Beranda > Inspirasi > Ruang dan Waktu Ngeblog

Ruang dan Waktu Ngeblog

Sebulan sudah saya tidak berkumpul dengan tetangga maya (blogger). Sama seperti tetangga sebelah barat rumah saya yang tidak kelihatan sudah hampir berbulan-bulan. Padahal aslinya, tetangga sebelah barat itu  masih tetap ada.

Rupanya memang demikianlah waktu dan ruang sangat menentukan kualitas dan kuantitas saling jumpa (silaturahmi). Termasuk di dalam menikmati sajian ide-ide segar dari teman-teman blogger semuanya, saya tidak menikmatinya. Hal ini semata-mata karena masalah ruang dan waktu.

Sebuah ruang adalah karunia yang bisa memberikan wahana dan jati diri seseorang dan juga makhluk lainnya. Dalam ajaran agama saya, hanya Tuhanlah yang tidak memiliki ruang dan Waktu. Sebab waktu dan ruang adalah juga makhluk. Pengertian makhluk adalah yang bukan Tuhan. Laisa kamislihi syai’un, kata ilmu tauhid. Salah satu sifat Tuhan adalah berbeda dari makhluknya. Kita butuh waktu juga ruang barulah eksis. SEmentara Tuhan tidaklah membutuhkan waktu apalagi ruang. Tuhan menjadikan sesuatu bisa dalam seketika, tetapi makhluk membutuhkan proses yang panjang. Bahasan ini tidak saya perpanjang.

Ya benar! proses itulah yang membatasi ruang dan waktu saya sehingga absen ngeblog sebluan lebih ini. Rasanya saya sudah banyak saudara yang berjenis kelamain “ada dan tiada”. Sayang sekali para sohib yang luar biasa ini dintinggalkan lama.

Saya sadar bahwa ruang dan waktulah membatasi kita untuk bisa menuju prioritas kehidupan. Di sisi lain, ruang dan waktu juga bisa membebaskan diri kita untuk berkreasi dan berimprovisasi dalam hidup. Jadi bersyukurlah dengan ruang kita bisa menatap, dengan waktu kita memliki rasa kangen, cinta, rindu, dan gairah-gairah lainnya.

Singkatnya, dengan ruang saya menikmati kembali bahtera maya (ngeblog) demikian juga dengan waktu, saya bisa bertemu kembali dengan para sohib semuanya. Semoga saja saya tetap menyadari karunia ruang dan Waktu ini untuk terus memanfaatkan sisa-sisa umur ini, dan kita semua berharap semoga Tuhan memberi karunia (hidayah) ke jalan yang benar.

Iklan
Kategori:Inspirasi
  1. cK
    10 Februari, 2008 pukul 2:16 pm

    wuaaaahhhh welkombek kaaanngg!! ^^


    iyaa neng… kangen dikau datanglah daku…

  2. 10 Februari, 2008 pukul 2:56 pm

    wah, akhirnya yang saya rindukan kembali jugak, hiks. dah hampir sebulan hiatus, yak, mas kurt, hehehehe 😆 cerita juga dong ke mana saja selama ini menghilang dari belantara dunia maya? kayaknya sekarang ruang dan waktunya dah kembali tergelar. Selamat kembali ke dunia mas kurt. Bravo!

    Bravo juga pak Sawali… saya benar2 “ketiduran” sampe sebulan nih… heheh tapi salut buat sampean yang terus menyegari blognya… selamat berjuang pak guru

  3. Dee
    10 Februari, 2008 pukul 3:58 pm

    Ditunggu tulisan-tulisannya, cerita-ceritanya nih

    Tidak capek menunggu kang De… ?

  4. edo
    10 Februari, 2008 pukul 5:13 pm

    wellcome back kang..
    kangen nih mendapat pencerahan dari sampeyan…

    kangen juga sama kang Edo.. yang tidak pernah loyo menulis… 🙂

  5. 10 Februari, 2008 pukul 7:07 pm

    Waa… udah balik lagi. Ane baru seminggu ini ngeblog… Mau minta bimbingannya…
    *simpuh-simpuh*

    Salam kenal ya pak… 🙂

    Wah salut blognya penuh semangat dialog paham kontroversi.. bagus juga buat referensi yaa… 🙂
    salam kenal teruskan semangatnya…

  6. edy
    10 Februari, 2008 pukul 8:05 pm

    welkam bek, pak 🙂


    welkommen juga bos…

  7. zal
    10 Februari, 2008 pukul 10:10 pm

    ::salam, Pak Kurt selamat kembali…latah hiatusnya kelamaan… 😆

    Hei kan zal.. sekarang giliran latah welcomeback… 🙂

  8. Gum
    10 Februari, 2008 pukul 10:41 pm

    sugeng rawuh, pak. kaget sekaligus seneng saya liat postingan baru njenengan akhirnya muncul di rss reader saya 😀

    … masa sampe kaget! tapi makasih rss reader masih setia membacanya.. 🙂

  9. 10 Februari, 2008 pukul 10:46 pm

    Alhamdulillaah, Kang. Njenengan sampun kondur. Sugeng rawuh. Saya sudah kepanasan nih, ingin mendapatkan siraman-siraman sejuk Njenengan. Gerah melihat suasana semakin jauh dari adab.

    …………. hahah kepanasan kedinginan dan kegerahan bukankah bagian dari siklus hawa kita yang tengah melanda Indonesia? 🙂 santai aja kang heheh

  10. 11 Februari, 2008 pukul 2:01 am

    Iya nih Mr Kurt jarang kelihatan nih. Ke mana aja? 😀

    Sibuk terus yaaaaaaaaaaaa?

  11. 11 Februari, 2008 pukul 6:59 am

    Amin. Amin. Amin.

  12. 11 Februari, 2008 pukul 8:14 am

    ayo nulis lagi, mas 😀

  13. adipati kademangan
    11 Februari, 2008 pukul 10:15 am

    akhirnya kembali juga
    sempet nyesek juga, akhir – akhir ini banyak blog yang mematikan dirinya

  14. 11 Februari, 2008 pukul 10:47 am

    welkam bek kang kurt 😀

  15. hildalexander
    11 Februari, 2008 pukul 3:27 pm

    welkomen bek Ngkonx….
    Kangen neeeeh 🙂

  16. 12 Februari, 2008 pukul 3:40 pm

    mana oleh2 hiatusnya?

  17. 12 Februari, 2008 pukul 8:17 pm

    welkambek deh bos

  18. 13 Februari, 2008 pukul 12:31 pm

    bapak idoep ana juga idoep jadi mari idoeeep lagee ^ ^

  19. 13 Februari, 2008 pukul 1:46 pm

    Alhamdulilah, rame kembali jagad perblogeran sekembalinya pak kurtubi dari bertapa… ilmunya pasti dah lebih mantap lagi nih! 😉

  20. 13 Februari, 2008 pukul 2:18 pm

    hemh…ruang dan waktu, terilustrasi dalam renungan
    tapi awas! kadang kita ga sadar mendzolimi ruang dan waktu, menjadikannya tumbal untuk sebuah alasan
    “maaf aku ga bisa datang, sibuk…bla…bla…bla….ga ada waktu….”
    dan….ukhuwah pun terputus.

  21. 15 Februari, 2008 pukul 2:34 pm

    Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    mana report selama menghilang mas?

  22. 21 Februari, 2008 pukul 6:25 am

    Selamat datang kembali…..dengan cerita-cerita yang mencerahkan….

  23. 21 Februari, 2008 pukul 6:46 pm

    wah datang2 langsung ganti kulit, slamat bergabung lagi Pak,
    *nunggu pencerahan*

  24. 27 Februari, 2008 pukul 9:25 pm

    sama….walau di ruang dan waktu berbeda…. semoga nanti ketemu di sorga pak…:))

  25. 6 Maret, 2008 pukul 2:29 pm

    Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen Cornel Simbolon menyatakan keprihatinan yang mendalam, karena ratusan meter hutan perawan di Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, telah ditebas habis baru-baru ini. Selain mencemaskan resiko bencana longsor, apabila areal hutan seluas 2.250 hektar di daerah itu habis dibabat, Cornel juga mensinyalir bahwa investor cuma ingin menyikat kayu disana.

    Hal itu dikemukakan jenderal kelahiran Pangururan, Samosir ini dalam acara diskusi TobaDream Dialogue, Sabtu sore 91/3) di TobaDream Cafe, Jakarta. Cornel hadir di sana sebagai peserta, sedangkangkan pembicara diskusi dengan tema “Penyelamatan Danau Toba : Difficuit but Possible“‘ itu adalah Cosmas Batubara dan Bungaran Saragih. Keduanya bekas menteri.

    Pernyataan keprihatinan itu dilontarkan Cornel Simbolon pada sesi tanya-jawab. Sebenarnya yang jadi sorotan saat itu adalah upaya penyelamatan Danau Toba, terutama dari aspek pariwisata dan lingkungan. Tapi Cornel tidak mengajukan pertanyaan, malah langsung meminta perhatian dan kepedulian hadirin terhadap pembabatan hutan ynag sedang berlangsung di Tele.

    “Memang benar seperti dikatakan Lae (Suhunan) Situmorang tadi, hutan di Tele sedang terancam sekarang ini.Tidak tanggung-tanggung, hutan yang akan ditebang di kawasan tangkapan air itu mencapai 2.260 hektar. Katanya mau dibuat kebun bunga. Katanya bunganya untuk diskspor,”papar jenderal yang cinta lingkungan itu.

    “Kita sangat prihatin karena ratusan meter hutan perawan di sana sudah dibabat habis, katanya buat jalan ke areal yang akan diubah jadi kebun bunga,’tambahnya.

    “Tele itu adalah daerah tangkapan air, dan seperti tadi dijelaskan Pak Bungaran, daerah itu sangat ringkih dan rawan longsor,”tutur Cornel sambil menegaskan,”Saya setuju dengan apa yang dikatakan Lae Situmorang, saya mengerti apa yang dikuatirkannya, bahwa besar kemungkinan rencana membuat kebun bunga di bekas areal hutan seluas 2.250 hektar itu hanya kedok. “

    Yang disitir Cornel adalah ucapan Suhunan Situmorang di awal acara, saat menyampaikan kata sambutan selaku Ketua Steering Commitee TobaDream Dialogue. Suhunan membeberkan kepada hadirin mengenai pembabatan hutan di Tele, termasuk sinyalemennya bahwa target utama investor PT EJS dari Korse adalah menyikat kayu di hutan alam itu.

    “Memang sudah banyak kejadian seperti itu, “ujar Wakasad Cornel Simbolon. “Hutan dibabat, katanya mau buat kebun kelapa sawit atau kebun bunga. Tapi, setelah hutan dibabat dan kayunya dijual, investornya kabur. Makanya kita harus cermati terus perkembangan di Tele ini. Itu adalah daerah tangkapan air, sebagian masih hutan perawan. Kenapa itu harus dibabat ?”

    “Makanya kita harus selamatkan hutan Tele. Kalau perlu kita panggil Bupati Samosir Mangindar Simbolon ke Jakarta, untuk menjelaskan kebijakannya membabat hutan perawan di sana, “tegas putra Samosir yang kenal liku-liku kawasan Tele itu.

    Hutan lindung

    Letjen Cornel Simbolon, yang bicara berdasarkan hasil pengecekan terbaru di lapangan, dengan blak-blakan menyatakan kurang yakin mengenai kelayakan investasi kebun bunga di Tele. “Mau diangkut pakai apa bunga-bunga itu ke Medan ? Dan kalaupun bisa, biaya transportasinya pasti sangat mahal. Pokoknya sangat meragukan, sehingga lebih masuk akal kalau investor hanya mengincar kayunya,”ujarnya.

    Menurut Cornel, selain penyelamatan hutan Tele, agenda sangat penting yang harus segera dilakukan adalah menentukan peta hutan di Samosir. “Perlu segera dilakukan maping untuk menetapkan yang mana hutan lindung, yang mana hutan ulayat. Di Samosir belum jelas maping seperti itu.”tandasnya.

    Dalam kesempatan itu Cornel Simbolon menyatakan sangat menghargai dan mendukung program konservasi yang akan dikerjakan Komunitas TobaDream. Besok pagi (9/2) rombongan Komunitas TobaDream akan terbang ke Medan, untuk selanjutnya pada Senin 3 Maret 2008, tepat pukul 3, akan menanam pohon pada areal seluas 2 hektar di desa Martoba , Kecamatan Sidihoni, Kabupaten Samosir.

    “Sangat saya hargai dan dukung program penanaman pohon yang akan dilaksanakan Komunitas TobaDream. Tapi perlu saya pesankan, kalian harus pentingkan untuk menjalin kerjasama dengan penduduk setempat. Jangan asal nanam pohon, tapi penduduk di sana hanya jadi penonton, akan sia-sia,”kata Cornel.

  26. sholichul @lHaj @lSon @lQuds
    22 April, 2008 pukul 11:28 am

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاتهAna tunggu cerita yang lebih seruوعليكم السلام ورجمة الله وبركاته

  27. 29 Mei, 2008 pukul 10:32 am

    Saya datang bang ……..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: