Beranda > Uncategorized > Kiamat

Kiamat

Peluru siap dihujani

Peluru siap dihujani

Kimat bukan saja di Palestina. Hujam bom menghanguskan segala yang ada. karena oksigen di sekitar bom yang meledak tersedot habis diubah menjadi karbon, termasuk tubhpun ikut menjadi arang. Jika saja bom sebesar kepalan tangan dijatuhkan, maka radius oksigen yang tersedot semakin luas. Jika suatu ketika “bom atom” dari “alam sana” benar-benar dijatuhkan di bumi yang penuh oksigen ini, maka habislah kehidupan di bumi ini, dan kiamatpun dengan mudahnya terjadi.

Gambaran itu cuma sekilas pikiran saja, karena lama tidak menulis dan sangat kaku memainkan kata-kata kalau sudah begitu lama libur. Saya ingin mengatakan apakah dalam diri saya juga telah terjadi tanda-tanda kiamat? Setidaknya kiamat dari tulis menulis, kiamat dari kepedulian, dan lebih mengerikan lagi kiamat terhadap urusan orang lain.

Bumi mendekati kerusakan konon karena air yang menopangnya menjadi berkurang, bahkan oksigen ikut rusak karena berbagai polutan menyelimuti udara ini.

Dalam diri manusia menurut Imam Ali r.a. adalah juga gambaran dunia ini. di dalam diri ada gunung, ada sungai, ada hawa, ada udara, ada daratan ada lautan, ada juga air, oksigen juga ada hutan lebat. Di dalam tubuh juga ada tempat2 yang nikmat ๐Ÿ˜€ ada juga tempat yang menyakitkan.

Planet lain sedang diburu apakah ada kehiudpan atau tidak. Oksigen merupakan unsur kehidupan yang kemudian membetuk berbagai ikatan molekul seperti air. Jika air ada dalam diri manusia maka artinya ada unsur hidup. Jika “air” dalam fikir maka fikiranpun akan mengalir deras, jika air mengumpul dan bening itu ada dalam hati maka si hati akan memberikan kedamaian dan kesejukan persis seperti hawa air pegunungan nan sejuk.

Saya heran, kekurangan air yang ada di alam ini juga terjadi dalam diri manusia. Tidak sedikit orang-orang yang suka kekerasan, suka berperang, suka menghantam orang lain, tidak lain karena unsur airnya dan oksigennya menguap kalau tidak “direboisasi” maka dikawatirkan akan menjadi kiamat sesungguhnya.

Bulan baru, tahun baru, tentu air dan oksigen yang baru. Dan ternyata menulis, kepedulian, rela berkorban, ikhlas beramal dan juga kasih sayang adalah membutuhkan energi air yang kini semakin mahal dan mulai sulit di cari..

Jadi, bagi-bagi dong air yang aada dalam diri kamu… ๐Ÿ˜€
selamat tahun baru!

  1. 31 Desember, 2008 pukul 1:36 pm

    arti kata “kiamat” katanya berdiri… bener gak pak? lha mungkin memang harus kiamat dulu baru berdiri? *sugeng warsa enggal*

  2. 31 Desember, 2008 pukul 1:50 pm

    Kalau di kampung saya Kiamat itu panggilan seorang kyai. Namanya Kyai Amat. Lalu lelucon itu muncul: “Kiamat sudah sampai di Buntet Pesantren!” ๐Ÿ˜€

    Kalau tidak salah, dalam ajaran syekh Siti Jenar (mohon dikoreksi) entah ajaran betulan atau tafsir para pengikutnya. Mengatakan kalau kehdupan sebenarnya adalah ya nanti. Karenanya kiamat haruslah segera ada agar sejati hidup tergapai segera di alam nanti. “Sugeng warsa enggal” (duh ini artine apa yah)

  3. 31 Desember, 2008 pukul 3:51 pm

    Mas, mau air yang bersih atau air yang kotor?

  4. lovepassword
    31 Desember, 2008 pukul 5:02 pm

    Waduh wordpress edisi baru ini kayaknya agak sentimen. Komentarku pasti lenyap ditelan antispamnya WP. Gara-gara ngisi URL blogsppot. WordPress..wordpress…. Dah sekarang tak hapus URL blogku deh.

  5. zal
    31 Desember, 2008 pukul 7:04 pm

    ::Bahwa manusia disebutkan diciptakan dari Tanah
    ::bahwa Kata Allah Semuanya dibuat dari air,
    ::memang dari udara tidak disebutkan ada yang Allah buat, namun Bahasa inggrisnya udara ternyata air…

    Sepertinya Allah juga mengajarkan dengan bentuk-bentuk umpama, namun ternyata membuat kita sepertinya berjalan dalam umpama itu…bukan maksud umpama…

  6. 31 Desember, 2008 pukul 8:46 pm

    Kematian adalah kiamat kecil kang …

  7. 31 Desember, 2008 pukul 11:03 pm

    @Iwan Awaludin
    hehehe…. yang jelas air bersih dimasak dan dicampur kopi… sruput pagi2.
    Bung Iwan, webnya kok susah saya berkomentar … ada apa gerangan? padahal masalah mimpi2 itu saya sangat tertarik.

    @lovepassword
    Lebih canggih kadang lebih aman tapi juga butuh kesabaran heheh

    @zal – 31 Desember, 2008
    Makasih sudah menyadarkan dan melengkapi kang Zal… selalu mendalam dan perlu merenungi kata2 dari kang Zal. heheh ๐Ÿ˜€

    @Rindu
    … betul dan kata Ebiet, kematian adalah tidur panjang…

  8. 1 Januari, 2009 pukul 2:56 am

    saya juga lirik ebie nyang itu. kematian hanyalah tidur panjang, maka mimpi indahlah engkau …. ๐Ÿ˜€

  9. 1 Januari, 2009 pukul 11:01 am

    Oh…. ini maksudnya dilambangkan air itu sebagai penyokong kehidupan ya?? Kalau begitu, sekalian aja deh, bagi-bagi unsur hidrogen dan oksigennya saja. Nanti dua atom hidrogen dan satu atom hidrogen dapat bergabung menjadi sebuah molekul air. Nah, atom2 oksigennya dapat juga berpasang2an guna membentuk zat oksigen yang juga dibutuhkan oleh kehidupan… **halaah** ๐Ÿ˜€

    Apa kabar nih pak kurt? Dah lama nggak mampir…. kangen juga nih…. ๐Ÿ˜€

  10. 1 Januari, 2009 pukul 3:05 pm

    hmmm… tahun baru benar-benar dipenuhi kembang api.. tapi bersyukurlah kita karena kembang api di indonesia sangat jauh berbeda dengan ‘kembang api’ di jalur gaza sana…

  11. quantumillahi
    12 Januari, 2009 pukul 4:06 pm

    tidak memuat ZATKU, langit dan bumi kecuali hati hambaKU yang lemah lembut, kalem, tenang dan damai ….
    salam kenal ya dan mhn ijin bergabung

  12. 20 April, 2009 pukul 3:23 am

    ๐Ÿ™‚

    wah dulu saya pernah main ke Ponpes Buntet…

  13. 1 Juli, 2010 pukul 3:52 pm

    ki AMAT?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: