Beranda > Dunia Pesantren, Inspirasi, Lingkungan > Air dan Global Warning!

Air dan Global Warning!

Air sumber kehidupan itu hanya terdiri dari dua unsur...Air adalah sumber kehidupan sebagaimana ayat quran berbunyi: “waja’alnaa minal maai kulla syain hayy”, Kujadikan dengan air itu segala sesuatu menjadi hidup. Tapi baru saja tadi siang seusai juma’atan kulihat motor-motor gagal dihidupkan karena basah terkena hujan.

Berarti air bukan sumber kehidupan mesin itu sendiri dong. Tetapi justru sebagai penghambat lajunya energi mesin yang perlu dihiupkan demi hdiupnya roda perekonomian si pemilik motor. Saya lihat putus asa di selah berkali-kali engkol motornya, sales itu akhirnya putus asa dan bersandar kembali ke masjid. Merenung sendiri.

Air Sebagai Global Warning!

orang tengah berczikir, aair aqua merekamnya dan membentuk molekul hebat... Mungkin anda akan mengatakan bahwa orang-orang di pesantren sebagai pengidap TBC.  Misalnya pada saat tahlilan, atau doa bersama, di hadapan hadirin terdapat air yang di botol aqua atau wadah lainnya. Air itu biasanya ditempatkan di tengah-tengah orang-orang yang tengah membaca quran. Bila doa sudah selesai air itu sendiri akan diminum oleh keluarganya.

Mengapa itu dilakukan, hal ini terkait dengan alam air itu sendiri sebagai global warning. Maksudnya, air itu ternyata mampu merekam segala hal yang ada di sekitarnya. Karenanya, air yang merespon doa, dan bacaan quran dan syair-syair yang baik, ternyata akan terbentuk sejenis bentukan atom yang indah, berbeda dengan air yang merekam suara keras, tak beraturan dan jelek, maka bentukannya pun jelek.

Peneliti asal Jepang Dr Masaru Emoto, seperti di tulis dalam berbagai media, suatu kali melakukan riset laboratorium tentang air. Ajaib, air bisa menangkap pesan-pesan dalam udara yang kemudian memengaruhi bentuk molekul air tersebut. Saat air diberikan getaran cinta dan kasih sayang melalui kata-kata cinta, terima kasih, dan sentuhan lagu lembut yang menyejukkan pikiran,tampak bahwa perlahan- lahan air tersebut membentuk dirinya menjadi molekul berbentuk indah seperti kristal bersegi 6.

Sebaliknya, ketika air tadi dikata-katai dengan umpatan seperti “Kamu membuatku muak!”, “Kamu bodoh!” atau diberi getaran lagulagu heavy metal, terlihat bahwa bentuk molekul air menjadi sangat jelek. Penelitian lainnya juga pernah dilakukan pada air tanah di Kobe, Jepang.Beberapa hari pascagempa bumi besar Hanshin-Awaji tahun 1995, sampel air tanah yang diteliti menunjukkan molekul yang buruk rupa, serupa kemuraman dan kesedihan warga Kobe akibat gempa bumi yang menelan korban jiwa 140.000 orang itu.

Simpati pun berdatangan, relawan, dan warga saling bahumembahu memulihkan derita para korban. Kebersamaan dan kepedulian menguat. Hal tersebut rupanya menimbulkan atmosfer yang sangat positif.Tiga bulan pascagempa, molekul air tanah di Kobe menampakkan bentuk yang indah. Itulah sekelumit pelajaran yang bisa direnungkan, betapa kasih sayang dan kata-kata positif sangat besar manfaatnya.

Bagaimana dengan dzikiran, tentu saja kalimat yang didendangkan dalam dzikiran, tahlilan, marhabanan, yang dikatakan bid’ah itu, tentu saja air akan merespon dengan baik. Karenanya, jika diminum air ini sangat membantu kesehatan.

