Beranda > bergumam, Inspirasi, sastra > Latah (bencana) Puisi

Latah (bencana) Puisi

Ingat ibu-ibu (maaf kebanyaikan ibu-ibu loh) yang sering latah kalau dikageti oleh suara sekitar. Entah penyebab latah ini darimana sehinga kalau latah semua “perlengkapan lelaki” meluncur tanpa sensor dari mulutnya. Penyakit latah ini makin menjamur di tempat kerja dan di tetangga.

Bukan hanya ibu-ibu yang latah, tapi di Indonesia sekarang pun sedang latah, dari mulai puting beliung di berbagai daerah, banjir, hujan deras terus-terusan dan lain-lain. Mestinya latah bencana pun memicu latah lainnya yaitu latah peduli, latah menyumbang, dan akhirnya latah terhadap kesadaran pada kesadaran kepada Tuhan, alam dan dirinya sendiri.

Ah tidak tahu saya, yang jelas saya sedang latihan latah. Saat berkomentar di blog bang Ersis. Di sana ada lomba membuat “puisi latah” πŸ™‚ . Gara-gara satu dua puisi bertengger di sana saya juga ikutan komentar tak tahunya komen itu adalah puisi.

Jadilah saya latah. Tapi latah saya bukan “barang lelaki/wanita” yang diungkapkan tapi lebih dalam dari sekedar “barang” yaitu Pokokeβ„’ Cinta.Β  πŸ™‚Β  ya semoga saja latihan latah saya ini bisa melatahi segala bentuk-bentuk cinta yang lainnya. Kepada manusia, kepada alam kepada diri sendiri dan kepada Allah Rabbul Izaati, Pendidik Sejati. Amin πŸ™‚ narsis deh…

Pokokeβ„’ I love u

cinta syahdunya dikau
tak seperti wangi bunga setaman
tak seindah kue donat di tangan
meraihnya hanya sekejap
luruhnya tanpa batas

cinta aliranmu bersemai
dalam kalbu sekujur badan
tak kuasa menahan cinta
tak bisa membuang kata

cinta sekujur badan
tak bisa diubah sebadai
langit bumi bertaut
cintaku padamu takkan pisah

cinta oh cinta
dirimu memakna segala
dirimu merangsangi senjata
melumer kata, jiwa dan harta
bersamamu tergadai semua makna
bersamamu menggapai syahdu angkasa

oh cinta
aku mencinta
dirimu mencinta
dirimu lebur
aku lebur
dalam syahdu
dalam makna

Kebayoran, 1 Januari 2008

—————

Mengunyah Cinta

kemana aku bersahut
kemana aku mengadu
kemana aku mengaku
sedang aku tanpamu

sendiri tanpa kamu
berdua bersama buahmu
sedang dia asalamu
teganya kamu di sana

malamku diradang gelap
cintaku dimakan angsa
sepiring nasi jadi basi
sepotong roti berderai jamur
sepenggal kata hanya dikunyah

cinta dimana harus kusambut
sendiri tanpamu sepi berkabut
malam dingin takkan ada api
siang panas dingin membeku

cintaku tergadai
bersama angan di sini
kapanpun kau datang
kan kusambut sejuta hasrat

Kebayoran, 1 Januari 2008

———————————————–

Entah ini sajak atau puisi saya tidak mengerti . Tapi kadang kata-kata meluncur begitu saja. Saya membuatnya kurang dari 2 menit bahkan ada komentartor di sana membuatnya kurang dari 1 menit yaitu unai. Luar biasa. Ketika kata2 meluncur melalui jari-jari maka seolah-olah jari2 itu secara auto menuliskan fikir. Subhanallah…

Pesan Moralnya: Latah saja bisa cepat yaa maka semoga saja pemerintah pun bisa latah menangani bencana dengan cepat, sigap tanggap!. Demikian juga para donatur pun yang juga kena latah peduli, sesegera mungkin membantu … πŸ™‚

Iklan
  1. 2 Januari, 2008 pukul 9:47 am

    Memang bapak yang satu ini ruaarrr biasa .. ceramah ayoo. Nulis juga ok. Puisi?? apalagi. Kecil. Cuma 2 menit gito loh hwakakak πŸ˜†

  2. 2 Januari, 2008 pukul 9:49 am

    Oala .. yang pertamax toh

  3. 2 Januari, 2008 pukul 9:50 am

    Mumpung masih sepi .. godain santri buntet dengan hetrix dulu ahhhh. Asik juga ya .. ngeliat avatar ku jejer tiga gitu. Seru.

  4. 2 Januari, 2008 pukul 9:56 am

    Hidup bos kita erander bertengger avatarnya yang berjingkrak di sini… sedap dipandang (mungkin) enak dipegang heheh πŸ™‚

    *digetok*

  5. 2 Januari, 2008 pukul 11:03 am

    bakatnya ditularin ke saya dunkk om…

    >>> siap2: pejamkan mata, bayangin senyumku … dah itu ajah… πŸ™‚

  6. 2 Januari, 2008 pukul 11:57 am

    lagi kasmaran nih Kang??? hehe…

    >>> hehehe … kasmaran sama bencana mas

  7. 2 Januari, 2008 pukul 12:11 pm

    Moga2 pemerintah juga latah memperhatikan nasib rakyat.. πŸ˜†

    >>> setuju… πŸ™‚

  8. 2 Januari, 2008 pukul 12:24 pm

    Hehe..keliatan kalo buatnya buru2. Pokoknya yang ada di otak langsung ditulis.. πŸ˜†

    >>> iyaa kaya minum kopi mas, langsung srutput… πŸ™‚

  9. 2 Januari, 2008 pukul 2:09 pm

    Pokoke™ nulis puisi ‘cinta’ kah pak? :mrgreen:

    Tapi tetap ‘cinta’ yang bagaimana kan?

    >>> hehehy benar mas Mr. Lee Pokokeβ„’ bagaimana cinta ditulis dan dirasakan dan dimaknai

  10. 2 Januari, 2008 pukul 2:28 pm

    huhuy puisi cintanya indah dan dalem banget pak..cakep lah…saya juga jadi latah dibuatnya πŸ™‚ ayoo terus nulis

    >>> hayoooo… mari menikmati cinta eh berpuisi cinta.

  11. 2 Januari, 2008 pukul 2:44 pm

    Halah, kok kaya puisinya yang lagi mau poligami!!!! :mrgreen:

    >>> di sudut manapun poligami berada, kata2 selalu menjeratnya heheh πŸ™‚

  12. 2 Januari, 2008 pukul 3:14 pm

    Terlanjur jawab di http://www.webersis.com euy … Kenapa kita menulis bisa bisa cepat, waktu tidak menjadi ukuran. Salam.

    >>> hmmm.. waktu bukan ukuran? berarti pake meteran yaa sepanjang pakah kalimat dibuat atau pake gram satuannya ?

  13. Sayap KU
    2 Januari, 2008 pukul 3:20 pm

    Wah puisi yang indah…. eh siapa yang buat mas?

    -Ade-

    >>> napa de, yang buat itu bukan saya tapi tangan dan otak saya.. kalau saya gak bisa apa2 πŸ™‚

  14. 2 Januari, 2008 pukul 3:26 pm

    wuah tinggal di kebayoran? sebelah mana, pak? πŸ˜€

    >>> di sebelah belakang Seskoal.. dekatkah denganmu bos?

  15. 2 Januari, 2008 pukul 3:33 pm

    lagi lagi puisi

    *sebenarnya aku mo koment gini: template kita jadi sama ya pak? *
    πŸ˜†
    πŸ˜†
    πŸ˜†

    >>> hiihihih.. lagi banyak puisi bertebaran yaa.. maafkanlah kalau tak berkenan… kita memang senasib dan sepenanggungan sampe gubukpun sama πŸ™‚

  16. 2 Januari, 2008 pukul 3:37 pm

    lha kalo pemerintah latah terus berarti nggak ada perencanaan untuk pencegahan di tahun-tahun depan untuk bencana yang terjadi musiman itu kang? hehehehe…

    >>> iyaa juga yaa maaf hanya eksploitasi kata heheh (tapi latah positif boleh kan cak, latah perencanaan, latah disiplin, latah tegas, latah tah tah hahaha

    Barusan ngobrol sama seorang teman soal ini, banyak IMB diberikan dengan mudah tanpa disurvey dulu, asal bayar, IMB jadi, padahal lokasi bangunannya memang tidak strategis untuk hunian, rawan banjir, rawan longsor, mestinya disurvey dan diberikan peringatan, lha sekarang kan tidak demikian. Apalagi kalo ada pembangunan mall yang berada didaerah resapan, ijin diberikan dengan beberapa konpensasi, seolah-olah jadi lahan basah pejabat kita.

    >> kesempatan memang dimanapun diambil apalagi bermuatan fulus…

    Masih dari teman saya itu, banyak sekali rumah tidak permanen di bantaran kali itu, tapi PDAM masuk ke rumah, Listrik Masuk rumah, apa mereka juga punya IMB? sedangkan syarat untuk pelayanan PDAM dan Listrik itu bukannya pake IMB, berarti ada IMB yang dikeluarkan sembarangan oleh para pejabat kita, tanpa ada studi kelayakan bangunan.

    Kalo pengawasan dilakukan dengan benar, saya pikir bencana dapat diminimalkan dan tentu tidak menampik semua adalah takdir yang kuasa.


    >>> intinya pengawasan pusat dan daerah juga diri sendiri yaa cak… akur! sayang ini gak bisa berjalan lancar yaa…

    Gresik juga kena akibat dari meluapnya sungai Bengawan, terutama daerah Bungah, kemarin saya sempat kesana dengan seorang teman yang menjadi sukarelawan disana, banjir sudah 3 hari baru ditengok pejabat setempat, itu baru ditengok kang belum bantuan, hehehehe…

    >> ngurut dada cak…

  17. 2 Januari, 2008 pukul 3:40 pm

    Padamu

    Ada harap tertanam tanpa kusadari
    tapi aku harus membuatnya mati

    #1996

    >>> eh tahunnya lama sekali, mengenang siapakah gerangan?

  18. 2 Januari, 2008 pukul 3:54 pm

    Bersyukurlah mas..kata-kata yang meluncur masih manis dan indah, terangkum dalam puisi pula….gimana klo yang keluar malah caci maki….hee….

    Salam kenal

    >>> iyaa benar mas Teguh.. heheh daripada ngafir2in mendingan berpuisi tah

  19. 2 Januari, 2008 pukul 4:02 pm

    cinta
    seperti kembang api
    tak pernah kau tau kapan pijarnya mati

    tsaaaaahhh……ada apa ini rame2 berpuisi? selamat taun baru, mas..

    >> simbok gak ikutan latah tah?

  20. 2 Januari, 2008 pukul 4:25 pm

    cinta laksana coklat
    lebih nikmat ketika diemut perlahan

    >>> hmmm … merasakan pedasnya

  21. 2 Januari, 2008 pukul 6:04 pm

    Ehm….Lagi Falling Love atau Lovenya Falling….., puisi yang bagus dan menarik. Bravo

  22. 2 Januari, 2008 pukul 6:07 pm

    @Ram-Ram Muhammad
    Akurrrrrrrrrrrrrrr Mas Ram, kalau Mas Kurt poligami tolonglah dikirim via email kiat-kiatnya ke PHINISI …manatau jadi berita heboh th.2008…he…he…200x

  23. 2 Januari, 2008 pukul 6:08 pm

    hattrick……udah maghrib nih.

  24. 2 Januari, 2008 pukul 7:26 pm

    Saya malah latah nda’ ngerti maksudnya :mrgreen:
    perlu belajar sepertinya saya Pak Kurt πŸ™„

  25. 2 Januari, 2008 pukul 7:36 pm

    terbitkan juga puisi-puisi yang tersimpan, jangan jadi penghuni rak buku aja, sayang kalau hanya dibaca sendiri.
    ditunggu yaa, selamat berpuisi.

  26. 2 Januari, 2008 pukul 8:54 pm

    Nggak nyangka mas Kurt pintar bikin puisi…
    Bahasa cinta memang bahasa dunia, dengan cinta membuat hati gembira, berani menantang kehidupan, untuk memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.
    Marilah di tahun 2008 ini dengan keteguhan hati, membuat kualitas hidup kita lebih baik

  27. 2 Januari, 2008 pukul 9:54 pm

    Busyet.. Arrrgrgggghhhhh… saya ketinggalan jauh.. gara2 lama di lubang kubur… Arrghhhhhhhhhhhhhh….

    Mantab puisinya pak kyai!
    Salut abiz!
    Barokallah!

    πŸ˜‰ πŸ™‚ πŸ˜‰

  28. 2 Januari, 2008 pukul 9:55 pm

    Saya jamin, puisi pak Kurt mendapat tempat kehormatan di lembar antologi puisinya pak Ersis… hehehehehehe

  29. 2 Januari, 2008 pukul 10:41 pm

    tiap dikagetin selalu bikin puisi begitu pak ?
    *DUUUUUUARRRRR*

  30. 2 Januari, 2008 pukul 10:44 pm

    Pokoke I Love U…
    Wih! Mas Kurt romantis sekali…

    Salut, bisa menulis segitu cepat. Latah yang jelek kaya saya, ha ha ha. Karena latah blognya tutup.

    Tapi, masih boleh kan nyuri ilmu di sini?

  31. 2 Januari, 2008 pukul 11:40 pm

    Ass, judulnya aja ada cinta puisi pun tercipta dalam hitungan menit pula….wah hebat juga nih pak Kurt…yoi latah bareng-bareng seru kali ya apalagi latahnya cinta oiiii jadi kasmaran nih yeee hehehe. Wassalam.

  32. 3 Januari, 2008 pukul 12:10 am

    bingung…
    commentnya pake puisi juga pa gak… πŸ™‚

  33. 3 Januari, 2008 pukul 12:10 am

    Jadi pengen ikut latah.

  34. 3 Januari, 2008 pukul 12:41 am

    *numpang nyamah, heheheeheh *
    walah, dah lagi ganti theme-nya nih, hehehehehe ….
    besok ganti apa mas kurt?
    *komen latah*

  35. 3 Januari, 2008 pukul 12:43 am

    nggak peduli saja ato puisi. saya sendiri pusing mbedainnya, hehehehehehe πŸ˜† yang penting saya bisa ikut latah menikmati puisi yang dibikin dalam tempo 2 menit. Hah!
    Luar biasa! *tepuk tangan*

  36. 3 Januari, 2008 pukul 12:48 am

    sesekali latah bikin komen hetrix di blog ini, hehehehehehe πŸ˜†
    *berlalu sambil lari sipat kuping, 1,2,3, kabuuur!*

  37. 3 Januari, 2008 pukul 11:43 am

    saya suka ituh pak, pokoke i love u hehe maksa banget deh πŸ™‚

  38. 3 Januari, 2008 pukul 7:39 pm

    Menurut Agus Noor, cinta itu seperti merpati di topi tukang sulap, pak..
    Bisa datang dan pergi tanpa kita sadari.. πŸ˜›

  39. bachtiar
    3 Januari, 2008 pukul 10:48 pm

    hehe ternyata latah ada positifnya juga yaa untuk memperbaiki keadaan yang menimpa bangsa kita ini . . . .

  40. 4 Januari, 2008 pukul 12:23 am

    Bukan main itu puisi. ck ck ck… ngalahin Rangga di Ada Apa Dengan CInta, bung!!! hyahahahaah!! anyway bagus kok.. Ini jujur lho.. yakinlah sumpah!! πŸ˜€

  41. 4 Januari, 2008 pukul 7:58 am

    Pak Kurt penyair juga rupanya πŸ˜€

  42. 4 Januari, 2008 pukul 7:48 pm

    saya hampir aja mengubur rasa cinta uncle.. 😦

  43. 4 Januari, 2008 pukul 10:55 pm

    Untung saya tidak ikut-ikutan.

    Salam kenal!

  44. 4 Januari, 2008 pukul 11:08 pm

    latah, berarti kebiasaan yang terus menerus. siap2 aja jadi keterusan. salam kenal mas.

  45. 5 Januari, 2008 pukul 1:03 am

    hari ini sebuah masa telah berlalu
    esok telah menunggu asa itu tiba
    sampaikan salamku pada tahun yang lama
    mari kita menyambut tahun yang baru
    dengan semangat baru
    dengan hati yang bersih
    selamat tahun baru 2008
    semoga kebaikan selalu bersamamu
    selalu… untuk selamanya…

    ~ maaf saya ikutan latah πŸ˜› ~

  46. antarpulau
    5 Januari, 2008 pukul 2:28 am

    Mestinya latah bencana pun memicu latah lainnya yaitu latah peduli, latah menyumbang, dan akhirnya latah terhadap kesadaran pada kesadaran kepada Tuhan, alam dan dirinya sendiri…

    ————-
    Ehemm…..
    Diantara puisi yg anda buat….
    Bait-bait puisi yang diatus ‘ntu yang saya suka….. πŸ™‚

    *tapi… itu juga puisa, kan.. ?*
    *garuk2x kepala..*

  47. tikabangetβ„’
    5 Januari, 2008 pukul 7:41 am

    sayah bisanya bikin ribut..
    mari latah bersama sayah..

    **kabur**

  48. 5 Januari, 2008 pukul 7:56 am

    Saya masih bingung definisi latah yang baku apaan seh?? Bukannya yang “eh copot eh copot” itu yg namanya latah?? :mrgreen: **pertanyaan bloon**

  49. 5 Januari, 2008 pukul 11:34 am

    Eyalah, jadi ingat waktu masih “muda”… sering bikin puisi… coba ikutan bikin aaah…

  50. 5 Januari, 2008 pukul 8:03 pm

    tjinta jang alami tatkala ketika tjinta hidoep dalam sanoebari πŸ˜›

  51. 5 Januari, 2008 pukul 10:06 pm

    paragraph2 awal itu bikin saya sedikit merinding pak, nggak ngerti knapa bisa.

    tapi keren pak puisinya….
    duh pengen bisa mencinta seperti itu.
    keren ih,

  52. 8 Maret, 2008 pukul 3:14 pm

    masih boleh ikutan latah kaaannnn….??

    Kuatkan aku dengan rasa ini
    Sadarkan aku dengan mimpi ini
    Berjalanku tapi tak bergerak
    Kemana langkahnya waktu tak bisa ku tebak
    Sirnakan saja semua harap
    Biar ruang hatiku tak pengap
    Sesak…
    Ku dinginkan saja mati…..

  1. 4 Januari, 2008 pukul 4:55 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: