    menurutku sikap mereka terlalu berlebihan karena-seperti yg sering aku liat di tv-reaksi kaum muslim justru mencerminkan ketidakdewasaan kita dalam meluruskan kembali mereka2 yg dianggap tersesat.

    😀 bocah
    yaa betul banget, membenci itu kerap dilampiaskan….. namun saya yakin bocah saja bisa punya kesadaran akan menjaga kedamaian, kok yang gede2 pada gak sabar yaa melihat fenomena yang kaget ini.. jadi yang dewasa siapa yaa..

  6. 31 Oktober, 2007 pukul 3:24 pm

    Dalam hidup dan berkehidupan banyak hal yang perlu dijawab ketika ranah agama, ilmu, filsafat, ect. tak berpilin lengket dengan realitas sosial. Pada diskrapensi demikian … orang mencari jawan dengan caranya sendiri … ya didapatlah ‘hal-hal aneh’ yang keluar dari maistream. Dan … mereka ditemba.

    Idealnya, agama, ilmu, filsafat ect. mengkajijawab, bukan tidur manis ditangan ‘para pemuka”. Kalau demikian, akan banyak lagi yang akan ‘kreatif’ dengan pikir dan maunya.

    Contoh kasar: bagaimana otak yang dilandasi fondasi agama memahami, orang-orang yang mengurusi usrusan agama —contoh di Depag— kog sampai masuk penjara karena diputus pengadilan korup. Aneh kan? Tapi, realitas berkata demikian.

    Jadi, akidah dipagut, namun harus ditafsirkan seuai kemajuan manusia —yang hakikinya semua hal dari Allah SWT.

    😀 Ersis Warmansyah Abbas
    Memang tidak jarang saya akui banyak “kyai” / pemuka “rohaniwan” yang juga tidak sesuai mainstream.. dan mengikuti jejak ala nonrealism. saat itulah sebenarnya permainan hati seseorang didedas.. apakah mengikuti hawa, nafsu, suara, akal, pikir atau filsafat.. hahah OOT nih bang coment for commentnya…

  7. 31 Oktober, 2007 pukul 5:29 pm

    Tenang saja. Ada banyak cara menjadi “Nabi”… 😆

    ———-

    Bayangkan jika kelebihan-kelebihan supranatural itu menimpa saya atau Anda bagaimana kita memperlakukannya. Misalnya: tiba-tiba bisa terbang, menghilang dan mengerti bahasa binatang, tumbuhan dll. Atau bisa menebak umur orang atau penyakit seseorang.

    Hohoho, mirip dengan Heroes.

    Bercanda.

    Begini. Ingat teori yang pernah diucapkan oleh Starburst: “Nggak semua yang loe denger itu bener.”, kali ini saya memaksudkan teori tersebut sebagai, “Nggak semua itu loe harus denger.”

    Artinya ?

    Kita tidak perlu membicarakan kekuatan supranatural tersebut dengan siapapun. Cukup menjadi rahasia yang hanya diketahui diri – sendiri saja.

    Lia Eden dan “Rasul” di atas itu terbilang sombong. Sekali mereka memiliki kekuatan, langsunglah mereka membuat perkumpulan dan menceritakan kemampuannya itu sebagai mukjizat Tuhan. Menurut saya, tidak perlu itu diperlihatkan.

    😀 Mihael “D.B.” Ellinsworth
    nama yang aneh, komentarnya juga aneh bin mencerahkan.. benar se-x kita tak perlu mengaku-aku bahwa I am the best seolah nothing the best beside him… sebuah sinkretisme baru?

  8. 31 Oktober, 2007 pukul 7:29 pm

    Mas Kurt, tulisan ini buat saya sangat menarik dan mencerahkan. Beberapa teman saya “punya” kemampuan spiritual yang terbilang di atas rata-rata dan kadang saya merasa dirinya menjadi seorang yang “mumpuni”.
    Adanya guru yang tawadu tentu sangat membantu. Namun, nafsu manusia untuk merasa “hebat” dan dapat anugerah juga kerap juga begitu tingginya. Merasa bisa “bergaul” dan paham “gaib”. Padahal jelas Allah menyampaikan itu urusanKu. Jadi, berdasarkan informasi ini… maka saya anggap itu hoax saja yang harus diterjemahkan dalam bahasa rasional.
    Spiritual menurut saya sih harus dipahami secara rasional juga.

    Saya kira, makin sedikit kita akan mendapatkan mursyid dalam belantara ego dan spiritual dunia. Untuk orang yang pernah hidup dalam lingkungan kearifan ada daya dukung yang membentenginya, yang tidak punya bagaimana?. Padahal peluang hadirnya “kemampuan” tambahan itu juga terjadi pada siapa saja. Tidak di Indonesia, tapi dimanapun juga… Sebagian melihat dari kacamata rasional dan paduannya…..

    😀 agorsiloku
    Ada lagi istilah entah benar atau tidak, mencari guru (mursyid) yang kamil mukammil kata kang Luqman http://www.sufinews.com itu cukup sulit, namun juga katanya, perlu dicari terus. Memang, derajat ego kini sudah masuk dalam kategori “global warming” alias waning for all 🙂

  9. 31 Oktober, 2007 pukul 8:14 pm

    Saya juga setelah membaca postingan ini cukup mencerahkan…
    Yg jelas akibat kurangnya ilmu, dan merasa diri sendiri mampu memahami berbagai persoalan (merasa tak butuh orang lain dalam hal ini kyai atau guru yg lebih memahami) itulah titik tolak berbagai kesesatan…

    😀 Herianto
    Pak dosen mau mengatakan bahwa namanya soal (kisi/kisi) harus jelas titiknya yaa Pak, jangan gak karu-karuan .. heheh

  10. 31 Oktober, 2007 pukul 8:54 pm

    Postingan yang bagus, menarik, dan mencerahkan. Meski saya bukan islam, tapi saya percaya dunia gaib itu ada.

    Ketika dulu saya mengalami depresi dan trauma, saya sering merasa melihat dan mendegar sesuatu yang aneh. Bahkan merasa diri ini mempunyai kemampuan spiritual. Ah, ternyata semua itu hanya karena jiwa saya terganggu. Hasil imajinasi ciptaan sendiri, he he he. Malu-maluin, ya? Semua itu sudah merupakan masa lalu. Masa lalu yang hanya untuk dikenang, dijadikan pelajaran, dan dipetik hikmahnya.

    Allhamdulilah, setelah banyak berdoa, mendekatkan diri kepada-NYA, semua gangguan itu ilang dengan sendirinya.

    😀 Hanna
    kata iklan “Apapun makanannya, teh botol minumannya” … Apapun keistimewaan seseorang, apapun agama/kepercayaanya , toh bakalan mati tempat akhirnya dan bakalan menuju kepada-Nya 🙂

  11. 1 November, 2007 pukul 3:38 am

    Saya tertarik membahas kiai aalim dengan aliim, Mr Kurt.

    Yang jadi pertanyaan, dapatkah kedua konsep ini bertemu pada manusia yang sama?

    Andaikan tidak, adakah cara untuk mempelajarinya?

    Makasih, Mr Kurt. (*BTW, tulisannya keren,Pak*)

    😀 ArifKurniawan as Bangaiptop
    hahahaha.. selalu kritis™ dari bangaip… sampe susah neranginnya… 🙂
    hasil tanya² (biar dibilang jangan ngarang nih bang 🙂 ) menyebutkan bahwa kyai tipe dobel “a” & dobel “i” bisa menyatu seperti gula sama air…contohnya gak usah jauh² http://www.arifkurniawan.wordpress.com mirip-mirip karena postingannya dengan hati(hati) memahaminya sampe kalau salah memahami dikiranya bernuansa kesono-sonoan hehehe 🙂

  12. 1 November, 2007 pukul 6:47 am

    Ya itu…kadang rasanya gula itu melenakan sehingga membuat orang keblinger

    😀 deKing
    Hoahahaa senang sekali kang deKing bangun dari “tidur”nya
    betul kang, ada gula ada semut… ada anu ada anunya… 🙂

  13. 1 November, 2007 pukul 7:05 am

    Hmmm….
    sebenarnya peristiwa supernatural adalah peristiwa natural juga, hanya saja manusia belum dapat menjelaskan fenomena tersebut. Maklum pengetahuan manusia masih sangat sangat terbatas terhadap alam ini. Ilmu yang dikuasai manusia tentang alam semesta ini masih setitik air di dalam lautan ilmu yang diciptakan Allah swt.

    Sebaiknya kalau memang seseorang mempunyai “kemampuan lebih” sebaiknya mereka dikumpulkan menjadi satu dalam satu wadah yayasan atau organisasi atau apapun. Di situ mereka bisa saling berkomunikasi dan bersosialisasi satu sama lain, sehingga mereka sadar bahwa mereka tetap manusia biasa yang diberi ‘kelebihan’, karena kalau mereka bertemu dengan mereka yang ‘sejenis’, mudah2an mereka sadar bahwa itu hanyalah bagian dari sunatullah. Dan kegiatan2 mereka Insha Allah dapat menjadi lebih produktif bagi umat manusia daripada hanya sekedar mengklaim dirinya nabi atau malaikat.


    😀 Yari NK

    Wahahah ini mirip ya dengan film Fantastic dari Amrik itu … mereka sebenarnya mengajarkan bahwa kelebiahan-kelebihan supranatural itu harus dibuat manfaatnya buat orang lain bukan kemudian menjadi the best power in the world… terus lagi yang ahli sihir seperti film Superman, supergirl dan super-super lainnya kebanyakan adalah tokoh-tokoh penolong.. yang terkhir film karya JK Rowling pun juga.. si JK tidak kepikiran ya menjadikan tokoh hayalannya menjadi “sang juru selamat”… bahkan para pendeta yang ahli mengobati pun, tidak ada juga yang mengaku sebagai “tuhan” saingan Yesus Kristus…

  14. Sableng
    1 November, 2007 pukul 10:47 am

    NYICIL SIMPATI PADA SYETAN
    adalah tulisan bagus untuk direnungkan terkait kondisi zaman sekarang… ditulis oleh CakNun


    😀 Sableng

    Waaah bagus sekali tulisan CakNun ini, oooh jadi benar, saat ini syetan sudah tidak ada kerjaan lagi, karena sudah dicicil dari dulu untuk bersimpati.. tq atas lingannya..

  15. SQ
    1 November, 2007 pukul 11:34 am

    Nah, berhubung topiknya pas, saya juga mau cerita :

    Saya dulu bersekolah di tempat yang juga kental pendidikan agamanya, salah satu teman saya, dia cerita suka dibisiki jin atau makhluk halus. Kalau di telinga kanan dia bilang dari malaikat, kalau dikiri dari jin dan setan.

    Waaah…saya nggak tahu yang mana yang benar ya… (malah nambahin kasus 🙂 )

    😀 SQ
    Mas qomar terus crita berikutnya, si teman sekarang bagaimana kabarnya, apa siap-siap jadi “nabi” baru kah? heheh nice telling..

  16. 1 November, 2007 pukul 1:35 pm

    ndak dong ama dobel i dan dobel a….

    taoi sebaiuknya kita jangan mengklaim mereka-mereka yang blablabla itu sebagai orang gila….

    kenapa…???

    karena dulu sang nabi saat berdakwah juga dianggap orang gila….

    jangan menyamakan mereka dengan nabi…kalo kita memanggil mereka sebagai orang gila, IMO, secara ndak langsung kita menganggap mereka nabi dan kita adalah kaum jahilliyah….

    😀 celotehsaya
    celoteh yang kritis bos… memanggil mereka “gila” juga menganggap nabi, dan jahiliyahlah adanya kita.. memang, disayangkan orang yang membalas “kegilaan” dengan kegilaan jenis lain ….

  17. 1 November, 2007 pukul 3:48 pm

    Ngelmu agama saya dangkal. Saya nggak bisa melihat jin. Bahkan Boso Arab saja saya nggak bisa. Oleh karena itu, saya milih nggak ngaku sebagai nabi baru. Saya cukup dengan apa yang diajarkan bahwa Muhammad adalah penutup para nabi.

    Kalau ada orang yang memiliki kelebihan seperti yang ditulisakan pada artikel lalu mengaku nabi, di Pasar Sleman dulu ada tukang obat yang membuat alat kelamin anak kecil di samping saya hilang. Hahaha… dia nggak ngaku sebagai nabi.

    😀 Kang Kombor
    Saya juga bermodal dengkul bos ilmunya. boro-boro liat Jin, yang ada malah jinnya ketawa liat dengkulku hahah boro-boro ngaku “nabi”

  18. myresource
    1 November, 2007 pukul 9:52 pm

    Bisikan SETAN….
    Astaughfirullah…

    Kemarin saya debat waktu pelajaran PKNS
    Keutua Al-Qiyadah pantas dihukum mati gak..
    di bagi dua kelompok…
    saya dapet kelompok tidak setuju..
    mempertahankan jawaban..
    dikira sesat…

    Duh….

    😀 myresource
    padahal cuma berperan saja dikira sesat??? duuh ana-ana bae…

  19. 2 November, 2007 pukul 1:23 am

    Saya sangat percaya adanya sebuah kekuatan di balik yang tampak (kasat mata). Kalau menueurt saya, sebenarnya itu sebuah kekuatan yang digunakan untuk menguji keimanan seseorang. Kalau memang kekuatan itu dihambakan untuk mengagungkan asma-Nya, itu artinya berada di jalur yang lurus, hehehe 😀 tapi kalau nngak, ya sudah akan muncul Lia Eden-Lia Eden baru. Saya sangat setuju dengan Mas Kurt: berguru pada kyai yang alim agar tidak makin jauh tersesat.
    OK, salam.

  20. 2 November, 2007 pukul 10:26 am

    Agama dan kepercayaan adalah hak asasi manusia. Negara, orang, hewan, dan semua-semuanya tidak boleh masuk ke dalamnya.

  21. 2 November, 2007 pukul 11:14 am

    Sawali TUhusetya
    Kuncinya, menguji keimanan??? saya cocok dengan istilah itu. Jadi apapun istimewanya kita yaa biarlah angin berlalu ….

    😀 imcw
    sayangnya dok, kalau kita masuk ke gedung ada satpam nah di situ orang bebas se-x keluar masuk bahkan kadang beramai-ramai kadangpula sepi-sepian… 🙂

  22. ndarmogandul
    2 November, 2007 pukul 11:46 am

    hanya sebuah keyakinan turun temurun, ato mempelajari dan mamahami dengan sikap kritis??

  23. 2 November, 2007 pukul 3:09 pm

    ga usah ikut aliran sesat dah
    liat ‘ciL nyang ude balik lagi ke blogsphere

    hhehehehehe

    😀 superkecil
    heheh yang superkecil saja nilai nasehatnya “besar”…

  24. 3 November, 2007 pukul 11:22 am

    Kalau bicara soal guru, kayaknya guru yang ditulisan bang kurt adalah mursyid.
    Pengalaman spritual yang irrasional milik sepepupu perempuan bang Kurt itu sepertinya sering dialami pengikut tarekat.

    😀 perempuanNya
    hahah aku kan gak nulis itu, kok tahu sih… btw guru yang kuceritakan kebetulan bukan mursyid, namun muridnya mursyid.

  25. 3 November, 2007 pukul 12:16 pm

    Gun-Shan is back~

    Ah, tulisan yang lembut, pak. Jadi adem juga lhat tulisan yang membahas aliran yang katanya sesat dengan memakai sudut pandang lain dan nggak kebawa emosi gitu…

    *belajar*

    😀 rozenesia
    Tq master Lee…. welcome back master!

  26. tika
    3 November, 2007 pukul 1:35 pm

    tidak sdg ingin merespon tp membagi sedikit referensi untuk semua yg berminat. boleh to, mas Kurt.. 😉 sampurasun..!

    Bedah Buku Dua Wajah Islam Keras Karena Rendah Diri

    Jakarta, wahidinstitute. org
    Presiden Republik Indonesia ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan
    tegas menyatakan, kaum Wahabi menjadi keras dan merasa benar sendiri, tak lain karena pengaruh kerja samanya dengan Dinasti Saudi.

    “Kaum Wahabi keras, itu karena kerja sama dengan Dinasti Saudi. Itu yang penting. Penting sekali. Dinasti Saudi ini mengidap rasa rendah
    diri. Kenapa? Karena mereka keturunan Musailamah al-Kadzab.”

    Demikian disampaikan Mantan Ketua PBNU itu pada diskusi buku karya Stephen Sulaiman Schwartz berjudul Dua Wajah Islam: Moderatisme Vs Fundamentalisme dalam Wacana Global, di Auditorium Nurcholish Madjid Universitas Paramadina Jl. Gatot Subroto, Kav. 96-97, Mampang Prapatan Jakarta Selatan, Rabu, (31/10/2007) malam. Buku ini berjudul asli The Two Faces of Islam: The House of Sa’ud from
    Tradition to Terror (2002) yang diterjemahkan dan diterbitkan kembali oleh the WAHID Institute pada September, 2007.

    Pada jaman Nabi Muhammad SAW, Musailamah al-Kadzab (Sang Penipu) pernah mengaku menjadi nabi. Dia dulu tinggal di Yalamlam, daerah antara Jedah dan Yaman. Dan, kata Gus Dur, Dinasti Saudi dulu menamai istananya dengan Istana Yalamlam.

    “Ketika Faishal menjadi raja, nama itu diubah
    menjadi Istana Riyadh. Soal ini kita harus tahu persis sejarahnya, biar kita tidak berat sebelah,” pinta Gus Dur.

    “Jadi, sikap rendah diri itu lalu ditutupi dengan
    sikap seolah paling benar sendiri. Wahabi dijadikan alat untuk menutupi masa lalu Dinasti Saud saja,” tegas Gus Dur.

    “Saya tahu ini dari informasi-informasi yang masuk. Saya bicara apa adanya. Obyektifitas itu penting dan menuntut sikap yang betul-betul mendalam tanpa pikiran macam-macam, ” imbuhnya.

    Pada diskusi buku terbitan the WAHID Institute tahun 2007, ini hadir juga sebagai pembedah intelektual Syiah Jalaluddin Rakhmat dan Dosen Universitas Paramadina Ihsan Ali Fauzi. Ratusan hadirin terlihat memenuhi ruang diskusi.

    Mengomentari isi buku, Jalaluddin Rakhmat
    menyatakan, buku yang sebetulnya hanya menampilkan satu wajah Islam Wahabi, ini akan banyak memukul para dai di negeri ini. “Mereka hanyalah loud speaker Wahabi yang digerakkan dengan petro dolar dari Jazirah Arabia,” ujarnya.

    “Saudi mungkin kebakaran jenggot dengan buku ini,” sambungnya.

    Kang Jalal – sapaan akrabnya – lantas menyuguhkan beberapa ciri spesifik gerakan Wahabi. Pertama, merasa paling suci dan benar.

    “Dialah yang paling benar dan semua orang sesat.
    Dialah yang berada di jalan lurus, di atas sunnah, dan semua orang di atas bid’ah. Dialah yang menjalankan tauhid murni dan semua orang musyrik,” tegasnya.

    Kedua , anti plularisme. “Mereka sangat eksklusif.
    Merasa bahwa surga hanya milik dia dan kelompoknya, ” terangnya.

    Ketiga , anti tradisi lokal, kecuali tradisi Arab di
    Padang Pasir. “Semua tradisi di tempat yang didatangi tidak disukai,” katanya.

    Dan keempat, anti intelektualisme. “Kita harus patuh pada wahyu al-Qur’an dan Sunnah, dengan tambahan, seperti penafsiran mereka. Karena itu, kita dilarang mengikuti penafsiran yang menyimpang dari penafsiran mereka,” ujarnya.

    “Jika semua ciri itu terpenuhi dalam diri kita,
    insya Allah agama kita becomes evil. Dan insya Allah, kita akan menjadi teroris-teroris baru yang menyebarkan ketakutan di sekitar kita,” tandasnya.

    “Dan, musuh paling besar dan paling tidak disukai
    oleh mereka adalah Syiah,” imbuh Kang Jalal disambut tawa.

    Sedangkan Ihsan Ali Fauzi ingin melihat gerakan
    Wahabi secara lebih fair. “Saya ingin membela Wahabi dari beberapa tuduhan yang mengganggu pikiran kita. Karena kok kayaknya hampir
    tidak ada sumbangan positif dari Wahabi terhadap peradaban,” katanya.

    “Jadi, saya mengecam Wahabi, tapi be fair,” imbuhnya.

    Hal positif dari Wahabi, kata Ihsan, antara lain
    semangatnya untuk bertauhid. “Mereka menyebut diri muwahhidun (ahli tauhid, red.). Sama juga seperti Muhammadiyah. Semangat tauhid ini sangat patut digarisbawahi, terlepas dari eksesnya,” pintanya.

    Selain itu, pinta Ihsan lagi, kita harus tenang
    berbicara perihal sumbangan dari Wahabi. “Apa alasan kita menolak orang yang memberikan sumbangan kepada orang lain? Kalau kita menerima sumbangan dari AS (Amerika Serikat, red.), kenapa tidak dari SA ( Saudi Arabia, red.)?” tanyanya.

    Secara prinsipil, kata Ihsan, tidak ada alasan
    sedikitpun untuk menolak sumbangan dari mereka. Toh, ujarnya, banyak sekali madrasah, masjid, atau kantor-kantor di negeri ini yang hidup karena bantuan mereka.

    “Harus hati-hati menyimpulkan mana yang sumbangan teroris dan mana yang bukan. Kalau tidak, akan bahaya,” pungkasnya.[ ]

    😀 tika

    Waaah menarik sekali infonya Tika, makasih banget. Saya juga semula mau posting masalah ini. Tapi sudah jelas dari diskusi yang digelar secara umum itu. Saya dapatkan dari informasi di radio, bahwa wahabi itu keturunan “nabi palsu” pada zaman Nabi: Musailamah Al Kazzab… (Si pembohong Musailamah)… Tapi akhirnya, saya tak perlu memposting ini, karena ada yang lebih kompeten mengungkapnya…. (mohon maaf kepada pihak yang merasa dirugikan dengan tulisan ini, silahkan konfirmasi kepada yang meneliti dan kepada Wahid Institute yang telah terbuka mengadakan kajian dan bedah bukunya) akan sia-sia jika menanyakan kepada pemilik blog ini… 🙂 benar-tidaknya informasi tentang kaitan Musailamah dan Wahhabi itu ada pada kajian di Wahid Institute… 🙂

  27. 3 November, 2007 pukul 7:55 pm

    Yah saya heran malah pengikut aliran kaya gini kok bisa banyak yahh??

    😀 Jenk
    Iya jeng, di sini bingung, di sana bingung di mana-mana menjadi bingung.. lalalalalalalalalala…

  28. 4 November, 2007 pukul 6:56 am

    pak kurt, segala sesuatu yang diberikan kepada kita memang ujian. dan kayaknya banyak yang akan menandingi yang kuasa dengan membuat kerajaan2 Langit. tapi kalu melestarikan budaya kerajaan2 di indonesia kayaknya leboh bagus juga…..

    😀 rimba
    Saat ini Tuhan punya saingan hahahah.. menarik sekali pernyataanya…

  29. calonorangtenarsedunia
    4 November, 2007 pukul 12:51 pm

    Mr.Kurt, kelebihan2 seperti itu bisa dipelajari ga? soalnya saya tau beberapa org yang punya ‘keistimewaan’ begitu. tapi kalo semua bikin aliran ya pelajaran PPKN zamannya anak saya nanti pasti susah banget. Ga cuma 6 donk.

    😀 calonorangtenarsedunia
    Bisa dong hana.. gampang: tinggal nyepi di gunung lalu datang wangsit terus umumkan semua orang: aku “nabi” baru heheh

  30. sigit budi
    4 November, 2007 pukul 5:04 pm

    assalamu’alaikum

    kepada saudaraku tika.komentar-komentar miring tentang wahhabi kebanyakan tidak terbukti.maka tolong tunjukkan bukti-bukti anda kalau anda memang orang yang benar.saya kuatir jangan-jangan anda mengambil perkataan orientalis ya.karena orientalis tidak mampu dan tidak akan mampu menggoyahkan wahhabi. maka siapa saja yang mencela wahhabi sesungguhnya dia telah berbuat dusta dengan kedustaan yang besar.Maha Suci Alloh,ini adalah dusta yang besar.Allohu musta’an.ketahuilah wahhabi menghukum mati para dukun dan paranormal, tetapi NU malah mengembangbiakan cara2 perdukunan dan ramalan.kami wahhabi berpendapat bahwa seseorang yang mempunyai kesaktian yang luar biasa bukanlah wali Alloh sampai kami melihat dia beramal sesuai dengan alQur’an dan asSunnah dengan pemahaman sahabat Rasul.kami, wahhabi berpendapat bahwa setiap orang yang mengaku rasul setelah kerasulan Nabi Muhammad adalah pendusta, yang wajib bertobat yang jika tidak mau bertobat maka pemerintah berhak untuk menghukum mati para rasul palsu.kami wahhabi anti terhadap bid’ah seperti para imam madzhab yang empat, tetapi NU justru memelihara/menyiarkan bid’ah.kami wahhabi berpendapat untuk taat pada pemerintah muslim selagi kami diperintah sesuai alQur’an dan asSunnah.wahhabi berpendapat, haram hukumnya memberontak kepada pemerintah muslim walaupun dia sangat amat zhalim dan bodoh.Saya bingung NU katanya ngerti syi’ah tapi kok gak bisa melihat kesesatan Kang Jalal.Saya bingung kok NU tidak menegur dengan peringatan yang keras terhadap GusDur,Ulil Abshor Abdalla, dan yang sepaham dengan mereka,supaya bertobat di hadapan manusia karena mereka telah mengucapkan kata-kata yang menjijikan terhadap Islam yang bila seorang muslim yang paling lemah imannya sekali pun mendengarnya akan muak.Jadi tolong buktikan bahwa wahhabi termasuk aliran sesat dalam Islam.saya yakin jika Alloh memberi umur seribu tahun pada anda, anda tidak akan bisa menemukan kesesatan wahhabi karena wahhabi adalah pembela sunnah yang seharusnya anda bersyukur dengan hadirnya mereka di muka bumu ini.Allohul musta’an

    😀 sigit budi
    Mas Sigit, jangan tanya sama Tika atau saya… coba anda datang sama rombongan Anda ke PBNU di sana diskusi aja, jika merasa Wahhaabi itu paling benar (is the best) pengawal sunnah tunjukkan pada Gus Dur yang menurut Anda itu “sesat”.. wong dikasih tahu kok sudah prejudice sih… Ini zaman ilmu pengetahuan, penelitian dan metode ilmiyah bukan zamannya lagi merasa “the best”

  31. sigit budi
    7 November, 2007 pukul 10:54 am

    assalamu’alaikum

    mohon maaf jika kata2 saya kasar.antum benar saya harus ke PBNU untuk mencari bukti.insya Alloh,dan tak perlu rombongan untuk ke sana.saya sebenarnya tertawa geli.saya minta bukti dari antum tentang wahhabi eh malah antum bilang saya tidak ilmiyyah.sekarang saya tanya siapakah orang yang antum tuduh sebagai wahhabi?tahukah antum?sekarang apakah Kang Jalal ilmiyah dalam berkata2?apa pengertian ilmiyyah dalam islam?apakah ilmu dan teknologi mampu memecahkan semua yang tersebut dalam Kitabulloh dan asSunnah?sekarang saya bertanya coba terangkan secara ilmiyyah tentang peringatan maulid Nabi Shollallohu’alaihi wa sallm?!!!Antum menuduh wahhabi sebagai nabi palsu itu tuduhan yang berat dan kami mempunyai bukti yang bisa membalikkan tuduhan ini kepada antum kalau antum tidak mau meralat ucapan antum.berdasarkan kaidah antum kalau kami bisa ilmiyyah kami boleh kan bilang sebagai the best?!!!!bertaubatlah antum, semoga Alloh Ta’ala memberi antum pemahaman mana sunnah mana bukan.

    😀 sigit budi
    jawabannya saya sama dengan tika di komentarnyaa yang terkhir…

  32. sigit budi
    7 November, 2007 pukul 11:04 am

    assalamu’alaikum
    maaf diralat antum harus memberi bukti bahwa apa yang antum dengar, wahhabi keturunan nabi palsu?terus andai kata benar,apakah tidak boleh keturunan nabi palsu bertaubat dan kemudian melaksanakan alQur’an dan asSunnah dengan pemahaman sahabat?

    😀 sigit budi
    ralat diterima

  33. HambaAllah
    7 November, 2007 pukul 11:21 am

    Assalamu’alaikum…

    Mnurut pndpat saya…
    Nabi Muhammad SAW pernah berkata….
    klau orang yang udh murtad layak untuk di bunuh…soalnya… dia udah bukan muslim lagi.

    Orang2 juga kan udh blang kl Al-Qiyadah tu sesat,,, itu juga secara g langsung, dia udah mengingkari al Qur’an, bahwa Khatamin Nabiyyin itu adalah Nabi Muhammad SAW. dan beliau juga berkata,Seandainya ada nabi setelah aku,maka dia adalah Umar Bin Khattab…tpi,terbukti juga kan klau Umar bin Khattab itu bukan Nabi…

    syukran….

    Wassalam…

    😀 HambaAllah
    kalau sampean tertarik dengan ajaran “bunuh-membunuh (inti ajaran Nabi saw saya kira AKHLAQ), silahkan lakukan sendiri jangan minta tolong orang lain… 🙂

  34. 7 November, 2007 pukul 11:56 am

    Siapakah firqah najiyah(orang-orang yg selamat)pada hari kiamat nanti?dalam hadist/as sunah dikatakan “Dan umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan,semuanya masuk neraka.Para sahabat berkata:’siapakah golongan itu ya Rasulullah?”Beliau menjawab:”Golongan yang berpegang teguh dengan apa yang aku dan sahabatku berpegang kepadanya”.(H.R.Ahmad dan al-Turmizi). jadi kita selaku umat muslim kita harus percaya bahwasanya Nabi Muhammad adalah Nabi yang terakhir.khotamun al-anbiya(sebagai penutup para Nabi).kalau kita tidak mengimani/meyakini,nanti AllAH akan memberikan AZAB yang amat pedih di akhirat kelak.lagi pula kita harus tau bahwasannyya kita harus mengikuti empat imam yg terkenal diantaranya:Imam Syafi’i,Imam Malik,Imam abu Hanifah,dan Imam Ibnu Hambali.kita harus mempelajari Al-Quran & hadist-hadist secara mendalam agar kita tidak tersesat.

    😀 denny indrawan
    masalahnya kemudian Pak Denny, semua mengklaim menjadi satu golongan itu….. hadits itu mesti diarifi dan dita’rifi lebih arif lagi yaa pak…

  35. tika
    8 November, 2007 pukul 3:36 pm

    to masa sigit budi,

    salam kenal utkmu. kenapa hrs merasa kebakaran jenggot dengan postingan berita itu? toh itu bukan berita gosip yg tidak jelas ujung pangkalnya, tapi mrp paparan peristiwa sebuah bedah buku yg dilakukan oleh the wahid institut. setiap orang boleh lho mengakses informasi apalagi informasi itu disampaikan oleh kalangan intelektual – dalam hal ini cendikiawan muslim – yg berkompeten dlm bidangnya.

    jangan kaya org2 dr produk rezim orba yg alergi kritik ah. justru dengan melihat kritik sbg wahana kritisi, kita wajib berterima kasih krn sebenarnya begitu byk org yg peduli dgn ‘pertumbuhan’ kita.

    oya mas kurt itu juga ga ngerti apa2, beliau hanya sekedar membagikan apa yg beliau dengar lewat radio, sdgkan saya melalui
    media online. inilah tiba masanya setiap orang dan setiap elemen bebas mengeluarkan pemikirannya.

    mengutip kata bijak seseorg yg pernah saya dengar: “periksa pikiran anda terlebih dulu sebelum menilai segala sesuatu, jgn melihat sesuatu krn pikiran anda, tapi lihatlah sesuatu krn apa adanya.”

    jd jgn terlalu defensif berlebihan okay? piss aja deh.. 🙂

    😀 tika
    tq for your comment, kepada mas Sigit… plis deh ach… 🙂

  36. 9 November, 2007 pukul 9:29 pm

    Biasanya mereka (para kyai) di pesantren mewanti-wanti agar menjadi orang yang biasa-biasa saja. Bekerja segiat mungkin dan mengamalkan ajaran agama dengan se-istiqomah mungkin.

    Saya sepaham dengan wanti2 tersebut. Kita ini apalah .. cuma mahluk ciptaan-Nya.

    Btw .. judul kang Kurt mirip2 dengan judul postingan saya. Saya baru sadar ketika berkunjung kemari setelah sekian lama absen.

  37. edo
    11 November, 2007 pukul 4:38 pm

    hmmm…
    saya mohon petunjuk nih ustadz kurt
    saya mo bikin aliran baru juga. namanya alirannya “aliran sesat”. tapi ya ngga ada perbedaan apa2 dengan ajaran yang selama ini saya anut. tetep menjalankan 5 rukun islam dan 6 rukun iman. gmana yah kira2?

  38. calonorangtenarsedunia
    12 November, 2007 pukul 5:57 pm

    Saya udah semedi 3 jam sampe biru di kamar mandi, tapi ga dapet wangsit apa2. malah biru, Pak. :mrgreen:

    Lha saya bingung sama Mushaddeq, dia kan 3x mimpi, tapi mimpi itu bukannya bisa dari setan dan bisa dari Tuham?

  39. sigit budi
    13 November, 2007 pukul 9:17 pm

    assalamu’alaikum

    terima kasih atas komentarnya.maka sekarang saya harap saudaraku semua mau membaca copy paste saya ini:

    #

    Margoliouth sebagai contohnya, ia mengaku bahwa istilah ‘Wahhâbiyyah” digunakan oleh musuh-musuh dakwah selama masa hidup ‘pendiri’-nya, kemudian digunakan secara bebas oleh orang-orang Eropa. Walau demikian, ia menyatakan bahwa istilah ini tidak digunakan oleh para pengikut dakwah ini di Jazîrah ‘Arab. Bahkan, mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai “Muwahhidŭn”. [D.S. Margoliouth, Wahabiya, hal. 618, 108. Artikel karya Margoliouth yang berjudul ‘Wahhabis’ ini juga dapat ditemukan di dalam The First Encyclopaedia of Islam, 1913-1936 (New York: E.J. Brill, 1987 Reprint) vol.8 , hal.1087 karya M.T. Houtsma, T.W. Arnold, R. Basset, R. Hartman, A.J. Wensinck, H.A.R. Gibb, W. Heffening dan E. Lêvi-Provençal (ed) dan The Shorter Encyclopaedia of Islam (Leiden and London: E.J. Brill and Luzac & Co., 1960), hal. 619 karya H.A.R Gibb, J.H. Kramers dan E. Lêvi-Provençal (ed). Artikel ini juga dicetak ulang dalam :

    *

    Reading, UK: Ithaca Press, 1974
    *

    Leiden: Brill, 1997
    *

    Dan cetakan pertama, Leiden and London: E.J. Bril and Luzac & Co., dan New York: Cornel University Press, 1953.]
    #

    Thomas Patrick Hughes menggambarkan “Wahhâbiyyah” sebagai gerakan reformis Islâm , yang menyatakan bahwa musuh-musuh mereka tidak mau menyebut mereka sebagai “Muhammadiyyah” (Muhammadans), malahan, mereka menyebutnya sebagai ‘Wahhâbî’, sebuah nama setelah namanya ayahnya Syaikh… [Thomas Patrick Huges, Dictionary of Islam, hal. 59].
    #

    ………..[George Rentz dan AS.J. Arberry, The Wahhabis in Religion in The Middle East: Three Religion in Concord and Conflict, Vol.2 (Cambridge: Cambridge University Press, 1969), hal. 270]. Rentz juga mengatakan bahwa, para penulis barat ketika menggunakan istilah ‘Wahhâbî’ adalah dengan maksud ejekan, ia juga menyatakan bahwa ia menggunakan istilah itu sebagai klarifikasi.

    sumber : blog abu salma. http://dear.to/abusalma

  40. tolu
    28 November, 2007 pukul 4:49 am

    semua itu ada hikmahnyaaa Coba andai anda yang menjadi Lia Eden ….apa anda akan mengingkari hati nurani andaaaaaaa maka yakinilah apa yang kamu yakini dan anutlah apa yang pantas kau anut seperti ku menganut paham POLY GAMI haaaaa

    😀 tolu
    sayangnya juga Lia Eden tidak mau polygami yaa… haaaaa

  41. sumardiono
    29 November, 2007 pukul 9:36 am

    Salam kenal mas. Saya mantan anggota Komunitas Eden dan tidak pernah menyesali keterlibatan saya selama 10 tahun di Eden.

    Sedikit koreksi utk tulisan Anda; Komunitas Eden (pada waktu itu masih bernama Salamullah) pernah bersilaturahmi ke Buntet tahun 2003 (tanpa ibu Lia). Konteksnya perjalanan menyusuri Jawa-Bali utk menyampaikan peringatan kemusyrikan di makam-makam keramat, radikalisme beragama, silaturahmi dan doa utk keselamatan bangsa. Dokumentasinya di buku “Lawatan Duta Cahaya”. Salamullah berdiri sejak tahun 1997.

    Utk opini, semua orang berhak membuat opini. Saya tidak setuju, tapi saya menghormati opini Anda.. 🙂

    • 28 Maret, 2011 pukul 11:40 am

      Terima kasih pak Sumardiino, wah saya senang sekali bisa bersua dengan bapak dari komunitas Eden. Maafkan saya jika “sok tahu” padahal yg lebih tahu sebenarnya adalah bapak. Saya sendiri menulis judul dualisme ses(a)at; bukan sesat.

      salam damai.

      • 28 Maret, 2011 pukul 11:43 am

        Maaf salah tulis maksud saya Bapak Sumardiono…

  42. 3 Desember, 2007 pukul 4:25 pm

    perlukah guru spiritual bagi seseorang yg mengalami pengalaman spiritual yg menakjubkan? kali ini saya cenderung setuju dengan bapak, krn ini penting untuk mengantisipasi ketidaksiapan seseorang dalam menerima pengalaman semacam itu…

    tapi dengan catatan: dalam mencari guru spiritual juga ngga boleh sembarangan… salah2 bukannya dilurusin malah dibengkokin 😛

    • 28 Maret, 2011 pukul 11:42 am

      Mas Tito, benar .. spiritualitas yang didapat tanpa perantaraan guru itu hanya iman dan ketaqwaan, namun untuk masalah how to (syariah) itu butuh guru..

  43. onohaw
    5 Desember, 2007 pukul 3:20 pm

    Numpang mbacot juga…:D

    Kalau cari guru yang tawadu, berarti harus tahu dulu makna tawadu dong. Belum lagi guru yang sudah tawadu mestinya enggan menyebut dirinya guru. Wah repot juga nih… 😀

    Saya punya cerita juga nih:
    Ada saudara jauh yang pernah mencari guru karena punya pengalaman seperti yang pak santri maksud. Dia pindah-pindah guru sampai akhirnya diberitahu untuk mencari tempat baru. Singkat cerita dia disuruh pergi ke Kediri dan mencari desa Pethuk, di mana ada guru lain lagi. Sesampainya di sana dia diberi wejangan,”…ya sudah. Silaken pulang…”

    “Loh kok gitu?” tanya saudara saya itu. Jawabannya, “Kalau sudah ke-diri, ya kepethuk…” 😀

    Menurut saya, cari guru sih ok aja. Tapi, bukan berarti harus nongkrongin satu guru itu aja. Wong guru juga manusia. Kalau ketemunya yang nganggep orang naik motor bid’ah gimana? Pengalaman konon juga guru, jadi bisa juga dong…

    Mengingat semua hal diawali niat, jangan-jangan tergantung niatnya juga apakah bakal dapet guru asli atau palsu. Dengan begitu, awal pelajaran spiritualitas adalah meluruskan niat. Betul gak ya?

    Soal kemampuan ekstra yang harus disimpan, saya setuju juga. Tapi, berbagi pengalaman sesama mutan juga penting (menurut pengalaman orang-orang). Kalau sudah mewabah seperti di X-Men begitu mungkin baru bisa terang-terangan kaleee… 😀

  44. sanggardewa
    7 Desember, 2007 pukul 1:19 am

    dunia spiritual bagaikan air seni, ketika didalam perut ia tdk najis, tp klo sudah dikeluarkan, najis bro…

  45. greei
    11 Desember, 2007 pukul 4:08 pm

    mlikum’
    Mau tanya doa kamair itu doa apa?” stau saya doa itu doa kaum syiah yg pd waktu zaman dlu berdoa d makan Rosullullah SAW. bnr g?” ktnya stiap malam jumat dilaksanakan doa tersebut oleh petugas penjaga makam Nabi. bnr g C?” gmn adanya?” jwb yah
    penting ne

  46. Blakrak_AN
    29 Desember, 2007 pukul 1:53 pm

    Wah….. komentarnya macam2 ada yg lucu, ada yang serius, ada yang NGEJEK ada yang asal dan …… buannyak lagi dech ! sebenarnya semua itu tergantung pada dasar keimanan kita sendiri-sendiri. Sudahkah kita benar2 jadi UMAT ALLOH yang sebenarnya ?!

  47. Blakrak_AN
    29 Desember, 2007 pukul 1:55 pm

    tak sambung lagi ……… kawan2 yang berada di jalur yang berhubungan dengan alam ghaib HATI-HATI bangsa Jin iku paling kurang ajar ! jangan mau kalau diajak bergaul apa lagi berkawan.

  48. dhikho
    3 Januari, 2008 pukul 8:39 am

    ya ALLAH makin tua dunia ini makin banyak yang gila…..hey kamu manusia penghuni neraka yang kekal abadi……kalau mo masuk neraka jangan bawa2 orang pergi aja sendiri emang lo kira enak tinggal dineraka…..
    setahu gw mah nabi yang patut diketahui itu ada 25 yang terakhir tu pemimpin akhir zaman…..jangan lo tambah2 lagi dech…..

    eh pak polisi dihukum tuh orang jangan 5 taon doang di hukum pancung aja….kami umat islam lebih setuju ato kami yang akan mengadili mereka dengan pengadilan agama kami…….

    dasar anjing2 penghuni neraka,edan ,sinting,kerak neraka lo……monyet

  49. SP Saprudin
    3 Januari, 2008 pukul 9:33 am

    Assalamualaikum wr. wb.

    Penomena aliran-aliran Sesat ditengah masyarakat,menurut saya terjadi kepada manusia-manusia labil. Labil keimanannya, labil pengetahuannya dan labil jiwanya. Dalam posisi kelabilan ini, pribadi macam ini biasanya mudah berangan-angan, pikirannya dipenuhi oleh hayalan-hayalan. Peluang kelabilan pada diri seseorang ini dimanfaatkan oleh Syetan, maka tak heran jika Lia Eden dan Ahmad Muzadik mendapat tiupan-tiupan dari Syetan dengan tipu daya dan muslihat.
    Apa yang dihembuskan oleh Syetan yang menampakkan dalam mimpi berwujud Malaikat, diterimanya oleh Lia Eden dan Ahmad Muzadik sebagai berita baik dari Tuhan. Karena dasarnya labil, maka hal ini langsung mendapat respon positif dari jiwanya yang juga labil.

    Coy, setiap proses kebenaran yang datangnya dari Syetan, pasti pribadi macam ini di tengah masyarakat akan mendapat reaksi keras dari orang-orang yang waras yaitu orang-orang yang tetap komit dan memegang manhaj syariat yang dibawa oleh Rasulillah Shalallahu ‘alaihi wasalam.

  50. 25 Januari, 2008 pukul 9:56 am

    pengalaman akan Ilahi, begitu saya menyebutnya, adalah milik setiap orang
    dimana ketika manusia menyadari akan keberadaannya di alam ini & terpana oleh ketakjubannya, manusia kadang mengalami sensasi ‘pengalaman itu’
    namun seperti orang yang berjalan, di kanan kiri selalu banyak godaan & didepan ada banyak halangan & rintangan.
    seorang pencari sejati akan terus berjalan, tidak terpengaruh oleh fenomena2 mistik yg mungkin hanyalah perangkap dalam perjalanannya.
    ia juga tak ingin memungut keping2 kebenaran yg tercecer di jalan untuk dijadikan harta & membuat dia menyurutkan langkahnya, karena beranggapan telah didapat apa yg slama ini dicarinya. Hidup adalah proses, dari perubahan kuantitatif menuju perubahan kualitatif
    dan seorang pencari tetap sadar, seluruh dedaunan didalam hutan takkan mungkin tergenggam

  51. 5 Februari, 2008 pukul 4:51 pm

    Kasihan mereka mereka yg di takdirkan tersesat sedangkan mereka sendiri ga sadar akan ketersesatannya. kita jgn memusuhinya. seharusnya kita bimbing mereka ke jalan yg benar dengan cara yg bijak.

  52. 11 Februari, 2008 pukul 10:50 am

    Mungkin juga…

  53. lutfi
    21 Maret, 2008 pukul 9:22 am

    LANAA A’MALUNA…
    WA LAKUM A’MALUKUM…

  54. 1 April, 2008 pukul 7:22 pm

    aliran yang seperti itu. tidak perlu ditiru. oleh semua orang. aku ckolik

  55. bustanus
    24 Mei, 2008 pukul 10:15 am

    Para pembeli buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN
    ISBN:978-979-17824-0-1/barcode

    1. Bapak Dedi S.Panigoro/ Holding PT MEDCO GROUP,Eksplorasi Minyak dan Metanol
    Jl Ampera Raya no.20, Gedung MEDCO
    Jakarta Selatan
    Jumlah pemebelian : 50 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    2. Bapak. Cardiyan HIS
    President & CEO SWI Group
    Jl. Balai Pustaka Timur no. 13,
    Rawamangun, Jakarta Timur
    Jumlah pemebelian : 5 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    3. Bpk Syarif Ubaidillah/Oebay/wartawamn Media Indonesia
    Jl Dewi Sartika no.18 Rt 01/RW 02,Gang Masjid Al Himmah
    ,Cipayung,Ciputat,Tangerang
    Jumlah pemebelian : 20 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    4. Bpk Anwar/PT. Indoglobal International(penjual alat security dan alat2 spionase intelijen )
    Komplek Taman Kebon Jeruk
    Blok AA IV No. 35
    Jakarta 11650
    Jumlah pemebelian : 5 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    5. Bpk Bpk Rizqi Andre/Dosen Tatanegara UPN Surabaya
    jalan penataran no.17 pacarkeling-surabaya-jawa timur.no.HP: +62081-793-300-09
    Jumlah pemebelian : 5 buku SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN

    6. Bpk Najib S Munir/ LSM-FSAS Jepara, Jalan Sidodadi No. 02 Pecangaan Kulon Pencangaan Jepara,
    2 buku

    7. Murid Kyai Toha ,Jombang
    Beli 2 buku

    8. Kepada Yth :
    Bpk. Ghorib,Kalimantan , Mau nambah pesanan 50 beli buku,UNTUK Area Kalimantan

    9.Toni,Perumahan TukumIndah blok Y no.2
    Lumajang,5 buku

    Promosi Buku :SATRIO PANINGIT, BENCANA NUSANTARA, MANUNGGALINGKAWULOGUSTI dalam UNIVERSALITAS KEAGAMAAN
    Kover Kover Belakang dan Depan Buku Pewayangan Kresna, Gatotkaca dan Kayon

    Tebal Buku: 110 halaman, Ukuran Buku : 15cm X 21 cm, Harga Buku : Rp 20.000,—
    Ringkasan Buku : Buku yang ada di hadapan Anda adalah sebuah Mozaik pertemuan tradisi – tradisi besar yang berkembang di Nusantara dan Dunia sebagai bentuk perwujudan dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (berbeda –beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang mendua sebab Tuhan adalah Tunggal dan Transenden, tetapi termanifestasi ke berbagai bentuk ) serta kumpulan wisik ghoib yang diterima oleh sahabat-sahabat kita yang menekuni tasawuf tetapi dalam pencarianNya terhadap Tuhan yang transenden, mereka tetap concern dengan kondisi Sosial yang berkembang di Nusantara Indonesia. Dalam berbagai Kitab Suci disebutkan akan adanya suatu era Kemakmuran dan Keadilan yang datang menjelang akhir zaman, tanpa menyebut determinisme waktu hal itu akan terjadi. Tetapi cukup untuk memperingatkan kita bahwa ketika menghadapi kondisi sosial yang carut marut, semua insan mengharapkan adanya perubahan kondisi yang lebih baik dari saat ini. Sementara sumber daya Indonesia dijadikan ajang perebutan negara-negara lain, dan kita dibiarkan menjadi konsumen tanpa memiliki kemampuan mengolah dan mendapatkan nilai tambah. Buku ini akan memberi panduan dan jalan yang akan ditempuh untuk menggapai
    tanpa mengesampingkan keberadaan elemen kebangsaan yang lain. Tetapi mengajak kita larut dalam dunia introspeksi dan kontemplasi untuk menjadi sumber inspirator bagi masyarakat Indonesia yang mampu membawa Indonesia menuju Mercu Suar Dunia. Sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan nasionalisme kebangsaan di tengah pergolakan era globlalisasi yang di dominasi oleh materialisme dan kapitalisme global. Semoga dengan selesai ditulisnya buku ini per 3 Maret 2008, Buku ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh kalangan untuk menggugah semangat keadilan, kebangsaan dan mendapatkan pencerahan yang sejati. Juga diambil hikmahnya untuk membangkitkan semangat spiritual di setiap agama dan meningkatkan sumber daya manusia untuk mencapai Indonesia mercu suar dunia. Buku ini berisi wisik ghoib yang diterima oleh Winasis mengenai Satrio Paningit dan kondisi Nusantara saat ini serta penjelasannya, juga berisi anjuran sikap yang mesti dilakukan oleh setiap orang di saat Nusantara ditimpa bencana bertubi-tubi. Munculnya bencana di nusantara dan masalah-masalah Kebangsaan yang tak dapat teratasi merupakan tanda-tanda munculnya Satrio Paningi. Kajian Ilmiah dan Rasional Tentang Hadits Kemunculan Imam Mahdi (simbol Negara Timur) dan Isa (simbol Negara Barat ) Siapapun Orangnya yang mempelajari Hadits munculnya imam Mahdi akan berkesimpulan datangnya ditandai dengan perang Internasional- terjadi Krisis BBM atau rebutan ladang Minyak- kasus Iraq, Afganistan, Iran dan ketika tiap orang yang di timur dapat berhubungan dan melihat apa yang terjadi di barat dengan sekejap mata- munculnya teknologi telekomunikasi 3G yaitu Wideband-CDMA-komunikasi suara dan tampilan layar sekaligus. Dalam kitabnya Joyoboyo disebut: Satrio Paningit bakal jumedul ana antarane mandura wetan (pulau Madura) lan manduro kulon ( desa Matokan, Kabuh, Jombang) , merupakan wilayah Jawa Timur. Tasawuf ideal adalah tasawuf berdasarkan universalitas keagamaan yaitu berdasarkan ajaran para nabi yaitu 124.000 nabi yang tersebar di berbagai suku bangsa di dunia denan inti akhlakul karimah, membela yang tertindas dan menegakkan prinip keadilan. Perwujudan dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (berbeda –beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang mendua sebab Tuhan adalah Tunggal dan Transenden, tetapi termanifestasi ke berbagai bentuk. Dalam kitab Sutasoma karangan mpu Tantular.
    Daftar isi :Bab 1: Nusantara Menuntut Keadilan – jilid 2,Bab 2: Nusantara Menuntut Keadilan – jilid 1, Bab 3: Bumi Nusantara Menanti Bocah Angon,Bab 4: GORO-GORO INDONESIA.,Bab 5: Sumatera, Raja Jayanegara dan Diplomat Adityawarman, Bab 6: Tahun 2012 Bumi akan dihancurkan kembali, Bab 7: Pandangan Perspektif Geopolitik: Nusantara dan Majapahit, Bab 8: Siapakah Imam Muhammad bin Hasan Al Askari, Bab 9: Satrio Paningit : Antara Bima, Semar dan Saudara Kembar Baladewa dan Kresna, Jawa Timur: Mandura Wetan dan Manduro Kulon, Bab 10: Kajian Tafsir Huruf Muqota’ah dan Mulla Shadra : Pandangan Siti Jenar dan Husain ibnu Mansur al-Hallaj dalam Manunggaling Kawulo Gusti, Bab 11 Sholat dan Manunggaling Kawulo lan Gusti MaknaTerdalam Huruf Ba – Saripati Fateha, Bab 12: Islam , Pewayangan Jawa dan Langit Lima sebagai Cerminan Kondisi Nusantara, Bab 13 : Makna Pluralisme Dibalik Surat al Waqiah dan Surat Yasin, Bab 14 : Tokoh Sufi dalam Universalitas Keagamaan Bab 15: Musik Dalam Islam ,Yunani dan Hindhu, Bab 16: Ajaran Nabi Muhammad tentang mencapai Kun/ Ismul Adzhom/ Dhunatamak/ Nama Tak Tertulis Tuhan/ Irama Ilahi, Bab 17: Tasbih Para Malaikat Langit dan Semar Punokawan, Bab 18: Dialog antara Semar dan Rsi Drona, Bab 19 Rokaat Terakhir : Kunci akhir Al Waqi’ah/ Goro-Goro , Puisi Para Pencinta, Kajian Kebangsaan dari Poros Poros Langit dan Intelektual, Sarasehan Budaya Kembali ke Jati Diri Bangsa: Belajar dari Dinasti Majapahit.,Tentang Gajah Mada dan Desa Matokan, Kabuh, Jombang . Lintang Kemukus telah muncul makanya sholat dan Doa Pejuang Keadilan dan Kejayaan dilakukan untuk antisipasi saat ini dan menjelang 2012, sekilas tentang Syek Subaqir atau Muhammad al Baqir, Wirid Harian untuk Hajat dan Rizqi dari Syekh Subaqir.

    Referensi Pustaka :

    1. Insan Kamil, Syeikh Abdul Karim al Jaili, Pustaka Hikmah Perdana, 2005
    2. Bhagavad Gita as It Is, Sri Srimad A.C Bahktivedanta Swami Prabhupada, Hanuman Sakti, 2000
    3. Tafsir Nurul Quran, Allamah Kamal Faqih, Al Huda, 2006
    4. Hakekat Sholat, Imam Khomeini, Misbah, 2000
    5. Makrifat Ibadah,Sayid Haydar Amuli,Serambi, 2008
    6. Ensiklopedi Wayang Purwa, Drs Suwandono, Ditjen Kebudayaan Departemen P & K,
    7. Ensiklopedi Tematis Spiritualitas Islam, Prof. Seyyed Hossein Nasr, Mizan, 2003
    8. Suluh Sant Mat, Maharaj Charan Singh,Yayasan Radha Soami Indonesia, 1996
    9. Tafsir Surat Yasin, Prof .Mohsin Qiraati, Cahaya, 2006
    10. Biografi Politik Ali Syari’ati, Prof.Ali Rahnema, Erlangga, 2000
    11. Ajaran dan Kehidupan Spiritual Ibnu ’Arabi, Stephen Hirtenstein, Murai Kencana, 2001
    12. Citra Bima, Drs. Woro Aryandini, Universitas Indonesia, 2000
    13. Kitab Negara Kertagama, Dr Bambang Pramudito, Gelombang Pasang, 2006
    14. Imam Mahdi, Proses Gerakan hingga Era Kebangkitan, Prof Ali al Kurani, Misbah, 2004
    15. website ,Sejarah Jambi
    16. Tafsir Sejarah Nagara Kretagama, Prof.Dr.Slamet Muljana, LKIS, 2006
    17. Acara lokakarya Shalat sebagai Mi’rajnya Orang-orang Beriman, 6 Oktober 2004, di Jakarta Islamic Center
    18. Husain bin Manshur al Hallaj, Prof. Louis Massignon, 2000, Serambi
    19. Manifestasi Ilahi, Mulla Shadra, Pustaka Hidayah, 2004
    20. Wisik-wisik Ghoib dari winasis Poros Langit dan Intelektual Independen yaitu kyai Turmudzi dkk
    21. Kitab Bait Joyoboyo, Raja Kediri,
    22. 14 Manusia Suci, Fatih Guven, 1996
    23. Majalah Cempala,Semar,1994
    24. Serat Siti Jenar, Tan Khoen Swie, Kediri,1922
    25. Website,Naqshabandi Haqqani, United state of America
    26. website, Atlantic Geology of Prof.Aryo Santos
    Distributor Tunggal Buku :
    Info Pembelian Buku dapat dibeli di:
    Bustanus/Mimi Oktiva di Warnet Nusantara-Jayanegara, Jl. Jayanegara 11/17 Jombang-JawaTimur,
    Telp 0321 862137 atau sms/telpon di HP: 0818 08052575

  56. 28 Juli, 2008 pukul 11:53 am

    ya ALLAH,,,,,
    ampuni hambaMU yang berbuat nista dan mengotori agama MU yang suci dan haq ini ????? dan ampunilah aku beserta kedua orang tua ku dan kaum muslimin yang mukmin dan yang mukminat,,,
    ya ALLAH,,,,,
    hancurkanlah setiap langkah orang – orang yang akn menghancurkan agama MU….
    ya ALLAH,,,,,,
    berilah ketetapan iman kepada hambaMU yang senantiasa selalu bersyukur atas nikmat yang selalu engkau beriakn yang tak ternilai dan tak terhitung tanpa tak biasa kami balas kecuali hanya bersyukur….
    ya ALLAH,,,,,
    jauhkanlah orang – orang yang mengotori agama MU dari sisi hamba – hamba MU yang saleh dan dari orang – orang muslim in the world…..

    ket…..
    bukankan telah ALLAH jalaskan dalam Al – Quranulkarim alias Kallamullah,
    bahwa tidak ada tuhan selain ALLAh dan nabi Muhammad adalah utusan ALLAH , dan beliau sebagai Nabi yang terakhir yang di utus oleh ALLAH untuk seluruh umat manusia yang ada di dunia….

    terkutuklah orang – orang yang dirinya mengaku sebagai utusan atau titisan dari langit , yang mengaku sebagai nabi, titisan malaikat jibril, reinkarnasi nabi MUhammad lah,,,,,

    ingatlah wahai saudaraku,,,, azab ALLAH SWT sangatlah pedih….
    cepatlah bertobat dan minta ampunanlah kepada ALLAH…..

  57. fuadi lkirom
    24 Desember, 2008 pukul 10:32 am

    saya ada sedikit yang ingin saya sampaikan bahwa tatkala saya meninggalkan AGAMA hati saya merasa LEGA, namun begitu saya jauh dengan ALLOH SWT hati saya merasa resah gelisah, hampa, tak ada kendali serta frustrasi…..saya baru berusaha MENCINTAI ALLOH SWTdan ROSULNYA KANJENG NABI MUHAMMAD SAW…serta berusaha sedikit demi sedikit belajar meninggalkan AGAMA dan menuju KETAQWAAN pada ALLOH SWT dan belajar menta,ati perintahNYA dengan sarana HADITS dan ALQUR’AN, ATI’ULLOOH WAATII’URROSUUL WA ULIL AMRI MINKUM…..