Bagi manusia, air di dalam tubuh terdiri dari hampir 80%nya. Makanya saat manusia diberikan kata-kata sejuk dan menyejukkan akan direspon dengan baik, sebaliknya orang yang dikasari maka terbentuk molekul air dalam tubuh kita untuk menolaknya.

Begitupula anak kecil yang sedang tumbuh otaknya, maka kata-kata yang baik dan pendidikan yang baik dari orangtuanya akan membemtuk molekul tubuh yang bagus. Sebaliknya, jika umpatan, makian dan serapahan, jangan khawatir itupun akan direspon pula oleh tubuh tampa sadar. sehingga saat beawr nanti para orang tua baru memahami sebentuk molekul anak-anaknya itu bertingkah kasar dan tak karu-karuan mirip molekul yang jelek.

Demikian juga oksigen dan hidrogen sebagai pembentuk molekul air di alam ini. Manakala manusia-manusia di bumi tidak mencintai kesejukan suka pada perang, kasar dan kanibalisme, kemaksiatan vertikal dan horizontal tumbuh subur, niscaya hidrogen dan oksigen akan merespon negatif. Polutan atau carbon dioksida akan terbentuk lebih banyak dari pada pembentukan oksigen. Sehinggalah kita mengenal istilah  global warming, climate change, pemanasan global dan istilah lainnya.

Akhirnya, kita sebenarnya sudah diingatkan bahwa alam ini mirip sebentuk puzzle, yang akan saling melengkapi, karenanya, demikian pula maka kombinasi unsur oksigen dan hidrogen sebagai pembentuk air, maka jangan sekali-kali diganggu dengan berbagai masalah “sampah” ideologi, madzhab dan sumpah serapah. Cukuplah air sebagai global warning! 🙂

Iklan
  1. 7 Desember, 2007 pukul 6:12 pm

    Pertamax

  2. 7 Desember, 2007 pukul 6:15 pm

    Yoha … ini kog semakin menjadi. Saya juga lahap beberapa buku yang membahas begitu bergunanya air dalam kehidupan. Tidak sia-sia Allah SWT menciptakan manusia yang lebihs separoh bentukan dari konspirasi air. Rahasia itu terkuat sedikit demi sedikit melalui penelitian ilmiah.

    Yang jadi pertanyaan: Kog Maz Kurt … bisa-bisanya menyandangkan dengan ‘tradisi’ Pesantern. Luar biasa. Begitu membaca saya berharap ada bahasan ‘nakal’ kenapa kalau orang minta air pada Tuan Guru selalu air putih untuk didoakan?

    Maz kurt lupa atau ngak berani membahasnya secara tajam? He he becanda euy.

  3. 7 Desember, 2007 pukul 6:21 pm

    Ternyata molekul air adalah juga puzzle 😀
    tapi saya belum mengerti bila air bereaksi terhadap udara disekitar, dan juga do’a serta cinta.
    Ternyata air juga penanda, yang menyadarkan, demikian juga paman Kurt agaknya…
    ah pulang membawa oleh-oleh, terima kasih

  4. 7 Desember, 2007 pukul 6:30 pm

    saya punya buku nya Masaru Emoto itu…
    tipis aja sih, tp harga nya lumayan berasa… hehe

  5. 7 Desember, 2007 pukul 6:31 pm

    mungkin busi motornya kemasukan air
    ato air masuk ke karburator
    maap OOT, pak 😀

  6. 7 Desember, 2007 pukul 6:50 pm

    Global warning to… hampir keliru sama global warming.

  7. 7 Desember, 2007 pukul 7:37 pm

    Jadi ingat khotbah guru di kelas agama, tapi akibat skeptis, saya nggak langsung percaya. Tapi habis baca info ini, taraf percaya yang tadinya cuma 1/5 naik jadi 2/5… Dan nanti saya cari lagi biar makin naik. 😆
    (maklum, skeptis)
    Thanks. 😛

    / = dari

  8. 7 Desember, 2007 pukul 7:49 pm

    Anu, judulnya salah Pak, Global Warming bukan Global Warning :mrgreen:

    Kalo saya pas Jumatan tadi malah merhatiin air yang dikucurkan pas berwudhu, lantaran tempat wudhu-nya lumayan panjang, dan yang berwudhu full booked, air di bawah mengalir cukup deras… Entahlah, saya kok ngerasa something went wrong aja…

    OOT, itu blogroll saya URL-nya mohon diperbaharui dong Pak, hehe…

  9. 7 Desember, 2007 pukul 8:15 pm

    Wah, kalo soal air itu memang bisa menangkap energi dan di pakai nanti jika di butuhkan pak.

    Soal energinya energi apa, ya terserah yang mengisinya aja pak. :Mrgreen:

    Tapi emang airlah bagian terbesar di tubuh kita ya pak, jadi cukup pentinglah saya kira perannya.

  10. Dee
    7 Desember, 2007 pukul 8:42 pm

    Pada saat melimpah, orang tak menganggap air sebagai suatu hal yang berharga. Pada saatnya nanti, orang akan memperebutkan air, sebagaimana saat ini mereka memperebutkan minyak. Jadi ingat film waterworld, dimana kencing pun didaur ulang untuk memperoleh air bersih.
    —Eh, gak nyambung ya? Biarin —

  11. Moerz
    7 Desember, 2007 pukul 9:27 pm

    saya pernah denger di acara radio pagi…
    ustad yang kasih tau katanya doa kita didengarkan zat air trus kalo udah di perut disampaikan keotak..

  12. 7 Desember, 2007 pukul 9:38 pm

    Yang jelas air memang menenangkan. Coba kita lagi jalan-jalan, melihat sungai, laut, kan rasanya tenang.
    Juga, jika kita melihat ada yang capek, sakit, atau gugup, selalu disuruhnya minum air segelas. Dan obat apa yang paling baik untuk mnyembuhkan penyakit? Minum air sebanyak-banyaknya. Ini saran dokter di RS Fatmawati, saat saya dirawat karena typhus, juga saat sulungku kena demam berdarah. Dengan minum air, racun-racun ditubuh akan ikut keluar, sedang obat akan mengurangi symptomnya.

  13. 7 Desember, 2007 pukul 10:13 pm

    dari dan untuk air.. tapi manusia kadang lupa yah kalo badannya itu air semua
    🙂

  14. 8 Desember, 2007 pukul 12:07 am

    oiaa sering dgr juga ttg keajaiban air dlm penyembuhan penyakit2 trus sbg media doa gitu. lagipula air kan penyusun utama tubuh manusia (tapi tentu saja ini tidak ada hubungannya) 😀

  15. zal
    8 Desember, 2007 pukul 1:24 am

    ::ngelamun mode on
    kalau seandainya tubuh kita botol, didalamnya ada air, dan airnyanya berdoa sendiri, sehingga membentuk kristal indah yg lembut…
    huuah..ngantuk…

  16. 8 Desember, 2007 pukul 8:42 am

    Wah saya suka air (walau tidak bisa berenang) dan kebetulan saya sering disebut penganut filosofi air oleh kawan2 … maksudnya yang “air berriak tanda tak dalam” :mrgreen:

    BTW hal semacam itu mungkin agak sama dengan sugesti … sugesti positif tentu akan membawa hasil positif

  17. 8 Desember, 2007 pukul 11:43 am

    welgedewelbeh

    OLEH KARENA ITU MARI KITA JAGA AIR KITA DARI PENCEMARAN LINGKUNGAN, MARI KITA SAYANGI AIR KITA, MENYAYANGI AIR ADALAH MENYAYANGI DIRI KITA SENDIRI.
    maaf pak kurt, pengen ikut nimbrung…

  18. 8 Desember, 2007 pukul 12:52 pm

    Mari selamatkan air kita! Jangan dibuang-buang donk.

  19. 8 Desember, 2007 pukul 1:28 pm

    Air adalah sumber kehidupan, Mas. Tanpa air tidak akan ada kehidupan.

  20. 8 Desember, 2007 pukul 11:07 pm

    🙂 @Ersis WA
    Apanya yang makin menjadi bang? 🙂 pertanyaan sampean sudah di bahas dalam postingan tanggal 8: hexagonal… bagaimana menurut sampean?

    🙂 @goop
    hahah.. paman goop, bisa aja saya dibilang penanda? wah tepat sekali! saya adalah “pendandatangan” yang terlatih 🙂

    🙂 @Novee on 7 Desember, 2007 Edit ini
    Titipkanlah sama angin, biar sampai kemari…
    *harap.com*

    🙂 @caplang™
    mungkin iyaa mungkin tidak 🙂

    🙂 @kombor
    heheh 🙂

    🙂 @rozenesia
    1/5 + 2/5 = wah masih jauh yaa kira2 75% lagi heheh 🙂 ok master skeptis itu tidak dilarang bukan?

    🙂 @Amed
    Anu permintaan njenengan sudah dilaksanakan…

    🙂 @danalingga
    yes sir! tanpa air, mata tak bersinar, tanpa air, puisipun jadi kering.. heheh

    🙂 @ Dee
    Kalau saya justru inget film Waterworld itu pada adegan yang di sensor itu pak Dee 🙂 eh saya pun gak nyambung juga yaa.. *biarin*

    🙂 @ Moerz
    begitu tah? berarti sama dong yaa dengan masalah hexagonal ini… 🙂

    🙂 @edratna
    Dengan demikian air merupakan obat mujarab… saya rasakan sendiri juga begitu bu, konsumsi air setiap hari yaa air putih itu. Ternyata, lumayan menyegarkan dan sepertinya kaya benda yang fresh from the oven. Jadi air adalah obat yaa bu.

    🙂 @almascatie
    kalau sadar, mungkin akan muncul istilah: “air minum air” 🙂

    :)@ kuchikuchi
    ada kok hubungannya, misalnya air yang mampu merekam itu dimisalkan dalam tubuh si bayi atau orang dewasa. Jika dikasari, maka respon orang ada perlawanan baik tersembunyi maupun tidak. sebliknya, jika seseorang dihalusi, maka akan timbul berhalusinasi heheh 🙂

    🙂 @ zal
    dah ngantuk bang zal? buruan tidur, nanti botolnya jatuh, dan airnya tumpah..

    🙂 @ deking
    kata sugesti barangkali pas sebagai penanda… ah kata paman goop, sampeanpun seorang penanda. penanda apa? setidaknya saya tidak tenggelam sebab ada ungkapan: “air beriak tanda tak dalam…”

    🙂 @mulut
    weleh weleh…
    HAYOOO TERUS BERSIHKAN GOT2 YANG KOTOR, SAMPAH YANG MENGGENANGI AIR DAN BIARKAN AIR MERESAP DALAM TANAH BUKAN DI BANDARA… 🙂 maaf saya sambungkan lagi ..

    🙂 @bangbadi
    kalau air gak dibuang, emang mau disimpen di lemari pakaian ? heheh (maaf cande bang)

    🙂 @imcw
    tanpa air pula tidak ada kecantikan *alam maksudnya* heheh 🙂

  21. daenglimpo
    10 Desember, 2007 pukul 8:39 am

    ingat cerita tentang air dan sakaratul maut, manusia yang semasa hidupnya tidak mengenal “air”, maka maut akan menjemputnya seperti orang yang ditenggelamkan kedalam air sedikit demi sedikit.

  22. 12 Desember, 2007 pukul 5:58 pm

    *senyum liat pak ersis pake pertamax :mrgreen: *

    Air memang luar biasa ya pak, sayang, kita kadang menganggapnya biasa. Padalah kalau tidak ada air, maka tidak akan ada tanah air, mata air, air mata, air hujan, atau air lasso…

    Nah, just kidding, terima kasih sudah mengingatkan saya untuk terus belajar melalui air…

    >>> ada lagi air mata buaya, air got, air comberan, air sperma stop!

  1. 8 Desember, 2007 pukul 4:20 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: