Sukses karena Hormati Ibu

Ibu, Ummi, Mother atau apa saja panggilannya bila kita hormati dengan tulus serta melayaninya dengan tabah, niscaya akan membawa kedamaian dalam hidup. Dalam bahasa pesantren, anak yang berbakti kepada ibunya (orang tua) maka dia akan “sukses” lahir batin, dunia akherat. Mau Bukti?

Abu Yazid Al Bustami, seorang ulama yang sangat dihormati dikalangan para sufi dan generasi kini, banyak pula karangan kitabnya ternyata beliau sangat hormat dan bakti kepada ibunya.

Dalam sebuah kitab klasik dikatakan, kalau beliau itu sama sekali tidak mau membantah perintah sang Ibu. Saat beliau membaca ayat  “Anisykurli waliwaalidaika ilaiyal Mashir” yang artinya: “Hendaklah bersyukur kepadaKu dan kepada kedua orang tua (Ibu Bapakmu). Hanya kepadaKulah kamu kembali” (QS:Luqman 14)

Abu Yazid Al Bustomi kemudian meminta petunjuk kepada Ibunya dan dia berkata, “Ibu, hatiku gelisah setelah mendengar ayat Alloh itu. Aku tidak bisa membagi hatiku pada Ibu (orang tuaku) ataukah pada ALLOH, maka mintakanlah pada ALLOH agar kewajibanku bakti pada-NYA ditiadakan, agar dapatlah semata-mata aku berbakti kepadamu”.

”Tidak Yazid, kewajiban menghormat  kepadaku aku lepaskan, agar kamu bisa bebas beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala, ” jawabnya penuh bijak.

Sikap ulama salaf memang cukup aneh, salah satunya adalah memiliki kebiasaan tidak banyak memerintahkan atau menuntut kepada anak-anaknya. Sebab alasan para ulama salaf itu seandainya banyak perintah kepada anak atau banyak menuntut, maka sedikit saja si anak tidak menurut, sudah dikategorikan sebagai “anak durhaka.”  Bahkan dalam bahasa Al Quran, mengatakan “ah” (keluhan?) kepada orang tua adalah tindakan yang terlarang.

“… Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. (QS. Al-Israa: 23-24)

Sebuah penelitian kecil di antara kawan-kawan saya yang merantau di kota, ada sedikit perbedaan di mana kawan yang begitu baik kepada orang tuanya, mereka cenderung lebih “sukses”. Kemuliaan itu ia dapatkan mungkin karena begitu bakti kepada ibunya. Disamping memang jalan untuk sukses itu ia raih dengan kerja keras. Namun kerja keras yang didukung oleh doa-doa sang ibu tentu sangat bernilai dibanding tanpa dukungan doa.

Kini kita bisa mengambil hikmah bahwa kata ulama kunci sukses hidup itu adalah bagaimana pandai-pandai bersyukur kepada Allah dan kepada orang tuanya. Sebaliknya, hidup yang “seret” bisa jadi muasalnya dari cara pandang  kepada  orang tua terutama ibu sebagai orang yang tidak layak dihormati. Wallahu a’lam

NB: Kepada pembaca blog saya, mohon maaf lama sekali saya berlibur tidak menulis. Juga kepada para tamu yang tidak direspon, saya sekali lagi mohon maaf. Jika mau YM atau Gtalk, silahkan di kurtubi@yahoo.com atau mkurtubi@gmail.com

  1. 30 November, 2009 pukul 2:26 pm

    cihuy… udah lama nggak nongol nih 😎

  2. 5 Desember, 2009 pukul 12:15 am

    Betul sekali, salam kenal.

  3. fira
    13 Desember, 2009 pukul 2:21 pm

    Kang Kurt makasih yo udah ngomenin jantung malamku…salam

  4. 27 Desember, 2009 pukul 12:52 pm

    Sudah lama tak kesini….
    Seperti setiap kali saya sampaikan ke si sulung…engkau harus banyak berdoa, dzikir anakku, karena ibu tak mungkin menemanimu selamanya…

    Anak-anakku yakin, jika mohon doa pada ibu, sebelum ujian, maka hati lebih tenang, dan ikhlas menerima hasilnya (yang biasanya lebih mudah menjawab soal)

  5. engkaudanaku
    3 Februari, 2010 pukul 10:59 am

    Yakinku, doa Ibu selalu menyertai dan menemani perjalanan ini… terima kasihku Ibu, 🙂

  6. 18 Juni, 2010 pukul 5:30 am

    Iya kang,ibu benar2 dasyat..saya sendiri pernah ngadain percobaan di smester 3 dengan nilai kuliahku dan hasilnya smester ke 1 sampai 2 index prestasiku baik dan anjlok pada smester 3 tapi setelah baik lagi sama ibu hasilnya nilaiku stabil baik sampai smester 6 ini.mungkin buat sahabat yang merasa sudah belajar dengan keras tapi nilainya selalu pas-pasan bisa di renungkan artikel ini 😀

    Salam persahabatan ,-

    —————-

    Testimoni yang bagus terima kasih…. salam min bai’d

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: