Arsip

Archive for November, 2007

Menguak Tradisi Berkah

30 November, 2007 20 komentar

WARNING: Postingan ini cukup panjang; terlalu berbau pesantren. Banyak huruf hijaiyahnya. Tulisan ini jawaban atas pertanyaan seorang alumni Buntet di sebuah kota nun jauh di sana. Karena jawabanya panjang belum sempat mengedit. Jadi masih apa adanya. Maksud hati mau meneruskan postingan tentang Satanic Strategy tapi gagal, karena kerjaan utak-atik kabel hari ini begitu melelahkan. Hingga ada bahasan poligami yang menarik dari Kang Edo belum sempat dinikmati (bukan poligaminya tapi tulisannya).

——————————————————————————

Sebetulnya saya tidak mengerti tentang berkah, barokah atau keberkahan. Meskipun ngendon di pesantren cukup lama; tapi karena lebih banyak molor dari pada mulurnya dan banyakan males kalau ngaji kitab, ya begini nih akibatnya. Ditanya tentang berkah nyaho.com jawabanya. Tapi meski nyahoo.com tulisan ini bisa diarsipkan.. (stop menghabiskan benwidth orang saja.. ayo kembali ke topik, maaf kawan stressing kerjaan hari benar2 menguras cairan tubuh 🙂 ).

Baca selengkapnya…

Syetan Juga Bermanfaat

29 November, 2007 81 komentar

WARNING…!

Postingan kali ini rada-rada sok moralis, tapi bukan dari Asthabrata . Tulisanpun panjang. Saya bermaksud hanya untuk bersilaturahmi biar rezekinya banyak dan berdiskusi. Tidak bermaksud mengajak untuk mengaji. Jadi postingan ini agaknya gak enak dibacanya, silakan diclose. Kalau nekad ya monggo. Tulisan ini hanya teoritis bukan pengalaman pribadi biar jadi selebritis…

Artinya: “Tidaklah sia-sia Tuhan menciptakan segala sesuatu” (Al Qur’an)

Benarkah syetan itu bermanfaat bagi manusia; bukankah Tuhan menciptakan syetan sebagai musuh yang nyata; dan bukankah Tuhan memerintahkan manusia agar menjauhinya; Sebab pekerjaan syetan adalah menggoda manusia secaraa profesional. Termasuk ngeblog inipun diharamkan karena sytenkah?

Hampir 24 jam mereka terus-menerus merongrong manusia termasuk aktivitas dakwah agar melupa­kan Tuhan dan berusaha membuat kegelapan di dalam hati­nya. Pekerjan syetan baru berhenti manakala manusia telah meninggalkan dunia sebab mereka memiliki cita-cita yang kuat yaitu mencari teman sebanyak-banyaknya di neraka dari golongan jin dan manusia. Lalu apakah sisi manfaat dari syetan.

Kita mengetahui bahwa kedudukan manusia akan mening­kat derajatnya (maqamnya) semata-mata karena mampu melewati rintangan hawa nafsu dan godaan syetan. Sebalik­nya, manusia pun bisa menduduki derajat yang paling rendah bahkan lebih rendah daripada binatang dengan sebab syetan.

Singkatnya, keberadaan syetan boleh jadi harus disyukuri bagi orang-orang yang menuju Tuhan. Sebab tanpa gangguan dan godaan mereka manusia tidak akan meningkat derajatnya di sisi Tuhan sebagaimana keduduk­an para malaikat di sisi Tuhan tidak naik dan turun derajatnya sebab golongan malaikat tidak digoda oleh syetan.

Baca selengkapnya…

Gara-gara Rem Blong Celaka Berkali-kali

28 November, 2007 21 komentar

REM MOBIL BLONG = Celaka satu kali
REM NAFSU BLONG = Celaka berkali-kali

Tak bisa dibayangkan, jika rem mobil/motor blong, mobil akan jungkir balik dan susah dikendalikan. Tapi itukan celakanya cuma sekali. Tapi ditakuti para pengendara. Nah, bagaimana jika rem blong ini menimpa pada kendaraan jiwa kita, apakah juga jungkir balik?

Rem diciptakan dengan teknologi yang paling mutakhir. Ada yang menggunakan sistem hidrolik ada pula dengan sistem cakram. Kesemuanya ini diciptakan untuk disesuaikan dengan kendaraan berbagai jenis. Suatu teknologi lahir untuk memberi manfaat dan kenyamanan para pengendara. Dengan demikian teknologi rem diciptakan sebagai bentuk keamanan dan keselamatan.

Baca selengkapnya…

Kroyokan tidak Selamanya Jelek

26 November, 2007 27 komentar

Padi Rojo LeleMENJADI bijak seseorang, ada yang mengatakan tidak harus tua. Artinya, sedari mudapun bisa. Banyak sudah memberikan teori misalnya seorang Profesor ahli SDM Sjafri Mangkuprawira mengemukakan 11 point menjadi bijak. Ada pula yang hanya 5 cara menjadi bijak. Tapi pikiran nyeleneh saya mulai kambuh lagi, loh mengapa tidak belajar dari padi-gabah untuk menjadi bijak sana dan bijak sini. 🙂 Sehingga jika jadi pemimpin muda sekalipun, kesalahan pemimpin bisa dihindari.

Namanya pikiran aneh, tidak perlu dihiraukan tapi cukup waspadai keanehannya. Begini saat saya melihat penggilan padi, proses penggilingan itu kira-kira sebagai berikut:

Penggilingan padiPadi gabah itu kan sebelum menjadi beras dia digiling terlebih dahulu dalam mesin. Coba bayangkan jika yang digiling itu hanya satu gabah, kan tidak mungkin. Karenanya, proses gabah menjadi beras itu meski bergerombolan. Mula-mula masuk di cerobong wadah, kemudian gabah-gabah itu bersama-sama saling menggencet diri mereka masing-masing. Baru pekerjaan genjet-menggenjet dalam ruangan mesin gilingan itu selesai, berasa yang sudah bersih putih mengkilap dan wangi itu keluar dengan bebas dan diap untuk dilahap.

Baca selengkapnya…

Kalau Cuma Angan Terbang Saja Kalau Berani

25 November, 2007 23 komentar

Kalau cuma angan angan , terbang saja sendiri kalau berani LAYANG-LAYANG bisa terbang, angan-angan juga bisa. Hanya saja angan bisa terbang tanpa tali kendali. Dampaknya, jika layang-layang meski terbang bisa terkendali, kalau angan-angan hanya bisa melayang tapi entah kemana.

Bahwa “sebab” berdampak pada “akibat” itu sudah mafhum. Ibarat air mengalir di kran, ia akan muncrat sesuai kapasitas volumenya. Demikian juga arus listrik lemah dan kuat; oksigen dalam tubuh atau intesitas cahaya, semuanya terpola dari logika tadi. Karena itu, sangat aneh, jika orang teriak-teriak pada “akibat” tapi “sebabnya” tidak dihiraukan.

Betapa banyaknya orang bunuh diri (akibat), hanya karena kalah saingan dengan ‘cem-ceman’ yang pinter mesem (sebab). Betapa banyak orang beringas dan membunuh (akibat) hanya karena uang recehan (sebab). Tidak jarang pula orang tiba-tiba melejit bak gunung kekayaanya (akibat), hanya karena tanda tangan cuma dua detik (sebab). Bahkan orang dikejar deadline untuk sukses justru gara-gara ‘kecanduan’, suksesnya malah melayang jauh.

Tapi sebaliknya seperti dalam kitab-kitab klasik (ulama salaf), gara-gara menyiksa kucing (sebab), seorang wanita dimasukkan ke neraka; atau karena memberi minum anjing yang kehausan (sebab) si saudagar masuk syurga (akibat). Ada lagi, hanya karena menolong mengambilkan pecut seekor kuda (sebab), si pemuda diberi uang yang sangat banyak oleh Imam As syafii’ ra. (akibat).

Baca selengkapnya…

Loh, Inikan Nikmatnya Mati

23 November, 2007 44 komentar

Banyak jalan orang menuju mati. Sebab kematian adalah “jalan tol” yang melintas alam dunia dan alam berikutnya. Meski beda definisi mati antara ahli hukum (agama) dan dokter, yang jelas kematian itu bermacam ragamnya: ada yang menyakitkan, ada yang terkesan mati bunuh diri dan adapula yang mati enak via euthanasia.

Kamis kemarin, Josua jatuh dari lantai 12 di UNIKA Atmajaya Jakarta. Ada pula yang sekaligus rombongan ratusan ribu mati tersapu angin Topan Sidr di Bangladesh yang jumlah korbannya hampir sama dengan korban tsunami di Aceh. Akibat gempa bumi pun ribuan sekaligus meninggal di Yogyakarta tahun kemarin.

Jika siang kemarin Jhosua meninggal tragis, malam tadi, sekitar pukul 22.00 WIB dinihari, Fayumni, saudara dekat saya, remaja kalem dan baik hati ini, meninggal dengan mengenaskan: motor menabrak trotoar lalu terpental bersama temannya di tengah jalan, kemudian diduga tertabrak oleh kendaraan yang melaju kencang.

Baca selengkapnya…

Yang tak Ngerti Politik ke Laut aja…

20 November, 2007 52 komentar

Begitu semangatnya para petualang (pelaku) politik di kehidupan bumi ini tentu saja membawa sebuah kepentingan: berkuasa/menguasai. Tentu saja kuasa-menguasai itu untuk sebuah eksistensi dalam hidup di dunia.

Ya demikianlah jika kita ingin berkuasa di bumi, maka politik atau taktik atau strategi mestilah menjadi bagian dari hidup ini. Namun jika Anda tidak tertarik dengan itu (politi dkk), maka bisa jadi Anda tidak mementingkan kehidupan di dunia ini. Sebab itu berarti Anda mengutamakan kehidupan akherat. Bukankah kehidupan akherat tidak perlu rekayasa, melainkan kejujuran, apa adanya, dan tidak ada istilah lain di hati lain di mulut.

Sebuah contoh bangsa Yahudi mampu menguasai perekonomian dunia. Karena mereka mampu mengamalkan ilmu strategi, ilmu tipu-menipu, ilmu memperdayakan dan ilmu tak-tik “berperang” melawan hegemoni lain.

Baca selengkapnya…

Kategori:Kultur, Pendapat, Politik