  58. 16 Januari, 2009 pukul 7:12 pm

    pak kyai, mohon dimaafkan jika komentar saya telat 2 tahun sejak tulisan ini dirilis.

    tentang pengalaman spiritual, atau di kalangan pesantren lazim disebut karomah, guru saya mengutip dari ” ‘iqadzul himam fi syarhi syarh al hikam”, “….al karomatu haidh al rijal”, karomah itu haidh nya lelaki. menarik sekali kutipan beliau ini, bahwa karomah (dengan kata dasar karim=mulia) adalah kotoran dalam perjalanan salik. dalam perjalanan cinta pada sang khalik, banyak sekali tahapan yang harus dilalui, salah satu tahapannya adalah fase “karomah” tersebut. banyak sekali pada fase yang sangat melenakan ini. bagaimana tidak, salik yang orang biasa bisa menikmati fasilitas yang hampir setara mu’jizat para nabi. saya setuju dengan pendapat pak kyai, bahwa dibutuhkan guru yang tawadhu’ saat “meniti karir” cinta pada sang khalik. (tawadhu = ma baina takabbur wal mudzillat : ta’lim al muta’alim).
    kutipan “haidh al rijal” ini yang membuat saya semakin yakin, bahwa pelajaran pertama dan pondasi dasar dalam islam adalah akhlak.

    saya banyak bertemu orang berakhlak baik yang pernah mengalami fase “karomah” tersebut, dan menceritakannya sebatas masa lalu yang pernah dilalui tanpa harus dibanggakan. karena tujuan “cinta pada sang khalik” bukanlah kemuliaan pribadi yang dimanifestasikan dalam “fasilitas karomah”, tetapi penyatuan dengan berserah diri sepenuhnya pada sang khalik.

    lia eden, mushadiq dan sejenisnya, saya yakin mereka bukan penjahat yang harus dipenjara…mereka hanya salik yang mentok pada “fase karomah”, dan belum beranjak lagi dari situ. mereka hanya perlu diingatkan pada tujuannya semula…

    mohon dibetulkan jika pemahaman saya salah…

  59. Sayyid.
    8 Maret, 2009 pukul 4:47 pm

    Ass.wr.wb,
    Kenalilah dirimu lalu kamu akan mengenal Allah Tuhanmu.
    Karena ada aku maka ada Allah dan bukan sebaliknya.
    Allah menciptakan kita untuk mengenalNYA.
    Diri yg tunduk dan sujud kepada Allah tidak akan pernah merasakan berkuasa karena dia akan tetap sebagai hamba.

    Semoga bermanfaat.

    Wassalam.
    Sayyid.

  60. ozix
    7 April, 2009 pukul 4:08 am

    ya robbi curahkanlah semua rahmatmu kepada kanjeng nabi muhammad SAW.
    ya alloh ampunilah umat2nya kanjeng nabi muhammad SAW. pertemukanlah hamba2mu kepada kanjeng nabi muhammad SAW.
    semoga alloh mengampuni lia eden. amiiiiiiiiiiin.

  61. irwan b siburian
    8 April, 2009 pukul 9:50 pm

    hanya ada satu jalan keselamatan dan hidup..
    “Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak seorang pun sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku”

    saudara-saudari, Yesus Kristus adalah Jalan Kebenaran dan Hidup

    terimalah Yesus dalam hidupmu dan perbuatlah apa yang dikehendaki-Nya..
    sebab Allah akan mengampuni setiap orang yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya…

    syalom..
    Tuhan memberkati

  62. JS
    22 April, 2009 pukul 1:28 pm

    Ass, Wr, Wb
    Kalau melihat kondisi sekarang ini sangat banyak sekali aliran aliran yang timbul kepermukaan baik itu dari kalangan islam, kristen dan lain-lain. Ada istilah mengatakan tidak akan terjadi sesuatu karena tanpa suatu sebab demikian juga sebaliknya tidak akan terjadi suatu sebab tanpa suatu karena. Seharusnya timbul pertanyaan pada diri kita mengapa hal ini terjadi. Dengan adanya pertanyaan ini dalam diri kita, tentunya kita lebih tenang untuk mencermatinya. Setelah saya pelajari ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi :
    1. Mengapa ada para nabi.
    2. Mengapa ada Taurot, Zabur, Inzil dan Alquran.
    3. Dari sekian banyak dakwah dakwah yang saya dengar belum ada satupun yang dapat menerangkan secara jelas apa itu Alquran. Apa itu Taurot, Apa itu Zabur dan Apa itu Injil. (Yang dijelaskan hanya kulit luarnya saja).
    4. Untuk apa manusia ada dibumi ini.
    5. Para nabi belum pernah memberi tahu kepada manusia ini siaipakah sebenernya manusia ini dan sapakah sebenarnya Tuhan yang HAKIKI.
    Masih banyak sebnarnya yang lain kalau ditulis tidak cukup di internet ini. Ada satu hal yang ingin saya ingatkan sebenarnya kita semua sudah sering mendengar kata kata ini yaitu : TIDAK ADA YANG KEKAL KECUALI DIA. Apapun yang ada dilangit maupun dibumi ini ada masanya (ada kedaluarsanya). Jadi memang harus ada yang Baru, Sekarang timbul pertanyaan apakah yang baru ini ?. Sementara Allah mengatakan Muhammad SAW adalah Nabi yang terakhir.
    Satu lagi pesan saya, kita manusia penghuni bumi agar tidak saling bermusuhan satu sama lain, hendaknya lah saling toleransi, rukun dan damai. Mengapa demikian, pertlu diketahui bahwa Taurat, Zabur, Injil dan Alquran datangnya dari yang sama.
    Ada satu lagi, untuk belajar mengenai Ketuhanan sebaiknya langsung kepada Maha Guru. Karena dia tidak pernah salah.
    Wassalam,

  63. afun
    13 Mei, 2009 pukul 12:14 pm

    ASSALAMUALAIKAUM WR WB
    1. dengan ajaran ini,saya merasa sangat aneh,pertama dengan sahadat sahada mengatakan isa rosulullah.ajaran ini di ajar kan dengan sembunyi-sembunyi,seperti di tempat yang gelap,kalau tidak gelap.dengan ad acara baptis juga.padahal itu adalah mengaku dinul islam.minta keteranganya ?
    2.yang paling spesifik dengan aliran sesat itu apa?

  64. hariz
    14 Agustus, 2010 pukul 3:49 pm

    kita tidak perlu pusing dengan aliran baru. apalagi sampe aneh2 ada yang ngaku nabi akhir zaman dengan segala kesaktian, yang jelas itu salah satu ujian dari Alloh SWT agar kita tetap menjaga iman kita agar kita tidak terjerumus kedalam lembah kesesatan.yang jelas tidak ada tuhan selain Alloh SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir utusan Alloh SWT hingga akhir jaman.
    gitu aja kok repot.
    makanya untuk pengikut aliran baru itu orangnya memang 1/2 gila, kaya nggak pernah diajarin ngaji aja.

  65. 18 Oktober, 2010 pukul 1:04 pm

    lia edan…eh lia eden dahh botak aja…hehehe

    stres dari penjara apa yaa?? apa mao nyaingin biksu tong?

    hehehe, klo jibril di penjara apa jdinya??

    knpa ggak skalian ajja jdi malaikat izrail?? kan enak nyabutin nyawa orang”…. 🙂

  66. riana lestari
    7 Februari, 2011 pukul 9:27 am

    wwooong PEA ,bersyukr kek mbok
    ngrti na Agma dlu aje,jgn segala ngku” sbgai tuhan sgala

  67. 14 Februari, 2011 pukul 12:56 pm

    salam kenal untuk semua… sebuah blog yang bermanfaat…

  68. 28 Maret, 2011 pukul 12:55 pm

    orang2 yang merasa masuk alam gaib hendaknya jangan di publish karena akan mendapat predikat sesat, hal ini disebabkan frekuensi yang berbeda antara orang biasa dengan keadaan orang yang udah masuk frekuensi jin ( alam gaib) dadine weruh karepe dewe.
    ilmu semacam ini tidak boleh ditularkan karena akan mengalami nasib seperti syeh lemah bang

  69. 1 April, 2011 pukul 7:25 pm

    harooo ada orang gila kumat lagiiiiiiiiii..
    ngaku2 nabi terakhir..
    udah tau dan jelas dalam al-quran itu nabi terakhir cuma nabi MUHAMAD SAW…

    PIKIR KALO PUNYA OTAK ITUUU..

  70. 7 Juli, 2011 pukul 11:01 am

    … hanya satu ALLAH Ta’ala n nabi besar muhammad SAW ……

  71. 21 Januari, 2012 pukul 1:43 pm

    ada-ada saja jaman sekarang ini….bnyak yang aneh-aneh…semoga artikle ini menjadi bahan pemikiran lanjutan tentang aliran sesat di indonesia

  72. jamal
    24 Februari, 2012 pukul 10:26 am

    itu bukan fenomena gaib ,tapi syetan yg merasuk ke dalam mimpi nya karena kalau tidur gag pernah doa ….

    laknatullah ‘alaih …

  1. 31 Oktober, 2007 pukul 3:10 pm
  2. 31 Oktober, 2007 pukul 9:59 pm
  3. 5 November, 2007 pukul 11:01 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: