Beranda > Buku > Sejarah Singkat Habaib [Alawiyin] di Indonesia

Sejarah Singkat Habaib [Alawiyin] di Indonesia

SEJARAH SINGKAT TENTANG PERANAN ALAWIYIN DI INDONESIA
KEPADAMU KU TITIPKAN AL-QUR’AN DAN KETURUNANKU….
(Al-Hadith Rasullah s.a.w. Dirawikan oleh Imam Ahmad Ibn Hambal)

A. PENDAHULUAN
Pada zaman kekhalifahan Bani Abbas (750-1258 M) berkembanglah ilmu pengetahuan tentang Islam yang bercabang-cabang disamping kenyataan itu penghidupan lapisan atas menyimpang dari ajaran agama Islam. Dibentuknya dynasti Bani Abbas yang turun-temurun mewariskan kekhalifahan. Istilah “muslim bila kaif” telah menjadi lazim. Hidupnya keturunan Sayidatina Fatmah Al-Zahra dicurigai, tiada bebas dan senantiasa terancam, ini oleh karena pengaruhnya anak cucu dari Al-Hasan dan Al-Huseyn r.a. atas rakyat sangat besar dan diseganinya. Keinginan kebanyakan orang Muslim adalah seorang keturunan Nabi yang seharusnya memegang kekhalifahan. Banyak yang dipenjarakan dan dibunuhnya oleh karenanya banyak pula yang pindah dan menjalankan diri dan pusat Bani Abbas di Bahdad,

AHMAD BIN ISA r.a.
Dalam keadaan sebagai diuraikan di atas, yang pasti akan dikutuk Allah s.w.t. dan dengan hendak memelihara keturunannya dari kesesatan, mengulangilah AHMAD BIN ISA BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN JA’FAR BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN AL-HUSEYN r.a. duanya sayidina Ibrahim a.s. yang tersurat dalam Al-Qur’an surat 14 ayat 37 dan dipilihnya Hadramaut yang bertetanaman, untuk menetap dan berhijrahlah beliau dari Basrah ke Hadramaut, dimana beliau wafat di Hasisah pada tahun 345 H.

ALWI BIN UBAIDILLAH….ALAWIYIN
Keturunan dari AHMAD BIN ISA tadi yang menetap di Hadramaut dinamakan ALAWIYIN ini dari nama cucunya AL-WI BIN UBAIDILLAH BIN AHMAD BIN ISA yang dimakamkan di Sumul.
Keturunan sayidina Al-Hasan dan Al-Huseyn r.a. disebut juga ALAWIYIN dari sayidina Ali bin Abi-Talib k.w, Keluarga Al-Anqawi, Al-Musa-Alkazimi, Al-Qadiri dan Al-Qudsi yang terdapat sedikit di Indonesia adalah Alawiyin, tapi bukan dari Alwi bin Ubaidillah.

MUHAMMAD AL-FAQIH AL-MUQADDAM
Luput dari serbuan Hulaku, saudara maharaja Cina, yang mentamatkan kekhalifahan Bani Abbas (1257 M), yang memang telah dikhawatirkan oleh AHMAD BIN ISA akan kutukan Allah s.w.t, maka di Hadramaut Alawiyin menghadapi kenyataan berlakunya undang-undang kesukuan yang bertentangan dengan ajaran Islam, dan kenyataan bahwa penduduk Hadramaut adalah Abadhiyun yang sangat membenci sayidina Ali bin Abi-Talib r.a. Ini ternyata pula hingga kini dari istilah-istilah dalam loghat orang Hadramaut. Dalam menjalankan “tugas suci”, ialah pusaka yang diwariskannya, banyak dari pada suku Alawiyin tiada segan mendiami di lembah yang tandus. Tugas suci itu terdiri dari mengadakan tabligh-tabligh, perpustakaan-perpustakaan, pesantren-pesantren (rubat) dan masjid-masjid.

Alawiyin yang semuala bermazhab “Ahli-Bait” mulai memperoleh sukses dalam menghadapi Abadhiyun itu setelah Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam BIN ALI BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN ALWI BIN MUHAMMAD BIN ALWI BIN UBAIDILLAH melaksanakan suatu kompromis dengan memilih mazhab Muhammad bin Idris Al-Syafi-I Al-Quraisyi, ialah yang kemudian disebut mazhab Sayfi-I, Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam ini wafat di Tarim pada tahun 653 H.

TUGAS SUCI (ISLAMISASI)
Alawiyin dalam menyebarkan agama Islam menyeberang ke Afrika Timur, India, Malaysia, Thailand (Siam), Indonesia Tiongkok (Cina), Filipina, dsb.

b. ALAWIYIN DI INDONESIA SEBELUM DIJAJAH BELANDA
Sebelumnya orang Barat datang, maka berkembanglah agama Islam dengan baik sekali dan terbentuklah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Runtuhnya Kerajaan Islam di semenanjung Iberia dalam abad ke VI M. dengan jatuhnya Al-Andalus (1492 M), mengakibatkan pengerjaan bangsa Spanyol terhadap Muslimin, pengejaran mana diberkati Paus Roma. Jika kehendak orang Spanyol menyeranikan, maka kehendak orang Portugis ialah berniaga dengan orang Muslim di Indonesia, dan oleh karena ini orang Portugis ialah memperoleh sukses. Sebab peperangan di Europa antara Spanyol sepihak dengan masing-masing Belanda dan Inggris, maka kedua bangsa ini turut juga datang ke Indonesia ditentang oleh kaum Muslimin di tanah air kita.

c. ALAWAYIN DI INDONESIA DI MASA JAJAHAN BELANDA
Dengan pelbagai tipu muslihat dan fitnah akhirnya Belanda disokong oleh negara-negara Barat lain, dapat menguasai Indonesia dan ekonomi Belanda mulai berkembang pesat sesudahnya dapat dipergunakan kapal uap. Alawiyin dari pada awalnya jajahan Belanda mulai merasakan rupa-rupa kesulitan, oleh karena Belanda melihat bahwa Alawiyin-lah yang dalam segala lapangan menjadi pelopornya, baik di medan perang maupun dalam bidang pengangkutan barang-barang lewat lautan atau bidang kebudayaan (agama).

Dilarangnya Alawiyin menetap di pedalaman pulau Jawa, dilarangnya berkeluarga dengan anggota istana (yang memang keturunan Alawiyin), hingga yang tiada mampu pindah ke perkampungan tertentu di bandar-bandar di tepi laut, atau karena sebab lain, mengambil nama keluarga Jawa agar dianggapnya orang Jawa asli, pribumi. Oleh karenanya pindahanya Alawiyin dari pedalaman ke bandar-bandar di pinggir laut, maka pula pusat ke-Islaman pindah ke utara seperti Semarang, Surabaya, Jakarta, dst. Yang tidak dapat berpindah dari pedalaman menetap di perkampungan-perkampungan yang disebut “kaum” Suku-suku Alawiyin yang telah anak-beranak dan tiada mampu pindah ke kota-kota besar dan mengambil nama ningrat Jawa, ialah banyak dari pada Al-Basyiban, Al-Baabud, Al-Binyahya, Al-Aydrus, Al-Fad’aq dan lain-lain lagi. Dalam keadaan yang demikian itu, Belanda baru mulai berusaha menyeranikan Jawa Tengah, dimana Islam tiada dapat berkembang oleh karena peperangan-peperangan melawan Belanda dan berhasilnya aneka fitnah yang Belanda ciptakan antara penguasa-penguasa pribumi sendiri.

Anak Muslim tiada boleh bersekolah, sedangkan anak Kristen dapat pendidikan dan pelajaran modern. Kemudian di-izinkan bersekolah Belanda anak-anak orang yang berpangkat pada pemerintah jajahan, dan diharuskan mereka tinggal (yakni in de kost) pada pejabat Belanda. Katanya agar, dapat lancar berbicara bahasa Belanda dan mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberi dalam bahasa itu; sebetulnya untuk menjadikan kanak-kanak itu berfikir dan hidup secara orang Belanda, dan untuk mengasingkan mereka dari bangsawan sendiri, dari adat-istiadat dan agamanya. Anak rakyat biasa, awam, mengaji, baik pada madrasah-madrasah Alawiyin atau pesantren-pesantren.

Hubungan Alawiyin dengan para kiyahi erat sekali. Untuk melumpuhkan berkembangnya agama islam di antara anak-anak rakyat jelata, Belanda mengadakan sekolah-sekolah Hollands Inlandse School (H.I.S) dengan syarat bahwa murid tiada boleh bersaring dan berkopya-pici, harus mengenakan celana pendek sampai atas lutut, pakaian mana bukan kebiasaan orang yang mendirikan salat. Jangan sampai kanak-kanak dapat membaca Al-Qur’an dan kitab-kitab agama Islam yang tertulis dengan huruf Arab, Belnda mengajar dengan sungguh menulis dengan huruf lain, dan mengadakan buku-buku yang menarik, dalam huruf ini, untuk maksud mana dibentuknya Balai Perpustakaan. Banyak buku-buku yang dikarang oleh pendeta dan padri indolog dan orientalis, mengandung racun bagi anak murid yang pengetahuannya tentang Islam dan tarikhnya masih sangat Dangkal.

Alawiyin menolak tawaran Belanda untuk membangun Hollands-Arabise School (H.A.S, dan menolak pula subsidi dari pemerintah jajahan bagi madrasah-madrasahnya, karena curiga dan takut dri tipu muslihat dan pengaruh Belanda yang berniat merusak agama Islam. Alawiyin tiada dibolehkan menidirkan cabang-cabang mandrasah di kota-kota besar dengan nama yang sama, oleh karena itu nama-nama madrasah yang sama skala pendidikannya, berlainan namanya. Para guru dari negara Islam didatangkan untuk mengajar di madrasah-madrasah, dan kanak-kanak yang berbakat dikirim lanjutkan pelajarannya ke Hadramaut, Hejaz, Istanbul, Kairo dan lain-lain.

Disamping perguruan, Alawiyin aktif juga di lapangan politik hingga beberapa orang ditangkap dan dipenjarakan. Melawan Belanda antara mana di Aceh, dan sesudah Aceh ditaklukannya, Muslimin hendak mengadakan pemberontakan disana dengan mengibarkan bendera Khalifah Muslimin. Alawiyin hendak menerbitkan pemberontakan di Singapura di kalangan tertentu Muslimin India yang Inggeris hendak berangkatkan untuk berperang di iraq (Perang Dunia I). Perlu juga diketahui bahwa Alawiyin senantiasa berhubungan dengan Muslimin di luar negeri, orang-orang yang terkemuka dan berpengaruh, teristimewa dengan Padisyah, Khalifatul Muslimin, di Istanbul, yang atas aduan Alawiyin pernah mengirim utusan rahasia untuk menyelidiki keadaan-keadaan Muslimin di Indonesia.

d. ALAWIYIN DI INDONESIA DI MASA PENDUDUKAN MILITER JEPANG
Pendudukan militer Jepang menindas dan mematikan segala kegiatan Alawiyin, terutama dalam bidang politik, peguruan tabligh, pemeliharaan orang miskin dan anak yatim. Perpustakaan yang tidak dapat dinilai harganya di-angkat Jepang, entah kemana. Semua kibat ada capnya dari Al-Rabitah Al-alawiyah yang berpengurus-besar hingga kini di Jalan Mas Mansyur (dahulu jalan Karet) No. 17 Jakarta Pusat (II/24).

e. ALAWIYIN DI INDONESIA SETELAH MERDEKA
Pemuda Alawiyin turut giat melawan Inggeris dan Belanda (Nica), bergerilya di pegunungan. SEMUA PEMUDA ALAWIYIN ADALAH WARGANEGARA INDONESIA dan masuk berbagai partai Islam. Dalam lapangan ekonomi mereka sangat lemah hingga kini belum dapat merebut kembali kedudukannya seperti sebelumnya pecah perang dunia ke-dua dengan lain kata, jika Alawiyin sebelumnya Perang Dunia ke II dapat membentuk badan-badan sosial seperti gedung-gedung madrasah, rumah yatim piatu, masjid-masjid dan membayar guru-guru yang cakap, maka sekarang ini dengan susah payah mereka membiayai pemeliharaannya dan tidak dapat lagi memberi tenaga guru-guru sepandai dan seacakap yang dahulu, meskipun kesempatan kiniadalah lebih baik dari dan pertolongan pemerintah ala qadarnya. Kegiatan yang tersebar sampai di pelosok-pelosok kepualauan Indonesia.

Alawiyin yang lebih dikenal dengan sebutan sayid, habib, ayib dan sebagainya tetap dicinta dimana-mana dan memegang peranan rohani yang tidak dapat dibuat-buat sebagaimana juga di negara islam lain. Kebiasaan dan tradisi Alawiyin di-ikuti dalam Perayaan maulid Nabi, haul, nikah, upacara-upacara kematian dan sebagainya.

Suku-suku Alawiyin di Indonesia yang berjumlah kurang lebih 50.000 orang; ada banyak yang besar, antara mana Al-Saggaf, Al-Attas, Al-Syihab, Al-Habasyi, Al-Aydrus, Al-Kaf, Al-Jufri, Al-Haddad dan semua keturunan asal-usul ini dicatat dan dipelihara pada Al-Maktab Al-Da-imi yaitu kantor tetap untuk statistik dan pemeliharaan nasab sadatul-alawiyin yang berpusat di gedung “Darul Aitam” jalan K.H. Mas Mansyur (dahulu jalan Karet) No. 47, Jakarta Pusat (II/24)

Penulis: THARICK CHEHAB | Guru Besar L.B. LA.I.N. Jakarta 1975

  1. 1 Maret, 2007 pukul 5:15 pm | #1

    kisah

    • cahndeso05
      1 Mei, 2010 pukul 11:25 pm | #2

      kisah bisa benar dan bisa juga salah atau paling tidak bias…tapi kher lah…dah ada internet,banyak referensi…asal jujur n teliti aja…ane juga suka kisah tapi yang didukung bukti yang kuat dan wow…banyak juga liat komen kebawah…nambah wawasan…dan makasih tuh buat yang dah ngasih tau radiorodja756am…jadi lebih tau agama suf…

  2. zuhry bin busyairi basyaiban
    7 April, 2007 pukul 12:31 pm | #3

    begitulah seharusnya, berjuang dengan ikhlas demi sebuah keadilan. jangan kayak sekarang, ada imbalan duit mau berjuang. ga ada duit, …pikir-pikir dulu ach…
    ada nggak ya sekarang orang-orang yang berjuang seperti beliau-beliau ini…tau ach, gelap!!!

  3. osman
    12 April, 2007 pukul 3:27 am | #4

    do u have english web page

    sory sir, but it on the my plan

  4. 12 April, 2007 pukul 6:28 pm | #5

    1# ali alydrus
    kisah? maksudnya apa bib…. mau tanya webnya mana neh..?

    2# zuhry bin busyairi basyaiban
    iyaa yaa duit emang jadi penyakit yang nyelekit tapi kadang jadi nikmat… ada ga yaa mudah2an ada tapi mana neh webnya…

    3# osman
    oh my god I will try to write in english blog… because I just santri ndeso.. do u know ndeso, it just kidding’s tukul…

  5. bagir jufrie
    18 April, 2007 pukul 8:07 pm | #6

    Assalamualaikum

    Sholawat dan salam atas Rosulullah saw

    ana mempunyai keinginan untuk membuat film dokumenter internal mengenai pentingnya mengenal habaib, dukungan, referensi dan bantuan dari banyak pihak, sangat ana butuhin, adakah yang mau bantu?

  6. 20 April, 2007 pukul 2:20 pm | #7

    # bagir jufrie

    wa’alaikum salam wr. wb.
    wa’alaa alihi washhabihi waman tabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin

    waah ide yang bagus: ada sebuah pernyataan menarik dari Habib Segaf yang memiliki pesantren di Bogor yang gratis: kira2 ungkapannya sbb:
    “para habaib di Indonesia mestinya berterima kasih kepada kyai lokal.. karena kiprah kyai2 lokal ini eksistensi para habaib di indonesia mendapat perhatian dari khalayak.”

    memang sedikit2 demi sedikit kyai lokal mulai ditinggalkan jama’ahnya dan mengikuti para habaib…. waah asik nih jika difilmkan

    trus apa yang bisa kami bantu…?
    saya hanya seorang santri tak tahu banyak ttg. habaib…

    wassalam

  7. suryadi
    27 April, 2007 pukul 2:48 pm | #8

    Wah Habib Bagir,
    Antum kalo mahu mbikin dokumentari tentang para habaib itu proyek akbar– meliputi Hadhramaut, Indonesia, India, Hijaz bahkan Afrika Timur.

    Wassalam
    Suryadi

  8. 17 Mei, 2007 pukul 10:17 am | #9

    Kenapa keturunan Sayyidah Fathimah Zahro as dikejar-kejar?
    Jika Bani Abbasiyah merasa benar bahwa mereka yang memegang kekhalifahan kenapa mesti takut ada yang merebutnya?
    Kenapa Bani Abbasi mengejar-ngejar mereka, paling tidak sebagai rasa hormat atas Sayyidah Fathimah Zahro yang putri Nabi saww tidak usahlah dikejar-kejar?

  9. NN Basyaiban
    21 Mei, 2007 pukul 2:28 pm | #10

    Wahai jama’ah ba’alawi khususnya Basyaiban seindonesia mohon kiranya saudara sekalian tumbuhkann jiwa urbiyah jama’ah Basyaiban di kota Magelang Jawa Tengah, di sana para abah dan umi’nya sudah banyak jiwa urabiyah alawiyahnya pada lemah…jadi anak-anak mereka banyak yang mendapat pria ahwal…mohon kiranya kalian prihatin

    • sulaiman arrosyid
      29 September, 2011 pukul 11:51 pm | #11

      memang apa salahnya dapat pria ahwal? apakah berdosa dan di laknat nabi jika sarifahx dpt ahwal?

      toh ada juga jama,ah arab laki laki yg suka mabuk,berzina,dan menipu
      apkh mrka lebih baik dibandingkan ahwal/mereka sdh pasti dijamin masuk surga?
      087757893800

  10. Nu’aim Abubakar Basyaiban
    21 Mei, 2007 pukul 2:33 pm | #12

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Adakah diantara kalian yang memiliki gambar-gmbar yang terkait dengan basyaiban, mohon kiranya ana bisa juga untuk memilikinya

    sykron katsir..

    Wassalam

  11. kamal basyaiban
    30 Mei, 2007 pukul 9:07 am | #13

    untuk nu’aim dan NN basyaiban, mari menyambung silaturrahim. ana tinggal di surabaya, sudah menikah (syarifah Halimah al ba’bud). antum bisa hubungi email ana. muhim_jd@yahoo.com
    jazakumullah

  12. faisal baragbah
    4 Juni, 2007 pukul 5:35 pm | #14

    Assalamualaikum warrohmatullah wabarokattuh..
    Buat semua keluarga,keturunan dan para pengikut Rasullulah saw,salam kenal dari ana.
    Dan juga buat semua para habaib yang berfam BARAGBAH diseluruh indonesia,baik yang sayyid maupun yang syarifah,kapan kita bisa berkumpul bersama dan berdiskusi,dan juga untuk tetap menjalin tali kekeluargaan dari kita yang berfam BARAGBAH.
    Ana BARAGBAH dari jambi,dan juga fam Baragbah pertama kali datang keindonesia itu adanya dijambi,yang dibawa oleh waliullah SAYYID HUSIN BIN ACHMAD BARAGBAH BA’ALAWI,dan juga setiap tahun kami dijambi mengadakan haul Habib Husin bin Achmad Baragbah Ba’alawi,dan alhamdullilah,setiap tahun jammaah dan para habaib yang datang terus bertambah.
    Oleh karna itu,buat para semua habaib diseluruh indonesia kami para habaib di jambi sebagai tuan rumah, mengundang untuk haul yang akan datang,kami mengharapkan kepada seluruh jammaah diseluruh indonesia,khususon yang berfam BARAGBAH,agar dapat kiranya hadir pada acara haul tersebut.
    Nanti ana akan memberitahukan kapan tepatnya acara tersebut akan dilaksanakan.
    Demikian yang dapat ana beritahukan disini,apabila ada kata-kata ana yang tidak berkenan dihati para jammaah sekalian,atau ada yang kurang tentang pemberitahuan ana, ana terima keritikannya di email faiz_talbar@yahoo.com.
    Syukron..
    Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokaatuh.

  13. abdul gholib
    5 Juni, 2007 pukul 9:54 pm | #15

    assalamualaikum wr.wb,
    ana mau bertanya kpd antum para habaib ,apakah keturunan/anak cucu Nabi Muhammad SAW harus dari laki2 semua sedangkan anak beliau kan perempuan.jadi..jika ada seseorang yg ibunya seorang syarifah tapi ayahnya bukan dari gol.habaib/sayyid apakah dia tidak termasuk keturunan nabi Muhammad SAW,kalau begitu status dia apa?
    sukron katsiron.wassalam

    • jayaraya
      12 Juni, 2009 pukul 1:25 am | #16

      Sudah sudah jangan berkelahi,aja mengkonon coba,uwis mengkenen bae ” lana a’maluna walahum a’maluhum”

    • 10 November, 2012 pukul 5:22 pm | #17

      Abdul Gholib semua keturunan dari laki-laki kecuali keturunanku (Nabi Muhammad saw.). Keturan Rasulullah saw. dari Fatimah Az-Zahra. Abdul Gholib tanya Syarifah kawin dengan bukan habib, apakah anaknya bisa dibilang masih keturan Nabi? Didepan saya sudah bilang semua keturunan dari bapaknya kecuali kuturunan Nabi yang mulia, jadi terputus keturunan dengan Nabi. Tidak ada celaka yang lebih besar dari memutuskan keturunan dengan Nabi Muhammad saw. Maka disini berlaku perkawinan sekufu. Terima kasih.

    • ali alkadhimi
      16 November, 2012 pukul 2:18 pm | #18

      jika di sebagian negeri-negeri lain putra/putri seorang sayyidah dengan seorang non sayyid dipanggil dengan mirza begitu pula keturunannya, kecuali jika si keturunan menikah dengan non sayyid maka istilah dan hukumnya pun berbeda.

  14. Ahmad Suhail Amri
    7 Juni, 2007 pukul 8:12 pm | #19

    This is verry good for reading

  15. Abu Bakar
    19 Juni, 2007 pukul 11:05 pm | #20

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Ane, Setuju tuh ama ide nt yaa Akhi!Insya Allah ane doain deh biar ide nt qabul.

  16. asyari
    27 Juni, 2007 pukul 6:12 pm | #21

    mana yang didahulukan dalam berdakwah tauhid atau penyatuan umat

  17. muhamad mutahar
    14 Juli, 2007 pukul 6:52 pm | #22

    Assalamu alaikum wr.wb.
    alhamdulillah wa sholatu wa salamu ala rasulillah wa ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahu ila yaumiddin.
    amma ba’du: ana punya usul gmn klo nt buat satu website khusus mengenai para wali yang berasal dari kalangan HABAIB,krn banyak dari para HABAIB yang tidak mencuatkan bangsanya dengan berbagai alasan. untuk itu klo mau lebih tau mereka yang TAWADHU’ hubungi para ahli nasab HABAIB seperti Habib Lutfi bin Yahya dr pekalongan.
    thanks

  18. Saeed N Assegaf
    18 Juli, 2007 pukul 10:31 am | #23

    ana saed assegaf ane setuju bgt dengan usulan nt.krn msh bnyk yg blm ngerti tntng habaib bahkan dari klangan habib sendiri

    syukron… bikhudurikum

  19. Muhammed
    22 Juli, 2007 pukul 9:20 am | #24

    Ya KHEER, Ana tu sbnarnya lum bgtu faham soalnya ana termasuk orang-orang baru alias generasi muda,
    tntang knp harem jamaah
    ba’alawy [syarifah min saadah] g bleh nikah sama jama’ah masyayech atau ahwal yang dari keturunan baik, jelas n sholih i[memenuhi kriteria nikah ala Nabi Muhammad baik dari agama, nasab, kaya,dll] Insya Allah?
    mohon penjelasan, dengan dalil qur’an & hadits? n tafsirnya.

    dan Semisal Contoh saja:
    Maaf sebelumnya, da 1 harem syarifah dari sadah, mau nikah ternyata da pilihan 2 rejal [1. jama'ah masyayech/ahwal 2.jama'ah sayyid], misal rejal dari masyayech/ahwal mempunyai krateria lebih dalam hal syarat nikah sbgaimana Hadits Nabi, dan rejal jama’ah sayyid [ma'af sebelumnya hanya contoh 'Ghofarallahu lana'] kurang dari pada syarat nikah ala Hatitd nabi. MANA YANG HARUS DIPILIH SYARIFAH UNTUK DIKHITBAH 2 REJAL TERSEBUT?

    Mohon penjelasannya, dan alafwu atas pertanyaan ana, syukron.
    mohon jawaban bisa di e-mail ke azzynboy@yahoo.com

  20. Muhammed
    24 Juli, 2007 pukul 12:40 pm | #25

    Ya KHEER, Ana tu sbnarnya lum bgtu faham soalnya ana termasuk orang-orang baru alias generasi muda,
    tntang knp harem jamaah
    ba’alawy [syarifah min saadah] g bleh nikah sama jama’ah masyayech atau ahwal yang dari keturunan baik, jelas n sholih i[memenuhi kriteria nikah ala Nabi Muhammad baik dari agama, nasab, kaya,dll] Insya Allah?
    mohon penjelasan, dengan dalil qur’an & hadits? n tafsirnya.

    dan Semisal Contoh saja:
    Maaf sebelumnya, da 1 harem syarifah dari sadah, mau nikah ternyata da pilihan 2 rejal [1. jama’ah masyayech/ahwal 2.jama’ah sayyid], misal rejal dari masyayech/ahwal mempunyai krateria lebih dalam hal syarat nikah sbgaimana Hadits Nabi, dan rejal jama’ah sayyid [ma’af sebelumnya hanya contoh ‘Ghofarallahu lana’] kurang dari pada syarat nikah ala Hatitd nabi. MANA YANG HARUS DIPILIH SYARIFAH UNTUK DIKHITBAH 2 REJAL TERSEBUT?

    Mohon penjelasannya, dan alafwu atas pertanyaan ana, syukron.
    mohon jawaban bisa di e-mail ke azzynboy@yahoo.com

    ———-
    Saya pemilik web, mempersialahkan kepada yang bisa menjawab. Mohon maaf dari ana laisa mina ‘ilman fiih lianni laisa minasa’aadah walakin ana ukhibu ilaa sadaatirrosulll. Allahumma sholli alaa Muhammad wa’alaa ‘alihi, ajama’iin

  21. 9 Agustus, 2007 pukul 2:18 pm | #26

    alatas, baraghbah, al-habsyi, bin shahab, basyaiban, dll. itu semua hanya nama, yg penting bagaimana kita berkiprah dalam masyarakat indonesia.
    Ingat…!!! tongkat estafet ada di pundak kita, jadilah Ushwah di masyarakat, hilangkan fanatisme kesukuan.
    “BE RAHMATAN LIL ALAMIN PEOPLE”

    AMIEEEN…

    • 27 Mei, 2009 pukul 9:44 am | #27

      ya kher kalam,sawa

      • 10 November, 2012 pukul 6:32 pm | #28

        Terima kasih atas balasannya. Semoga antum mendapat rahmat dan maghfiroh-Nya, amin ya Robbal alamin.

    • 10 November, 2012 pukul 5:45 pm | #29

      Saya setuju dengan pendapat saudara, tapi keturunan Nabi (dzurriyat Rasul) perlu disyukuri setelah keimanan kepada Allah SWT. Karena keturunan ini tidak diminta. Tapi Allah yang menakdirkan alias pemberian Allah yang tidak ternilai harganya.

    • ali alkadhimi
      16 November, 2012 pukul 2:20 pm | #30

      aina’am

  22. Herman
    28 Agustus, 2007 pukul 12:25 pm | #31

    Assalammualaikum …
    Saya kurang tahu mengenai Habaib di Indonesi, jadi kasi tau donk! bedanya habaib dengan Kyai atau ustad apa seh?….

  23. sigit budi
    31 Agustus, 2007 pukul 10:15 pm | #32

    assalamu’alaikum
    saudaraku, ketaqwaan kepada Alloh bukanlah diukur dari nasab.jika ada ba’alawi yang salah tetaplah diberi nasehat.dan fenomena habaib di indonesia (maaf ini yang saya ketahu dari lingkungan saya yang sellu mengadakan perayaani) menjurus kepada hal-hal yang menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah.

  24. chaled alkaff
    3 September, 2007 pukul 3:15 pm | #33

    bismillahirahmanirahim,allahuma sholi alasayyidina muhammad wa a’li muhammad.ana baru,ana pingin tau banyak tentang zuriat(ahlul bait)dan ana juga pingin mencari soal nasab.meskipun kami memiliki nasab mulia kami tidak pernah bergantung pada itu kami hanya mengikuti apa yang di lakukan para pendahulu kami dalam melaksanakan perintah allah dan menjauhi larangan allah.

  25. suryadi
    4 September, 2007 pukul 1:36 pm | #34

    Mas Herman, Wa ‘alaikumsalam warhmatllh
    Kalau habaib itu para penyambung tali-temali kepada Rasulullah sebagai keturunan beliau saw, mengikut cara Saadah Aal Abi ‘Alawi secara khusus, bisa dan bisa juga mengikut tariqah lain. Namun yang pokok bagi mereka mengadakan majlis-majlis ta’alim serta maulidan, hol dll. Banyak mengutip tulisan atau karya para salaf Ba’Alawi seperti tulisan Imam Abdillah al-Haddad dll. Juga melantunkan qasidah2x dll.

    Para kyai cara dakwah mereka bisa mengikut cara Saadah Aal Abi Alawi, bisa juga tidak, tetapi tradisinya dari pesantren.

    Ustaz pula umum, kalo Wahabbi/Salafi/Muhammadiyah (dakwah mereka kering kontang, seret lan sepoh) itu semua nyandang predikat ustaz harap ma’lum.

  26. 4 September, 2007 pukul 4:01 pm | #35

    Terima kasih kepada para saadatirrosul, saya pengelola website ini tidak bisa berkomentar terhadap hal-hal yang berkaitan dengan saadatirrosul. Sebab ana laisa minhum laakin ana ingin dekat selalu. Mohon kiranya memberikan jawaban setiap pertanyaan, memberikan masukan setiap kritikan dan memberikan wawasan setiap hal yang belum tahu… akhirnya semoga, ilmu para dzurriyah Rosulullah saw ini akan menetes keberkahannya kepada kita semua.. :)

  27. sanggardewa
    5 September, 2007 pukul 3:42 pm | #36

    salam…
    pakabar ya ustadzy…?
    @chaled alkaff
    klo antum ingin mengetahui ttg nasab,antum bs dtg ke Arrobithoh al alawiyah di jakarta.
    ya habib ada yg lebih penting dari mengetahui sebuah nasab yaitu mengetahui perjalanan Sayyidil Wujud Muhammad Saww. mengamalkan apa yg di amalkan oleh Beliau dan menjaganya sampai qt semua di pertemukan dengan Beliau di suatu tempat kelak agar wajah qt tampak putih bercahaya di depan Beliau. Amien Ya Robbal Alamin

  28. chaled alkaff
    7 September, 2007 pukul 1:35 am | #37

    bismillahirrahmanirrahim,tetapi sekarang banyak yg kurang tahu tentang peran alawiyin pada masa lalu(perjuangan alawiyin dalam memperjuangkan kemerdekaan)dan ada juga sebagian orang yang tidak percaya dgn adanya zuriat nabi rasullullah saw.allahuma shali ala sayyidina muhammad wa a’li muhammad.wsalam wr.wb

  29. sanggardewa
    7 September, 2007 pukul 11:11 pm | #38

    @chaled alkaff
    ya disitulah masalahnya,qt jgn berharap org awam tahu mengenai perang alwiyyin pada masa lalu, yg terpenting itu bagaimana peran alawyyin sekarang di tengah umat, dan skrg initongkat estafet ada di pundak qt, org awam akan tahu peran alwiyyin pada masa dulu pabila alawiyyin skrag juga memilliki peran di tengah-2 umat, sbgaimana alawiyyin pada masa dulu. pabila ada sebagian org yg tidak percaya adanya dzuriyat Nabi Saww, ya biarin aja.
    klo menurut mantan presiden soeharto gampang aja,
    nggak percaya nggak pate’an (nggak ada ruginya)

  30. ahmad
    10 September, 2007 pukul 8:32 pm | #39

    habaib itu bukan orang arab, dia adalah orang persia yang mengaku keturunana rosulullah… mereka ahlul bid’ah.. khurafat.. tahayull…. mereka adalah perusak agalma rosulullah

    • rabka
      23 Desember, 2011 pukul 3:35 am | #40

      iye wan ahmad pewaris tunggal bid”ahh>>>>>>>>>>

  31. Reagen Abdurrohim Y
    12 September, 2007 pukul 4:05 am | #41

    ana mau nanggapi si ahmad yg kurang tahu menahu ttg habaib.ahmad sadarlah.kamu itu sudah kena hasud dari orang2 yang benci keturunan Nabi. ingat ahmad anda berdusta habaib bukan dari persia. benar2 salah pernyataan. dia tahu hanya dr kuping2 org pendengki.ingatlah ahmad anda sudah buat kesalahan yang amat besar. anda telah memfitnah

  32. Mohd Azmi
    14 September, 2007 pukul 9:44 pm | #42

    Asslmkm…Saya ingin mengatahui silsilah keturunan dari Al Alamah Al Faqih Al Muqaddam yang pertama tiba di Indonesia.Saya juga ingin tahu sejarah kain kirqah atau kain sal yang Al Alamah Al Faqih Muqaddam perolehi melalui perolehi dari Abu Madyan(Guru Beliau melalui alam Gaib).Terima Kasih
    Azmi
    Singapore

    @Mohd Azmi
    Mohon masukan dari para handai taulan sekalian… pemilik blog blm dapt infonya…

    • Ahmad
      15 Juni, 2009 pukul 6:50 pm | #43

      Sayyidinal Fagih Muqaddam mendapat khirqah dari Syaikh Abu Madyan bukan dari alam ghaib mohon ma’lum.

      Tp khirqah nya itu dari Syaikh Abu Madyan di bawa oleh Syaikh Abdul Rahman al-Maq’ud dan Syaikh Abdullah al-Maghribi– Syaikh Abdul Rahman wafat di Mekkah, dan kemudian Syaikh Abdullah yang meneruskan membawanya ke Tarim kpd Sayyidina al-Fagih Muqaddam.

      Jd bukan ghaib-ghaiban tp alam nyata.

      Sila rujuk buku Jalan Nan Lurus oleh al-Hbb Novel al-Idrus.

  33. Reeza
    18 September, 2007 pukul 6:24 am | #44

    Assalamu’alaikum warahmatuLlahi ta’ala Wabarakatuh,

    Shalawat dan salam kepada Rasul, semoga keberkahan beliau slalu menyertai keluarga dan ummatnya.

    Saudaraku sekalian,
    Rasul memang mewasilahkan kita agar menjaga dan menyayangi keturunannya. Namun bukan berarti ada pengkastaan dalam Islam.

    Wahai Ahlul Bait, Syukurilah karuniamu sebagai keturunan yg mulia, namun jangan kotori hal itu dengan hal-hal yang tidak disukai oleh Rasul. Janganlah meniru-niru kembali adat jahiliyah, dengan mengkhususkan nasab, dan memandang rendah nasab lain.

    Semoga ini bisa menjadi renungan, dan maaf bila menyinggung ahlul bait sekalian.

    Wassalam,
    ahwal bait

    • 10 November, 2012 pukul 6:47 pm | #45

      Kami tidak merendahkan nasab yang lain, cuma kami mengutarakan kebenaran sebagai zurriyah Rasul, kalau ada orang lain mengatakan demikian, apa kami harus mengatakan bukan zurriyah Rasul? Zurriyah Rasul harus disyukuri dengan lisan dan perbuatan.

  34. A. Charits bin Yahya
    20 September, 2007 pukul 8:25 pm | #46

    Assalamu ‘alaikun wrwbb.

    Subhanalloh…. Al afwan Ahmad…. Ente emang bagus ngritiknye, tentang hal2 yg berkaitan ama masalah syar’i, tauhid…dan hubungan sesama makhluk, tp ente harus belajar dulu ilmunye. Ente juga ga ngerti tentang nasab, ente bicara sembarangan, tanpa tau ilmu dan pengetahuannye. Ga bagus ente ngejelekin kami (note bene jg saudara sesama islam). Klo sekiranye ente ga puas, bukan dengan cara seperti itu bicaranye. Ente bisa musyawarahin secara baek2….kan lebih afdhol…daripada ente bicara kenceng2 dan makin makin mancing emosi (al afwan; Memprovokasi) para ahlul bait. Klo dibicarain n dimusyawarahin bareng2, kite kumpul, kan enak. Ga perlu pake emosi yg ga terkendali bicarainnye. Klo kite sesamamuslim udah saling ngejelekin, wah…bahaya!!!! Bisa dijadiin kesempatan buat orang ke-3 mecah belah kite. Ente, ana, dan kite semua umat islam (tanpa terkecuali para habaib) wajib menjunjung tinggi persatuan atas dasar musyawarah dan silaturahmi islam. Bukan sebaliknye. Ga terkecuali para Wahabi yg notebene (khususnya) sangat ga suka terhadap kami para habaib. Kami ga punya rasa dendam dan permusuhan terhadap mereka, meskipun kami selalu dicaci, dimaki dan dijelek2an oleh mereka.
    Akhirnya, al afwan bila ada kata2 ana yg menyinggung perasaan siapa saja yg membaca tulisan ane. Ane manusia yg selalu khilaf dan banyak dosa. Akhirul kalam….assalamu ‘alaikum warohmatulloh wabarokatuh….

  35. sanggardewa
    21 September, 2007 pukul 2:14 am | #47

    g ada manfaatnya qt ributkan masalah nasab dan zuriyat bro…
    anjing menggonggong kafilah berlalu

  36. 2 Oktober, 2007 pukul 2:57 pm | #48

    assalamualaikum wr wb. kenalkan nama ana said dailani dari fam al bin yahya, mohon kiranya saudaru dimana saja berada. ana di riau sudah menetap sejak nenek moyang ketujuh, sejak masa zaman kerajaan Riau Lingga di kepulawan Lingga sekarang. Kami di Riau terdiri dari beberapa fam, tapi kami hidup terpencar-pencar dan tidak banyak yang mengikuti tradisi alawiyin lagi, bahkan kami sudah tidak berbicara dalam bahasa ibu, kami lebih banyak berasimiliasi dengan dunia melayu.ana berharap, lewat maya ini, ana dapat bertemu dengan daudara dari fam al bin yahya dan jika ada persatuannya, ana mau diberi alamat dan siap pula para pemimpinnnya.oh ya kami di Riau tidak memiliki organisasi atau persatuan keluarga alawiyin apalagi bin yahya. adakah solusinya bagi antum semua buat ana yang kini merindukan antum semua? dari sayid dailani Yahya

  37. 2 Oktober, 2007 pukul 3:15 pm | #49

    ana butuh antum semua, ana tak punya silsilah yang bersambung dengan saudara dari fam bin yahya lainnya di Riau. moyang kami dulu di kerajaan Riau Lingga bernama tuan tahak/ ishak,belia menurut cerita dari datuk ana, adalah seorang kepala hulubalang kerajaan tersebut.pada masa belanda kerajaan Riau lingga dimusnahkan, dan anak cucu bin yahya menyebar hingga ke Malaysia, Singapura, Riau daratan, Jambi dan ke pulau jawa.saudaraku bil ada yang dapat memberikan silsilah al bin yahya kepada ana, kami ucapkan terima kasih. ohya beberapa tahun yang lalu, keluarga kami masih memegang tradisi kawin indogami, tapi kini para syarifah sudah berani cari suami sendiri, meski diagama itu boleh tapi tradisi alawiyin telah lama luntur.

  38. tiangedan
    4 Oktober, 2007 pukul 12:32 am | #50

    assalamualaikum.
    wah,wah,wah,,,,,,,,,,,,saya ingin berkomentar mengenai respon dari saudara Ahmad yg dkirim 10-september.waduh,,,,,,,,,,,,,,,,,anda berani nulis begitu harus punya bukti yang autentic lo.suka atupun tidak,karena mereka(alawiyyin) lah yang telah banyak berjasa pada perkembangan islam di indonesia,apakah tulisan saudara bisa dibuktikan secara ilmiah?atau itu spontanitas dari rasa iri anda(maaf).hahaahahahahhaha la gitu aja kok anda yang repot.aya aya wae,kalau brother Ahmad perlu info Habaib mungkin saya bisa bantu.jadi jangan sampai salah saham eh faham.
    mengenai pertanyaan brother Mohammed bab perkawinan Syarifah silahkan anda anda kirim email ke;tiangedan@yahoo.com.Insyaallah akan saya jawab sebagaimana yang saya tahu.

  39. Awang
    10 Oktober, 2007 pukul 9:00 am | #51

    Saya, orang ahwal, ingin mencoba menyampaikan pemahaman saya ttg Habaib/Syarifah yg saya pahami selama belajar agama kpd seorang ulama tasawuf golongan ahwal:

    1. Keturunan.

    Seseorang dikatakan habaib/syarifah apabila dia diturunkan dari AYAHNYA yang seorang habaiB, walopun MamaHnya bukan Syarifah alias golongan ahwal.

    Jadi jika AYAHNYA Habaib, anaknya juga habaib/syarifah. Tapi jika Mamahnya Syarifah dan ayahnya ahwal, anaknya bukan golongan habaib alias ahwal.

    2. Perkawinan.

    Secara hukum Islam, selama syarat2 pernikahan terpenuhi, maka perkawinan seorang syarifah dengan pria ahwal adalah sah.

    Hanya saja, suatu keluarga habaib tentu menginginkan putrinya mendapat suami orang baik seperti keluarganya, maka tentu mereka akan menomorsatukan calon menantu pria dari golongan habaib pula.

    Ini gak beda dengan keluarga ahwal, tentu saja keluarga ahwal pun ingin putra-putrinya mendapat jodoh yang baik/sholeh pula.

    Jadi, jika dibanding2kan: (agak guyon dikit biar gak tegang), seorang dzuriyat Rasul adalah habaib thd ahwal, dan ahwal adalah “habaib” thd orang non muslim.

    Dlm hal perkawinan ini ada keluarga Habaib yg keras, ada yang moderat. Begini:

    - Saya punya teman seorang syarifah yg ayahnya sangat keras dlm masalah jodoh. Ayahnya mengharuskan putrinya itu untuk mendapat suami habaib. Dia dijodohkan dgn seorang habaib pilihan ayahnya, tapi dia gak mau (mungkin kurang cocok dgn pria pilihan ayahnya itu). Akibatnya dia mendapat kekerasan fisik sampai akhirnya meniggalkan rumah untuk beberapa bulan.

    - Saya juga punya teman laki2, yang ibunya adl seorang syarifah, tapi ayahnya orang ahwal. Jadi teman saya ini orang ahwal.
    Ibunya mendidik agama Islam dengan disiplin thd anak2nya sejak mereka kecil. Sekarang setelah dewasa, tmn saya ini agamanya cukup baik.

    Jadi menurut pemahaman saya, tidak mengapa seorang syarifah mendapat suami ahwal TAPI yang agamanya baik/sholeh dan mereka saling menyayangi karena Allah. Insya Allah menjadi keluarga sakinah.

    3. Dzuriyat Rasul SAW memang istimewa.

    Menurut pemahaman dan keyakinan saya, anak cucu/dzuriyat Rasul SAW memang istimewa.
    Mereka adalah kekasih Allah dan Insya Allah telah mendapat jatah sorga.

    Karena saya sangat mengagungkan dan mencintai Rasul SAW maka saya pun sangat menghormati para dzuriyat Rasul SAW.

    Saya juga punya beberapa teman dr golongan habaib dan syarifah. Rata2 mereka agamanya baik. Kecenderungannya ke agama sangat kuat.

    Sekian dulu dari saya, kapan2 bisa disambung lagi, jika ada yang kurang berkenan dan ada salah/kurangnya, saya MOHON MAAF se-besar2 nya. Semoga Allah mengampuni saya.

    Kind Regards,

    Awang; 0818 0266 3449

  40. Taufik
    11 Oktober, 2007 pukul 12:47 am | #52

    Para Habaib dahulu dicintai karena prestasi amaliah mereka, bukan karena membesar-besarkan asal-usul mereka. Semoga anda dikenal dengan prestasi amal anda. Jangan terlalu membesar- besarkan asal-usul anda yang malah akan membuat sebagian orang menjadi antipati terhadap anda, Syukurilah kekerabatan anda dengan Rasulullah SAAW dengan (paling tidak) tidak memberikan contoh yang salah kepada orang lain.

  41. Ze1n_Alkaf
    12 Oktober, 2007 pukul 1:13 pm | #53

    Adakah diantara kalian punya gambar pohon salaf sejarah para leluhur kita kalo ada mohon kirim ke email ana say syukron katsir

  42. maman
    19 Oktober, 2007 pukul 11:38 pm | #54

    Alhamdulillah, Saya mempunyai menantu laki-laki seorang sayyid dari surabaya, dan sekarang dikarunia seorang cucu Sayyid. Kami tidak membedakan dan cucu kami yang lain. Tapi kiayi kami dari Kudus yang mewanti-wanti kami untuk membedakan dengan yang lain atas dasar dia mempunyai kedudukan sejak lahir yang harus kami bedakan dan yg lain…(mohon saran kalau salah..!!) suatu hal yang aneh..!! dimana anak-anak lain suka mainan, dia senang Al-qur’an dan cepat menghafal, usia 6 th sekarang sudah hafal 3juz, kami tak ingin membedakan tetapi ini kenyataan di depan mata, dan keluarga kami sama sekali tidak berkeberatan atas perlakuan beda kami terhadap dia, si Habib kecil kami. Sebab beliaulah kelak tumpuan harapan keluarga besar kami. Insya Allah ..Aamin.

    • 11 November, 2012 pukul 10:35 am | #55

      Aswr.wb. Pak Maman sudah benar melakukan sayyid kecil, dan keluarga yang lainnya juga sama. Insya Allah, Allahlah yang akan membalas perlakuan Pak Maman & keluarga. Karena Rasulullah saw. bangga atas perlakuan Pak Maman & keluarga. Wassalam.

  43. Sulaiman Basyaiban
    25 Oktober, 2007 pukul 10:29 am | #56

    Buat Nu’aim Basyaiban, ana minta alamat antum di Solo ya…alafu Hp ane hilang jadi gak bisa call ente.
    Salam kenal buat Kamal Basyaiban, Baitak surabaya ( Sidoresmo ta?) ane sering ke Malang dan pengen ke sidoresmo tapi masih belum sempat.

  44. AwanG
    30 Oktober, 2007 pukul 9:36 am | #57

    Selamat untuk Pak MAMAN, mendapat CUCU Dzuriyat Rasul SAW..
    SEMOGA membawa kebaikan bagi keluarga dan Islam umumnya…

  45. 30 Oktober, 2007 pukul 9:46 am | #58

    @pak maman
    Selamat alhamdulillah, semoga kelebihan itu membawa kebaikan….. :)

  46. 3 November, 2007 pukul 8:06 pm | #59

    Ana pengagum berat habib Hud al Baghir Al manan, dimana kiranya bisa tau tentang profilnya ya ?

  47. mohdassegaf
    19 November, 2007 pukul 3:28 pm | #60

    salam ukhuwah dari jamaah malaysia.

  48. 26 November, 2007 pukul 12:59 pm | #61

    memang saya faham benar ttg sejarah baalawi dari awal dan kalian adalah benar dzuriat imam ali, tapi apakah nasab harus tetap menjadi kartu as buat kalian,bukan ilmu dan amal bakti kalian yg ikhlas thd ummat datuk kalian yg dia tdk membedakan org dr kastanya tp ilmu dan amalnya, apakah kalian kembali menjadi kaum quraisy yg hebat itu tp jahilliah spt iblis??,dan ingat bila tdk karena kaum anshar(keturunan yaman) yg iklhas membantu rasul kalian sudah musnah..

    • Haqiqoh
      30 Oktober, 2012 pukul 5:35 pm | #62

      Ente ABU JAHAL….

  49. Murridin
    28 November, 2007 pukul 6:11 pm | #63

    Baalawi yang jadi PR baalawi: Ahmad albar, neila Alatas, ane ikut prihatin. yang jadi teladan Buanyak tak terhitung.

    Kalau tidak salah Bib Ahmad (pendiri Muhammadiyah) ya baalawi bernasab ke salah satu wali songo, mungkinkah pernyataan “tidak semua dakwah Muhammadiyah kering” mengandung kebenaran. Pernyataan “pengajian Muhammadiyah/salafi/wahabi kering” sepertinya kok malah mengikuti gaya bicara wahabi itu sendiri yang suka menyalahkan orla.

    Afwan … khoir…

  50. 1 Desember, 2007 pukul 6:47 pm | #64

    Salam. Dari seorang Muhibbin.
    Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah keharibaan baginda Rasulullah SAW, pada ahli keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta para pengikutnya hingga akhir zaman…

  51. awg
    1 Desember, 2007 pukul 11:59 pm | #65

    Apakah Ahmad Albar Baalawi ? bukan khan? gak tau

  52. Murridin
    3 Desember, 2007 pukul 10:03 am | #66

    Apakah Ahmad albar, dan juga Jamal Amir Alhaddad (Jamal Mirdad) adalah Ahlul bait? jawabannya ada pada sunnah Al Maksum Sayyidina Habiballoh Muhammad SAW ttg fitnah besar sebagai tanda akhir zaman.

    “…. ahlulbaitku adalah yang bertaqwa”

    jadi siapa saja ahlul bait (yang berfarm Ahlul bait) yang tidak bertaqwa akan tertolak nasabnya kepada beliau SAW (HuAllahua’lam).

    Kalau ane mengatakan PR baalawi, sebenarnya ane menanti agar baalawi segera bertindak. Bukankah mengingatkan saudara yg khilaf adalah tugas kita semua….sebagaimana memukul mundur majalah Playboy(ini perbandingan tidak identik). Kalau sudah tidak bisa diingatkan ya sudah, krn nasabnya akan tertolak dengan sendirinya seperti sabda beliau SAW. Namun semua merupakan proses, semoga kita semua mendapat Khusnul Khotimah…Bil Qobul Alfatehah …

    Untuk Ahmad Hati-hati, ente jangan gegabah mengatakan orla dengan sebutan yang tidak baik apalagi mengkafirkan. Jangan sampai itu semua menjadi hujjah Hukuman Allah SWT turun kepada ente. Tapi ane yaqin Habaib semua tidak akan menanggapi dengan penuh emosi karena sebagaimana Jid mereka yang selalu sabar bahkan dengan cemoohan, hujatan bahkan ancaman pembunuhan. Betapa besar cinta beliau terhadap ummatnya, ane berharap semua Habaib diindonesia ini bersabar menghadapi keragaman umat yang ada. Untuk semua pihak mari kita lihat segala sesuatu dengan proporsional.

    Afwan… Khoir…

  53. sanggardewa
    7 Desember, 2007 pukul 1:07 am | #67

    Astaghfirullah….
    hari gini msh bicara nasab,ba’alawi, masyaikh, ajm, dll. HUEY….!!! waktunya udah deket, Fa Firru Ilallah…

  54. awang
    13 Desember, 2007 pukul 8:38 am | #68

    Sanggardewa ini kayaknya gak paham masalah ginian…

  55. Al-kaf
    15 Desember, 2007 pukul 11:02 am | #69

    Ass. kita semua tahu para Habaib di cintai karena budi perkertinya, tapi sekarang ini banyak para sayid diluar jangkauwan yang bertindak sesukanya, ini akan merusak cintra para Habaib dan penerusnya

  56. 19 Desember, 2007 pukul 8:37 am | #70

    Buat yang suka mempermasalahkan habaib, apalagi sampai menggugat keberadaan mereka, sebaiknya berfikir dengan jernih dan cerdas, sebaiknya sebelum bicara dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dangkal ada baiknya membaca referensi tentang mereka sebanyak-banyaknya (kalau gak punya, saya punya banyak referensi dari yang lama sampai yang baru apalagi yang bahasa Indonesia, silahkan copi kalau mau). Jika perlu bila kita ingin tahu siapa sesungguhnya mereka kita bisa ikuti kehidupan mereka, teliti kehidupan mereka, masuki kehidupan mereka, lihat cara hidupnya, bagaimana prilakunya serta kebiasaan-kebiasaan lain. Sepengalaman saya ketika bergaul dekat dengan mereka, kesan yang tertangkap kebanyakan adalah “Kerendahan Hati”, bahkan dari mereka ada yang menyembunyikan statusnya karena begitu beratnya beban “habib” yang mereka sandang. Dalam bergaul dengan mereka saya tidak pernah pilih-pilih, semua saya dekati, baik dengan yang tua atau yang muda, baik dengan yang alim atau yang biasa, baik yang sombong atau merakyat, baik yang brengsek maupun yang slengean. Kalaupun ada beberapa dari mereka yang menyimpang,ya namanya juga manusia, mana ada yang sempurna kecuali nabi justru tugas kita adalah menegurnya, bukan justru menghujatnya. Pengalaman saya menghadapi habib yang dianggap bermasalah ya biasa sajalah, mereka sama saja kok dengan kita kalau ditegur, ada yang terima ada yang tidak. Bagi yang keras kepala, senjata terakhir yang biasa saya lakukan adalah dengan mengingatkan bahwa mereka adalah keturunan nabi dan membawa nama baik nabi, mereka biasanya akan malu sendiri. Kalau kelakuannya tidak berubah ya bukan tugas kita lagi, berarti itu sudah urusan dia dengan Tuhan.

  57. Awang
    21 Desember, 2007 pukul 10:08 am | #71

    Pendapat Iwangerobak ini baik.
    Saya sangat setuju.

  58. Faris Alaydrus
    26 Desember, 2007 pukul 2:04 am | #72

    Assalamu ‘alaikum wr.wb

    Ana cm mau kasih tambahan aja untuk teman2 sekalian (khususnya non-Sayyid ataupun ahwal) yg mungkin masih bertanya-tanya tentang ada apa gerangan dibalik tradisi “Pernikahan antara Sayyid & Syarifah”.

    Hal tsb ada bukan tanpa alasan, hal tsb bahkan sangat dianjurkan oleh para imam2 dan waliullah. Tidak ada unsur negatif, apalagi merendahkan suku lain (non sayyid).

    Sayang sekali jika ada yg spontan memandang negatif hal ini tanpa peduli utk mencari tau alasannya. Apakah ada yg berani menyatakan bahwa anjuran para imam & waliullah (yg ilmunya sgt jauh lbh tinggi) itu salah?

    Tapi itu semua bisa difahami krn keterbatasan kt sbg manusia biasa dgn keragaman & kondisi yg berbeda2. Oleh krn itu berfikir positif & berbaik sangkalah kita seharusnya, serta saling menghormati.

    Kenapa Sayyid + Syarifah = Ahlul bait?
    Kenapa Sayyid + NonSyarifah = Ahlul bait?
    Kenapa NonSayyid + Syarifah = NOT Ahlul bait?

    Sebuah artikel yg terdapat di situs AlaminJogja.com yg berjudul “Seklumit Manfaat Pernikahan Kaffah” bisa menjawabnya. Alamatnya disini: http://www.alaminjogja.com/index.php?konten=bacaartikel.php&artid=0b403f4b7f24d6c92e02fdf740dbddf1

    Dalam artikel tsb dikaji secara sistematis dari pembahasan umum terhadap Ahlul bait. Kemudian kita petik hikmah yang terkandung dari suri tauladan Rasul SAW dalam melaksanakan pernikahan putrinya Fatimah albathul ra ini, selanjutnya memaparkan ilmu genetika, mengkaji hipotesis genetika secara umum dan secara khusus didalam diri beliau s.a.w segi AlQur’an, AlHadis dan teori genetika itu sendiri. Memang artikelnya agak panjang, tp santai & pelan aj bacanya, supaya bisa dipahami, sukur2 kl ditemenin kripik singkong =).

    Jadi, wajar bila suatu suku melestarikan anugrah yg dimilikinya dgn harapan agar tetap exist, tidak punah, terutama bs bermanfaat bagi generasi penerusnya, bahkan agama & negara.

    Tdk ad manusia yg bisa memilih sebagai apa saat lahir didunia ini. Mrk yg mendapat anugrah istimewapun bukan berarti tdk diberi beban & tanggung jawab besar, bukan utk diagung2kan. Mrk yg biasa2 saja pun bkn berarti utk diremehkan, bkn berarti mrk tidak dianugrahi kelebihan. Allah Maha Adil.

    Semoga komentar ini bisa memberikan sedikit keterangan & menghilangkan pandangan negatif tentang hukum pernikahan ahlul bait.
    Semoga bermanfaat.
    Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah pada baginda Rasulullah SAW, ahli keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta para pengikutnya hingga akhir zaman…
    Amin.. ya Robb

    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  59. 6 Januari, 2008 pukul 1:52 pm | #73

    Subhanallah..
    Artikel ini bermanfaat sekali pak, semakin menumbuhkan kecintaan kita pada zuriat Rasulullah…

    Ya Allah..selamatkanlah Rasulullah dan ahlulbaitnya…Ameen..

  60. Hadi Assegaf-Depok
    9 Januari, 2008 pukul 3:41 pm | #74

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Alhamdulillah wassholatu wassalamu ala rosulillah muhammad bin abdillah wa ala alihi wa dzuhriyatihi thohirin wa ashabihi ajmain aminnn…

    ana ingin memperkenalkan diri nama ana Hadi Assegaf,
    ana senang sekali membaca rubrik situs Habaib dan ana temukan banyak sekali komentar dari ikhwan semua baik yang suka ataupun tidak terhadap keberadaan Habaib khususnya di Negeri tercinta kita ini.

    Bagi mereka yang menyukai terhadap habaib ana ingin ucapkan Jazakullah khair mudah-mudahan Allah SWT akan membalas rasa cinta antum kpd Habaib dgn nikmat yg bnyk di akhirat krn sprti Rosullullah SAW sabdakan
    ” Aku tinggalkan kpd kalian dua perkara yg jika kalian berpegang kpd keduanya kalian tdk akan tersesat selamanya yaitu al-qur’an dan ahlul baitku ” dan al-qur’an pun sudah tegaskan ” katakan ya muhammad aku tidak meminta upah atas semua ini (risalah islam) kecuali kecintaan kalian kepada keluargaku “.

    Bagi mrk yg tdk atw blm menyukai terhadap habaib ana hanya ingin mengatakan mudah-mudahan pula Allah akan membuka pintu hidayahNya bt antum semua, krn memang sdh merupakan sunatullah dimuka bumi ini ada yg suka/cinta adapula yang tidak,memang dlm sejarah islam dari sepeninggal Rosulallah SAW keturunan beliau selalu bnyk dibenci dan tdk disukai krn jln utk mencapai kecintaan Allah dan Rosulnya bagi setiap muslim sangatlah sulit.

    Allahhu akbar ana ucapkan Sukron Katsir bt Akhina Faris Alaydrus yg telah memberikan keterangan yang sngt lengkap dan bijak mengenai kenapa seorang Syarifah hrs nikah dgn seorang habaib bila tdk mk keturunannya terputus dan ana ingin sdkt menambahkan..

    Habib Ustman Bin Yahya (penyusun sifat 20) Seorang Mufti Betawi yang pandai dan soleh yang hdp pada zaman kolonial Belanda sdh membahas hal ini, antum semua bs mencari buku-buku tulisan beliau tentang hal ini. beliau mengatakan tdklah sah pernikahan tsb, krn dlm suatu pernikahan hrs pula adanya kafaah (keseteraan) juga ada dikatakan oleh beberapa Madzhab yang Mashur…

    Kita tdk usah dulu membahas mengenai dalil-dalilnya semuanya itu ada dlm al-qur’an dan hadits-hadits Nabi SAW, dlm sisi manusianya saja bahwa setiap manusia ingin memperoleh keturunan yang baik n mulia dan apa ada didunia ini yang lbh baik n mulia keturunannya kecuali daripada keturunan Rosullallah SAW ?

    Jadi ana hanya ingin mengingatkan bt antum semua bahwa mari hargai prinsip dan pemikiran para Habaib dlm hal ini,,, krn hidup di dunia ini bs tetap damai dan sejahtera krn tiap-tiap individu bs menghargai n menghormati perbedaan yg ada…

    Untuk ana juga ingin menghimbau kpd min Dzuhriyati Rosul SAW dan jg bt diri ana sendiri mari kt berbuat sebaik mungkin untuk umat n Negeri ini semampu kita, dan kpd para pencinta Habaib jgnlah mdh terprovokasi oleh mrk-mrk yg menyebarkan berita krng baik mengenai habaib, memang habaib ada yg baik dan tdk tp bkn berarti yg tdk baik dijadikan alasan utk memojokkan Habaib msh bnyk Habaib-habaib yg baik dan bs dijadikan suri tauladan… karena seperti yg dikatakan Habib Rizieq Bin Syihab (FPI) bahwa Rosulallah SAW berdoa ketika menikahkan Putrinya Sayidatina Fatimahtuzaharo RA kpd Imam Ali K.W
    ” Ya Allah jadikanlah pernikahan ini kau berkati dan karunialah dari mereka keturunan yang baik dan petunjuk bagi umat ”

    Demikian komentar dari ana mudah-mudahan Allah SWT selalu memberikan taufik n hidayahNya kpd kt semua, amin..

    Kalau ada kesalahan mohon kiranya dimaafkan…

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  61. chaled baawad
    23 Januari, 2008 pukul 11:57 am | #75

    hoi!!, imam jaffar sidiq tak pernah memandang/menganjurkan nasab,kafa’ah sebagai syarat dlm pernikahan, terlebih Rosulallah dan Imam Ali yg mengutuk keras tradisi jahilliah itu..,makanye habib hadi assegaf belajar sejarah yg bener!!, “syarifah faizah almahdaly senyumnya menawan hati..”

  62. Umar
    1 Februari, 2008 pukul 11:49 am | #76

    halloo…salam…semuanya…

    Mohon yg tahu ttg tema pernikahan diatas kasih masukan dong…biar tambah wawasan…

    Hai Chaled Baawad..salam kenal….maaf apakah anda habaib apa bukan..?? :)

    Siapa Syarifah Faizah Almahdaly itu …??

  63. chaled baawad
    1 Februari, 2008 pukul 12:48 pm | #77

    gak, ana bukan habib hanya ummat biasa..,yg satu itu cuman temen deket yg menebar keindahan ditiap2 tatapannya..

  64. aisyah bafagih
    1 Februari, 2008 pukul 6:22 pm | #78

    assalmu’alaikum r wb.salamkenal buat semua yang sering memberikan komentar d
    rdi situs ini ttg habaib. banyak komentar baik yang pro maupun kontra haruslah dianggap wajar
    di anggap wajar berdasarkan pemahaman masing2.namun perlu kita sadari bah
    wa ketakwaan kepada Allah swt adalah yang utama.dan bagi para habaib,tugas
    berat dan tanggungjawab adalah utama

  65. savikovic
    2 Februari, 2008 pukul 7:46 am | #79

    sebagai seorang sayyid(ah), seharusnya orang itu bersyukur. menurut saya cara bersyukurnya adalah dengan melestarikan genetika yang dimilikinya dengan baik.

    selain itu dia juga harus tetap menjaga akhlaq, sikap dan perilakunya di depan masyarakat…

    begitulah pendapat saya…

  66. 12 Februari, 2008 pukul 10:41 am | #80

    ass,,wr,,wbb,,ana cuma mau ikut urung rembuk,nih,bib,,begini bukan jaman lagi kita membicarakan pelarangan pernikahan selain dari golongan habaib dan bukan habaib, arab dan bukan arab,karena Rosulullah merupakan sauri tauladan bukan saja bagi manusia tapi bagi jagad alam raya,,
    Ana kurang setuju apabila masih ada fanatisme terhadap masing2keturunan atau marga,janganlah merasa paling sempurna, yang sempurna tiada lain RAosulullah,,
    tugas para habaib adalah menyampaikan serta melanjutkan risalah dan ajaran Rosuluwloh saw, bukan untuk berbangga-bangga akan keturunan,,
    jaga ahlak, jaga umat, jaga ukhuwah islamiyah,,itu yg utama

    jangan merasa sombong dan takabur serta kibir karena dipangila habib atau habaib,,
    demikian mohon maaf kalo ada kekeliruan,,trimakasih,,

    Asss..wr,,wbb..

  67. muslim
    18 Februari, 2008 pukul 7:38 am | #81

    salam jumpa…

    bermacam2 ya komentar ttg habaib..bagus juga buat menumbuhkan jiwa toleransi dan saling menghargai..
    Aku mau tanya sama PAhlevi diatas, pahlevi ini habaib apa bukan…
    sdh gitu aja…makasiihh…

  68. 19 Februari, 2008 pukul 7:35 pm | #82

    saya berharap semoga nassyab menjadikan anda semakin taat kepada allah taalla dan tidak untuk takabur dan menjadi contoh kepada non allawy sebagai panutan trimakasih…

  69. 26 Februari, 2008 pukul 1:16 pm | #83

    tolong garis bawahi dgn tidak mengurangi rasa hormat bahasan anda di atas tentang sulit nya allawy di tanah jawa.bahasan anda di atas seakan keluarga istana menpersulit gerak laju allawy di tanah jawa saya kira itu aga melenceng dari sejarah. dan tolong juga di ingat bahwa keluarga kraton sebagian besar adalah allawy. silakan anda cek langsung dgn ahli sejarah.banyak di negara kita sarjana ahli kepurbakalaan dan sejarah khusus anda dapat konsultasi secara langsung ataw anda datang kesaksi mati di kraton khusus nya cirebon musium banten lama dll yg ada kaitan nya dgn bidang sejarah di sana yg saya tau tersimpan saksi nyata dokumenm lintas sejarah nyata dan ingat di akui negara dan dunia ataw anda dapat konsultasi langsung dgn keturunan nya dan ulama yg ada garis nassyab dgn kruarga kesultanan bahkan mohon bribu maaf benar apa yg anda bahas tadi bahwa keluarga kasultanan berdarah allawy bahkan beliaw khusus nya para ulama yg bergelar wali sanga sebagian besar dari pada beliaw itu jelas allawy. dan yg musti di ingat harus di akui allawy yg awal dan mungkin tertua datan ke nusantara tapi sekali lagi saya mohon moaf yg sebesar nya beliaw wali sanga datang ke nusantara tidak sedikitpun mengatas nama kan nassyab allawy tapi atas nama kebesaran allah.,keagungan islam dan melanjutkan estapet perjuangan rashul. mungkin bagi mereka nassyab dgn sedikitpun mengurangi kecintaan nya terhadap nassyab nassyab mungkin bagi beliaw no ke 17 kesana yg mereka utamakan dan usahakan ilmu yg mangpaat,akhlak yg mulia,budipekerti yg agung mereka tebarkan dgn kasis sayang bercermin pada junjunan rashul saw jd sejarah menbuktikan setelah beliaw wapat diteruskan oleh keturunan biliaw dan para pengikut/ umat hinga turun menurun sampai saat ini musti anda ketahui perjuangan para pewaris istana bahu menbahu dgn umat melawan penjajahan dari mulai portugis hinga belanda bukan hanya kepemerintahan yg para keturunan istana jalankan yg utama dari yg utama melanjutkan perjuangan para pendahulu yaitu perjuangan islam bahkan sultan,sultan itu ulama pada jaman belanda berdatangan lah allawy dari yaman tepatnya khadrolmaut dan tolong daris bawahi keluarga sultan menerima dgn senang hati mereka rangkul dgn kasih sayang sebab di akui itu satu rumpun allawy conto kedatangan allawy ke banten pada jaman sultan ageng tirtayasa di tempatkan para allawy ke jayakarta dan di sana menjadi sultan putra beliaw pangeran jaya karta mereka trima dgn kasih sayang jangankan kedatangan allawy yg jelas satu runpun pedatang dari manapun dan dari bangsa apapun mereka trima dgn penuh rasa persahabatan silakan anda ke banten lama masih ada saksi bisu. tempat pemukiman para pendatan dari berbagai bangsa trima kasih dan mohon maaf saya haraf anda musti konsultasi dulu dgn ahli sejarah wassyallam

  70. chaled baawad
    27 Februari, 2008 pukul 9:05 am | #84

    wah mau diskusi ttg kerajaan2 nih, all about baalawy dynasty..meriah emang dr kesultanan melayu sampai ternate di timur sana, namun coba di koreksi dulu berapa banyak dr sultan2 mulia itu yg berkompromi dgn para penjajah kafir yg akhirnya menindas rakyatnya sendiri demi amannya posisi sang sultan (mirip saudi skrg ya..yg berada di bawah control adikuasa kafir)

  71. 27 Februari, 2008 pukul 5:23 pm | #85

    sdr ku tuan chaled baawad yg saya hormati pertama saya ucapkan trima kasih atas reaksi tangapan anda. ijinkanlah kira nya saya untuk balik komentar dan dgn tdk mengurangi rasa hormat saya pada anda dan penulis terdahula dan semoga jawaban anda menjadikan wassyillahuntuk semakin mengenal dan semakin cinta kepada para pejuang,suhada dari berbagai kalangan pada umum nya pada khusus sultan,sultan di nusantara. yg tiada terkira jasa nya hanya lah allah yg menilai sdr ku tuan chaled politik sebagai mana kalangan umum tau politik itu licin dan sangat solit kita pridiksi para sultan yg dahulu berpolitik dgn berbagai cara bagai mana cara untuk menghadapi para penjajah supanya lepas dari belengu di antara nya cara pendekatan dgn lawan dapat kita bayangkan bagai mana tdk semudah menbalik tangan satu pihak setuju dan sebelah pihak berlainan arah pemikiran dan ahir nya siasat adu domba terjadi yg memang di inginkan penjajah jd tuan chaled yg musti anda ponis salah to pihak penjajah ok ? trimakasih dan sekali lagi mohon maap yg sebesar,besar nya jangan lah terbawa dalam hati kecil tuan sedikit pun dan berpendapat berteori iyu haq semua orang dan saya menhargai pendapat,pemikiran anda trimakasih sekali lagi saya ucapkan untuk anda tuan chaled dan untuk penulis wssyllm dari saya alfaqir wal dhoif wb bens bayan jampang sukabumi

  72. 28 Februari, 2008 pukul 1:02 pm | #86

    assyallamuallaikum….salam khusus untuk wb bens. wb sy setuju sekali dgn pemikiran anda. dan jangan terlalu menangapi mr chaled baawad sbb melihat dari marga nya dia arab badui yg anti allawy lihat saja dari kata,kata nya munkin juga marga nya dia yg memerangi dan memusuhi allawy sejak di timur tengah sana bisa jadi. dan pantas dia menyebut para sultan berkerja sama dgn penjajah sebab jiwa patriot nya kurang sebab dia pendatang dari suku arab bedewi/badui bakan asli orang indonesia. sebagai putra indonesia jujur aja sy kesingung berat oleh peryataan nya yg menyebut para sultan khusus nya di nusantara bersekongkol dgn penjajah untuk merebut tahta haii mr chaled jaga mulut ente. dan untuk para allawy jujur aja sy menghargai anda semua. terutama yg sy lihat leluhur anda jika ada dari bangsa allawy salah ya wajar sbb itu naluri manusia dan benar apa yg wb tuturkan jangan lah nassyab terlalu di tonjolkan sbb nassyab tdk akan hilang yg di utamakan akhlak yg mulia jdkan nassyab untuk di sukuri dan supaya jadi contoh,panutan umat. jujur aja sy kagum dgn para habaib yg istiqomah trus dgn keberanian nya salah satu nya habib rizik syihab fpi walau sy bukan angota fpi dan bersatulah para allawy hadapi orang,orang yg seperti mr chaled ini.dan juga para kiyai,santri yg muhibin… tp ingat jangan dgn kekerasan.. trimakasih khusus untuk wb klo boleh sy mu tanya wb anda rupanya masih ada darah kraton?.. wasalam…

  73. desabungursari
    28 Februari, 2008 pukul 1:38 pm | #87

    Masya Allah para Habaib adalah orang-orang yang mengalir dalam darahnya itu gen Rasulullah saw melalui Siti Fatimah. Allahumma shollai wasallim wabarik ‘ala sayyidina wahabibina wadukhrina wamaulana Muhammadin wa’ala ‘alihi washohbihi wabarik wassalim… :)

  74. chaled baawad
    28 Februari, 2008 pukul 2:07 pm | #88

    sdr bens yg saya hormati memang benar kita harus menyalahkan para penjajah eropa tsb, namun sbg khalifah ummat para sultan baalawy terkesan terlena akan segala kemewahan yg diberikan oleh kaum pejajah yg saat itu telah menjadi rekan ekonomi,perdagangan dan politik para sultan..,padahal dikalangan rakyat bawah mereka sgt menderita oleh segala kebijakan2 hukum penjajah yg dilegalkan oleh sultannya sendiri dengan iming2 kemewahan yg diberikan kepada sultan dan kerabatnya dari pihak penjajah sebagai tanda persahabatan.., dan apabila ada perlawanan dari masyarakat thd penjajah yg telah merampas hak2 mereka, maka saat itu terkesan sang sultan malah berpihak pada penjajah dan menyatakan bahwa rakyatnya yg melawan itu sbg pemberontak yg merusak stabilitas kesultanan dan harus ditertibkan dgn kekerasan..,jadi apakah para sultan baalawy mejalankan amanah ummatnya dgn baik??.., memang tdk semua sultan baalawy berlaku sedemikian rupa..,ada juga para sultan baalawy berjihad sampai titik darah penghabisan bersama rakyatnya yg dicintainya..

  75. 28 Februari, 2008 pukul 8:27 pm | #89

    trimakasih banyak sdr ku tuan chaled baawad yg saya hormati atas semua pendapat,pemikiran anda. dan tdk lupa yg saya hormati dan cintai penulis terdahulu sekali lagi saya haturkan trimakasih dari lubuk hati yg terdalam saya. sebagai mana dari awal yg saya kemukakan berteori berpendapat itu syah,syah saja. dan dari semua itu kita simak dan yg paling utama kita ambil hikmah nya amin… dan rupanya inilah salah satu hikmah nya bertukar pikiran mempererat tali ukuah islamiah dan tdk membedakan ras,marga etnis dll yg bersipat indipidu kita keluarga besar muslim umat rasul satu ikatan satu aqidah iman wal islam adalah sudara. mungkin menurut pendapat anda sebagai mana yg telah anda uraikan di atas dan saya hargai pendapat dan pemikiran anda ya..tuan chaled baawad dan saya pun berpatok sebagai mana yg telah saya ungkapkan di atas marilah kita saling menghargai dan untuk yg saya hormati sdrku yg tercinta tuan panji mohon bribu maaf dgn tdk sedikitpun saya merasa mengurui anda ya tuan panji saya faham dgn anda anda emosi mungkin wajar dan itu haq anda. saya faham anda salah seorang muhibin allawy. rasa patriotisme anda saya akui dan beribu trimakasih yg tiada terhinga khusus untuk anda tuan panji. tp tolong aga di kontrol emosi nya ok sdr ku soal pribadi saya dgn kraton insyaallah iya saya akui tp….dgn tdk mengurangi rasa cinta dan hormat saya kepada nasyab bagi pribadi saya nasyab no 17 ke sana sbb benar sekali nasyab tdk akan hilang walau sampai kiamat. buat apa kita tonjolkan..yg pada ahir nya bisa takabur dgn nasyab yg saya usahakan bagai mana kita harus seperti akhlak para ulama dan para kekasih allah utama nya akhlak dan budi pekerti junjunan rasullallahu saw dan untuk non allawi berbahagialah kalian sebab walau bukan allawy tp ingat umat rashul saw dan berapa ratus bahkan ribuan ulama,para sholihin yg non allawy tp ingat kekasih allah,kekasih rasul..sekali lagi berbahagialah non allawy walau bukan allawy tp umat islam,umat rashullallahu …dan untuk para allawy trutama yg masih muda syukuri lah dan jadikan lah nassyab sebagai wassillah untuk tambah taat dan taqwa amin… tuan chaled dgn segala kerendahan hati semoga anda memaafkan segala kehilapan sdr kita tuan panji. dalam sejarah bukan saja dari keluarga allawy yg datang kenusantara tp non allawy kebanyakan dari mereka adalah satu perjuangan dgn para allawy bahkan tdk sedikit jasa nya dari pada mereka kepada allawy kebanyakan dari mereka para pengawal yg berjuang dgn allawy dari berbagai suku termasuk mungkin leluhur tuan chaled baawad jd sodaraku panji/tuan panji begitulah kurang lebih..dan tolong kepada umum nya yg menbaca klo bila mana saya salah luruskan lah saya menerima dgn senang hati dan terbuka kedua belah tangan saya mohon maaf dan trimakasih wassyallam …dari alfaqir wb bayan bens

  76. 4 Maret, 2008 pukul 8:22 am | #90

    dah cukup kita berkomentar ttg habaib.skarang yg prlu di bahas sudah seberapa
    jauh para habaib mempertanggung jawabkn wasilah yg diamanahkan kepada
    kita para sayed dan syarifah yang masih muda2 ini. saran saya bagi sayed dan
    syarifah,jangan sekali-kali menggunakan nama samaran atau alias dlm forum
    ini.karena tujuan forum ini adalah untk kita saling mengenal dan silaturahmi.

  77. chaled baawad
    6 Maret, 2008 pukul 11:52 am | #91

    saya sependapat dgn komentar saudari Aisyah, tak guna kita pakai samaran2 nama dlm forum ini.

  78. 7 Maret, 2008 pukul 10:01 pm | #92

    trimakasih sdri aisyah bafagih dan sdr chaled baawad ya benar. sdri aisyah yg sy tau anda masih rumpun keluarga besar allawy dan sdr chaled baawad klo tdk salah yg sy tau anda jg punya leluhur dari yaman selatan hadrolmaot tp sy kurang tau silsilah anda yg sy tau anda dan kita semua sdr se aqidah moslem dan sy senang anda semua…

  79. fazar
    9 Maret, 2008 pukul 9:13 pm | #93

    yg jelas, Guru kmi bilag ” anak cucu Rasulullah jgn di buat nangis nanti Rasulullah sedih,klo Rasul sedih, Allah Ta’ala marah!” Nah lo!
    Mudah2-an Allah SWT slalu mlmphkan Rahmat& Ridho – Nya kpd Rasul serta Klwarga, shabat, krabat, &sluruh kaum mulim. Amiiiiiiiin !

  80. chaled baawad
    11 Maret, 2008 pukul 12:48 pm | #94

    maaf, saya mau nanya kpd yg faham ttg sejarah, soal keturunan dr anak2 imam ali yg dilahirkan bukan dari fatimah azzahra.. akan peranan dan kisah mereka.., karena selama ini yg kita tahu hanya 3 klan keturunan quraisy yg memiliki peranan terbesar dalam fondasi sejarah islam..yakni 1.klan muawiyyah kerabat jauh nabi,2.klan abbasiyyah yg leluhurnya adalah paman rosulullah sendiri,dan 3.klan baalawi anak cucu fatimah azzahra yg selalu bertindak sbg oposisi yg katanya terzholimi di dimasa berkuasanya 2 klan tsb diatas.., namun peranan dr keturunan anak2 imam ali yg lain tdk begitu diketahui kisahnya.. kalau ada yg tahu tolong diceritakan..

  81. 21 Maret, 2008 pukul 9:31 pm | #95

    Sesungguhnya para keturunan Rasulullah SAW tidak akan pernah habis sampai hari kiamat. Walaupun banyak orang2 yang membenci keturunan Rasulullah SAW !!!!!

  82. ali
    24 Maret, 2008 pukul 2:51 am | #96

    Salam untuk Tuan Santri Buntet, Chaled Baawad dan semua pembaca.

    Saya bukan ahli sejarah, cuma ingin nimbrung berkomentar.
    Saya pernah mendengar cerita tentang keberadaan anak Imam Ali yang lain. Kalau saya tidak salah, di belakang namanya ada nama Hanafiah. Disebutkan, Hanafiah ini mendukung saudaranya yakni Sayyidina Husin dalam peperangan.

    Situs asyraaf.net menyebut, Imam Ali memiliki lima anak lelaki (dari total 18 anak laki-laki beliau) yang meneruskan keturunannya yaitu: Hasan, Husein, Muhammad al-Hanafiyah, Abbas al-Kilabiyah dan Umar al-Tsa’labiyah.

    Adakah pembaca yang mengetahui detail cerita tersebut. Adakah yang memiliki catatan riwayat putra Imam Ali yang bernama Muhammad Al-Hanafiah tersebut?

  83. zuhry basyaibaan
    19 April, 2008 pukul 3:39 pm | #97

    buat mas ali, muhammad ibnul hanafiyyah adalah putra dari sayyidina ali dari istri selain sayyidah fathimah ra. sayyidina ali pernah berwasiat kepada putranya muhammad untuk selalu membantu hasan dan husain karena bagaimanapun mereka adalah saudaranya. kata “ibnul hanafiyyah” bukan berarti beliau putra dari hanafiyah melainkan sebuah julukan.

  84. AL ATTAS
    25 April, 2008 pukul 12:56 am | #98

    MAT MAT..! KALO ENTE PUNYA KA’AL DUEL SAMA ANA CARI ANA DI KUDUS, ENTE JANGAN MEMBUAT FITNAH DONK! ENTE JANGAN ASAL NGOMONG AJA KALO BLUM MEMAHAMI LAMA2 MULUT ENTE ISA HANCUR SANA SINI DI TABRAK MOBIL! AWAS! MAT HATI2 KALO NGOMONG! ANE GK TKUT SMA ENTE SKALIAN JID JID ENTE SURUH DUEL SMA ANA!

  85. alvyn
    25 April, 2008 pukul 9:01 pm | #99

    udah jangan pada ribut, dan jangan pula kalian memamerkan ilmu kalian, itu tidak baik…..
    saya perkenalkan, saya dari palembang bergelar masagus cikang, ibu (syarifah ) binti shahab, aba anna ahwal ciknang. tapi anna gak terlalu memikitkan nasab anna, mungkin anna berketurunan dengan rasul atau anna ahwal, itu gak penting, yang penting anna cinta sama rasul dan juga anna cinta pada keturunanya(habaib).Ente-ente harus ingat semua, siapa pejuang kita,siapa yang berjuang di indonesia, siapa pula yang mendirikan banyak perguruan islam, dan siapa pula yang mensupport kemerddekaan R.I, semua masih dari keturuna habaib (mayoritas).Ente 2 harus ingat jasa mereka, mungkin ente gak perlu lihat dia habaib atau bukan, tapi ewnte harus tahu bahwa tanpa dukungan dari mereka, doa perjuangan tidak akan mungkin Indonesia merdeka,(seperti Budi Utomo) dan banyak lagi yang mana anngota kemerdekaan Indonesia dari kalagan habaib.

    Ok my friend, jadi semua itu gak perlu di pertengkarkan lagi, kaum habaib merupakan keturunan yang mulia. Karena nabi Bersabda dalam haditsnya” keturunannku sampai akhir kiamat tidak ada yang kan meniggalkan Islam. itu benar.

    Menurut saya kalau seperti kita2 mungkin dikasih supermi pasti akan cabut ke kristen,atau atheis, akan tetapi beda denga mereka kaum alawiyin yang mulia , sampai merka mati pun merkea tidak akan pernah meniggalkan islam.Itu kelebihan mereka , dan juga mereka adalah penyambung Jaman (islam), Jika tidak ada mereka mungkin Geoge bush akan menjaah indonesia lagi,Kristen membabi buta,Rakyat indonesia yang miskin Ilmu , miskin pengetahuan akan mudah dipengaruhi, dan di bego-begoin. karena alqur ‘ an sudah tidak lagi dipegang, mereka lebih cinta hanphone dari pada alqur’an , banyak orang yang belajar filsafat akhirnya gila,dan lain2.

    Jadi sekarang Hormatilah para Habaib dan kaum alawiyin, karena Jasa mereka sangat besar,sepeti wali songo dan lain2.

    Heee..heee…kalau pikiran kalian hanya menghina,ngemenk trus tanpa aksi ,,,saya bisa Jamin Belanda dan kroco2 nya akan dateng lagi ke sini…

    dasar bangsa bodoh ,yang mudah di adu domba…

    Ok saya harap pernagnya selesai sudah , saya bukan sombong diri, tappi sedikit saya banyak belajar tentang agaama dan philsafat.
    Guru saya pun dari kalangan ustadz,Habaib,bahkan kaum kafir pun saya ingin tahu apa yang mereka pikirkan.

    Ingat , jika ingin menang dalam peperangan kalian harus tahu apa yang musuh pikirkan(pola pikir dan juga cara mereka berpikir)

    Ok man…see u kalo mau banyak ngobrol sama anna. anna ada di cawang jakarta.

    belajarlah dulu baru komment, banyak lho orang yang lebih hebat didunia ini…jadi jangan lah kalian sombong,angkuh sok pintar dan lainnya.
    Pikir dahulu,apa maknanya,salah apa benar,dan banyak pertimbangan lainnya.jika anda iri ,atau apa sajalah penyakit hati tersebut.maka jauhkannlah karena itu juga kan berpengaruh kepada karir,kerja,pergaulan dan lainnya…Ok
    Sorry kepanjangan abisnya pada ribut di atas sihhh….kesel; jadinya.

    Thanks
    anonymous
    Thanks.

  86. alvyn
    25 April, 2008 pukul 9:13 pm | #100

    tambahan kalau mau belajar banyak tentang ulasan habaib kaum alawiyin, atau kergauan ente
    lihat http://www.asyraaf.net

    Tschuss
    Aufwieder sehen

  87. AL ATTAS
    26 April, 2008 pukul 12:48 am | #101

    ANA SUDAH TAU APA ENTE KATA YA…ALVIN…TAPI KALO ENTE TK TUDUH SBGE KAFIR ATO PEMBUAT TAKHAYUL DAN NASAB ENTE PENYEMBAH API. KIRA2 ENTE TRIMA GK! ANA YAKIN WOLLOHI ENTE PASTI TK TRIMA! begitu juga kita orang dan seluruh keluarga kita2 ORANG YA MESTINYA GK TRIMA LAH..DARIPADE ANE SIMPEN DALAM HATI MENDING ANE KELUARIN SEKALIAN SAMA2 ANE DOSA. ANE TAU KITA SAYID/SYARAIF PASTI DOSA BHKN DOSANYA LBIH BNYAK DARIPADA AKHWAL KALO AKHWAL DOSANYA 1 TPI KALO SAYID/SYARAIF 2. TPI WALOPUN KITA JUGA PUNYA DOSA TPI KITE TK TRIME BILA DIHINE AME ORAN LAEN ATO DI TUDUH ANAK HARAM YG MEGAKU NASAB KPDA ORAN LAEN. YAKHER WALAFU KALO ANE SALAH KATE SKALI LGI MAAF..!

  88. AL ATTAS
    26 April, 2008 pukul 1:51 am | #102

    sabda rosulluloh bukan krna napsunya melainkn adalah wahyu allah. jadi kite seluruh umat islam mau ente dari aliran mana aja kalo tidk mengikuti ALLAH dan ROSULNYA mka jangan katakan kalo ente moslem/islam. BERSABDA ROSULLOH barangsiapa ingin selamat didunia dan diakhirat maka ikutlah al qur’an sunahku dan ahlul baitku. (riwayat imam bukhory) seluruh imam mengakui ke utama’an ahlul baeit habibuna muhammad saw. tapi knapa orang wahabi/muhamaddyyah tidak mengakuinya diatu punya madhab ato tidak sech kalo dia punya pasti dia mengikuti madhabnya kalo dia madhabnya imam ahmad bin hanbal pasti dia mengikutinya tpi kalo ane pikir kok kliatane dia gk ada imam yg di’ikutinya apakh imam yg menguntungkn bagi dia saja yg dia ambil kalo tidak menguntungkn bagi dia dia akan cela ato dia tidak bertkdlid ato dia ingin ber ijtihatd sendiri wah bisa parah agama ini kalo seluruh umat islam ingin menjadi mujtahid mutlak smuanya dan bertaklid sendiri2 tidak mengikuti imam OKE..!mungkin dia sedikit bnyak mengikuti ibnu taymiah tapi! SYAIKHUL ISLAM IBNU TAYMIYAH sendiri mengakui ahlul baeit dan menyuruh pengikutnya untuk mengedepankan/menjaganya padahal ibnu taymiyah yg sangat di agungkan oleh mereka wahabi/muhamaddyyah mungkin kalo dia mengikuti cara berfikirnya muhamad abduh ato muhamad bin abdul wahab itu bgus! membuat organisasi islam yg kuat biar tk di injak2 kaum nasrani tpi dia jangan merendahkn ahlul baeit sperti merendahkn seorang musrik/kafir/sesat yg slalu dihina dan dihindarinya INGAT ORANG YANG TAK TUNDUK SAMA AHLUL BAEIT SEPERTI IBLIS TK MAU TUNDUK SAMA NABI ADAM AS.

  89. chaled baawad
    28 April, 2008 pukul 12:02 pm | #103

    Hoi!!, ni ada apaan ampe si alattas kudus ngamuk2 macam banteng matador kena tikam megawati??, tu mulut jahaNnam dijaga!!!, ente bisa dibilang gila/takabur dng menyamakan Adam a.s sebagai ahlul ba’it dan iblis sbg muslim yg kritis thd segala bentuk prilaku penyimpangan/Bid’ah yg kuat mengakar di masyarakat awwam yg di komandani oleh sebahagian para habaib!!,garis bawahi kami tdk pernah membenci/memusuhi baalawi!,namun kami mengutuk keras segala tindak-tanduk yg menyesatkan!!, dimana jelas2 menyalahi akidah dasar pemikiran islam!! yg telah ditanamkan/diajarkan secara rinci oleh baginda rosulallah dan imam ali…

  90. AL ATTAS
    29 April, 2008 pukul 1:05 am | #104

    sory tuan chaled ane minta maaf buat seluruh manusia yang baca tulisan ana terutama buat antum tuan chaled ba’awed yg terhormat kalo ane punya tulisan menyinggung perasa’an antum ane ucapin 10000000000000000000000x ma”af ane kilap…huhahahahahah ane memang gila tpi mudah2han ane gk segila yg antum bayangkn ato ane bejat tpi ndak sebejat yg antum bayangkan tpi mungkin lebih..huhahaha sekali lagi walafu tuan chaled ASTAGFIRULLOH! mungkin kurangnya ane cari ilmu..YA ALLAH MUDAH2HAN DIRIMU MEMAAFKN DIRIKU YG NDOLIM INI..!

  91. 29 April, 2008 pukul 9:26 am | #105

    Ass. Salamulloh yaa saddah, kheir antum semua, salam kenal dari ane, ane minya bantuan pada terutama ama fam basyaiban, email sideresmo atau sidogiri dan Pasuruan tolong kasi tahu ya.
    sukron ketsir

  92. MORGAN
    29 April, 2008 pukul 11:11 pm | #106

    assalamuallaikum saya ingin mengingatkan kepada seluruh habaib dan para muhibin. bahwa semua yg dilakukan para kaum alawiyin ato sbagian para ndzuriati rosul/min ahlil bait pda zaman sekarang sering melakukan bid’ah! mka bertobatlah wahai seluruh habaib dan para muhibin jangan kmu membuat maulud krna itu bid’ah jangan buat tahlilan krna itu bid’ah jangan buat khoul akbar krna itu bid’ah jangan istigosah krna itu bid’ah jangan menzarohi makam datuk2 ente ampe nangis sbab itu bid’ah jangan membca Qur’an krna musaf Qur’an itu bid’ah jangan sekolah krna sekolah itu juga bid’ah jangan naik mobil/montor krna mobil dan montor itu juga bid’ah naik onta aja krna onta tidak bid’ah jangan pakek hp krna itu bid’ah jangan nonton tivi krna itu bid’ah jangan main internet krn itu bid’ah jangan main sepak bola sebab itu bidah jangan merokok sambil minum kopi krna kopi bid’ah minum teh aja jangan pakek kramik ato marmer krna itu bid’ah juga jangan azdan pakek pengeras suara krna itu bid’ah jangan hidup di indonesia krna indonesia juga bid’ah pindah saja ke madinah pokoknya jangan lakukan hal2 yg berbau bid’ah di jaman sekarang krna semua itu bid’ah sesungguhya orang yg berbuat bid’ah adalah orang yang sesat yang telah mengada ngada bid’ah ndolalah. wahai para habaib dan muhibin segerelah kalian bertobat bca sahadat3x katakanlah bahwa kalian anti bid’ah dan kalian juga bid’ah krna kalo tidak bertobat neraka telah menanti kalian sesungguhnya aku juga akan menobatkan ke2 orang tuaku krna mereka juga bid’ah dijaman rosulluloh blum ada mereka semoga allah memaafkan mereka amin! demikian yg saya sampaikn semoga bermanfaat dan semoga kalian cepet tobat.AMIN!

  93. 30 April, 2008 pukul 3:58 pm | #107

    Ass. Ane ikut nimbrung juga akhirnya, wahai saudaraku MORGAN yang budiman kalo semua bid’ah ente tinggal dikutub atau dibulan aja, pasti ente gak ada pikiran bid’ah, apalagi ente menobatkan ke 2 orang tua ente bid’ah. awas bahaya ANAK DURHAKA, kalo ane percaya dengan tahlilan, kalo ente ga percaya ente mati ntar ane do’ain kalo ga nyampek ente balik lagi (hidup)
    zajakumulloh khairon kasiro, afwan ane

  94. 30 April, 2008 pukul 4:28 pm | #108

    Ass. Terus terang ane pengagum berat para habaib (wazuriah ROSUL) terutama Alarifbillah Waliyulloh al habib sechan bin mustafa albahr, Alarifbillah Waliyulloh waliqutub al habib husein bin abibakar alaydarus luar batang Pasar Ikan (mudah2an ane diakherat bersama beliau), habib ja’far assagaf (condet), habib ali alaydarus salafi (galuga), Waliyulloh Walikutub al Imam walid al habib Abdurahman bin Ahmad Assagaf (bukit duri) dll.
    Yaa Allah mudah2an ane kumpulkan sama beliau dengan ta’dzim ane aturkan “wahai ahlul bait teruskan perjuanganmu untuk mengalahkan kemaksiatan di bumi tercinta ini. AMIN
    sukron ketsir

  95. chaled baawad
    30 April, 2008 pukul 7:07 pm | #109

    kasihan sinyo morgan..,mutawwa2 saudi juga gak gitu2 bgt konservativenye, orang utan aje dah naek sepeda..masa kita masih naek aunta..ente kaji lagi islam pake akal sehat deh..

  96. ABDULKADIR AL MUSTAKA
    1 Mei, 2008 pukul 1:31 am | #110

    assallamualaikum waroh matullohi wabarikatuh semoga allah sllalu melimpahkan solawat dan salam kpda junjungan kita nabiyulloh muhamad sollolohu alaihiwassalam beserta ahlul baitnya dan para seluruh sahabatnya amin! sbelumnya saya mintaaf kpda seluruh habib berseta pengikutnya semuanya,terutama buat sodara MORGAN yg kmi hormati saya sedikit memberi tanggapan tetang tulisan anda sodara morgan anda kalo blum tau tentang bid’ah jangan memberi fatwa dulu ya..soale ntar sampeyan bisa sesat kalo salah memberi fatwa mohon sodara MORGAN yg kmi hormati rela meneliti dan mempelajari dulu tentang apa yg sodara morgan blum tau ato yg kurang jelas kalo blum paham alangkah baiknya sodara morgan beta’klid dulu supaya punya imam yg menunjukan jalan biar gk sesat oke! mudah2han sodara morgan mau berbagi pengalaman dengan saya sbab saya juga blum tau alias masih bodo mugkin dari saya berbagi pengalaman sama para habib disini dan seluruh muhibin yg ada disini juga kalo saya salah mohon di ingatkn ya..?? coba sodara morgan yg terhormat di tela’ah dulu tentang BID’AH itu apa tidak semuanya BID’AH itu sesat! setau saya BID’AH itu adalah perbuatan yg di buat2 tanpa dicontohkan cari di kamus al munjit mungkin sampean bisa tau apa arti BID’AH,,lha skarang mari kita diskusi tentang BID’AH dalam akhidah kita mohon dimengerti sodara morgan yg terhormat [BAHWA IMAM SAFI'I ROHIMATULULOH MEMFATWAKAN KALO BID'AH ITU TERBAGI MENJADI2 I MAHMUDAH 2 MAZZMUNAH 1 BID'AH TERPUJI ATO BAIK DAN YG KE 2 BID'AH YG SESAT YG KELUR DARI AGAMA ALLAH INI MENURUT IMAM SYAFI'I] [TRUS MENURUT IMAM NAWAWI ASSYAFI'I YG BERTAKLID PADA IMAM SASAFI'I BERPENDAPAT BAHWA BID'AH ITU TER BAGI MENJADI5 I WAJIB 2 SUNAH 3 MAKRUH 4 HAROM 5 MUBAH] MUGKIN PENDAPAT SELURUH IMAM MADHAB JUGA SAMA SEPERTI PENDAPATNYA IMAM SAFY’I ROHIMMATULULOH] demikian pengalaman saya mohon di maafkan bila saya panjang nulisnya dan juga para habib dan muhibin mau mengingatkan bila saya salah ato kurangnya saya punya ilmu mohon di ajari..jazakumulloh kheir..!

  97. chaled baawad
    5 Mei, 2008 pukul 10:45 pm | #111

    ass,nyok kita rame2 mendesak mahkamah konsitusi utk cpt2 memutuskan pembasmian ajaran laknatullah ahmadiyah!!!,sebelum doktrin sesat mereka menjerat lebih banyak lagi ummat kurang beriman..

  98. fauzi
    7 Mei, 2008 pukul 12:01 pm | #112

    ass….
    wah seru bener nih mungkin sdr morgan salah berguru kale yachh… hehee…
    mohon maaf jika ada kata yang kurang dihati saudara semua wassalam….

  99. sanggardewa
    18 Mei, 2008 pukul 12:20 am | #113

    @morgan
    SEPAKAT…!!! tuk sekali, semua bid’ah bahkan diri qt juga bid’ah

  100. chaled baawad
    18 Mei, 2008 pukul 10:48 pm | #114

    mati aja lo..,orang sakit jiwa dah kebanyakan!!, bunuh diri massal sono..moga2 nanti bahagia dineraka!!

  101. MORGAN
    20 Mei, 2008 pukul 12:26 am | #115

    [BUAT SANGGARDEWA] sebetulnya kalo kita mau menghayati dan merasakan semua hal apa yg kita lihat di dunia ini adalah bid’ah krna bid’ah adalah hal yg dibuat2 tanpa adanya contoh bagi yg membuatnya jadi langit ini juga bid’ah dong kn ALLAH MEMBUAT LANGIT DAN BUMI JUGA TANPA CONTOH,,BUKAN BEGITU SODARA SANGGARDEWA YG SAYA HORMATI..!

  102. verdy cavalera
    20 Mei, 2008 pukul 12:51 am | #116

    PARA GENERASI AHLIL BAIT SEMOGA ALLAH SELALU MENJAGA DAN MELINDUNGI KALIAN AMIN..!!!! wahai ahlil bait jangan takut kalo miskin jangan takut kalo lapar jangan takut kalo dihina dan jangan takut kalo sengsara,,KITA BERSAMA “AL MUSTHOFA! terus maju pantang mundur takutlah bila ente tidak bisa mempertanggung jawabkan amanat AL MUSTOFA SAYYIDUL MURSALIN HABIBINA WA SAFI’INA WA QURROTI A’YUNINA WA MAULANA MUHAMMAD BIN ABDILLAH SAW..! GUM YA HABAIB.””!!! HABABAH ZAHRO MENANTI DI SAURGA! AMINNNN…….!!!!!

  103. hamid assegaf
    21 Mei, 2008 pukul 12:36 pm | #117

    wah rame nih,buat chaled baawad dari nama anda anda pasti anda keturunan arab hadramaut,jadi anda tanya saja datuk2 nt di hadramaut kenapa menggelari datuk2 kami dengan sebutan habib yang artinya orang yang dicintai,tanya kepada syekh syawi,syech umar bamakhramah,syech issa alamudi,mereka para penghulu liwaul mahabbah liahli baytin nubuwwah,tidak lain dan tidak bukan karena kemuliaan akhlak dan ilmu para leluhur alawy,kalo ada yang hasud itu biasa kullu dzi nikmatin mahsud,buat para kaum muda habaib jadikan fitnah2 ini sebagai pemicu semangat untuk melestarikan warisan ilmu dan akhlak datuk2 kita,hadapi mereka dengan akhlak sebagaimana rasulullah aljaddul a’dham shalawatullah wasalamuhu alaihi wa ala alih menghadapi kaum kuffar guraisy

  104. chaled baawad
    21 Mei, 2008 pukul 11:21 pm | #118

    wah ada sambutan ni,buat hamid assegaf hallo bro salam kenal!,nt nanya kenapa jid2 kami mengelari jid2 kalian dgn sebutan habib,sayid,syarif dll alasan yg paling mendasar dr semua itu karena rasa simpati thd rasullah yg kalian selalu proklamirkan sebagai leluhur kalian(walaupun kalian zurriyat imam ali),dgn niat awal untuk menolong jid2 kami mengizinkan isa muhajjir dan keluarganya(leluhur kalian) untuk tingal/menumpang dihadramaut..,di abad2 awal kehidupan leluhur kalian diyaman memang amat byk faedah yg diberikan oleh mereka yg dikenal sbg guru2 kami di bidang keagamaan..,namun belakangkan pola kalian berubah menjadi kaum yg suka membangga2kan diri sendiri(memuja2 pemakaman zambal), matrialistis dan keduniawian.. perubahan2 sifat jid2 kalian membuat jid2 kami kaum qabilli(penduduk asli hadramaut/yaman) yg tadinya sipatik menjadi antipati thd jid2 kalian, karena sesungguh kami kaum qabilli berpegangan teguh thd ajaran rasulallah dan imam ali yg mengutuk keras tindakan meng agung2kan diri sendiri khurafat, bid’ah dan melecehkan kaum yg lainnya..,harap diingat legitimasi kalian di yaman/hadramaut sudah lama ompong(tiada simpatik dr sebahagian besar ummat/rakyat) sejak kami kaum qabilli merebutnya kembali dr kalian(karena melencengnya kalian dr ajaran leluhur kalian)..ingat petuah bijak imam jaffar siddiq :kehancuran suatu kaum disebabkan nafsu kedunawian dan rasa ingin selalu dihormati(gila hormat)serta melupakan arti untuk apa ia dihidupkan…

  105. alvyn
    22 Mei, 2008 pukul 7:23 pm | #119

    Chaleed…..

    Gutten abend,

    ane salut sama ente..sofisme ente sungguh -sungguh menkjubkan.Dasar teori,penglaman,pengetahuan ente pun bisa dibilang sudah bisa imbang sama jaman…(gak kuno)

    Ane salut juga sama ente punya ilmu…pengetahuan yang luas…pasti ente dari keluarga yang terpandang,educated,keturunan mulia dan juga darah yang megalir dalam diri ente bisa dibilang keluarga ente adalah keluarga yang dihormati..semoga ana benar.

    Sekarang waktunya ana menjelaskannya….

    Bangsa arab merupakan bangsa terhormat,bahasa arab adalah bahasa dunia,Perubahan besar akhlak manusia dimulai di arab,dan semua bagsa arab merupakan bangsa yang kaya…alangkah bangganya bangsa arab dimata dunia.

    Kaum sayyid dan syekh itu adalah bangsa arab yang sama-sama dihormati, dan memang benar manusia ingin dihormati dan dihargai, akan tetapi ente jangan salah tidak semua para habaib ingin ,merasa dihormati dan dihargai, itu memang sudah jalannya mereka sebagai pemimpin meneruskan ajaran para leluhurnya….secara otomatis.

    dan untuk kaum syeikh seperti ente, ente juga berhak jadi pemimpin,ulama yang dihormati, tapi menurut teori filsafat , benar itu relatif dan salah itu mutlak. mudah2an ente paham omongan ane diatas,,,kalo ente memang seorang cerdas ente pasti sudah paham maksud ane itu.

    kesimpulannya adalah yang dijadikan patokan umat manusia adalah mayoritas dimana kebenaran yang diikuti adalah mayoritas, islam dan alqur’an tak pernah berubah ..mereka akan tetap seperti itu sampai akhir jaman.

    mungkin kalau kita menghormati habaib,kita memandang habaib itu seorang yang harus diikuti,panutan, ane ras itu mayoritas yang kebenarannya wajib diikuti. ingat 3 perkara yang mana salah satunya adalah anjuran mencintai dan mengikuti ahlul bait nabi..

    ente juga ane hormati,ente juga ane cintai kalau saja ente memang pantas untuk dicintai dan dihormati, itu semua adalah cara pandang orang yang berlainan…

    Teruskan belajarnya ya..tapi ingat rambu-rambu kehidupan yang mana akan berpengaruh pada akhirat.

    Ane cuma pesan satu aja, semua masalah yang kelihatan didunia ini masih bisa diselesaikan…selama itu tampak mata, akan tetapi memang sesuatu yang merupakan pendapat atau pikiran (tak terlihat) memang sedikit susah untuk diselesaikan dengan kata-kata. Hanya hati yang bersih dan Iman yang bisa menyelsaikannya. Danke.

    Verstehenzig…tschuss

  106. hamid assegaf
    22 Mei, 2008 pukul 10:41 pm | #120

    ya khaled,ya akhi fillah,kebetulan dari fihak nenek ana adalah golongan qabili/Al Bajri Al Boor,ana saksikan dan rasakan sendiri bagaimana kecintaan mereka terhadap kami,jadi apa yg nt katakan itu cuma pndapat nt pribadipenduduk yaman adalh orang-orang baik,terkenal dengan kelembutan dan budi mereka yg luhur,Ar Rasul pernah bersabda alhikmatu fil yaman,jadi para penduduk Hadramaut menghormati kaum sadah alawiyah karena ketinggian ilmu dan akhlak ahli hadramaut,itu ana setuju,dan itu terjadi sampai dengandetik ini,apa antm pernah ke hadramaut?kalau antm pergi kesana jangn lupa pergi ke tmpat syech fadl bafadl mufti kota tarim,syecch ali bin mar’i rektor univ hudaidah,dan masih banyak masyayikh hadramaut yg lain yg bisa anda temui untk menanyakan sikap mereka terhadap kami alawiyyin,apa betul mereka sudah berubah?jangan2 itu cuma pendapat sebagian dari orang2 ket arab disini yg sudah terkontaminasi pemikiran2 ala saudi dan Ar Rasul pernah bersabda “Ya Allah berkahilah Yaman kami dan Syam kami”para sahabat menimpali”Nejed Juga Ya Rasulullah”Rasul menjawab”Disana (Nejed/Riyad/Saudi)akan keluar tanduk Syeithan”pertanyaan ana sekarang nt mau ikut ulam hadramaut atau ulama riyad?

  107. chaled baawad
    22 Mei, 2008 pukul 11:34 pm | #121

    ya hamid, hadist riwayat siapa tuh?, shahih gak?,ato cuman karangan2 mullah syi’i..setahu ana syam(suriah,lebanon) adalah basis orang2 pendukung muawwiyah yg membunuh husein dan rombongannya(kecuali wanita dan sebagian anak2)..jd itu yg diberkahi rasul??,dan sampai sekarang kita tahu bagaimana bebasnya pola hidup mereka..ya hamid pake akal sehat dong teliti hadist dgn benar.., oh ya kebetulan juga dari fihak nenek ana adalah seorang dari fam musawwa bahsin

  108. sanggardewa
    22 Mei, 2008 pukul 11:42 pm | #122

    Hueyy…!!! jadi kembali ke jaman jahiliyyah lo pade, perang antar suku.
    yg satu hasud, yg lain lupa diri, begitu seterusnya.
    apa perlu qt semua mohon ama Allah agar diutus nabi lagi.
    loe pade punya ahlaq kagak? bertaqwa kagak? nyebarin cinta kasih kagak? ngaca bro… ngaca…
    tanyain tuh diri lo di depan kaca,apa yg telah lo perbuat bwt diri lo? keluarga lo? sodara lo? agama lo? lingkungan lo? negara lo? bangsa lo? kagak ada kan.
    lo pade hanya bisa banggain diri lo pade, qabili kek, sayid kek, dosa bro…

    “Wahai anak cucu Adam, jika kau dapati hatimu mengeras, badanmu sakit,rezekimu sempit, hartamu sedikit, ketahuilah bahwa itu disebabkan karena kau telah berbicara tentang hal-hal yang tidak bermanfaat.
    ” Wahai anak cucu Adam,tidak akan lurus agamamu, sebelum lurus lisanmu, dan tidak akan lurus lisanmu sebelum kau malu kepada Tuhanmu.
    “Wahai anak cucu Adam, jika kau memperhatikan aib dan cela masyarakat, maka kau akan lalai dengan aibmu, dan kau telah menyenangkan setan dan membuat murka Tuhan Ar-Rahman.
    (AL-GHAZALI)

  109. hamid assegaf
    23 Mei, 2008 pukul 9:34 am | #123

    thanks bro,tas nasehat loe,cuma afwan bukan maksud ana hendak membanggakan diri,ana cuma mau ngingetin aja,bahwa pemikiran2 anti habaib itu tidak berdasar diin/agama sama sekali,seyogyanya kita sesama muslim perlu saling menghargai,menghormati dan mengingatkan,jangn sampai karena sifat iri dan dengki menutup mata kita dari kebenaran,dan kalo peringatan dari kita tidak masuk ke otak dan hati dia,ya no problem i did my job,hidayah itu dari Allah,tinggal kita doain aja dari jauh,
    buat mister khalid,hadits itu hadits shahih,dan bukan bikinan ulama syi”i,dan ana walhamdulillah bukan syi’i,keberkahan ilmu ulama ulama syam dan yaman terbukti sampai skrg mereka tatap dalam manhaj ahlussunnah wal jama’ah,memang disana ada syi’ah ada wahabi dan nasrani,yg nt liat joget2 itu biasanya nasara,coba aja nt cek,dan kalo ntm ada kekerabatan dgn habaib kenapa justru nt tidak suka/benci kpd mereka?,sabda nabi “membenci sesama muslim adalah tanda kemunafikan” apalagi itu keluarga nenek nt sendiri,kalo memang ada ketidak sepahaman hargai aja,toh semua madzhab sunni ada dasarnya masing2,yg diakui keabsahannya,buat mereka2 yg masih ada ganjalan rasa tidak suka kepada para habaib,jangn lupa mereka adalah sama seperti kita manusia biasa,ingatkan mereka kalo meraka ada kesalahan,dengan cara yg baik,buat para habaibnya khususnya ana pribadi,mari kita mawas diri,jgn menyombongkan diri karena nasab nt,nasab itu hanya akan berguna bila didampingi ilmu dan amal,
    buat yang punya blog salam kenal dari orang cerbon,dan syukran ana sdh bisa nimbrung disini

  110. chaled baawad
    24 Mei, 2008 pukul 8:51 pm | #124

    buat pak alvyn lee(macam nama anggota komisi dewan aja) hehe.., teori filsafat nt ttg relativitas boleh jg..tp menurut ana kondisinya seperti ini: segala yg salah seolah-olah ditampakan seperti benar(mutlak) dan segala yg benar selalu disamarkan hingga tampak seperti salah(relatif)..nt org cerdas pasti faham maksudnya..,ok gitu aja.. danke juga(maap ana minus bahasa voc).

  111. MORGAN
    24 Mei, 2008 pukul 11:54 pm | #125

    yg terhormat sanggardewa ane hormati ente sebage keturunan dewa….hehehehehe..? buat tuan chaled ba’ajuss! e…salah ba’awedian ane juga sangat hormati antum jadi kite same2 menghormati,,yok kite same2 cri gahab tuk di juhat biar menjadi halal OKE! SETUJU GK!

  112. ABDULKADIR AL MUSTAKA
    25 Mei, 2008 pukul 12:59 am | #126

    syekh chalid..!

    sohabatpun mencintai menyayangi dan mendidik ahlil bait nabi..? knapa mesti antum mencela harusnya syekh chaled kalo lebih tau ya..mesti memberi pengertian dngan kata2 yg halus..tanpa mnyakiti perasaan mereka..dzuriat rosul,,jadi! syekh chalid dngan ahlil bait sama2 di angkat derajatnya sama allah kalo syech chalid mau mengingatkn mereka dngan sabar tanpa pamprih..sbab apa! kalo sampe ahlul bait sesat gara2 kurangnya ilmu maka yg bertanggung jawab adalah seorang yg tau tpi gk mau mengajarkn ilmunya kpada mereka tpi malah mencela! lha terus bilamana kita kurang tau masalah mereka..mending kita belajar dulu kpda seorang alim yg berasal dari keluarga keturunan ahlil bait juga yg menurut syech chalid baik dan ju2r tapi! kalo pandangan syech chalid seluruh ahlil bait pengaco gk ada yg baik berarti syech chalid gk ditakdirkan menimba ilmu kpada ahlil bait rosullulloh lha..trus syech chalid mau menimba ilmu dari siapa…………..?mungkin gurunya syech chalid ada yg nasabnya juga sampe kpda rosulluloh? ahlil bait dulu dngan sekarang bdanya cuman sedikit..kalo dulu da’wahnya ahlil bait dari handramaut sampe ke madinah dngan unta ato berjalan kaki sampe ke indonesia naik kapal layar tpi kalo skarang naik pesawat dan naik mobil sebab apa skarang sudah jaman tekno logi,,jdi kalo ada ahlil bait yg menurut syech chalid kelakuannya jelek..tolong di ingatkan dngan perhatian yg khusus dngan keikhlasan hati syech chalid yg sedalam dalamnya untuk mencintai ahlil bait dngan cara menjaganya bukan memusuhinya….!!!! OKE! semoga ALLAH membuka hati syech chalid yg baik? AMIN!

  113. chaledbaawad
    25 Mei, 2008 pukul 9:13 pm | #127

    yth sdr abdulkadir yg menyarankan hamba utk belajar kpd seorang dr kaum ahlul bait..terima kasih atas sarannya..tapi maaf bukannya sombong sebenarnya yg paling2 awal mengajari ana ngaji,sholat,baca doa dll(dasar2 keagamaan) adalah seorang ahlul bait juga(ummi ana sendiri plus nenek ana)..,jadi tidaklah seperti yg antum pikirkan seolah2 ana benci/anti thd mereka,sama sekali tdk!!,maaf mungkin karena gaya penyampaian ana yg agak kritis thd sdr/sdri ku kaum allawyin sekalian..,pandanglah bahwa kritik(yg benar/tdk mengada2)itu adalah suatu tanda kasih/cinta untuk memotivasi berbuat hal yg lebih baik lagi..bukannya malah merasa dijatuhkan!!,ok my brother’s and sister’s..

  114. ABDULKADIR AL MUSTAKA
    26 Mei, 2008 pukul 10:54 pm | #128

    syech chalid

    mohon maaf bila ana kurang pas untk menyarankan antum..?
    allhamdulilah syech chalid punya umik dan jidah dari ahlil bait yg sedekat mungkin mendidik syech chalid dngan baik dan ikhlas,,
    tapi syech chalid pernah gk! ato sering berta’lim di tmpt jid ato ami yg dari ahlil bait! mungkin jid2nya syech chalid juga dari orang2 alim ya..kalo ana boleh tannya tuan chalid berdomisili dimana? mungkin bisa nambah ana punya pengalaman untuk berguru kepada syech chalid dan keluarganya yg alim? oke ya syech!

  115. chaled baawad
    27 Mei, 2008 pukul 10:46 am | #129

    Wan kadir..domisili ana di brandan tanjung pura(tanah puak melayu)..keluarga dr fihak ummi ana berasal dari acheh besar NAD, belakangan mereka banyak yg eksodus kemari ato daerah lain sejak diberlakukannya DOM di acheh dulu..pada waktu itu byk keluarga dr kalanggan allawyin yg terzholimi disana.

  116. hamid assegaf
    27 Mei, 2008 pukul 4:50 pm | #130

    buat renungan KITA SEMUA,
    “JANGANLAH KARENA KEBENCIAN KALIAN PADA SUATU QAUM MENJADIKAN KALIAN BERLAKU TIDAK ADIL”(ALQUR’AN)
    “JANGANLAH SUATU QAUM MENGEJEK QAUM YANG LAIN,KARENA BARANGKALI MEREKA LEBIH BAIK DARIPADA YG MENGEJEK”(ALQUR’AN)
    Jadi jangan sembarang menuduh/mengejek/membenci saudara seiman dengan sembarangan,lebih baik pelajari dulu apa dasar2 mereka?setuju?jangan2 meraka yg benar dan kita yg salah,
    buat khalid pelajarilah banyak2 tentang manhaj dan dasar2 pemikiran para sadah alawiyah,puas2kanlah dulu diri nt dengan mempelajari buku2 mereka,dalm masalah akhlak ada kitab2 AN NASHAIHUD DINIYYAH,RISALAH MUAWANAH,NAFAISUL ULWIYAHdllkarangan HABIB ABDULLAH ALHADDAD,dalam masalah Fiqh ada BUGHYATUL MUSTARSYIDIN karangan alhabib ABU BAKAR ALMASYHUR,untuk yg kontemporer ada beberapa karangn Ustad NAUFAL ALIDRUS SOLO,silahkan nt pelajari,dan kalo ada yg nt kurang paham tanyakan pada ulama2 habaib yg kompeten,paling tidak buat membuka wawasan,bukan katanya2 saja,sungguh sayang kalau nt mengaku masih ada keturunan sayyid dari pihak ibu nt tapi tidak mau/membenci mereka,justru mestinya nt ikut melestarikan warisan ilmu mereka,banyak sekali teman dan orang yg ana kenal mereka beribukan syarifah,justru giat mencari tau dan mempelajari ajaran2 para salaf habaib.
    dan kalo memang mereka para habaib itu pembohong dan penipu yg mengaku ngaku keturunan Rasulullah padahal bukan, nt kagak usah repot2,sebab Rasul pernah bersabda : “manin tasaba ila ghairi abihi,fa alayhi la’natullahi wal malaikati wan nasi ajmain(AL HADITS) artinya:”BARANGSIAPA YG MENISBAHKAN DIRINYA KEPADA SELAIN AYAHNYA,MAKA BAGINYA LAKNAT ALLAH MALAIKAT DAN SEGENAP MANUSIA”.
    Seperti yg pernah terjadi kepada bani Fatimiyyah,orang2 persia yg mengaku keturunan Hubabah Fatimah,padahal bukan,
    ALLAHUMMA HAQQIQ LANA ANSABANA WARZUQNA HUSNAL ITTIBA’ BISAYYIDINA,AL MUSTAFA KHAIRA HADYINA,

  117. alvyn
    28 Mei, 2008 pukul 12:10 am | #131

    You all dudes….greats….yaaaaaa.I proud have a friend like you, hamid,chaleed,abdulkadir….dan lainnya.

    diskusi ini sangat menarik dan sungguh ana gak nyangka pemikiran orang2 kita sudah setinggi ini.Terimakasih semuanya atas segala inspirasi,dan kritikannya.anna merasa senang dan puas dengan ente2 baik dari kalangan sayyid,syekh dan lainnya.byeeee…wassalam

  118. ABDULKADIR ALMUSTAKA
    28 Mei, 2008 pukul 9:13 pm | #132

    sukron buat syech chalid yg telah sedikit memberi informasi tentang ahlil bait yg tlah terzolimi di tanah aceh masa dulu berarti aceh bnyak sa’dah juga ya..lha yang mezolimi sadah disana dari kelompok mana ya syech chalid,,ni ana mau nanya tentang sebutan tengku sama teuku apakah tengku itu sa’dah kalo teuku orang ajam..mungkin syech chalid tau? sukron katsir…./

  119. chaled baawad
    28 Mei, 2008 pukul 10:33 pm | #133

    wan kadir..ana hanya berikan sekedar info aja kalo sesungguhnya mayoritas para sultan2 melayu itu adalah kelurga allawyin, minoritas dr keluarga syech, dan sedikit dr keturunan hindi(gujarat)..ini disebabkan kesultanan2 melayu amat banyak mulai dr yg kecil sampai yg besar..seperti kesutanan acheh (pendirinya adalah keluarga jamallulai) sultannya yg terkenal yakni sultan iskandar muda.., tengku adalah gelar kebangsawana melayu(umumnya para kaum syech/kecuali riau shihab dan jambi baragbah), dan teuku adalah gelar kebansawanan aceh cut untuk wanitanya(umumnya para kaum allawyin)..namun tdk spt di jawa dan malaysia,para bangsawan melayu sumatra sudah tdk memiliki legitimasi atas tanah air kesutanannya.. ,ana akan uraikan klasifikasi/strata masyarakat melayu: 1.kaum sayid/teuku atau tengku keturunan baalawi 2.kaum tengku keturunan syech(dr fam baradja,baasyer,dll) 3.kaum wan(tuan) biasanya org ajam(ayahnya org biasa) yg dilahirkan oleh seorang syarifah/para wanita bangsawan 4.kaum datok org biasa yg diangkat menjadi pejabat(abdi dalam)kesultanan 5.kaum oka(org kaya)para saudagar/pengusaha 6.rakyat jelata petani,nelayan,seniman,pengerajin dll..,namun itu semua tdklah terlalu mengikat,andaikan ber akhlaq budi pekerti mulia seorang pria dr gol.terendah bisa saja menikahi syarifah/tengku wanita dr kaum bangsawan/terhormat(ini byk dikisahkan pada cerita2 roman melayu)..,demikian wan kadir..kalo ana boleh tahu antum berdomisili dimana??, sukron katsir..

  120. ABDULKADIR AL MUSTAKA
    29 Mei, 2008 pukul 11:25 pm | #134

    sukron katsir buat syekh chalid,,ana domisili dijawa ana punya umik ahwal dan abi jama’ah,,dulu syech chalid pernah ta’lim ya..? didaerahnya syech chalid ada yg buat ta’lim gk! yg mungkin disana ada ahlil bait ato syech yg buat ta’lim dan punya jama’ah!

    oiya syech chalid pernah main2 ke jawa gk..?

  121. chaled baawad
    30 Mei, 2008 pukul 6:11 pm | #135

    wan kadir..mungkin karena doktrin wahabbi terlalu kuat disini maka hampir bisa dibilang jarang ada ta’lim disini ,..emang jama’ah2 sini yg tempo doloe sering/rajin bikin majelis2 ta’lim..namun generasi yg skrg ya macam tu lah..(sibuk ngejar dunianya masing2)., paling2 pas maulud kt ngudang habib dr sono terakhir kalo gak salah habib thohir alkaf., dah tu ya sepi2 lagi(pada ber Ijtihatd masing2 kali ya).. ,ana pernah ke ampel srby,gurawan solo,pekalongan(maqam habib ahmad alatas) senyum harim2nye kena dihati..hehe.., antum jawanya dimana??,sapa tau ana berkunjung lg kesana..,oh ya nt dr fam apa??

  122. 30 Mei, 2008 pukul 6:36 pm | #136

    @chaled baawad

    “ana akan uraikan klasifikasi/strata masyarakat melayu: 1.kaum sayid/teuku atau tengku keturunan baalawi 2.kaum tengku keturunan syech(dr fam baradja,baasyer,dll) 3.kaum wan(tuan) biasanya org ajam(ayahnya org biasa) yg dilahirkan oleh seorang syarifah/para wanita bangsawan 4.kaum datok org biasa yg diangkat menjadi pejabat(abdi dalam)kesultanan 5.kaum oka(org kaya)para saudagar/pengusaha 6.rakyat jelata petani,nelayan,seniman,pengerajin dll..,”

    jangan asal ngarang

  123. chaled baawad
    31 Mei, 2008 pukul 6:34 pm | #137

    oh iya.., jd bagaimana pendapat sdr sanggardewa?,kalo nt faham uraikan dong!!, Jangan asal cela

  124. ABDULKADIR AL MUSTAKA
    1 Juni, 2008 pukul 3:02 pm | #138

    sanggardewa Berkata:
    30 Mei, 2008 pada 6:36 pm

    @chaled baawad

    “ana akan uraikan klasifikasi/strata masyarakat melayu: 1.kaum sayid/teuku atau tengku keturunan baalawi 2.kaum tengku keturunan syech(dr fam baradja,baasyer,dll) 3.kaum wan(tuan) biasanya org ajam(ayahnya org biasa) yg dilahirkan oleh seorang syarifah/para wanita bangsawan 4.kaum datok org biasa yg diangkat menjadi pejabat(abdi dalam)kesultanan 5.kaum oka(org kaya)para saudagar/pengusaha 6.rakyat jelata petani,nelayan,seniman,pengerajin dll..,”

    jangan asal ngarang

    tuan sangardewa jangan begitu….lha sekarang antum domisili dimana? kalo antum memang berdomisili di aceh tolomg jelaskan pendapat antum mungkin antum juga bisa berbagi pengalaman dngan ana jdi kita ndak saling cela OKE!

  125. Wb bayan
    1 Juni, 2008 pukul 9:33 pm | #139

    untuk tuan MORGAN yg terhormat sy pribadi haturkan trimakasih atas masukan nya. Tp dgn sgl rasa hormat mungkin bid”ah menurut faham dan pemahaman anda belum tentu menurut Faham orang selain anda. dan disini sy lihat maqom nya aga jauh pada pendapat dan pemahaman anda coba anda cari maqom yg sesuai dgn faham anda trimakasih

  126. Wb bayan
    1 Juni, 2008 pukul 9:42 pm | #140

    dan untuk sdr ku al-atas yg dari kudus sy kira wajar anda emosi sbb ada pendapat yg aga dirasa ganjil untuk anda dan muhibin namun klo boleh sy ngasi masukan untuk anda betapa indah nya bila dgn ahlak yg santun dan budi pekerti yg mulia walaupun di tulisan..kita bercermin pada jid,jid kita tp anda telah minta maaf ok’ itulah satria

  127. UJANG HANYEK NADEG
    3 Juni, 2008 pukul 1:37 pm | #141

    jisim abdi urang sunda klo boleh ikutan mah Siap.. setau ku di catatan sejarah di musium kepurbakalaan banten lama ada catatan sejarah yang saya tau mah” yg jelas mah’ di akui negara dan dunia. ke absyahhan nya. bahwa sultan banten maulana hasanudin bin sunan gunung jati itu berdarah allawy. dan dari keturunan beliau di banten dari maulana hasanudin bergelar Tb yg arti nya tubagus’ dan dari kesultanan cirebon bergelar ELANG pangeran’ Tp yg menbuat sy salut dan menambah ke cintaan sy pd keturunan itu. Tb dan ELANG mereka tdk atau yg lebih etis nya JARANG MEMAKAI/menempelkan GELAR.Tp mohon beribu maaf untuk tuan,tuan yg Sangat mencintai nassyab OK’ inilah dadaku bukan dada ABAH KU’ yg nama nya trah atau yg JELAS nya mah NASSYAB TDK AKAN PUTUS SAMPAI KIAMAT BUAT APE DI PERDEBATKAN yg pada ahir nya Jd pertengkaran dan permusuhan . YA Jangan DONGS aH’..Sy mah setuju sekali dgn sdr Wb bayan setuju Wb sy dgn peryataan anda untuk para allawy bahwa punya nassyab yg mulia itu bukan untuk di takaburi Justru SYUQURI dan JADIKAN MAWAS DIRI DAN MUSTI MENJAGA NYA DGN BAIK ! DAN BERCERMIN LAH PD AHLAK DAN BUDI PEKERTI PARA LELUHUR YG MULIA! OK’ klo sy berdarah sunda asli bangsa indonesia UMAT ISLAN Jauh dari darah ALLAWY Tp menjadi UMAT nya JUNJUNAN YG MULIA NABI BESAR kekasIH ALLAH ROSHULLALLAHU S A W Sy MERASA BANGA Walau sy bukan nassyab nya Tp sy umat nya dan otomatis sy jg cinta keluarga nya termasuk para allawy trimakasih..

  128. ujang hanyek naged
    3 Juni, 2008 pukul 9:31 pm | #142

    mohon maaf pada kemana ni ayo dongs masuk tuan,tuan tanbah wawasan ni asal jangan pake ributan segala pan ame sodara kita ni moslem pa lg tuan,tuan kan kate nye ber trah allawy. Jgn ribut pade. Mulu dongs ame darah jelate kaya ane ni.. mane ni yg musti Jadi panutan ane wal orang,orang yg ber trah Jelate kaya ane ni.

  129. Chaled Baawad
    5 Juni, 2008 pukul 8:00 pm | #143

    buat sdr ujang usah berkecil hati..ana hanya coba ngasih gambaran ilmiah dasar islam: AJARAN MONOTEISME MUHAMMAD S.A.W MEMERINTAH DAN MENEKAN UMATNYA UNTUK MENYEMBAH/MEMOHON KEPADA SATU-SATUNYA WUJUD YANG TERTINGGI..,DAN MENAFIKAN SELURUH WUJUD SEMBAHAN LAIN SELAIN DIA..,MESKIPUN ITU KUBURAN PARA ORG2 SUFI/ZUHUD.

  130. MORGAN
    7 Juni, 2008 pukul 12:38 am | #144

    HIDUP….F.P.I BUAT HABIB RIZIQ SIHAB! ANA DAN 20RIBU PASUKAN SIAP AKAN SLALU DUKUNG ENTE BUBARKAN AHMADIAH..!

  131. chaled baawad
    7 Juni, 2008 pukul 5:35 pm | #145

    untuk sekali ini morgan..ana dukung nt!!,
    hidup Habib riziq shihab!!, persetan dgn gus dur dan habaib2/ulama yg menjadi antek2 gus dur!!!

  132. asep
    7 Juni, 2008 pukul 11:16 pm | #146

    untuk saya pribadi sy sholat tdk pake kunut pa sholat subuh Tp sy tdk anti kunut,tahlil,khol/haol,barjanji dan lain nya. walaupun secara pribadi Sy tdk menerapkan atu. dalam perjalanan ibadah Sy. dan kepada yg selalu mengerjakan itu Sy mencintai dan mengahargai sbb pasti ada khujah/dasar nya bagi mereka ! dan yg lebih utama satu keyakinan ISLAM SEMUANYA SODARA !dan Sy pribadi tdk suka jarah Tp menghargai orang yg seneng jarah ! asal dgn ilmu nya yg di contoh kan NABI BESAR mUHAMad S.A.W DAN PARA SAHABAT DAN ULAMA PEWARIS ILMU DAN PERJUANGAN NABI BESAR MUHAMAD S.A.W SELAMA ITU TDK MENJURUS KE ARAH SYIRIK. Sy menghargai orang yg seneng JARAH.sekali lagi Sy peribadi tdk senang JARAH. sbb klo ke makah kita jarah ke maqom nabi besar muhamad s.a.w apa beda nya led chaled ente jawab ? yg sy tdk suka cara ente yg benar tp menurut ente. sy pribadi tdk suka jarah ke maqom orang yg sufi tp saya sangat menghargai dan mencintai beliaw yg telah wapat orang,orang sufi,ulama dan para kekasih allah jasa mereka tdk bisa di hitung dgn apapun kami orang indonesia pada wassyillah nya mendapat ni,mat iman wal islam oleh jasa mereka alangkah GOGLOK NYA SODARA KITA INI Mr chaled. hati,hati ente klo ngomong led ente ke indonesia tamu dari timur tengah. jd wajar klo ente di lihat dari pernyataan pendapat dan paham ente kurang ada rasa patriot dari mulai para sultan ente leceh kan seandainya tdk ada hukum nasional di negara tercinta ini Mr chaled baawad musti DI GANTUNG DI TUGU MONAS BIAR SEMUA ORANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAU DAN MATA DUNIA TAU ORANG BEGO YG SO TAU DAN KERAS KEPALA YG TDK MENGHARGAI JASA PAHLAWAN NASIONAL DAN PAHLAWAN DUNIA AHERAT SekaLI LAGI SEANDAI NYA TDK ADA HUKUM NASIONAL YG BERLAKU DI INDONESIA INI SI CHALED SEWAJAR NYA DI GANTUNG DI TUGU MONAS. Tp saya orang indonesia walau bagai mana WAJIB TAAT HUKUM DI NEGARA REPUBLIK INDONESIA INI.

  133. asep
    7 Juni, 2008 pukul 11:34 pm | #147

    selama rukun iman nya sama,rukun islam nya sama sholat wajib nya sama 5 waktu cinta dan taat pada semua aturan yg di ajarkan nabi besar muhamad s.a.w dan di contoh kan nya dan mencintai nabi besar muhamad s.a.w apapun cara nya mencintai beliau muhamad s.a.w selama tdk keluar jalur mau dgn maulidan.rojab ban dll nya saya kira syah,syah saja dan itu keluarga besar kita sodara ISLAM. walau pribadi sy scr pribadi sy tdk maulidan tp tdk anti pada orang yg suka dan senang maulid dan dll seperti nya saya sangat cinta nabi besar muhamad s.a.w dgn cara saya peribadi dgn berusaha maksimal apa yg beliau ajarkan saya laksanakan walaupun scr pribadi sy kurang tau dan krang dekat dgn yg di sebut habib tp saya menghargai nya. sebab mereka datang ke indonesia jauh,jauh dari yaman selatan leluhur nya dulu ke sini meneruskan perjuangan islam. dari manapun trah mereka itu sy kurang memperhatikan Yg penting islam

  134. sanggardewa
    8 Juni, 2008 pukul 7:07 pm | #148

    hidup ahmadiyah, hidup kebebasan beragama, hidup demokrasi, hidup gus dur, hidup cinta kasih dan perdamaian.
    matilah kekerasan, matilah anarkisme, matilah radikalisme, matilah para ulama dan pengikut anti cinta kasih dan perdamaian.

    • 11 November, 2012 pukul 5:47 pm | #149

      Islam sangat menghormati agama lain (toleran), tapi kalau Ahmadiyah yang mengaku ada Nabi lagi setelah Nabi Muhammad saw. itu bukan agama Islam. Kenapa Ahmadiyah mengaku Islam. Kalau seumpamanya Ahmadiyah punya agama sendiri selain Islam, pasti orang Islam akan toleransi. Terima kasih.

  135. adhimukti
    8 Juni, 2008 pukul 9:25 pm | #150

    buat acep…eh lo ngebacot kyk seorang yg amat patriot..ngaca lo siapa sih kakek2 lo yg mungkin hanya kacung2 belanda yg menjual negeri ini!,gak usah berlagak karena lo masi bego..belajar lagi sono sebelum lo kejebak jd anjing2 zionis yg akan meluluh lantak kan islam di indonesia ini..!! buat mr.Khalid Baawad yg selalu menyatakan kebenaran ana salut ama ente..tetaplah berjuang sahabat!

  136. panji
    8 Juni, 2008 pukul 11:16 pm | #151

    sy sepaham dgn asep karena walau sy orang yg tdk berguna sekalipun merasa anak bangsa indonesia bukan SO pariot Tp bagaimanapun WAJIB MENBELA AGAMA,KEYAKINAN,FAHAM DAN TANAH AIR TERCINTA.INDONESIA. WALAU SY SEORANG BRENGSEK Sy MENGAHRDAI HUKUM Yg BERLAKU DI NEGARA INI APA LAGI KEPADA PARA PAHLAWAN DAN ULAMA. SUDARA ACEP SY SETUJU SEKALI DGN PEMIKIRAN DAN RASA TRORANSI ANDA kalo semua orang Yg beda fahan tapi troransi seperti JIWA ANDA Sy rasa DAMAI NAN INDAH. TRIMAKASIH SUDARAKU andai kata dalan islam tdk di haramkan memangil sapaan seseorang dgn pangilan hewan yg najis Sy akan pangil si chaled baawad ANJING.dan si adhimukti BABI Sy yakin manusia Yg 2 ini WAHABI Yg menbantai keturunan nabi BESAR MUHAMAD SAW sekali lagi Jng biarkan berada di negara tercinta ini ada orang semacam mereka Sebab Sy yaqin mereka bukan asli orang INDONESIA DENGAR KAN LO BABI

  137. firman
    8 Juni, 2008 pukul 11:37 pm | #152

    dari nama dan pendapat nya udeh dapat gua terka si khaled ni krturunan arab badui jd Ya pantas aje baru kemarin sore die ke indonesia pasti die ke sini nye palin dari mulai kong nya aje. jd ya wajar aje klo die ngeledek para sultan dan ulama penyebar agama tercinta YA BENER APE DI KATE ASEP PANTAS NYA DI GANTUNG DI TUGU MONAS BIAR PUTRA BANGSA TAU DAN ATU NYE LAGI SI IBLIS SApe tu si ADHI BABI KEMPESIN AJE BOLA MATE NYE. PADE PERGI LO SANE KE GUNUNG ES HIMALAYA LO SEBARIN FAHAM LO SENDIRI KE BATU ES BALOK Jagan ADE SINI DI NEGARA GUE LO BELAGU PADE ANJING LOH BEDUE LO HINA HABAIB LO HINA ULAMA SUFI LO HINA SULTAN. LO MEMANG BABI BUSUK ARAB BADUI LO ANJING

  138. firman
    8 Juni, 2008 pukul 11:48 pm | #153

    tau ape lo tentang indonesia…dan sejare nye lo arab BADUI Si. ke indonesia kemri sore lo belagu amat lo. DASAR WAHABI LO BABI LO BE DUE SETAN LO ANDAI AJA NGA MENGHARGAI HUKUM NASIONAL DI NAGARE NI GUA POTONG KUPING LO BEDUE AMA GOLOK CI BATU GUE JADIIN KALUNG KUPING LO BUAT CINDRA MATE DASAR BABI LO BEDUE BABI BABI BABI

  139. basuki
    9 Juni, 2008 pukul 12:07 am | #154

    aku muketawa HA HA HA HA HA…… Kebenaran kebenaran apa??????? lo dhi ahdimukti Ya kabenaran mata lu KALE apaan tuh…..kebenaran menurut kamu berdua aja ya. melihat tulisan si chaled kaya ahli sejarah dan pembela kebenaran dan HAK islam Ya bener sdr pirman Tau apa dia di nusantara padahal dia orang sebrang dari arab. yn baru kemarin kesini. ngaku nya si dia islam sejati Tp islam tdk mengajarkan Yg sempit begitu hati,hati nya klo ngomong lo ingat ni negara REPUBLIK INDONESIA TERCINTA dgn beragam agama suku dan bangsa jd kalian berdua musti pake tatakrama klo berpendapat dan tdk lupa musti saling menhargai ini bukan negara asal habitat lo ni negara bermartabat perhatikan nya

  140. MORGAN
    9 Juni, 2008 pukul 12:30 am | #155

    tuan chaled yg budiman. kita semua mengaku umat habibuna muhammad SAW tpi apakah besok di akhirat dia mau mengakui kita sbge umatnya. trus buat sangar dewa apa mdhab ente dan siapa nabi ente apakah nabi ente ABURAHMAN BIN WAKID AL CARI MUKAI DAN MADHAB ENTE NASIONAL yg slalu berkata bela indonesia bela pancasila tpi kenyata’anya malah sbaliknya menghancurkan dngan cara ber sodara dngan madhab zionisme dan memake cara berfikir orang yg tk beragama yg memusuhi islam dari dalam secara halus dan lembut membuat orang yg membela islam tanpa pamprih menjadi terpojok dan ter fitnah didalam islam sendiri dan di tuduh tk menghargai pancasila padahal orang yg membela islam juga myelamatkan dan membela pancasila dngan cara menghapus kemafia’an dan kemaksiatan yg menimbulkan kehancuran negara kita ini sedikit demi sedikit. INGAT! negara2 selain indonesia dulu menghrgai indonesia krna keislamanya kuat dan bersatu satu akidah tapi kalo sekarang dia menghargai indonesia krna hasil bumi yg menguntungkan dindonesia yg dijual kepadanya! sekarang kita tinggal pilih bela indonesia krna akidah islam ato bela indonesia krna nasionalisme yg membinasahkan agama kita yaitu islam.MOHON MAAF BILA ANE SALAH MENGUTARAKAN DAN MEMBUAT ANTUM TERJINGGUNG….!!!!!!1

  141. AL ATTAS
    9 Juni, 2008 pukul 12:46 am | #156

    LED..LED..ENTE SABAR YE..BNER NYE SE..ANE PNGEN JUGA GODAIN ENTE TAPI GIMANE YE..ENTE KELIATANE DAH BANYAK YG GODA? JADI ANE SERAIN AJA DECH AME MANUSI2 TU” TPI BIAR BAGEMANAPUN JID ENTE JUGA QHADAM DARI JID ANE JADI YA..CUKUP ANE DOAIN MOGA2 UWENTE CABAR YACH…..?? HEHEHE CABAR LED YA….?

  142. chaled baawad
    9 Juni, 2008 pukul 6:46 pm | #157

    AL ATTAS! JID ENTE YG QHADAM JID ANE.. PALING2 JID ENTE CUMAN BURUH HARIAN DI KEBON KORMA JID ANE..HEHE..UDAH NUMPANG DI HADRAMAUT SOK ANGKUH LAGI..BALIK KE MAKKAH SONO KETEMPAT LELUHUR ENTE BANGSA QURAISY!!!,BIAR UWENTE DISEMBELIH MUTAWWA2 WAHABBI..

  143. adhimukti
    9 Juni, 2008 pukul 7:41 pm | #158

    HAHAHA…firman, panji dan basuki bego bgt sih lo pade! tau ape si lo pade ttg sejarah pancasila dan UUD’45? lo tau gak bahwa yg nulis naskah pancasila itu bernama DR.ahmad baswedan!!,gua rasa dari cara pikir lo pade, mustahil lo pade tu komunis.. paling2 lo pade cuman org2 tulul bin bahlul yg membabi-buta percaya kepada walinya(gus dur)..padahal walinye itu anjing peliharaan YAHUDI!!!, KEMBALIKAN 2 SILA DI PANCASILA…KEMBALIKAN PIAGAM JAKARTA..HIDUP ICMI,HIDUP BURHANUDDIN YUSUF HABIBIE!,HIDUP AHMAD SUMARGONO!,HIDUP AMIEN RAIS!,HIDUP HABIB RIZIQ SHIHAB!!,GO TO HELL HABAIB2 YG MENJILAT GUS DUR!!, BERSIHKAN INDONESIA DARI AGENT2 YAHUDI!!!,BANGKITLAH INDONESIAKU…

  144. panji
    10 Juni, 2008 pukul 8:03 pm | #159

    adhi BABI itu binatang yg jasad nye najih Tp Bisa juga mangpaat. Sunguh mulya di banding LHO adhi babi. lho hina para kekasih ALLAH penyebar agama ISLAM di NEGARA KU. HALAL DARAH LHO. ANJING. ini MAQOM Yg MEMBAHAS, MENGUPAS SEJARAH ORANG,ORANG KEKASIH ALLAH DI NEGARA INI LHO KALO TDK SENANG JANGAN GANGU KAMI. ANJING. SILAKAN LHO MASUK DI RUBLIK HOMO ATAW BANCI SETAN.

  145. adhimukti
    10 Juni, 2008 pukul 10:35 pm | #160

    haiwan sejenis Panji ini perlu dilestarikan..byk kegunaannya bisa jaga rumah plus sinagog cuman perlu diupanin nasi basi ato sampah..pantes hAiwan2 sejenis ini byk di pelihara antek2 YAHUDI!!

  146. haron
    11 Juni, 2008 pukul 3:44 am | #161

    sebaik nya klo bisa anda memakai bahasa yg lebih santun sbb mohon maaf dgn segala rasa hormat trutama kepada yg sy hormati sdr adhimukti. anda jangan memancin dan salam hormat untuk semua terhusus untuk sdr asep ok’sy pribadi salut untuk anda

  147. dani
    11 Juni, 2008 pukul 4:04 am | #162

    Tp walau di rasa kasar menurut saya sdr panji,sdr basuki,firman Sy setuju sekali dgn anda semua dan Jujur aja saya juga senang dgn pemikiran dan rasa troransi sdr ASEP. kalo di lihat dari nama anda Jelas bukan orang Jerman. pasti anda dari daerah Jawa barat. maaf becanda kawan.. dan Sayah tanbahkan pembendaharaan kata untuk sdr kita yg terhormat Saya hanya pangil si adhamukti dgn MONYET PENGECUT AJA. dan rasa salut untuk chalad bawaad insyaallah anda seorang yg bersipat satria. anda seolah di caci maki Tp anda seakan diam..insyaallah satria. sbb klo di layani Nga ada habis nya. Klo sdr adhimukti sdm nya mungkin di bawah lutut. Tp pemikiran dan pendapat juga pemahaman anda sdr chaled sy dapat pahami dan sy mengerti Walau tidak satu arah dgn sy tp salut untuk anda.dan syalam untuk sdu ku moslem semua

  148. haron
    11 Juni, 2008 pukul 4:20 am | #163

    sdr,sdr ku yg budiman Ingat kita sdr MOSLEM. adalah haq dari sdr semua untuk berpemdapat,menyalurkan pemikiran,pemahaman..Tp marilah dgn penuh rasa persahabatan betapa indah nya..walau pun tdk sdr,sdr.ku minta dgn ini saya mohon maaf untuk semua wassyallam dan marilah kita saling membebaskan

  149. sanggardewa
    11 Juni, 2008 pukul 4:08 pm | #164

    @adimukti
    hehehe….

  150. adhimukti
    11 Juni, 2008 pukul 7:37 pm | #165

    SKB BANCI..!,keluarkan KEPRES yg TEGAS!!! HIDUP HABIB RIZIQ SHIHAB! ..HIDUP GUA juga!, TURUNKAN BBM ,SBY, JK, minyak goreng,cabe kriting,mie pangsit dll !!

  151. djadja
    11 Juni, 2008 pukul 7:53 pm | #166

    lho ko bang adhi jd blok ke arah sana. Tp nga apa sy setuju ko memang segala harga MOAHAAL Ya. sdr,sdr ku semua saya dari awal hanya menjadi penonton yg setia aja. ya cocok sekali sdr yg saya hormati sdr haron sekedar syaran dari saya untuk sdr,sdr ku yg terhormat mohon kiranya untuk mengemukakan pendapat,pemahamahaman,pemikiran.dgn penuh rasa hormat dan santun jangan saling hina apa lagi mohon dgn segala kerendahan hati trutama mohon maaf sekali lg untuk sdr ku adhimukti dan yg lain nya wasalam

  152. panji
    11 Juni, 2008 pukul 9:16 pm | #167

    trimakasih sdr djadja dan sdr Haron. pertama dgn segala hormat untuk sdr ku semua dgn ini sy mohon maaf yg tiada terkira untuk semua nya dan khusus untuk sdr adhimukti.dan sdr chaled baawad. scr syadar atau tdk sadar sy terpancing emosi sy rasa sy tlah mengotori di sini dgn kata,kata yg tdk pantas untuk di tuliskan dan walaupun se Hebat nya amarah Tp tdk di pwrbolehkan menyapa seseorang dgn pangilan hewan yg najis hukum nya.dan menyapa seseorang dgn menyapa yahudi kepada seorang moslem selama masi satu aqidah. nyontek dri sdr asep yg sy hormati selama rukun iman dan rukun islam nya sama,sholat wajib nya sama 5 waktu meyaqini nabi dan rashul terahir nabi besar muhamad saw dan mencintai beliau. itu adalah sdr kita se aqidah dan tdk boleh di pangil dgn sapaan yahudi sebagai manapun orang itu brengsek nya. sdr chled baawad dan sdr adhimukti khusus nya sy dgn ini dgn penuh rasa persudaraan mohon maaf yg tiada terhinga dan jangan anda bawa ke aherat trimakasih dan dalam idiologi saya tetap akan saya pegang sampai hembusan napas yg trahir.saya yaqin seyakin,yakin nya bahwa Nabi besar muhamad saw nabi dan rashulterahir dan saya mencintai nya.saya berpegang erat pada madhab iman syafei dan dgn tdk mengurangi rasa cinta dan hormat saya pada yg 3 saya cinta ke 4 nya.dan menghargai faham semua nya sbb mereka ulama. dan saya menghargai dan mencintai akhlul baeti rashul saw /syarif.dan se andai nya di antara assyarif itu ada akhlac yg tdk pada tempat nya kepada akhlac yg salah nya saya tdk sependapat dan adalah kewajiban kita semua selaku umat moslem untuk meluruskan nya.Tp tetap saya akan cinta kepada semua assyarif itu apa lagi yg sholeh dan istikomah. sekali lagi saya mohon maaf khusus untuk sdr ku chaled bawaad dan sdr ku adhimukti saya dgn ini mohon maaf yg sebesar,besar nya. dan saya menghargai pendapat,pemikiran,idiologi anda trimakasih yg tiada terhinga untuk sdr djadja dan sdr haron dan sdr asep syallam untuk sdr ku moslem semua panji ahmad widal wassyallam

  153. al attas
    21 Juni, 2008 pukul 7:25 pm | #168

    hati2 chalid adalah mutawa saudi kalo ente semua macem2 bisa dipenggal lho..!

    LED2 ANA PESEN SAMA ENTE KALO JIDJID ENTE TAK DIMUSLIMKAN AMA JIDJID ANE MESTI SUDAH NYEMBAH BERHALA INGAT ITU LED! DAN ANDEKATA ENTE MENGHORMATI DAN MENYAYANGI KAMI KAUM HABAIB ITU ADALAH RASA SUKUR ENTE DAN RASA TRIMAKASIH KEPADA JIDJID ANE DAN PASTI ENTE BERSUKUR KEPADA ALLAH SWT JUGA..! KRNA ORANG BISA BERSUKUR KEPADA ALLAH KALO ORANG ITU JUGA BISA BERTERIMAKASIH KEPADA MANUSIA! INGAT ITU!

  154. chaled baawad
    22 Juni, 2008 pukul 9:48 pm | #169

    AL Attas jelebaU ANA JG PESEN AMA ENTE JGN SEMBARANGAN KALO OTAK ENTE MASIH DANGKAL SOAL SEJARAH, KALAU ENTE MAU TAHU QURAISY ITU TERMASUK ITU ORG2 ARAB UTARA(NOMAD/BADUI/BAR-BAR).. BUKAN ARAB SELATAN SEPERTI YAMAN,MADINAH,KINDAH YG JAUH LEBIH MAJU PERADABANNYA DIBANDING KALIAN ORG2 ARAB UTARA(BADUI)..,BILA TDK KARENA MUHAMMAD SAW PASTINYA KALIAN TETAP JAHILLIAH DAN TERBELAKANG..ANA MAU KOREKSI TANGAPAN ENTE SOAL BERHALA..JID2 KAMI SEBELUM DI ANUGRAHKAN ISLAM KEPADA MEREKA ADALAH PENGANUT NASRANI TIMUR YG TERMASUK DIDALAMNYA ADALAH JENDRAL PASUKAN ABBISISINA(YAMAN) ABRRAHAH YG BERSAMA PASUKAN HAMPIR BERHASIL MELULUH LANTAKAN MAKKAH..,NAMUN KARENA ALLAH MENCINTAI KEKASIHNYA YG AKAN MENJADI UTUSANNYA DIMUKA BUMI MUHAMMAD SAW MAKA ALLAH MELINDUNGI MAKKAH SEKALIGUS MENHANCURKAN PASUKAN ABRRAHAH.., JADI BRO ENTE BELAJAR LAGI DEH..TDK ADA JAMINAN KALO JID2 KITA ADALAH ORG2 BIJAK MAKA SECARA OTOMATIS KITA AKAN JD ORG2 BIJAK PULA..SEMUA ADA PROSESNYA..BELAJAR LAGI OK!!,malu dong ada habib minus soal sejarah..

  155. AL ATTAS
    23 Juni, 2008 pukul 11:44 pm | #170

    @chaled baawad

    AL Attas jelebaU ANA JG PESEN AMA ENTE JGN SEMBARANGAN KALO OTAK ENTE MASIH DANGKAL SOAL SEJARAH, KALAU ENTE MAU TAHU QURAISY ITU TERMASUK ITU ORG2 ARAB UTARA(NOMAD/BADUI/BAR-BAR).. BUKAN ARAB SELATAN SEPERTI YAMAN,MADINAH,KINDAH YG JAUH LEBIH MAJU PERADABANNYA DIBANDING KALIAN ORG2 ARAB UTARA(BADUI)..,BILA TDK KARENA MUHAMMAD SAW PASTINYA KALIAN TETAP JAHILLIAH DAN TERBELAKANG..ANA MAU KOREKSI TANGAPAN ENTE SOAL BERHALA..JID2 KAMI SEBELUM DI ANUGRAHKAN ISLAM KEPADA MEREKA ADALAH PENGANUT NASRANI TIMUR YG TERMASUK DIDALAMNYA ADALAH JENDRAL PASUKAN ABBISISINA(YAMAN) ABRRAHAH YG BERSAMA PASUKAN HAMPIR BERHASIL MELULUH LANTAKAN MAKKAH..,NAMUN KARENA ALLAH MENCINTAI KEKASIHNYA YG AKAN MENJADI UTUSANNYA DIMUKA BUMI MUHAMMAD SAW MAKA ALLAH MELINDUNGI MAKKAH SEKALIGUS MENHANCURKAN PASUKAN ABRRAHAH..

    ANE GK TANYA SEJARAH SAMA ENTE LED CHALED ANA CUMAN TANYA DIMANA TRIMAKASIH ENTE AMA JIDJID ANA..? GUOBLOK LOE!

    JADI BRO ENTE BELAJAR LAGI DEH..TDK ADA JAMINAN KALO JID2 KITA ADALAH ORG2 BIJAK MAKA SECARA OTOMATIS KITA AKAN JD ORG2 BIJAK PULA..SEMUA ADA PROSESNYA..BELAJAR LAGI OK!!,malu dong ada habib minus soal sejarah..

    YG HARUS BELAJAR TU ENTE BLOK GOBLOK! DASAR LOE WAHABI BUANGSAT TAUNYA HANYA MENGKRITIK ORANG MAULUD DAN MENCARI KESALAHANNYA HABAIB! BLAJAR NO..KITAB INJIL PA TURAT BRU ENTE BLAJAR ISLAM DAN SEJARAH DAN BRU NGOMONG!

  156. 24 Juni, 2008 pukul 8:51 pm | #171

    @Chaled

    Ass, yaa Chaled..

    Ana cm mo nanya, apa aja yg ente tau ttg fam Hamadah/Hamedeh ato Hamde..??

    Syukron Katsir, yaa Chaled..

  157. Kamso
    24 Juni, 2008 pukul 11:43 pm | #172

    saya menirukan Amin Rais, benar itu ada 3 :
    1. Benar menurut diri sendiri atau kelompoknya sendiri
    2. Benar menurut orang banyak ( suara terbanyak / Demokrasi )
    3. Benar yang sebenarnya ( sesuai ISLAM )

    Kalau saya perhatikan semuanya baru benar pada kategori 1,
    Kurang menarik ( bahkan Tidak Menarik )untuk dikuti, mengaku ISLAM tapi segala ucapannya sangat jauh mencerminkan ISLAM,
    Saya punya kesimpulan GOLKAR ( Golongan Keturnan Arab ) ternyata mutunya hanya seperti ini
    Mohon beribu-ribu maaf jika ada yang kurang berkenan . ..
    …………………………..

  158. 27 Juni, 2008 pukul 10:56 pm | #173

    @kamso

    saya menirukan Amin Rais, benar itu ada 3 :
    1. Benar menurut diri sendiri atau kelompoknya sendiri
    2. Benar menurut orang banyak ( suara terbanyak / Demokrasi )
    3. Benar yang sebenarnya ( sesuai ISLAM )

    Kalau saya perhatikan semuanya baru benar pada kategori 1,
    Kurang menarik ( bahkan Tidak Menarik )untuk dikuti, mengaku ISLAM tapi segala ucapannya sangat jauh mencerminkan ISLAM,….
    ———————————————————–
    setuju… setuju… setuju….

    @Kamso

    Saya punya kesimpulan GOLKAR ( Golongan Keturnan Arab ) ternyata mutunya hanya seperti ini…….
    ———————————————————-
    tidak setuju… tidak setuju… tidak setuju…
    Awas SARA…! Awas SARA…! Awas SARA…!

  159. ujang hanyek
    28 Juni, 2008 pukul 10:48 am | #174

    tuh jadi panas lagi..udah aga tenang’yaman jadi goncang lagi Gimana ni ???..sdr;sdr jangan begitu ah’. itu sdr kita panji udah syadar coba sdr chaled dan adhimukti trima dulu niat baik sdr panji Bukan Begitu jika kemulyaan musti di balas dgn kemulyaan jd indah..dan sy atas nama yg hadir disini scr pribadi salut dan trimakasih atas segala penyesalan dan kesadaran anda sdr panji.MEmang BENAR di sini kolom yg indah kita berusaha menghiasi nya dgn KE INDAHAN kata budi pekerti yg santun walau pun pasti pendapat,fahan kita tdk sama Tp persodaraan yg harmonis musti kita jalankan ingat sdr Kita urang beradab ok’trimakasih dan syalam untuk Semua wassyallam ujang hanyek Kacep tea

  160. ujang hanyek
    28 Juni, 2008 pukul 10:58 am | #175

    Wadoh’Jd Salah ngetik mohon maaf Maksud Ujang teh Begini…tuh Jd Panas Lagi..Udah aga Tenag DAn Nyaman Jadi Goncang (bukan Yaman Tp yg Di Maksud NYAMAN) hatur nuhun Bin trimakasih

  161. Hamid Assegaf
    29 Juni, 2008 pukul 12:39 am | #176

    Hati2 kalo bkn sttmen,nabi juga golkar loh,Mangkanya kalo ngmng jgn asal ngjplak,pake otak,pake nalar,pake hati,itu kalo pndapat nt mau ditrima,ana curiga chalid ini kayaknya cuma pura2 wahabi,benci habaib,buat ngrame2in aja,betul lid?

  162. AL ATTAS
    29 Juni, 2008 pukul 11:17 pm | #177

    chaled bru cari bahan untuk ber argumentasi jdi dia gk sempat ngasih comen disini lgi belajar dulu! dasar…1 lo led wahabi kagak laku disini,,ngungsi aja loe sono di najad 2tanduk setan! HEHEHEHEHE,,//!!!

  163. AL ATTAS
    29 Juni, 2008 pukul 11:26 pm | #178

    he..led loe dulu mau nyerang ka’bah ya? soalnya jid ente kn keturunan ABRAHAH! apa ente sekarang mau nyerang ka’bah tapi tidak bisa dan ente dengan cara menyusup masuk WAHABI dulu baru ente hancurkan ! gitu..?

  164. ojack widal
    1 Juli, 2008 pukul 8:10 pm | #179

    Sy setuju sdr hamid assegaf’. dgn komentar nya betul bib’ jd mungkin pendapat nya sdr Yg Sy hormati sdr kamso itu ada benar nya Jg Tp mohon maaf Sy koreksi Tolong Jangan Semua di samakan sebaik nya anda pake bahasa OKNUM Jd banyak Jg dan tdk Sedikit keturunan timur tengah di indonesia yg sekarang telah lahir dan wafat di sini.di negara indonesia menjadi warga negara indonesia JASA NYA TDK TERHIYUNG termasuk kita semua dan Juga anda sdr KAMSO kita dapat menjadi muslim dan Mungkin Juga pak amin rais itu’ pada syareat nya MUSLIM Beliau orang timur tengah Yg Membawa dan menyebarkan ISLAM DI SINI DI NEGARA INI INDONESIA Jd mohon dgn segala rasa hormat untuk sdr yg terhormat sdr kamso sekali Lg untuk tdk menyama ratakan’ terimakasih atas pendapat nya dan mohon maaf dan tdk Lupa Yg saya hormati sayyidmid Bib syuqron khasyir/trimakasih banyak syallam hormat dari Sy Jg habib al-atas Tenang bib Jangan marah Tp Jangan takut!.hadapi dgn Jiwa Yg Besar’ untuk sdr ujang hanyek Sy salut wassyallam

  165. ojack widal
    1 Juli, 2008 pukul 8:15 pm | #180

    maaf yg Saya maksud (Yg SAya Hormati dan Saya Cintai sayyaid hamid assegaf)trimakasih tdk Lupa Salam untuk Semua wassyallam

  166. ojack widal
    1 Juli, 2008 pukul 8:19 pm | #181

    TERHIYUNG YG SAYA MAKSUD TIDAK TERHITUNG JASA NYA

  167. chaled baawad
    1 Juli, 2008 pukul 9:48 pm | #182

    Al atas jelebaU!! asal aja lo, sapa yg anti Maulid??, macamnya yg ada di pikiran KEPALA HOTAK nt tu kalo ada org mengeritik pastinya dia oknum wahabi..dangkal kali HOTAK di KEPALA kau tu!!!..dah lah si kamso tu biar lah ia dengan anggapannya sendiri..,gini bib ana baru balik dr siak indrapura riau, sultan disana berasal dr fam shihabuddin(shihab) memang penerus kesultanan sudah tak ada lagi dan penduduk umumnya pendatang(sedikit sekali kaum allawiyin nya).. ana prihatin dgn kondisi kota tsb sebab mereka seperti telah kehilangan indetitasnya sbg org2 yg leluhurnya berasal dr hadramaut baik di bid.keagamaan,sejarah,bahkan budaya..ana hanya bertanya tdk adakah sdr/sdri ku dr kaum allawiyin yg berniat berdaqwah ke siak riau ke negeri yg dahulu semarak akan kehebatannya di segala bid. keaagaman, namun kini tampak seperti rumah yg ditinggal pemiliknya..ini hanya saran kpd kalian sdr2ku para habaib yg berniat berdaqwah ke daerah2 terpencil layaknya jid2 kalian dulu yg menjalankan tugas suci seperti ini…ana rasa kalian pastinya akan lebih mudah ber asimilasi dgn mereka karena latar belakang yg sama dgn sultannya (kaum allawiyin).

  168. AL ATTAS
    1 Juli, 2008 pukul 11:11 pm | #183

    APAPUN ALASANYA CHALID TETAP SODARA JADI KITA SAMA2 BELA FPI DAN BANTE GUSDUR YA LED YA..? OKE LED..!
    TAPI TOLONG LED JANGAN KAU SETAN2KN HABAIB YG BELA GUSDUR,MUNGKIN BISA JADI DIA KHILAF ATO DIA LUPA! JADI TOLONG JANGAN IKUT DIBENCI LED YA..DIDOAKAN AJA! BIAR SEMBUH DAN INGAT SOALNYA SEJELEK JELEKNYA DIA MASIH ADA DARAHNYA MUHAMMAD! TOLONG KITA SELAMATKAN DARAH YG SUCI ITU DNGAN CARA MENDOAKAN SADAR DAN TERJAGA OLEH MAKSIAT YG MERAJALELA OKE LED!!!!!

  169. AL ATTAS
    1 Juli, 2008 pukul 11:18 pm | #184

    HAI..OJAK BRANDAL EH! SALAH OJAK WIDAL NAMPKNYA ENTE MUHIBIN YA..? MUDAH2HAN ALLAH SELAMATKAN ENTE DARI API NERAKA DAN MENDAPAT SYAFA’AT JUNJUNGAN KITA SAYIDINA MUHAMMAD SAW. AMIN..!

  170. ojack widal
    2 Juli, 2008 pukul 12:29 am | #185

    syukron khasyir..yaa habib al-atas suqron khasyir amin..amin..merupakan kewajiban musliman wal maslimat muminin wal muminat memulyakan keluarga Baginda Junjunan rashul MUHAMAD SAW KENAPA TIDAK ITU MUSTI!. klo Cinta rashul kita Juga Musti Cinta KLUARGA NYA/DHURIYYAH NYA/ Cucu dari Beliau dari Yg mulya mutiara hati Baginda rashul HASAN HUSEN. andai kata ada habaib yg belum istiqomah atau ada dari perbuatan habaib itu Kurang Berkenan apalagi salah Tolong di luruskan dgn cara Yg ramah dan beradab sbb klo salah itu pada dasar nya manusia dan coba di luruskan dan seandai nya oknum habaib itu masih tetap belum berubah sikaf nya baik nya Coba minta Tolong habaib yg istiqomah Biar sdr nassyab nya yg menasehati Bukan begitu ? Nah’ indah lah sudah.. dan Jika ada oknum habaib yg ahlak nya Jauh dari pada ajaran ulama JANGAN KITA IKUTI dari pada ahlak yg salah nya itu’ Tp…Kita musti doakan agar kembali Kpd ajaran ULAMA’ amin..amin..yaa habib aL-atas dari mulai buyut moyang ku TELAH CINTA HABAIB SEKALI LAGI DOA NYA AMIN..AMIN..AMIN..Sy ingin dekat dgn habaib dan orang’orang sholeh bukan hanya di dunia Tp Sampai di aherat DOAIN BIB YA’ wassyallam

  171. jeck widal
    2 Juli, 2008 pukul 2:44 pm | #186

    Listas fakta sejarah perjalanan islam menbuktikan dgn nyata. dan di catat di musium sejarah’nasional bahkan internasional yg ada kaitan nya dgn perjalanan penyebaran islam nusantara dari tanah timur tengah sampai nusantara dulu indonesia masa kini. dan Yg paling utama di catat dalam hati betapa tiada batas mulia Jasa beliau ulama trutama yg di beri Gelar wali Sanga’ Yg telah menbuka pintu IMAM ISLAM.di nusantara tercinta. pada saat jahiliah nusntara datang lah mutiara dari timur tengah dan TOLONG GARIS BAWAHI bahwa sebagian besar wali sanga Ber nassyab ALLAWY/SAYYID/HABAIB. yg di balut dgn budaya setempat/nusantara. 6 dari rumpun keluarga besar aL-husain 1 dari aL-hasani ; maulana malik ibrahim 2 dari pribumi darah biru dan TOLONG GARIS BAWAHI PULA walau yg 2 tdk ada kaitan nassyab dgn nassyab allawy Tp MAHA SUCI ALLAH’ betapa mulia sbb Kekasih allah’kekasih rashul’ dan tdk mengurangi rasa ke Cintaan untuk beliau wali sanga yg 2 itu. dan trutama untuk allawy mohon maaf sebelun nya dan tdk bermaksud Sy so tau Tp sebalik nya dgn penuh rasa ke Cintaan Sy terhadap dhuriyyah rasahul tolong GARIS BAWAHI bahwa wali sanga yg bernassyab allawy itu Sudah jelas meningal kan nassyab allawy Naamun di balut dgn budaya setempat selewat darah biru yg kelihatan menonjol saya ambil dari kraton kesultanan banten Tb/Tubagus Elang ci rebon Tb pulan bin Tb pulan -..tdk putus bin nya sampai maulana hasanudin sultan banten bin sunan gunung Jati dapat di pastikan bahwa itu allawy Yg bergelar budaya kraton ke sutonan banten bgt pula Elang/pangeran ci rebon. Namun oleh karena tlah lama bahkan ratus tahun Tb dan Elang jarang masarakat bahkan Santri’kiyai tau sbb silintas asunsi masarakat elang dan Tb identik dgn darah kraton nya’ allawy Bahkan munkin termasuk tua di indonesia sbb sebelum datang allawy yg bergelar Laqob aL’ Jauh’Jauh sebelum nya dari yg ber Laqob awal aL’ dan mohon beribu maaf untuk sdr yg kurang faham dgn allawy Sy menghargai pendapat dan pemahaman anda Tp mohon dgn hormat dan tdk mengurangi rasa hormat saya agar tdk mengores perasaan assyayid dan muhibin nya’ jg keturunan timur tengah non allawy Jg saya senang dan tdk kurang kecintaan Saya terhadap keturunan timur tengah non allawy di indonesia dan tdk kurang andil mereka itu bahkan satu perjuangan dgn allawy’meyebrang dari timur tengah ke indonesia setelah wali sanga’ mereka juga tdk sedikit Jasa nya bahu menbahu dgn allawy. sehinga masarakat indonesia menimati IMAN ISLAM’ dan klo ada keturunan timur tengah baik dari rumpun / nassyab allawy atau non allawy ya ahlak budi pekerti nya kurang indah itu OKNUM nya begitu sdr yg saya hormati dan saya hargai sdr yg belum mengerti atau kurang Faham dgn allawy mohon beribu maaf yg tiada terhinga dan jangan kebawa sampai ahirat bila mana tulisan saya ada yg menbuat hati anda luka dan salam hormat untuk semua trutama di maqom ini dan spicial yg saya Cintai dan saya mulyakan allawy GUM dari semua Laqob dan untuk para kiyai penerus ilmu para ulama Saya Cintai para ustadz’kiyai’Semuaya trutama assyafei/akhlusshunah wal jamaah untuk nom akhlusshunah jg tdk lupa sallam dari saya poko nya sodara se aqidah ISLAM untuk luar islam jg saya hargai kekerabatan dan persodaraan nya selama tdk mengangu itu adalah tetanga terbaik kita

  172. jeck widal
    2 Juli, 2008 pukul 2:53 pm | #187

    silakan sodaraku saya tungu komentar anda semua dgn jiwa yg besar dan penuh persahabatan saya terbuka untuk menerima syaran dan pendapat anda’semua dan mohon maaf bila ada yg salah apa lagi melenceng dari sejarah tolong di lurus kan saya terima dgn senang hati wassallam

  173. AL ATTAS
    2 Juli, 2008 pukul 10:37 pm | #188

    buat ojak widal ane salut sama ente yg mhibin dan tidak iri kepada kaum alawiyin..pasti ente punya guru min ahlil bait ya? eh ni ane mau nanya asal usul loe darimana jack..! sekali lagi mudah2han ALLAH slalu melindungimu jack terus muhibin ampe mati krna kematian ente insyaallah syahid! AMIN! eh iya jack! kalo ente bahas wali songo semuanya min alawiyin cuman dia ada yg diambil anak angkat ama adipati contohnya seperti sunan kalijaga dia diambil anak angkat oleh bupati tuban makanya dia identik dengan jawa! ane ingetin jack insyaallah yg jadi wali smuanya adalah min ahlil bait entah dari hasan ato husen,,WALLAHUA’LAM..!

  174. Jeck widal
    3 Juli, 2008 pukul 3:27 pm | #189

    amin semoga pujian habib menjadi Doa yg mustajab amin dan tdk mengurangi Rasa Cinta saya kepada ulama non allawy sdd ulama pewaris perjuangan rashul dan habaib darah dagin rashul BERSATULAH DALAM RIDHO ALLAH RIDHO RASHULLALLAHU dan pada umun nya saya Cinta sodara se aqidah ISLAM dan menghargai jasad tetanga kita nom moslem yg bukan HARBI/JAHAT/MERUSAK AQIDAH dan tdk mengurangi keCintaan Saya Kepada sdr keturunan timurtengah non allawy sebab jid,jid mereka tdk sedikit Jasa nya terhadap perjuangan islam trutama ke indonesia’ sbb sejarah membuktikan keberangkatan dari yaman selatan yg lebih luas nya tanah arabi mereka bersama allawy meyebrang ke indonesia tujuan hanya satu menerus kan perjuangan islam di indonesia’ jadi orang timur tengah non allawy yg ke indonesia itu kebanyakan dari pada mereka sepahan dgn allawy sbb yg wahabi ada di makah menyatu dgn raja makah baru hasil kudeta dari sultan yg allawy WALLAHU’ALAM…Bib Sy di SUKABUMI JAWABARAT sering ke empang ke anur shohibal maqbarah aL-habib abdollah bin muksin bin abdollah bin muksin aL-atos allawy aL-husaininyi dan gentur Kh aang abdullah Haq nuh ci anjur sallam hormat untuk SEmua bani hasan wal husen/habaib Dan ulama dan sodaraku se aqidah trutama yg sepaham dan mohon maaf kepada sodaraku yg tidak sepaham wassyallam abdulrajak /jeck widal

  175. Jeck widal
    3 Juli, 2008 pukul 3:47 pm | #190

    Mungkin saya rasa wajar bila saya memulyakan ahlal baeti sbb ini kolom secara khusus saya baca dan saya lihat menbahas allawy sejarah singkat kedatangan habaib/allawy ke indonesia dan sekali lagi kepada sodara ku yg terhormat dan Saya cintai yg tidak sefaham atau kurang tau dgn assyayid/habaib Tolong dgn amat sangat Saya minta dgn segala kerendahan hati Silakan berpendapat sbb itu haq anda Tp mohon Jangan menyingung kami muhibin apa lagi assyayid/habaib’ trimakasih (bila mana ada allawy keras dalam haq itu wajar sbb ada darah sayyidina ali karomallahu wajhahu sang pahlawan dan jika ada allawy khillim/lenbut itu pasti sbb ada darah nya Junjunan rashullalahu saw WALLAHU’ALAM) Tolong Luruskan bila mana Saya salah kepada sodaraku semua wassyallam Saya akan senang dan Saya trima dgn ikhlas..

  176. Jeck widal
    3 Juli, 2008 pukul 7:37 pm | #191

    yaa habib aL-atas yg Saya hormati dan Cintai Saya dari sukabumi jawa barat Saya belajar ngaji iya dari guru bangsa allawy walaupun tlah lama di nusantara jasad wal prilaku nya udah indonesia toto/banten istilah nya allawy Banten Tb/Tubagus. dari keturunan maulana hasanudin sultan banten bin sunan gunung Jati syarif hidayatullah bin syarif abdullohsulton mesir bin ali nurul allim aL-husainiyi…sampai syayidina husen tdk putus berarti yg bin nya tdk putus sampai rashullalahu itu ahlal bait walau ratusan tahun jauh dari tanah makah. selama ini ada asumsi dari para muhibin santri,kiyai bahkan mohon maaf assyayid/habaib bahwa tubagus itu aba nya ajam umi nya ifah/syarifah/habibah Jadi kata nya putra nya putus nasab di beri Laqob Tubagus Saya Coba terangkan Mohon di garis bawahi bila mana ada Tubagus asal banten yg dari Keturunan maulana hasanudin sultan banten bin nasab nya tidak putus hinga ber ahir ke syayidina husen itu adalah allawy musium kepurbakalaan banten jadi saksi abadi silakan untuk berkunjung disana terera silsilah nya dan istana ka sepuhan cirebon wal kraton kanoman cirebon semua silsilah bahkan wali songo bahkan termasuk bangsa allawy tua di nusantara trimakasih dan mohon maaf dan tolong luruskan wassyallam

  177. chaled baawad
    3 Juli, 2008 pukul 10:35 pm | #192

    Ana fikir kalian para sdr/sdri ku kaum allawiyin haruslah lebih gencar lagi berdaqwah diseluruh indonesia ini(tdk cuman numplek di p.jawa doang)..amat disayangkan bila kegemilangan jid2 kalian yg dikenal sbg Imam2 besar di negeri puak melayu(p.sumatra) ini harus hilang tampa jejak/penerus, sebab sedikitnya pendaqwah dr kaum habaib yg ada disini (soalnye pd akhir abad 19 rame2 pada eksodus ke p.jawa dr sini)..,hati2 ama org2 minang brengsek yg amat benci/iri/dengki/busuk hati kpd kita kaum jammaah…,padahal pahlawan2 besar dr minang adalah keturunan Hadramaut!!, bahkan imam besarnya MUHAMMAD SHAHAB(imam bonjol)!!…sorry rada2 nyerempet Sara dikit.

  178. AL ATTAS
    4 Juli, 2008 pukul 12:05 am | #193

    ya akhi ojack widal pengalaman antum saya akui memang banyak!
    iya betul kalo di jawa barat yg umiknya syarifah abahnya ahwal disebut LAQOB TUBAGUS tapi kalo dijawa timur yg umiknya syarifah abahnya ahwal disebut CIDE’MAS tapi kalo sebaliknya disebut MAS,,laen dngan GUS kalo GUS itu anaknya kiai/ulama!
    seperti buya dimyati banten juga jama’ah dari hasanudin terus syech tolkhah cirebon annaqsabandi juga habaib dari gunung jati,, kbanyakan ahlil bait yg dari keraton ato dari mualim yg alim dijawa tertutup oleh da’wahnya jadi gk memperdulikan nasab sebab nasab diakui ato tdk diakui dia tetap tk akan putus ampe hari kiamat jadi gk banyak di dpankan!OKE JACK

  179. pecinta rasulullah
    4 Juli, 2008 pukul 3:49 pm | #194

    saya mau tanya (tolong dijawab ya). mohon maaf jika da yg tersinggung
    1 apakah semua zuriah rasulullah dijamin masuk surga? (walaupun dia berbuat hal2 yang dilarang allah swt)

    2. lebih mulia mana di sisi allah swt zuriah rasulullah jika dalam kematiannya dia dalam keadaan bermaksiat kepada allah swt dibanding seorang yang bukan sayyid atau zuriah rasulullah tetapi
    ahli ibadah dan sangat takut kepada allah swt dan mencitai rasulnya

  180. AL ATTAS
    4 Juli, 2008 pukul 5:26 pm | #195

    @pecinta rasulullah

    saya mau tanya (tolong dijawab ya). mohon maaf jika da yg tersinggung
    1 apakah semua zuriah rasulullah dijamin masuk surga? (walaupun dia berbuat hal2 yang dilarang allah swt)

    @AL ATTAS

    tidak ada jaminan sorga untuk zuriah rosul tapi dia mendapat keringannan untuk siksa kubur/siksa neraka dan dosanya lbh cepat terampuni daripada yg lainya krna disitu ada darah rosulluloh yg mengalir! WALLOHUA’LAM

    @pecinta rasulullah

    2. lebih mulia mana di sisi allah swt zuriah rasulullah jika dalam kematiannya dia dalam keadaan bermaksiat kepada allah swt dibanding seorang yang bukan sayyid atau zuriah rasulullah tetapi
    ahli ibadah dan sangat takut kepada allah swt dan mencitai rasulnya

    @AL ATTAS

    perlu diingat bahwa zuriah rosul adalah oarang suci yg pada dirinya mengalir darah rosululloh dan tidak mungkin darah rosululloh terjilat api nraka kalo toh anda meliht ada seorang zuriah mati kafir tolong di slidiki dulu apa bnar itu zuriah ato bukan,,lha kalo ada zuriah yg melakukan maksiat melakukan hal2 yg dilarang oleh ALLAH tolong anda ingatkan tapi jangan membencinya krna insyaallah dia akan menjadi imam anda..apakah anda tidak ingat sayidina umar bin khotob dari kejam menjadi iman dan menjadi imam..? kalo memang ini zuriah yg ada darahnya rosululloh pasti dia akan kembali kejalan yg benar sangat tidak mungkin dia mati kafir! WALLAHUA’LAM

  181. AL ATTAS
    4 Juli, 2008 pukul 5:34 pm | #196

    @pecinta rasulullah

    2. lebih mulia mana di sisi allah swt zuriah rasulullah jika dalam kematiannya dia dalam keadaan bermaksiat kepada allah swt dibanding seorang yang bukan sayyid atau zuriah rasulullah tetapi
    ahli ibadah dan sangat takut kepada allah swt dan mencitai rasulnya

    @AL ATTAS

    kalo ahli ibadah dia mulia disisi allah krna ibadahnya tapi kalo zuriah mulia didpan allah krna darahnya terlebih lagi kalo dia alim dan ahli ibadah silahkan anda pikir sendiri apa tidak lbih di muliakan allah…!

  182. Jeck widal
    4 Juli, 2008 pukul 10:40 pm | #197

    untuk sdr ku pencinta rasullulloh. sebelum nya mohon maaf dan tdk ada maksud sedikitpun untuk menyentuh hati anda. Sebaik nya klo anda Cinta Junjunan Baginda rashul Kenapa tdk Cinta dan dekat dgn zuriah nya ?tdk ada salah nya bahkan baik untuk menanbah Kecintaan anda pada kakasih allah/rashul. Menurut ku akan Lebih Sempurna bila mencintai rashullallahu dan tdk mengurangi rasa Cinta dan hormat pada zuriah beliau/assyayid pada dasar nya zuriah itu sama manusia Tp yg menbedakan nya dgn yg lain di diri zuriah itu ada satu yg istimewa nasyab yg mulia nasyab nya kekasih ALLAHU ! Maka Saya berpendapat dan Saya yakin (istimewa)sebab bersumber pada nasab yg teramat istimewa kekasih allahu. dan bukti yg nyata bahwa mutiara’penyebar estapet perjuangan islam dari mulai tanah arab sampai kepelosok penjuru dunia’para ulama orang,orang sholeh klo dilihat nasab nya mayoritas (zuriah/allawy)Mohon maaf bukan berarti non allawy tdk ada maaf Banyak Sekali Namun…..Karena ini Bab nya allawy ya kita secara khusus Juga menbahas Keagungan nya Bukan begitu Yaa habib aL-atas wal Qum habaib bani hasan wal husen. wal akhun,akhunah muhibin.. jika ada oknum habaib yg ahlak nya melenceng dari aturan allahu dan rashul nya Maka kepada ahlak yg Salah nya itu Jangan diikuti! dan klo manpu kita Luruskan dgn Santun Tp klo tetap masih menbangkang kita serahkan ke zuriah lagi biar sodara allawy nya itu yg menegur! dan tetap walau bagai mana kita Musti mengargai nasab nya Zuriah itu sbb sedang hilaf itu naruri manusia nya. sodara yg tercinta pencinta rasullulloh Saya minta maaf yg sebesar,besar nya dan bila mana dalam tulisan Saya yg saya tuangkan disini ada yg salah semata,mata terlahir di kebodohan Saya dan jika benar Semoga atas pertolongan ALLAHU dan RIDHO RASHULLALAHU dan bila mana ada yg tidak terasa mengores hati anda Saya mohon dgn amat Sangat Maaf dan Jangan terbawa ke aherat dan tdk akan putus syallam untuk yg Saya Cintai Zuriah/allawy/bani hasan wal husen Juga keturunan timur tengah yg telah Jadi sodara se bangsa Bangsa indonesia yg tdk Kurang Jasa nya sbb Leluhur anda Semua Tamu istimewa di indonesia yg telah bahumenbahu dgn allawy Melanjutkan estapet perjuangan ISLAM DI INDONESIA Juga sodaraku ISLAM SEMUA trutama yg sefaham,se idiologi dan yg berbeda Faham juga Tetep anda Semua SODARA dan untuk Tetenga Saya non moslem selama tdk harbi/mengangu aqidah. Saya hargai Jasad anda anda Tetanga Kami yg baik ” Jeck widal/abdul rajak”

  183. Lutfi abuakar
    4 Juli, 2008 pukul 11:03 pm | #198

    akhsyan syoqron khsyir yaa akhun…Jeck widal’ane salut antum’ sbb iya memang betuL Tp Mohon maaf dan maaf sekali kepada allawy tdk ana bermaksud mujadallah Tidak sama sekali Betul jid,jid banbsa kami arrabi Non allawy tdk Semua wahabbiah dan iya Betul dari Sono kan jid,jid kita dulu nyebran ke indonesia barengan dgn allawy ya dgn jid nya akhun chaled jg dari aba kan klo tdk salah umik nya ami chaled ifah ya ya gitu aja sdr Jeck widal/abdul rajak Sekali Lagi syalam juga untuk anda dan sekali Lagi trimakasih dan salut untuk anda (klo bisa ana minta Email/telp) wasyallam

  184. 5 Juli, 2008 pukul 11:59 pm | #199

    Ass..

    Ada yang tau ttg fam Hamadah/Hamedeh, ga..??
    Leluhur ana dari kampung arab, di Indramayu.. Tp, smenjak kakek ana (dr fam Hamadah) wafat, kami jd putus hub’an dgn keluarga di Kp. Arab, Indramayu.. Dikarenakan jarak, dan banyak hal lainnya..

    Kiranya, dr kawan2 ada yg bisa beri penjelasan dr fam Hamadah tsb.. (asal-muasal, nasab, dll)..

    Syukron katsir..

  185. iqbal babres
    6 Juli, 2008 pukul 5:53 pm | #200

    jamiatul khoir itu ikatan kekerabatan allawy di tanah abang jakarta yang tlah lama berdiri dan bersejarah dan ada al-irsad ikatan keturunan timur tengah non allawy silakan tanyakan kesana

  186. iqbal babres
    6 Juli, 2008 pukul 5:57 pm | #201

    dan tdk lupa sallam untuk akhi Jeck widal syukron khasyir Jeck maaf jawab Ya antum keturunan timur tengah Juga Jeck’ ? ana pribadi setuju dgn pendapat antum dan syallam juga untuk aL-atas wal ami chalad Juga untuk semua wassyallam

  187. iqbal babres
    6 Juli, 2008 pukul 10:59 pm | #202

    mohon maaf ana ulangi jamiatul khoir itu salah satu di dalam nya ikatan kekerabatan allawy memelihara dan menjaga nasab dgn baik dan kuat di tanah ababng jakarta dan ada juga ikatan ketutunan timur tengah non allawy yg menamakan ikatan nya aL-irsyad pisah tempat serta bangunan gedung CobaLah anda datang Mungkin klau anda Cari silsilah anda ketemu di salah satu itu trimakasih ya akhun…osman wasyallam

  188. dany
    6 Juli, 2008 pukul 11:13 pm | #203

    yaa habib aL-atas SETUJU atas jawaban HABIB BENAR’!!! Dan Juga SDR JECK WIDAL/ABDUL RAJAK wasyallam (MUHIBIN CINTA RASULLALLAHU DAN CINTA ZURIYAH NYA)

  189. abdul rajak Jeck widal
    6 Juli, 2008 pukul 11:22 pm | #204

    sdr ku iqbal trima kasih atas pertayaan anda Saya asli pribumi suku sunda.sekarang domisili kota sukabumi jawa barat trimakasih banyak dan hatur syallam kembali untuk anda

  190. pecinta rasulullah
    11 Juli, 2008 pukul 10:17 am | #205

    saya tidak simpatik dengan kaum arab al -irsyadi (wahabi) khususnya yg ada di indonesia
    MEREKA TIDAK CINTA RASULULLAH . MEREKA ANGGAP BAGINDA RASULULLAH MANUSIA BIASA (KURANG AJAR)
    SEOLAH -OLAH ISLAM TURUN DI DUNIA TIDAK MELALUI PERANTARA RASULULLAH

    • 11 November, 2012 pukul 6:42 pm | #206

      Aswrwb. Tidak semua orang Al-irsyad tidak menghormati Rasul. Jadi kalau ada oknom yang kurang menghormati Rasul jangan dianggap semua. Terima kasih.

  191. 11 Juli, 2008 pukul 9:10 pm | #207

    @Iqbal Babres

    Syukron, yaa Iqbal..

    Nanti ana cb maen kesana..

  192. AL ATTAS
    13 Juli, 2008 pukul 11:09 pm | #208

    YA AKHI PECINTA ROSULLULOH! ENTE MEMANG BENER,,ALLAH TIDAK AKAN MENYEBARKAN AGAMANYA KECUALI LEWAT PELANTARA ROSULLULOH! SEPERTI HALNYA NASI TIDAK AKAN SAMPE KEMULUT KITA BILA TAK ADA RIZKI DARI ALLAH,,MEMANG SEMUA HARUS ADA WASILAH..!

  193. C. BAAWAD
    14 Juli, 2008 pukul 11:52 am | #209

    YA AKHI PECINTA ROSULLULOH..,MANUSIA2 SEMACAM ENTE EMANG BYK DI ERA PERAMPASAN LEGITIMASI KE KHALIFAHAN IMAM HUSIN OLEH SI YAZID(KHUSUSNYA ORG2 BASRAH)..DAN KITA SEMUA TAHU APA YG DILAKUKAN OLEH ORG2 BASRAH YG NGAKU2 PECINTA ROSULLULOH ITU..IYA KAN BIB..hehehe..

  194. AL ATTAS
    14 Juli, 2008 pukul 10:02 pm | #210

    MASYAALLAH TUAN CHALID NYEBUT ENTE LED..TAPI YA MUNGKIN BISA JADI LED! TAPI AHKSAN KITA SU’DZON AJA LED YAKHER!

  195. AL ATTAS
    31 Juli, 2008 pukul 5:25 pm | #211

    KOK SEPI YA….?

  196. BAAWAD
    1 Agustus, 2008 pukul 4:57 pm | #212

    pade lg sibuk ngarep jd CALEG PARPOL ya…?

  197. awan ci suwet
    5 Agustus, 2008 pukul 7:15 pm | #213

    SAYA CINTA BANI HASAN WAL HUSEN / ALLAWY”/HABAIB” ULAMA” WALI SANGA” SALAM UNTUK ALLAWY trimakasih wassyallam tdk lupa salam untuk Santri di ponpes aL-qodiriyyah ci suwet sukabumi dan Kang Jecx widal Sukabumi,Nyanag Wb bayan/Wb bain

  198. hamied assegaf
    6 Agustus, 2008 pukul 8:37 pm | #214

    nt gak ngamuk lagi lid jadi gak rame lagi ya syech…,afwan softoh jamaa’ah,he..he..tapi memang lebih enakan adem-ademan gini kan,daripada saling saling cakar2an sesama muslim,kalo bersatu kita bisa bikin Rasulullah seneng,daripada kita saling nyalah2in lebih baik kita rapatkan barisan hadapi kebatilan yg lagi gencar dimana2,YAHUDI,NASRANI,SIPILIS,musuh udah banyak,ngapain saudara sendiri kita jadiin musuh,gencarkan dakwah dan taklim di daerah kita masing2,QU ANFUSAKUM WA AHLIKUM NAARA,memang kemunduran dan hilangnya ghirah (semangat) untuk memepelajari islam sudah sangat parah melanda bukan cuma awam kaum muslimin tapi bahkan kalangan para habaib dan sadah yg mestinya menjadi benteng terakhir bagi kelangsungan agama ini,buat contoh ana pernah mendengar dari teman2 dan guru ana yg pernah berdakwah disana bahwa disebagian tempat di indonesia timur,seperti sumba ntt,maluku,irian banyak dari kaum habaib yg bahkan tidak tahu cara membaca alqur’an dan shalat,ini tantangan buat para pejuang dakwah untuk mengatasinya,dan salut buat yg sudah terjun disana,KALO MAU CARI PAHALA BESAR DISANA TEMPATNYA,ALLAHU AKBAR……..AKU YAKIN RASUL DAN HABABAH FATIMAH SENDIRI YANG AKAN MENYAMBUT PEJUANG2 DAKWAH SEPERTI INI…

  199. chaled baawad
    8 Agustus, 2008 pukul 10:20 pm | #215

    ANA 100% DUKUNG HABIB RIZIEQ SHIHAB JADI CALON PRESIDEN INDEPENDENT!!!, BANGSA INI BUTUH FIGUR MUDA BERHATI MULIA UNTUK MENJADI PEMIMPIN NASIONAL…

  200. 12 Agustus, 2008 pukul 10:37 pm | #216

    Allahumma Sholli Ala Sayyidida Muhammadin Wa’Alihi Wa Shohbihi Wasallim
    Salam buat semua pecinta Nabi Muhammad SAW…..
    Buat Temen2 yang ingin membaca kisah-kisah teladan para alawiyyin dan orang2 soleh, bisa baca di blog sederhana yang ana bikin, mudah2an bermanfaat

    Wassalam

    http://alkisah.web.id

  201. Imam sufyan Atsauri Basyaiban
    22 Agustus, 2008 pukul 12:04 am | #217

    AHLAN WASAHLAN KEPADA PARA PECINTA NABI, SEMOGA KITA SEMUA MENDAPATKAN SYAFAATNYA DI HARI KIAMAT,,,,,
    SALAM KENAL BUAT ANTUM SEMUA.

  202. 26 Agustus, 2008 pukul 12:17 pm | #218

    Assalam Mualaikum.
    Salam kenal Buat Seluruh pengungjung web site ini,semoga menjadikan hubungan silaturahmi kita semua, saya sangat berkesan dengan sejarah tentang alawiyin, yang baru kita baca semua, Silakn kunjungi web site kami di http://www.himpunan-aidid.org

  203. 30 Agustus, 2008 pukul 2:09 pm | #219

    ASSALAMUALAIKUM WR WB.
    MARHABAN YA MARHABAN YA RASULULLAH
    MARHABAN YA NURUL AINI
    MARHABAN YA MARHABAN
    YA JADDAL HUSAINI
    MARHABAN YA MARHABAN
    BEGITU BANYAK PERINTAH ALLAHU TA’ALA DI DLM AL.QUR’AN KPD HAMBA2NYA,DIANTARA PERINTAH TSB ALLAHU SWT MEMERINTAHKAN KITA UTK SHALAT,TAPI APAKAH ALLAH SWT JG MELAKUKAN SHALAT,,,,TENTU TIDAK
    ALLAHU SWT MEMERINTAHKAN KITA UTK PUASA,ZAKAT DLL,AKAN TETAPI APAKAH ALLAH SWT MENGERJAKAN ITU SEMUANYA ,,,TENTU TIDAK
    AKAN TETAPI TATKALA ALLAHU TA’ALA MEMERINTAHKAN KITA SEMUA UTK BERSHALAWAT KPD JUNJUNGAN NABI MUHAMMAD SAW MAKA SESUNGGUHNYA ALLAH SWT TELAH MELAKUKAN HAL ITU TERLEBIH DAHULU,,,,,,BUKTINYA”INNALLAHA WA MALAIKATAHU YUSHALLUNA ALANNABI YAA AYYUHALADZI NA AMAANU SHALLU ALAIHI WASALLIMMUTASLIMA” ,,,,sesungguhnya Allahu Ta’ala dan malaikat2 Nya bershalawat dan salam kehadirat nabi Muhammad SAw,Haaiii orang2 yg beriman bershalawat lah kamu kpd kanjeng nabi Muhammad SAW” JADI ALLAH SWT AJA MAU BERSHALAWAT KPD NABI SAW YG MENUNJUKAN BETAPA BESAR DAN TINGGINYA MAQAM NABI MUHAMMAD SAW DISISI ALLAHU SWT,MARILAH HIIII ORANG2 YG MENGAKU ISLAM BANYAK2LAH KALIAN MENGUCAPKAN SHALAWAT KPD BAGINDA KANJENG NABI MUHAMMAD SAW AGAR MENDAPATKAN SYAFAAT BELIAU NANTI…..AMIINN

  204. Suryadi
    10 September, 2008 pukul 5:30 am | #220

    Diskusi yang menarik sekali…kenyataan memang, kalo Rasulallah itu teramat cinta dan prihatinnya kepada umatnya, bayangkan pula cinta dan prihatinnya terhadap ahlul baytnya dan anak-anak cucunya sendiri.

    Itu ana kira adalah fitrah manusia mencintai mereka yang karib dan mempunyai tali relasi/kekeluargaan ketimbang mereka yang jauh dan non-relatif dengan kita.

    Keutamaan ahlul bayt adalah bukan dengan tanpa dalil, dan ulama’ AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH telah merumuskan keutamaan ahlul bayt diantara lain hadis-hadis seperti berikut. Kalau mau lihat dalil-dalil dari al-Quran silahkan sepenuhnya di http://www.asyraaf.net/v2/buku/fadhail_ahlulbait/bab3.php

    Silahkan juga di pelajari siapakah yang dinamakan ahlul bayt di sisi syariah yang jelas lagi nyata.

    1. Mencintai Ahlul Bayt berarti mencintai Rasulallah saaw beararti mencintai Allah Subhanahu wa Taala.

    Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadits, bahawasanya Rasulullah s.a.w. telah berkata:

    “Barangsiapa mencintaiku dan mencintai kedua anak itu – yakni al-Hasan dan al-Husein radhiyallahu ‘anhum – serta mencintai ayah bonda mereka (yakni Imam ‘Ali dan Siti Fatimah radhiyallahu ‘anhuma) kemudian ia mati dalam keadaan mengikuti sunnahku ia akan masuk syurga yang sederajat dengan syurgaku”.

    2. Mahukah kita menjadi orang-orang yang bercerai-berai dan yang mendapat kutukan dan murka Allah dan Rasulnya?

    Oleh Imam Al-Hakim dan dibenarkan oleh dua orang Imam hadits terkemuka, Bukhariy dan Muslim. Lengkapnya adalah sebagai berikut:

    “Bintang-bintang adalah keselamatan bagi penghuni bumi dari (bahaya) tenggelam (di dasar laut) dan ahlulbaitku adalah keselamatan bagi ummatku dari perselisihan. Apabila ada kabilah Arab yang membelakangi ahlulbaitku mereka akan berselisih kemudian mereka akan menjadi kelompok iblis

    Imran bin Hashin r.a. Ia mengatakan bahawa Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:

    4. Jaminan Rasualallah sendiri terhadap ahlul baytnya.

    “Aku telah mohon kepada Tuhanku supaya tidak memasukkan seorang pun dari keluargaku (ahlulbaitku) ke dalam neraka, dan Dia mengabulkan permohonanku”.

    5. Pentingnya keutamaan ahlul bayt sebagai ulama’ pemimpin umat di lestarikan demi Islam.

    Dalam hadits lain Rasulullah berkata:

    “Apabila ahlulbaitku punah, maka tibalah apa yang dijanjikan dalam ayat-ayat Al-Qur’an kepada penghuni bumi (yakni kepunahan)”.

    Tirmudziy, Ibnu Majah dan Al-Hakim meriwayatkan, bahawa Rasulullah s.a.w. berkata:

    “Aku memerangi orang yang memerangi mereka (ahlulbaitku) dan berdamai dengan orang yang berdamai dengan mereka”.

    6. Amaran Rasulallah terhadap setiap Muslim, gimana TAQWANYA pun.

    Thabraniy dan Al-Baihaqiy meriwayatkan sebuah hadits, bahawa dalam salah satu khutbah di atas mimbar Rasulullah s.a.w. berkata:

    “Kepana ada orang-orang yang menggangguku mengenai nasab dan kaum kerabatku? Bukankah orang yang mengganggu nasabku dan kaum kerabatku bererti ia telah menggangguku dan siapa yang menggangguku bererti ia mengganggu Allah s.w.t.?”

    Ibnu Asakir meriwayatkan sebuah hadits berasal dari Imam ‘Ali r.a, bahawasanya Rasulullah s.a.w. berkata:

    “Barangsiapa yang menanam budi baik bagi ahlulbaitku, pada hari kiamat kelak ia akan kubalas”.

    Nah kalo masih belum jelas lagi, silahkan:

    http://www.asyraaf.net/v2/buku/fadhail_ahlulbait/bab3.php

  205. hameed assegaf
    11 September, 2008 pukul 7:45 pm | #221

    ini mas suryadi dari pontianak ya?…….buat chalid kemana nt lid? udah lama gak denger suaranya,

  206. alvyn
    13 September, 2008 pukul 12:27 am | #222

    heee…..heeeee…..selamat berpuasa….minal aidin walfaidzin

  207. 13 September, 2008 pukul 9:04 pm | #223

    yaa zurriyaturrasulullah SAW antum habibana wa habibukum waustadzina wa ustadzukum yg mengalir darah Kekasih dan pujaan Allah SWT…..kalianlah pelita dan cahaya kami setelah datuk kalian Baginda nabi Muhammad SAW….maka itu pelihara dan jagalah akhlak kalian agar umat selalu mengikuti dan meneladani kalian ,,,ingat jgn lah karena nasab membuat kita menjadi lupa dan lalai karena Al.Imam Al.Habib Abdullah Al. Hadad beliau juga mengatakan jgn lah kita hanya semata mata mengandalkan nasab yg suci ini,tetapi agar kita tetap istiqomah dlm menjalankan syariat Allah sWT…..justru kita hrs banyak malu utk selalu memperbaiki akhlak dan ibadah kita karena umat pasti akan selalu memandang dan mengikuti kita….Insya Allah semua ini dpt bermanfaat bg kita semua…ammiinn

  208. 14 September, 2008 pukul 12:26 am | #224

    Maaf pemilik blog ini dengan segala kerendahan hati ingin juga bertanya kepada para habaib yang berkunjung di sini, apakah bener keturunan Rasulullah saw itu hanya dari Sayyidah Siti Fatimah saja. Sebab sewaktu saya berkunjung ke tempat Mbah Maemun Zubeir, menyatakan bahwa keturunan Nabi itu bukan dari Siti Fatimah Azzahro saja. Namun kenapa yang diakui hanya dari Sayyidah Siti Fatimah, kalau tidak salah, beliau (Mbah Mun) katakan karena ada hadits Rasulullah saw bahwa: “Semua anak wanita berketurunan pada ayahnya, terkecuali anak Fathimah, akulah ayahnya dan akulah padakulah nasab keturunan mereka”. Wallahu a’lam.

  209. Malvvvy
    14 September, 2008 pukul 1:45 pm | #225

    Mohon di lihat di forum majelis rasullallah :
    http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=9588&catid=9&lang=id

    Kurt:
    Sudah saya buka dan ikuti tanya jawab yang dua halaman itu antara Habib Mundzir Al Musawwa dan banyak seklai hal2 yang baru buat kami ikuti. Terimakasih atas pemberitahuannya.

  210. 14 September, 2008 pukul 3:52 pm | #226

    afwan yee sblm nye ama santri “BUNTET” MAKSUDNYA MUNGKIN SITI FATIMAH RA.BUKAN SITI AISYAH…SETAHU ANE SEHH ZURRIYAT NABI MUHAMMAD SAW HANYA DR SITI FATIMAH AJA GITCCHUU….

    Terima kasih atas koreksinya, afwan jadi ngelantur deh. Kini sudah diganti dan dikoreksi.

  211. ELIYAS PEERZADA
    14 September, 2008 pukul 7:30 pm | #227

    “Assalamun-alaikum”,

    I would like to introduce my great friend, philosopher and guide. Who is from the great family of Sayeds from Tarim, Hadramaut, Yemen. His name is Sayed Munir Basyeban, he is staying at Belgaum (Karnataka) India. His ancestors have come to India about 350 years back. (They belong to the 2nd son of Faqiul Muqqadam whose name is Sayed Ali). He is a double post graduate and a PhD student. Who is also interested in research work of his great family the Hadrami order of Ba Alawi. His ambition is to bring together all his family members from all over the world in a conference and wishes to establish an University in the name of Faqiul Muqqadam. He requests one and all related to this great family to try to come in contact with him and also pray for him to achieve great success in his ambition. Hope and pray that all those whom I am approaching on his behalf will reply to me and circulate this message of Sayed Munir Basyeban to your near and dear ones whom I may be unable to come in contact and see to it that they come in contact with us.

    Details such as:-
    1) Name:-
    2) Postal address:-
    3) Qualification:-
    4) Family lineage:-
    5) Profession:-
    6) E-mail address:-
    7) Telephone nos/Mobile nos:-
    8) Any other important details you may like to convey:-

    Thanking you and hoping to receive your valued reply together with your views and opinions and suggestions in this regard.

    Yours truly,
    ELIYAS PEERZADA,
    On behalf of SAYED MUNIR BASYEBAN
    Email: eliyaspeerzada@hotmail.com

  212. masyithah
    15 September, 2008 pukul 11:06 am | #228

    assalamu allaikum wr wb

    Fuuiiihh…sekarang gw menghadapi dilema yang besar dalam hidup gw,,ga pernah gw sangka akan menghadapi pilihan yang sulit semacam ini…gw ud hawiyan sama cwo ahwal kurang lebih 5 bulan, dy sayaaaaaannnnggggg….bgt…respect bgt sm gw…ga mau ngeliat gw sedih ataupun susah pokoknya he’s the best that i ever had…bukannya gw ga pernah hawiyan sama jama’ah ya,,,yapi pengalaman gw sama jama’ah khususnya Al atas (mav ya sebut nama keluarga) sangat amat mengecewakan…itu pertama kalinya gw pacaran sama jama’ah…tapi kesan pertama sangat mengecewakan…sampe sekarang gw ga yakin klo akan aad cwo jama’ah yang akan nyayangin gw seperti dy sayang bgt sm gw…gw beranggapam klo cwo jama’ah tuh terlalu PD klo tiap syarifah PASTI HARUS nikah sama mereka,,,makanya mereka kesannya kurang usaha dalam memeprtahankan atau merebut hati seorang syarifah…tpi jgn digeneralisasikan ya…tuh pndapat pribadi gw ajah…gw berencana serius atw nikah sama dy…gw sadar 100% klo pasti gw akan dikucilkan sama keluarga2 gw…ga masalah yang penting ada 2 hal yang sangat gw khawatirin…Abba gw yang selalu ngedukung semua keputusan gw selama itu yang terbaik yang allah berikan untuk gw…dan yang penting semoga ALLAH dan baginda besar Rasulullah SAW, buyut tercinta ga pernah ngucilin gw…AMIN…Insya Allah…klo mw ada yang ksi comment..pliz sangat gw butuhin bgt u/ referensi gw…
    Wass…

  213. 15 September, 2008 pukul 11:40 am | #229

    assalamu alaikum yaa masyithah ane hanya sekedar saran buat anti.klw sekiranya msh ada rezal jamaah yg khair dan tawadhlu dan care ama anti ane kira sehh gak ada salahnya tuk meneruskan nasab yg mulia dr Kanjeng nabi SAW.sebab suatu keturunan itu memang dikit banyaknya menentukan akhlak dan kualitas keturunan anak cucu kita ,,,,walau sekiranya mungkin masih muda yg jg yg magrum wal m’rabal insya Allah karena doa para leluhur mereka yg mulia disisi Allah dengan doa mereka waktu msh hidup ana yakin lambat laun mereka akan berubah yg tentunya berkat Rahmat dan Hidayah Allah SWT….Tapi klw sekiranya memang anti sdh anti pati sama cowok jamaah ana saranin lbh baik anti cari cowok walau ahwal tetapi yg mempunyai akhlak dan budi pekerti yg mulia dan taat kpd Allah SWT,dan jg yg gak kalah pentingnya doi hrs sayyaaaanngg bangeeettt ama anti dan jg jgn lupa minta Ridho ke-2 orang tua anti agar Allah SWT jg meridhoi kalian ,,,,,Insya Allah Anti akan ALLAHU TA’ALA kasih yg terbaik utk dikaaaauuuuu….WASSALAM….ADIOS AMIIIGGOOO

  214. Chaled Baawad
    16 September, 2008 pukul 12:05 am | #230

    Wuaah..syarifah masyithah, ramadhan2 koq curhar ya?..tp Bulan mulia ini romantis bgt sih,..SO what..??, ngapain ambil pusing ama org laen?? anti yg jalanin hidup dan anti yg meraih kebahagiaannya..!!, cuman bener2 pastiin tuh rezal punya akhlak dan budi pekerti yg mulia..iqlhas mencintai..itu yg penting!

  215. fathi
    16 September, 2008 pukul 3:01 pm | #231

    assalamualaikum

  216. 17 September, 2008 pukul 12:54 pm | #232

    Assalamu alaikum ana cuma mau kasih tahu sedikit jadwal khatam qur’an selama bulan ramadhan
    1.malam 11 di muallim yunus bukit duru jakarta
    2.malam 17 di Masjid Luar Batang AL.HABIB HUSEIN BIN ABU BAKAR AL.AYDUS PASAR IKAN
    3.malam 18 di habib hud al.athas otista jakarta
    4.malam 19 habib ali bin abdurrahman assegaf tebet jakarta
    5.malam 21 kramat empang bogor
    6.malam 23 al.hawi condet jakarta
    7.malam 25 di Habib Ali Al.habsyi Kwitang senen jakarta
    Dan haul nya L.HABIB HUSEIN LUAR BATANG DIADAKAN BULAN SYAWAL,,,,,,SEMOGA DPT BERMANFAAT

  217. al attas
    21 September, 2008 pukul 12:53 am | #233

    SELAMAT..!

  218. 22 September, 2008 pukul 3:06 pm | #234

    Sunan Cendana atau aslinya Syaikh Zainal Abidin adalah kakek buyut Syaichona Kholil Bangkalan.ia salah satu waliyullah yg mewarnai Madura dgn syiar islam

  219. al attas
    22 September, 2008 pukul 10:57 pm | #235

    KALO SUNAN KUNING NASABNYA SAMPE MANA..!

  220. 23 September, 2008 pukul 3:28 pm | #236

    BIB KLW ANA GAK SALAH SEHH…SUNAN KUNING ADALAH RADEN MAS GARENDI ,a.k.a SUNAN AMANGKURAT III,SALAH SATU RAJA DLM TRAH KERAJAAN MATARAMDAN PECAHAN2NYA.SUNANA KUNING TERMASUK SALAH SEORANG MURID DARI SUNAN JALI JAGA YG SATU ANGKATAN DGN SULTAN HADI WIJAYA,KI JURU MARTANI.TRUSS YG GAK KALAH PENTINGNYEEEE NIIHHH ‘SUNAN KUNING’ ADALAH SUATU TEMPAT YG NGETOP JUGA KHUSUSNYA DI KALANGAN MASYARAKAT JAWA SEBAGAI TEMPAT UKT MENCARI JODOH DAN KENIKMATAN SESAAT SYURGA DUNIAA.APE ENTE HARMAN BIB MAU KESANA?HE HE HE HE……….

  221. hameed assegaf
    25 September, 2008 pukul 12:25 pm | #237

    buat masyithah yg lagi kasmaran,ada sebuah ayat didlam alqur’an,turun ketika ada sahabat nabi yg mengeluh dia tidak begitu suka dengan istrinya,bunyinya (terjemahnya aja ya) “barangkali engkau membenci sesuatu padahal dia baik untukmu,dan barangkali juga kamu menyukai sesuatu padahal dia tidak baik/syarr untukmu” jadi dalam hidup ini timbanglah segala sesuatu itu bukn dengan ego kita,tapi dengan syariat Allah,sebab secanggih-canggihnyapun kita memenej hidup kita,menejerial ala Allah Ta’ala pasti lebih baik,banyak sebab kenapa seorang alawiyah seperti anda seyogyanya menikah dengan seorang alawy,alasan yg paling mendasar adalh keseimbangan dan keselarasan dalam pernikahan itu sendiri,kedudukan suami sebagai seorang kepala keluarga yg harus dihormati tidak akan berjalan sempurna kalau sang istri merasa lebih mulia darinya,itulah yg kemudian dikenal dengn kafa,ah.Imam syafi’i yg dikenal dengan seorang mujtahid yg selalu memperhatikan faktor sosial menetapkan kafa’ah sebagai salah satu syarat sah sebuah pernikahan,jadi kalau kamu menginginkan kehidupan berkeluarga yg sempurna pilihlah salahsatu saja dari ribuan alawy yg ada,dengan niat ingin meneruskan dan melahirkan generasi baru alawy,Insya Allah kamu akan mendapat doa Rasulullah,dan dan insya Allah yg bukan alawypun gak bakal ada yg tersinggung gak kamu pilih,kecuali yg dihatinya ada da’ul hasad

  222. chaled Baawad
    25 September, 2008 pukul 1:57 pm | #238

    Hoi hameed..Islam gak mengenal itu yg namanya kafa’ah( kufu ato gak kufunya suatu pernikahan)!!!..mao balek jahilliah lg ente??!, cek lg sejarah bib brp byk sahabat2 nabi dari kalanggan non-mujahirin yg menikah dgn wanita2 quraish termasuk si billal..,IMAM JAFFAR SIDDIQ dan muridnya IMAM MALIK BIN ANAS megutuk hal2 seperti itu yg jelas2 ditentang/dilaknat oleh ISLAM!!, pekara si imam syafi’i walaupun dia berguru pd IMAM MALIK di madinnah tapi karena pusat daqwah beliau di iraq yg notabene yg masih kuat berakar pengaruh adat kebiasaan bangsa Arya(persia,sumeria,media,dll) yg amat menekan sistem kasta2 pd masyarakatnya..,maka si imam syafi’i berkompromi dgn mereka dan lahirlah dokrin2 kafa’ah/kufu2 an yg nyeleneh seperti ini!!, yg jelas2 menyimpang dr ajaran ISLAM yg paling mendasar sekalipun!!!!

  223. ibrahim
    26 September, 2008 pukul 1:38 am | #239

    lagi2 wan chaled..! ane mau tanya nech..knapa istri2 nabi kok gk boleh dinikah ama seseorang pada waktu nabi meninggal padahal kn janda berhak menentukan pilihannya. ana akui tuan chaled hebat! keluasan ilmunya bisa melebihi imam syafi’i sebab bisa tau keada’an imam syafi’i dulu kompromi ma kaum arya brarti tuan chaled tau hatinya imam syafi’i donk! masyaallah hebat ente led..!

  224. hameed assegaf
    26 September, 2008 pukul 4:39 pm | #240

    ada satu komentar buat nt ya syech chalid,aku ambil dari imam syaf’i juga,bunyinya “wa tunkirul ainu dhau’as syamsi min ramadi”ada lagi “wa ainur ridha an kulli aibin kalilatun kama anna ainus sukhti tubdil masawiya”kalo ayat qur’an nya “wa ma tu’mil abshar walakin tu’mil qulubul lati fissudur”PR TERJEMAHIN DIRI YA ………….ada salam juga buat sahibi syech chaleed az zubaidi pekojan jakarta,terus kibarkan liwaad dakwah ya syech!! ba naftakhir bak ya syech!! (namanya sama ama nt lid tapi beliau muhibbin abizz,lain ama nt)

  225. 27 September, 2008 pukul 9:49 pm | #241

    YA UDEH KLW GITU MASING2 HRS MENGHARGAI PENDAPAT SATU SAMA LAINYA KLW KAYAK GINI TRUS NANTI ISLAM AME ISLAM RIBUT….KAYAK FPI AMA BANSER RIBUTTT ..YA ALLAH KITE SEMUA HRS MALU AMA BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW SBB NABI SAW KAGE NGAJARIN UTK SALING GONTOK2AN YG UJUNG2NYA TIMBUL PERMUSUHAN SESAMA ISLAM.CONTOH IMAM SYAFII WALAU BERGURU KPD IMAM MALIKI TETAPI BELIAU BERBEDA IJTIHAD DLM BEBERAPA MASALAH KPD GURUNYA BUKAN BERARTI KURANG ADAB NAMUN HEBATNYA ULAMA2 DULU MEREKA SALING MENGHARGAI DAN TETAP SATU WALAU BERBEDA FAHAM.KLW ISLAM SALING MUSUHAN YG UNTUNG PIHAK2 YG BENCI AMA ISLAM MEREKA BERTEPUK TANGAN DI ATAS KEHANCURAN ISLAM,DAM MEMENG ITU MAU MEREKA……PEPATAH MENGATAKAN”AL ISLAMU YA LUH WALA YU’LA ALAIH,,,,ISLAM ITU AGAMA YG MULIA DAN TINGGI DISISI ALLAH SWT TETAPI ORANG ISLAM ITU SENDIRI YG BIKIN HANCUR AGAMA MEREKA”….SEBABNYA BANYAK DIANTARANYA YG BEGINI INI NII DISINI SALING NGEJATUHIN DAN MENJELEK2AN SESAMA ISLAM……MALU KITA SAMA ALLAH SWT DIKASIH BANYAK NIKMAT YG TAK TERHINGGA,KITA BLM SANGGUP BAYAR NIKMAT YG ALLAHU TA’ALA KASIH SDH MERASA DIRI PALING MULIA,PALING PINTAR,PALING22,,,MALU KITA AMA KANJENG NABI MUHAMMAD SAW AMAL KITA SDH SAMPAI MANA DAN SDH KAH DITERIMA ALLAH SWT,,,ITU YG HRS KITA INTROSPEKSI DIRI KITA JGN KITA MENGOREKSI KESALAHAN ORANG LAIN.KITA KOREKSI DULU DIRI KITA….ANA MOHON MAAF YG SEBESAR2NYA DLM HAL INI ANA HANYA MENGINGATKAN KPD SEMUA PIHAK BUKAN ANA MERASA DIRI LBH BAIK DLM HAL INI,,BUKAN.SEMUA KEBAIKAN ITU HANYA RAHMAT ALLAH SWT YG DIBERIKAN KPD KITA UMAT ISLAM,SEGALA IBADAH YG KITA LAKUKAN JG SEMATA2 KARENA NIKMAT YG ALLAHU TA’ALA BERIKAN KPD KITA UMAT NABI MUHAMMAD SAW,JADI BUKAN KARENA KITA PINTAR BUKAN KARENA KITA KETURUNAN ORANG2 ALIM,DAN JGBUKAN KARENA KITA YG RAJIN BERIBADAH,,,,SEKALI ITU SEMUA BUKAN.SEMUA ITU KARENA KITA UMAT KANJENG NABI MUHAMMAD SAW.MAKHLUK YG ALLAHU TA’ALA MULIAKAN DI DUNIA WAL AKHIRAT.UMAT ISLAM ITU BANYAK JUMLAHNYA TETAPI BAGAI BUIH YG ADA DILAUTAN YG MUDAH TERPECAH BELAH DITERJANG OMBAK DILAUTAN…

  226. chaled Baawad
    27 September, 2008 pukul 10:07 pm | #242

    1.wan ibrahim lemot amat nt..,apa hub.nya janda2 Nabi ama kafa’ah/kufu2 an?! Asbun aje loe!!(lihat hadist nabi “bahwa wanita itu akan hidup abadi disurga bersama suami yg terakhir kali menikahinya” jd pikir lg pake otak loe!) 2.buat hamid, gini bib sesungguhnya aku amat bersimpatik pd kalian sdr/sdri ku para allawy..,tapi tolonglah jgn jadilkan dallil2(doktrin2 kafa’ah/kufu2 an) yg lemah/pra-Islam ini akhirnya merendahkan ISLAM itu sendiri!!…kalo emang nt tdk mao memberikan sdri2/putri2 nt kpd pria2 non allawy itu hak progresif nt..,namun jgn di hub2 kan dgn ajaran Islam!,kasihan muhibbin2 nt!!, emangnya nt mao ngajarin doktrin2 agama2 berhala bangsa arya(azhura mazda/majusi, hindu, sinkh,dll) he he…, kalo emang nt minat belajar doktrin2 bangsa arya sono ngalap ilmu/berkah ama hantunya mr.farouck balsara (FREEDIE MERCURY). hehehe…

  227. 28 September, 2008 pukul 12:01 pm | #243

    chaled ane pesan ame ente biar bgmn pun juga yg namanya zurriyatur rasulullah saw ataw ahlulbaitnya tetap kita hrs menghormatinya.kita menghormati dan mencintai mereka karena sebab perintah baginda Nabi Muhammad SAW.Coba seandainya ente punya cucu dan ente termasuk salah satu ulama yg di muliakan di tempat ente pd saat itu dan ente punya cucu ataw keturunan lalu ada orang lain yg membenci cucu ataw keturunan ente karena suatu alasan tertentu bgmn perasaan ente pd saat itu?bukankah hati ente sakit jika keturunan ente dimusuhi orang lain……..nah bgm dengan keturunan dr orang yg paling ALLAH SWT muliakan dan cintai di seantero jagad raya ini,yg nur cahaya ALLAH SWT ada pd dirinya dlm proses penciptaanya.Yang memang utk mencintai dan menghormati mereka adalah suatu ibadah yg di sunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW.,,,,,,al.fakir ….abdillah

  228. 2 Oktober, 2008 pukul 9:16 pm | #244

    ALLAHU AKBAR,ALLAHU AKBAR,ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAMD
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN …MINAL AIDHIN WAL FAIZDIN …SELAMAT IDUL FITRI 1429 H…………..AYYADANALLAH JAMIAN BIL IED ALMUBARAK BIBAROKAT WA SYAFAAT ARROSUL WA ALIH…AMIINN.

  229. amatiran
    3 Oktober, 2008 pukul 12:39 am | #245

    Posting seperti dibawah ini (posting NN Basyaiban, no.9 Mei 2007) yang paling saya benci.

    Apa maksudnya anda ungkit2 soal keyurunan ini? merasa lebih utama dri manusia lain karena keturunan? itulah akar rasialisme!

    Bagaimana islam bisa maju dengan pikiran2 eksklusifisme seperti ini?

    Kenapa ada istilah arab, ahwal dll? bahkan diantara arab sendiri anda sudah saling membedakan derajat (ada lawiyin dan bukan alawiyin).

    Kasihan orang2 di perkampungan yang menganggap anda2 manusia utama, sementara anda yang mereka hormati, menyebut mereka ahwal dan dalam hati (atau secara terang2an) karena sebetulnya pada hakikatnya, anda memadang hina mereka yang bukan seketurunan dengan anda.

    Jadi kalau orang2 kulit putih yang membedakan kelas2 orang dari warna kulitnya (dan jangan lupa dimata orang kulit putih yang rasialis, andapun orang2 alawiyin, dipandang tidak lebih dari sekedar kelas budak/hamba sahaya), tapi mereka tidak perlu anda benci karena pada dasarnya sifat andapun sama ….. Rasialis murni!

    Kalau orang bukan arab/bukan alawiyin (yang anda sebut ahwal), anda anggap tidak layak berkeluarga dengan anda, karena derajatnya lebih rendah, kenapa anda tidak hidup di negeri alawiyin saja, dengan kaum anda sendiri?

    Maaf saya bicara apa adanya, karena komentar atau pendapat anda (lihat dibawah), benar2 merendahkan martabat ajaran Rasulullah S.A.W

    | NN Basyaiban

    Mei 21st, 2007 at 2:28 pm

    Wahai jama’ah ba’alawi khususnya Basyaiban seindonesia mohon kiranya saudara sekalian tumbuhkann jiwa urbiyah jama’ah Basyaiban di kota Magelang Jawa Tengah, di sana para abah dan umi’nya sudah banyak jiwa urabiyah alawiyahnya pada lemah…jadi anak-anak mereka banyak yang mendapat pria ahwal…mohon kiranya kalian prihatin

  230. chaled baawad
    4 Oktober, 2008 pukul 12:15 am | #246

    sama sekali tdk lebih mulia pria2 arab dibandingkan pria2 ajam(non arab/akhwal)…,tdklah lebih mulia org2 bangsa arya dibanding org2 semit…,tdklah lebih mulia org2 bangsa latin(mediteranian) dibanding org seltic(suku ras asli eropa)…,tdklah lebih mulia bangsa keturunan ishak(ibrani/aramaik) dibanding bangsa keturunan ismael(quraisy/org2 arab utara/mustharibah)…,tdklah lebih mulia org2 keturunan adnan(mustharibah) dibanding org2 keturunan qahtan(arribah)…,tdklah lebih mulia org2 putih eropa dibanding org2 negro afrika bekas budak mereka…,tdklah lebih mulia org2 ras melayu dibanding org2 ras melanisia…IT’S A REAL TRUE OF ISLAM…

  231. amatiran
    6 Oktober, 2008 pukul 12:17 pm | #247

    Setuju dengan sdr. Chaled,

    Saya sendiri muslim, bukan orang Arab! leluhur saya orang Indonesia asli, kecuali nenek saya yang indo Belanda, saya punya famili arab yang syech maupun alawiyin (saya baru tahu ada terminologi dan pembedaan diantara orang arab, setelah saya berkeluarga dg mereka, dan ini sangat mengganggu pikiran sehat saya).

    Orang2 kurang berpendidikan atau yang punya kepentingan2 duniawi lainnya, bisa saja menerima pembedaan2 ini, tetapi orang dengan nalar akal sehat dan hati yang bersih, tentu akan menolak soal keutamaan seseorang berdasarkan keturunannya saja.

    Alm. ayah saya dulu walaupun seorang sarjana teknik dari universitas luar negeri tapi sangat penuh perhatian terhadap agama Islam dan beliau disebut “ustadz” di daerahnya. Beliau sangat menaruh perhatian terhadap ilmu2 agama termasuk “sufism”. Dari petuah2 ayah dan buku2 yang saya baca, sebenarnya banyak sekali ilmu dan “wisdom” yang bisa ditarik dari pemikir2 islam dari kaum mana saja. Dan Islam itu agama yang egaliter, betul2 “Rahmatan lil’alamin” bukan “Rahmatan lil’fulan bin fulan”.

    Jadi pemikiran2 eksklusifisme adalah bibit penghancuran islam dari dalam.

    Islam adalah “Rahmatan lil’alamin” yang sejati, baca saja Al-Baqarah ayat 62 secara harfiah …. sangat jelas!

    Bisa dibayangkan pendapat umat agama lain yang melihat poster2 baliho habaib di Jakarta ini, jika saya saja yang muslim dan sangat mencintai agama ini, melihat hal itu sangat mengganggu hati nurani saya.

  232. hameed assegaf
    6 Oktober, 2008 pukul 8:54 pm | #248

    Akhwal itu jamak dari khal yg artinya saudara saudara ibu/paman2,para syebeh dulu menganjurkan ank2nya memanggil semua orang asli indonesia dengan akhwal karena kami menganggap mereka adalah paman2 kami karena rata2 walaiti/pendatang hadramaut datang ke indonesia tidak dengan istrinya,tapi mereka mengawini perempuan2 asli indonesia,bahkan walaupun mereka bukan saudara ibupun tetap dipanggil khal atau akhwal(coba cek di kamus), jadi sama sekali bukan hinaan atau ejekan,adapun masalah kafaah,ada sebuah ayat dalam alqur’an terjemahnya:”KATAKANLAH WAHAI MUHAMMAD AKU TIDAK MEMINTA UPAH APAPUN(ATAS DAKWAHKU INI),KECUALI KECINTAAN TERHADAP KELUARGAKU”ketika turun ayat ini para sahabat bertanya : Ya Rasulullah siapakah keluargamu yg wajib bagi kami mencintai mereka? maka dijawab oleh Rasul:”KELUARGA ALI ,KELUARGA JAKFAR DAN KELUARGA AGIL kedua ayat dan hadits inilah yg Imam Syafi’i dan imam lain ingin amalkan ketika mereka menjelaskan kafaah,mereka beranggapan pelaksanaan MAWADDAH KEPADA AHLUL BAYT tidak akan berjalan sempurna apabila non alawi beristrikn seorang alawiyah,IMAM ASSUBKI salah seorang yg meneruskan halaqah imam Syafii pernah mengatakan: SALAH SATU NIKMAT TERBESAR YG ALLAH BERIKAN KEPADAKU ADALAH ALLAH TIDAK MENJADIKAN ISTRIKU SEORANG ALAWIYYAH”(beliau bukan seorang alawi ),ini adalah pendapat orang2 yg berhati2 betul dalam akhlak dan adab mereka terhadap nabi,mereka adalah orang2 warak dan zuhud yg hawa nafsu dan kesombongan hatinya telah luluh dihadapan keagungan perintah ALLAH yg terkandung dalam ayat diatas,kalau anda2 tidak setuju dengan pendapat ini,dan mengatakan ini tidak adil,mengapa aku harus menunduk2 menghormat kepada mereka,aku dan mereka adalh sama,AKU MANUSIA mereka juga manusia,INGATLAH………..!!!!KEPADA SIAPA ANDA MEMBANTAH………..PERINTAH SIAPA YG KAU ANGGAP TAK ADIL………..,sebetulnya sangat tidak layak saya mengajuka hal ini, saya takut dibilang ingin dihormati dan disanjung hanya karena kami terlahir sebagai ALAWI,tapi ini adalah ilmu dan menutup ilmu adalah dosa besar, dan salah besar kalau menyatakan bahwa kafaah itu tak ada dalam Islam,bukankah seorang muslim atau muslimah tidak boleh menikahi musyrik/ah,ini disebut dengan kafaah fid din,dansatu lagi,ada satu pertanyaan mengapa anda harus menghormati kedua orang tua anda?karena mereka telah membesarkan anda,sama halnya dengan Rasulullah belaiu hanya meminta kaum muslimin menjaga mencintai jangan memusuhi jangan memcaci maki keluarganya,itu saja, kalau anda tidak mampu menjaga amanat rasul itu,sanggupkah anda menyerahkan iman warisan Dakwah Rasullah,sebagaimana sanggupkah anda mengembalikan jasa kedua orangtua anda kalau anda tak mampu menjaga birrul walidain kepada mereka…?

  233. chaled baawad
    6 Oktober, 2008 pukul 10:17 pm | #249

    hamid..luar biasa dallil2 nyeleneh nt ya habib..,tp semua org jg faham inti semua ini cuman kecemburun nt2 pade para sayid yg gusar karena ipah2nye diambil ame pria2 non allawy!!, “keutuhan kaum allawy tdk akan tergugat karena dinikahinya syarifah2 oleh pria2 non-sayid”!, fikir lg bib..

  234. Muhammad Almuchdor
    6 Oktober, 2008 pukul 11:51 pm | #250

    Assalamualkm…wr..wb..

    Allahumma sholli la Muhammad wa Ali Muhammad…

    salam kenal semua ana muhammad muchdor dari pasuruan..
    saya jg prihatin banyak orang2 yang tidak mengerti apa itu sayyid/habaib..dan menikahkan anak perempuannya dengan pria yang bukan dari golongan kita….

    tambahan..: bagi yang merasa sayyid di kalimantan, tolong jangan merusak nama baik keturunan nabi/ habaib..
    sukron..

    Allahumma Sholli ala Muhammad wa Ali Muhammad..
    wassalam.

  235. amatiran
    7 Oktober, 2008 pukul 2:06 am | #251

    Ya Sudahlah,

    Ini terakhir kali saya menulis di forum ini, saya sudah merasa bahwa perdebatan ini (saya sebut perdebatan, karena sifatnya tidak seperti diskusi) tidak ada gunanya buat saya.

    Putar balik kata2 itulah yang sangat mengganggu akal sehat, memakai segala jenis dalil untuk meninggikan diri sendiri seperti tulisan sdr. Hameed Assegaf.

    Terima Kasih atas keterangan para habaib, yang menurut kalangan anda sendiri, sangat terhormat. Bagi saya cukup sudah, jelas betul dimana anda berpijak.

    Lihat saja posting dari M. Almuhdor, membuat saya makin yakin akan kerendahan akhlak sebagian orang yang mengaku sebagai keturunan nabi.

    Rasulullah diutus kedunia tidak untuk menjadikan hanya keturunannya yang bermartabat diatas manusia lain, sehingga menikah dengan orang lain (apalagi dengan bangsa lain) walaupun satu agama, tidak diperbolehkan, karena tidak ada kata lain untuk perlakuan ini selain RASIALISME.

    Saya meyakini 1000% bahwa Islam tidak rasialis!!!.

    Kalau anda membela Rasialisme dengan nama Islam, jelas anda menghancurkan Islam dari dalam.

    Rasulullah S.A.W meninggikan UMATNYA, dengan mengajarkan mengenal ALLAH. siapapun itu dan bangsa apapun umatnya itu

    Forum ini benar-benar tidak berguna.

    Mudah2an ALLAH mengampuni anda semua, mohon maaf apabila sejak hari ini sayapun menjadi Rasialis terhadap anda2, saya memandang anda2 yang berpandangan seperti itu derajatnya lebih rendah dari yang lain.

    Dan saya menjadi tidak heran apabila di Eropa, Amerika dan negara2 non muslim pada umumnya sering berpandangan negatif terhadap keturunan Arab, karena ternyata eksklusifisme dikalangan anda luar biasa, bahkan anda lakukan di Indonesia, negeri yang selalu menerima anda2 dengan tangan terbuka.

    Betul2 menyedihkan bahwa akhlak seperti ini terjadi dikalangan umat dari agama mulia yang disampaikan Rasulullah S.A.W

    Astaghfirullah …. Astaghfirullah …. Astaghfirullah

  236. 7 Oktober, 2008 pukul 9:01 am | #252

    ane muhibbin ala kulluhum fi dzurriyaturrasul ……sebab ane punya jaddak anak yg wanita2nya semuanya nikah ama habaib dan bangsa syekh…walaw……katanya datuk ane menikahkan anak perempuan kita dgn keturunan dari orang2 alim itu suatu rahmat dan barakah dari Allah swt,,,,karena kita menginginkan keturunan yg sholeh juga.sholallahu ala muhammad wa alih

  237. hameed assegaf
    7 Oktober, 2008 pukul 11:43 am | #253

    Yang al fagir berusaha ingin ungkapkan disini hanyalah sedikit dari metode dan cara berfikir seorang Imam Syafi’i,ketika beliau berijtihad menetapkan hukum tersebut,berdasarkan istimbath dari dalil2 diatas,sekali lagi ini adalah masalah khilafiyah,kalau nt tdk setuju dengan beliau silahkan saja,tapi marilah kita saling menghargai,jangan kalau ada yg membela kafaah mereka nt cap rasialis atau mengambil hukum2 jahiliyah,ini merupakan tuhmah/tuduhan keji kepada salaful ummah/generasi pertama islam,dan coba syech chalid tunjukkan dimana nylenehnya dalil2 tadi?lawan dengan dalil juga…,dalam sebuah rumah tangga konflik antar suami istri adalah hal yg lumrah dan pasti akan terjadi,kedudukan suami yg harus dihormati istrinya,dll adalah faktor dimana menurut Imam Syafii akan mengganggu pelaksanaan ayat MAWADDAH AHLUL BAYT diatas,belaiu menetapkan hal itu atas dasr keberhati2an,IKHTIYAT,suatu dasar pemikiran yg memang banyak ditinggalkan ummat zaman sekarang yg serba sembrono ini,sehingga sulit untuk dipahami oleh anda yg menentang,dan saya tekankan disini para sayyid adalah MANUSIA BIASA…….BUKAN MALAIKAT,,TIDAK KEBAL DOSA DAN NERAKA….kalau ada yg bodoh ajarilah,kalau ada yg menyimpang bimbinglah,kalau ada yg butuh pertolongan tolonglah,sama sperti kita memperlakukan sesama muslim lainnya,hanya saja ini ada nilai plusnya yaitu rasul akan berterimakasih kepada anda…,buat amatiran,mudah2an masih mau buka2 blog ini,anda sama sekali belum memahami apa yg saya ungkapkan diatas,sama sekali tidak ada ungkapan rasialisme,saya tidak pernah mengungkapkan bahwa para habaib itu lebih mulia daripada bangsa manapun,sebab kemulian itu hanya bisa diukur dengan ketakwaan,siapa yg tahu apa ana lebih takwa dari nt,atau sebaliknya????gak ada yang tau kan,yg tau cuma ALLAH,INNA AKRAKAKUM INDALLAHI ATQAKUM, YANG PALING MULIA DIANTARA KALIAN ADALAH YG PALING BERTAKWA DIANTARA KALIAN(ATQAKUM)SIPAKAKAH ATQAKUM???????????YG JELAS BUKAN ANA BUKAN NT, BUKAN ABAH ANA BUKAN ABAH NT,BUKAN KAKEK ANA BUKAN KAKEK NT TAPIIIIIIIIIII…………….DIA ADALAH RASULULLAH SHALLU ALAIHI……….ALLAHUMMA SHALLI WA SALLIM WA BARIK WA TAKARRAM ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALIHI WA SAHBIHIN AJMAIN WA MAN TABI’A HUDAHUM MIN YAUMINA HADZA IKA YAUMIDDIN………..MINAL AIDIN WAL FAIZIN TAQABBALLAHU MINNA WA MINKUM KALAU ADA SALAH KATA MAAPIN YA…WALLAHI ANA GAK ADA HATI APA2,KHUSUSON BUAT SYECH KHALID….AFWAN YA SYECH…..MAKLUM LAH KADANG JAMMAH SUKA KEBAWA EMOSI…MAKLUM LEBARAN LAGI SERING MAKAN KAMBING……….HE…

  238. amatiran
    9 Oktober, 2008 pukul 11:37 am | #254

    Atas undangan Sdr. Hamid Assegaf, saya menulis sekali lagi di forum ini.

    Mohon maaf apabila dalm tulisan saya yang terakhir terkesan emosional, manusia tidak luput dari kesalahan. Astaghfirullah.

    Seperti saya sampaikan sebelumnya, saya orang Indonesia asli, saya Muslim dan sangat mencintai Rasulullah S.A.W dan juga ahlul bait yang berakhlak mulia (yang tidak berakhlak, siapapun itu, turunan manapun, mana mungkin saya cintai).

    Saya anti rasialisme! kalau bicara keturunan, ayah saya dan ibu saya punya silsilah sampai ke jaman kerajaan di pulau jawa ini, silsilah itu baik untuk tahu kekeluargaan, tapi bukan untuk dibanggakan …. itu feodal! ayah saya menghapus semua gelaran kebangsawanan dari akte anak2nya, karena memang tidak berguna!

    Kakek dari ibu saya juga pejuang (beliau seorang tentara), masih ada photo2 beliau saat rapat dengan bung Karno, rapat dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dengan bung Hatta dll. …. itu kami simpan baik2 tapi tidak pernah kami tunjukan kepada selain keluarga.

    Ayah saya sangat bangga dengan budaya luhur dan panjang dari bangsa Arab, saya sering dibacakah tarikh2 Rasulullah S.A.W dan keturunannya. Ayah membacakan kisah Karbala sambil menangis haru!, ayah saya selalu menceritakan budaya agung bangsa Arab, yang catatannya sebagian besar dihapus oleh pihak2 anti islam. Dia juga membacakan saya buku2 dari tariqah Alawiyah yang beliau kagumi, dan juga tulisan2/ajaran dari para syekh (non Alawiyin) yang berakhlak mulia.

    Kami semua mengagumi, budaya Islam sekaligus budaya dan sejarah panjang bangsa Arab secara keseluruhan (bukan hanya Alawiyin!), budaya bangsa Arab adalah selalu memuliakan tamu2 yang datang kerumah mereka (saya punya banyak buku ttg budaya ini yang ditulis oleh orang barat!), tentunya mereka akan lebih memuliakan lagi tuan rumah yang menerima mereka saat mereka bertamu.

    Apalagi bangsa Arab yang di Indonesia sudah demikian membaurnya sehingga saya dari kecil melihat mereka seperti melihat layaknya orang Indonesia lain, ada Jawa, Sunda, Batak dll.

    Kami juga bangga akan budaya dan bangsa Indonesia dimana kami terlahir.

    Tapi sama seperti saya, beliau sangat anti pembanggaan keturunan dan pemaksaan perasaan melalui dalil2. Gejala pembanggan keturunan ini bukan hanya terjadi di kalangan Alawiyin, juga terjadi di kalangan ningrat di Jawa/Sumatera dll.

    Jadi secara mendasar, dari kecil saya sangat hormat dan cinta kepada Rasulullah S.A.W dan keturunannya. Tetapi cinta itu murni tanpa paksaan melalui dalil2.

    Istri saya juga orang Arab! anda tidak perlu tanya dia syarifah atau bukan, tidak penting buat saya. Kalau dia syarifah, nanti anda2 bilang dia salah pilih suami!

    Jadi kecintaan saya terhadap Rasulullah S.A.W dan keturunannya yang baik2 tidak perlu diragukan.

    Yang saya sangat tentang dari diskusi di forum ini adalah ide tentang “pemurnian keturunan”.

    Ditangan orang gila yang memegang kekuasaan, ide ini bisa menjadi bencana! ingat Hitler dengan ide “pemurnian ras Aria” nya, lalu genocide di balkan yg dilatar belakangi perbedaan agama dan keturunan! ingat Ku Klux Clan di Amerika…. dll. dll.

    Adalah wajar bila seorang ayah jawa menginginkan mantu orang jawa, begitu juga orang arab, orang Padang dan lain2. Tapi latar belakangnya biasanya karena saling kenal orang tua atau kesamaan budaya saja, bukan pemurnian ras!

    Seperti mertua saya, pada saat saya mulai berhubungan dengan istri saya, tentu keberatan karena saya bukan orang Arab, tetapi seperti saya tulis di atas, alasan2 mereka bukan pemurnian ras! dan setelah saya berkeluarga dengan mereka, saya merasakan kehangatan dan kecintaan kekeluargaan di lingkungan keluarga Arab! bukan dari mertua saya saja, tapi dari Jid2 dan Jidah2 serta dari para khal dan khalati serta sepupu2 yang menerima saya dan keluarga dengan rasa kekeluargaan dan kecintaan yng bisa kami rasakan langsung.

    Tapi sekali lagi, ide pemurnian ras seperti ditulis oleh beberapa orang di milis ini betul2 berbahaya! pasti akan menimbulkan kebencian dan pertentangan!

    Cukuplah negeri ini dengan segala masalah yang ada, jangan ditambah dengan permasalahan SARA yang tentunya tambah menyengsarakan Indonesia

  239. hamid assegaf
    10 Oktober, 2008 pukul 12:38 pm | #255

    Buat akhina amatiran,sekali lagi semangat yg saya ingin ungkapkan disini adalah semangat untuk saling menghargai,bukan untuk mengunggulkan golongan,apalagi diri saya pribadi,saya ingin anda2 yg menentang adanya kafaah dalam perkawinan untuk mengetahui darimana hukum itu berasal dan kemudian menghargai orang2 yg memandang kafaah itu penting,karena memang hukum kafaah itu ada dasar hukumnya dan dikuatkan oleh fatwa2 para mujtahid2 mutlak seperti imam Syafii(Imam bagi 80% muslim di indonesia,dan 50% muslim didunia yg menganut madzhab Syafii).
    yang kedua,setelah membaca comment anda,saya jadi mengerti mengapa anda dengan menggebu menentang ide kafaah ini,maaf sekali lagi maaf,kalau saya salah,tapi saya bisa memahami situasi psikologis seorang yg bukan alawi yg mangawini alawiyah,karena beberapa kerabat sayapun ada yg begitu,dinikahi oleh pria non alawy,bagaimanapun hangatnya kita menerima dia,tetap akan terasa kejanggalan2 yg walaupun tidak begitu kelihatan tapi akan sangat mengganggu dirinya pribadi,mudah2an itu tidak terjadi pada anda.Kesimpulan saya,ketika seorang pria non alawy batal menikahi seorang perempuan alawiyah maka sesungguhnya dia terselamatkan dari banyak hal,diantaranya faktor tersebut,

  240. hamid assegaf
    10 Oktober, 2008 pukul 12:59 pm | #256

    Mengenai isu SARA,memang saya akui comment dari beberapa pihak disini,bisa disalahpahami begitu,tapi saya sendiri bisa memahami itu,itu hanya ungkapan kekhawatiran para habaib akan semakin hilangnya semangat untuk menjaga manhaj sadah alawiyah,urusannya lebih luas lagi,semakin banyak warisan ilmu dan hikmat yg hilang lenyap berbarengan dengan wafatnya para kibarul habaib,biasanya kaum wanita alawiyah yg menikah dengan non alawy adalah yg minim penghayatannya akan hal ini,(minim pendidikan agama),walaupun mungkin saya salah,
    dan dikalangan para habaib tidak ada upaya pemurnian RAS,kalo yg perlu RASKIN mungkin ada,itu perlu anda tolong,ALLAH WAR RASUL YAJZIK AHSANAL JAZA,ide kafaah ini ada sejak ribuan tahun yg lalu dan sampai sekarang saya belum pernah dengar pernah ada gejolak isu sara itu,apalagi sampai disejajarkan sama genocidenya oom HITLER….busyet ngeri deh gue….,yg ada di Indonesia ini sebagian besar kaum muslimin menerima adanya kafaah ini dengan biasa saja,gak ada gejolak apa2,yg tidak mau menerimapun bebas menikahi alawiyah….ya kan?seperti anda contohnya?

  241. alfaqhir
    10 Oktober, 2008 pukul 1:06 pm | #257

    Maaf boleh saya ikutan dicoment ini pake moderator ga?

  242. alfaqhir
    10 Oktober, 2008 pukul 1:46 pm | #258

    saya kurang paham mengenai tafsi qur’an di surat Al Ahzab ayat 40 ALLAH BER FIRMAN:
    Muhammad itu sekali kali bukanlah Bapak dari sorang laki laki diantara kamu,tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi nabi. Dan ALLAH Maha mengetahui segala sesuatu.

    dari ayat diatas pasti ALLAH mempunyai maksud tertentu dan meperingati kita akan hal tertentu …. tolong jelaskan

  243. sanggardewa
    10 Oktober, 2008 pukul 2:52 pm | #259

    @alfaghir
    salam,
    ayat itu turun krn Rasul waktu itu akan menikahi seorang wanita bernama zainab janda dari anak angkat beliau yg bernama Zaid.

  244. hameed assegaf
    10 Oktober, 2008 pukul 3:14 pm | #260

    salam kenal buat alfaqhir,betul kata sanggar dewa ayat tersebut turun untuk membatalkan hukum jahiliyah yg menganggap anak angkat adalah sama dengan anak asli,yg bisa saling mewarisi dan tidak bisa dinikahi jandanya,ketika itu para sahabat menyebut ZAID BIN HARITSAH dengan ZAID BIN MUHAMMAD,dengan turunnya ayat ini batallah hukum tersebut,bhkan ditegaskan Allah dengan perintah kpada Nabi untuk mnikahi ZAINAB janda dari anak angkatny Zaid,
    Yg ingin saya tambahkan adalah jangan sampai kita menyebut NABI sebagai seorang yg PUTUS KETURUNANNYA,dalam sebuah peristiwa ALWA’ILseorang musuh Allah dan musuh RasulNya pernah dimatikan 10 anaknya ketika dia mengejek Nabi dihari wafatnya ABDULLAH putra beliau dengan menyebutnya sebagai AL ABTAR(Orang yg putus keturunannya)dan Nabi dibela oleh ALLAH dengan turunnya ayat Surat al Kautsar,INNA SYANIAKA HUWAL ABTAR,Sesungguhnya musuhmulah yg akan terputus keturunannya.YA ALLAH JADIKANLAH KAMI ORANG YG BISA MENJAGA ADAB DAN SOPAN SANTUN KEPADA NABIMU AGAR KAMI KELAK BISA BERKUMPUL DENGAN BELIAU DALAM SYURGAMU AMIIN…………….

  245. alfaqhir
    10 Oktober, 2008 pukul 3:31 pm | #261

    betul itu asbabul nuzul nya
    tapi klo alfaqhir renungi ALLAH sudah memperingati kita bahwa maslah keturunan … maafkan alfaqhirini orang indonesia (azam)
    saya kupas sedikit manusia yg bicara lebih mulia dari yg lain yaitu kaum yahudi dia menyatakan bahwa ibunya nabi ALLAH ismail (orang arab pertama) bukan dari bangsawan tapi dari turunan ……..
    kemudian makhluk ALLAH yg lain yg bicara lebih mulia dari yang lain adalah setan mereka berkata bahwa dia dibuat dari api dan adam dari tanah ……..
    maka klo kita terus terus bicara nasab kapan mo bikin nuklir
    kapan mo bikin universitas yg modern

    sebab yg saya tahu bahwa bangsa arab terdiri dari 2 bani
    bani adnan dan bani ghahtan klo merasa ini turunan bani qurais lebih tinggi bagaiman dengan bani zhuhur????
    lebih baik sudahi saja masalah nasab saya takut gara gara nasab kita lupa ALLAH

  246. alfaqhir
    10 Oktober, 2008 pukul 3:33 pm | #262

    betul itu asbabul nuzul nya
    tapi klo alfaqhir renungi ALLAH sudah memperingati kita bahwa maslah keturunan … maafkan alfaqhirini orang indonesia (azam)

  247. alfaqhir
    10 Oktober, 2008 pukul 3:34 pm | #263

    saya kupas sedikit manusia yg bicara lebih mulia dari yg lain yaitu kaum yahudi dia menyatakan bahwa ibunya nabi ALLAH ismail (orang arab pertama) bukan dari bangsawan tapi dari turunan

  248. alfaqhir
    10 Oktober, 2008 pukul 3:34 pm | #264

    kemudian makhluk ALLAH yg lain yg bicara lebih mulia dari yang lain adalah setan mereka berkata bahwa dia dibuat dari api dan adam dari tanah ….

  249. alfaqhir
    10 Oktober, 2008 pukul 3:35 pm | #265

    maka klo kita terus terus bicara nasab kapan mo bikin nuklir
    kapan mo bikin universitas yg modern

  250. alfaqhir
    10 Oktober, 2008 pukul 3:35 pm | #266

    sebab yg saya tahu bahwa bangsa arab terdiri dari 2 bani
    bani adnan dan bani ghahtan klo merasa ini turunan bani qurais lebih tinggi bagaiman dengan bani zhuhur????
    lebih baik sudahi saja masalah nasab saya takut gara gara nasab kita lupa ALLAH

  251. alfaqhir
    10 Oktober, 2008 pukul 3:37 pm | #267

    MAAF pada waktu tulisan saya jadi satu ter block jadi saya potong potong bisa

  252. alfaqhir
    10 Oktober, 2008 pukul 3:52 pm | #268

    maaf pa hameed assegaf jangan samapi marah pada saya
    tapi ini cuma pendapat….
    turun surat al ahzab ketika rosul masih hidup … dan ALLAH Tidak main main dengan firmannya menjamin dengan firman itu sampai Rosul wafat tidak ada putra nya sampai sini saja saya koment karena saya tidak berani masuk ke wilayah ALLAH ….
    saya tidak mo berandai andai dengan bermain atas nama ALLAH
    klo alfaqhir salah mohon maaf dan ALLAH MAHA BENAR ATAS SEGALA FIRMAN NYA

  253. Hameed assegaf
    10 Oktober, 2008 pukul 5:26 pm | #269

    Tuntasnya tafsir atas surat al kautsar adalah dgn adanya sabda Rasul: Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikn keturunn nabi di tulang blakangnya,d Allah mnjadikn kturunanku di tlg blkg Ali b Abi thalib,HR thabrani,dan hadits: Sesungguhnya kturunan smua prmpuan adlh kpd ayahnya(ank trsbt)kecuali ank fatimah mk aku adalah tmpt kmbali ank2nya,HR imam ahmad,SY HANYA MNGARAHKAN K YG BNAR,DAN TIDAK MMBIARKN YG SALAH MNJADI BNAR

  254. Amatiran
    10 Oktober, 2008 pukul 5:58 pm | #270

    Terima kasih atas tanggapan sdr. Hamid Assegaf,

    Maaf sedikit saya koreksi,

    Saya menggebu gebu tentang diskusi ini bukan karena istri saya orang Arab :)

    Dari dahulu sejak mahasiswa, dikampus maupun setelah itu saat pendidikan di luar negri, saya selalu menggebu gebu tentang hal ini.

    Apalagi di luar negri, oleh orang2 barat seringkali yg di deskreditkan adalah bangsa Arab dan ujung2nya agama mulia tuntunan Rasulullah S.A.W. Kalau sudah begini biasanya diskusi saya jadi panas (tetapi kepala tetap dingin he … he .. karena sifatnya diskusi)

    Dalam hal seluruh kandungan/ayat2 AL QUR’AN adalah up to date sampai akhir zaman, saya sependapat dengan Alfaqhir, walaupun memang turunnya ayat tersebut seringkali situasional, mungkin dengan begitu, umat pada saat itu akan lebih mengerti karena langsung ada contoh nyatanya. Tetapi seluruh ayat berlaku sampai akhir zaman.

    Istilah “Pemurnian Ras” mungkin terlalu keras ya, sdr Hamid ngeri kan? tapi memang akar masalah2 besar dunia biasanya dari situ.

    Di Afrika, perselisihan keturunan orang Hutu dan Tutsi memakan ratusan ribu korban, di Irlandia Utara, orang Inggris merasa lebih dari orang Irlandia plus perselisihan gereja anglikan-gereja katolik, di Rusia/tiblisi orang2 islam dicoba untuk dimusnahkan, di Afrika Selatan, di Zimbabwe (ras putih dan hitam), di Balkan (keturunan Bosnia Islam dibinuhi), di Spanyol, orang2 Basque direndahkan, korbannya ribuan (sampai sekarang letupan2 perselisihan itu masih terjadi)

    Selanjutnya Yahudi yg merasa sbg manusia pilihan Tuhan (meyakini ayat dalam kitab Talmud/Torah) dengan tanah perjanjiannya, mengusir bangsa Arab/Palestina dari tanah airnya, tanpa sedikitpun merasa bersalah karena itu tugas suci.

    Revolusi sosial di China karena perbedaan kelas masyarakat. Revolusi Perancis karena friksi Borjuis dan Proletar.

    Yang paling terkenal, Hitler dengan ras Arianya dan dalil tugas suci Kristiani menghalakan genocide.

    Dan buanyaaak lagi contoh2 di berbagai negri, bencana akibat satu kelompok merasa lebih dari kelompok lainnya.

    Jadi, perbedaan tajam dengan didasari Agama/keturunan dan Ideologi (mis. Kamboja), kalau sampai meledak, akibatnya memang sangat mengerikan.

    Makanya, saya sangat menghimbau kita2, terutama kaum muslimin (bukankah semua muslim bersaudara?), kalau bisa, tekanlah potensi2 perselisihan seperti ini, dimulai dari hal yang paling kecil di lingkungan kita.

    Perselisihan, walaupun sifatnya seperti ringan dan bercanda, contohnya sdr Al Attas yg menyebut Jid2 nya sdr chaleed chadama Jidnya beliau (mudah2an memang hanya bercanda), bisa menimbulkan kebencian yg berakar kuat

    Di forum ini, kita tidak saling mengenal langsung, tetapi kesan baik dan kesan buruk akan masuk ke pikiran kita dan terbawa ke keluarga masing2, dampaknya bisa luas.

    Ass. Wr. Wb

  255. alfaqhir
    10 Oktober, 2008 pukul 7:29 pm | #271

    yth Pa Amatiran dan pa hamid assegaf

    saya mohon maaf klo kata saya kurang sopan

    Saya sangat memulyakan Rosul karena Beliau adil tidak membedakan hukum atas Ras dam Kel. .. contoh nya klo putri fatimah mencuri akan saya potong tangan….

    tapi tiba tiba ada kelompok mengaku turunan nabi dengan ketidak jelasan dan menganggap lebih dari yang lain maaf pegangan saya qur’an dan hadist … bila anak nabi durhaka ( anak Nabi NUH A.S. ) atau Istri Nabi ( Luth) berbuat salah tetap dalam hukum ALLAH … quran tetap sebagai pegangan ALLAH tidak membedakan Rosul satu dg yg lain .. kita lihat ketika musa membanggakan diri lebih dari yg lain maka ALLAH perintahkan untuk menemui rojul mu’minin … pertanyaan saya klo kalian lebih dari yg lain bagaimana dengan ayat qur’an nya mana .. sebab di hukum qur’an tidak membedakan antara nabi dan kel.nya dengan hamba ALLAH lain nya sebab ALLAH MAHA ADIL
    WAKTU ROSUL MO WAFAT BELIAU BILANG UMATI UMATI TIDAK bilang ahli baiti ….
    jadi tolong jangan kita kotorin Rosul yg kita cintai … dan jangan umat kita di kembalikan ke jaman kebodohan lebih baik enerji kita tumpahkan untuk pendidikan yg benar
    akibat kita cerita nasab kita jadi kuli orang kafir ….
    orang nasrani udah bikin pesantren lebih baik dari kita rumah yatim nya lebih mewah….
    di tulisan pa amatiran ada yg mengatakan jid jid nya chadama itu bahasa yahudi yg di tujukan pada ibu nabi Ismail jadi sekali lagi bila kita sebut kasta dalam islam pasti yahudi yg dominan menyebut kasta bila kita libatin yahudi maka akan muncul CUCU TUHAN karena di qur’an di tulis ada turunan yahudi anak tuhan NANTI MEREKA

  256. alfaqhir
    10 Oktober, 2008 pukul 7:35 pm | #272

    nanti mereka bilang cucu uziar termulya di dunia dan akhirat

  257. bingung
    10 Oktober, 2008 pukul 8:57 pm | #273

    waduh ane baca jadi bingung baru liat emang ini forum apaan yee?

  258. bingung
    10 Oktober, 2008 pukul 9:13 pm | #274

    terus terang klo liat film laksamana Cheng hoo kayanya beliau banyak berbuat masalah islam di indonesia klo kate ane beliau jasa sangat besar di banding orang habib .. ( klo orang habib itu orang arab kan maksud nya ?)

    klo ane orang bingung klo ngaku turanan bener apa kaga test DNA nya aja
    klo satu kaum darah macem macem DNA ga keruan ga percaya ah …
    terus masalah keluarga ? katanya Oom nya rasul kaga islam yg ane denger gitu terus kate klo bukan islam kaga masuk sorga …
    ga ngati deh ane ??? bikin aturan sendiri sendiri terus ada nabi baru gimane ye bingung dah

  259. hameed assegaf
    10 Oktober, 2008 pukul 10:11 pm | #275

    Tuh kan yg ada yg bingung,jngkan anda saya aja yg terlibat dari awal jadi bingung,he… he… :) sebetulnya jawaban saya udah dibaca belum seh…….???ayatnya ada,haditsnya ada tapi kenapa kok gak bisa anda terima???…..gak ada penafsiran tertinggi (setelah alqur’an itu sendiri yg saling menafsirkan)selain penafsiran yg datang dari sebuah hadits Nabi,trus ayat itu mau nt tafsiri apa?kalo Nabi gak punya keturunan??ABTAR???YA SILAHKAN AJA……KAN ADA AYATNYA??….SIAP NANGGUNG RESIKO???… salah satu syarat mutlak mengimani MUHAMMAD SAW. adalah dengan TASLIM(PASRAH MENERIMA) semua yg beliau sampaikan dari Tuhannya,kenapa kok jadi ruwet??…
    soal ALATTAS dan CHALID yg harus mmprbaiki gaya ngmng nya ana setuju aja,tapi mereka yg mwakili semua habaib khan??
    Soal RASISME,HABAIB GAK BOLEH SOMBONG dan semua yg anda sampaikan udah ana jwb di jwban2 ana diatas,jadi ana kira cukup,ini udah jelas sejelas matahari disianghari bolong,tapi barangkali kitanya yg lagi sakit mata kali ye…..??
    Buat BINGUNG ada satu komentar buat anda :ANDA MEMANG BENAR2 BINGUNG DAN MEMBINGUNGKAN…HE…..HE….

  260. alfaqhir
    11 Oktober, 2008 pukul 8:28 am | #276

    80 | chaled baawad

    Maret 11th, 2008 at 12:48 pm

    maaf, saya mau nanya kpd yg faham ttg sejarah, soal keturunan dr anak2 imam ali yg dilahirkan bukan dari fatimah azzahra.. akan peranan dan kisah mereka.., karena selama ini yg kita tahu hanya 3 klan keturunan quraisy yg memiliki peranan terbesar dalam fondasi sejarah islam..yakni 1.klan muawiyyah kerabat jauh nabi,2.klan abbasiyyah yg leluhurnya adalah paman rosulullah sendiri,dan 3.klan baalawi anak cucu fatimah azzahra yg selalu bertindak sbg oposisi yg katanya terzholimi di dimasa berkuasanya 2 klan tsb diatas.., namun peranan dr keturunan anak2 imam ali yg lain tdk begitu diketahui kisahnya.. kalau ada yg tahu tolong diceritakan..
    maaf ini cuma daftar aja bukan kisah

    Keturunan Ali bin Abi Thalib

    Keturunan Ali bin Abi Thalib sering pula disebut dengan Alawiyin atau Alawiyah. Setelah meninggalnya Fatimah az-Zahra, Ali memiliki delapan orang istri[1] dan memiliki keseluruhan 36 orang anak. Dua anak laki-lakinya yang terkenal, lahir dari putri Nabi Muhammad, Fatimah, adalah Hasan dan Husain.
    Keturunan Ali melalui Fatimah dikenal dengan Syarif atau Sayyid, yang merupakan gelar kehormatan dalam Bahasa Arab, Syarif berarti bangsawan dan Sayyed berarti tuan. Sebagai keturunan langsung dari Muhammad, mereka dihormati oleh Sunni dan Syi’ah.
    • 1 Pernikahan dengan Fatimah az-Zahra
    o 1.1 Putra Ali melalui Fatimah
    o 1.2 Putri Ali melalui Fatimah
    • 2 Pernikahan dengan Umamah binti Zainab
    • 3 Pernikahan dengan Ummu Banin binti Hizam
    • 4 Pernikahan dengan Laila binti Mas’ud
    • 5 Pernikahan dengan Khawlah binti Ja’far al-Hanafiah
    • 6 Pernikahan dengan Al-Sahba’ binti Rabi’ah
    • 7 Pernikahan dengan Asma binti Umais
    • 8 Daftar seluruh keturunan
    Pernikahan dengan Fatimah az-Zahra
    Putra Ali melalui Fatimah
    • Hasan bin Ali, yang digelari al-Mujtaba
    • Husain bin Ali, yang digelari asy-Syahid
    • Muhsin bin Ali, yang meninggal waktu masih dalam kandungan.
    Putri Ali melalui Fatimah
    • Zainab binti Ali, yang dijuluki Zainab al-Kubra
    • Ummu Kultsum, menikah dengan Umar bin Khattab.
    • Zaid bin Umar
    Pernikahan dengan Umamah binti Zainab
    Umamah merupakan anak dari Abi Al Aa’sh dan Zainab binti Muhammad, kakak perempuan dari Fatimah az-Zahra, setelah meninggalnya Fatimah, Umamah kemudian menikah dengan Ali dan memiliki seorang anak laki-laki, yaitu:
    • Muhammad al-Ausath
    Pernikahan dengan Ummu Banin binti Hizam
    Ummu Banin merupakan anak dari Hizam bin Khalid, memiliki 5 anak laki-laki, yaitu:
    • Ja’far bin Ali, syahid di Karbala pada 10 Oktober 680
    • Abdullah bin Ali, syahid di Karbala pada 10 Oktober 680
    • Utsman bin Ali, syahid di Karbala pada 10 Oktober 680
    • Umar bin Ali, syahid di Karbala pada 10 Oktober 680
    • Abbas bin Ali
    Pernikahan dengan Laila binti Mas’ud
    • Ubaidullah bin Ali
    • Abu Bakar bin Ali
    Pernikahan dengan Khawlah binti Ja’far al-Hanafiah
    • Muhammad Abu Abdullah bin Ali, lebih dikenal dengan Muhammad bin al-Hanafiah, meninggal tahun 67 H
    Pernikahan dengan Al-Sahba’ binti Rabi’ah
    • Umar bin Ali
    Pernikahan dengan Asma binti Umais
    Asma menikah pertama kali dengan Ja’far bin Abu Thalib, kemudian setelah meninggalnya Ja’far, ia menikah dengan Abu Bakar, memiliki seorang anak, yang kemudian menjadi anak angkat dari Ali bin Abi Thalib, yang bernama:
    • Muhammad bin Abu Bakar
    Setelah meninggalnya Abu Bakar, Asma binti Umais kemudian menikah dengan Ali bin Abi Thalib, dan memiliki dua anak laki-laki, yaitu:
    • Yahya bin Ali d:61H
    • Muhammad al-Ashgar bin Ali, syahid di Karbala pada tanggal 10 Oktober 680
    Daftar seluruh keturunan
    Anak laki-laki Anak perempuan
    Hasan al-Mujtaba
    Zainab al-Kubra
    Husain asy-Syahid
    Zainab al-Sughra
    Muhammad bin al-Hanafiah
    Ummu al-Hasan
    Abbas al-Akbar (dijuluki Abu Fadl) Ramlah al-Kubra
    Abdullah al-Akbar Ramlah al-Sughra
    Ja’far al-Akbar Nafisah
    Utsman al-Akbar Ruqaiyah al-Sughra
    Muhammad al-Ashghar Ruqaiyah al-Kubra
    Abdullah al-Ashghar Maimunah
    Abdullah (yang dijuluki Abu Ali) Zainab al-Sughra
    ‘Aun Ummu Hani
    Yahya Fathimah al-Sughra
    Muhammad al-Ausath Umamah
    Utsman al-Ashghar Khadijah al-Sughra
    Abbas al-Ashghar Ummu Kaltsum
    Ja’far al-Ashghar Ummu Salamah
    Umar al-Ashghar Hamamah
    Umar al-Akbar Ummu Kiram

  261. alfaqhir
    11 Oktober, 2008 pukul 9:23 am | #277

    yth.: pa Bingung sekedar bua tambah wawasan

    Ali bin Abi Thalib
    Alī bin Abī Thālib (Bahasa Arab: علي بن أﺑﻲ طالب) (Bahasa Persia: علی پسر ابو طالب)‎ (599 – 661) adalah salah seorang pemeluk Islam pertama dan juga keluarga dari Nabi Muhammad. Menurut Islam Sunni, ia adalah Khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin. Sedangkan Syi’ah berpendapat bahwa ia adalah Imam sekaligus Khalifah pertama yang dipilih oleh Rasulullah Muhammad SAW. Uniknya meskipun Sunni tidak mengakui konsep Imamah mereka setuju memanggil Ali dengan sebutan Imam, sehingga Ali menjadi satu-satunya Khalifah yang sekaligus juga Imam. Ali adalah sepupu dari Muhammad, dan setelah menikah dengan Fatimah az-Zahra, ia menjadi menantu Muhammad.

    Perbedaan pandangan mengenai pribadi Ali bin Abi Thalib

    Syi’ah
    Syi’ah berpendapat bahwa Ali adalah khalifah yang berhak menggantikan Nabi Muhammad, dan sudah ditunjuk oleh Beliau atas perintah Allah di Ghadir Khum. Syi’ah meninggikan kedudukan Ali atas Sahabat Nabi yang lain, seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab.
    Syi’ah selalu menambahkan nama Ali bin Abi Thalib dengan Alayhi Salam (AS) atau semoga Allah melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan.

    Sunni
    Sebagian Sunni yaitu mereka yang menjadi anggota Bani Umayyah dan para pendukungnya memandang Ali sama dengan Sahabat Nabi yang lain.
    Sunni menambahkan nama Ali dengan Radhiyallahu Anhu (RA) atau semoga Allah melimpahkan Ridha (ke-suka-an)nya. Tambahan ini sama sebagaimana yang juga diberikan kepada Sahabat Nabi yang lain.
    Sufi
    Sufi menambahkan nama Ali bin Abi Thalib dengan Karramallahu Wajhah (KW) atau semoga Allah me-mulia-kan wajahnya. Doa kaum Sufi ini sangat unik, berdasar riwayat bahwa beliau tidak suka menggunakan wajahnya untuk melihat hal-hal buruk bahkan yang kurang sopan sekalipun. Dibuktikan dalam sebagian riwayat bahwa beliau tidak suka memandang ke bawah bila sedang berhubungan intim dengan istri. Sedangkan riwayat-riwayat lain menyebutkan dalam banyak pertempuran (duel-tanding), bila pakaian musuh terbuka bagian bawah terkena sobekan pedang beliau, maka Ali enggan meneruskan duel hingga musuhnya lebih dulu memperbaiki pakaiannya.
    Ali bin Abi Thalib dianggap oleh kaum Sufi sebagai Imam dalam ilmu hikmah (divine wisdom) dan futuwwah (spiritual warriorship). Dari beliau bermunculan cabang-cabang tarekat (thoriqoh) atau spiritual-brotherhood. Hampir seluruh pendiri tarekat Sufi, adalah keturunan beliau sesuai dengan catatan nasab yang resmi mereka miliki. Seperti pada tarekat Qadiriyyah dengan pendirinya Syekh Abdul Qadir Jaelani, yang merupakan keturunan langsung dari Ali melalui anaknya Hasan bin Ali seperti yang tercantum dalam kitab manaqib Syekh Abdul Qadir Jilani (karya Syekh Ja’far Barzanji) dan banyak kitab-kitab lainnya.
    Riwayat Hidup
    Kelahiran & Kehidupan Keluarga
    Kelahiran
    Ali dilahirkan di Mekkah, daerah Hejaz, Jazirah Arab, pada tanggal 13 Rajab. Menurut sejarawan, Ali dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad, sekitar tahun 599 Masehi[1] atau 600[2](perkiraan). Muslim Syi’ah percaya bahwa Ali dilahirkan di dalam Ka’bah. Usia Ali terhadap Nabi Muhammad masih diperselisihkan hingga kini, sebagian riwayat menyebut berbeda 25 tahun, ada yang berbeda 27 tahun, ada yang 30 tahun bahkan 32 tahun.
    Beliau bernama asli Haydar bin Abu Thalib, paman Nabi Muhammad SAW. Haydar yang berarti Singa adalah harapan keluarga Abu Thalib untuk mempunyai penerus yang dapat menjadi tokoh pemberani dan disegani diantara kalangan Quraisy Mekkah.
    Setelah mengetahui sepupu yang baru lahir diberi nama Haydar, Nabi SAW terkesan tidak suka, karena itu mulai memanggil dengan Ali yang berarti Tinggi(derajat di sisi Allah).
    Kehidupan Awal
    Ali dilahirkan dari ibu yang bernama Fatimah binti Asad, dimana Asad merupakan anak dari Hasyim, sehingga menjadikan Ali, merupakan keturunan Hasyim dari sisi bapak dan ibu.
    Kelahiran Ali bin Abi Thalib banyak memberi hiburan bagi Nabi SAW karena beliau tidak punya anak laki-laki. Uzur dan faqir nya keluarga Abu Thalib memberi kesempatan bagi Nabi SAW bersama istri beliau Khadijah untuk mengasuh Ali dan menjadikannya putra angkat. Hal ini sekaligus untuk membalas jasa kepada Abu Thalib yang telah mengasuh Nabi sejak beliau kecil hingga dewasa, sehingga sedari kecil Ali sudah bersama dengan Muhammad.
    Dalam biografi asing (Barat), hubungan Ali kepada Nabi Muhammad SAW dilukiskan seperti Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) kepada Yesus (Nabi Isa). Dalam riwayat-riwayat Syi’ah dan sebagian riwayat Sunni, hubungan tersebut dilukiskan seperti Nabi Harun kepada Nabi Musa.
    Masa Remaja
    Ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, riwayat-riwayat lama seperti Ibnu Ishaq menjelaskan Ali adalah lelaki pertama yang mempercayai wahyu tesebut atau orang ke 2 yang percaya setelah Khadijah istri Nabi sendiri. Pada titik ini Ali berusia sekitar 10 tahun.
    Pada usia remaja setelah wahyu turun, Ali banyak belajar langsung dari Nabi SAW karena sebagai anak asuh, berkesempatan selalu dekat dengan Nabi hal ini berkelanjutan hingga beliau menjadi menantu Nabi. Hal inilah yang menjadi bukti bagi sebagian kaum Sufi bahwa ada pelajaran-pelajaran tertentu masalah ruhani (spirituality dalam bahasa Inggris atau kaum Salaf lebih suka menyebut istilah ‘Ihsan’) atau yang kemudian dikenal dengan istilah Tasawuf yang diajarkan Nabi khusus kepada beliau tapi tidak kepada Murid-murid atau Sahabat-sahabat yang lain.
    Karena bila ilmu Syari’ah atau hukum-hukum agama Islam baik yang mengatur ibadah maupun kemasyarakatan semua yang diterima Nabi harus disampaikan dan diajarkan kepada umatnya, sementara masalah ruhani hanya bisa diberikan kepada orang-orang tertentu dengan kapasitas masing-masing.
    Didikan langsung dari Nabi kepada Ali dalam semua aspek ilmu Islam baik aspek zhahir (exterior)atau syariah dan bathin (interior) atau tasawuf menggembleng Ali menjadi seorang pemuda yang sangat cerdas, berani dan bijak.
    Kehidupan di Mekkah sampai Hijrah ke Madinah
    Ali bersedia tidur di kamar Nabi untuk mengelabui orang-orang Quraisy yang akan menggagalkan hijrah Nabi. Beliau tidur menampakkan kesan Nabi yang tidur sehingga masuk waktu menjelang pagi mereka mengetahui Ali yang tidur, sudah tertinggal satu malam perjalanan oleh Nabi yang telah meloloskan diri ke Madinah bersama Abu Bakar.
    Kehidupan di Madinah
    Perkawinan
    Setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah, Ali dinikahkan Nabi dengan putri kesayangannya Fatimah az-Zahra yang banyak dinanti para pemuda. Nabi menimbang Ali yang paling tepat dalam banyak hal seperti Nasab keluarga yang se-rumpun (Bani Hasyim), yang paling dulu mempercayai ke-nabi-an Muhammad (setelah Khadijah), yang selalu belajar di bawah Nabi dan banyak hal lain.
    Pertempuran yang diikuti pada masa Nabi saw
    Perang Badar
    Beberapa saat setelah menikah, pecahlah perang Badar, perang pertama dalam sejarah Islam. Di sini Ali betul-betul menjadi pahlawan disamping Hamzah, paman Nabi. Banyaknya Quraisy Mekkah yang tewas di tangan Ali masih dalam perselisihan, tapi semua sepakat beliau menjadi bintang lapangan dalam usia yang masih sangat muda sekitar 25 tahun.
    Perang Khandaq
    Perang Khandak juga menjadi saksi nyata keberanian Ali bin Abi Thalib ketika memerangi Amar bin Abdi Wud. Dengan satu tebasan pedangnya yang bernama dzulfikar, Amar bin Abdi Wud terbelah menjadi dua bagian.
    Perang Khaibar
    Setelah Perjanjian Hudaibiyah yang memuat perjanjian perdamaian antara kaum Muslimin dengan Yahudi, dikemudian hari Yahudi mengkhianati perjanjian tersebut sehingga pecah perang melawan Yahudi yang bertahan di Benteng Khaibar yang sangat kokoh, biasa disebut dengan perang Khaibar. Di saat para sahabat tidak mampu membuka benteng Khaibar, Nabi saw bersabda:
    “Besok, akan aku serahkan bendera kepada seseorang yang tidak akan melarikan diri, dia akan menyerang berulang-ulang dan Allah akan mengaruniakan kemenangan baginya. Allah dan Rasul-Nya mencintainya dan dia mencintai Allah dan Rasul-Nya”.
    Maka, seluruh sahabat pun berangan-angan untuk mendapatkan kemuliaan tersebut. Namun, temyata Ali bin Abi Thalib yang mendapat kehormatan itu serta mampu menghancurkan benteng Khaibar dan berhasil membunuh seorang prajurit musuh yang berani bernama Marhab lalu menebasnya dengan sekali pukul hingga terbelah menjadi dua bagian.
    Peperangan lainnya
    Hampir semua peperangan beliau ikuti kecuali perang Tabuk karena mewakili nabi Muhammad untuk menjaga kota Madinah.
    Setelah Nabi wafat
    Sampai disini hampir semua pihak sepakat tentang riwayat Ali bin Abi Thalib, perbedaan pendapat mulai tampak ketika Nabi Muhammad wafat. Syi’ah berpendapat sudah ada wasiat (berdasar riwayat Ghadir Khum) bahwa Ali harus menjadi Khalifah bila Nabi SAW wafat. Tetapi Sunni tidak sependapat, sehingga pada saat Ali dan Fatimah masih berada dalam suasana duka orang-orang Quraisy bersepakat untuk membaiat Abu Bakar.
    Pengangkatan Abu Bakar sebagai Khalifah tentu tidak disetujui keluarga Nabi Ahlul Baitdan pengikutnya. Beberapa riwayat berbeda pendapat waktu pem-bai’at-an Ali bin Abi Thalib terhadap Abu Bakar sebagai Khalifah pengganti Rasulullah. Ada yang meriwayatkan setelah Nabi dimakamkan, ada yang beberapa hari setelah itu, riwayat yang terbanyak adalah Ali mem-bai’at Abu Bakar setelah Fatimah meninggal, yaitu enam bulan setelah meninggalnya Rasulullah demi mencegah perpecahan dalam ummat
    Ada yang menyatakan bahwa Ali belum pantas untuk menyandang jabatan Khalifah karena umurnya yang masih muda, ada pula yang menyatakan bahwa kekhalifahan dan kenabian sebaiknya tidak berada di tangan Bani Hasyim.
    Sebagai khalifah
    Peristiwa pembunuhan terhadap Khalifah Utsman bin Affan mengakibatkan kegentingan di seluruh dunia Islam yang waktu itu sudah membentang sampai ke Persia dan Afrika Utara. Pemberontak yang waktu itu menguasai Madinah tidak mempunyai pilihan lain selain Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah, waktu itu Ali berusaha menolak, tetapi Zubair bin Awwam dan Talhah bin Ubaidillah memaksa beliau, sehingga akhirnya Ali menerima bai’at mereka. Menjadikan Ali satu-satunya Khalifah yang dibai’at secara massal, karena khalifah sebelumnya dipilih melalui cara yang berbeda-beda.
    Sebagai Khalifah ke-4 yang memerintah selama sekitar 5 tahun. Masa pemerintahannya mewarisi kekacauan yang terjadi saat masa pemerintah Khalifah sebelumnya, Utsman bin Affan. Untuk pertama kalinya perang saudara antara umat Muslim terjadi saat masa pemerintahannya, Perang Jamal. 20.000 pasukan pimpinan Ali melawan 30.000 pasukan pimpinan Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah, dan Ummul mu’minin Aisyah binti Abu Bakar, janda Rasulullah. Perang tersebut dimenangkan oleh pihak Ali.
    Peristiwa pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan yang menurut berbagai kalangan waktu itu kurang dapat diselesaikan karena fitnah yang sudah terlanjur meluas dan sudah diisyaratkan (akan terjadi) oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih hidup, dan diperparah oleh hasutan-hasutan para pembangkang yang ada sejak zaman Utsman bin Affan, menyebabkan perpecahan di kalangan kaum muslim sehingga menyebabkan perang tersebut. Tidak hanya selesai di situ, konflik berkepanjangan terjadi hingga akhir pemerintahannya. Perang Shiffin yang melemahkan kekhalifannya juga berawal dari masalah tersebut.
    Ali bin Abi Thalib, seseorang yang memiliki kecakapan dalam bidang militer dan strategi perang, mengalami kesulitan dalam administrasi negara karena kekacauan luar biasa yang ditinggalkan pemerintahan sebelumya. Beliau meninggal di usia 63 tahun karena pembunuhan oleh Abdrrahman bin Muljam, seseorang yang berasal dari golongan Khawarij (pembangkang) saat mengimami shalat subuh di masjid Kufah, pada tanggal 19 Ramadhan, dan Ali menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriyah. Ali dikuburkan secara rahasia di Najaf, bahkan ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa ia dikubur di tempat lain.

    Didahului oleh:
    Utsman bin Affan
    Khalifah (Sunni) tahun 656–661
    Digantikan oleh:
    Muawiyah I

    Didahului oleh:
    Muhammad
    Imam Syi’ah (Syi’ah) tahun 632–661
    Digantikan oleh:
    Hasan bin Ali

    Dua Belas Imam Syi’ah

    • Ali bin Abi Thalib
    • Hasan al-Mujtaba
    • Husain asy-Syahid
    • Ali Zainal Abidin
    • Muhammad al-Baqir
    • Ja’far ash-Shadiq
    • Musa al-Kadzim
    • Ali ar-Ridha
    • Muhammad al-Jawad
    • Ali al-Hadi
    • Hasan al-Asykari
    • Muhammad al-Mahdi

  262. alfaqhir
    11 Oktober, 2008 pukul 9:54 am | #278

    maaf saya lihat dan saya pelajari ko maki makian dengan kata kotor hingga memaki golongan .. tidak sependapat wajar bahkan ALLAH BERFIRMAN memerintahkan kita jangan menggangu orang kafi dlm ibadat …bagimu agamamu bagiku agama ku

    sedkit saya singgung SYEIKH AHMAD SURKATI AL-ANSHARI yang mendatang beliau ke indonesia adalah perkumpulan jamiat kher
    klo tidak salah saat itu yang aktif Habib Abu bakar Alatas dan ini sedikit tentang Syeh tsb:

    SYEIKH AHMAD SURKATI AL-ANSHARI
    (Pendiri Al-Irsyad Al-Islamiyyah)

    SYEIKH AHMAD SURKATI adalah tokoh utama berdirinya Jam’iyat al-Islah wa Al-Irsyad al-Arabiyah (kemudian berubah menjadi Jam’iyat al-Islah wal Irsyad al-Islamiyyah), atau disingkat dengan nama Al-Irsyad. Banyak ahli sejarah mengakui perannya yang besar dalam pembaharuan pemikiran Islam di Indonesia, namun sayang namanya tak banyak disebutdalam wacana sejarah pergulatan pemikiran Islam di Indonesia.

    Sejarawan Deliar Noer menyatakan Ahmad Surkati “memainkan peran penting” sebagai mufti. ¹ Sedang sejarawan Belanda G.F. Pijper menyebut dia “seorang pembaharu Islam di Indonesia.” Pijper juga menyebut Al-Irsyad sebagai gerakan pembaharuan yang punya kesamaan dengan gerakan reformasi di Mesir, sebagaimana dilakukan Muhammad Abduh dan Rashid Ridha lewat Jam’iyat al-Islah wal Irsyad (Perhimpunan bagi Reformasi dan Pimpinan).²

    Sejarawan Abubakar Aceh menyebut Syeikh Ahmad Surkati sebagai pelopor gerakan salaf di Jawa.³
    Howard M. Federspiel menyebut Syekh Ahmad Surkati sebagai “penasehat awal pemikiran Islam fundamental di Indonesia”. Dan pendiri Persatuan Islam (Persis), Haji Zamzam dan Muhammad Yunus, oleh Federspiel disebut sebagi sahabat karib Syekh Ahmad Surkati.

    Pengakuan terhadap ketokohan Syekh Ahmad Surkati juga datang dari seorang tokoh Persis, A. Hassan. Menurut A. Hassan juga menyebut, pendiri Muhammadiyah H. Ahamd Dahlan dan pendiri Persis Haji Zamzam juga murid-murid Ahmad Surkati.

    Menurut A. Hassan:

    “Mereka itu tidak menerima pelajaran dengan teratur, namun Al-Ustadz Ahmad Surkati inilah yang membuka pikirannya sehingga berani membuang prinsip-prinsip yang lama, dan menjadi pemimpin-pemimpin organisasi yang bergerak berdasarkan Al-Kitab dan Al-Sunnah.”

    Pujian terhadap Ahmad Surkati juga datang dari ayah Hamka, H. Abdul Karim Amrullah. Kisahnya, di tahun 1944 Hamka bertanya kepada ayahnya tentang seseorang yang dipandang sebagai ulama besar di Jawa. Ayahnya menjawab, “Hanya Syekh Ahmad Surkati.” Hamka bertanya kembali, “Tentang apanya?”

    “Dialah yang teguh pendirian. Walaupun kedua belah matanya telah buta, masih tetap mempertahankan agam dan menyatakannya dengan terus terang, terutama terhadap pemerintah Jepang. Ilmunya amat dala, fahamnya amat luas dan hati sangat tawadu!”

    Dalam bukunya yang berjudul Ayahku: Riwayat Hidup Dr. Abdul Karim Amrullah dan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera, Hamka juga menulis hubungan khusus antara ayahnya dengan Syekh Ahmad Surkati. “Setelah pindah ke tanah Jawa, sangatlah rapat hubungannya dengan almarhum Syekh Ahmad Surkati, pendiri Al-Irsyad yang masyhur itu. Pertemuan beliau yang pertama dengan Syekh itu di Pekalongan pada 1925. Ketika itu Syekh masih sehat dan matanya belum rusak…”

    Syekh Ahmad Surkati lahir di Desa Udfu, Jazirah Arqu, Dongula (Sudan), 1292 H atau 1875 M. Ayahnya bernama Muhammad dan diyakini masih punya hubungan keturunan dari Jabir bin Abdullah al-Anshari, Sahabat Rasulullah saw. dari golongan Anshar.

    Syekh Ahmad Surkati lahir dari keluarga terpelajar dalam ilmu agama Islam. Ayahnya, Muhammad Surkati, adalah lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir. Syekh Ahamd dikenal cerdas sedari kecil. Dalam usia muda, ia sudah hafal Al-Qur’an.

    Setamat pendidikan dasar di Mesjid Al-Qaulid, Ahmad Surkati dikirim oleh ayahnya belajar di Ma’had Sharqi Nawi, sebuah pesantren besar di Sudan waktu itu. Ia kembali lulus memuaskan, dan ayahnya ingin ia bisa melanjutkan ke Uniersitas Al-Azhar di Mesir. Namun pemerintahan Al-Mahdi yang berkuasa di Sudan waktu itu, melarang warganya meninggalkan Sudan. Putus keinginan Ahmad muda untuk mengikuti jejak ayahnya, menjadi sarjana Al-Azhar.

    Namun suatu waktu, Ahmad Surkati bisa juga lolos dari Sudan dan berangkat ke Madinah dan Mekkah, untuk belajar agama. Tepatnya, setelah ayah beliau wafat pada 1896 M. Di Mekkah, ia sempat memperoleh gelar Al-Allaamah yang prestisius waktu itu, dari Majelis Ulama Mekkah, pada 1326 H. Syekh Ahmad lantas mendirikan sekolah sendiri di Mekkah, dan mengajar tetap di Masjidil Haram.

    Meski berada di Mekkah, ia rutin berhubungan dengan ulama-ulama Al-Azhar lewat surat menyurat. Hingga suatu waktu datang utusan dari Jami’at Kheir (Indonesia) untuk mencari guru, ulama Al-Azhar langsung menunjuk ke Syekh Ahmad. Dan beliaupun pergi ke Indonesia bersam dua kawan karibnya, Syekh Muhammad Abdulhamid al-Sudani dan Syekh Muhammad Thayyib al-Maghribi.

    Di negeri barunya ini, Syekh Ahmad menyebarkan ide-ide baru dalam lingkungan masyarakat Islam Indonesia. Syekh Ahmad Surkati diangkat sebagai Penilik sekolah-sekolah yang dibuka Jami’at Kheir di Jakarta dan Bogor.

    Berkat kepemimpinan dan bimbingannya, dalam waktu satu tahun sekolah-sekolah tersebut maju pesat. Namun Syekh Ahmad Surkati hanya bertahan tiga tahun di Jami’at Kheir, karena perbedaan faham yang cukup prinsipil dengan para penguasa Jami’at Kheir, yang umumnya keturunan Arab sayyid (alawiyin).

    Sekalipun Jami’at Kheir tergolong organisasi yang memiliki cara dan fasilitas modern, namun pandangan keagamaannya, khususnya yang menyangkut persamaan derajat, belum terserap baik. Ini nampak setelah para pemuka Jami’at Kheir dengan kerasnya menentang fatwa Syekh Ahmad Surkati tentang kafaah (persamaan derajat).

    Karena tak disukai lagi, Syekh Ahmad memutuskan mundur dari Jami’at Kheir, pada 6 September 1914 (15 Syawwal 1332 H). Dan dihari itu juga Syekh Ahmad bersama beberapa sahabatnya dari golongan non-Alawi mendirikan Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah, serta organisasi untuk menaunginya: Jam’iyat al-Islah wal-Irsyad al-Arabiyah (kemudian berganti nama Jam’iyat al-Islah wal-Irsyad Al-Islamiyyah).

    Karya Tulis Syekh Ahmad Surkati:
    Selain mengajar di sekolah formal, di Indonesia Syekh Ahmad Surkati juga rajin membuat karya tulis . Antaranya yang penting adalah:

    1. Surat al-Jawab (1915):
    Risalah ini merupakan jawaban Ahmad Surkati terhadap permintaan pemimpin surat kabar Suluh India, H.O.S. Tjokroaminoto, sehubungan dengan makin luasnya pembicaraan tentang kafa’ah.

    2. Risalah Tawjih al-Qur’an ila Adab al-Qur’an (1917):
    Karyanya ini lebih menajamkan isi yang terkandung dalam Surat al-Jawab. Intinya antara lain: kedekatan seseorang pada Muhammad sebagai Rasulullah bukan didasarkan atas keturunan, namun atas dasar ketekunan dan kesungguhan dalam mengikuti jejak dan dakwahnya.

    3. Al-Dhakhirah al-Islamiyah (1923):
    Ini majalah bulanan yang dikelola Syekh Ahmad Surkati bersama saudaranya, Muhammad Nur al-Anshari. Melalui majalah ini Syekh Ahmad Surkati membongkar praktek-praktek beragama yang keliru, menulis tentang Islam yang cocok untuk segala bangsa dan di segala waktu, dan persatuan ummat.

    4. Al-Masa’il al-Thalats (1925):
    Yang berisi pandangan Syekh Ahmad tentang ijtihad dan taqlid, sunnah dan bid’ah serta tentang ziarah kubur dan tawassul.

    5. Al-Wasiyyat al-Amiriyyah (1918)
    6. Zedeleer Uit Den Qor’an (1932)
    7. Al-Khawatir al-Hisan (1941)

    Beberapa buku diatas sudah diterjemahkan ke Bahasa Melayu (Indonesia).

    G.F. Pijper menulis: “Sebagai seorang Muslim yang baik, dia menjauhkan diri dari para pejabat pemerintah. Tentu saja dia bukanlah tipe seorang sahabat pemerintah Kolonial….” Pijper adalah penasehat Pemerintah Hindia Belanda menjelang dan sampai masuknya Jepang ke Indonesia. Menurut pengakuannya, ia kenal baik dengan Syekh Ahmad, bahkan ia sempat tiga tahun belajar Ilmu Tafsir dan Ilmu Fiqih pada Syekh Ahmad.

    Banyak pemuka Islam yang selain merupakan sahabat erat Syekh Ahmad, juga sempat menimba ilmu darinya. Antara lain A. Hassan, salah satu tokoh Persatuan Islam (Persis). Juga KH. Mas Mansyur dan H. Fachruddin (pemuka Muhammadiyah), KH. Abdul Halim, pemuka Persyarikatan ‘Ulama yang kemudian menjadi PUI (Persatuan Umat Islam).

    A. Hassan-lah yang memperkenalkan Syekh Ahmad Surkati pada Bung Karno, ketika Bung Karno berada dalam pembuangan di Ende, lewat brosur-brosur dan buku-buku yang ditulis Syekh Ahmad. Presiden pertama RI ini ketika bebas dari Ende, sering bertandang ke rumah Syekh Ahmad.

    Syekh Ahmad juga menjadi “guru spritual” Jong Islamieten Bond (JIB), dimana para aktifisnya seperti Muhammad Natsir (mantan perdana Menteri), Kasman Sigodimedjo dkk. Sering belajar pada beliau.

    Ahmad Surkati tutup usia pada hari Kamis, 6 September 1943, jam 10.00 pagi, di kediaman beliau Jalan Gang Solan (sekarang Jl. KH. Hasyim Asy’ari no. 25) Jakarta, tepat 29 tahun setelah beliau mendirikan Al-Irsyad. Jenazahnya diantar ke Pekuburan Karet dengan cara sederhana dan tidak ada tanda apa-apa diatas tanah kuburannya. Ini sesuai amanat beliau sendiri sebelum meninggal.

    Diantara orang-orang dan para muridnya yang melayat, sebagian besar telah menjadi tokoh masyarakat dan pejuang bangsa. Diantaranya Bung Karno, yang pernah menyatakan: “Almarhum telah ikut mempercepat lahirnya gerakan kemerdekaan bangsa Indonesia.”

  263. alfaqhir
    11 Oktober, 2008 pukul 10:37 am | #279

    sedikit mengenai Penulis:
    Al Ustad THARICK CHEHAB | Guru Besar L.B. LA.I.N. Jakarta 1975

    yang tulisan nya ada diatas, saya sangat kagum pada beliau dimasih hayat nya beberapa kali jumpa dan saya di beri wejangan di rumahnya di jl. kemiri menteng jakpus
    dan saya kagum beliau ber kali kali saya jumpa alm tetap pakaian pentalon tidak pakai sarung beliau bilang klo nilai buku jangan dari sampulnya…
    beliau adalah ahli perbandingan agama yg sampai saat ini belum ada yg mampu mengantikan nya

    jadi dalam hal ini saya tolong jangan maki makian jangan umbar nafsu malu O.tua kita di hormati karena berahlak

    Wassalam

    Nb.
    barangkali ada yg salah mohon maaf …
    Dan pada santrinya K.H.Abdullah atau santrinya K.H.Fuad Hasyim Buntet masalah yang sensitif jangan di sajikan begitu aja hingga terjadi perdebatan bukan diskusi bila anda santri buntet Alm. K. fuad hasyim orang yg saya sayangi dan ber aklak tinggi setiap ke jkt pasti mampir ke rumah saya .. jadi saya ingat Alm. tukang becanda

    salam hangat buat santri buntet sekali lagi maaf maaf maaf
    saya cuma orang pribumi jd adanya di tengah

  264. 11 Oktober, 2008 pukul 12:15 pm | #280

    assalamualaikum…ya ahlul kubur…….ingat kita semua bakal masuk kubur ,,,lbh baik kita muhasabah dan hisab diri kita masing2 sebab nanti yg pertama2 kali kita masuk liang kubur yg bakal ditanya nanti soal shalat kita,dan ibadah2 kita yg lain,,,,,marilah kita banyak2 mensyukuri nikmat yg Allahu ta’ala beri ini dgn beribadah sebaik2nya,sebab kita klw ngomongin yg itu itu aja kapan kita mau koreksi diri kita,,,satu nikmat yg Allah SWT berikan kpd kita aja blm tentu kita mampu utk kita bayar ini sdh saling mencela dan memaki masing2 merasa benar……ini ane ada suatu cerita yg memang benar2 terjadi insya Allah dpt bermanfaat buat kita semua………………………….. Suatu ketika ada seorang lelaki datang bertamu ke rumah seorang alim,orang tsb datang utk meminta didoakan orang alim tsb agar ia diberikan Allah SWT panjang umur agar dpt menyelesaikan cita2nya utk mengkhatamkan baca al.qur’an sebanyak 1000x khatam,sebab kata orang itu kpd orang alimtsb ia sdh selesai baca qur’an 800x khatam tinggal 200x lagi.Ia minta di doakan agar Allah SWT tdk mencabut nyawanya sblm hajatnya membaca khatam qur’an 1000x khatam.Dan ketahuilah orang tsb hanya sedikit bicara saja dan bicara jika hanya ditanya saja oleh orang alim tsb,sebab kata orang yg bertamu itu”yaa muallim klw ana banyak omong didunia ini ana malu karena nikmat yg Allahu ta’ala kasih ke ana aja blm sanggup ana bayar dgn cara inilah ana berusaha utk membayar nikmat ini dgn keterbatasan diri ana ini.”setelah izin pamit pd muallim tsb orang itu lalu pergi dan pulang.setelah beberapa waktu terdengar kabar bahwa orang tsb telah meninggal di saat dia telah mengkhatamkan bacaan Qur’an nya tsb pas 1000x khatam…….YA ALLAH KITA INI HAMBA YG DHOIF DAN HINA AKAN PERBUATAN DAN TINGKAH LAKU KITA,SEMOGA ENGKAU JADIKAN KITA SEMUA TERMASUK ORANG2 YG PANDAI DLM MENSYUKURI NIKMAT MU INI YA ALLAHU DAN MENDAPATKAN RIDHO MU BAIK DIDUNIA DAN DI AKHIRATMU…….BAIK DALAM HIDUP DAN MATI NYA KAMI YA ALLAHU……..AMIN

  265. hameed asseaf
    12 Oktober, 2008 pukul 9:28 am | #281

    Saya sebagaimana alhabib Thariq syihab penulis riwayat hidup al ustad as syekh ahmad as surkaty as sudany al anshary,juga adalah sangat kagum,hormat dan menghargai betul jasa dan peranan syekh surkaty khususnya dalam perkembangan dunia pendidikan islam modern di indonesia,
    walaupun dalam beberapa hal saya berseberangan pendapat dengan beliau akan tetapi kita seyogyanya menghormati beliau dan juga tokoh2 besar islam lainnya,jasa dan amal budi baik mereka terlalu besar untuk dilupakan dan pasti akan diberi ganjaran yg setimpal di sisi Allah Ta’ala.
    Maka kini kami mengajak semua pengunjung disini untuk menghargai pendapat para Aimmatul madzhab Syafi”i seperti Imam Syafi’i, Imam Buwaity,Imam Subki,dan masih banyak lagi para imam yg lain,mereka adalah para penghulu ummat ini,cahaya dan kebesaran ilmu mereka akan terus bersinar sampai akhir masa.Dan saya yakin 100% hampir tidak ada muslim di dunia ini yg tidak memperoleh warisan ilmu dari mereka apalagi kita-kita yg tinggal di indonesia,apalagi yg mengaku santri dari pondok pesantren NU,karena NU berasaskan ahlussunnah wal jama’ah ala madzahibil arba’ah,khususnya mazhab Syafi’i.Apalagi santri buntet pesantren,betul pak kurt??
    Dan jangan sekali2 mengkritisi mereka dengan cara yg kurang beradab,jangan sekali2 kita meniru cara2 barat yg meninggalkan sopan santun,bahkan menuduh mereka sebagai BIANG RASISME, hanya demi sebuah slogan yg berbunyi KEMERDEKAAN MENGAJUKAN PENDAPAT,ingatlah yg sedang kita kritik ini siapa?mereka adalah tiang2 agama ini,yg membawa agama ini hingga sampai ke tangan kita,mereka adalah orang tua kita,bagaimana kita akan dihargai oleh anak cucu kita kalo kita tidak menghargai orang tua kita sendiri.
    IMAM SYAFI’I bukanlah orang sembarangan,beliau diyakini adalah orang yg sebut dalam sebuah hadits nabi sebagai alimu quraisy,dalam sebuah TANABBUAT(ramalan) beliau,menghapal alqur’an dalam usia 7 tahun,menghapal muwattaa karya imam Malik di usia 12 tahun,diberi kepercayaan untuk memberikan fatwa oleh guru2nya di usia 15 tahun,berkeliling hampir ke seluruh jazirah arab bahkan mesir untuk menimba ilmu,guru2 beliau selain Imam Malik(pendiri Mazhab Maliki) adalah juga Imam Muhammad bin Hasan dan Imam Abu Yusuf,keduanya adalah murid dari Imam Abu Hanifah(pendiri Mazhab Hanafi), jadi bisa dikatakan beliau telah dengan begitu serasi menggabungkan antara 2 Mazhab di zaman itu yaitu Mazhab Ahli Ra’yi dari Iraq (dipelopori oleh Imam Abu Hanifah)dan Mazhab Ahli Hadits dari Madinah(yg di ketuai oleh Imam Malik),diantara murid terkasih beliau adalah Imam Ahmad bin Hambal,pendiri Mazhab Hambali.
    Lihatlah rangkaiaan para pendiri Mazhab ini demikian indah dan lihatlah bagaimana toleransi dan sifat saling menghargai diantara mereka,mereka tidak sungkan2 untuk saling belajar,dan merekapun tidak sungkan unutk berbeda pendapat,tapi tetap dalam koridor akhlak.
    Mengapa kita tidak bisa meniru mereka?kita saling salah menyalahkan,tidak cukup seperti itu kita juga saling mencaci maki,saling tuduh,saling fitnah,
    mari kita tumbuhkan semangat UKHUWWAH ini,saling harga menghargai, Nah kalo kita saling menghargai begini akan tercipta keharmonisan dan semakin kokohlah ukhuwwah islamiyah kita sehingga kita akan menjadi khaira ummah dan siap untuk menjadi contoh bagi ummat manusia di muka bumi ini.
    Dan salam kangen saya buat Alhabib IZZET BIN CHEFIK BIN PROF THAREK CHIHAB,sohib lama saya ketika sama menimba ilmu di DN dulu,salam bib,masih ingat sama ana,anggota jamiyah nt sama Bari Syawi,MUh Alkaff,Ogi bin Yahya dll.

  266. 13 Oktober, 2008 pukul 12:46 pm | #282

    Waduh rame banget kang…..
    Alhamdulillah saya tercerahkan. Orang awam ini menjadi tahu bagaimana para ahlul bait sampai ke negeri kita tercinta dan bagaimana kok bisa jadi penganut ahlussunah bermazhab syafi’i.
    Mohon maaf bila ada prasangka buruk dalam hati saya selama ini. Sungguh saya mohon maaf.
    Terima kasih.
    Salam dan kemuliaan atas rosulullah dan seluruh keluarga serta keturunannya.

  267. chaled baawad
    13 Oktober, 2008 pukul 11:18 pm | #283

    Alfaqhir..lama amat balasannya, but thanks!, tp omong2 dr semua imam2 ahlul ba’it itu setahu ana semuanya anti ama yg namanya kafa’ah dan kufu2an (doktrin2 frustasi zaman jahilliah/panutannye habib hamid)., dan suatu ironi kalo org2 yg ngaku2 zurriyatnye ahlut ba’it rasulullah malahan meng agung2 dallil2(doktrin) agama2 berhala!!(soalnye di ajaran 3 agama ahlul kitab kagak ada tu yg namanye dallil2 kafa’ah/kufu2an!).., yah emang kadang2 sifat genetik dr. abu lahab sering bangkit didiri org2 turunan quraisy..hehehe.

  268. hameed asseaf
    14 Oktober, 2008 pukul 8:58 pm | #284

    astaghfirullah…………..!!!li wa lakum ya khalid……….
    kalau yg nt sebut sebagai penyanjung doktrin jahiliyah dan terjangkiti gen abu lahab itu ana pribadi,gakpapa,sebagai orang yg sangat bodoh dan masih bergelimang dosa ana akan terima itu sebagai bahan introspeksi diri ana ,
    Tapi nt sadar apa tidak sih?…orang yg ana sandarkan dalam masalah kafaah ini adalah MUHAMMAD BIN IDRIS ASY SYAFI’I,berarti secara langsung nt juga mendiskreditkan beliau,nt sudah menuduh beliau penganut doktrin frustasi jahiliyah,doktrin agama berhala,haihat….haihat…..ya syech khalid……..disini nt sudah menunjukkan seperti apa kualitas intelektual nt,seorang pengumpat seperti nt sungguh tidak pantas untuk diajak diskusi,
    Memang benar Imam Malik dan Mazhab2 yg lain atau bahkan mungkin Imam2 ahlulbayt(menurut klaim nt) berbeda pendapat dalam masalah kafaah ini,tapi apakah dalam dunia khayal nt yg ngawur nt bayangkan Imam Malik dengan bertolak pinggang akan berkata :”Ya Syafi”i nt jahiliyah,nt menganut doktrin agama berhala!!!!”,
    Wal afu ya syech….. mereka terlalu mulia untuk nt samakan dengan kebrutalannya nt,
    Sekali lagi kalo nt berbeda pendapat jangan suka menuduh yg tidak2,nt pikir menulis disini tidak ada hisabnya?,nt pikir RAQIB DAN ATID tidak punya tekhnologi untuk menyadap kebiasaan nt mengumpat di milis ini?,hati hati ya khalid……gimana kalo di makhsyar nanti Imam Syafi’i akan menunjukkan dihadapan Allah bahwa fatwanya itu betul2 atas dasar kecintaan kepada Rasulullah dan keluarganya,dan kemudian menuntut nt yg telah menuduh fatwa ini berdasarkan doktrin jahiliyyah,nt mau jawab apa????????
    Sebetulnya yg frustasi itu siapa?jangan2 malah diri nt sendiri,yg sedang mencari pembenaran akan sesuatu yg telah terjadi????????Ha..

  269. chaled baawad
    15 Oktober, 2008 pukul 1:39 pm | #285

    alamak habib hamid jgnlah nt rasa perih dihati nt..walafu..,tp coba nt cari lg dallil imam2 ahlul ba’it mulai dr petuah2 bijak Imam ali sampai Fiqih Imam jaafar ttg nasab,kafa’ah.kufu2an dsb…,dan semua Imam2 ahlul ba’it yg mulia itu intinya melaknat dallil2 jahilliah yg amat dijunjung tinggi di era muawwiyah dan abbisiyah..,yah kt bisa maklumi imam syafi’i hidup,daqwah di era siapa dan dimana..wallahualam…,omong2 habib hamid ada seorang pengumpat yg hebat di era khalifah usman..,yakni yg mulia Abu Dzar., (cuman kritik ya habib, jgn sakit hati ya> kok ada ya imam yg melegalkan lagi doktrin2 jahilliah dan sampai hati menyandarkannya(menjadikan objek) kpd ahlul ba’it rasulullah padahal imam2 dr kalanggan ahlul ba’it sendiri melaknat keras hal2 semacam itu.)

  270. hamid assegaf
    15 Oktober, 2008 pukul 5:09 pm | #286

    “WA MA TU’MIL ABSHAR WALAKIN TU’MIL QULUBUL LATI FIS SUDUR”
    “DAN TIDAKLAH BUTA MATA MEREKA TAPI YANG BUTA ADALAH HATI MEREKA YANG ADA DI DALAM DADA”.
    Apakah dalil2 ini yg kau sebut DOTRIN JAHILIYAH??????????
    Hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari IMAM ALI BIN ABI THALIB R.A WA KARRAMALLAHU WAJHAH, Rasulullah saw bersabda :,Wahai Ali ada tiga perkara jika tiba waktunya tidak boleh ditunda-tunda: shalat jika telah masuk waktunya, jenazah jika telah hadir untuk dishalatkan dan wanita jika telah datang jodoh yang sekufu’ dengannya”.
    Hadits yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan al-Daruquthni, dari Jabir bin Abdillah Al-Anshori bersabda Rasulullah saw:”Janganlah engkau menikahkan wanita kecuali dengan yang sekufu’ dan janganlah engkau mengawinkannya kecuali dengan izin walinya…”.1. Diriwayatkan oleh Imam Bukhori, dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:
    تنكح المرأة لأربع لمالها ولجمالها ولحسبها ولدينها فاظفر بذات الدين تربت يداك
    “Wanita itu dinikahi karena agamanya, kecantikannya, hartanya dan keturunannya. Maka carilah wanita yang taat kepada agama, niscaya akan beruntung”.

    Berkata Ibnu Hajar, yang dimaksud dengan asal-usul keturunan (hasab) adalah kemuliaan leluhur dan kerabat. Al-Mawardi dalam kitabnya al-Hawi al-Kabir Syarah Mukhtashor al-Muzani mengatakan, bahwa syarat yang kedua (dari syarat-syarat kafaah) adalah nasab, berdasarkan hadits Nabi saw: ‘Wanita itu dinikahi karena hartanyanya, asal-usul keturunannya…’. Yang dimaksud dengan asal-usul keturunannya adalah kemuliaan nasabnya.

    2. Diriwayatkan oleh Muslim dari Watsilah bin al-Asqa’, Rasulullah saw bersabda:
    إنّ الله اصطفى بني كنانة من بني إسماعيل واصطفى من بني كنانة قريشا واصطفى من قريش بني هاشم واصطفاني من بني هاشم
    “Sesungguhnya Allah swt telah memilih bani Kinanah dari bani Ismail, dan memilih dari bani Kinanah Quraisy, dan memilih dari Quraisy bani Hasyim, dan memilih aku dari bani Hasyim”.

    Hadits di atas menjelaskan tentang keutamaan Bani Hasyim. Allah swt telah memuliakan mereka dengan memilih rasul-Nya dari kalangan mereka. Hal ini menunjukkan kemuliaan yang Allah swt berikan kepada ahlul bait Nabi saw. Imam al-Baihaqi menggunakan hadits ini sebagai dasar adanya kafaah dalam hal nasab.

    Kafaah nasab menurut ulama madzhab.
    Semua Imam madzhab dalam Ahlus Sunnah Wal Jamaah sepakat akan adanya kafa’ah walaupun mereka berbeda pandangan dalam menerapkannya. Salah satu yang menjadi perbedaan tersebut adalah dalam masalah keturunan (nasab).Menurut Imam Hanafi: Laki-laki Quraisy sepadan (kufu’) dengan wanita Bani Hasyim. Menurut Imam Syafi’i: Laki-laki Quraisy tidak sepadan (tidak sekufu’) dengan wanita Bani Hasyim dan wanita Bani Muthalib. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim:
    إنّ الله اصطفى بني كنانة من بني إسماعيل واصطفى من بني كنانة قريشا واصطفى من قريش بني هاشم واصطفاني من بني هاشم
    “Bahwasanya Allah swt memilih Kinanah dari anak-anak Ismail dan memilih Quraisy dari Kinanah dan memilih Bani Hasyim dari Quraisy dan memilih aku dari Bani Hasyim…”

    Akan tetapi kebanyakan ahli fiqih berpendapat bahwa kafa’ah merupakan hak bagi perempuan dan walinya. Seorang wali tidak boleh mengawinkan perempuan dengan lelaki yang tidak kufu’ dengannya kecuali dengan ridhanya dan ridha segenap walinya. Jika para wali dan perempuannya ridha maka ia boleh dikawinkan, sebab para wali berhak menghalangi kawinnya perempuan dengan laki-laki yang tidak sepadan (tidak kufu’).

    Imam Syafi’i berkata: Jika perempuan yang dikawinkan dengan lelaki yang tak sepadan (tidak sekufu’) tanpa ridhanya dan ridha para walinya, maka perkawinannya batal.

    Imam Hanafi berkata : Jika seorang wanita kawin dengan pria yang tidak sederajat (tidak sekufu’) tanpa persetujuan walinya, maka perkawinan tersebut tidak sah dan wali berhak untuk menghalangi perkawinan wanita dengan pria yang tidak sederajat tersebut atau hakim dapat memfasakhnya, karena yang demikian itu akan menimbulkan aib bagi keluarga.

    Imam Ahmad berkata: Perempuan itu hak bagi seluruh walinya, baik yang dekat ataupun jauh. Jika salah seorang dari mereka tidak ridha dikawinkan dengan laki-laki yang tidak sederajat (tidak sekufu’), maka ia berhak membatalkan. Riwayat lain dari Ahmad, menyatakan : bahwa perempuan adalah hak Allah, sekiranya seluruh wali dan perempuannya sendiri ridha menerima laki-laki yang tidak sederajat (tidak sekufu’), maka keridhaan mereka tidaklah sah.

  271. hamid assegaf
    15 Oktober, 2008 pukul 5:40 pm | #287

    Imam Syafi”i pernah mengalami dua kali mengalami tekanan dari pemerintahan abbasiyah,1.Ketika beliau karena menampakkan kecintaannya kepada kaum alawy beliau difitnah bersekongkol dengan kaum alawiyah untuk melawan pemerintahan abbasiyah,2.Ketika terjadi fitnah muktazilah yg memaksa semua ulama untuk mengakui alqur’an itu makhluk.
    Jadi Imam Syafi’i sudah menunjukkan bahwa beliau bukan ulama yg takut melawan tekanan penguasa(yg menurut nt adalah orang2 yg bertanggung jawab atas DOKTRIN JAHILIYYAH).
    Kalau yg nt maksud dengan pendapat2 imam2 ahlu bayt adalah pendapat yg ada dalam kitab2 SYIAH,afwan ana menolak untuk menggunakan itu,karena keabsahan penisbahannya kepada imam2 ahlul bayt perlu dipertanyakan.dan karena standar yg berbeda dalam hadits antara sunnah dan syiah,sehingga sulit untuk di kompromikan.
    SEKALI LAGI DAN TERAKHIR KALINYA ANA PERINGATKAN (ANA PRIBADI DAN)NT UNTUK MENJAGA LISAN,
    ALLAHUMMA INNI QAD BALLAGHTU…. FASYHAD!!!
    YA ALLAH AKU TELAH SAMPAIKAN….MAKA SAKSIKAN LAH!!!!!

  272. alfaqhir
    15 Oktober, 2008 pukul 7:06 pm | #288

    Ass Wr. Wb.
    Alfaqhir sepakat jaga lisan…. pa chalaed harus sopan tapi pa hamid biar kata katanya halus tapi jangan memvonis orang, maaf klo alfaqhir punya pendapat beda karena banyak hadist yang di pakai oleh pa hamid oleh beberapa ulama hadist tidak katagori shohih……
    pendapat saya yg lain:
    1. Imam syafii kita sepakat adala ulama besar ada banyak pendapat nya yang benar tapi beliau bukan Rosul atau Nabi maka pendapat beliau tidak bisa kita setarakan hadist… dan maaf kita tidak boleh mengkultus individukan tetap beliau dalam batasan Basar…
    2. pa jangan main vonis bahwa hanya NU yang ahli sunah dari kalimat bapak yang bersayap…….. alfaqhir tegaskan bahwa Muhammadiyah dan Alirsyad adalah ahli Sunnah mereka BUKAN golongan ingkar sunnah.
    3. Sayidana Ali menikahkan anaknya yg perempuan (sarifah) tidak dengan anak lelaki Sayidana Ali (syarif) seperti nabi Adam .. kenapa agama islam ko nt bikin susah ga salah Surat Baqarah jadi surat ke2
    4. pa jangan gegabah masuk wilayah ALLAH main vonis dosa dan neraka se olah olah kita dapat mandat dari ALLAH… manusia masuk sorga sematamata karena Rahmat ALLAH sebab ibadah kita belum cukup buat nebus karcis Sorga..
    5. pa Indonesia udah merdeka belanda udah pulang secara hukum yg dulu kami pribumi kasta bawah sudah di hapus…. Apa lagi Di Islam ga ada kasta tolong sebut ayat yang mengenai KASTA pa
    klo pendapat kita orang tidak terima kita lihat luqman nasihatin anak nya BAHWA KAMU JANGAN HARAP DAPAT RIDHO DARI HATI SEMUA ORANG.
    Jadi klo pendapat bapak ya bapak aja jangan bilang kita benci Imam
    PERTANYAAN ALFAQHIR KLO TIDAK MEMPERCAYAI PENDAPAT PENDAPAT YANG BAPAK KEMUKAKAN APAKAH SAYA TERMASUK KAFIR / MURTAD ????
    Tolong jawab yang tegas ya pak …
    Minta maaf bila kurang sopan

  273. chaled baawad
    15 Oktober, 2008 pukul 10:21 pm | #289

    habib hamid nt belajar lagi deh memilah2 hadist mana yg shahih,dhoif dan fahsan..bisa2 nt yg nanti di sono yg dilaknat Imam Ali..ingat sabda beliau :”tiap2 manusia yg mengunakan dallil2 dgn alasan apapun untuk meninggikan dirinya ato kaumnya dan merendahkan kaum lainnya selain dr gol mereka, maka tak ubahlah mereka seperti iblis yg merasa angkuh dan sombong di hadapan ALLAH karena merasa dirinya sempurna,dan menolak tunduk pada adam as.” ini hadist yg shahih!!,hamid pake otak lo bahlull!(sorry emosi), tak mungkin Imam Ali menyarankan kufu2 an dlm pernikahan!!!,beliau dikenal sbg sahabat/keluarga Rasullulah yg paling anti/alergi ama yg namanya Rassis!! bahkan pembelaan beliu thd salman yg ditanyai soal nasab oleh umar bin khatab.., kasihan nt hamid katenye zurriyat imam ali, kok ironisnye nt malah jauh nyimpang dr ajaran2 beliau???!!, oh ya mungkin gen kisra yasdegrid lebih dominan di diri nt..,sorry ye raja/shah arya..yg punya sejarah paling gemilang di bumi ini..,sorry.

  274. hameed assegaf
    17 Oktober, 2008 pukul 8:09 pm | #290

    alfaqhir
    1. Imam syafii kita sepakat adala ulama besar ada banyak pendapat nya yang benar tapi beliau bukan Rosul atau Nabi maka pendapat beliau tidak bisa kita setarakan hadist… dan maaf kita tidak boleh mengkultus individukan tetap beliau dalam batasan Basar…
    Saya ingin tanya,Imam Syafi’i mengeluarkan ijtihadnya berdasarkan pengetahuannya atas alqur’an dan sunnah atau atas hawa nafsunya sendiri? Kalau ana sama nt mungkn banyak dari hawa nafsunya ya?JAWAB…..
    Saya tidak mengkultuskan tapi saya tidak bisa menerima kalo ada orang2 yg mendiskreditkan para mereka tanpa kapabilitas,apalagi mengata2i dengan sebutan yg tidak pantas,memang benar keutamaan para salaf tidak akan pernah berkurang karena cercaan dan hinaan,tapi pendiskreditan ulama adalah salah satu program yahudi menjauhkan ummat dari diin ini,yg mungkn tidak kita sadari

    2. pa jangan main vonis bahwa hanya NU yang ahli sunah dari kalimat bapak yang bersayap…….. alfaqhir tegaskan bahwa Muhammadiyah dan Alirsyad adalah ahli Sunnah mereka BUKAN golongan ingkar sunnah.
    Laah yg bilang siapa??Muhammadiyah akhi, al irsyad akhi,kita harus saling menghargai

    3. Sayidana Ali menikahkan anaknya yg perempuan (sarifah) tidak dengan anak lelaki Sayidana Ali (syarif) seperti nabi Adam .. kenapa agama islam ko nt bikin susah ga salah Surat Baqarah jadi surat ke2
    ya jelas gak boleh masa saudara dikawinin :)
    Sayakan udah bilang,tidak menikahi syarifah itu ada tinjauan fiqhnya(liat di atas),ada juga tinjauan tasaufnya,yaitu supaya kita bisa menjaga hak ahlulbayt yg telah Allah perintahkan kepada kaum muslimin untuk menjaga mereka ayat quran :”KATAKANLAH WAHAI MUHAMMAD AKU TIDAK MEMINTA UPAH APAPUN(ATAS DAKWAHKU INI),KECUALI KECINTAAN TERHADAP KELUARGAKU”.Kalau harim antm syarifah kan repot,suami kan pemimpin,gimana kalau yg dipimpin punya hak diatas suami?tapi sekali lagi ini khilafiyah nt bebas untuk tidak setuju.
    Yang ke 4 dan ke 5,maaf saya mrasa gak prnah mengatakannya,jadi tidak akan saya tanggapi.
    DAN KALO GAK PERCAYA GAKPAPA OMM,TAPI JANGAN MERASA
    PALING BENAR,INI MASIH DALAM WILAYAH KHILAFIYAH,OKE??PISSS….BUAT KHALID SABAR YAA…HARIM ANA SUDAH NELPON…I MUST GO HOME…..PISSSS….

  275. al attas
    18 Oktober, 2008 pukul 12:15 am | #291

    he..he..chalid tu masih saudara ama TUANKU SUNAN KUNING YA..?

  276. chaled baawad
    19 Oktober, 2008 pukul 6:26 pm | #292

    pisss juga deh hamid..,gak enak jg cekcok lama2 ama misan sendiri..,iya gak ipar (harim ana ipah jg tuh.)??..pisss my habib..muuaahh.

  277. alfaqhir
    19 Oktober, 2008 pukul 8:29 pm | #293

    yang ter hormat TUAN HAMID

    1. AL Baqarah ayat 256 tidak ada paksaan dlam agama menurut pendapat beberapa ulama Fiqih yg ada sekarang harus sudah diadakan perubahan total seperti kata ALM Buya Hamka..
    diatas anda memakasa kami harus patuh kepada imam safii kenapa?

    2.
    116 | hamid assegaf
    Mei 27th, 2008 at 4:50 pm

    Rasul pernah bersabda : “manin tasaba ila ghairi abihi,fa alayhi la’natullahi wal malaikati wan nasi ajmain(AL HADITS) artinya:”BARANGSIAPA YG MENISBAHKAN DIRINYA KEPADA SELAIN AYAHNYA,MAKA BAGINYA LAKNAT ALLAH MALAIKAT DAN SEGENAP MANUSIA”.

    ini ada ayat:
    Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.( surat al ahzab ayat 5 )
    pengakuan anda sudah benar berarti klo anda mengaku cucu hasan husain berarti anda cucu Ali bin Abi Thalib berarti anda Adalah cucu Dari Abi Thalib bukan cucu Rosul…

    3.265 | hameed asseaf
    Oktober 12th, 2008 at 9:28 am

    Saya sebagaimana alhabib Thariq syihab penulis riwayat hidup al ustad as syekh ahmad as surkaty as sudany al anshary,juga adalah sangat kagum,hormat dan menghargai betul jasa dan peranan syekh surkaty khususnya dalam perkembangan dunia pendidikan islam modern di indonesia,
    walaupun dalam beberapa hal saya berseberangan pendapat dengan beliau akan tetapi kita seyogyanya menghormati beliau dan juga tokoh2 besar islam lainnya,jasa dan amal budi baik mereka terlalu besar untuk dilupakan dan pasti akan diberi ganjaran yg setimpal di sisi Allah Ta’ala.
    Maka kini kami mengajak semua pengunjung disini untuk menghargai pendapat para Aimmatul madzhab Syafi”i seperti Imam Syafi’i, Imam Buwaity,Imam Subki,dan masih banyak lagi para imam yg lain,mereka adalah para penghulu ummat ini,cahaya dan kebesaran ilmu mereka akan terus bersinar sampai akhir masa.Dan saya yakin 100% hampir tidak ada muslim di dunia ini yg tidak memperoleh warisan ilmu dari mereka apalagi kita-kita yg tinggal di indonesia,apalagi yg mengaku santri dari pondok pesantren NU,karena NU berasaskan ahlussunnah wal jama’ah ala madzahibil arba’ah,khususnya mazhab Syafi’i.

    Anda disini membahas syekh ahmad as surkaty,.. tapi kalimat anda karena NU berasaskan ahlussunnah wal jama’ah ???? lalu yg lain M”diah Irsyad???

    4.KATAKANLAH WAHAI MUHAMMAD AKU TIDAK MEMINTA UPAH APAPUN(ATAS DAKWAHKU INI),KECUALI KECINTAAN TERHADAP
    Yg diatas surat apa ayat berapa???

    Yg saya tau yg di bawah ini:
    Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da’wahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. (surat Shaad ayat 86)

    5.
    DAN KALO GAK PERCAYA GAKPAPA OMM,TAPI JANGAN MERASA
    PALING BENAR,INI MASIH DALAM WILAYAH KHILAFIYAH,OKE??PISSS….BUAT KHALID SABAR YAA…HARIM ANA SUDAH NELPON…I MUST GO HOME…..PISSSS….

    Pa jujur saya manusia walaupun pribumi tetap kami ini manusia, saya tersinggung rasa kebangsaan saya seolah olah kamu orang turunan Yaman atau hadramaut atau apapun yg menurut temen anda kata dari Parsi…. merasa lebih tinngi dari yang lain terutama pribumi. jagalah muslim Indonesia jangan tuan bodohi kami terus..
    Bea siswa dari negri leluhur Tuan Cuma sedikit itu pun melulu hanya untuk belajar agama saja dan belajar suni atau Syiah klo tuan masihn membangakan kebudayaan tanah leluhur Tuan silahkan tapi jangan Hina kami jangan bodohi kami wassalaammmmmm
    Ini lebih gila dari blog yg saya berhadapan dg orang agama lain

  278. alfaqhir
    19 Oktober, 2008 pukul 8:42 pm | #294

    Negri-negri AS,Belanda,Prancis,Italy,Inggris,jepang dlll banyak memberi bea siswa tapi Negri Leluhur Tuan Mana bea siswa untuk Muslim???????

    Tanyain Gih kenegri Leluhur Tuan jangan kalah ama negri non muslim gitu

  279. 19 Oktober, 2008 pukul 11:57 pm | #295

    “Silent is Golden”
    Untuk para habaib jangan terlalu merasa “Inilah saya !”
    Akhirnya hanya akan mengundang caci maki orang.

  280. chaled baawad
    20 Oktober, 2008 pukul 12:47 pm | #296

    katenye rubarth tarim asuhannye habib umar bin hafiz ade ngasih bea siswa ya??, ato cuman diperuntukan utk kalanggan habaib doang?, kira2 ada pendidikan akselerasi nya gak ya 3-4 bln gitu?.

  281. alfaqhir
    20 Oktober, 2008 pukul 2:05 pm | #297

    Rubart (pesantren) tarim Cuma belajar Teologi dan di rubath situ ada juga pelajar dari Negara eropa bahkan USA saya tahu itu Pak chaled tapi tidak pernah negri leluhur tuan hamid membahas seperti yang di lakukan Ibnu Shina dll atau sekelas Universitas memberi bea siswa seperti negri lainya….

    Maaf saya terus terang pernah beberapa kali bretemu dengan Pak Umar beliau orang Baik dan Tawadlu beliau biasa sering datang ke Indonesia . Beliau orang berilmu klo mungkin beda pendapat dengan saya bukan bearti saya membencinya saya juga ada banyak dapat ilmu dari Beliau . kenapa saya buru buru katakan gini karena klo pak hamid oang ga sependapat di bilang benci dari kata kata yg di tulisnya.
    Untuk membuka mata tuan tuan bahwa di Luar kita banyak yang pandai masalah islam, kita di Indonesia tidak mau ada Mr.Snouk Hurgronje kedua
    Sedikt kita mengingat Snouk

    Snouk Hurgronje atau Christiaan Snouck Hurgronje (1857-1936) lahir pada 8 Februari 1857 di Tholen, Oosterhout, Belanda. Seperti ayah, kakek, dan kakek buyutnya yang betah menjadi pendeta Protestan, Snouck pun sedari kecil sudah diarahkan pada bidang teologi. Tamat sekolah menengah, dia melanjutkan ke Universitas Leiden untuk mata kuliah Ilmu Teologi dan Sastra Arab, 1875. Lima tahun kemudian, dia tamat dengan predikat cum laude dengan disertasi Het Mekaansche Feest (Perayaan di Mekah). Tak cukup bangga dengan kemampuan bahasa Arabnya, Snouck kemudian melanjutkan pendidiklan ke Mekkah, 1884. Di Mekkah, keramahannya dan naluri intelektualnya membuat para ulama tak segan membimbingnya. Dan untuk kian merebut hati ulama Mekkah, Snouck memeluk Islam dan berganti nama menjadi Abdul Ghaffar.
    Namun, pertemuan Snouck dengan Habib Abdurrachman Az-Zahir, seorang keturunan Arab yang pernah menjadi wakil pemerintahan Aceh, kemudian “dibeli” Belanda dan dikirim ke Mekkah, mengubah minatnya. Atas bantuan Zahir dan Konsul Belanda di Jeddah JA Kruyt, dia mulai mempelajari politik kolonial dan upaya untuk memenangi pertempuran di Aceh. Sayang, saran-saran Habib Zahir tak ditanggapi Gubernur Belanda di Nusantara. Karena kecewa, semua naskah penelitian itu Zahir serahkan pada Snouck yang saat itu, 1886, telah menjadi dosen di Leiden.
    Snouck seperti mendapat durian runtuh. Naskah itu dia berikan pada kantor Menteri Daerah Jajahan Belanda (Ministerie van Kolonieën). Snouck bahkan secara berani menawarkan diri sebagai tenaga ilmuwan yang akan dapat memberikan gambaran lebih lengkap tentang Aceh.
    Pada 1889, dia menginjakkan kaki di pulau Jawa, dan mulai meneliti pranata Islam di masyarakat pribumi Hindia-Belanda, khususnya Aceh. Setelah Aceh dikuasai Belanda, 1905, Snouck mendapat penghargaan yang luar biasa. Setahun kemudian dia kembali ke Leiden, dan sampai wafatnya,26 Juni 1936, dia tetap menjadi penasehat utama Belanda untuk urusan penaklukan pribumi di Nusantara.
    Sosok Snouck memang penuh warna. Bagi Belanda, dia adalah pahlawan yang berhasil memetakan struktur perlawanan rakyat Aceh. Bagi kaum orientalis, dia sarjana yang berhasil. Tapi bagi rakyat Aceh, dia adalah pengkhianat tanpa tanding. Namun, penelitian terbaru menunjukkan peran Snouck sebagai orientalis ternyata hanya kedok untuk menyusup dalam kekuatan rakyat Aceh. Dia dinilai memanipulasi tugas keilmuan untuk kepentingan politik.
    Selain tugas memata-matai Aceh, Snouck juga terlibat sebagai peletak dasar segala kebijakan kolonial Belanda menyangkut kepentingan umat Islam. Atas sarannya, Belanda mencoba memikat ulama untuk tak menentang dengan melibatkan massa. Tak heran, setelah Aceh, Snouck pun memberi masukan bagaimana menguasai beberapa bagian Jawa dengan memanjakan ulama.
    Demikianlah sosok Snouck Hurgronje yang dianggap sosok kontroversial khususnya bagi kaum muslimin Indonesia, terutama kaum muslimin Aceh.

  282. hameed assegaf
    21 Oktober, 2008 pukul 7:12 pm | #298

    BUAT ALFAGHIR
    1.Anda mungkin terlalu terburu-buru membaca postingan saya,saya gak pernah memaksa anda untuk mengikuti pendapat Imam Syafi’i apalagi pendapat saya,saya hanya mengajak anda2 untuk punya sikap saling menghargai.Tirulah pepatah bilak ini:PENDAPATKU ADALAH BENAR TAPI BISA JADI MENGANDUNG KESALAHAN,DAN PENDAPAT ORANG LAIN ADALAH SALAH TAPI BISA JADI MENGANDUNG KEBENARAN(diucapkan oleh Imam Syafi”i)
    2.Pesan Buya Hamka itu memiliki nilai positif yaitu mengajak ummat untuk lebih memperdalam agama ini,kalo ada yg sanggup menjadi mujtahid dimasa ini kenapa tidak? Tapi satu syarat penting harus tetap dalam manhaj yg shahih,jangan serampangan,akhirnya malah sesat dan menyesatkan.
    3.Tidak ada satu habib pun yg tidak mengakui Imam Ali sebagai kakek buyutnya,adapun penisbahan habaib kepada Rasulullah itu berdasarkan hadits diatas(baca komentar saya no 253),dan berdasarkan mafhumul ayat surat alkautsar,bahwa musuhnyalah yg ABTAR bukan Rasulullah
    4.Saya kurang paham mengenai asas m,diah dan alirsyad,yg saya tau ya NU itu dalam AD ARTnya disebut atas dasar Ahlussunnah Waljamaah,Tapi insya Allah tidak keluar dari Mazhab yg 4.
    5.Ayat tentang MAWADDAH AHLUL BAYT surat asy syura ayat 23,haditsnya ada di Bukhari,Al qurba menggunakan alif lam sebagai tanda makrifat lil ahdi,artinya mengandung arti penisbahan kepada yg mengucapkan,sama dengan kalau ada yg berkata “Ana fil bayt”,walaupun dia tidak menggandengkan BAYT dengan dhomir ANA,maka sudah dipahami bahwa dia ada dirumahnya.
    6.

    4.

  283. hameed assegaf
    21 Oktober, 2008 pukul 7:44 pm | #299

    Masih Buat yg terhormat ALFAGHIR:
    6.Tidak pernah terbersit dihati saya untuk menghina siapapun,dan tidak akan ada orang yg terhina,justru sy ingin menunjukkan bahwa para kiyai para alim ulama nenek moyang bangsa Indonesia itu menghargai para habaib karena keilmuan mereka bukan karena mereka bodoh,Catat itu….
    7.Saya tidak gila,andapun juga tidak,kita hanya berbeda pendapat.maaf kalo saya berbicara agak slengean,kadang memang sy suka seperti itu,tapi bukan bermaksud menghina.
    8.soal hb abdurrahman al zahir,yg saya dengar kok lain,beliau dibuang Belanda ke makkah dan tidak diperbolehkan kembali ke aceh karena beliaulah yg menjadi penghubung antara kesultanan aceh dan Khilafah Utsmaniyah di Turki,sehingga Aceh mendapat Pengakuan dari Turki dan mendapat bantuan berupa 40 ahli meriam,yg keturunan nya kini di Aceh dikenal dengan keturunan PASYA

    Buat TUAN KHALID BAAWAD:
    1.yg nt smpaikan itu perkataan Imam Ali,berarti itu ATSAR bukan HADITS,tapi apa yg diucapkan beliau memang benar,berapa banyak ummat di dunia ini mengadopsi sifat iblis tadi,yg menentang perintah ALLAH untuk menghormati sesamanya karena dia merasa lebih mulya dari yg lain,
    2.Ana bukan bermaksud nyindir nt,kmarin itu bener2 harim ana nelpon karena ana udah kelamaan di warnet,
    3.soal pondok di hadramaut,nt jajal aja websitenya DARUL MUSTAFA,mungkin ada informasi disitu,

  284. hameed assegaf
    21 Oktober, 2008 pukul 7:49 pm | #300

    Masih Buat yg terhormat ALFAGHIR:
    6.Tidak pernah terbersit dihati saya untuk menghina siapapun,dan tidak akan ada orang yg terhina,justru sy ingin menunjukkan bahwa para kiyai para alim ulama nenek moyang bangsa Indonesia itu menghargai para habaib karena keilmuan mereka bukan karena mereka bodoh,Catat itu….
    7.Saya tidak gila,andapun juga tidak,kita hanya berbeda pendapat.maaf kalo saya berbicara agak slengean,kadang memang sy suka seperti itu,tapi bukan bermaksud menghina.
    8.soal hb abdurrahman al zahir,yg saya dengar kok lain,beliau dibuang Belanda ke makkah dan tidak diperbolehkan kembali ke aceh karena beliaulah yg menjadi penghubung antara kesultanan aceh dan Khilafah Utsmaniyah di Turki,sehingga Aceh mendapat Pengakuan dari Turki dan mendapat bantuan berupa 40 ahli meriam,yg keturunan nya kini di Aceh dikenal dengan keturunan PASYA

  285. hameed assegaf
    21 Oktober, 2008 pukul 7:58 pm | #301

    Maksude keturunan tukang meriam dan diplomat turki itu dikenal dengan sebutan Pasya

  286. alfaqhir
    22 Oktober, 2008 pukul 8:09 am | #302

    Bapak Hamid Yang terhormat

    1.TAPI JANGAN MERASA
    PALING BENAR, INI MASIH DALAM WILAYAH KHILAFIYAH,OKE??
    Tirulah pepatah bilak ini:PENDAPATKU ADALAH BENAR TAPI BISA JADI MENGANDUNG KESALAHAN,DAN PENDAPAT ORANG LAIN ADALAH SALAH TAPI BISA JADI MENGANDUNG KEBENARAN(diucapkan oleh Imam Syafi”i)
    Maaf itu kalimat bapak semua mohon koreksi bapak yg tuding orang..

    2. Maslah pembaruan Fiqih masih berjalan Insya ALLAH TIDAK SERAMPANGAN
    3. Abtar mungkin kita beda leteratur menurut kami surat Al Kautsar (nikmat yang banyak) sbb :

    Maksudnya terputus di sini ialah terputus dari rahmat ALLAH.

    Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Ka’bubnul Asyraf (tokoh Yahudi) datang ke Makkah, kaum Quraisy berkata kepadanya: “Tuan adalah pemimpin orang Madinah, bagaimana pendapat tuan tentang si pura-pura shabar yang diasingkan oleh kaumnya, yang mengangggap dirinya lebih mulia daripada kita padahal kita menyambut oramg-orang yang melaksanakan haji, pemberi minumnya serta penjaga Ka’bah?” Ka’ab berkata: “Kalian lebih mulia daripadanya.” Maka turunlah ayat ini (S. 108:3) yang membantah ucapan mereka.
    (Diriwayatkan oleh al-Bazazar dan yang lainnya dengan sanad shahih yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

    Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika Nabi saw. diberi wahyu, kaum Quraisy berkata: “Terputus hubungan Muhammad dengan kita.” Maka turunlah ayat ini (S.108:3) sebagai bantahan atas ucapan mereka.
    (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam kitab al-Mushannif dan Ibnul Mundzir yang bersumber dari ‘Ikrimah)

    Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Quraisy menganggap kematian anak laki-laki berarti putus turunan. Ketika putra Rasulullah saw. meninggal, al-’Ashi bin Wa’il berkata bahwa Muhammaad terputus turunannya. Maka yata ini (S.108:3) sebagai bantahan terhadap ucapannya itu.
    (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi.)

    Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalail yang bersumber dari Muhammad bin ‘Ali, dan disebutkan bahwa yang meninggal itu ialah al-Qasim.

    Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (S.108:3) turun berkenaan dengan al-’Ashi bin Wa’il yang berkata: “Aku membenci Muhammad.” Ayat ini (S.108:3) turun sebagai penegasan bahwa orang yang membenci Rasulullah akan terputus segala kebaikannya.
    (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi yang bersumber dari Mujahid.)

    Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika wafat Ibrahim putra Rasulullah saw. orang-orang musyrik berkata satu sama lain: “Orang murtad itu (Muhammad) telah terputus keturunannya tadi malam.” Allah menurunkan ayat ini (S.108:1-3) yang membantah ucapan mereka.
    (Diriwayatkan oleh at-Thabarani dengan sanad yang dha’if yang bersumber dari Abi Ayyub.)

    Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (S.108:2) turun ketika Jibril datang kepada Rasulullah pada peristiwa Hudhaibiyyah memerintahkan qurban dan shalat. Rasulullah segera berdiri khutbah fithri mungkin juga Adl-ha (Rawi meragukan, apakah peristiwa di dalam Hadits itu terjadi pada bulan Ramadhan ataukah Dzulqaidah) kemudian shalat dua raka’at dan menuju ke tempat qurban lalu memotong qurban.
    (Diriwayatkan oleh Ibnu jarir yang bersumber dari Sa’ad bin Jubair.)

    Footnote (Keterangan):

    Menurut as-Suyuthi riwayat ini sangat gharib. Matan hadits ini meragukan karena shalat Ied didahului khutbah (Peny).

    Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ‘Uqbah bin Abi Mu’aith berkata: “Tidak seorang anak laki-laki pun yang hidup bagi Nabi saw. sehingga keturunannya terputus.” Ayat ini (S.108:3) turun sebagai bantahan terhadap ucapan itu.
    (Diriwayatkan oleh Ibnu jarir yang bersumber dari Syamar bin ‘Athiyah.)

    Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika Ibrahim putra Rasulullah saw. wafat, kaum Quraisy berkata: “Sekarang Muhammad menjadi Abtar (putus turunannya).” Hal ini meyebabkan Nabi saw. bersedih hati, maka turunlah ayat ini (S.108:1-3) sebagai penghibur baginya.
    (Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij.)

    4. pada umum nya organisasi Islam ber Azas Qur’an dan Hadist
    5. Pa Maaf karena ini masalah Qur’an dan sekarang banyak beredar Qur’an palsu atau versi lain maka bila tulis ayat harus jelas SURAT BERAPA AYAT BERAPA ? Yang bapak maksud pada tulisan bapak……..
    274 | hameed assegaf Oktober 17th, 2008 at 8:09 pm

    kepada kaum muslimin untuk menjaga mereka ayat quran :”KATAKANLAH WAHAI MUHAMMAD AKU TIDAK MEMINTA UPAH APAPUN(ATAS DAKWAHKU INI),KECUALI KECINTAAN TERHADAP KELUARGAKU”

    ditulisan bapak yg lain …
    5.Ayat tentang MAWADDAH AHLUL BAYT surat asy syura ayat 23,

    Sedangan surat itu tertulis Sbb :

    Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba- hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri ( Surat Asy Syuura ayat 23 )

    Footnote(Catatan kaki):
    Allah mensyukuri hamba-Nya: memberi pahala terhadap amal-amal hamba-Nya, mema’afkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya dan sebagainya

    6. kita saling perbaiki diri pak
    7. semoga ALLAH menjaga saya
    8. soal sejarah kita sama sama nalar denga Pa Gonggong beliau ahlinya tapi sedikit saya kuapas …. Sebelum Dinasti Usmaniyah di Turki berdiri pada tahun 699 H-1341 H atau bersamaan dengan tahun 1385 M-1923 M, ternyata nun jauh di belahan dunia sebelah timur, di dunia bagian Asia, telah muncul Kerajaan Islam Samudera-Pasai yang berada di wilayah Aceh yang didirikan oleh Mara Silu yang segera berganti nama setelah masuk Islam dengan nama Malik Al Saleh yang meninggal pada tahun 1297. Dimana penggantinya tidak jelas, namun pada tahun 1345 Samudera-Pasai diperintah oleh Malik Al Zahir, cucu daripada Malik Al Saleh. Masalah meriam :
    Pada masa Iskandar Muda, Kerajaan Aceh mengirim utusannya untuk menghadap Sultan Kekaisaran Ottoman yang berkedudukan di Konstantinopel. Karena saat itu Sultan Ottoman sedang gering maka utusan Kerajaan Aceh terluntang-lantung demikian lamanya sehingga mereka harus menjual sedikit demi sedikit hadiah persembahan untuk kelangsungan hidup mereka. Lalu pada akhirnya ketika mereka diterima oleh sang Sultan, persembahan mereka hanya tinggal Lada Sicupak atau Lada sekarung. Namun sang Sultan menyambut baik hadiah itu dan mengirimkan sebuah meriam dan beberapa orang yang cakap dalam ilmu perang untuk membantu kerajaan Aceh. Meriam tersebut pula masih ada hingga kini dikenal dengan nama Meriam Lada Sicupak. Pada masa selanjutnya Sultan Ottoman mengirimkan sebuah bintang jasa kepada Sultan Aceh. ……….. ….. ….

    Pak Tolong agak akurat bila memberi penjelasan karena TULISAN KITA DIBACA CHALAYAK RAMAI
    Semoga ALLAH menamabah ilmu kita amien
    wassalam

  287. hameed assegaf
    23 Oktober, 2008 pukul 1:03 pm | #303

    Saya sangat senang sekali jika pendapat dan pandangan saya ditanggapi secara bijak seperti ini,ilmiah rasional dan tidak dengan emosional,sebab yg kita tuju bukan menang dan kalah tetapi adalah pencerahan buat kita semua,salut buat pak alfaghir….
    Ada beberapa tanggapan saya:
    1.Disebutkan diatas bahwa Dalam satu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy menganggap kematian anak laki-laki berarti putus turunan. Ketika putra Rasulullah saw. meninggal, al-’Ashi bin Wa’il berkata bahwa Muhammaad terputus turunannya. Maka yata ini (S.108:3) sebagai BANTAHAN terhadap ucapannya itu.(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi.)
    Jelas bahwa ayat tersebut adalah bantahan dan pembelaan Allah Ta’ala terhadap Nabi Nya dari hinaan orang2 kafir bahwa Nabi seorang yg ABTAR,Kalau Allah Ta’ala Tuhan semesta alam saja membela nabi,masakah kita sebagai ummatnya akan tega mengatakan kalau nabi itu PUTUS KETURUNANNYA???Memang benar ada ayat WA MA MUHAMMADUN ABA AHADIN MIN RIJALIKUM,Dan sekali kali Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang LELAKI diantara kalian,tapi kita harus ingat bahwa beliau tetap adalah bapak bagi anak2 perempuannya ZAINAB,UMM KULTSUM dan FATIMAH,dan keturnunan Nabi berasal dari anak perempuannya Fatimah dan menyandarkan mereka kepada Nabi adalah benar dan sah menurut syariah berdasarkan hadits yg diriwayatkan Thabrani :Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikn keturunn semua nabi-nabi di tulang blakangnya,dan Allah mnjadikn kturunanku di tlg blkg Ali b Abi thalib, (coba baca kitab Asy syaraful Muabbad karya Syekh Yusuf bin Ismail An nabhani)

    2.Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalail yang bersumber dari Muhammad bin ‘Ali, dan disebutkan bahwa yang meninggal itu ialah al-Qasim.

    Menurut beberapa buku sirah yg saya baca al Qasim adalah putra pertama beliau oleh karena itu beliau dikenal dengan Laqab (julukan)ABUL QASIM,dan sudah meninggal sebelum beliau menjadi rasul dan mendapat wahyu.

    3.Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba- hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri ( Surat Asy Syuura ayat 23 )

    Memang benar terjemahan seperti itulah yg tertulis dalam terjemahan2 resmi DEPAG,tetapi kalau kita ingin memahami alQur’an dengan lebih baik lagi,terjemahan saja tidak cukup,silahkan dibuka buku2 tafsir yg lebih mendetail,maka apa yg saya kemukakan itu akan terdapat disana,jadi bukan asal ngarang atau mengaku2,(malu pak kalo ketahuan).
    Imam Suyuthi dalam kitab Darrul Mantsur demikian pula banyak para mufassirin yg lain,membawakan sebuah hadits dari Ibnu Abbas ra. bahwa para sahabat bertanya : “Ya Rasulullah siapakah kerabatmu yg wajib atas kami untuk mencintai mereka? Bersabda Rasulullah: Ali Fatimah dan anak2 mereka”.Dalam riwayat lain :Keluarga Ali,Jakfar dan Agil.
    Adapun sebab nuzul dari ayat tersebut adalah bahwasanya orang2 Anshar berkata : Kami telah mengatakan (membenarkan Rasulullah)dan kami telah mengerjakan(mengimani Rasulullah) seakan2 mereka membanggakan diri dihadapan muhajirin dan kerabat Rasul,maka ibnu Abbas berkata:Kami memiliki keutamaan atas kalian,maka sampailah kabar itu kepada Rasulullah maka beliau mengumpulkan kaum Anshar dan bersabda: Wahai kaum Anshar tidakkah dulu kalian hina maka Allah muliakn kalian dengan kedatangan ku?..Mereka menjawab :Benar ya Rasulullah, Rasulullah bersabda: tidakkah kalian menjawab dakwahku?? .Mereka menjawab :Benar ya Rasulullah,Rasulullah bersabda: tidak,kalian berkata bukan kah kau telah diusir kaummu maka kami menampungmu,bukankah kau telah didustakan maka kami membenarkanmu,dan terus Rasulullah mengulang2 perkataannya hingga banyaklah kaum anshar yg menangis sampai pingsan seraya berteriak: Harta kami dan apa yg ada ditangan kami adalah milik Allah dan RasulNya,maka turunlah ayat tersebut sebagai peringatan.
    Seandainya pun terjemahan ayat diatas itu seperti apa adanya maka bukankah kami bangsa alawy ini adalah bagian dari kekeluargaan kaum muslimin??
    4.Soal Hb Abdurahman al Zahir versi saya,saya membacanya dalam buku Para Penyebar Agama Islam Di Nusantara,dan menurut saya ini versi yg lebih mendekati kebenaran.

  288. chaled baawad
    24 Oktober, 2008 pukul 7:01 pm | #304

    bib, hasan tiro itu PASYA jg loh..hehehe..,yah fungsinye mirip2lah ama al zahir.

  289. alfaqhir
    24 Oktober, 2008 pukul 8:58 pm | #305

    hallo urat malu nya dah putus kali tuan ayat Qur’an jangan di manipulasi sejarah juga di manipulasi hadist udahan walah walah emang bener group alwiyin akan mensyiah kan indonesia bentar lagi dia bakal benerin tuh Houl rosul nya syiah ampun ampun …
    heheheheheheheeeeeeee
    maaf saya ga bisa jawab panjang mo siapin tas mo ke london do”ain ye mudah mudahan saya pulang masih ada dialog ini

  290. Hameed Assegaf
    24 Oktober, 2008 pukul 9:40 pm | #306

    Wah sayang,saya pikir bisa diskusi sama orang yg aaqil,tapi trnyata :-S ,kita yg manipulasi ayat atau anda yg tidak berani membuka masalah ini lebih jauh?coba dong dibuka buku tafsirnya,yg saya bwkan bukan sumber syiah,dan kita tdk prlu menjadi syiah kalau ingin mencintai keluarga Rasul,ahlus sunnah justr pionir dlm mslh ini,nasht sy jgnlh krna iri hati menutp mata dari kbnaran,buat khalid,yg mnybutkn hb alzahr sprti itu adalah Belanda,untk mnjauhkn rakyat Ach dari beliau,devide at impera

  291. alfaqhir
    25 Oktober, 2008 pukul 4:34 pm | #307

    Tuan hamid yth.:
    Masalah ini tidak bisa di buka lebih jauh karena kita beda pandang:

    1. Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.( surat Al Ahzab ayat 5 )
    2. Muhammad itu sekali kali bukanlah Bapak dari sorang laki laki diantara kamu,tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi nabi. Dan ALLAH Maha mengetahui segala sesuatu. (surat Al Ahzab ayat 40)
    Tuan surat surat tersebut diatas turun selagi Rosul hidup dan Rosul menerima takdir tersebut dan menyampaikan pada umatnya. Apa anda anggap ALLAH tidak mampu mencipatakan anak laki untuk Rosul, kenapa Rosul tidak berdoa minta anak laki anda jangan anggap bahwa ALLAH tidak teliti ini rahasia ALLAH … mungkin yang kuatir akan ada manusia yg terus menerus menyalah gunakan keturunannya…. teman teman mari kita renungi Rosul, Beliau tidak pernah berkata saya turunan siapa Cucu siapa atau ini Bapak ku atau ini Kakek ku beliau salalu berkata Ana Abduhu wa Rosuluh ini lah saya.. bukan ini Kakek saya
    Beliau tidak ragu menerima takdir apapun yang ALLAH beri mari kita renungi semoga kita dpt hidayah dari ALLAH

    sabda Rasulullah s.a.w.: janganlah sampai orang lain datang kepadaku dengan amalnya, sedang kamu datang kepadaku dengan membawa nasab dan keturunan kamu, dan pesan beliau pula kepada puteri kesayangannya, Fathimah Al-Batul, : “Hai Fathimah binti Muhammad. Beramallah kesayanganku. Tidaklah dapat aku, ayahmu menolongmu dihadapan Allah sedikitpun”. ”.

    Tidak bisa pendapat saya langsung semua benar dan tidak harus saya patuh pada tafsir yg anda baca karena belum satu danau pun tinta kepake buat terjemahin ayat ayat ALLAH :

    Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”( Surat Kahfi Ayat 109)

    Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (surat Luqman Ayat 27)
    Semoga ALLAH menambah ilmu kita

    Sultan sultan :
    Coba kita renungi para alwiyin datang dan jadi Sultan (feodal) coba apa beda sultan dengan belanda sama sama menjajah kami hanya sultan se agama belanda beda agama sultan kecil kecil daerahnya belanda senusantara dan sultan di bawah belanda
    Maka kita tidak heran bila kalian masih bersifat feodal bahkan klo baca uraian Oom Hamid dan teman teman nya hamper serupa Apartheid …
    Udah dolo mo jalan ntar di sambung bulan Nov klo pak hamid masih minat

  292. Ibnu Zainuri
    25 Oktober, 2008 pukul 11:06 pm | #308

    Assalaamu’alalikum wr. wb.

    Saya membaca komentar al Faqir awalnya santun tapi belakangan kok mencurahkan kekecewaan dan ketidak setujuan adanya turunan Rasulullah saw. Bahkan terkesan menuduh kalau para Habaib itu adalah penjajah. Mohon penjelasan.

    Logika sederhana saja, saya sebagai orang awam mengatakan bahwa Rasulullah saw itu dikatakan oleh orang Kafir sebagai Abtar (terputus keturuannya). Lah yang saya tidak mengerti apakah beda tuduhan Abtar orang kafir dengan panjnengan? Iya sih ada bedanya, seperti juga kawan2 saya dari partai P** yang mengajarkan pada kader2nya tentang ayat itu dijadikan sebagai dalil untuk “menolak” keturunan Nabi saw. HIngga kini, para ikhwan di partai tersebut idenya sama untuk tidak lagi tergntung psikologi.

    Nabi Muhammad saw punya anak wanita lah kalau anak wanita itu kemudian tidak juga dianggap sebagai keturunan Rasulullah saw. Saya kok malah memberikan bobot bahwa ada Abtar dalam hatimu kepada Rasulullah saw. Wal ‘afwu kalau salah.

    Bacaan Attayihat sedikitnya membaca Allahumma shollai ‘alaa Muhammadin ‘wa ‘ala ‘aali Muhammadin. Apa bacaan tahiyat itu tidak dibaca yah ketika sholat, atau dibaca, namun saat membaca wa’alaa alihi hatinya memungkiri.. duuh Gusti!..

  293. 25 Oktober, 2008 pukul 11:36 pm | #309

    Maaf baru bisa membalas salam hangat dari Al Faghir dan Habib Hameed Assegaf juga dari tamu-tamu yang lainnya. Saya sangat jarang sekali aktif di blog ini. Namun sering sekali hanya membaca2 komentar dan tidak dibalas karena berbagai alasan.

    Syukur alhamdulillah saya mendapat kehormatan kepada Yth. Tuan Al Faqir berkunjung ke sini dan banyak memberikan wacana baru dalam pemahaman saya tentang keturunan Rasulullah Meski trendnya berbeda. Saya betul santrinya KH. Abdullah Abbas juga KH. Fuad Hasyim. Kebetulan saya mengaji kepada kedua almaghfurlahuma. Beliau sangat open terhadap siapa pun.

    Kyai-kayi di Buntet seperti disepakati mereka, mempunyai silsilah keturunan kepada Syarif Hidayatullah (salah satu Wali songo). Namun memang tidak menonjolkan diri kalau mereka itu Syarif. Tapi dari sebab itu, banyak sekali kekerabatan antara habaib dengan kyai Buntet.

    Khusus kepada KH. Fuad Hasyim, itu sangat hormat kepada para dzurriyah Rasulullah saw. Kini anaknya KH. Abbas Bil Yakhsy, kandidat doktor UIN sangat open (sayang) kepada dzurriyah Rasul. Para sayyid, Ayip atau syarif di wilyaah Cirebon suka dikumpulkan lalu membuat acara khusus.

    Bahkan yang dianggap aneh, Kang Babas, panggilan akrab Dai yang mirip Ayahnya itu sering menolong para “sayid” misalnya pernah menjadi seponsor pernikahan salah satu sayid.

    Tentang masalah pemuatan artikel ini yang dianggap sensitif, mohon maaf jika kurang berkenan tetapi sejatinya, karena saya mencintai Kanjeng Nabi Muhammad saw beserta dzurriyah beliau.

    Saya teringat nasehat KH. Maemoen Zubeir, memiliki santri ribuan di pesantren Sarang, Jateng, kepada kawan saya orang Buntet yang mondok di sana. Suatu kali beliau berpesan kepada para santrinya agar menghormati dzurriyah Rasulullah saw.

    Bahkan beliau perneh dipergoki tengah bersalaman mencium tangan salah satu Habib yang datang ke pesantrennya. Dalam pandangan awam, konon, habib itu “dipandang kurang baik” namun nyatanya mbah Moen tetap mencium tangannya, sebagai rasa hormat sampai sang Habib itu merasa tidak enak dan grogi dicium sama kyai yang diseganinya.

    Lalu suatu kesempatan Kyai Maimun itu bertutur pada santrinya bahwa keturunan Rasulullah saw itu ibarat lembaran mushaf al quran yang tercecer (sobek-sobek). Dalam pelajaran fiqh, kita harus mengambil tulisan quran itu dan untuk ditempatkan di tempat yang layak, jangan sampai terkena injakan kaki.

    Maaf kalau salah kata… salam damai buat semua, mari kita teruskan berdizkusi saya senang bisa langsung belajar kepada para habaib dan para analis yang kritis sekalian.

  294. chaled baawad
    26 Oktober, 2008 pukul 1:45 am | #310

    dilihat dr kisah hidupnya alzahir emang huebat..,lahir di mokha(yaman) masa kecilnya dimalabar dan srilangka diangkat jd jemadar(kolonel) oleh raja haiderabad krn berkhianat kemudian dipecat dan jd tukang emas hingga kaya raya lantas berkeliling eropa barat,istambul dan bekerja pada raja johor +-3thn, pd thn 1864 ia ke aceh dan akhirnya diangkat jd wazir(PM) kesultanan aceh, beliau benar2 diplomat yg luar biasa walaupun permohonan bantuan terakhirnya ditolak mentah2 oleh sultan othoman yg tdk sudi menemuinya(mungkin telah mengetahui bahwa alzahir selama ini adalah agent ganda)..,thn 1878 belanda ngasih pesangon senilai 30.000 gulden pd alzahir sbg uang pensiun..,thn 1896 ia berdiskusi/atur strategi dgn kapten van der heggespies utk membujuk panglima2 perang aceh supaya menyerah pd belanda..,perlawan aceh benar2 tamat setelah tertangkapnya cut nyak dien.

  295. Hameed Assegaf
    27 Oktober, 2008 pukul 6:55 pm | #311

    Yang terhormat bapak Al Faghier,
    Ketika anda menanggapi forum diskusi ini untuk pertama kalinya, maka saya sungguh berharap kita akan dapat berdialog dengan baik,dan karena kita sedang membicarakan tentang masalah agama ,maka saya kira dasar kita adalah sama yaitu alqur’an dan sunnah,dan pendapat2 para ulama yg kompeten dan diakui ketokohandan keilmuannya dalam Dunia Islam,tapi saya sungguh terguncang dengan postingan anda yg terakhir,

    Alfagier berkata:
    Tidak bisa pendapat saya langsung semua benar dan dan tidak harus saya patuh pada tafsir yg anda baca karena belum satu danau pun tinta kepake buat terjemahin ayat ayat ALLAH,

    Kalau memang anda menolak untuk menggunakan sumber2 tafsir yg ada,yg dikarang oleh ulama2 ahlus sunnah yg kompeten dan diakui keilmuannya dalam dunia islam,yg jelas2 penafsiran mereka berasal dari alquran dan sunnah nabi,maka pertanyaan saya lewat sumber mana anda akan memahami ayat2 al Qur’an??Apakah lewat nalar anda sendiri dan disesuaikan dengan kemauan dan kepentingan anda?? Saya jadi teringat dengan sebuah kaum yg suka sekali memperlakukan kitab suci mereka untuk kepentingan mereka sendiri, dan Kalau sudah seperti itu maka tuduhan anda bahwa alawiyyin suka memanipulasi ayat dan hadits sama saja dengan menuding hidung anda sendiri,
    Buat mengingatkan bahwa saya menawari anda untuk membuka tafsir surat as Syura ayat 23,Dalam tafsir Jalalain karya Imam Suyuthi,beliau menafsiri ayat tersebut dengan :
    “Katakanlah (wahai Muhammad) aku tidak meminta upah apapun atas (dakwahku) kepada kalian kecuali kecintaan kepada kerabat(ku) (yang juga adalah kerebat kalian juga)”
    Memang agak menyakitkan kalau tafsiran ini dibaca oleh orang yg memang membenci keluarga nabi,dan lebih menyakitkan lagi kalau membaca tafsir yg lebih besar,seperti As showi, Tafsir At Thobari,Fi Dhilalil Qur”an dll,Jadi wajar saja Saudara Al Fagir menolak untuk melanjutkan,

    Al Faghir berkata:
    Coba kita renungi para alwiyin datang dan jadi Sultan (feodal) coba apa beda sultan dengan belanda sama sama menjajah kami hanya sultan se agama belanda beda agama sultan kecil kecil daerahnya belanda senusantara dan sultan di bawah belanda,

    Semua yg membaca kalimat2 anda ini akan tertawa,begitu giatnya anda ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa alawiyyin itu penjajah,padahal semua juga tahu kalau itu gak bener,kalau anda ke pontianak silahkan kunjungi kuburan Batu Layang disitu akan anda temukan ratusan syuhada dari kalangan habaib Wangsa Al Qadriy gugur dalam melawan kedholiman penjajah,

    Al Fghier berkata:
    Maka kita tidak heran bila kalian masih bersifat feodal bahkan klo baca uraian Oom Hamid dan teman teman nya hamper serupa Apartheid …

    Lagi2 tuduhan yg gak jelas dan jelas2 fitnah,buat contoh kecil,kalau punya kesempatan coba kunjungi pondok2 pesantren yg dibina para habaib,bisa anda lihat tidak ada perlakuan berbeda kepada sesama santri baik itu habaib atau bukan,semua sama2 makan tempe kering sama tidur dikasur tpis,sama dirotan kalau punya kesalahan,bahkan saya pernah menyaksikan anak yg punya pondok diberi hukuman yg sama berat dengan yg lain, la kok APAHARTHEID,walah2………

    Tapi saya berterimakasih sangat kepada santri buntet,dan semua pengunjung disini karena forum ini telah memberi kesempatan untuk menjelaskan masalah mawaddah ahlul bayt menurut pandangan AHLUSSUNNAH kepada khalayak,yg kadang2 tidak bisa diwujudkan didunia nyata,karena terus terang agak pekewuh membahas masalah ini,

  296. ahmad balkhi
    28 Oktober, 2008 pukul 7:35 pm | #312

    assalam wbr.

    Alhamdulilah 3x, ana senang bisa ketemu sodara walaupun cuma lewat internet.

    awalnya ana sekedar baca2, tapi akhirnya ana kok ikut tertarik buka suara.

    Banyak juga disini yang agak anti sama habaib yah :)

    Padahal gak ada diantara habaib yang bisa milih pada waktu lahir mau jadi yahudi atau arab atau cina.

    Menurut ana kalo membenci habaib karena semata2 benci tanpa sebab….tentu itu merupakan ketidak tahuan alias kekurangan ilmu.

    Walaupun demikian kalopun ada habaib yang mrakbal, mari kita benci sifat mrakbalnya….jangan orangnya.

    Begitupun dengan kaum lain, mari benci sifatnya dan jangan ikuti contoh buruknya.

    Stau ana, manusia itu sama kok dasarnya, walaupun masih satu nasab dengan nabi, tapi kalo murtad….ya tetep aja neraka.

    Emangnya malikat tanya “Hai fulan, kamu anaknya siapa…??”

    yang membedakan habaib dengan yang bukan cuma “HARAPAN”

    Diantara habaib2 ini, diharapkan lahir orang2 yang saleh, yang mau berkorban demi agama Allah SWT.

    Selain itu, memang sudah garisan dari perkataan nabi muhammad saw sendiri, bahwa suatu saat nanti akan lahir dari kalangan ahlul bait seorang pemimpin besar (IMAM) yang bersama dengan Isa as akan menumpas DAJJAL laknatullah.

    ya tentunya, manusia tidak akan menjadi seorang IMAM besar jika tidak TERDIDIK sedemikian rupa sehingga menjadi IMAM.

    Maka dari itu, habaib2 jangan lengah terhadap didikan, sebab boleh jadi dari keturunan antum lah yang akan menjadi IMAM besar diakhir zaman.

    bagi kaum lain (non habaib), juga tidak tertutup kemungkinan mendapat kesempatan dan derajat yang sama asalkan benar2 menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya secara sungguh2….bahkan mungkin bisa lebih dari habaib.

    siapapun antum, habaib atau bukan… mari berlomba2 mendapat ridha Allah SWT, siapa tau andalah orang yang dipilihNya menjadi orang yang mulia di dunia dan di akhirat.

    wabiltaufiq

    wasalam

  297. bingung
    28 Oktober, 2008 pukul 11:22 pm | #313

    klo belanda mati kata belanda nya ya pahlawan ye,
    nah klo ini wangsa Al Qadriy mati ya pahlawan kata saudaranya.
    bung asegaf klo kata orang dayak iban penduduk asli kalimantan Wangsa Al Qadriy ya musuh ya penjajah bung.

    betul ga bung al faqhir dan bung chaled?

    klo ga salah sultannya pernah jadi kapten belanda deh
    kapten tentara bukan kapten bola

    ibunya apa bini nye yang orang bule lupa bukunya ilang

  298. 29 Oktober, 2008 pukul 8:32 am | #314

    Idem dengan achmad balkhi :D

  299. hameed assegaf
    29 Oktober, 2008 pukul 11:21 am | #315

    pak bingung,
    Orang yang mati melawan penjajahan Belanda itu jelas pahlawan,itu logika yg sederhana khan,kenapa kok jadi bingung?waktu Syarif Abdurrahman bin Abu bakar Al Qadry membabat alas Pontianak,yg dimintai bantuan adalah orang2 dayak,coba dibaca lagi bukunya,
    Habib Abdurrahman menjadi raja bukan karena menjajah,tapi karena menjadi menantu dari raja mempawah Daeng Manambon,dan hampir semua klan2 habaib yg menjadi raja2 di nusantara adalah dari asimilasi perkawinan,bukan dengan menjajah,seperti yg dilakukan KAUM KAFIR BELANDA,

  300. Ibnu
    29 Oktober, 2008 pukul 2:13 pm | #316

    Sepertinya para pembenci Habaib mulai galap mata. Menafikan arti penjajah dengan bukan. Dia sendiri tidak bersyukur bahwa nenek moyangnya yang semula Hindu/Budha menjadi Islam.

    Jika Anda memang Islam, jangan2 sadar/tidak dalam hatinya menyesali telah berubah menjadi pemeluk Islam :D Namun jika Anda memang masih beragama asli (HINDU/BUHDA) sangat wajar bicara di sini. Bagaimana para bingungkers dkk?

  301. Amatiran
    30 Oktober, 2008 pukul 12:42 pm | #317

    Inilah sisi tidak bagusnya perdebatan, makanya saya baru kembali lihat2 di forum ini setelah sekian lama.

    Sdr. Ibnu, anda jangan salah, kami bukan pembenci Alawiyin, tetapi pandangan yang membedakan kelas manusia berdasarkan keturunan itulah yang kami tidak setujui. Sdr. Hamid Assegaf sendiri pernah menulis :

    INNA AKRAKAKUM INDALLAHI ATQAKUM, YANG PALING MULIA DIANTARA KALIAN ADALAH YG PALING BERTAKWA DIANTARA KALIAN(ATQAKUM), selanjutnya beliau menulis bahwa Rasulullah SAW adalah yang paling bertakwa, itu benar. Tapi tulisan selanjutnya kembali lagi ke soal keturunan serta keutamaan karena keturunan. Jikalau demikian, apakah INNA AKRAKUM INDALLAHI ATQAKUM bukan tuntunan bagi umat manusia setelah Rasulullah?

    Saya tidak meminta atau menunggu jawaban, marilah kita renungkan hal ini dengan hati bersih.

    Saya tidak mau berpanjang2 dengan perdebatan, dan saya tidak pernah membenci saudara2 saya.
    Apalagi dari tulisan2 yg saya baca, sepertinya banyak sdr2 yg rahat, enak buat ngobrol :)

    Salam untuk akhina Hameed Assegaf, dan juga saudara2 saya di forum ini, mudah2an Cahaya Ilahi memberikan pencerahan pikiran dan hati nurani kita semua.

  302. bingung
    30 Oktober, 2008 pukul 7:25 pm | #318

    Aduhhh bingung saya

    Saya Tanya sama Meneerrrr Belanda dia bilang maksud datang ke Indonesia dengan maksud membantu rakyat Indonesia maka didirikan sekolah HIS,MULO,AMS agar rakyat pinter bahkan sampai perguruan tinggi lihat saja soekarno,hatta ciptomangun kesumo dan banyak lagi temannya lainnya, kita didik sampai sarjana di ketentaraan maupun kepolisian kita didik contoh jendralA.Yani dan teman teman nya infrastruktur jalan dari anyer ampe banyuwagi irigasi wah pokonya disebut semua deh lalu saya tanya tetang perkebunan itu investor kita panggil untuk menyiapkan lapangan kerja …. Bingung saya pinter banget jawab nya ???
    Katanya dia sedang mempersiapkan kemerdekaan ???? eh dia bilang jepang datang kacau de jadi nya kate diaaa ?????

    Begitu saya Tanya Shang Nippon katanya dia saudara tua yang datang untuk membebas kan Indonesia dari penjajah barat kita didik rakyat Indonesia perang dengan nama heiho diantaranya pak harto itu adalah heiho walhasil dia bilang dia pahlawan deh ketika saya Tanya pelecehan sex oleh tentara Nippon dia bilang itu kan situasional efek perang bingung lagi saya

    Nah tanya sultan malah saya dimaki tuh ampun bingung bingung padahal sultan kawin politis nyuruh penduduk ga disekolahin tuh dayak iban
    Mendingan kumpulin duit tuh buat Bantu saudara seagama kita terutama pake duit sultan tuh.Sekitar 180 orang tewas atau hilang dan 10 ribu lainnya kehilangan tempat tinggal akibat banjir di Yaman, badan PBB mengatakan Yaman adalah salah satu negara termiskin di dunia

  303. Hameed Assegaf
    30 Oktober, 2008 pukul 8:28 pm | #319

    Ada satu hal penting yg harus kita ketahui dan renungi bahwa dari semua ulama yg saya sbutkn disini,tdk ada satupun yg brasal dari habaib,imam syafi’i,imam subky,imam nawawy,imam suyuty,semuanya adalh non alawy,mengajarkan umat cinta Rasulullah dan keluarganya adlah tugas beliau2 sbagai ulama.adapun dikalangan habaib sndiri,justru yg diajarkn kpd kalangn mrka sndiri adalh tawaddu’rendah hati,cinta ilmu,dan giat ibadah,slhkn lht ktb2 nashaihud diniyah,risalah muawanah,al girthas,kibritul ahmar,dll,

  304. 31 Oktober, 2008 pukul 12:55 am | #320

    Izinkan saya untuk ikut nimbrung opini di sini…

    Keluarga Rasulullah saw Nasabi dan Sababi

    Saya memperhatikan beberapa tulisan yang sangat menarik di sini baik yang “menolak” maupun yang menerima adanya keturunan Rasulullah saw hingga yang tidak mengakui sama sekali. Padahal sejatinya, ada dua macam keluarga Rasulullah saw yang diakui beliau: Nasabi dan Sababi. Kalau yang nasabi jelas keluarga biologis sementara yang sababi keluarga ideologis. Dua-duanya akan lestari di hari kemudian dan tidak akan terputus bersama Rasulullah saw.

    Siapa gerangan manusia yang menjadi Keluarga Rasulullah saw. kita lihat kutipan hadits Rasulullah saw:

    قال رسول الله صلى الله عليه وسلم فَاطِمَةُ مُضْغَةٌ مِنِّي يَقْبِضُنِي مَا قَبَضَهَا وَيَبْسُطُنِي مَا بَسَطَهَا وَإِنَّ الْأَنْسَابَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَنْقَطِعُ غَيْرَ نَسَبِي وَسَبَبِي.

    Artinya bebasnya: “Sesungguhnya Fatimah adalah darah dagingku. Apa yang ia miliki adalah berasal dariku, dan keluarga yang bersal darinya adalah juga berasal dariku. Sesungguhnya semua keturunan akan terputus pada hari kiamat kecuali keturunanku dan sabab-ku…” (Sunan Imam Ahmad hadits no: 18167)

    Faktor Nasab
    Pendapat orang quraisy bahwa Nabi saw itu terputus karena tidak berketurunan dibantah al qur’an bahwa yang terputus adalah mereka sendiri karena memben¬ci Nabi saw dan ajarannya. Dari hadits tersebut secara tegas Nabi mengungkap bahwa keluarga Rasululullah saw yaitu Siti Fatimah ra satu-satunya darah-da¬ging beliau yang akan beranak-cucu hing¬ga akhir zaman. Inilah keluarga secara Nasabi.

    Jadi, nasabi adalah keluarga secara lang¬sung yang beranak-curu seterusnya. Siapakah yang bersambung secara nasab kepada Rasulullah saw? Mereka adalah para dzurriyah (keluarga Nabi saw) yang berasal dari Siti Fathimah ra.

    Sayangnya, para keluarga Nabi saw itu dari sisi kepemerintahan kerap dijadikan masyarakat kelas II sehingga tidak jarang dari dulu hingga sekarang (sejarah banyak mengulas) bahwa keluarga Nabi saw selalu dikejar-kejar dan tidak jarang dijadikan obyek penyerangan dan kebencian. Sisa-sisanya masih terekam dalam jejak-jejak sosial kemasyarakatan.

    Faktor Sabab
    Hadits di atas dengan tegas Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya semua keturunan akan terputus pada hari kiamat kecuali keluargaku dan sabab-ku…”

    Menjadi keluarga Nabi saw walaupun bukan asli keturunannya, ternyata bisa! Hadits di atas telah membuktikan hal itu. Maka dengan demikian secara umum mereka itu adalah juga termasuk keluarga beliau dari sisi Sabab.

    Segala penyebab yang menjadi patokan hidup dan keihidupan segala organiasi yang membela agama atau tidak, semuanya akan terputus di hari kiamat, kecuali keturunan Nabi (Nasabi) dan orang-orang sababi.

    Sababi atau sebab adalah keterikatan hamba Allah akan cinta kepada Rasuullah saw. BUkan sebatas cinta melainkan mempertahakan serta menjalani syariat yang dibangun oleh beliau dan kawan-kawannya atas izin Allah swt.

    Jadi meskipun saya bukan keluarga secara nasab tetap saya menjadi keluarga Nabi saw dari sudut Sababi. Dua hal baik Nasabi maupun sababi yang diakui Rasulullah saw. Inilah yang dipegang erat oleh para kyai saya sehingga mereka tetap menghormati ahlul bait juga tetap bisa kerjasama dalam menebarkan kebaikan. Musuh bersama tetap dilawan: keegoan, bangga diri, kemunafikan dst.

    Kebencian
    Awal mula kebencian seperti kyai saya pernah mengatakan bahwa pantas sekali orang Yahudi dan Nasroni itu adalah orang-orang yang membenci Rasulullah saw karena pada kalangan mereka tidak ada satupun dari Nabi mereka yang keturunannya jelas dan gamblang.

    Jadi, masalah kebencian memang tidak bisa dihindari. Namun kebiasaan ini rupanya terlanjut tertularkan oleh orang2 Yahudi dan Nasroni sebab kata mereka, tidak ada seorang Nabi yang memiliki keturunan jelas dan gamblang secara bersambung. Namun keluarga Nabi Muhammad saw begitu jelas bin anu bin anunya. Sehingga Nasabi ini sangat wajar sebagai “kebanggaan” buat keluarganya. Namun kebanggaan ala para habaib tidak sama dengan kebanggaan ala yang lain.

    Karena itu, benar kata Habib Hameed, para habaib diajarkan di sana tentang adab. Sedangkan kita diajarkan untuk juga menghormati keluarga hababib. Di sini saya ingin mengambil contoh, ada habib yang tinggal di Kebayoran Lama Utara, Habibi Abdullah Al Kaff, beliau tidak segan-segan kepada murid2nya mengatakan : Doakan saya yah! ada lagi habib yang kalau diajak salaman dengan siapa saja, bukannya saya yang menicum tangan beliau, tapi beliau yang mencium tangan siapapun yang menyalaminya lebih dulu tanpa canggung.

    Menurut saya, bagi non keluarganya tentu tidak bijak kalau mau ikut campur dalam urusan keluarga mereka. Apakah mau berbangga atau tidak, itu urusan hati. Karena sudah terhujam ungkapan INNDALLAHI ATQoqum, saya yakin para habib yang serta merta dibekali ilmu taqwa tentu akan mewarisi ilmu padi (tawadlu) dan lebih banyak tawadlunya dalam hidup sehari-hari ketimbang rasa bangganya. Siapaun kadang malah seakan-akan menjadi tuhan dalam kesombongannya.

    Antara yang sababi dan nasabi keduanya diakui sebagai keluarga Rasulullah saw. Dua-duanya diakui, dua-duanya bisa saling ta’awanu ‘alal birri wattaqwa juga bisa fastabiqul khoirat… Kalaupun mau berbangga dua-duanya bisa berbangga dalam hal naungan Rasulullah saw. Kebanggaan bagi saya harus ada, namun kebanggaan yang dimaksud adalah RASA SYUKUR menjadi keluarga Rasulullah saw.

    Seperti komentar Ahmad Al Balkhi, titik temunya bisa digambarkan di sini bahwa yang sababi bisa jadi lebih banyak berkiprah di masyarkat daripada yang nasabi demikian juga berlaku keilmuan dan keilmiahannya. Sementara bagi yang menolak masalah nasab keluarga Rasulullah saw yang sangat gamblang tanpa ditutup-tutupi ini dikhawatirkan tidak masuk dalam koridor nasabi – sababi. wal ‘afwu minkum, wallahu a’lam. :D

  305. hameed assegaf
    31 Oktober, 2008 pukul 2:34 pm | #321

    Alhamdulillah…………
    Lega rasanya membaca komentar pak santri buntet,memang keseimbangan seperti itulah yg kita dambakan,saling menghargai dan tidak saling menyakiti sesama ummatnya Rasulullah,baik dengan perbuatan maupun lisan.
    Buat para habaib jangan sombong,tirulah salafuna salih,bagaimana sifat tawaddu’ mereka,saya sendiri pernah sampai hampir menangis karena sandal saya pernah dilap dan dibersihkan oleh almarhum Habib Hasan bin Husein Alhaddad sahibul khaul kota Tegal,hanya karena saya membersihkan dan mengambilkan sandal beliau duluan.
    Kita harus saling menghargai pendapat masing2,apalagi itu pendapat ulama yg kompeten,Saya jadi teringat ustad Muhammad Ba Abdullah,salah satu tokoh PERSIS di jawa timur,beberapa saat sblum beliau meninggal,beliau pernah dalam salah satu muhadharahnya,meminta kepada para hadirin untuk dikirimi fatihah jika beliau meninggal nanti,sebab katanya:”saya berkhusnud dzan kepada para ulama yg mengatakan pahala fatihah itu akan sampai kepada mayyit”.

  306. chaled baawad
    1 November, 2008 pukul 10:24 pm | #322

    bila kt lihat sejarah nusantara(indonesia/malaysia) ini memang tdk bisa dipungkiri bahwa pasca runtuhnya wangsa syailendra(melayu/sriwijaya) dan wangsa sanjaya(jawa/majapahit) jg bersamaan dgn masuknya islam maka kaum allawy memiliki peranan paling dominan dinusantara ini baik itu sbg ulama/imam2 besar, raja2/sultan suatu daerah dr pecahan2 kecil bekas kekuasaan kerajaan syailendra maupun sanjaya dgn presepsi setempat bahwa rakyat akan mengikuti agama rajanya..,di thn 1511 masuklah portugis kegerbang nusantara yaitu malaka dan kt tau bagaimana hebatnya perlawanan fattahillah yg jg seorang allawy dlm perjuangannya mengusir portugis dr malaka(walaupun selalu gagal total)..,yah memang setelah para hantu2 pucat dr eropa itu smakin berkuasa dinusantara pd awal abad ke 18 kebanyakan para sultan alawy (tdk semua!)dgn berbagai alasannya berkompromi dgn hantu2 tsb maka secara tdk langsung mempengaruhi kebijakan kesultanan., bahkan sayid muhammad bin idrus alaydrus(1795-1829) sultan Kubu di thn 1823 menyatakan dirinya sebagai bawahan langsung dr pemerintahan kerajaan belanda.

  307. Hameed assegaf
    2 November, 2008 pukul 6:39 am | #323

    Kalo Ir.Soekarno berpidato menyatakan dukungan kepada Dai Nippon,memuji2nya sbagai SAUDARA TUA,stlah itu ruku’ menghadap bendera matahari terbit sambil teriak BANZAI!!!,itu nt sebut apa lid?PENJAJAH?brani gak nt usulkan agar beliau dicopot dari gelar pahlawan?jangan cuma berani membuat opini2 palsu bahwa alawiyin itu penjajah ya ibna awwad!

  308. chaled baawad
    2 November, 2008 pukul 9:19 pm | #324

    sape yg buat2 opini palsu bib??, sensitif amat sih nt..,kan ana bilang sebagian bukan keseluruhan dr sultan2/pemuka2 allawy tsb, yah namanya jg suatu kaum dr gol. manusia tdk ada yg benar2 mutlak sempurna bukan??, disini ana jg mao bilang bahwa sultan2 allawy dr Riau (siak,palalawan) adalah benar2 pejuang yg teramat konsisten memeranggi hantu2 pucat dr eropa tsb hingga akhirnya RI merampas kemerdekaan dr belanda.., bahkan dgn ikhlas dan jiwa patriotnya mereka memberikan seluruh kekayaan kesultanan(bahan migas yg luar biasa melimpah ruah di daerah otonomi kesultanan) beserta istana kesultanan kepada kpd pemerintah RI (walaupun yg nikmatin hasilnye kapitalis2 asing jg).., merekalah para sultan2 alawy dr klan shihabuddin yg luar biasa!, hidup habib rizieq shihab..

  309. chaled baawad
    2 November, 2008 pukul 10:03 pm | #325

    ana pribadi jauh lebih bersimpati kpd moh.hatta bib, selain pemikiran2 beliau yg brilian dan orsinil (tampa pengaruh marxis/marhenisme dr eropa timur yg dianut soekarno) kredebilitas hatta sbg prokramator lebih meyakinkan dr pd soekarno yg lebih sering nyeleneh semenjak di tinggal jln sendiri oleh hatta di thn 1956 krn berlainan pemahaman antara keduanya dlm mengambil kebijakan pemerintahan.

  310. Mr. Nothing
    4 November, 2008 pukul 8:47 pm | #326

    Assalamu’alaikum.. Wr. Wb.

    Ahln Wshln, yaa Ahl Forum..
    (Especially para Habaib.. Kher, Bib..??? ;p)

    Lgsg aje, yee..
    Ada bbrp ptanyaan yg ingin ana tanyain, niy..

    1. Apkh Alawiyyin “sama dengan” Ahl Byt..???
    Krn yg baru ana tau, Ahl Byt hny mencakup Rasulullah SAW, Ali AS, Fathimah Az-Zahra, Hasan dan Husain..
    *Jika ya, apa dasarnya..???

    2. Gmne critanye sehingga muncul “marga2″ seperti Al-Hamid, Al-Habsyi, Shahab, Assegaf. dll, (Sayyed), sbgmn yg qta tau adlh marga2 Alawiyyin..???
    *Berdasarkan apa, nama2 marga itu muncul..???
    (Krn yg ana tau, mulai dr Ali AS. smpe Ahmad Al-Muhajir, tdk menggunakan “marga2″ itu..)
    *Apakah mungkin, di masa yg akan datang akan bermunculan marga2 baru dikalangan Alawiyyin..???

    3. Knp Syarefah harus menikah dgn pria Sayyed..???
    *Sejak kpn “tradisi” ini dimulai..???
    *Bgmn jika Allah SWT, ‘mentakdirkan’ seorang Syarefah menikah dgn pria non-Sayyid..???
    *(Khusus bwt Tn. Chaled Baawad, maaf klo ana lancang, hehehe.. Yaa Tn Chaled, knp nte “berani” memperisteri seorang Syarefah..??? Al’afwu, ana cm pngen tau aja, yaa Tn. Chaled.. Hehehe..)

    Afwan, klo ana terkesan “kurang sopan”..
    Tp, yaa..aa bgitulah adanya, disebabkan dangkalnya pengetahuan serta ilmu yg ana miliki.. ;p Hehehehe..

    Yaher yah, sbnernye msh bnyk yg pngen ana tanyain.. Tp, lain wktu aja ana “nulis” lg, insya Allah.. ;)

    Syqron Katsir..

    Wassalamu’alaikum.. Wr.Wb.

  311. hameed assegaf
    5 November, 2008 pukul 11:50 am | #327

    Aal atau Ahl Bayt(keluarga Rasulullah) menurut para ulama:
    1.Dalam Do’a (fi maqamid du’a) adalah semua orang beriman dan bertakwa (kullu mu”minin taqiy).
    2.Dalam ayat tathir (fi maqamit tathir) adalah ahlul kisa’ Rasulullah,Ali,Fatimah,Hasan dan Husein Radhiyallahu anhum.
    3.Dalam segi keturunan (fi maqamid dzurriyyah)adalah anak2 Hasan dan Husein menurut tafsir ayat mubahalah dan hadits2 terkait.
    4.Dalam soal terlarangnya dari memakan zakat(fi maqamiz zakah)adalah keluarga Ali,jakfar dan agil),
    Adapun tentang sebab2 munculnya marga2 di mulai dari masa S.Muhammad Maula Dawileh (Pemimpin Dawlileh) dan disusul oleh anaknya S. Abdurrahman yg bergelar Assegaf yg artinya Kedudukan Pengayom karena beliau adalh anak tertua dari saudara2nya atau karena beliau Pemuka Kaum sufi ketika itu,kemudian marga2 tersebut dilanjutkan oleh anak cucunya,Alaydarus artinya Singa atau Kekuatan dan Semangat,karena S.Abdullah AlAydarus adalah pemuka wali2 zaman itu yg memiliki kharisma bagaikan singa,jadi beberapa nama2 marga diberikan sebagai penghormatan masyarakat kepada orang yg digelari,
    ada juga yg mengambil dari nama datuknya yg paling terkenal seperti Bin Syech Abubakar,AlHamid,Ba’Abud,
    Atau karena penisbahan kepada daerah dimana mereka pernah tinggal,seperti alhinduan karena pernah tinggal di India,AlHabsyi karena pernah tinggal di Habasyah(Somalia).
    Marga2 baru bisa saja ada seperti Bin Hafidh yg mengambil datuk dari Habib Umar yaitu Habib Hafidh Bin Syech bubakar yg dimakamkan di Bondowoso,atau Bin Idrus juga dari Bondowoso,
    Kalau mau lebih jelas ada kitab nama nya Al Mu’jamus Syfi Fi sababi Ansabi Bani Alawy,karangan Habib Abdullah As Syathiri,
    Soal yg terakhir coba buka2 aja ke atas banyak kok diskusi tentang itu.

  312. chaled baawad
    5 November, 2008 pukul 7:23 pm | #328

    mr.nothing..ya kalo2 aje nt bukan termasuk org2 yg memberhalakan doktrin2 kafa’ah/kufu2an,pastinya nt tau kenapa., bwt hababah hamidah itu abdullah khan datuknya maulana malik ibrahim yg lahir di india beliau dr klan alhinduan ya?,ato beda zaman..katenye beliau masih turunan Maula Dawilah?, trus siti jenar(sidi jinnar) apa hub. nya ama maulana malik ibrahim katenye datuk sama2 dr india?

  313. 6 November, 2008 pukul 6:58 pm | #329

    @Chaled
    Sip, ana dpt point nte, yaa Tn. Chaled.. Btw, brarti Abba ma Ummi (kluarga terkait) harem nte ga “nganut” Kafa’ah / Kufu2an..?? Hehehe.. al’afwu..

    @Hameed Assegaf
    Syqron, Bib, atas penerangannya..
    Mmm, mslh yg no. 3 kmaren, niy.. Udh ana bc bbrp buka2 diskusi tentang itu, diatas..
    Ini yg ana tangkap, yah, afwan klo “nyeleneh”.. Sbgian Alawiyyin terkesan “memberhalakan doktrin2 kafa’ah/kufu2an” (kutipan dr Tn. Chaled)..
    Dmn yg br ana tau, itu adlh “pensejajaran” atau “sederajat” (yg ditulis diatas sih) atas kedua calon..
    Nah, apkh itu berarti, “ras” non-alawi TIDAK SEDERAJAT dan ras-ras lainnya..??
    *QS: Ar-Ruum ayat 30, 31, dan 32

    “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168]”
    *[1168]. Fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

    “Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah”

    “Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka[1169] dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”
    *[1169]. Maksudnya: meninggalkan agama tauhid dan menganut pelbagai kepercayaan menurut hawa nafsu mereka.

    Nah, mungkin yg saya garis bawahi disini adalah (ayat 32), “… golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”

    Jd, yg ana tangkap (untuk saat ini), yg membedakan Ba’Alawi dgn Bani-bani (moslem) yg lain adlh PERTALIAN DARAH saja.. Gmn, Bib..?? (ana msh blm “kena”, niy..)
    (Klo ada yg mo comment, yakheir..)

  314. Hameed assegaf
    6 November, 2008 pukul 7:10 pm | #330

    Allah yasyfik ya syech khalid,Allah yasyrah shadrak,aal adhamat khan yg menurunkan para walisongo,adalah keturunan abdul malik bin imam Muhammad shahib Marbath cucu imam Almuhajir ,a.malik bergelar khan,karena menikah dgn bangsawan moghul,keturunan beliau yg mgislamkan nusantara dan asia tenggara,sedangkan al Hinduan lebih muda kemunculannya, karena salah satu datuk mereka sempat menetap di India,kmudian kmbali k Hadramaut,

  315. 6 November, 2008 pukul 7:25 pm | #331

    *Dalam hal ini (knp Syarefah hrs nikah dgn Syed), apakah pada: [1169] diatas yg bunyinya :

    “… menganut pelbagai kepercayaan menurut hawa nafsu mereka.”,

    dapat diartikan SAMA dengan KEPERCAYAAN thdp “doktrin2 kafa’ah/kufu2an” (kutipan dr Tn. Chaled)..???

    (alafu klo ana tkesan ketus dan tidak sopan)

  316. Hameed Assegaf
    7 November, 2008 pukul 5:39 pm | #332

    Pak,kalo sampeyan mau tau tentang masalah kafaah itu ada di kitab2 fiqh,4 madzhab,khusus madzhab syafi’i boleh dilihat mulai dari kifayatul akhyar,anwar masalik,bughyah,sampai minhaj,jadi masalah ini jelas bukan bikinan kami BaAlawy,kalo dianggap nyleneh,itu trgantung standar apa yg nt pake,kalo pake standar cinta Rasul itu masuk akl,kalo pake standar yg laen mungkn bisa jadi kliatan nylnh,spt mncium hajar aswad kalo stndarnya iman,masuk akal,kalo standarnya otak ya kliatan kyk org gila,wg batu kok dicium2,

  317. 7 November, 2008 pukul 7:37 pm | #333

    Mslhnya, rombongan Ba’Alawi “kloter” pertama, yg dtg skitar abad 16 dan 17 M, mrk berasimilasi dgn penduduk sekitar (menikah dgn pribumi)..
    Sedangkan, rombongan Ba’Alawi yang kedua, tidak.. Nah, knp?

  318. Hameed Assegaf
    7 November, 2008 pukul 8:23 pm | #334

    Kata siapa pak? Justru para habaib bisa ditrima masyarakat karena mrk tdk exlusive,mrk mmbaur,baik dulu maupun skrg,mmng ada usaha dari Belanda untk mmisahkn antrara ket Arab dan Pribumi,tapi tdk efktif,krna pribumi tdk mnganggap mrka asing,
    Kalo mslh hbaib tdk mngwnkn putri2 mrk dgn non habaib,wjr saja,byk org kpingin anknya dnikahi habaib,agar mndpt ket [cucu]sayid,agar brmusaharah dgn ank cucu Rasul,mngapa para habaib tdk blh brkeingnan yg sama?

  319. bingung
    7 November, 2008 pukul 9:06 pm | #335

    Bos saya bingung masalah hajar aswad kan rosul masih hidup tapi klo masalah kufu kan rosul dah meninggal lama ente bikin saya bingung

  320. Martapura
    7 November, 2008 pukul 11:17 pm | #336

    Duuuuuuuh panjaaaaaaang yaaaaaaaaaaaaaaa!
    tp mak-nyossssss!

    intinya klo dah cinta ap pun psti dlakuin & psti ngerti sma kndisi org yg qt cinta! tul ga?

    Ana cinta ma Habaib/Habibah, Syarif/Syarifah, jd ga mslh tuh klo mreka “pilih2″ buat jdoh anak2′y! it hak mreka, mmg ad egoistis (nrut pndgan Ana) tp itlah aturan tuk mjga biar nasab Rasulullah ga kptus! hormati ap susahy seeeh!

    jgn gara2 it smua pra Habaib/Habibah dbenci! mreka2 psti ad dsar hukum yg kuat!

    prasaan bru skrag deh yg ky gni dpermslhkan, dlu2 ga tuh!
    ngiri yaaaaaa! A’udzubillah Min Dzalik!

    jjur nih yeee, jdi umat Rasululllah aj rs sykur & bangga’y ga ktulungan! ap lgi jd anak cucu Rasulullah!

    klo ga jdi anak cucu Rasulullah, mka cintai mreka, mudah2an dgn berkat qt mncntai mreka Allah dan Rasulullah cinta & ridho kpd qt! Amiiiiiiiiiiiiiin!

    Yaa Habaib/Habibah, doanya ya buat para muhibbin&kluarga untuk sllu cinta ma Baginda Rasulullah & anak cucu Beliau srta sllu cinta kpd pra auliya, syuhada, sholihin, & cinta kpd sluruh muslimin & muslimat!

    Hidup maulid, haul, ziarah, ratib, tahlil, tawassul!

  321. alfaqhir
    8 November, 2008 pukul 2:23 pm | #337

    Ass, Wr. Wb.
    Semoga kita tetap dalam Lindungan ALLAH amien…. maaf ini ahir tahun jd sibuk.
    YTH: .Pa Kruti,,Pa Chaled,Pa H.Assegaf,Pa Amatiran, pa Ibnu Z serta semuanya, saya ikut dalam forum terpanggil karena pa amatiran …. Maaf klo pendapat saya tidak bisa menyenangkan semua pihak……
    Tadi saya juga berharap ini forum bisa jadi forum diskusi ternyata hanya forum debat mungkin karena kita beda behavior. Saya klo dibilang Iri sama sekali tidak Hahahahahaa, apa lagi sakit hati sama sekali tidak, yg begini mah belum seberapa saya biasa di forum pak santai aja …….. RIDHONA YA ROBB saya sangat senang apa yang telah ALLAH berikan pada saya bahkan belum secuil pun saya Berbakti pada SUBHANAHUATA’ALLA

  322. alfaqhir
    8 November, 2008 pukul 2:24 pm | #338

    Bicara ke substansi kita, saya akan kemukakan secara umum dari semua apa saya tangkap di perdebatan ini banyak hal otoriter dan memasuki wilayah ALLAH :
    292 | Ibnu Zainuri Oktober 25th, 2008 at 11:06 pm
    Bacaan Attayihat sedikitnya membaca Allahumma shollai ‘alaa Muhammadin ‘wa ‘ala ‘aali Muhammadin.
    Wa ‘ala ‘aali Muhammadin, pendapat saya ada limitnya, kita lihat dari sejarah nabi nabi terdahulu pun tidak ada sejarah keluarganya terus menerus memimpin, bahkan seperti yang pernah saya tulis diatas Nabi Nuh tidak dapat memberi hidayah pada putranya agar taat perintah ALLAH , Nabi Luth juga dengan Istrinya , anan anak Ya’qub hanya Yusuf yg menjadi Nabi yg lain tidak, Nabi Ibrahim ayahnya pembuat berhala, dan Nabi Muhammad pun tidak di beri kewenangan ALLAH masalah Hidayah untuk Abi Thalib.
    Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi Hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi Hidayah kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima hidayah (Surat Al Qashash ayat56 )
    Kita lihat Tulisan saya diatas (surat al ahzab ayat 5 dan 40 ) jelas masalah turunan Nabi , lalu bagaimana Abtar itu wilayah ALLAH , dan bagi saya Rosul masih HIDUP, dan Hidup di hati hati kami. Untuk tuan tuan saya tidak tahu.
    Pegangan saya :
    Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup , tetapi kamu tidak menyadarinya. ( baqarah ayat 154 )
    Kita lihat surat Al Maa´uun bila kit abaca ayat ke 4 maka ayat ke5 harus diterukan, maka bila bacira Wa ‘ala ‘aali Muhammadin, maka ada Wa ‘ala ‘aali Ibrahim bila Nabi Muhammad ada Ahl Bayt maka Nabi Ibrahim pun ada Ahl Bayt, klo ga pake limit Ahl Bayt Nabi Ibrahim ada banyak yahudi yg ga muslim lagi . bila sekarang ada yang mengakui Ahl Bayt Nabi Muhammad. Lalu siapa yang menjamin orang yang mengaku Ahlul Bait ini Muslim semua, jadi pendapat saya ‘Wa ‘ala ‘aali Muhammadin ada limitnya tolong kita renungi ini.
    Bila Ulama atau siapa pun berpendapat seperti yang tuan tuan tulis diatas maka sama dengan dia sudah berbicara atas nama ALLAH..Apa dasar yang dimiliki seseorang yang mengklaim dirinya berbicara atas nama ALLAH, Orang dapat berbicara mengenai keinginan Tuhan, tetapi yang saya maksud adalah tidak seorang pun dapat berbicara atas nama ALLAH. Ada beda besar di situ. Apa yang diinginkan ALLAH kita ketahui melalui elemen kebenaran..
    Al Quran adalah elemen kebenaran dalam bentuk teks; dan elemen kebenaran yang lain adalah penggunaan Akal. Dan apa yang diketahui akal harus disertai pengetahuan karena ALLAH menciptakan akal manusia menurut aturan tertentu dan Rahmatnya.
    Bila seseorang berbicara mengenai Agama ALLAH, dia harus OTORITATIF, yaitu orang yang dapat Anda mintai pendapat karena mereka jujur, rajin, memeriksa semua petunjuk dalam teks dan alam secara filosofis dan menyeluruh.
    Namun, bila mengatakan patuhi saya atau Anda bukan Muslim, itu adalah OTORITER.. Otoriter adalah tindakan merampas wilayah milik ALLAH.
    Wilayah ALLAH adalah Otoritas Absolut untuk mengatakan, menilai, memutuskan, dan memulai serta mengakhiri sesuatu.
    Menurut beberapa pendapat Otoriter sesungguhnya adalah sekuler sejati.
    Sekuler sejati karena tindakan Otoriter mengabaikan Tuhan dan menempatkan manusia di tempat ALLAH. Ketika saya mengatakan saya yang memutuskan serta mengatakan apa yang Islam dan bukan Islam dan mengatakan saya memiliki kekuasaan eksklusif, saya mengabaikan Tuhan. Keputusan itu menjadi keputusan manusia, bukan keputusan ALLAH.. Ketika itu keputusan manusia, itu adalah Sekuler Sejati.

    Jadi, Otoriter seperti monopoli di pasar gagasan, sedangkan Otoritatif adalah seperti pasar bebas di pasar gagasan. Semua gagasan dan argumentasi tersedia di sana dan memberi kebebasan kepada manusia, kreasi Tuhan terbesar yaitu kreasi tentang pilihan yang membedakan kita dari makhluk lain ciptaan Tuhan. Apa pun yang mencabut elemen kebebasan memilih itu, bukan hanya itu Otoriter, tetapi juga membatalkan tujuan penciptaan manusia, membatalkan kemanusiaan kita
    Toleransi dengan Agama lain atau dengan kelompok antara sesama Islam
    Intoleransi terjadi ketika sebuah agama menganggap agama lain tidak mau mencari keselamatan menurut agama yang pertama, maka pengikut agama lain itu menjadi tidak berharga sebagai manusia. Dan karena mereka didehumanisasi, lalu secara psikologis Anda percaya Anda bukan membunuh manusia melainkan membunuh setan, kejahatan.

    Tidak diragukan, dalam hubungan antar-agama, Islam adalah yang paling toleran. Alasannya, ini dikatakan Al Quran berulang kali secara jelas, ”orang-orang di antara kamu—kepada penganut Kristiani, Judaisme—yang melakukan perbuatan baik dan berterima kasih kepada Allah, mereka tidak perlu takut dan tidak perlu menderita lebih banyak.”
    Yang diajarkan Islam adalah manusia sebagai ciptaan yang memiliki akal, memiliki kemampuan memilih, dan karenanya harus ditinggikan derajatnya. Karena itu Al Quran mengatakan, ”kita harus meninggikan derajat manusia” dan bukan ”meninggikan derajat Muslim”.
    Yang menjadi dasar dari persoalan yang adalah kebodohan atau ketidaktahuan., ketika masyarakatnya makmur dan pengetahuan menyebar dan orang dengan pengetahuan terbanyak yang paling dihargai. Dan pada masyarakat yang tidak makmur, ketidaktahuan yang terjadi dan disitu muncul Dakwah berisi Kebencian, bukan menyembah ALLAH, tetapi menyembah si Pendakwah. Hasilnya adalah Intoleransi, tidak bisa lain.
    Sejak masa awal Islam, selalu ada kelompok minoritas yang Teologi mereka menjadikan mereka menyebut yang lain sebagai kafir. Masalah dengan kelompok ini adalah mereka hanya paham sedikit mengenai Tradisi nilai perbedaan di dalam Islam, yaitu perbedaan dan keragaman adalah BERKAH untuk sebuah bangsa, bukan KUTUKAN.
    Islam, di antara agama-agama Monoteis lainnya, secara relatif adalah yang paling dapat menghindari fenomena Intoleransi di dalam agama. Sebuah hadis yang terkenal menyebutkan, ”Siapa pun yang menyebut orang Muslim lainnya sebagai kafir, dia sendiri berada di perbatasan menjadi kafir”. Karena, dengan menyebut orang lain kafir itu menunjukkan dia tidak mengenal ALLAH.
    Persoalan terbesarnya adalah kita umat Islam bukan bagian dari pencipta Modernitas, orang Muslim absen dari penciptaan Modernitas.
    Kolonialisme sengaja memutus kaum Muslim dari Akarnya sehingga sebagian besar Muslim tidak tahu mengenai tradisi Islam. Orang-orang ini sebenarnya milik Budaya, Kemarahan, dan Fundamentalisme modernitas. Mereka bukan berasal dari tradisi Islam. Mereka bisa disebut ”yatim piatu dari modernitas”. Modernitas datang dan menjadikan mereka yatim piatu karena mereka dicabut dari Akarnya oleh Kolonialisme.
    Setelah kolonialisme, orang Muslim tidak mencoba mencari Akar tradisinya dan menjawab tantangan modernitas dengan menyandarkan diri pada Akar tradisi. Apa yang dilakukan tidak cerdas, yaitu bergegas mengadopsi ideologi apa pun yang berasal dari luar.
    Bila kita tidak memiliki akar, kita tidak memiliki alat untuk menstabilkan diri kita. Modernitas bergerak dalam fase yang cepat, sementara orang Muslim hanya belajar mengenai hal yang diimpor dari Barat.
    Bila Kita ingin mengejar modernitas dengan Basis Peradaban Islam, kita harus menguasai ilmu pengetahuan modern seperti Yurisprudensi,Antropologi, Positivisme, Naturalisme, Sosiologi, Realisme, dan Menguasai Kitab-Kitab Tua Islam.
    Mereka yang menguasai hanya ilmu-ilmu Baru tidak dapat menjawab tantangan Modernitas Berbasiskan Islam. Banyak orang seperti itu, mereka mengimitasi Foucault atau Derrida, tetapi tidak ada respons orisinal terhadap modernitas.
    Di sisi lain, kita menemui orang yang hanya belajar dari Buku-Buku Tua. Maka Kita seperti berjalan di tempat seolah-olah dunia ini Berhenti …..
    Bila kita membaca dan mempelajari Al Quran dan meresapkannya dalam hati, kita akan melihat Islam adalah tentang ETIKA dan MORAL. Etika Islam pada dasarnya adalah menghormati dan menghargai seluruh ciptaan-Nya. Al Quran menyebutkan Tuhan menciptakan manusia berbeda- beda.Padahal, jika Tuhan menghendaki kita semua Satu, Kita semua menjadi Muslim. Dia juga mengatakan kepada kita untuk tidak melakukan kerusakan—korupsi— dll. di mukaBumi.
    Dari sini kita harus sudah mulai introspeksi diri kita. kita belum punya lagi yang sekelas tokoh lama seperti Ibnu Sina bapak Kedokteran, Ibnu Chaldun Bapak Ekonomi ,Abu Musa Jabir bin Hayyan Bapak kimia dan yang lainnya .. untuk catatan kita Fakultas Kedokteran UI siapa aja yg banyak masuk disana?… Kita juga belum dapat ganti ahli perbandingan agama kelas Dunia sepeti Alm.Ahmed Deedat.
    Maka dari itu kita mulai medidik generasi kita lebih baik agar bisa menjalankan dan menggali Sunattullah .. selebih mohon maaf dan saya senang Diskusi dari pada Debat
    Semoga ALLAH menambah ilmu kita amien

  323. hameed assegaf
    9 November, 2008 pukul 6:59 pm | #339

    selamat datang kembali pak alfaghir…..
    wah…oleh2 dari london nih pak??……………
    saya sebetulnya kurang begitu paham uraian bapak yg panjang dan lebar ini,maklum pak saya tidak intelek macam, bapak…cuma saya bisa menangkap beberapa hal,
    1.sampeyan menganggap Alawiyyin sebagai keturunan Rasulullah sama saja dengan keturunan nabi2 yg lain yg tidak ada jaminan bahwa mereka adalah orang2 baik semua dan tidak ada jaminan bahwa Rasulullah adalah bermanfaat untuk mereka,menurut saya tidak demikian karena siapapun dia selama menjadi ummatnya Rasulullah beriman kepada beliau maka Rasul akan menjadi Syafi’ Pemberi Syafaat bagi mereka KULLU UMMATI YADKHULUNAL JANNAH ILLA MAN ABAA.tatkala turun ayat surat Al Insyirah Wala saufa yu’tika rabbuka fa tardha ,maka Rasul bersujud dan tidak mengangkat mukanya dari sujud kecuali Allah telah Berjanji untuk tidak memasukkan satu ummatnyapun ke dalam api neraka.Khusus untuk zurriyyah nya Rasulullah telah berdoa ketika menukahkan Ali dan Fatimah dengan doanya yg makbul ALLAHUMMA AKHRIJ MINHUMA ALKATSIRA ATTOYYIB,YA ALLAH KELUARKANLAH DARI MEREKA KETURUNAN YG BANYAK DAN BAIK2……
    2.Bapak mengatakan bahwa para ulama yg menetapkan keutamaan ahlul bayt dan menetapkan hukum kafaah adalh orang2 yg mengklaim telah berbicara atas nama Tuhan dan mengajak audiens untuk mengedepankan akal untuk mencerna isi alqur’an,
    pak…ajakan bapak ini sama saja dengan mengkritik analisa dokter2 yg ahli di bidangnya untuk kemudian mengajak para buta huruf menganalisa buku2 pengobatan dan mengeluarkan analisa dan obat2,kalau saya yg jadi pasiennya saya akan kabur dari rumah sakit yg dipimpin sampeyan itu………..
    4.pak fungsi akal itu adalah sebagai hujjah akan kebenaran alqur’an dan sunnah akan kebenaran Muhammad sebagai Rasul,ketika akal sudah mengakui kebenaran wahyu dan hadits Rasulullah maka berarti dia harus menerima apapun yg telah ditetapkan Allah dan RasulNya…..

    sampeyan mengatakan……
    Bila seseorang berbicara mengenai Agama ALLAH, dia harus OTORITATIF, yaitu orang yang dapat Anda mintai pendapat karena mereka jujur, rajin, memeriksa semua petunjuk dalam teks dan alam secara filosofis dan menyeluruh.

    saya mengatakan
    saya telah menemukan Orang yg memenuhi kriteria dari sampeyan itu…dia adalah MUHAMMAD BIN IDRIS ASY SYAFI’I bahkan disertai nilai plus yaitu dia adalah orang sangat mengerti akan Al Quran dan Sunnah menguasai segala seluk beluk dan cabang2 ilmunya sangat wara’ buktinya adalah ilmu yg beliau wariskan langgeng sampai dengan hari ini..
    ALLAHU AKBAR………….

  324. bingung
    9 November, 2008 pukul 11:32 pm | #340

    enak juga baca tulisan orang debat, bos habib hamid ente bikin saye bingung mulu kan bener klo pake akal kapan orang di kasih akal buat mikir klo MUHAMMAD BIN IDRIS ASY SYAFI’I ini imam SYAFI’I kan kan beliau tulis buku buku pelajaran islam kan waktu nulis pake akal laaahhh masa pake jelangkung ente bikin saye bingung

  325. Hameed assegaf
    10 November, 2008 pukul 7:26 am | #341

    Pak,ketika anda sakit,dan anda mau berobat,mana yg anda pilih?,akalnya dokter ahli,atau akalnya tukang becak? Keduanya sama2 punya otak,yg sama prsis?
    Itulah sebabnya untk urusan akhrat yg maha pnting sy lbh percaya mereka salafuna saleh,dari pada mujtahid ksiangan jaman skrg,yg tau makna alqur’an dari trjmahan DEPAG,dan kmudian dgn angkuh brani mngutakatik alqur’an dgn aklnya yg sjngkal,
    Sy lbh prcaya Syafi’i krn dia hafidhul qur’an,lafdhan wa ma’nan,hafal ribuan hadits bsrta sanadnya,jenius,zuhd dan wara

  326. chaled Baawad
    10 November, 2008 pukul 1:29 pm | #342

    setahu ana emang tdk seorangpun imam2 dr kalanggan ahlul bait yg memfatwakan doktrin2 dallil2 frustasi soal kafa’ah/kufu2an bahkan imam malik salah satu imam mahzab sunni yg juga murid langsung dr imam jaffar(keduanya sama2 berdomisili dimadinah yg jg dikenal sbg kota mahzab konservatif)mereka tdk mengeluarkan fatwa2 nyeleneh spt ini, bahkan mereka melaknatnya..,namun sebaliknya di irak yg dikenal sbg basis mahzab2 moderat spt imam hanafi(mbah beliau mantan pendeta majusi/arya) dan imam syafi’i mereka secara jelas mendefenisikan soal2 kafa’ah/kufu2an yg ngak jelas apa motivasi mereka mengeluarkan fatwa2 yg bertentangan dgn ajaran Islam?, hal ini memunculkan presefsi yg beragam mulai dr campur tangan penguasa atas fatwa2 mereka(muawiyah/abasiyah ke2 dynasty ini berasal dr kaum quraish yg menyatakan bangsa arab lebih mulia dr non-arab dan suku quraish lebih mulia dr suku2 arab non-quraish) yg menyantuni ke2 imam tsb., atau kuatnya pengaruh adat kebiasaan bangsa arya yg mewajibkan tingkatan kasta dimasyarakatnya kemungkinan pola ini diadopsi oleh imam2 mahzab moderat yg kemudian menerapkannya pada teori2 kafa’ah/kufu2an yg mereka buat..,bahkan imam hambal tdk ketingalan mengeluarkan fatwa2 spt ini”seorang pria fakir/miskin tdk kufu dgn seorang wanita kaya raya” hehehe..,emangnya Rasullulah ama hababah Khaddijah gimana coba??,yah biarlah toh mereka imam2 itu yg mempertangung-jawabkan fatwa2 yg mereka buat dihadapan ALLAH SWT.

  327. alfaqhir
    10 November, 2008 pukul 8:47 pm | #343

    Assallamu’alaikum Wr. Wb.

    Yth. Pa chaled Baawad dan Pa krut maaf mohon tolong barang kali saya salah mohon periksa:

    1. dari setiap tulisan saya , saya selalu menekan kan saya patuh pada Rosul
    2. tulisan saya kaya nya saya tidak pernah merendakan imam yg manapun bahkan buku buku imam imam itu merupakan leteratur saya. Klo tidak sependapat bukan berarti saya merendahkan imam imam manapun
    3. imam safii pernah menulis masalah fiqih antara yg beliau tulis di mesir dan irak berbeda untuk masalah yg sama kami beranggap mungkin karena ada keadaan yg beda saya kira pa chaled bisa menerangkan lebih jelas
    4. tolong koreksi ini betul atau salah LA DIEN LIMAN LA AGALLAHU tidak ada agama bagi yg tidak ber akal
    5. saya kira sampai hari ini ajaran imam safii di pakai di madrasah atau pesantren memakai dasar/dalil Tauhid NAGAL DAN AGAL ( dalam tulisan saya diatas Al Quran dan akal )
    6. sumber hukum imam safii pun memakai Ghodd’ie dan muj’mal kemudian ada turunannya Dhonn’i pa santri lebih ahli deh dari saya untuk menerang kan ini

    oleh karena itu saya kira cukup sampai sini aja pa habib hamid tolong buku imam safi’I bapak baca dan simak, jadi bapak ga maki maki pendapat dari buku yang jadi pegangan bapak
    lebih kurang nya mohon maaf saya tulis ini supaya klo ada pembaca yang awam dapat segera mengoreksi
    wasss

  328. alfaqhir
    10 November, 2008 pukul 9:16 pm | #344

    Maaf ada yg ter lewat pak ;
    Lalu siapa yang menjamin orang yang mengaku Ahlul Bait ini Muslim semua, karena untuk orang menjadi muslim atau tidak itu wilayah ALLAH, Wilayah ALLAH adalah Otoritas Absolut untuk mengatakan, menilai, memutuskan, dan memulai serta mengakhiri sesuatu.
    Maka pedapat saya yg namanya Wa ‘ala ‘aali Muhammadin ada batasannya seperti Wa ‘ala ‘aali Ibrahim ada batasan .

    Mengapa saya membandingkan rosul kita dengan rosul lain al qur’an mengatakan :

    Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” ( surat Al Baqarah ayat 285 )

  329. chaled baawad
    11 November, 2008 pukul 2:33 pm | #345

    pak faqhir, mengenai masalah fiqih yg ditulis oleh imam syafi’i yg berlainan ketentuannya walau dgn permasalahan yg serupa menurut saya seyogyanya yg diambil waktu kapan terakhir kali(entah itu di irak ato mesir) sang imam menetapkan keputusan fiqihnya.(menurut saya amat rancu kalo ada imam besar yg mengambil keputusan fiqih islam berbeda2 menurut tempat dimana dia sedang berdomisili)..wallahualam soalnye ane bukan penganut mahzab syafi’i.., lagi pula apakah ajaran islam mewajibkan kt utk menjadi pengikut dr salah satu mahzab tsb?

  330. alfaqhir
    11 November, 2008 pukul 8:25 pm | #346

    Assalamuallaikum Wr.Wb.

    Yth. Pa chaled baawad

    Terima kasih atas tanggapan bapak, maaf bila saya yang uraikan itu nanti dianggap subjektif, masih ada pak santri semoga beliau ada waktu untuk menerangkan agar lebih objektif sekali terima kasih pada teman teman semoga kita bertemu di dunia maya dengan tema yang lebih menarik ….
    Wass

  331. Abdillah
    13 November, 2008 pukul 10:56 pm | #347

    Untuk al Faqir menarik ulasan n pertanyaannya. Tapi apa yang dimaksud bahwa walaa ali Muhammadin itu ada batasnnya… tolong diuraikan lagi dong pak biar paham… mohon pencerahannya. :)

  332. 14 November, 2008 pukul 3:49 pm | #348

    salam sejaterah selalu semoga kita semua dalam lindungan yang maha esa amin .

  333. 18 November, 2008 pukul 5:04 pm | #349

    Assalaamu’alaikum wr. wb.

    Terima kasih atas komentarnya…

    Kepada Al Faqir saya hanya ingin mengomentari istilah
    Laa dina liman laa aqla lahu.. selengkapnya hadits itu berbunyi:

    قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا إيمان لمن لا أمانة له ولا دين لمن لا عقل له 1 هذا حديث غريب من حديث القرظي تفرد به موسى بن عبيدة

    Catatan:
    1. dari kitab Khilyatul Awlia, hadits itu Ghorib atau asing

    أخبرنا أبو عبد الله الحافظ أنا أبو علي الحسين بن محمد الصغاني بمرو ثنا يحي بن ساسويه نا حامد بن آدم نا أبو غانم عن أبي الزبير عن جابر بن عبد الله قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم :
    قوام المرء عقله و لا دين لمن لا عقل له
    تفرد به حامد بن آدم و كان متهما بالكذب

    Arti bebasnya: dari Jabir bin Abdullah berkata: Rasulullah saw bersabda: “kekuatan pada suatu perkara adalah pada akalnya dan tidak ada agama bagi yang tak berakal.”

    dikutip dari kitab Syu’bul Iman, pengarang mengatakan hadits itu sendirian dirawikan oleh Hamid bin Adam dan dianggap kadzib.

    3. Hadits : Qowamul mar;i aqlahu, walaa dina liman laa aqla lahu (dari kitab Al Jami;uzzoghier waziyadatuhu)
    Menurut syekh Al Al Bani maudlu…

    4. Dari kitab lisaanul miizaan hal 28 hadis itu dikatakan oleh Imam Nasai hadtis itu “batil mungkar”.

    5. Dalam Kitab AL Kaamil addu’afaaa hadits itu malah dikatakan pengarangnya sebagai hadtis munkar fil aqli al matan wal isnad.

    ***

    Padahal dari pada diakal-akalin bukankah Yang Mulia big bog kita Rasulullah saw bersabda: “Agama adalah Nasihat. Nasihat bagi Allah, RasulNya dan bagi Umat Muslimin”. (tersebut dalam Shoheh Bukhari Muslim)

    Dari Hadits ini saja dan bejibun hadits lainya bahwa ulama sebagai pewaris Nabi termasuk Imama Madzab yang empat (termasuk Imam Syafi’i yang rupanya oleh antum banyak yang “menganggap kura kredible”) padahal sudah sepakat imam Madzhab itu ada empat.

    Rasul saw memberikan kekuatan bukan pada akal tetapi kepada wahyu itu sendiri yang disebut agama sebagai nasihat. Kalau kemudian agama yang diajarkan di dalamnya tentang ajaran tentang nasabi dan sababi seperti yang sudah saya sebutkan di atas, maka kepada siapa lagi kita percayakan.

    Jika Kanjeng Rasululullah saw sudah menstampel bahwa “semua keturunan akan terputus kecuali keturunanku.” lalu apakah mau memungkiri ungkapan Nabi tersebut? jika tidak masuk akal, bukankah banyak agama yang tidak masuk akal? apakah akal kita yang rendah atau agama/sabda yang rendah?

    Dari sisi Historis, tidak ada agama yang jelas keturunannya kecuali agama Islam. Nabi Muhammad saw dan setelahnya jelas gamblang, bin anu bin anunya.

    Dari sisi Kekuasaaan, tidak ada kerajaan yang kokoh selain “kerajaan” Nabi Muhammad saw dan para penerusnya. Lihatlah kerajaan2 di dunia tidak ada yang sekokoh dan seakurat dan se mulia “Kerajaan” Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, wa’alaaa alih.

    Dari sisi Musuh2, semua mengakui kehebatan beliau saat beliau hadir dimuka bumi dan masih ada. Namun saat beliau tidak ada, bermunculanlah kebencian kepada ahlul bait dan keturunannya. Menjadi masyarakat yang nomor 2. Mereka kebanyakan mengalah. Di Indonesia termasuk mereka bersebutkan bukan sayyid tetapi sesuai dengan wilyahnya masing2. Ada Andi, ada Raden ada Sidi, ada Syarif dll.

    Dari sisi ekonomi, Keturunan Nabi yang datang ke Indonesia membawa dampak ekonomi yang tidak menjajah tetapi melalukan kerjasama ekonomi. Sementara dari belanda dan Jepang justru meghisap madu Negeri ini.

    Dari sisi Ajaran, maka merekalah yang membawa kedamaian hingga menjadi Indonesia yang baldatun warobbun ghofur… halus, welas dan asih..

    Akhirnya hadits bahwa agama adalah nasehat selayaknyalah kita mendengarkan nasihat2 para Rasul dan para pewarisnya. Jika diantara mereka berbeda pandangan tentang nasehatnya itu tidak menjadi alasan untuk “menganggap tidak kredibel” misalnya karena dua jurisprudensi.

    Akhirnya ini saya kutipkan penjelasan Imam Al QURTHUBI dalam tafsir ahkam hal. 206 juz 8. Beliau hmengomentari tentang hadits Agama adalah nasehat beserta penjelasan ulama.

    وفي صحيح مسلم عن تميم الداري أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :

    [ الدين النصيحة ثلاثا قلنا لمن ؟ قال : لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم ]

    قال العلماء : النصيحة لله إخلاص الإعتقاد في الوحدانية ووصفه بصفات الألوهية وتنزيه عن النقائض والرغبة في محابة والبعد من مساخطه والنصيحة لرسوله : التصديق بنبوته والتزام طاعته في أمره ونهيه وموالاة من والاه ومعاداة من عاداه وتوقيره ومحبته ومحبة آل بيته وتعظيمه وتعظيم سنته وإحياؤها بعد موته بالبحث عنها والتفقه فيها والذب عنها ونشرها والدعاء إليها والتخلق بأخلاقه الكريمة صلى الله عليه وسلم وكذا النصح لكتاب الله : قراءته والتفقه فيه والذب عنه وتعليمه وإكرامه والتخلق به والنصح لأئمة المسلمين : ترك الخروج عليهم وإرشادهم إلى الحق وتنبيههم فيما أغفلوه من أمور المسلمين ولزوم طاعتهم والقيام بواجب حقهم والنصح للعامة : ترك معاداتهم وإرشادهم وحب الصالحين منهم والدعاء لجميعهم وإرادة الخير لكافتهم وفي الحديث الصحيح

    Wal ‘afwu, wallahu a’lam

    Bagaimana menurut antum?

  334. 18 November, 2008 pukul 5:16 pm | #350

    Oh ya maaf ada yang kelewat:

    Untuk masalah siapa yang menjamin mengaku ahli bait itu saya serahkan kepada Para habaib.

    Jadi apakah yang mulia al faqir masih meragukan usaha dari para habaib yang membukukan sanad2nya seperti di tulis oleh Thareq Chehab berikut:

    “Suku-suku Alawiyin di Indonesia yang berjumlah kurang lebih 50.000 orang; ada banyak yang besar, antara mana Al-Saggaf, Al-Attas, Al-Syihab, Al-Habasyi, Al-Aydrus, Al-Kaf, Al-Jufri, Al-Haddad dan semua keturunan asal-usul ini dicatat dan dipelihara pada Al-Maktab Al-Da-imi yaitu kantor tetap untuk statistik dan pemeliharaan nasab sadatul-alawiyin yang berpusat di gedung “Darul Aitam” jalan K.H. Mas Mansyur (dahulu jalan Karet) No. 47, Jakarta Pusat (II/24)”

    Jika meragukan dan karena menurut YM Al Faqir tidak masuk akal karena dianggap la dina liman laa aqla lahu, sebaiknya dan untuk kajian serius, silahkan dipublish hasil penelitian yang bisa membantah catatatan para AHLUL BAIT yang terekam jelas di Tanah Abang.

    Wal ‘afwu, wallahu a’lam

  335. hameed assegaf
    19 November, 2008 pukul 11:54 am | #351

    syukron katsiron buat pak santri,saya sendiri sudah males nanggapi mereka2 ini,saya merasa yg kita hadapi ini mirip2 yahudi,mereka ini bukan orang gak ngerti,bukan orang buta tentang habaib,mereka ngerti dan paham betul,karena memang berasal dari negeri yg sama (HADRAMAUT),tapi memang dasarnya gak mau ngerteni,atau bahkan takut untuk mengerti dan meyakini,jadi ya angel,
    saya jadi ingat sesepuh PERSIS Jawa Timur,ustad Muh BaAbdullah Allah Yarhamuh,suatu ketika beliau ditanya oleh orang tentang habaib,tahu kalo yg nanya bukan habib tapi golongan mereka ini,ustad Muh malah menyuruh dia membeli es satu balok besar,”ente beli es dulu satu balok”kata beliau,dengan keheranan orang tadi balas nanya,”Es? Buat apa ustad?”Ustad Muh menjawab”Buat ditaro di dada nt,sebab apa yg akan saya jawab akan membuat dada nt panas (karena iri)”

  336. 19 November, 2008 pukul 2:37 pm | #352

    Assalaamu’alaikum wr. wb.

    Saya juga ikut nimbrung nih. boleh kan yah sambil belajar. Saya sendiri sahabat Kurtubi dari Buntet Pesantren Cirebon.

    Tentang kenapa kita harus dekat dengan ahli bait, sebuah riwayat singkat dan nasehat jelas (kata kutipan dari mas Kurtubi, agama adalah nasehat)

    Ada sebuah nasehat datangnya bukan dari Rasulullah saw tetapi dari orang yang paling dekat secara rohani dan perjuangan menegakkan awal Islam: Abu Bakar As Shiddiq ra.

    Dalam Shoheh Bukhary, hadits 3436 berbunyi: Dari Ibnu Umar dari Abu Bakar ra berkata: “Urqubuu Muhammadan Shallallahu ‘alaihi wasalam fii ahli baitihii” (Shoheh Bukhary)

    Maksudnya kurang lebih: “Jagalah (ajaran) Nabi Muhammad saw itu melalui (bersama) Ahli Baitnya. ”

    ———-

    Pesan pendek itu semakin jelas bahwa nasehat untuk dekat dengna ahli bait itu sangat jelas sekali oleh orang yang menemani perjuangan di awal-awal agama berdiri.

    Selanjutnya saya ingin mengutip penjelasan tafsir kenapa surat Al Ahzab : 23 yang menyebut doa Malikat kepada Ahli Bait itu. Siapa AHli Bait menurut para mufassir. ini sebagai tanggapan masalah terbatas istilah wa’ala ali Muhammadin dan aaali Ibrahim as.

    Al Ahzab : 23?

    “… Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (Al Ahzab: 23)

    Yang dimaksud Ahlul Bait dalam ayat ini, Tafsir Depag sendiri secara gamblang menjelaskan mereka (ahlil bait) itu adalah keluarga Nabi Muhammad saw.

    Ketika Kanjeng Nabi Muhammad saw ditanya bagaimana bershalawat kepada beliau, Maka Rasulullah saw mengajarkan ucapannya: “Allahumma shollai ‘ala Muhammadin wa’ala ali Muhammadin, kamaa shollayta ‘ala Ibrahim wa’alaa ali Ibrahim” dst… (banyak sekali riwayat ini silahkan explor di sini misalnya).

    Ayat Al Ahzab 23 jelas menyatakan kalau shalawat kepada Rasulullah saw dan keluarganya itu sebagaimana shalawat kepada Nabi Ibrahim adalah karena Nabi Muhammad saw itu juga keturunan dari Nabi Ibrahim as dan Siti Sarah. Karena Nabi dan Rasul memang keturunan dari sana.

    Pendapat itu terekam dalam kitab Muwatto’ riwayat Muhammad bin Hasan menyatakan sebagai berikut:

    وقد علم أن محمدا وآل محمد من أهل بيت إبراهيم فكأنه قال أجب دعاء الملائكة الذين قالوا ذلك في محمد وآل محمد. (موطأ رواية محمد بن حسن)

    رحمة الله وبركاته عليكم أهل البيت إنه حميد مجيد. فكأنه قال أجب دعاء الملائكة الذين قالوا ذلك في محمد وآل محمد

    Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (Al Ahzab: 23)

    Umi Salamah termasuk Ahlu Bait
    Ayat di atas turun saat Rasulullah saw bersama Siti ‘Asiyah, Umu Salamah, Hasan, Husein. Di situ Umi Salamah yang menganggap dirinya bukan ahli bait sedih mendengar ayat itu. Selengkapnya lihat kutipannya:

    فحدثتهم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان عند أم سلمة فدخل عليها بالحسن والحسين وفاطمة فجعل الحسن من شق والحسين من شق وفاطمة في حجره ثم قال : رحمة الله وبركاته عليكم أهل البيت إنه حميد مجيد وأنا وأم سلمة جالستين فبكت أم سلمة فنظر إليها فقال : ما يبكيك ؟ فقالت : يا رسول الله خصصت هؤلاء وتركتني وابنتي فقال : أنت وابنتك من أهل البيت

    Hadits 782: kitab Mu’jamul Kabir hal 281 juz 24:

    Sesungguhnya Rasulullah saw saat bersama Umi Salamah kemudian datang Hasan dan Husein dan Fatimah. Hasan dan Husein adalah saudara sekandung. Kemudian Fatimah berada di dalam kamarnya dan membacakan ayat itu: Rahmatallahi wabarokatuh ‘alaikum ahlal bait innahu hamidun majidun…. Saya (Siti ‘Aisyah ra ) dan Umi Salamah tengah duduk berdua kemudian Umi Salamah menangis lalu Rasulullah saw menlihat padanya dan berkata: “kenapa engkau menangis?”

    Lalu Umi Salamah menjawab sambil bertanya balik: “Ya Rasulallah apakah ayat ini khusus buat Anda, dan engkau meninggalkan aku dan anakku?” Maka Rasulullah saw menjawab: “Kamu dan anakmu termasuk ahlul bait.” (dikutip dari kitab Mu’jamul Kabir hal 281 juz 24). Disebutkan juga dalam kitab Mu’jamul Zawaid hal 271.

    وأنا وأم سلمة نائمتين فبكت أم سلمة فنظر إليها رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : ما يبكيك ؟ فقالت : خصصتهم وتركتني وابنتي فقال : أنت وابنتك من أهل البيت

    Hal senada disebut dalam kitab Kanzul Amal hal 617. Peristiwa ayat ini saat Nabi Muhammad saw bersama Umi Salamah tengah tidur kemudian tiba-tiba Umi Salamah menangis. “apa yang kamu tangisi”?

    “Apakah ayat ini khusus buat mu ya Rasulullah, sementara saya dan anakku tidak termasuk?” tanya Umu Salamah.

    Lalu dijawab Nabi, : “kamu dan anakmu adalah termasuk ahlul bait.”

    wallahu a’lam…

    Wassalaamu’alaikum

    N/B:

    Ohya saya ingat tentang kawan saya Mas Kurtubi itu cukup aneh tapi benar, waktu temannya mau naik haji ia nitip pesan: “tolong doakan saya di Madinah/Mekkah agar mampu mencintai Nabi Muhammad saw dan para keturunannya.”

    Ternyata benar blognya ada tulisan masalah ahli bait.. teruskan belajrnya mas Kurtubi. kok lama gak nulis di blog, apakah sibuk ngurusi buntet yah… :D

  337. Elfizon Anwar
    21 November, 2008 pukul 5:12 pm | #353

    Nabi rasanya tidak ‘pakai’ gelar dinasti! Kok kita mau pakai gelar dinasti, suku, marga, keraton, jabatan kenegaraan, militer dll. Islam hanya mengenai satu tingkat di atas seseorang yakni ‘bin’ atau ‘binti’, bapaknya doang.

  338. chaled baawad
    22 November, 2008 pukul 8:18 pm | #354

    elfiz..,kalo dibilang Nabi tdk memakai gelar, marga dll mungkin anda keliru, coba di t’laah lagi kalo Nabi itu adalah dzuriatnya Ibrahim a.s melalui klannya suku quraisy dan fam bani hasyim (di al-Quran jg diterangin soal ini)..,marga(semua org2 timur tengah punya marga/nama keluarga dr fihak ayah), bahkan org2 pribumi seperti batak,bugis,dll jg punya marga., bahkan imam bonjol(muhammad shahab) seorang imam padri yg berasal dr keluarga/marga shahabuddin.

  339. Romo maryo
    23 November, 2008 pukul 8:20 pm | #355

    “Janda ini memberi dari kekurangannya bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

    (Why 14:1-3.4b-5; Luk 21:1-4)

    “Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”(Luk 21:1-4), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

    Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Andreas Dung Lac, imam dan kawan-kawannya, martir Vietnam, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

    · Dalam tradisi Yahudi dan kiranya diteruskan oleh orang Kristen atau Katolik ada kebiasaan yang disebut persembahan/ persepuluhan, yaitu mempersembahkan sepersepuluh (10%) dari pendapatan untuk keperluan Gereja, hidup para petugas Gereja maupun karya-karya pelayanan pastoral Gereja. Orang kaya mempersembahkan sepersepuluh (10%) dari pendapatannya berarti masih tersisa 90% dan kiranya dalam jumlah nominal cukup besar; sementara itu jika orang miskin mempersembahkan pendapatan sehari rasanya secara nominal lebih kecil dari persembahan 10% dari orang kaya, namun secara persentase pendapatan lebih besar karena mempersembahkan 100% pendapatannya alias ‘seluruh nafkahnya atau hidupnya’. Maka Yesus mengatakan bahwa janda miskin lebih banyak memberi persembahan dari pada orang-orang kaya. Andreas Dung Lac dan kawan-kawan awam lainnya, para martir Vietnam, yang kita kenangkan hari ini telah mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah dengan melayani sesamanya setiap hari. Maka baiklah kita meneladan para martir yang kita kenangkan hari ini atau janda miskin yang mempersembahkan seluruh nafkahnya/hidupnya. Memang kiranya mustahil jika kita menyerahkan seluruh pendapatan kepada Gereja atau kepentingan umum, maka baiklah segala usaha dan kerja kita senantiasa terarah pada kesejahteraan umum, bukan hanya diri sendiri atau kelompoknya sendiri. Mereka yang memiliki pembantu atau pegawai/buruh alias para pengusaha saya ajak untuk menjamin kesejahteraan mereka bersama keluarganya selayaknya, sebaliknya mereka yang merasa miskin dan berkekurangan hendaknya senantiasa juga berbuat baik kepada sesamanya dari kelemahan dan kekurangannya, dan mungkin dengan mempersembahkan tenaga demi sesamanya. “Memberi dari kelimpahan atau kelebihan” berarti membuang sampah alias menjadikan orang lain/yang diberi ‘tempat sampah’ dan dengan demikian melecehkan atau merendahkan yang lain. “Memberi dari kekurangan” itulah persembahan yang sejati dan benar.

    · “Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela” (Why 14:4b-5) “Di dalam mulut tidak terdapat dosa dan tidak bercela”, itulah panggilan dan tugas pengutusan kita semua sebagai orang beriman. Memang apa yang keluar melalui mulut dengan kata-kata merupakan cermin apa yang ada di dalam hati alias mencerminkan jati diri pribadi yang bersangkutan. Kata-kata yang keluar dapat menyakitkan atau menimbulkan kebencian, tetapi juga dapat menawan, memikat dan mempesona. Yang menawan, memikat dan mempesona pun juga belum tentu benar dan dapat dusta sebagaimana dilakukan oleh para penjahat. Sebagai orang beriman kita semua dipanggil untuk tidak berdusta alias jujur dalam berkata-kata. “Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 17). Marilah kita jujur terhadap diri sendiri, sesama maupun Tuhan. Jujur merupakan nilai atau keutamaan nurani, artinya bernilai pada dirinya sendiri: dengan menghayati nilai atau keutamaan kejujuran orang akan bermutu dalam hal kepribadian, sehingga ia menarik dan memikat bagi siapapun yang bergaul dengannya. Memang pertama-tama dan terutama kita harus jujur terhadap diri sendiri, dan kemudian baru dapat jujur terhadap sesama. Jika kita bertindak tidak jujur mungkin untuk sementara tidak ketahuan orang lain, namun pada waktunya akan ketahuan juga, sebagaimana dikatakan dalam pepatah “sepandai-pandai tupai meloncat akhirnya jatuh juga”. Entah kita jujur atau tidak jujur Tuhan tahu segalanya dan kita tidak mungkin menyembunyikan diri dari Tuhan. Memang ada rumor dalam bahasa Jawa “jujur kojur” (= jujur hancur), tetapi sadari dan hayati bahwa kehancuran tersebut merupakan ‘korban persembahan kepada Allah’, sebagaimana telah dihayati oleh Yesus, Tuhan dan Guru kita.

    “TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia” (Mzm 24:1-5).

  340. Hameed Assegaf
    28 November, 2008 pukul 4:52 pm | #356

    Wah ada Romo kesasar,he…he..he…
    anterin pulang Lid,he….he…he..

  341. chaled baawad
    3 Desember, 2008 pukul 10:12 am | #357

    ni kurcaci paus becnetus ngapain lagi????!!

  342. Zulchaidir
    5 Desember, 2008 pukul 8:22 am | #358

    mas, kalo artinya tabur dab rubat itu apa sih???? karena di search google panjenengan muncul dalam artikel ini, matur nuwun

  343. Hameed Assegaf
    9 Desember, 2008 pukul 8:22 pm | #359

    Hanian lakum jami’an bikhudury iedil adhal mubarak tagabbalallahu minna wa minkum nahrana wa nahrakum hajjana wa hajjakum,umratana wa umratakum amiiien……..
    Buat semuanya mari kita rayakan hari agung ini dengan renungan sudah sejauh manakah pengorbanan kita kepada Allah Rasulullah dan agama ini,sudahkah kita mencurahkan segala daya dan upaya demi keagunganNya??sudahkan kita meninggalkan ego kita demi keharuman namaNYa??…..sudahkah kita mengalahkan segalanya hanya demi Allah semata??………Ya Allah berikanlah kami kekuatan Cinta Ibrahim,dan Ketaatan nan Tulus Ismail,Amiiin……

    Buat mas Zulkhaidir,Rubat adalah nama untuk menyebut suatu lembaga pendidikan semacam pesantren yang ada di jazirah Arab,eubat berasal dari kata bahasa arab ar rubthu yg artinya ikatan,jadi rubat adalah lembaga yg didalamnya ada guru2 dan murid2 yg MENGIKATKAN diri mereka dalam suatu ikatan untuk menuntut ilmu,RUBAT yg ada ditimur tengah diantaranya adalah RUBAT TARIM yg lebih dari seribu alumninya mengisi ruang dakwah di indonesia dari zaman penjajahan dulu,Rubat ZABID,yg konon Syech Hasyim Asy”ary pernah mondok disana,Rubat BAIDHA,Kesemuanya di Yaman dan yg baru2 seperti Rubat DARUL MUSTAFA di Tarim Yaman,Rubat Maliki Di Makkah dan Rubat AlJufry Di Madinah yg baru2 saja dipaksa tutup oleh Wahhaby

  344. wawan
    12 Desember, 2008 pukul 5:46 pm | #360

    salam,
    ada yang tahu alamat habib sechan alatas or habib ahmad alhadad ( habib ceker ), please..email saya ya
    syukron.

  345. chaled Baawad
    17 Desember, 2008 pukul 9:15 am | #361

    yg jelas legitimasi kaum allawy di hijjaz diakhir abad ke 19 habis di lucuti/kebiri ama gerakan revolusi bar-bar badui wahabi bani saud., kok bisa ya? gmn tu bib?

  346. romo maryo
    23 Desember, 2008 pukul 5:58 am | #362

    Yang jelas, maaf Ibu Hafsah Salim/ Ny. Muslim binti Muskitawati,
    > > > jangan mendiskreditkan agama apa pun, apalagi dilabeli biadab…..
    > > >
    > >
    > >
    > > Saya tidak pernah mendiskreditkan agama manapun juga, apa yang menjadi
    > > realitas tentu tidak bisa saya ubah kata2nya. Islam sebagai agama
    > > terorist bukanlah label yang dibuat oleh saya melainkan justru label
    > > yang melekat dalam ajaran itu sendiri dan umatnyalah yang memberi
    > > label ini.
    > >
    > > Dunia barat mulanya tidak menganggap Islam sebagai agama terorist,
    > > namun semua terorist yang ditangkap ternyata dibela dan dilindungi
    > > oleh umat Islam karena persaudaraan Ukuwah Islamiah, itulah sebabnya
    > > akhirnya dunia barat menyadari bahwa Islam merupakan agama terorist.
    > >
    > > Agama apapun yang mengajarkan umatnya untuk membunuh, memusnahkan, dan
    > > melarang ibadah umat agama lainnya, kita namakan agama yang biadab.
    > >
    > > Kata “biadab” memang merupakan kosa kata yang disediakan untuk
    > > menggambarkan kejahatan dari pelakunya. Sebagai seorang pendidik saya
    > > tidak akan menggunakan kata2 kamuflase hanya untuk menyesatkan pembaca
    > > dalam memahami tulisan saya.
    > >
    > > Kata “biadab” itu dengan jelas tanpa kamuflase saya tujukan kepada
    > > mereka yang menghalalkan darahnya orang yahudi, kafir, murtad, dan
    > > penyembah berhala.
    > >
    > > Ajaran Islam juga mengajarkan umatnya untuk mem-beda2kan manusia atas
    > > dasar kepercayaannya, mem-beda2kan sesama umat Islam sendiri
    > > berdasarkan akidah maupun ibadahnya. Bahkan sesama umat Islam sendiri
    > > seperti umat Ahmadiah halal dijarah dan halal dibakar mesjidnya dan
    > > untuk menghalalkan kebiadaban ini ditunjang oleh fatwa MUI.
    > >
    > > Apakah Islam Biadab seperti ini harus saya sebut sebagai Islam Cinta
    > > Kasih?????? Tentu tak ada yang sependapat dengan anda. Dunia kita
    > > melalui perserikatan bangsa2 telah mentapkan bahwa Islam adalah agama
    > > terorist dan Indonesia sendiri telah bergabung dengan kubu anti-teror
    > > Islam.
    > >
    > > Marilah kalian semua bersama saya sebagai umat Islam bersatu padu
    > > menentang, melarang, dan mengutuk ayat2 Islam yang melakukan
    > > kebiadaban. Sebagai umat Islam kita harus menyensor ajaran2 AlQuran
    > > itu sendiri dengan menyisihkan yang biadab, dan melestarikan yang
    > > beradab. Dengan keikhlasan kita inilah agama Islam dapat diselamatkan
    > > keberadaannya.
    > >
    > > Beragama Islam tidak mewajibkan anda untuk mendukung atau membenarkan
    > > ajaran2 biadabnya. Dan hak maupun pertimbangan sehat andalah dalam
    > > menjalankan agama Islam yang justru harus dikedepankan. Janganlah
    > > beragama hanya berdasarkan dorongan kepercayaan yang merusak
    > > rasionalitas dan logika pikiran anda. Jangan mengorbankan HAM,
    > > Demokrasi, maupun logika rasional untuk mempertahankan ajaran2 biadab
    > > dalam agama Islam. Ajaran yang biadab harus kita singkirkan, dan
    > > hanya nilai2 Islam yang beradab sajalah yang boleh kita lestarikan.
    > > Karena pada dasarnya Islam dan Islam tidak sama. Artinya Islam biadab
    > > dan Islam beradab meskipun keduanya sama2 Islam tapi merupakan dua
    > > kelompok Islam yang berbeda yang tidak mungkin dijadikan satu.

  347. ahmad Ba’bud
    26 Desember, 2008 pukul 7:54 am | #363

    assalamualikum wr.wb!
    afwan semuanya, para habaib para syeh…ane cuma mau menaruh artikel nih mungkin bermanfaat…..
    Tarawih….antara Nash dan Ijtihad
    Dari kalangan sunni terdapat catatan hadist dari kitab shahih yang meriwayatkan dari Abdurahman ibn Abd (Al-Qari), ia berkata:
    “ Pada suatu malam di bulan Ramadhan, aku keluar bersama Umar menuju masjid. Kami melihat banyak orang sedang shalat sendiri-sendiri. Masing-masing terpisah dari [yang] lainnya. Melihat hal itu, Umar berkata, “Seandainya orang-orang itu aku kumpulkan dalam satu jamaah yang dipimpin oleh seorang imam, tentu lebih baik.”
    Kemudian Umar menetapkan niatnya itu dan mengumpulkan mereka semua dalam satu jamaah yang dipimpin oleh Ubay ibn Kaab. Abdurrahman berkata lagi bahwa setelah itu, pada malam yang lain, aku keluar lagi bersama Umar, sementara orang-orang sedang melaksanakan shalat mereka di belakang seorang imam. Ketika menyaksikan hal itu, Umar berkata, “Ni’matil bid’ah hâdzihi.”
    “Inilah bid’ah yang paling baik”, begitulah kata Khalifah Umar dalam Shahîh Al-Bukhârî bab “Shalâh Tarâwîh”. Meskipun bid’ah tapi ini baik, makanya ada istilah bid’ah hasanah.
    Kisah ini terjadi kira-kira dipertengahan masa pemerintahan Khalifah Umar, jadi pada masa Nabi saww, Abu Bakar, dan paruh pertama masa Umar, belum ada shalat tarawih. Biasanya disebut qiyâm al-layl tanpa berjamaah.
    Sedang beberapa lagi bayak catatan yang terekam dalam hadist yang banyak diriwayatkan dari para ulama2 sunni.
    Tarawih Berjama’ah atau Sendirian
    Di dalam Sahih Muslim, diriwayatkan sebuah hadits dari Jabir bin Abdullah ra bahwa ia menceritakan: “Nabi SAW bersabda dalam khutbah beliau pada hari Jumat: “Amma ba’du: “sesungguhnya sebaik-baiknya ucapan adalah Kitabullah, sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW, seburuk-buruk urusan adalah yang dibuat-buat. Setiap yang dibuat-buat adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Sahih Muslim)
    Rasul Tidak Menyuruh Tarawih Berjama’ah:
    Telah diriwayatkan oleh Aisyah, beliau berkata:”Bahwasannya Nabi Muhammad saw shalat di masjid maka banyak orang mengikut baginda, begitu juga malam keduanya, Nabi shalat dan pengikut bertambah ramai. Pada malam ketiga dan keempaat ramai orang berkumpul menunggu Nabi, tetapi Nabi tidak datang ke masjid lagi. Pagi-pagi Nabi berkata: aku tahu apa yang kamu buat malam tadi, tetapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali kalau-kalau shalat ini diwajibkan untukmu”. (HR. Sahih Bukhari)
    Dari Aisyah bahwa pada suatu malam Rasulullah saw berada di mesjid. Beliau saw shalat, maka orang banyak mengikuti pula beliau shalat. Malam berikutnya beliau saw shalat pula. Orang yang mengikutinya pun bertambah banyak. Pada malam ketiga atau mungkin malam ke empat orang semakin banyak berkumpul, tetapi Rasulullah saw tidak datang. Besok pagi beliau bersabda: “Sesungguhnya aku telah tau apa yang kalian lakukan. Tidak suatupun yang melarangku untuk keluar untuk shalat malam. Hanya aku khawatirkan kalau perbuatan itu menjadi wajib atasmu.” Peristiwa itu terjadi dibulan Ramadhan”. (HR. Sahih Bukhari, Juz 2/3)
    Shalat Sunah Malam itu Dikerjakan di Rumah
    Dari Ibnu Umar, ia berkata: “Aku shalat beserta Nabi saw 2 raka’at sebelum Zuhur dan 2 raka’at sesudah Zuhur, 2 raka’at sesudah Maghrib, 2 raka’at sesudah Isya dan 2 raka’at sesudah jum’at. Adapun shalat sunnah sesudah Maghrib dan Isya itu beliau melakukan di dalam rumahnya.” (HR. Sahih Bukhari, Juz 2)
    Shalat Tarawih itu Dilakukan di Rumah (Tidak Berjama’ah)
    Dari Zaid bin Tsabit bahwasannya Rasulullah saw membuat sebuah kamar kecil di bulan Ramadhan. Said berkata: “Aku kira bahwa Zaid bin Tsabit mengatakan bahwa hal itu dibuat dari sebuah tikar.” Dan beliau shalat di belakangnya. Orang-orang melihat beliau shalat dan mengikutinya. Waktu beliau mengetahuinya, beliau duduk. Pagi harinya, beliau keluar menuju mereka dan bersabda: “Aku telah mengetahui apa yang kamu lakukan. Wahai manusia, shalatlah di dalam rumah-rumahmu. Karena seutama-utama shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat fardhu (wajib).” (HR. Sahih Bukhari, Juz 1)
    Tarawih Berjama’ah Adalah Buatan
    Dalam sebuah hadis dari Abdur Rahman bin Abdul Qari r.a seorang Tabi’in yang hidup pada masa Rasulullah saw berkata : “Saya keluar bersama Umar bin Al-Khattab pada suatu malam bulan Ramadhan pergi ke masjid (Madinah). Didapati dalam masjid orang-orang melaksanakan sholat tarawih bercerai-cerai, ada yang sholat bersendirian, ada yang sholat dan ada beberapa orang di belakangnya. Maka Umar ra. berkata, “Aku berpendapat akan mempersatukan orang-orang ini. Kalau disatukan dengan seorang imam sesungguhnya lebih baik, lebih serupa dengan sholat Rasulullah”. Maka disatukan orang-orang itu sholat di belakang seorang imam bernama Ubai bin Ka’ab. Kemudian pada suatu malam (yang lain) kami datang lagi ke mesjid, lantas kami melihat orang-orang sembahayang berjama’ah di belakang seorang imam. Umar ra. berkata; “Ini adalah bid’ah yang baik“. (HR. Sahih Al-Bukhari)
    Dari Abdurrahman bin Abdul Qari bahwasannya ia berkata: “Saya keluar bersama Umar bin Khattab. Pada suatu malam dalam bulan Ramadhan sampai tiba dimesjid. Tiba-tiba orang-orang bersma berkelompok-kelompok tetapi berpisah-pisah dan setiap orang shalat untuk dirinya sendiri, sedangkan jika sudah ada yang shalat, misalnya satu orang, kemudian yang datang dibelakangnya itu terus ikut bermakmum kepadanya sehingga menjadi kelompok tersendiri. Maka Umar bin Khattab lalu berkata: “Sesungguhnya aku mempunya pendapat bagaimanakah seandainya semua orang itu aku kumpulkan menjadi satu dan mengikuti seorang imam yang pandai membaca AL-Quran tentu lebih utama. Setelah Umar mempunyai azam, lalu dia mengumpulkan orang menjadi satu dan diantara mereka ada yang di angkat menjadi imam, yaitu Ubay bin Ka’ab. Kemudian pada malam yang lalu aku keluar bersama Umar, sedang para manusia sama shalat dengan imam yang ahli dalam Al-Quran. Kemudian Umar berkata: “Inilah sebaik-baik BID’AH dan orang yang tidur dulu dan meninggalkan shalat pada permulaan malam adalah lebih utama daripada orang yang mendirikannya dan yang dimaksudkan oleh Umar adalah pada akhir malam. Adapun orang-orang itu sama mendirikan pada permulaan malam.” (HR. Sahih Bukhari, Juz 3)
    Kesimpulan
    Hal ini tertulis jelas di dalam kitab-kitab besar Ahlussunnah. Bahwa Nabi Saw telah menunjukkan mana yang seharusnya dilakukan. Nabi Saw mengatakan segala hal yang baru/dibuat-buat atau bid’ah adalah sesat.
    Tentang solat malam (Tarawih), memang Nabi Saw pernah solat di masjid, akan tetapi pada akhirnya beliau Saw menyuruh orang-orang untuk melakukan solat di rumah masing-masing. Bukankah adalah yang terbaik apabila kita mengikuti petunjuk dan perintah Nabi kita sendiri?
    “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 21)
    “Apa yang diajarkan Rasulullah kepadamu, maka terimalah, dan apa yang dilarangnya, maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7)
    Jadi manakah yang seharusnya kita ikuti..? Shalat Tarawih sendiri-sendiri di rumah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Nabi Saw atau shalat tarawih berjamaah di Masjid? Sunah Nabi Muhammad Saw atau tambahan yang mengatas namakan ijtihad ? Kalau kita tetap mengikuti apa yang dikatakan oleh Umar bin Khattab, maka kita telah berlebih-lebihan terhadapnya dan menjadikan Umar lebih baik daripada Nabi Saw, inilah yang dinamakan ‘Ghulluw’. Apalagi dengan jelas Umar mengatakan bahwa “inilah sebaik-baik bid’ah!”, na’udzibillah. Mungkin sebagian besar umat Islam mengatakan bahwa ini adalah Bid’ah Hasanah (Bid’ah yang baik sesuai dengan perkataan Umar), bisakah hal ini dibenarkan oleh akal sehat sedangkan sunnah telah mengatakan lebih dulu tentang shalat malam (tarawih) yang terbaik adalah dilakukan di rumah? Akal sehat akan melihat mana yang sesuai dengan sunnah dan mana yang bertentangan.
    Sekedar Catatan
    Di dalam Sahih Muslim, diriwayatkan sebuah hadits dari Jabir bin Abdullah ra bahwa ia menceritakan: “Nabi SAW bersabda dalam khutbah beliau pada hari Jumat: “Amma ba’du: “sesungguhnya sebaik-baiknya ucapan adalah Kitabullah, sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW, seburuk-buruk urusan adalah yang dibuat-buat. Setiap yang dibuat-buat adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Sahih Muslim)
    Dalam riwayat Muslim dan diriwayatkan juga oleh Al-Bukhari dengan sanad muallaq dalam Shahih-Nya namun dengan cara periwayatan yang tegas: “Barangsiapa yang mengamalkan ibadah tanpa ajaran dari kami, maka amalannya itu tertolak.” (HR. Sahih al-Bukhari & Muslim)
    Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa yang membuat-buat ibadah dalam agama ini maka amalannya itu tertolak.” (HR. Sahih al-Bukhari & Muslim)
    “Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang baru. Setiap yang baru adalah bid’ah. Setiap yang bid’ah adalah sesat, dan setiap yang sesat di dalam
    Dari paparan serta rujukan dalil diatas sudah dapat kita pahami bahwa shalat sunnah pada bulan ramadhan adalah hukumnya sunnah, dan tidak dilakukan secara jamaah, sekarang mari kita kembalikan pada diri kita masing masing dengan mengedepankan pemikiran dan akal sehat

  348. alwi asseg
    2 Januari, 2009 pukul 9:45 am | #364

    alawiyin itu harus saling menyayangiy

  349. alwi asseg depok 2 tengah
    2 Januari, 2009 pukul 9:48 am | #365

    kita sesama habaib harus saling melindungi kalau ada yg dizolimi babaib yg dizolimi harus kita lawan

  350. 2 Januari, 2009 pukul 10:43 pm | #366

    ahlannnnnnnnnnn semuanye………..

  351. 2 Januari, 2009 pukul 10:47 pm | #367

    seru juga baca diskusi kalian….ane jadi merasa bnyk juga manusia2 yang pura2 ga ngerti dengan persoalan agama.>>> apalagi soal ahlul bait……wallah sebenarnya mereka2 yang bnyk menghina ahlul bait mereka itulah yang mencintainya

  352. Hameed Assegaf
    3 Januari, 2009 pukul 3:42 pm | #368

    Buat ahmad Ba’bud
    Masya Allah nt lebih alim daripada Umar bin Khattab r.a,bahkan lebih alim daripada Qadhy Agung pada zaman Khalifah Umar yaitu jadduna wa jaddukum Al Imam Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah,yang diam saja (membiarkan) ketika Umar menyerukan “BID’AH” itu.
    Tidak semua lafaz kullu itu berarti “SEMUA-MUANYA”,banyak dalam hadits maupun ayat al qur’an ataupun dalam syair Arab lafadh kullu itu berarti sebagian besar,tapi bukan semuanya,Kalo semua bid’ah (barang baru) itu adalah sesat,maka mulai saat ini jangan pake qur’an cetakan,karena zaman nabi qur’an tidak ada yg dicetak,tapi ditulis terpisah pisah di atas tulang dan batu,jangan baca qur’an yang ada tanda bacanya (harakat) karena itu bid’ah baru ada pada zaman Hajjaj bin Yusuf menjadi gubernur,dan biangnya bid,ah ada dimasjidil haram yaitu mereka ulama ulama wahhaby yg melakukan shalat tahajjud berjama’ah,
    Hati2 Bib dari propaganda yang seakan2 membela habaib tapi dilakukan dengan mencela dan mengejek para sahabat.

  353. Ali Saleh
    6 Januari, 2009 pukul 5:38 am | #369

    Sebenarnya saya (Ali Alkatiri) malas untuk menanggapi hal-hal yang seperti ini, tetapi karena dr tulisan-tulisan di blog ini banyak yg kurang tepat bahkan ada seorang alatas yang membawa kata-kata porno dr email sebelumnya maka saya terpanggil untuk menuliskan apa-apa yg pernah kami diskusikan di forum ilmiah Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) , barangkali ini bisa dianggap sebagai rasa kasihan saya kepada saudara-saudara sesama muslim yg masih menempatkan primordialisme diatas segala-galanya. Mengaca dirilah kita bersama-sama, terus terang saya tidak habis pikir banyak kalangan bani alawiyyin baik laki perempuan yang telah diberikan kesempatan mengecap pendidikan tinggi tetapi pola pikir dan pola tindaknya tidak jauh dari kaum jahil/bodoh. Semoga kita terhindar dari hal-hal menjijikkan yang akan dapat mengotori kemuliaan dienul Islam.

    Dua artikel yag pernah kami bahas :

    1. Tentang Habib dan Keturunan Rasulullah, saya sepakat kalau letak keberimanan ditempatkan pada amal ibadah baik seseorang bukan keturunannya dan ini juga telah dengan baik ditunjukkan oleh Rasulullah yang bersedia memotong tangan Fatimah Az-Zahra (pelanjut keturunan satu-satunya dan anak yang juga menjadi ibu bagi Baginda Rasul), apabila kelak mencuri. Tapi pada sisi lain garis keturunan memiliki implikasi pada pribadi seseorang walaupun sebatas potensi. Secara empiriknya mungkin dapat dijelaskan seperti bekerjanya sebuah penyakit yang bisa menurun pada keturunan seseorang dan disitulah letak Keadilan Nya pada rantai penciptaan. Doa dari leluhur kita yang telah menempati maqam spiritual tertentu agar menjaga keturunannya dari dosa pasti berimplikasi pada diri kita walaupun sekali lagi sebatas potensi. Saya sepakat bahwa aktualitas keberimanan sesorang ditentukan oleh dirinya sendiri, garis keturunan hanyalah potensi jadi tidak serta merta garis keturunan implikasi langsung dalam bentuk kualitas keimanan.

    2. Iman tak dapat diwarisi, dari ayah yang bertaqwa”

    Saya tidak tahu menahu asal kata tersebut. Saya cuma
    terngiang syair sebuah nasyid dari negeri jiran,
    kira-kira 10 tahun yang lalu, saat masih awal-awal
    kuliah. Tapi kalau direnungkan, pernyatan itu benar,
    iman tidak dapat diturunkan. Turunan nabi juga ada
    yang bengal, seperti putra Nabi Nuh AS.

    Bertolak belakang dengan itu, Di Indonesia, seseorang
    dianggap mulia, terhormat, dan dijadikan panutan hanya
    gara-gara sperma. Mereka mendapatkan legitimasi
    sebagai pemimpin umat hanya gara-gara ada kata
    Assegaf, Shihab, dll. Mereka mengklaim diri mewarisi
    darah manusia terbesar sepanjang sejarah. Dan atas
    dasar warisan sperma itu pula mereka memuliakan diri
    sendiri/mencekoki otak umat untuk memuliakan manusia
    bergelar Habib. Yang tidak kalah pentingnya, Benarkah
    mereka turunan Muhammad? Kalau pun iya, Sho What Gitu
    Loh…

    Pada zaman sekarang, helar Habib bukan sekadar penanda
    keturunan, tetapi juga sebagai simbol kebenaran dan
    kemuliaan. Lebih dari itu, ini merupakan kelompok
    sosial sendiri, yang menjadikan
    gen mereka sebagai komoditas, komoditas yang
    memperdagangkan Tuhan. Pas terima amplop sehabis
    Taklim, sang Habib sih senyum penuh ikhlas. Tetapi
    sesampai di rumah, panitia akan mendapatkan SMS ”
    Afwan, honor ane bukan segitu, masa ane sudah bawa
    jamaah begitu banyak cuma dibayar segitu. Ane biasanya
    dibayar Rp…..Ente tolong transfer tambahannya ke Rek
    Bank…No… ..”

    Kalo Taklim atau Haul, atau kegiatan apa saja, Habib
    ini adalah biang kerok ruginya kepentingan umum.
    Seolah-olah atas nama Taklim yang penuh nyanyian dan
    teriakan barbahasa arab, apa saja boleh dilakukan.
    Saya setiap malam minggu sering terganggu dengan
    konvoi Majelis Nurul M….. Benar, mereka cuma beda
    tipis dengan Jack Mania saat pulang dari Lebak Bulus
    atau dari Senayan. Umat Taklim mereka mungkin ribuan,
    atau jangan-jangan puluhan ribu. Semakin lama mereka
    berlomba memperbanyak anggota majelis. Coz kalo
    jamaahnya dikit, kere dong. Sama seperti Masjid atau
    gereja yang jamaahnya dikit, pasti buluk
    penampilannya.

    Soal Baliho??ah Itu cuma strategi pemasaran. Sama
    dengan iklan rokok atau Iklan Pilkada.
    Ujung-ujungnya. .ada resources yang sedang mereka
    perebutkan. Dan itu tidak jauh-jauh dari power dan
    fulus..

    Nah inilah salah satu persoalan kita. Umat Islam
    Indonesia memang banyak, tetapi cuma seperti
    buih…kualitasnya menyedihkan ( Bodoh & dungu). Waktu
    kecil dulu ayah saya pernah memberi tebakan.” Berapa
    hasil dari 20 kurang 22?. Dengan pasti saya menjawab
    minus 2. Lalu Ayah saya menuliskan formula pengurangan
    ke bawah. Angka 20 ditulis dengan angka romawi, dan
    angka 22 dengan huruf latin. Hasilnya, adalah 88.
    Beliau bilang, Angka 20 itu ibarat kaum yahudi, dan
    angka 22 itu ibarat umat Islam. Kalau yahudi yg
    sedikit itu dikurangi dengan umat Islam yang banyak,
    ternyata masih ada sisa. Dulu saya tidak mengerti.
    Sekarang jelas saya paham maksudnya…

  354. Vai Hinduan
    9 Januari, 2009 pukul 1:09 pm | #370

    Menyimak dulu…
    Sambil Minum Kopi…
    Lanjut…………….

  355. Hameed Assegaf
    9 Januari, 2009 pukul 4:08 pm | #371

    Yang nt sebutkan itu memang kondisi umat islam masa sekarang secara umum,jadi gak adil kalo nt cuma menyebutkan hbaib aja,semuanya baik ahwal,masyaeh habaib gak sepi dari yg namanya oknum,jadi jangan cepat2 su’dhan dgn mengatakan majlis2 habaib cuma showforce,lebih baik nt dengerin dulu apa isinya?apa benar kegiatan dzikir dan taklim itu mengganggu masyarakat?yg ana tau adanya majlis para habaib itu bnyk pengaruh positif yg memperbaiki ahlak masyarakat,tanya diri kita sudah berbuat apa?jangan NATO (Not Action Talking Only) ok?

  356. Ali Saleh
    12 Januari, 2009 pukul 12:12 am | #372

    Ya meneer Hamid,
    Antum pahami dulu tulisan ane. Tulisan tersebut ada kaitanya dengan tulisan-tulisan sebelumnya yang hampir mengarahkan bahwa sepertinya habaib segala-galanya, dan tidak ada yang jelek. Bahkan yang jelek pun tidak bisa dikatakan jelek karena dia Habaib. Terus bagaimana anjuran kita utk saling ingat mengingatkan dengan kebaikan dan kesabaran, bila Habaib yang jelekpun tidak bisa dikritisi? Tulisan tersebut berusaha menghadirkan sosok lain dari perilaku Habaib, yakni para habaib yang kerap mengutamakan kepentingan sendiri dan berlindung atas nama ‘garis keturunan’ meskipun saya setuju tidak seluruh habaib seperti itu , saya sendiri sangat salut thd apa yang diperjuangkan oleh Al-Ustad Rizieq Shahab dalam pembelaan dan pembentengan aqidah ummmat, meskipun saya sendiri bukan bagian ummat yang suka menyelenggarakan mauludan ataupun nyanyian qasidah/burdah yang kerap dilaksanakan di masjid di tengah mayoritas dengan pengeras suara yang melebihi batas serta dapat menganggu ketentraman masyarakat kita yg pluralis….
    Harapan masyarakat thd kiprah positif para habaib sangat diharapkan, ekspektasi mereka sangat tinggi, tolong jangan dikhianati dengan pembodohan atas nama garis keturunan.
    Ana yakin dari tulisan-tulisan antum, antum termasuk salah satu generasi ‘habaib’ yang bisa sedikit banyak dapat memulai membuat keberanian melawan tradisi-tradisi pendahulu antum yang sudah tidak relevan dengan zamannya lagi, selama itu bukan dari Al-quran dan Assunnah, semuanya bisa dirubah (termasuk tafsir tentang kaffaah) untuk tujuan-tujuan kemaslahatan ummat. Tidak ada keabadian selain perubahan.

  357. chaled Baawad
    14 Januari, 2009 pukul 8:40 am | #373

    ya Ali antum ngarep yg enggak2 aje..,ntar kagak ada lagi dong ummat yg ngalap berkah dimakam wali2 dr kalanggan habaib dan pasti kegiatan2 komersilnye bisa bangkrut dong..,yah lagi pula biarin aje deh selagi masih dlm bungkus islam..,dr pd para aristrokrat kerajaan saudi yg kesenengan karena harga minyak naik lagi gara2 agresi militer israel ke palestin..(dasar wahabi monarki sialan).

  358. Ali Saleh
    15 Januari, 2009 pukul 10:38 pm | #374

    Ya chaled, minggu kemaren ana turun ke jalan dengan beberapa organisasi ummat Islam lainnya seperti : korps Alumni HMI Pro, Pemuda Al-irsyad, Kelompok Ciputat, Paramadina, satu lagi ana lupa tapi sptnya affiliasi ke Syi’ah. Sasaran aksinya adalah negara-negara arab sontoloyo : Saudi dan Mesir. Para raja mereka benar-benar mewarisi semangat Abu Jahl, Abu Lahab dan Fir-aun.

    Sejarah Bani Saud penuh noda, dari kejahatannya melawan kekhalifahan Turki Utsmani sampai diamnya mereka terhadap kekejian Yahudi Israel. Khusus, mengenai Wahabi ini ada beberapa versi sejarah , bila antum menghujat silahkan saja, saya tidak punya bahan cukup utk menilai Abdullah bin Abdul Wahhab (AAW) itu jelek, kitab-kitab Tauhid yg saya punya karangan AAW menurut saya isinya biasa-biasa saja, bahkan sangat perlu sebagai panduan utk membersihkan kita dari noda syirk, bid’ah dan tahayyul. Memang bagi yang suka ziarah kubur dengan menyisipkan bid’ah dan ritual kesyirikan buku buku AAW ini akan sangat membahayakan eksistensi mereka. Wallahu ‘alam bi shawab.

    Ana tdk terlalu tertarik utk berdebat atau diskusi tentang AAW saat ini, fokus ana sekarang sedang mengkampanyekan boikot produk Yahudi dan AS dengan tindakan yg nyata. Ulama semisal Yusuf Qardhawi pun menyatakan bhwa boikot produk merupakan langkah efektif melawan Yahudi dan AS. Beberapa negara telah melakukannya seperti India, yg menyebabkan presiden AS saat itu Bill Clinton datang khusus menemui tokoh Hindu meminta maaf. Saat itu AS oleh pemimpin Hindu India dipandang lebih memihak ke Pakistan dalam ‘ketegangan India-Pakistan” . Mari kita boikot produk Yahudi dan AS kalau ada “habib” yg mau ikut ahlan wa sahlan, atau ente puas sebatas berhenti pada kebangganan sambil menyebarkan keunggulan-keunggulan ente di atas yg lain ya “habib” ? Kalau pilihan kedua yg antum pilih maka saya tidak ragu untuk mensejajarkan ente dengan Yahudi Laknatullah!

    Wallahu ‘alam bi shawab ya akhi

    Ya Chalid ana tertarik tulisan ente tantang seorang dari klan Az-zahir yg menghianati perjuangan rakyat Aceh, saya mencari sumber-sumber beritanya dari beberapa buku dan kesimpulan saya sama dengan ente yaitu Az-zahir ini pengkhianat !

    Sebaliknya, ada satu klan dari bani As-saqqof Singapura yg sangat membantu perjuangan Islam di Aceh dengan harta dan jiwanya.
    Sungguh dua sifat yg berbeda ya chalid, dan dalam hadits Nabi SAAW disebutkan ‘….yang sesat tinggalnya di Neraka”, yang baik tentunya di sorga.Tidak ada yg maksum selain Nabi..Wallahu’alam bishawab

    Mempelajari sejarah keluarga As_saggof ini ana sangat kagum, mereka sangat berani dan dermawan. apa As-Saqqof dan Bin Syahab (Al-Ustad Al-Alim Rizieq Shahab) ada kaitan hubungan dr pohon keturunannya ? Ana sendiri tdk begitu tertarik mempelajari pohon-pohon keturunan fahm yg lain, dari fahm ana sendiri Alkatiri sudah sangat rumit.

  359. ilham muhammad
    17 Januari, 2009 pukul 3:53 pm | #375

    Assalami’alaikum

  360. ilham muhammad
    17 Januari, 2009 pukul 4:02 pm | #376

    Assalamu’alaikum buat semuanya yang gabung disini
    Maaf, saya pakai bahasa indonesia saja, biar lebih enak dan lebih mudah dimengerti sama teman-teman yang yang kurang faham dengan bahasa (maaf, ane, ente, antum, dsb). buat kaum yang menamakan diri mereka alawiyin, tolong jangan terlalu terbawa bahasa kakek buyut kalian (jid-jid ente wajar sich), kita orang Indonesia bukan Timur Tengah
    Mana yang ngaku Romo…?!? koq gak enak banget sich ngomong tentang Islam. gak ada suaranya lagi nich, si romo gak pernah belajar Agama Islam sich…..Makanya ngomong ngawur

  361. ilham muhammad
    17 Januari, 2009 pukul 4:50 pm | #377

    Dua jempol buat saudaraku Chaleed dan Alfaqhir dari tulisannya nampak anda ada satu visi dengan saya untuk dapat mengenbalikan para kaum alawiyin agar lebih memahami tentang apa yang mereka dogmakan namun salah arti selama ini,salam kenal dari saya dan semoga rahmat Allah selalu menerangi jalan anda.

    Romo nyasar bin aneh…..koq ngomong sembarangan tentang islam sich.
    “Jangan percaya ahli kitab, dan jangan mengingkari mereka”
    kalimat ini agak sulit dicerna, karena di satu sisi tidak boleh mempercayai mereka tapi di sisi lain tidak boleh mengingkari mereka. Setelah melihat realitas yang ada di depan mata, baru dapat dipahami isi pesan tersebut. Yaitu bersikap tegas terhadap propaganda yang menyesatkan umat. Sebagaimana yang diingatkan oleh Allah pada awal-awal surat al-Qur’an.
    “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka.”
    Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya) “. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”
    Peringatan al-Qur’an ini dibarengi dengan alasan-alasan di dalam surat al-Baqarah kemudian Ali Imran hingga al-Maidah, Kemudian pada surat-surat terakhir dari al-Qur’an kita diperingati lagi dengan ayat yang sangat tegas dan yang mengarah pada sikap praktis, yaitu di surat Al-Kafirun.
    Katakanlah: “Hai orang-orang kafir!”
    aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
    Dan kamu bukan penyembah Ilah yang aku sembah
    Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Ilah yang aku sembah
    Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku
    Tidak ada kompromi untuk masalah akidah tauhid sekecil apapun. Namun demikian kita juga tidak boleh mengingkari keberadaan mereka. Sebab romo sesat bin bodoh yang gak tau apa-apa tentang Islam ini adalah makhluq Allah juga. Al-Qur’an sendiri melarang sikap membenci dan memusuhi umat lain, sebagaimana firman Allah Swt. berikut ini :
    “Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya”. (Yunus, 99).
    Namun begitu kita tidak boleh hanya berhenti di sini saja. Sebab risalah tauhid harus disebarkan, hanya caranya bukan dengan kebencian dan permusuhan. Cara-cara hantam kromo sudah ketinggalan jaman, tapi mestinya dengan strategi dan logika serta nalar kita sebagai manusia. Rasulullah selalu menggunakan pentahapan dalam dakwahnya. Berhasil atau tidak tergantung kehendak Allah, tapi usaha kita itulah yang akan dinilai, bukan hasilnya.
    Nasehat Rasulullah yang menempatkan kita pada posisi ditengah (tidak menerima dan tidak menolak), adalah nasehat untuk berhati-hati dan teliti -lazimnya posisi tengah diantara dua hal yang bersebrangan-, maka dalam kajian lintas agama sikap hati-hati dan teliti harus dikedepankan dengan mengacu pada rambu-rambu seperti “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. Jika rambu-rambu itu terlanggar maka kita wajib bertanya kepada hati kita sendiri, adakah ilmu dari kajian itu membawa kita pada kedekatan kepada Allah atau malah menjauhkan diri kita dariNya, jika yang kedua yang terjadi maka lebih baik kita berhenti sampai Allah menunjukkan jalan yang lebih baik. Hati tidak akan bohong, Rasulullah bahkan mengulang tiga kali dalam menasehati kita agar selalu bertanya pada hati.
    Nich ada oleh-oleh buat dibaca sama romo yang salah kaprah:
    “Siapa yang percaya dan dibabtis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan dihukum” (Markus 16:16).
    Siapa yang mau dihukum mo, kami umat Islam yang lebih sempurna pedomannya dibandingkan anda yang pedomannya dapat diatur sesuai selera atau umat yang sekarang ini anda pimpin

    “Jangan kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi. Aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang”. (Matius 10: 34).
    Wah…jangan ngajak perang dong romo ntar malah berubah gelar jadi rambo, kami umat Islam cinta damai, Peace…..?!?

  362. ilham muhammad
    17 Januari, 2009 pukul 6:04 pm | #378

    Saudaraku Chaled, Ali Al-Katiri, dan alfaqhir, bagimana kalau kita menulis buku (menurut referensi kita masing-masing yang saling melengkapi) untuk dicetak dan diterbitkan agar saudara-saudara kita kaum alawiyin yang mengaku keturunan Rasulullah dapat memahami dogma yang selama ini sudah mengakar di hati dan fikiran mereka.
    Masalahnya kalau saja mereka terus menanamkan dogma turunan dan doktrin dengan hadits yang “?” serta dalil Qur’an yang tafsirnya disalah artikan menurut kemauan mereka (bukan menurut Rasul) pada umat muslim yang masih awam, maka akan tambah banyak umat yang seakan-akan meng-ilah-kan kaum alawiyin, dan yang tidak saya inginkan akan timbul kasta dalam kehidupan umat muslim, jelas ini tidak sejalan dengan yang diajarkan Islam yang tidak mengenal tingkatan kasta.
    Contohnya saja di daerah asal saya (Samarinda) sudah banyak berdiri (kalau saya lihat saling bersaing siapa yang terhebat dan memiliki umat yang paling banyak) Majelis yang selalu mengajarkan doktrin “Alawiyinisme” pada umatnya termasuk my father in law yang ber-fahm Al-Habsyie. Untuk itu saya prihatin dengan umat yang seakan-akan meng-ilah-kan kaum alawiyin, sehingga saya dan beberapa teman seperjuangan dari PMII berusaha membentuk suatu lembaga yang memperjuangkan hak saudara sesama muslim yang seringkali (maaf buat saudara hamid bukan maksud menyinggung namun ini kenyataan yang saya dan teman-teman saya alami sendiri) dikecewakan bahkan disakiti oleh kaum alawiyin baik fisik maupun mental, dengan mengandalkan kata “Dzuriat, Keturunan, Cucu RASULULLAH”.
    Mungkin dengan terbitnya buku karangan para Sejarawan, Cendekiawan, Sastrawan seperti anda-anda yang benar-benar terasah dengan ajaran agama (bukan budaya, sukuisme, kasta, dan politik yang digabung-gabungkan dengan agama, sehingga menimbulkan kebingungan pada umat) umat muslim dapat mengerti dan lebih memahami apa yang sebenarnya diajarkan oleh Rasulullah.

  363. farez baawad
    21 Januari, 2009 pukul 1:47 pm | #379

    assalamu’alaikum semuanya..

    wah,ane baru baca ni forum

    nambah pengetahuan ane

    piss semuanya

  364. Hameed Assegaf
    24 Januari, 2009 pukul 7:35 pm | #380

    Buat semuanya aja,kalo ada habib yang hanya mengandalkan keturunannya trus mempergunakannya untuk kepentingan dan keuntungan pribadi,itu adalah kasus perkasus jangan antum sama ratakan semua habib adalah seperti itu,masih banyak diantara mereka yang tidak seperti itu,masya Allah sama saja dengan orang Kuffar yang menuduh semua orang Islam adalah teroris,sama dengan orang saudi yang menganggap semua orang Indonesia adalah babu………,
    Buat contoh antum boleh bilang Hameed ini penipu,pembohong,tapi jangan pernah bilang kalo semua Assegaf atau semua habaib adalah seperti itu.
    Kalo memang ada habib yang dholim seperti itu,nasehatilah sama seperti antum menasehati ikhwanukum sesama muslim dengan bahasa yang santun sehingga bisa diterima oleh mereka,WA TAWSHAW BIL HAQQI WA TAWASHAW BIS SHABR
    Kalo memang masih belum bisa,serahkanlah kepada pemuka2 habaib setempat yang dirasa bisa menasehati,sebab biasanya akan lebih diterima oleh mereka,
    Kalo memang tidak mempan apalagi menjurus kepada tindak kriminal,laporkan saja ke kantor polisi,biar diambil tindakan sepantasnya,
    Demi Allah …..Demi Rasulullah …….. itulah tindakan yang tepat dan harus dilakukan,bukan mencaci maki mereka,ataupun naudzubillah min dzalik membiarkan mereka tetap dalam kesalahan mereka,sama saja dengan menjerumuskan zurriyyah Rasul ke dalam neraka padahal kita bisa menyelamatkan mereka,
    Ada sebuah hadits yang saya baca pada kitab Shawaiqul Mughriqah bahwasanya Rasulullah bersabda kepada Imam Ali,”Wahai Ali akan hancur berkaitan denganmu dua golongan,Orang yang terlalu membencimu dan orang yang terlalu mencintaimu.”
    Buat para habaib mari kita tetap waspada dengan menjaga akhlaq ibadah dan ilmu kita,antum ini bagaikan sehelai kain putih yang diwariskan oleh Rasulullah,demikian putihnya kain itu maka setitik saja kotoran menempel pasti akan terlihat walaupun dari jauh dipandang mata,LIhatlah betapa sedikit saja ada golongan habaib yang seperti itu maka akibatnya seluruh habaib akan disejajarkan keburukannya.
    maka mari kita jaga kesuciannya,jangan kotori dengan perbuatan2 dosa kita,jangan kotori dengan sifat takabbur,sum’ah,ujub dan riya’,dan jangan pula kita rendahkan dengan sifat jahl(kebodohan),Imam Ali ra pernah berkata kepada anak2nya:Kebodohan adalah hina,maka akan lebih hina jika kita yang menyandangnya,dan ilmu adalah kemuliaan,dan akan lebih mulia jika kita yang menyandangnya”
    Seorang sayyid pernah bertanya kepada pemuka tabiin Atha bin Yasar,”Mengapa orang2 itu mencium tangan anda wahai Atha’ padahal anda adalah seorang bekas budak afrika,dan tidak mengacuhkanku padahal aku seorang alawy keturunan Rasul”,maka Atha bin Yasar menjawab,”Sesungguhnya aku menjalankan kebiasaan datukmu Rasulullah maka orang2 menghormatiku,sedangkan engkau tidak,”Maka seraya menangis sang penanya itu menimpali “Sungguh engkau benar wahai Atha”.

  365. Muhammad almahdaly
    26 Januari, 2009 pukul 9:39 am | #381

    ANA KETURUNAN ALMAHDALY, KALAU ADA IHWAN YANG PUNYA MARGA YANG SAMA HUBUNGI ANA YA,,,,,,,,,

  366. Muhammad almahdaly
    26 Januari, 2009 pukul 9:45 am | #382

    nama ana Muhammad bin aslam bin muhammad bin abdullah bin tayyib adebba bin syarif abu Alamah almahdaly datuk saya yang dari yaman bernama abdullah dia datang ke sulawesi selatan mangkoso Barru, kawin dgn anak raja disana namanya andi ma’jajareng punya anak 6 orang 4 laki-laki dan dua perempuan.s.husein di bima, ahmad dimangkoso, muhammad disoni palu, abu Alamah sulsel,kalau ada ihwan yang kenal hub ana ya,

  367. dodol garut
    26 Januari, 2009 pukul 5:51 pm | #383

    al kathiri = keturunan yazid

  368. ahmad
    26 Januari, 2009 pukul 5:55 pm | #384

    bung ilham uhammad, jangan jadi barisan sakit hati donk….saya tau siapa anda…saya juga dari samarinda…saya kenal dengan keluarga alhabsyi yang anda maksud…jangan putar balik fakta lah…maling teriak maling…

  369. chaled baawad
    27 Januari, 2009 pukul 12:28 pm | #385

    dodol garut = keturunan bandot ato hasil produksi nikah mut’ah haram habaib dan nyai garut.. hua ha ha.., makanye jgn asbun dodol.

  370. Ahmad
    27 Januari, 2009 pukul 3:56 pm | #386

    Kalo sang syarifah dan walinya setuju untuk menikahkan syarifah tersebut kepada non-sayyid, ya ikut mazhab syafii sah-sah saja. Tapi soalannya, adakah pernikahan itu suatu yang BAROKAH? Mendapat doa serta restu semua leluluhur yang telah wafat yang senantiasa prihatin terhadap anak-anak cucunya?

    Apa lagi kalo sang calon non-sayyid bukan seorang yang alim atau soleh.

    Kerna KALO TIDAK BAROKAH, bisa saja rumahtangga nya brantakan, anak-anak nggak manut sama orang tuanya nanti, kehidupan melarat miskin, akhirnya bahkan sampai cerai-berai. Apakah ini yang kamu NGOTOT-NGOTOT inginkan sekali?

    Allahu a’lam

  371. Ahmad
    27 Januari, 2009 pukul 4:00 pm | #387

    Ini tambahan lagi. Telah berkata al-Habib Abdullah bin Muhsin al-Atthas Sohib Empang Bogor, bahawa ketidak-sempurnaan para ahl bayt itrah Rasulallah adalah rahmat kepada umat, kerna kalo mereka itu semua benar-benar Muslim yang ideal, maka seakan wajib untuk umat mengikuti mereka, suatu hal yang berat! Sila lihat Mutiara Hikmah al-Habib Abdullah bin Muhsin al-Atthas.

  372. dodol garut
    28 Januari, 2009 pukul 7:44 am | #388

    chaled baawad..tunjukkan kepada saya ayat mengenai pelarangan nikah mutah selain dari sayidina umar?..

    just how me if yo can!

    atau anda cuma pepesan kosong!! ;)

    dasar masayekh…

  373. sudirman
    28 Januari, 2009 pukul 7:52 am | #389

    @muhammad almahdaly,

    bro, jangan di tuliskan nasab secara terbuka…ati2..ntar ada pihak yang menjiplak nasab nt…

    sekedar saran bro..

  374. chaled baawad
    28 Januari, 2009 pukul 12:37 pm | #390

    hoi dodol bandot…,ada rekomendasi gak?, dimane aje tempat2 mut’ah ama fatat-fatat garut disono?, sekalian mao ziarah ama habaib yg punya hobby kyk mullah2 syi’i hehehe…,hoi dodol itu show bukan how…,keseringan bawa tamu2 syi’i yg kejangkit herpes sih lo.

  375. dodol garut
    28 Januari, 2009 pukul 3:37 pm | #391

    chaled baawad…ente paling demen hina habaib….tapi kl ente di panggil habib…ente kesenangan…..hehehehe….munafik lu…

    buat sudirman&muhammad almahdaly, ati-ati sama chaled baawad…u know what i mean lah….:)

  376. Ali Saleh
    28 Januari, 2009 pukul 11:20 pm | #392

    Ya chaled bawaad, kita mau bilang apa lagi kalau orang sepintar Hamed Asseggaf bahasanya masih muter-muter saja. Tadinya saya sangat berharap Hamid bisa menjadi “teladan bercahaya” di tengah kegelapan dogmatik yg masih membelenggu kaum alawiyyin, tetapi sayang harapan ku sirna sudah.

    Terus terang ajang diskusi ini menurut saya sangat menarik dan perlu menjadi penelaahan kita bersama dengan semangat ilmiah yg tinggi , meskipun kerap aku dapati jawaban yg sangat menggelitik jauh dr akal sehat seperti “pengakuan” seorang kakek Kudus yg mempunyai cucu dr keturunan Habaib katanya dia sangat cerdas beda dengan anak seusianya, padahal tidak kurang kenyataan ada anak-anak yg terlahir dr keturunan Alawiyyin ini yg mempunyai “cacat mental” yg menurut bahasa mereka disebut “majdub” (kalau ini menimpa orang lain disebit gila/idiot) tidak percaya ? saya kasih satu contoh saja : silahkan datang ke Sukabumi di kampung Surade ada anak perempuan hasil nikah dr seorang “bandot =tukang kawin” Bani Al-Attas Bogor dengan perempuan setempat. Kasihan sekali kondisi anak tersebut yg sudah ditelantarkan bapaknya sejak orok, dia cacat mental.

    Belum lagi ada seorang Habib di bilangan Ciawi Bogor yang dengan seenaknya dia mengganggap seorang perempuan yg tidak jauh dari usianya sebagai ibunya tapi ternyata ini merupakan muslihat si habib utk bisa “menyetubuhi yang bersangkutan bertahun-tahun” tanpa menimbulkan curiga dr masyarakat setempat yang sudah mendewakan habaib ini sebagai “orang yg tidak ada dosanya”. Hameed masih saja mengaggap sebagai oknum, sampai kapan kesesatan-kesesatan ini dibiarkan merajalela dengan memelihara dogma yg tidak pada tempatnya, Ya tuan Hameed ?

    Ya Hameed jawaban muter-muter ente tak menyisakan harapan akan ada “pertaubatan” bahkan menjadi spirit utk menganak-pinakan dogma yang sudah saatnya untuk ditutup riwayatnya.

    khusus unutk dodol garut wah ente bawa-bawa Alkathiri segala :Alkathiri = keturunan Yazid ? ha..ha..ha…yang benar saja…..
    Semakin anda nulis semakin kelihatan bahlulnya , Saya tidak tahu persis anda keturunan bani Alawiyyin yg menurut Hameed Assegaf tdk boleh dihujat atau keturunan Yahudi yag suka sekali memamerkan ras/kasta.

    Lid, dodol Garut tidak sadar bahwa kalau tidak ada kakek-kakek kita dengan tradisi hadromi yang sangat menghormati tamu, mungkin keturunan alawiyyin (via Yaman) tidak akan pernah bisa menginjakkan kaki di Indonesia karena mereka udah “di ndut” oleh kakek-kakek kita. Tapi apa hendak dikata : air susu di balas air tuba, penghormatan yg diberikan ternyata dimanfaatkan berlebihan oleh kaum alawiyyin ini dan kemudian menyisakan kesengsaraan bagi pribumi hadromi. Kita sesali kebodohan kakek-kakek kita tetapi sejarah tidak boleh berulang.

    Benar apa yang dikatakan oleh As-Sheikh Sholah bin Abdulqadir AlBakry dimana beliau telah mengarang buku pada tahun 1928 berjudul Tarikh Hadramaut Al-siyasi yang menyatakan para sayyid (kaum alawiyyin) telah merusak keaslian dan kemurnian masyarakat Hadrami. Beliau menuliskan bahwa sebelum datangnya para sayyid ini , masyarakat Hadarami adalah orang-orang mulia yang memiliki keyakinan tanpa adanya inovasi dan takhayul. Mereka menerima alawi sebagai tamu, tanpa mengetahui bahwa ” mereka datang sebagai singa berbulu domba”

    Ya Tuan Hameed anda berharap apabila ada habib yang “keliru jalan” perlu diluruskan sebab bila tdk habib ini akan terjerumus ke Neraka , berarti anggapan sebagain kaum alawiyyin bhw mereka pasti masuk surga, jadi gugur ya Hameed?

    khusus buat Al-akh Chaleed Bawaad : saya dengar dari seorang teman bahwa ada seorang ustad dr Bani Tamim asli Kalimantan sekarang domisili di Jakarta yg mempunyai versi lain mengenai sejarah habaib ini. Saya tdk tahu persis apa alasannya utk tdk mau mengakui bahwa para habaib ini adalah keturunan Rasulullah SAAW, saya akan cari jawabannya. sekilas yg saya tangkap bahwa sebetulnya sebelum sampai ke Hadromaut Isa Almuhajir sudah meninggal kemudian assistennya lah yg menggantikannya, tapi saya akan tanya langsung ke beliau dan mau tahu kitabnya apa? ini semata dalam kerangka ilmiah.

  377. dodol garut
    29 Januari, 2009 pukul 7:31 am | #393

    ali saleh…ini penyakit yang sudah ada dari jaman dulu mengenai perbedaan pendapat (kasarnya kebencian) antara keturunan alawiyin dan keturunan masayekh…kebencian ente karena merasa ada perbedaan perlakuan di indonesia. yang merasa ya ente sendiri. dan saya rasa ini kebencian ente, baawad dan sedikit keturunan arab yang picik lainnya.

    ente gak usah bawa jid ente……ente pernah ke hadramaut?
    mengerti kondisi seperti apa di sana?

    ali, ana minta ente untuk menyebutkan nasab ente 36 ke atas.
    kalau ente bisa, baru ente bisa bilang buku dari Bani Tamim asli Kalimantan itu benar. kalau ente gak bisa, jangan banyak bicara….nasab ente aja gak tau mau bicara nasab orang.

    ada yang perlu di luruskan. sebutan habib tidak tepat di hubungkan dengan nikah mut’ah. orang syiah lebih memakai sebutan sayid. bukan habib. biarpun secara makna tidak ada perbedaan.saya gak membahas itu dan saya tidak mau. habib bukan syiah & syiah bukan habib , sayid bukan syiah, syiah bukan sayid. mazhab itu pilihan. biarkan saja.

    kalau mau berbagi cerita, hati-hati…ntar jadi fitnah…

  378. chaled baawad
    29 Januari, 2009 pukul 8:55 am | #394

    wadooh jd gahar nih…,gara2 si dodol asbun sih, makanye kalo ngasi argumen pikir dulu pake kepala hotak ente..,ya ali soal rumor kalo isa muhajir yg tdk sampai ke yaman pernah jg ana dengar bahkan intansi kebudayaan yaman dibawah pemerintahan yg skrg menyelidikinya sampai ke iraq walau belum ada hasil investigasinya..,namun hati2 jg lah ama kabar dr seorang bani tammam(dzuriat salah satu kabillah ibrani dimadinna tempo doloe) yg notabene induk dr pecahannya bani saud(monarki saudi) jgnlah terjebak dipermainan ke2 kubu ini(bani tammam vs bani allawy)..,ya ali emang seharusnya jid-jid kt dulu hanya mempersilakan syarifah2 saja yg tinggal dan diperistri oleh jid-jid kt diyaman…,sedang sayid2nye dideportasi dgn paksa ke mekkah biar mereka teruskan tradisi jahilliah(tahayul) leluhur mereka kaum quraisy!!!

  379. dodol garut
    29 Januari, 2009 pukul 11:41 am | #395

    chaled baawad…ente sepertinya dendam pribadi nih….di tolak syarifah yaa?…ternyata…

    sampai ente berandai yang aneh -aneh…jid ente di suruh nikah ama syarifah…jangan bawa jid ente…tiru kebaikannya…jangan di suruh yang macam-macam…kuwalat ente.. :)

    ternyata…ada udang di balik…. (udah tau kan jawabannya)… ;)

  380. Ali Saleh
    30 Januari, 2009 pukul 11:04 pm | #396

    Tuan Chaled Bani Tamim ada dua golongan, yang satu pusatnya di Najd dan berkembang di sekitar Saudi serta satunya asli dari Hadramaut (At-Tamimy). Ini saya dapatkan dari cerita lisan seorang khulaiti kira-kira 7 tahun yang lalu. Nah yang ana ceritakan itu yg At-Tamimy dari Hadramout.

    Tuan dodol garut, apa gunanya ente perlu tahu nasab ana sampai ke-36 ? Wong ente sendiri juga malu menempelkan nasab bapak ente, nyamar pake nama dodol lagi, ndak pe de ya, dol. Sebuah pepatah arab mengatakan jika seseorang enggan menampilkan jati dirinya maka jangan sebut dia sebagai orang terhormat. Dari awal ana ngikutin milist ini ana tegas menyatakan sebagai Alkatiri, demikian juga tuan Chaleed Bawaad, ini ciri khas ksatria hadramaut sejati, lah ente dol? Pohon keturunan ku cukup aku sosialisasikan ke keturunanku saja biar mereka faham kepada siapa mereka bernasab, untuk ta’aruf dan membina silaturahmi kepada sesama.

    Maaf, saya sekarang kerja di tempat terhormat, bukan penjual minyak wangi/buhur/jimat/tukang kawin perawan kampung sebagaimana yang banyak dikerjakan oleh kalangan habaib (menurut tuan Hameed Assegaf : oknuuuum). Jadi saya tdk memerlukan menuliskan nasab secara berlete-lete kemudian menempelkannya di ruang depan rumah untuk menarik pembeli atau mengibuli mertua kampung.

    Kebiadaban ini atas nama apapun harus diakhiri, wahai ikhwan/akhwat dari kalangan “habaib” pimpinlah gerakan untuk menyadarkan ummat-mu (setahu saya sudah ada beberapa yg memulai), kesalahan dogmatik lah yg menyebabkan lahir kebiadaban-kebiadaban yg tidak akan pernah berakhir, bukan oknum, ini simplifikasi masalah. Penipuan-penipuan yang dilakukan “atas nama keturunan Nabi” sudah harus diakhiri bila tidak, someday arus zaman akan meminta pertangungjawaban antum semua. Sebelum terlambat wahai saudaraku, sadarlah ! berbaliklah! ikuti dan amalkan hadits-hadits yang shohih, buang hadits-hadit palsu dan lemah serta pendapat-pendapat keliru yg menyesatkan.

    Apakah antum semua tdk menyadari bhw saat ini “dagangan-dagangan atas nama keturunan Nabi” sudah banyak ditinggalkan pembeli, mertua kampung sudah kapok menyerahkan anak gadisnya dengan janji di nikah meneruskan keturunan Nabi tetapi sebaliknya didholimi habis-habisan serta meninggalkan duka sengsara pada anak keturunannya. juga kuburan “sayyid” yang “dikeramatkan” dan menjadi tempat takhayul serta syirk sudah semakin sepi pengunjung, apakah antum tidak menangkap fenomena-fenomena ini.

    Bolehlah, semacam Munzir Al-Musawa dan pengasuh Nurul Mustofa mau mengembalikan citra habaib yg mulai memudar, tapi sanggupkah ? Jauh hari Munzir malah merapat ke politik dan konvoi Nurul Mustofa masih terus menyisakan kesusahan/kemacetan setiap malam Minggu.Dikiranya menarik simpati, malah menimba sumpah serapah dari pengguna jalan.

    Khusus Tuan Chaleed, sebagaimana disebutkan dalam sejarah “habaib” (?) , syarifah masih mempunyai pertalian nasab dengan bangsa Persi yang cantik jelita. Saat ana menimba ilmu di USA, saya sempat punya kenalan akhwat dari Iran/Persia. Masya Allah, ana mengagumi kulitnya, meskipun utk sorot mata saya masih tetap memberikan nilai lebih untuk akhwat dari Maroko. Jadi sebagai pria normal ana sama dengan antum menggagumi sebagian syarifah-syarifah ini (yg memenuhi kriteria ana).

  381. alex
    31 Januari, 2009 pukul 8:47 pm | #397

    saya tdk tahu mau bcr apa mengenai yang katanya keturunan nabi yang di tulis besar2 di frame- di tempelkan dinding untuk mudah dilihat org . krn ana tdk tahu benar tidaknya . asli atau bikinan.
    yg ana lihat dhohirnya saja . dimana banyak yg jual air berkah -minyakwangi-dll dan kawin sana sini di kampung2. belum lagi gambar entah habis siapa sdg angkat tangan berdo,a dalam papan reklame besar (seukuran papan reklame sampuran mild/rokok jarum) -dan spanduk2 bendera bertuliskan nurul mustofa di sepanjang jalan. dan fenomena lain ; dimana saat bulan maulid-ketika habibnya datang lgsg disambut dengan bunyi petasan /jangoe persis malam tahun baru. eh baru saja lewat konfoi motor mobil -menuju arah pancoran dengan bendera majlis rosululloh , yaah mirip jack mania baru pulang dari lebak bulus atau senayan -sbg org awam mau tanya apa ini semua setrategi politik – iklan bisnis apa murni pengajian /taklim – maaf jgn tersinggung

  382. alex
    31 Januari, 2009 pukul 8:58 pm | #398

    kalau antum tdk jawab, ok lah -pak ali saleh.atau itu tamimi – tolong jawab dong fenomena ini.-sebentar lagi maulid marak dimana mana – dari kampung hingga istana . mudah2an benar2 diisi dengan majlis tak,lim yg benar , bukan menjadi alat propaganda politik atau pun pamer citra keturunan ahlul baik , sebagimana kita mendapat kesan dari ceramah2 maulid tahun2 lalu.

  383. alex
    31 Januari, 2009 pukul 11:03 pm | #399

    sebetulnya saya malas debat soal benar tidaknya org2 yg ngaku cucu keturunan nabi .yang realita aja : septinya ada marketting terselubung (bahasa gaulnya -promosi )dalam acara maulud yg gencar dilaksanakan dimana2-tentunya di rumah maupun masjid /markas magom habaib toh- saya mau tanya sama – ente alkatiri atau halid bawad atau siapapun yg bernama dodol garut tadi itu , kenapa dari marga ente alkatiri tidak ikutan ngadain maulid dan haul ?

  384. Hameed Assegaf
    3 Februari, 2009 pukul 4:21 pm | #400

    Buat ami shaleh kalo mau tau sejarah nasab silahkan datang aja k maktab daimi rabithah alawiyah di tanah abang,mereka punya 40 lebih kitab rujukan masalah nasab alawiyin,baik karangan ulama alawy atau non alawy,bebas siapa aja bisa nanya dan baca,saya punya sbagian,jadi karena anda orang intelek,sbaiknya telaah dulu baru anda ambil sikap,setuju atau tidak dengan mereka,tapi kalo ana pikir mustahil seorang syekh ahmad al khatib,syech abdullah bin ali alhadramy akan dusta,dan dari kitab2 itu pula saya tau kalo datuk saya habib umar as shafy assegaf adalah hbb pertama yg diminta untk pindah ke seiwun dari tarim oleh sultan Bu Tuwairiq al Katsiri dan dinikahkan dengan putri stmpat yg brnama thafleh atas rekomen dari pemuka ulama seiwun syekh umar bamakhramah,dan ditempatkan di kampung sahah sultan,jadi kita ini saudara,dan tentang masalah habaib yg suka nyleneh2 di kampung,ini merupakan beban tanggung jawab kita semua,khususnya kibar habaib,masalah pendidikan itu solusinya saya kira,perlu ditanamkan kpd syubban akan agar jangan mengulang kesalahan2 itu,dan buat umat islam agar dgan tegas menolak kalo ada hbaib yg seperti itu,jangan takut kualat2 sama habib yg nakal dan jahat,takutlah kualat kpada Rasulullah,zaman memang sdh lain,habaibnya sudah lain,masyaekhnya sudah lain,akhawalnya sudah lain,tapi kalo bisa kita pribadi tetap dalam manhaj sahih,dan kalo bisa mengajak yg lain agar tetap dalam manhaj sahih,jadi bukan ana muter2 ana cuma pengen jadi jembatan,pengen semuanya mnyadari duduk masalah yg sbnarnya,ana mau nyari sahib gak mau nyari musuh,ok?

  385. haris
    3 Februari, 2009 pukul 8:56 pm | #401

    kepada ami hamid seggaf yg ane hormati , dulu ana punya guru ust assegaf yg sgt karismatik di pekalongan sekarang sudah wafat . setiap mengenang beliau rasanya mata ini mau nangis -sulit cari pengganti semacam dia .tapi demi melihat habaib yg muda2 ini. jual nama keturunan rosul – bebas dosa – punya freepass ke sorga . kawin sana sini di kampung2 , dan jual airberkah (katanya) serta kerjanya ngobatin orang yang yaah beda tipis dengan dukun. maka rasanya hati ini panas sekali. – maaf saya tidak tanyakan keabsahan keturunan -saya tidak peduli soal itu , tapi masaharakat lihat thohir .untuk ini bisa di lihat di tempat tidak jauh dari ibu kota – spt di cigombong-= cibeduk tapos -cisarua dll. ini aja yg saya prihatin

  386. Hameed Assegaf
    3 Februari, 2009 pukul 11:24 pm | #402

    Akhina haris,ibu saya juga keturunan pekalongan dari masjid nur,klego,memang masalah ini sangat memprihatinkan,dan percayalah bahwa orang2 tua kami kibarul habaib juga sdh memikirkan dan berusaha memberantas hal itu,biarlah untuk mendidik mereka para habaib muda,kita serahkan kepada ulama2 habaib yg kompeten ttg masalah ini,alhamdulilah byk hbb pemangku pon pes dan majlis yg bisa kita mintai tolong,namun sekali lagi kami minta dukungan antm2 agar mengajak sgnap kaum muslimin yg muhibbin agar jangan mau diexploitasi,harus berani menolak kalo memang mereka minta hal2 yg tdk logis,kalo mash tdk brani laporkan kpd pemuka habaib stmpat yg bs mnashati,almarhum abh saya prnah melabrak srombongan mereka ini,2habib 3 masyaekh,yg mengganggu seorang haji kenalannya,kalo kata buya hamka cintailah keluarga Rasul dngan cerdas,jadi kalo antm mmang prihatin dan peduli habaib bantu kami,ana yakin bukan cuma alawiyyin yg akan brtrm kash tapi bahkn Allah dan Rasul yg akan brtrima kash pada anda

  387. haris
    4 Februari, 2009 pukul 8:29 pm | #403

    pak hamid yang kami hormati , sebetulnya kita ini sudah ketinggal zaman meributkan habib-non habid – sayid – non sayid,sementara orang lain sdh kebulan.!pantas kaum kufar mudah sekali memecah belah kita. kami tdk peduli antum dari parsi atau arab – keturunan sayidina ali apa george soros. selama mengucapkan dua kalimat shahadat – anda saudara kami , darah anda kami bela bukan karena kami muhibbin , tapi kami merasa punya saudara se iman. oh yaa ust yg kami maksud ustd muhammad assegaf.- trs terang saya mau nangis kalau mengenang beliau – ketahuilah setiap ada haul-maulid dll ust yang satu ini tidak pernah hadir. dia lebih sering menenteng2 kitab keliling kampung arab , memperingat kan soal ahirat . sungguh saya mau nangis kalau mengenang beliau ini;.

  388. haris
    4 Februari, 2009 pukul 8:37 pm | #404

    ohyaa satu lagi , di daerah tanah abang tempo hari juga ada habib hadi assegaf yang jadi rujukan untuk meminta inasehat agama – hususnya islah dalam keributan waris – perceraian dan sekaligus pengulu saat ada jamaah kawin , ketahuilah beliu sudah wafat. dan jamaah tn abang – krukut-rw belong benar2 mati obor. sementara habaib yang lain sibuk dengan urusan maulid- haul nya sendiri2. -robitoh dengan robitohnhya -jamiat haer dengan urusannya.skarang siapa yang mau di salahkan -inilah wan yang saya katakan kami lihat dhohirnya saja , realitanya saja.bahwa sebagian besar pendukung habib rizik bukan dari sayid tapi dari gabili.

  389. haris
    4 Februari, 2009 pukul 8:46 pm | #405

    terus terang saya cukup kecewa , ada habib assegaf yang tempo hari menghina habib rizig di tv.(entah siapa namanya) -dan menjadi lebih memihak gusdur. terus terang habib rizik orang muda , rumah aja ngontrak ,andaikata dia mau uang , sungguh dia sudah kaya raya . tapi inilah habib yang sangat kami cintai , bukan karena menpromosikan diri keturunan ahlul bait – tapi karena perjuangannya yang tulus. – selamat berjuang habib rizig ribuan gabili di jakarta siap mati bersamamu – karena li ilai kalimatillah , bukan tujuan bela habib.

  390. dodol garut
    5 Februari, 2009 pukul 12:51 pm | #406

    ali saleh yang bekerja di tempat terhormat.( saya rasa semua pasti setuju bahwa semua pekerjaan dengan niat ibadah dan dengan cara yang baik/ halal adalah terhormat)

    penjual minyak wangi adalah pekerjaan yang terhormat.jangan di hina.siapa tau jid ente dulunya bekerja dengan menjual minyak wangi. atau jid ente ternyata ada menikah dengan perawan kampung.
    nanti seperti pepatah “menepuk air,terpercik muka sendiri”

    jangan sombong dengan pekerjaan anda. bisa di cabut oleh ALLAH dengan sekejab.

    ali saleh alkathiri yang terhomat, terlihat sekali kebencian anda kepada kaum sayid. saya tidak tau apa penyebabnya di diri anda.
    irihati atau dengki? anda yang bisa menjawabnya..

    tetapi jangan lupa, kaum masayekh juga banyak menimbulkan masalah.bahkan jauh lebih banyak.silahkan anda lihat di lokasi peristirahatan di puncak gunung(puncak,tretes, dll). siapa yang melakukan tindakan amoral?..hanya karena memiliki wajah arab, orang awam menganggap habib…siapa yang rugi?…dan yang lebih parah, oknum dari kaum anda mengaku habib agar bisa menipu orang desa tersebut.

    siapa yang berburu perawan desa? SIAPKAN KACA DI DEPAN MUKA ANDA….
    perlu saya sebutkan siapa saja oknumnya?famnya?……….

    itu adalah kelakuan sebagian oknum kaum masayekh.mudah-mudahan bukan anda..

    lebih baik kita sebut yang bermasalah ini sebagai oknum. jangan disama ratakan.

    sungguh..saya katakan, anda hanya mengetahui kulitnya saja mengenai sayid/habaib. dan dengan pengetahuan yang minim, anda sudah membuat suatu analisa yang salah.

  391. chaled baawad
    5 Februari, 2009 pukul 8:25 pm | #407

    nah terbukti sekarang!!! fahem ana apa profesi si dodol bandot…,jd gimana rekomendasi yg ana minta kemarin??, ada yg mirip2 ama harem2 arya(farsi) gak?, ato kerabat nt yg jd patner nt lah..

  392. dodol garut
    6 Februari, 2009 pukul 9:22 am | #408

    tanpa ana sebutkan akhirnya terjawab pertanyaan ana siapa oknumnya…jelas nama dan famnya :)

    —quote—
    391.chaled baawad – 5 Februari, 2009
    nah terbukti sekarang!!! fahem ana apa profesi si dodol bandot…,jd gimana rekomendasi yg ana minta kemarin??, ada yg mirip2 ama harem2 arya(farsi) gak?, ato kerabat nt yg jd patner nt lah..
    —unquote—

    maaf…chaleed baawad, ana gak seperti antum…minta rekomendasi hanya untuk maksiat…silahkan kalau mau maksiat…jangan ajak orang lain…

    taruh kaca di muka ente, gak laku yaa sama harem yang baik-baik…

    btw,diskusi kayak gini sampe kiamat juga gak abis.. ;)

  393. chaled baawad
    6 Februari, 2009 pukul 4:37 pm | #409

    ya dodol, ahli mut’ah macam nte sebaiknya pecahkan cermin tempat nte berkaca lantas basuhkan serpihannya di wajah nt.. biar gak kaget karena wajah nt akan jauh lebih buruk dineraka nanti!!, pantesan Ipah2 yg baik2 ahklaq nya pada emmoh dinikahin ama habib yg modelnye BUAndot macam nt..(dasar biang herpes)..,btw ada bahasan diskusi laen gak??, kt bahas profil farouck balsara yuk..,salah satu tokoh fenomenal bangsa arya abad ke 20 selain aldoff hittler dan ayattullah khomeni (al mousawi).

  394. dodol garut
    6 Februari, 2009 pukul 5:18 pm | #410

    chaled baawad, perkataan/tulisan ente merujuk quote di bawah menunjukkan kualitas intelektual, kualitas kepribadian dan kualitas keimanan yang ternyata terbukti memang di bawah standart.

    ana tidak bisa membayangkan dari mana ente belajar kata-kata tersebut. mudah-mudahan bukan dari leluhur ente yang dari hadramaut (?!). ana yakin mereka tidak seperti itu. (btw, ente kan oknum…)

    silahkan kalau masih ada yang berminat diskusi dengan chaled baawad. resiko di tanggung sendiri lhoo.

    –quote–
    ya dodol, ahli mut’ah macam nte sebaiknya pecahkan cermin tempat nte berkaca lantas basuhkan serpihannya di wajah nt.. biar gak kaget karena wajah nt akan jauh lebih buruk dineraka nanti!!, pantesan Ipah2 yg baik2 ahklaq nya pada emmoh dinikahin ama habib yg modelnye BUAndot macam nt..(dasar biang herpes)..,btw ada bahasan diskusi laen gak??, kt bahas profil farouck balsara yuk..,salah satu tokoh fenomenal bangsa arya abad ke 20 selain aldoff hittler dan ayattullah khomeni (al mousawi).
    –unquote–

    untuk yang membaca, silahkan anda nilai sendiri dan maaf kalau ada salah kata.

    chaled baawad, belajar lg yaa…dan mungkin ente perlu ikut kursus kepribadian..ato ente memiliki kepribadian ganda?… ;)

  395. firdauz bsa
    6 Februari, 2009 pukul 5:57 pm | #411

    kalo di liat2, comments dr chaled baawad & dodol garut kayak pertengkaran anjing sm kucing.
    chaleed ibarat anjingnya & dodol ibarat kucingnya.anjing mengejar kucing dng penuh amarah, tapi gak bisa nangkep kucing, malah si kucing menghindar dg memberikan serangan balik. anjing d serang balik malah tambah marah.

    konyol loe be2,kayak tom&jerry……hahahaha

  396. chaled baawad
    7 Februari, 2009 pukul 10:11 pm | #412

    dodol nte gak usah pake kata2 klise lah..,yg harus belajar lg tu nte tepuk dada tanya diri katenye nte masih turunan saharbannu bt kisra yasdegrid..koq nte buta akan sejarah bangsa arya? itu otak tambahin wawasan lg deh yaa…mungkin nte nanti bisa buka majelis ilmu yg mengulas superiornya ras bangsa arya atas bangsa lainnya dimuka bumi ini di hadapan muhibbin2 nte.., buat f.bsa hua hahahaha..

  397. galeb basyaiban
    8 Februari, 2009 pukul 12:43 pm | #413

    ass.wr.wb.buat hamid,ana pngn kenal ma nt.nt tinggal dmn bib…buat sohib2 yg lain jg.spesial buat ssorg yg merasa aja[basyaiban dari surabaya],tlg jgn ngaku2 habib sblum nt cek dulu nasab nt di badan peneliti nasab semisal robitoh alawiyah /naqobatul asyroof di jln kalibata selatan jaksel.malu dong klu ma diri sendiri gak tau,malah pake nama blkg fam kami.ass.wr.wb

  398. galeb basyaiban
    8 Februari, 2009 pukul 1:54 pm | #414

    setelah baca artikel di alaminjogja seperti yg di sarankan faris alaydrus saya pikir itu cukup jelas bahkan lebih,demi menjelaskan tentang pernikahan kaum alawy.adapun bagi yg ga setuju silahkn tp hargailah pendapat kami.perlu di ketahui bahwa cinta kpd rasul saw itu di perintahkan&sebagian dari mencintai seseorang,adalah mencintai apa yg dicintainya.skrg adakah seseorang yg tidak mencintai anak cucunya?saran saya silahkan baca artikel yg di sebut faris.wallahul muwaffiq wassalam.

  399. Maula Arsy
    8 Februari, 2009 pukul 4:03 pm | #415

    Asslamu ‘Alaikum,
    mohon maaf sebelumnya, saya seorang faqir yang melihat, menyaksikan bahwa kebejatan moral pengurus dan anggota arrabitha masih semena-mena dan sangat tidak profesional dalam mengurus nasab keluarga alawiyin yang ingin mengurus nasabnya. bahkan beberapa orng arrabitha langsung memvonis bahwa keluarga tersebut palsu nasabnya. padahal org arrabitha tersebut belum mengecek atw konfirmasi dan mencari kebenaran nasab keluarga tersebut dari hadramaut, yaman atw dari ahli nasab mereka yang katanya kasyaf akan nasab alawiyin. nasab keluarga tersebut dulunya oleh kakek mereka dibuat dan didaftar disana pada tahun 1943, tapi tidak pernah didaftar lagi setibanya di Indonesia. Berarti organisasi nasab ini yang ada di Indonesia PALSU, karena buktinya kalian tidak bisa konfirmasi dengan ahli nasab dan database nasab di dunia. saya mewakili keluarga tersebut bahwa keluarga tersebut mampu menunjukkan bukti2 otentik dengan adanya nasab asli dari hadramaut (dengan stempel asli) berupa lembaran karton (100 cm X 50 cm). bagaimana kalian mampu bertanggung jawab kepada ALLAH, RASULULLAH S.A.W. & HABABA FATHIMAH serta keluarga tersebut tentang ke-aroganan dan kebejatan kalian yang berani melakukan hal tersebut???????

  400. Maula Arsy
    8 Februari, 2009 pukul 4:23 pm | #416

    Asslamu ‘Alaikum,
    mohon maaf sebelumnya, saya seorang faqir yang melihat, menyaksikan bahwa kebejatan moral pengurus dan anggota arrabitha masih semena-mena dan sangat tidak profesional dalam mengurus nasab keluarga alawiyin yang ingin mengurus nasabnya. bahkan beberapa orng arrabitha langsung memvonis bahwa keluarga tersebut palsu nasabnya. padahal org arrabitha tersebut belum mengecek atw konfirmasi dan mencari kebenaran nasab keluarga tersebut dari hadramaut, yaman atw dari ahli nasab mereka yang katanya kasyaf akan nasab alawiyin. nasab keluarga tersebut dulunya oleh kakek mereka dibuat dan didaftar disana pada tahun 1943, tapi tidak pernah didaftar lagi setibanya di Indonesia karena menurut keluarga tersebut apa yang mereka punya sudah cukup. tapi nyatanya begitu mau didaftarkan lagi, arrabitha langsung memvonis. Berarti organisasi nasab ini yang ada di Indonesia PALSU, karena buktinya kalian tidak bisa konfirmasi dengan ahli nasab dan database nasab di dunia. saya mewakili keluarga tersebut bahwa keluarga tersebut mampu menunjukkan bukti2 otentik dengan adanya nasab asli dari hadramaut (dengan stempel asli) berupa lembaran karton (100 cm X 50 cm). bagaimana arrabitha mampu bertanggung jawab kepada ALLAH, RASULULLAH S.A.W. & HABABA FATHIMAH serta keluarga tersebut tentang ke-aroganan dan kebejatan arrabitha yang berani melakukan hal tersebut???????

  401. galeb basyaiban
    8 Februari, 2009 pukul 10:22 pm | #417

    ass.wr.wb.jangan berburuk sangka pada arrabithoh dulu ataw mencaci,coba telaah kembali.rabitah punya buku induk yg mana semua alawiyin tercatat di dalamnya & mereka juga punya pemimpin serta pengurus2 yg ahli dlm bidang nasab.adapun penolakan mereka musti beralasan.kalo soal stempel di buat juga bisa,jgnkan stampel uang aja bisa di palsu,telor asin aja ada setempelnya.kalo di rabitah\naqobatulasyroof ada pasti di hadramaut juga ada.cobalah kalo memang nt berminat,sebentar lagi ada rapat alawiyin se asia di bogor,coba nt ikut.wassalam.

  402. ali Shaleh
    8 Februari, 2009 pukul 11:57 pm | #418

    Ya Chaleed dodol semakin di-ingatkan semakin kelihatan “pas-pas an”-nya, jadi apa hendak dikata lagi ? Pencerahan-pencerahan yang telah kita berikan disikapi lain, kita diposisikan sebagai orang yang iri/dengki.Kenapa harus iri?

    Ya Allah, ENGKAU telah memberikan dan menunjukkan batas yang haq dan batil dengan jelasnya dan ENGKAU telah lengkapkan risalah perintahMU melalui TELADAN BERCAHAYA Rasulullah SAAW, Salam dan Shalawat atas beliau junjungan mulia.

    Ya Allah berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad,isteri-isteri dan keturunannya,sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada Ibrahim. Dan berikanlah berkah kepada Muhammad, isteri-isteri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan berkah kepada Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji dan Mahamulia (HR. Malik dalam al-Muwaththa’ (I/52, no.66), al-Bukhari (no.3369, Fat-hul Baari VI/407, Muslim (no.407 (69)), Abu Dawud (no. 979) dan selainnya. Lafazh tersebut adalah riwayat Muslim dari Abu Humaid as-Sai’di ra.).

    Ya Allah Engkaulah yang maha menutup dan membuka aib suatu kaum. Saksikanlah Ya Allah, kami telah berusaha untuk membuka mata-hati kaum yang selalu merasa lebih “langit” dari pemilik “langit” yang sebenarnya. Kaum yang selalu membawa kesana-kemari stempel “atas nama keturunan orang termulia di dunia” untuk sekedar mempertahankan “pengormatan” dan “penghidupan” semu.
    Lepas sudah tanggungjawab kami pada titik ini dalam mengingatkan mereka, Ya Allah. Berikanlah kekuatan pada kami untuk selalu menyuarakan yang Haq dan bathil sebagaimana yang ENGKAU dan RasulMu mau.

    np.
    Dodol, kenapa ente masih banci, ogah menyebutkan identitas aslinya, hebatan firdaus dong, jika ada waktu ana akan sambung lagi sekaligus untuk lebih

  403. galeb basyaiban
    9 Februari, 2009 pukul 9:28 am | #419

    assalamualaikum.wr.wbhamdan lillah.rasullulloh s.a.w bersabda”man intasaba ila ghairi abiihi awintama ila ghairi mawaliihi faljannatu charomun alaihi”.barang siapa mengaku nasab pada selain bapaknya atau membangsakan diri pada selain tuannya maka sorga haram baginya.hadist bukhari[cari;en di sahih bukhari mulai awal sampe ahir pasti ketemu].ana cuma mau nyampaikan,karena amar ma’ruf di perintahkan tapi hidayah hanya milik allah.kalo soal iri ataupun sombong ataupun dosa2 lain apalagi yg bersifat batin,apakah manusia yg diserahi tentang itu semua???bukan,melainkan allah yg akan menghisab itu semua.kalau ada seseorang yg menurut dirinya bertingkah lebih baik dari orang lain maka dgrlah hadist yg di riwayatkan dari abi abdirrohman abdillah bin mas’ud.ra.rasululloh s.a.w.bersabda”inna ahadakum yujma’u holkuhu fi batni ummihi arbaiina yauman nutfah,tsumma yakunu alaqotan mitsla dzalik…”al-hadist[hingga beliau bersabda]“fawallahilladzi lailaha ghoiruhu,inna achadakum laya’malu biamali ahlil jannati chatta ma yakunu bainahu wabainaha illa dziro’un fayasbiqu alaihilkitab faya;malu biamali ahlinnari fayadhuluha…”al-hadist[arbainannawawi hadist keempat dari muslim].”…….maka demi allah yg tiada tuhan selain dia,sesungguhnya salahsatu dari kalian akan beramal dgn amalnya ahli sorga hingga tiada diantara dirinya&sorga kecuali sesiku.kemudian kitab[taqdir]mendahului atas dirinya maka dia beramal dgn amalnya ahli neraka&masuklah dia di neraka…..”.[naudzubillah min dzalik].buat sohib2 semua ana pingin nambah teman nih disini;galebbasyaiban@yahoo.co.id wallahu a’lam.wassalam wr.wb

  404. dodol garut
    9 Februari, 2009 pukul 10:16 am | #420

    chaled baawad, nt di samakan/diperumpamakan binatang (anjing) kok malah ketawa?!
    kalau di tarik kesimpulan nt sama dengan anj*** (tidak tega ana nulisnya)

    apa nt gak faham maksudnya atau pemikiran nt gak sampai ke sana…

    @ firdaus, persamaan yang antum buat terlalu kasar…nanti ada yang tersinggung…tapi ana gak …tenang saja…namanya juga diskusi..(tidak tau kalau chaled baawad..nanti sumpah serapahnya keluar lagi)

    @ ali saleh, sudah kehabisan kata-kata ya? mesti buka buku dulu?….

    pembahasan sampai di sini aja, sudah melenceng jauh semuanya….bukannya gak berani,tapi sudah tidak ada manfaatnya….untuk semuanya yang membaca,maaf kalau ada salah kata

  405. ali Shaleh
    10 Februari, 2009 pukul 1:14 am | #421

    Dol, kamu orang yang suka mensimplikasi masalah, dan suka menyimpulkan sendiri, seolah-olah itulah kebenaran. Meski saya berbeda pendapat dengan tuan guru Hamed Assegaaf, tapi saya appresiasi penuh kepada tuan guru ini. Jadilah seperti tuan guru, boleh berbeda pendapat, tetapi tetapp mengedepankan cara yg apik dan terpuji. Itulah ahlak. Itulah peradaban.

    Orang sah untuk berargumentasi, orang sah menguji dogma dan fakta-fakta empirik, menyatakan setuju atau tidak setuju sepanjang diperkuat dengan data dan literatur, meskipun sumber rujukan tersebut bisa dimaknai berbeda oleh masing-masing kita .

    Terus terang bila kita bangun diskusi ini dengan semangat yang bagus, ini bisa menjadi referensi peradaban ke depan. Saya pernah mengambil beberapa bagian dari diskusi ini danmengkomunikasikan dengan beberapa aktifis Islam dan rata-rata menyatakan perlu menindaklanjuti, meskipun sebagian besar dari mereka semakin merasa tahu bahwa meletakkan “kebenaran atas nama keturunan” adalah salah besar bahkan bisa menjadi dosa besar terutama dosa terhadap peradaban ummat ini.

    Dodol, terus terang saya ingin banyak menjawab tuduhan dan opini kacau yang kau tuliskan tetapi sayang karena saya sedang menyiapkan suatu hajat besar menggelar diskusi bersambung tentang Gaza bersama beberapa ormas Islam , jadi saya cukupkan untuk tidak berpanjang lebar dulu, karena menyukseskan hajat Gaza menurut saya lebih mulai dan urgent dibandingkan “menyadarkan” kamu dengan segudang dogma sesatmu.

    Apa yang aku tulis sama sekali tidak didasari rasa iri/dengki secuilpun. Kanapa harus iri ? Saya sudah mencukupkan kebanggaan saya sebagai Bani Al-Kathiri sama dengan tuan guru Chaleed Bawaad, Kami sama-sama pewaris sah keturunan hadramaut, bukan keturunan para muhajirin yang merampas dan men”dungui” kakek-kakek kami serta merusak tatanan sosial sehingga kohesitas diantara kami sebagai penduduk asli menjadi rapuh adanya. Kenapa kami harus iri? InsyaAllah ekonomi dodol tidak lebih bagus dari kami, jadi apa yang menjadi kami iri dengan kau, ya dodol.

    Tidak ada kelebihan sedikitpun engkau terhadap kami, meski kami tetap menghormati kamu dengan segenap “keterbatasan akal-hati”-mu karena kita saat ini sama-sama terikat dengan syahadat, kalimat pembeda keimanan dan kekufuran. Tidak lebih dari itu. Kamu mau bilang keturunanmu lebih bagus dan mulia dibanding kami itu terserah saja, Anjing mengonggong kafilah tetap berlalu. Siapkan tanggung-jawabmu kelak terhadap Allah, Rasul mulia dan peradaban ummat. Dan InsyaAllah manusia semacam aku, tuan guru Chaleed dan banyak lagi akan tetap eksis menjaga peradaban ini semampunya.

    np.
    Sungguh saya kecewa dengan ente untuk tujuan mulia dalam milist ini kenapa ente enggan menyebutkan identitas aslinya, atau mungkin memang “segitunya” harga kamu.

  406. dodol garut
    10 Februari, 2009 pukul 9:22 am | #422

    –QUOTE–
    Bani Al-Kathiri sama dengan tuan guru Chaleed Bawaad, Kami sama-sama pewaris sah keturunan hadramaut
    -UNQUOTE–

    hahahaha….ali & chaled…..jadi masalahnya rebutan warisan?!
    lucu nt…(lucu banget)…..ntar nt antara masayeh juga pada berkelahi sendiri rebutan warisan…siapa yang paling berhak…seperti anak kecil rebutan permen…

    satu hal,kalau tidak ada habaib,hadramaut tidak akan seperti sekarang…pasti suram…tidak ada cahaya nya…dan ISLAM TIDAK MENYEBAR SEPERTI SEKARANG.
    habaib tidak minta untuk di puja…atau minta penghormatan seperti nt atas jerih payahnya selama ini…tidk minta di akui sebagai pewaris keturunan hadramaut….

    PENGAKUAN ITU AKAN DATANG SENDIRI,tidak untuk di minta-minta….lagian habaib tidak pernah meminta di anggap sebagai pewaris sah hadramaut…dalam setiap tulisan di sebutkan “keturunan ahlul bait datang ke hadramaut” . sayid/habaib keturunan dari AHLUL BAIT. bukan keturunan hadramaut.

    JELAS?!

    apa ada masayeh yang keluar hadramaut untuk dakwah? mungkin hanya ahmad surkati(?!)itupun memecah belah umat…hampir semua untuk BERDAGANG.

    btw,sebagai pewaris…nt pernah lihat yang di mewariskan?hadramaut?…

    ana yakin nt gak akan minat…yang nt minat hanya dubai,doha atau kuwait…

    sing waras ngalah….monggo…

    • Ayatollah Mbah Marijan
      30 Oktober, 2012 pukul 11:32 am | #423

      Wew, klo ane bantah, berani gak nte memuat postingan ane. Apakah nan Alawi tidak punya indil dalam penyebaran islam di dunia???

      Baca sejarah atau ngarang kitab sejarah harus bisa membaca konteks kejadiannya men..!! jangan seperti pengarang sejarah yang mengatakan “Isma’el belajar bahasa arab dari jurhum” kemudian dipahami bahwa “Ismail tadinya berbahasa Ibrani atau datang dari budaya ibrani”. Jika nte lahir / sejak bayi di inggris, apa mungkin nte belajar bahasa inggris??

      Berapakah jumlah Bani Alawi atau lebih tepatnya keturunan Imam Muhajir di Abad ke 13 sampai abad ke 15M….??? sehingga bisa mempengaruhi bangsa-bangsa lain??

      Masih bnyak pertanyaan ane……

  407. galeb basyaiban
    10 Februari, 2009 pukul 11:51 am | #424

    assalamualaikum.wr.wb.afwan sebelumnya mustinya santri buntet perlu mengingatkan ini,saya menemukan ada sebagaian penulis disini yg mencoba mengartikan alquran menurut kehendak hatinya demi mendasari pendapatnya,ini adalah kesalahan besar.karena bahasa alquran adalah bahasa yg sangat halus bahkan untuk menafsiri tidak cukup hanya dgn mengerti lughat arab tapi harus di dahului dgn menghafalkan tafsir naqli&sima’.kalau murni hanya menterjemahkan saja maka fatal akibatnya.biar saya contohkan,dlm adat jawa sering kita dgr bila org jawa mau lewat dlm sikon yg kurang sopan dia bilang “nyuwun sewu mas..”,kalau kita terjemahkan secara harfiyah pada org betawi yg ga tau bhs jawa tanpa memahami arti dari maksudnya maka org tsb akan salah faham,”minta seribu bang..”bisa2 dikiranya kita ngompas kan???.itu masih perbedaan antara bahasa jawa&melayu bisa anda bygkn klo arab-indonesia.dlm bhs arab lafald ummat memiliki 8 arti {1}seorg laki2 yg sempurna dlm kebaikan yg layak tuk diikuti,allah s.w.t berfirman “inna ibroohima kaana ummatan qoonitan lillah”[nb;sebenernya ana ga boleh nulis alquran dgn huruf spti ini,tp ana ga tau crnya mungkn nanti ada yg mo ngajari].{2}ummat yg berarti masa&zaman.allah berfirman”ila ummatimma’duudah”…..untuk selanjutnya silakan di cari sendiri,di ihya’ul ulumuddin juz awal hal 292.oh ya kalo yg terjemahan ana ga tau halamannya ataw mungkin [maaf]belum di buat.jadi jgn hanya mengandalkan terjemahan.kalau masih ada yg mau ngotot tentang larangan tafsir birro’yi ini silahkan mdgr hadist”man fassarol qur’ana biro’yihi falyatabawwa’ maq’adahu minannaar”hadist dari imam turmudzi termasuk hadistnya ibnu abbas.”barang siapa menafsiri alquran dgn pendapatnya[pendapat yg fasid\rusak yg mencocoki hawa nafsunya bukan dgn ijtihad yg sohih]maka silahkan mempersiapkan tempat duduknya di neraka”.@oh ya ada juga yg tidak suka dgn hadist dhoif,asal tau aja kalo dalam fadoiliyatul a’mal ulama’ sepakat hadist doif boleh di amalkan,coba lihat di syarah alarbain annawawiyah.wassalam.wr.wb.

  408. galeb basyaiban
    11 Februari, 2009 pukul 9:42 am | #425

    assalamualaikum.wr.wb.saudaraku ali saleh alkathiri sepertinya nt anti banget sama baalwi.ada apa ya syeh?apa nt ga pernah dgr ayat yg menuntut kita untuk mencintai ahlul bait&ayat yg melarang kita menyakiti rasulullah s.a.w?apa nt ga prnah baca hadist2 tentang ahlul bait?mulai dari hadist sohih sampe yg doif,yg ga mungkin ana jelasin satu-persatu disini.apakah nt selama ini selalu tetidur ya syeh?,coba deh nt buka mata,baca kitab yg tipiis aja seperti assyaroful muabbad liali muhammad karangannya syeh yusuf bin ismael annabhani.rokhis kok,di bandingkan dgn isinya.adapun soal hormat menghormati,bukan hanya mereka kok yg harus kita hormati.islam juga mengajarkan kita supaya menghormati org yg lebih tua dari kita,para pemimpin kita bahkan orang tua kita sendiri.apakah bila org tua kita memiliki perilaku yg kurang baik,maka bolehlah kita tidak menghormatinya?begitupun habaib mereka trkadang memiliki perilaku yg mungkin kurang berkenan di hati nt,jadi berbesar hatilah syeh…[terkadang alasan org ga mau menghormati org lain karena dia sendiri yg sombong].satu lagi ana mohon nt jgn meremehkan org yg cacat mental,karena dlm kitab tanwirul qulub di sebutkan bahwa mereka ini termasuk org2 yg selamat dari siksa kubur.kalau nt,belum tentu lho syeh….@untuk teman2 yg lain jgn mudah terhasud oleh pihak yg membenci keluarga rasul.ahirul kalam”wa ainurridlo an kulli aibin kalilah-walakinna ainassuhti tubdil masawiya”tatapan dgn didasari rasa cinta kan menutupi setiap aib,akan tetapi pandangan dgn rasa benci menampakkan semua kejelekan”.wallahu a’lam.wassalamu ala manittaba’al huda. nb;hb.hamid assegaf katanya nt punya banyak kitab manaqib nih…apakah nt punya kitab syamsuddhohiroh ?mungkin suatu saat ana boleh mfotocopy nya soalnya di tmpt ana sulit nyarinya.syukron.

  409. Hameed Assegaf
    11 Februari, 2009 pukul 10:54 am | #426

    buat habib ghalib
    ana berdomisili di sekitar jawa timur,asli cirebon,kalo antum berminat sama kitab syamsud dhahirah bisa nanti ana usahakan kopinya,tapi yang punya ana ini adalah ringkasannya dalam bentuk diagram susunan habib Dhiya Syahab,ada juga talkhisus syafi,dan masyra’ rawy,kirim aja alamt nt.nt basyeban dari mana?magelang?

    buat maula arsy
    Sakit ya bib kalo kita yang sudah berkeyakinan kalo kita memiliki nasab Rasulullah seperti itu,tiba2 ada pihak yang menolaknya,ana bisa pahami sebab ana pernah juga menyaksikan itu terjadi pada kerabat dekat ana sendiri,jadi memang walaupun maktab daimi rabithah harus berhati2 dalam mensahkan nasab seseorang tapi juga seyogyanya pihak rabithah harus lebih bijaksana dalam menyampaikannya,jangan langsung memvonis,paling tidak bilang saja kalo nasabnya masih dicari atau mauquf sampai ada bukti2 yang selanjutnya,dan kalo memang antum punya bukti yang otentik ahsan segera saja antum bawa dan buktikan di maktab daimi,
    diluar itu semua sesunggguhnya hal yang harus kita takutkan adalah apakah nanti kita di akhirat Ar Rasul akan mengakui kita sebagai zurriyahnya????kalo didunia amal perbuatan kita mrakbal abiss seperti ini,dan alangkah bahagianya orang yang di dunia tidak pernah tahu kalo dia adalah zuriyyah Rasul tapi kemudian justru di akhirat Rasul mengakuinya sebagai zuriyyahnya.

    Buat dodol garut,
    kirimin dodolnya dong…….

    buat khalid
    Lid nt kenal sama Ami Thoriq Baawad ? Caleg PKB Muhaimin? lain sama nt lid dia lengkeeeet banget sama kiyaiyyin dan habaib

    buat ali bin saleh
    antum jangan mau dong disebut keturunan orang dungu,jangan hanya untuk mendukung pendapat su’udiyyun wahabiyuun yang membenci habaib yang direpesentasi oleh mereka sama dengan asyraf makkah yang mereka musuhi kemudian antum rela mengatakan kalo orang hadramaut itu di dungu dungui oleh almuhajir,demi Allah justru guru2 Faqihul Muqaddam adalah ulama2 hadramaut syech Bamarwan,Syech Ba Issa,dll,Golongan mereka BA MARWAN, BA ISSA,BA FADHL,AL AMUDI, ini disebut sebagai MASYAEKH yang artinya adalah GURU GURU,SEKALI LAGI MEREKA BUKAN ORANG-ORANG DUNGU……,Dan mereka menyambut kedatangan habaib bukan karena mereka dungu tapi karena mereka berilmu tinggi dan dan berakhlak mulia,dan karena mereka ini pun bernasab mulia, diceritakan dalam beberapa buku nasab bahwa beberapa dari mereka bernasab kepada sahabat Abu Bakar As Shiddiq as,dan para sahabat nabi yang lain,

  410. Mukhlis
    12 Februari, 2009 pukul 2:08 pm | #427

    asslamu’alaikum
    maaf saya tidak menggunakan bhs arab serapan( ana, antum, dll)..saya stuju dengan komentar al_kaff, mengenai banyak nya habaib yang menyaalah gunakan predikat mereka,dan sy kurang setuju dengan pndpt yang bilng semua habaib itu penyabar, sebagai bukti
    sepupu saya menikah dengan salah 1 habib di jkt, tapi apa yang dia dapat bukan diperlakukan sebagai istri, dia malah di perlakukan tidak manusiawi,karena suami nya yang tempramen, arogan, menganggap selain habib semua nya hina.selidik punya selidik, ternyata awalnya sepupu saya di cekoki kata ” cintailah habib, dengan begitu anda akan di cintai rosul,jgn membuat sedih habib, karena rosul akan bersedih”oleh para pengajar di pesantrennya yang kebutulan komunitas pengajarnya adalah habaib.suatu hari habib tersebut meminta hal yang tidak senonoh padanya, karena doktrin yang selama ini di ucapkan tim pengajar, akhirnya dia rela melepas harta wanita satu-satunya itu,beberapa bulan kemudian mereka menikah, tapi dgn alasan tertentu si habib bil ckup dgn nikah sirrih, itu pun tanpa mahar.tahun ini usia pernikahan mereka yang ke 5…sepupu saya tersebut sudah sering minta cerai tapi si habib bilang,” ana tidak akan cerein ente, sblm ana dpt pengganti yang lebih dari ente…?
    dari kejadian tersebut”
    1. apakah habib biadab itu masih pantas di agung2kan?
    2. bukan kah dalam al-qur’an ada ayat yang menerangkan tentang mahar bagi wanita”
    3. Rasul memang mewasilahkan kita agar menjaga dan menyayangi keturunannya. Namun bukan berarti ada pengkastaan dalam Islam.
    dan jika jalan teraman untuk membela mereka dgn bil” namanya juga manusia, mana ada yang sempurna”saya menganggap yg berkata itu orang yang plin plan.

  411. galeb basyaiban
    12 Februari, 2009 pukul 4:19 pm | #428

    assalamualaikum.wr.wb.buat habib hamid;alamat ana di sidosermo dalam no 32 wonocolo surabaya @ buat pertanyaan di atas;menurut saya ini pertanyaan yg gak lengkap mirip pertanyaannya anak2& terlalu mengada-ngada…&saya tdk percaya kalo ada habib semacam itu,bila memang bnr2 habib. tapi tetap saya beri jawaban;seandainya ada al-quran[mushaf] yg rusak,apakah boleh anda menginjak2 al-quran tsb?begitu pula habaib,semua ayat&hadist tentang ahlul bait tdk ada yg menganjurkan;hanya mereka habaib2 yg baik,ataw yg tampan ataw yg punya hidunglah yg harus di sayangi.tapi semua ahlul bait harus kita cintai walaupun jelek,cacat,ataw ga punya hidung mungkin. @sekarang,,ini pertanyaan saya”coba cari ayat dari al-quran atau alhadist yg menentukan hanya habaib yg baiklah yg harus di cintai”coba jwb pertanyaan saya inii aja..oh ya,jgn plin plan..ya

  412. M.FATKHI BIN HAMID
    12 Februari, 2009 pukul 10:37 pm | #429

    ASSALAMU ALAIKUM WR,WB.
    SALAM SILATUR ROHMI BAGI SEMUA UMAT ROSULLAH SAW DI MANA SAJA WABIL KHUSUS AHLUL BAIT ROSULLAH SAW.
    “SESUNGGUHNYA ALLAH SWT MELETAKKAN KEJAYAAN&KESUKSESAN DUNIA LEBIH-LEBIH DI AKHIRAT HANYA ADA PADA AMAL AGAMA YANG SEMPURNA SEBAGAIMANA YANG TELAH DI SAMPAIKAN OLEH BAGINDA ROSULLAH SAW DAN PARA SAHABAT RA,UMAT AKHIR ZAMAN BELUM BISA MENGAMALKAN AMAL AGAMA SECARA SEMPURNA KARENA BELUM MEMILIKI 6 SIFAT.
    “6 SIFAT ITU ANTARA LAIN:………HARUS FAHAM ARTI,TUJUAN DAN MAKSUDNYA!!!
    1.YAQIN TERHADAP KALIMAT TOYYIBA LAAILLAHA ILLAH MUHAMADUR ROSUL ALLAH.
    2.SHOLAT KHUSU’ WAL KHUDHU’.
    3.ILMU MA’A DZIKIR
    4.IKROMUL MUSLIMIN
    5.TASKHI KHUN NIAT
    6.DA’WA WAT TABLIGH
    “SETIAP SIFAT DI PELAJARI ARTI,MAKSUD,FADHILAH&CARA MENDAPATKANYA.

  413. Ali Saleh
    12 Februari, 2009 pukul 11:26 pm | #430

    Mid sebelum ana panjang lebar menjawab email ente dan masih ounya hutang kepada Mr. dodol unutk “meminterkan” dia. tolong ente cermati e-mail basyaiban yg terakhir dengan jernih akal-hati, lalu jawablah dengan sebenarnya jangan bersikap untuk tasyayu…
    ana quote pendapat basyaiban….:
    “……semua ayat&hadist tentang ahlul bait tdk ada yg menganjurkan;hanya mereka habaib2 yg baik,ataw yg tampan ataw yg punya hidunglah yg harus di sayangi.tapi semua ahlul bait harus kita cintai walaupun jelek,cacat,ataw ga punya hidung mungkin. sekarang,,ini pertanyaan saya”coba cari ayat dari al-quran atau alhadist yg menentukan hanya habaib yg baiklah yg harus di cintai…..”

    Sebelum saya bertutur panjang silahkan meneer Hamid menjawabnya terlebih dulu, semangat dan pemahaman basyaiban ini kok beda dengan pendapat-pendapat ente seblumnya, mana yg benar?

    Kalau saya pribadi pendapat basyaiban ini sungguh sangat merusak peradaban ummat, habib bahlul kaya basyaiban ini harus segera ente cerahkan atau menjadi bumereng dari sikap kepura-puraan bani muhajir………. Wallahu ‘alam bishawab…

  414. galeb basyaiban
    13 Februari, 2009 pukul 11:03 am | #431

    assalamualaikum.wr.wb.ali shaleh;udah baca kitabnya ta?kalau mau punyaku ambil aja ga pa2 kok….oh iya biasanya kalau org udah kalah dalam hujjah ya begini ini,suka menolak dalil2 ataw bahkan meremehkannya,kalo dlm bahasa jawa di sebut “ngentah2hi” inilah bukti kurangnya kesadaran&minimnya pengetahuan ttg agama.@buat habib hamid,dodol garut,ali saleh,mr.plin plan&semua juga,sebenarnya ada yg tidak kalah berguna untuk dibahas bersama&insya allah akan menambah wawasan kita;marilah kita tela’ah bersama2 semisal ayat al-quran “qul laa as’alukum alaihi ajroo-illal mawaddata fil qurba”ataw ayat2 yg lain juga boleh.nanti kita bahas dari mulai asbabunnuzulnya,secara qoidah nahwunya,ilmu maaninya,hingga arti&hikmah2nya & di ambil dari mana pendapat2 tsb,lalu kita utarakan pendapat masing2 & pendapat siapakah yg patut untuk di ikuti.ini semata2 demi menambah motivasi kita untuk mengenali agama islam karena kita tau,tak kenal maka tak sayang…allahu a’lam

  415. Mukhlis
    13 Februari, 2009 pukul 6:41 pm | #432

    assalamu’alaikum…
    sebelum saya menjawab pertanyaan dari galeb basyaiban, saya mau tanya dulu perbedaan antara mencintai dan mendewakan? jika anda tidak percaya kisah yang saya ceritakan sebelumnya, silahkan anda datang ke daerah bukit duri-tebet( jakarta )

  416. Fadel al-Kathiri
    13 Februari, 2009 pukul 8:18 pm | #433

    Ana dari Bani Kathiri, perlu antum2 ketahui Bani Kathiri bukan wahabi dan kami adalah sahabat-sahabat Alawiyyin. Sejak masa lalu kami bukan musuh dan pembenci-pembenci alawiyyin.

  417. galeb basyaiban
    13 Februari, 2009 pukul 8:56 pm | #434

    assalamu alaikum.wr.wb.@di riwayatkan dari ibnu abbas;beliau berkata;;”org2 anshor berkata”maka berucaplah kami&berbuatlah kami”se-akan2 mereka menyombongkan diri.kemudian ibnu abbas berkata”kami memiliki keutamaan di atas kalian”sehingga sampailah hal tsb pada rasul s.a.w.kemudian beliau mendatangi mrka[kaum anshor]&bersabda”wahai org2 anshar,bukankah sebelumnya kalian adalah org2 hina kemudian allah memulyakan kalian dgnku?”shbat2 anshar berkata”iya rasululloh”rasul bersabda”kenapa kalian tdk menjawabiku?”mrka bilang”apa yg akan saya ucapkan ya rasulalloh?”rasul bersabda”kenapa kalan tidak berkata:apakah kaummu tdk prnah mengusirmu hingga kmudian kami mberimu tmpat tinggal?apa mrka tdk menganggapmu bohong kenudian kami membenarkanmu?apa mrka tdk pernah merendahkanmu kenudian kami menolongmu?”.maka tdk henti2 rasul bersabda hingga sahabat anshar jatuh diatas lutut mrka&berkata”harta2kani&apapun di tangankami bagi allah&rasulnya”.kmudian turunlah ayat”qul laa as’alukum ajroo illal mawaddata fil qurba”ucapkan wahai muhammad aku tidak meminta kalian upah akan risalah kecuali kecintaan kalian terhadap crg2 yg memiliki kerabat dgku”{{{disebutkan dlm addurul mantsur dari ibnu abbas;sahabat bertanya” ya rasullulloh,siapakah kerabatmu yg wajib kita cintai itu?”beliau bersabda”ali&fatima&kedua anaknya”}}} ali alkathiri;atas dasar inilah mungkin kenapa jid2 nt mau menerima ahlulbait di yaman,bukan karena kebodohan yg menurut ente ga boleh terulang justru karena iman di hati mereka.@adapun mengenai sabda beliau”seandainya fatima binti muhammad mencuri,maka mustilah kupotong tangannya”.hadist ini tentang alhuquq almasyruiyyah atau dsebut haqqulloh jadi kalo seandainya mereka melanggar haqqulloh ya harus di tegasi contoh;mencuri=klo mencapai nishobnya sariqoh ya di potong tangannya dll.adapun selama ini yg saya tangkap dari antum2 adalah haq2 adami,klo haq adami ya terserah org yg punya hak,contoh;htang.tapi yg yg trbaik adalah merelakannya,jgn melihat mrka tapi lihat rasul pantaskah bila rasul menyampaikan risalah padamu&beliau tdk meminta upah apapun kecuali meminta kalian mencintai kerabat2nya.tapi kau malah mencela mereka,menghina2 anak cucunya?kau biarkan sebagaian diantara mereka terlantar hingga mencari uang dgn ssuatu yg ga pantas dgn martabat mrka&kau hina mereka menjual buhur2,minyak dll,sedangkan dirimu bernandikan harta&lebih dari itu kau musuhi anak cucu rasulmu….wahai saudaraku2 dgn muka apa kau bertemu rasulmu kelak{{{@ini masih sepercik dari asyaroful muabbad&insya alloh ana akan nyambung lagi}}}habib hamid;ana pngin lebih kenal sm ente,sbnrnya ana lebih kenal sama org2 naqobah bukan rabitah&alhamdulillah ana udah zuwad hareem ana baharun runahnya di kawasan ampel.sukron

  418. galeb basyaiban
    13 Februari, 2009 pukul 10:56 pm | #435

    buat fadhel alkathiri;kenalkan juga ana galeb dari basyaiban baalwi-sebenarnya ana juga ga ada permusuhan dgn masyayih,&semua masyarakat,bahkan nenek2 ana asli org jawa semua.ana ikut di sini juga pngin punya banyak tmn.oh ya biar kita lebih kenal ,klo boleh tau nt berdomisili di mana?@buat dodol garut;kayaknya ente dari baalwi juga ya…klo ana boleh tau ente dari fam apa?emangnya ente tinggalnya di garut ya bib..

  419. chaled baawad
    13 Februari, 2009 pukul 11:12 pm | #436

    ya hamed, ana sih gak ada masalah ama habaib lagipula kel. ana byk dr kalangan allawiyin..,tapi itu bacot asbun dodol bandot macaM Comberan !!setahu ana biang2 herpes yg melegalkan mut’ah spt dodol itu adalah antek2mullah syi’i!!, eh dodol nte termasuk org2 transexsual ya yg dah di amputasi “anu” nya koq sembunyiin nama kyk malu ama jati diri sendiri???( satu hal lg muawiyah itu lebih deket hub. kekerabatanya ama nte wong sama2 org Quraisy!!!, koq di hub. kan ama leluhur org2 asli Hadramaut???),nte belajar lagi deh sebelum komentar…,soal si firdauz bsa tadi ” wah ada B#b# ngomentarin haiwan yg lain”. hua hahaha..ana cinta buta ama mullah2 zarrahustra macam nte. Hazzel tov!!

  420. Erwin
    15 Februari, 2009 pukul 5:09 am | #437

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Sungguh Alloh SWT tidak pernah memilih milih dan membedakan mukmin dengan pangkat,golongan,dan dunia nya.barang siapa seorang mukmin beriman dan bertakwa kepada Alloh SWT.maka Dia lah yang akan jadi Wali bagi saudara saudara muslimnya.

    Saudaraku semuanya,mulia nya seorang mukmin di hadapan Alloh SWT,adalah karena Iman dan Taqwa Kepada-Nya.

    Ingatlah dosa yang paling besar adalah dosa syirik.
    Kiranya Alloh SWT menghindarkan kita dari dosa -dosa syirik.

  421. Ridwan
    16 Februari, 2009 pukul 12:19 pm | #438

    Assallamuallaikum Wr Wb
    Mohon Doa Dari antum ana sekarang bersama guru ana Al Habib Husein Bin Muhammad Bin Ahmad Assegaff merupakan Cucu Habib Ahmad Muhsin Assegaff bersama majelis Ta’Lim & Dzikir AHBABU RASULLILLAH kami setiap Jumat Malam Sabtu Ba’da Isya selalu keliling dari kampung kekampung kalau Ana Mau Hadir Silakan hubungi saya Di telp 021 – 68358954 Hp. 08888 423493
    Ana berdoa semoga antum sehat semua dan dalam lindungan ALLAH SWT

    MAJELIS TA’LIM & DZIKIR
    AHBABU RASULLILLAH

    Jl . Kebagusan Jagakarsa Gang Langgar III Jak Sel
    Telp 021 – 683 58954

    Wassallam

    Ridwan

  422. Murkidjo
    16 Februari, 2009 pukul 12:27 pm | #439

    Siapa Yang Engga Suka Dengan Perjuangan Dan Dakwah Para Habaib Adalah Orang Yang Sudah Terkena Virus Yahudi & Nashrani Hati2 Memecah belah Umat Seharusnya ucapan itu di tujukan kepada JIL ( Jaringan IBLISH laknatulloh )

  423. haris
    16 Februari, 2009 pukul 7:24 pm | #440

    kepada para habaib, ingatlah, bahwa antum tidak ada kelebihan sedikitpun dari keturunan arab -ahwal- cina bule , kecuali dengan takwa ente. tunjukkan lah bahwa antum orang yang takwa dan rendah hati bukan yang suka promosi diri dengan gambar besar di bilboard besar gambar habib sedang do, di bekas bilboard rokok yang mungkin tdk bayar pajak. isilah acara maulid yang suka antum selenggarakan dari tingkat perumahan /rt /rw sampai istana-dengan acara tausiah dan da,wah yang baik , bukan acara puja puji rosul yang berlebihan, apalagi promosi pada ahwal yang awam tentang keturunan antum – kalau sudah iklan begini , apa lagi ujungnya kalau bukan kekuasaan dan materi?
    maaf jgn tersinggung , ana banyak kenal habaib yang tidak promosi macam gini- dan mereka ahli fikih yang alim

  424. haris
    16 Februari, 2009 pukul 7:31 pm | #441

    pada maulid tahun lalu , banyak habaib ,di podium yang meyebarkan Kata2 AWAS GAM (gerakan anti maulid) -ini maksudnya apa ? ini sangat berbahanya , bisa ada pertikaian horizontal dari kalangan muhibbin yang taklid ini dengan orang yang tidak sepaham dengan antum. hati hati , kalau terjadi perkelahian , karena ahwal yang awam ini terhasud , bisa berabe nanti , tolong di cabut tuh kata kata GAM. -antum silahkan saja cari dukunan dari orang 2 awam ini , itu urusan antum, tapi tolong jangan ada kata kata yang sifatnya adu domba sesama muslim

  425. zuhry basyaibaan
    17 Februari, 2009 pukul 2:15 am | #442

    woooww
    la ghorbiyyah wala syarqiyyah … islamiyah islamiyah
    ridlonnaasi ghoyatun la tudrok, jadi pikirkan antara diri kita, amal ayang baik, dan kemaslahatan ummat…

  426. ponadi
    17 Februari, 2009 pukul 5:34 pm | #443

    kenalkan saya ponadi dari desa benjeng bojonegara.SAYA salut salut buwat guru besar haris ini,saya setuju SEKALI!!buat apa muludan mending kita jogetan aja ya bos..ato tandakan,saweran tapi yg gratiss.BUWAT apa menikah,mending jalan2 ke komplek2,kita cari cewek yg tuwir2 biar gratiss tis tis tis,ya bos haris yah!!saya setuju itu.ITU uSULAN yg bener..GAK USAH sedekah,wong klo bsa kencing saya,saya minum kok!!HUA HAHAHAHA

  427. ponadi
    17 Februari, 2009 pukul 6:29 pm | #444

    BOSS HARIS BUAT apA KITA M EMuji orang LAIN….LA MBOK YA MEmuji diri SENDIRI aja,ya BOZZ YAH..!!!!HEBAT ITU BOSS..jangan2 bos haRIS juga keturunan org HEBAT!!!!SAYA boleh jadi muhibbinNYA GAK BOZZ?????Dimana kita bisa ketemuAN…..NIH

  428. ponadi
    18 Februari, 2009 pukul 8:37 am | #445

    bos HARIS,saya ponadi yg kemarin lho…BEGINI BOS,…KOK ada kiyai kampung saya yg bilang BAHWA SYAIKH MUHAMMAD ALBUSYAIRI BERKATA DALAM BURDAHNYA”TINGGALKANLAH APA YG DI DAKWAKAN ORG2 NASRANI PADA NABI MEREKA&HUKUMILAH DGN APAPUN YG KAMU MAU DLM MEMUJI RASULMU…MAKA NISBATKANLAH PADA DIRI BELIAU APA YG KAMU KEHENDAKI DARI KEMULIAAN&NISBATKANLAH APAPUN KEAGUNGAN YG KAMU KEHENDAKI PADA DERAJAT BELIAU…SESUNGGUHNYA KEMULIAAN RASULULLAH TIADA BATASNYA,SEHINGGA DAPAT DI UNGKAPKAN DGN MULUT ORANG YG BICARA”.Lalu yg di maksud bos HARIS memuji rasul berlebihan itu yg bagaimana ya bos ya…JANGAN BIKIN ORANG AWAM KAYAK KITA2 BINGUNG LAH BOSS!!!

  429. ponadi
    18 Februari, 2009 pukul 11:03 am | #446

    masih seputar muludan nih…kiyai kampung saya bilang juga”dalam kitab buhari di sebutkan bahwa sesungguhnya abu lahab di beri dispensasi setiap hari senin dgn sebab dia telah memerdekakan tsuaibah {tsuaibah;hambanya abu lahab}ketika si tsuaibah memberi kabar gembira pada abu lahab dgn lahirnya nabi”&dalam hal ini komentar alhafidz[org yg hafal 100.000 hadist]syamsuddin muhammad bin nashiruddin addimasyqi begini”apabila ini org kafir yg dlm al-quran tlah di hina dgn surat tabbad yada abi lahab&selamanya di neraka…namun tiap hari senin dia di beri keringanan karena ikut berbahagia dgn lahirnya ahmad rasullulloh…maka apa perasangka kita pada seorang hamba yg selama hidupnya berbahagia dgn kehadiran ahmad&mati dlm tauhid”.hadist ini di riwayatkan oleh imam buhori di kitab sohih beliau dlm kitabunnikah.QUL BIFADLILLAHI WABIROHMATIHI FABIDZALIKA FAL YAFROCHUU”arti bebasnya;ucapkanlah muhammad;dgn fadl allah&dgn rahmatnya maka dgn itu semua berbahagialah…”…Allah memerintah kita untuk bergembira sebab rahmatnya,sedangkan nabi s.a.w.rahmat yg terbesar”WAMAA ARSALNAAKA ILLA RAHMATAN LIL AALAMIIN”dan aku tidak mengutusmu kecuali rahmatan lil alamin.BOSSS KIRA2 KITA SEBAIKNYA MERAYAKAN MULUDAN GAK YA…?MOSOK ORANG KEPET GINI GAK MAU MULUDAN BOS BOS…YG BENER INI KIAI KAMPUNG SAYA ATAU KAMU YA BOSSS???

  430. Hameed Assegaf
    18 Februari, 2009 pukul 8:08 pm | #447

    Buat Al Akh Saleh bin Ali Al Katsiri,
    ana kira kita wajib menghormati dan mencintai semua saudara kita seagama siapapun dia,tidak perduli bagaimana bentuk lahiriyahnya mereka,La Yu’minu ahadukum hatta yuhibba liakhihi ma yuhibbu linafsihi,ini semangat yang ana tangkap dari al akh galib,artinya ini adalah landasan kita dalam menjalin silaturahmi,dan mencintai zurriyyah rasul termasuk didalamnya khan?
    dan saya kira2 anta ya saleh ingin mengatakan tetapi sebagai sesama muslim kita pun wajib untuk saling mengingatkan,jangan membiarkan muslim yang lain terjerumus dalam kenistaan dan dosa,ana setuju berat dan ini termasuk kedalam kaidah saling cinta mencintai sesama muslim,
    bukan karena cinta kemudian kita membiarkan dia terus bermaksiyat sampai terjerumus kedalam neraka,
    hanya saja dalam dakwah itu perlu strategi perlu cara yang tepat,tidak melulu dengan marah2,mencaci maki,dan tindakan kasar lainnya,ibarat kata kalau ingin mencari tikus jangan rumahnya yang kau bakar,
    Bahkan Allah Ta’ala pernah mengingatkan RasulNya akan hal itu,”SEANDAINYA ENGKAU BERLAKU KERAS DAN BERHATI KAKU,MAKA NISCAYA MEREKA AKAN LARI DARI MU”
    Coba kita renungkan apa yang kita inginkan DAKWAH KITA DITERIMA OLEH ORANG YANG KITA KEHENDAKI ATAU KITA MENGINGINKAN KEBINASAANNYA???…
    Kalau yang pertama yang kita inginkan maka jelas kita harus mencari cara bagaimana dakwah kita bisa memasuki hatinya,tapi kalau kita memilih yang kedua jelas kita tidak sedang berdakwah tapi sedang mencari musuh…

    Buat Fadhel Alkatsiry
    Anta benar,keluarga besar ASSEGAF sudah ratusan tahun hidup rukun berdampingan dengan Keluarga ALKATSIRY,di kota SEIWUN,HADRAMAUT,jangan sampai jalinan silaturahmi dan kebersamaan ini dirusak oleh oleh oknum oknum,yang detik ini sudah terbukti belangnya sebagai konco-konconya yahudi,dimana mereka tidak mau membantu palestina yang dibombardir yahudi,

  431. haris
    18 Februari, 2009 pukul 8:32 pm | #448

    sekali lagi saya bukan bos , saya orang biasa , dan bukan pula dari habaib, saya hanya katakan ,sudah bukan waktunya lagi mengelu2 kan keturunan , saya hanya hawatir, yang satu ngaku habib- padahal rosul juga orang arab sayidinan ali-fatiman – hasan/husen ya juga arab.spt nya tidak ada yang mengatakan mereka itu habaib , dan sahabat2 nya menjadi muhibbin, saya hanya berharap mari acara maulid kita isi dengan ceramah agama , tausiah suri tauladan nabi , sirah para sahabat, bukan macam Himne puja puji rosul yang berlebihan, dan pada maulid tahun lalu, ada yang mengatakan : AWAS GAM , ( Gerakan anti maulid) sungguh ini sgt berbahaya bagi orang awam – bisa menimbulkan konflik sesama muslim , tx

  432. haris
    18 Februari, 2009 pukul 8:42 pm | #449

    kepada mr ponadi, begini yaa, kita bicara yg simpatik lah , memang saya dan anda tidak saling kenal , tapi pencipta kita maha tahu akan hati kita masing2 , dan kita akan dimintakan pertanggung jawaban atas ocehan kita via email ini, tdk ada niatan hati saya untuk mencela orang lain, saya hanya mencoba mengajak ( bukan mengajar -karena saya bukan ustad/ajengan atau bahasa orang kampung “wali”) sesama muslim kita hanya mengajak kejalan kebaikan yang insha allah diridhoi allah swt. -sekali lagi saya bukan anti habib- bukan anti maulid -tapi saya hanya bicara dengan hati nurani , dan hati nurani yang dalam tidak akan bisa dusta. mari kita luruskan niat kita hanya li i,la,i kalimatillah

  433. galeb basyaiban
    19 Februari, 2009 pukul 9:25 am | #450

    assalamualaikum.wr.wb.”allahumma solli alaa muhammad…”hamid…silahkan kamu mengingatkan tapi yg benar.kalau kamu berpendapat ada habib bisa masuk neraka,itu salah besar!tidakkah kamu tahu hadist”inna faatimata qot ahshonat farjaha faharromahallohu wadurriyataha alannaar”.al-imam al-hakim berkata;hadist ini sohih.[sesungguhnya fatimah benar2 telah menjaga farjinya maka ALLAH mengharamkan dia&dzurriyahnya dari neraka].ingatlah,meragukan hadist apalagi tidak mempercayainya,adalah kesalahan yang besar.CARILAH KEBENARAN,JANGAN CARI KESEMPATAN[CARI MUKA].wassalam.wr.wb.

  434. haris
    19 Februari, 2009 pukul 2:34 pm | #451

    kepada mr galeb basheban. boleh dong ikutan nimbrung nih, begini yaa, hadist yang anda sebutkan ini- di rawikan siapa, sebagaimana hadis : aku tinggalkan pada kalian dua perkara : algur,an dan keturunanku ini juga di riwiyatkan siapa? hadist pertama ; kentara sekali bahwa kaum habaib yang – “katanya”dlm tanda kutip -mengaku keterunan rosul , maka secara otomatis sudah punya tiket freepass ke sorga. (ini tidak masuk akal wan) -dan hadis kedua : mengenai kutinggalkan pada kalian algur,an- itu benar sebagai pegangan hidup , tapi yang kedua adalah keturunanku , yang ini kok aneh ya , urusan apa kita harus berpegang dengan orang2 yang ngaku keturunannya?
    tolong deh , bicara dengan hati nurani, ingat lah semua web anda disini akan dipertanggung jawabkan di hadapan allah swt.

  435. haris
    19 Februari, 2009 pukul 2:44 pm | #452

    begini aja . suatu yang bukan datangnya dari allah dan rosulnya , pasti akan membuat hati gelisah , apalagi hadis hadis yang dipelintirkan – coba deh baca algur,an yang benar , resapi terjemahannya , dan juga hadis hadis sohih yang semua nya bertolak belakang dengan dalil hadis yang anda sebutkan. -hadist rosul : wahai fatimah: beramallah , sesungguhnya aku tidak bisa membantumu di hadapan allah kelak . dan hadist : seandainya fatimah itu mencuri , maka akan aku potong tangannya : dua hadist ini saja sudah membuktikan bahwa nabi sendiri tidak memberi jaminan pada anak tersayangnya – apalagi anda anda ini. yg seolah sudah punya tiket gratis ke sorga , duh !kok beraninya anda sesumbar dengan hadist sebagaimana anda sebutkan diatas ,

  436. elal
    19 Februari, 2009 pukul 2:58 pm | #453

    Mass tolong dong kirimkan teks arab ratib al’atoosnya juga terjemahannya. Wassalam Sukron

  437. helmi
    19 Februari, 2009 pukul 7:11 pm | #454

    assalamualaikum.wr.wb
    ane pengen tau ney nasab al kherid..dmn aja mereka berada…
    Wassalam Sukron

  438. chaled baawad
    20 Februari, 2009 pukul 2:09 pm | #455

    wah galeb emang ajaib…,jd si dodol buandot termasuk ahli sorga juga dong..hehehe..itu hadits awalnya karyanya si Abdullah bin Saba ya…manusia yg pemikirannya sesungguhnya paling dilaknat oleh Ahlul Bait Rasullulah itu sendiri!., “tapi ironisnya koq ada ya dr sebagian dzuriat rosul yg memberhalakan doktrin2 semacam ini yg sesungguhnya menyesatkan kalanggan allawiyin itu sendiri???”, gmn tu habib hamid?!

  439. haris
    20 Februari, 2009 pukul 6:15 pm | #456

    yaah ami halid bawaad , rasanya marga ente bukan dari darah biru ahlil bait, tentunya tidak punya freepass kesorga, ente tidak usah iri.yanhg salah abah ente , kenapa tidak kawin dengan sharifah agar juga kecampuran darah biru – kalau ente mau konci duplicatnya mungkin bisa di dapat , saratnya ente mau jadi muhibbin, udah lah tiap ada baca ratib,haul maulid , ente ikutan , dan jadi panitia, kalau ziarah kubur siang malam ,ente ikuti , pokoknya ente tidak usah ngomel gitu, mau enggak sih ente di kasih konci duplikat? , eh biar duplikat juta berfungsi yaa dodol

  440. haris
    20 Februari, 2009 pukul 6:25 pm | #457

    satu lagi buat halid bawaad, jid jid ente di hadramaut dulu belajar ama para sayid, kok beraninya ente meremehkan ahlul bait , wajar lah kalau mereka punya konci sorga, soal ada kalangan habaib yang sering jual air berkah di kampung2. dan tukang kawin di kampung2 ,nipu orang – jangan disalahkan mfereka ,itu kan oknum!!!- toh para ahwal kampung ini , juga wajar toh ingin anak gadisnya juga mendapat berkah -dihamili keturunan darah biru. sekali lagi ente jangan iri gitu , ene liat di kampung2 para ajengan semua tunduk-
    ente kgk liat emang , dijakarta pengikut majlis rosullulloh panacoran dan darul mustofa ada ribuan dari berbagai kampung sekitar jabotabek. kenapa ? krn mereka tahu , ini ada berkahnya – ya dodol

  441. haris
    20 Februari, 2009 pukul 7:28 pm | #458

    buat mereka yg iri pada habaib , hususnya chaleed bawa,ad- anda tahu arti habaib ? artinya orang orang yang di cintai. oleh siapa? oleh muhibbin, yaitu orang yang mencintai, jadi kalau anda liat kuburan habaib ramai di kunjungi dan ngalap berkah disana – karena melihat zuriahnya,/keturunan darah biru lah kata orang elite – yaitu ahlul bait, bukankah para habaib telah sampaikan hadist2 yang mengukuhkan bahwa mereka sudah pegang konci sorga?bebas dosa dll- kenapa antum ribut ? yaa udah- kalau antum mau- ya chalid baw,ad -jadilah muhibbin , siapa tahu anda juga dapat berkahnya – gitu aja kok repot yaa dodol

  442. Hameed Assegaf
    20 Februari, 2009 pukul 7:56 pm | #459

    Kalau mau bicara masalah hakikat,jangankan keluarga Rasul,semua ummatnya pun pasti akan masuk sorga,ini semua yang lagi diskusi disini insya Allah masuk surga semua,tapi itu semua adalah hak Allah,kewajiban kita adalah menjalankan syariat untuk menggapai ridhoNya,
    Ana sendiri tidak akan mempersoalkan kesahihan hadits itu,tapi bagaimana penerapannya??…..kita sebagai ummatnya Sayyidina Rasulillah tentunya ingin agar semua sabda Rasul adalah terwujud,maka mari kita sebagai zuriyyahnya membantu mewujudkan sabda beliau bahwa kita pasti akan masuk surga dengan banyak2 beribadah dab beramal saleh, seperti halnya sayyidina Umar ketika beliau membuka Madain ibukota Persia,maka ia memanggil suraqah yang pernah dinubuatkan oleh Rasul akan memakai gelang2 raja Persia dan oleh beliau di sematkanlah gelang2 itu ke tangan suraqah sebagai upaya perwujudan akan sabda nabi kepada suraqah.
    dan kalau kita melakukan yang sebaliknya maka berarti kita tengah berusaha membuat sabda nabi menjadi bahan olok olokan para musuh Allah…..
    Dan dalam masalah ini jauh2 hari,para pemuka pemuka habaib seperti Al Habib Abdullah Al Haddad dll telah melarang kita untuk membaca kitab-kitab yang menurut mereka BERBAHAYA untuk dibaca oleh para mubtadiin dan awam habaib,seperti kitab-kitab Ibnu Araby yang didalamnya banyak hal2 yang dikhawatirkan di salahpahami’,untuk contoh Futuhat Makkiyyah Ibnu Araby.
    Jadi jangan sampai hadits-hadits itu justru menjadi bumerang untuk kita, bersikaplah sebagaimna para salaf kita seperti contoh:
    Suatu ketika Assayyid Abdul Kadir AlJaelany sedang beribadah kepada Allah ketika muncul seberkas cahaya menyinari beliau dan berkata “Ya Abdul Kadir Aku Tuhanmu,dan hari ini aku telah bebaskan engkau dari semua kewajiban mu”,maka beliau segera mengambil sandalnya dan melemparkannya kepada sinar itu dan berkata “Pergilah kau wahai mal’un!!…………,seandainya ada orang yang tidak wajib beribadah maka sudah pasti itu adalah Rasulullah,tapi beliau justru sangat giat dakan ibadahnya”
    Buat semua saja,kalau mau mengingatkan pakailah bahasa yang baik jangan merasa paling benar sendiri,SILATURAHMI nya tolong dijaga………Wallahu A’lam

  443. haris
    21 Februari, 2009 pukul 9:13 pm | #460

    ya hamid assegaf. ana sangat faham yg ente maksud , ente adalah saudara ana sesama muslim , semua muslim ada bersaudara , kullukum min adam , wa adam min turob , la fadla li a,rabiyin ala a,jaminyin illa bi takwa. melihat dari hadis ini, kita bisa menyimpulkan ,bahwa antara antum dan ahwal muslim-arab muslim-ja,il muslim – cinamuslim – bule muslim , jelas tidak ada bedanya didalam pandangan allah swt.- ana banyak kenal habaib dari assegaf yang alim , ahli fikih- tawadu, dan tidak membanggakan asal usul keturunannya. dulu di pekalongan ada ustad muhammad assegaf, di jakarta ada ust hadi assegaf , mereka tiap hari keliling ke rumah2 gabili, memberi tausiah, liat saja saat beliau meninggal , kebanyakan yang hadir dari awal hingga ahir prosesi hingga tahlil di dominasi para gabili. ini sekedar mengingatkan untuk para habaib jg terkesan jaga jarak dengan para gabili di berbagai kota. tx

  444. ilham muhammad
    22 Februari, 2009 pukul 1:09 pm | #461

    Wah lama gak ada browsing ternyata ada juga satu orang lagi yang ikut-ikutan, saudara ahmad yang mengenal saya. Maaf bukan saya maling teriak maling coba buktikan dan kalau anda memang menganggap saya maling yang teriak maling, apakah anda tau yang sesungguhnya tentang saya dan keluarga al-habsyie yang anda maksud, namun apakah anda tau bahwa saya juga memiliki hubungan baik dengan keluarga baragbah, dan kalau memang tahu dan buktikan saya bersalah silahkan. Namun anda sama sekali salah bila menganggap saya membenci para Alawiyin, karena saya juga berkeluaraga dengan keluarga baragbah. Sekali lagi saya hanyalah orang yang ingin menegur para orang yang mengaku sebagai dzuriat Rasulullah agar mereka dapat menjadi seperti apa yang dikatakan oleh saudara Hameed Assegaf yang juga merupakan alawiyin. Kalau anda mengatakan saya barisan sakit hati dan membenci mereka, sudah mulai dulu saya melaporkan semuanya kepada yang berwajib, namun apakah dengan melaporkan mereka kepada yang berwajib akan merubah pola pikir mereka tentang kami (para ahwal) yang selalu mereka anggap kasta nomor dua. Apakah anda tau bila saya dan keluarga Al-Habsyie yang anda maksud pernah menjalin hubungan baik, bahkan beliau sudah menganggap saya anak angkat mereka dan kami saling membantu satu sama lain. Namun saya tidak dapat merubah pola pandang mereka tentang kami para Ahwal, walaupun beliau tidak memiliki satupun menantu sayyid tetap saja beiau seperti itu. Saudara Ahmad, saya tidak mau dan tidak akan menjelaskan semuanya kepada anda (tentang keluarga Al-Habsyie, Baragbah dan Alaydrus) karena anda bukan siapa – siapa saya, dan anda hanya mendengar lewat versi orang, beda halnya bila anda langsung bertanya dengan anak-anak beliau. anda hanya mengenal saya dari luar. Apakah anda tau bahwasanya beliau pernah memberi restu kepada kami ? (anda tidak tau kan…!), apakah anda pernah tinggal bersama mereka atau paling tidak anda pernah tahu apa saja yang mereka lakukan selama 24 jam per hari selama seminggu ? (anda tidak pernah), apakah anda pernah memecahkan problem yang mereka hadapi bersama tentang keluarga, bisnis, maupun urusan tyang lain ? (kok bilangnya anda kenal dengan keluarga mereka), apakah anda tahu tentang apa saja yang saya lakukan dan saya perbuat untuk mereka ? (mungkin hanya sebagian kecil dan itupun hanya dari orang lain) , apakah anda tau mengapa sekarang beliau kembali membenci saya ? (mungkin anda hanya sedikit tau tentang itu) , apakah anda tau rahasia kecil kami, yang hanya kami ketahui dan saya tak akan pernah memberitahukan kepada anda tentang itu ? (jelas sekali anda tidak tau), bila anda tidak tau jangan pernah menghakimi dan memfitnah saya. Yang anda tau hanya yang anda dengar dari orang dengan tidak mengambil nuansa positif tentang itu dan orang yang memberi tahu anda hanyalah orang yang membenci saya, bila anda ingin menggali informasi yang sesungguhnya silahkan hubungi Saudara syarifah yang saya maksud, beliau tinggal dengan suaminya di Jl. Perjuangan. Sekarang anda menulis komentar negatif tentang saya. Maaf bahkan saya tidak tau tentang anda selama kami bersama saya tidak pernah berurusan dengan Ahmad, kalau anda memang berniat baik dan ingin tau tentang masalah pribadi kami silahkan sebutkan nama asli anda, namun maaf bila saya tidak dapat menceritakan semuanya karena alasan menjaga nama baik, semoga Allah menerangi jalan anda. Saya akan selalu siap melayani pertanyaan anda bila saya ada waktu untuk itu, karena saya sekarang lagi bekerja, dan bila anda ingin langsung SMS saya di No. 081230856544 atau langsung ke No. 081253244816 untuk lebih jelasnya (No Terror), sehingga anda tidak memfitnah saya seperti kebanyakan orang yang lain. Sekali lagi semoga Allah menerangi jalan anda.

    Muhammad Ilham Suyuthi

  445. galeb basyaiban
    22 Februari, 2009 pukul 5:38 pm | #462

    assalamualaikum.wr.wb.al-akh hamid”sebenarnya ana ga ada masalah apapun sama ente,hanya saja ana ga setuju sama pendapat ente yg membenarkan ali …coba ente cermati semua e mail dia yg banyak menjelek2kan habaib bahkan dia menyebut basyaiban bahlul,perlu di ketahui basyaiban ini suku lho…bukan cuma ana aja.apakah ada orang yg mau sukunya di hina?coba saudara2 ana yg jawa,mau ga suku kalian di hina?orang batak maukah sukunya di hina?nabi bersabda”cukuplah kejelekan seseorang dgn menghina saudaranya yg sesama muslim”HR MUSLIM.ini ga bener ya akh…tapi kenapa justru ente membelokkan kata2 dia ke arah nasehat,apa itu benar ya akh??…@buat chaled baawad;jgn ente keburu memvonis hadist ini dari siapa&jgn meremehkan hadist.ente harus tahu istilah sohih dalam hadist[bisa antum lihat di kitab2 mustolah hadist seperti baiquni atau lainnya]itu berarti hadist tersebut sudah memenuhi 5 syarat 1.ittisholussanad[sanad harus bersambung=klo sabda rasul berarti ya harus sambung sampe rasul]2.selamat dari assyudud.3.slamat dari illat[cacat dlm rawi]4.semua rawinya adil.5.rawi harus dlobit.jadi kalo imam alhakim bilang sohih ya pasti beliau tahu apa yg beliau katakan.kalau ente penasaran tentang hadist ini,carilah dulu…nanti kalau sudah mentok insya allah ana tunjukkan.wassalam.wr.wb

  446. galeb basyaiban
    22 Februari, 2009 pukul 6:18 pm | #463

    yaa akhi kenapa ente membela orang2 yang menjelek2kan golongan kita…orang yg dari kata2nya,mengajak muslimin membenci kita padahal allah&rasulnya menyerukan untuk mencintai ahlul bait rasul.apa yg membuatmu melakukan hal ini ya akh?seandainya dia mengata-ngatai galeb bahlul,maka insya ALLAH ana ikhlas…tapi ana mohon janganlah marga ini di ikut2kan…

  447. ilham muhammad
    23 Februari, 2009 pukul 4:36 am | #464

    wah Ahmad Zaini ternyata tidak ada lagi balas komen saya, udah selesai jaga warnet kah, syukur alhamdulillah kalu anda udah sadar dengan apa yang saya tulis,namun bila masih ada yang janggal di hati anda dan memang ingin tahu lebih lanjut, langsung saja sms di nomor yang sudah saya beritahu sebelumnya karena saya tidak punya banyak waktu untuk browsing internet, lagian saya juga tidak ingin kejelekan anda diketahui di situs ini, karena hanya akan mengungkap kebodohan dan fitnah anda kepada saya, serta akan mencemarkan nama baik anda sendiri. Mohon maaf bila kata – kata saya ini menyinggung hati anda, semoga anda selalu mendapat rahmat dari Allah dan ditunjukkan akan kebenaran atas fitnah yang anda tujukan kepada saya. Wassalam.

  448. chaled baawad
    23 Februari, 2009 pukul 8:54 am | #465

    haris nte megang konci neraka gak, ato duplikatnya lah ???, nte kalo ngmong pikir2 dulu deh!!, pake bilang knp gak kawin ama syarifah segala..,umi ana syarifah jg bahlul!..tapi gak pernah tu seumur-umur ana lihat beliau bawa2 konci sorga..,ya kalo sorga ana ada ditelapak kakinya sih ana faham dr dulu..,emang pola khayalan nte kalo semua allawiyin terlahir dah membawa konci sorga amat fantastis..,kasihaan tuh ahwal2 kampung yg di ajak2 ngayal kyk beginian.,ampe suka rela nyerahin anak gadisnya ama buandot macam nte..,”hanya saran nih itu muhibbin2 nte itu yah ditingkatkan lah harkat-martabatnya dibikin pinter bukan malah di injek2 trus dibodohin2 dan cuma dibuat jd jago2 khayal..katanye nte mao bikinin duplikat konci sorga buat mereka,ato sebaliknya.”

  449. Hameed Assegaf
    23 Februari, 2009 pukul 10:50 am | #466

    Kalau caci maki dibalas dengan caci maki,hinaan dibalas dengan hinaan maka hasilnya adalah kehancuran,orang yang suka mencaci maki,suka menghina dan merendahkan orang lain,maka sesungguhnya dialah yang hina dan rendah,jadi kalau hinaan dan cercaan orang kita balas dengan hinaan dan cercaan pula maka kita sedang mempersamakan diri kita sama hina dan sama rendahnya dengan dia,
    Ada seorang pengemis yahudi tua yang tinggal di pojok lorong kota madinah,si yahudi tua ini buta matanya,kerjanya setiap hari adalah meminta minta sambil terus menerus mencaci maki MUHAMMAD RASULULLAH,mendengar akan hal itu maka suatu ketika Rasul mendatangi si pengemis tadi,dan benar ternyata beliau mendapatkannya sedang mencaci maki beliau,maka seraya tersenyum beliau duduk disamping si yahudi tadi mendengarkan cacimakinya terhadap diri beliau,selesai nya Rasul bertanya R