Beranda > Aktivitas, Kultur, Lingkungan, Pesantren, Ziarah > Perjalanan Mengikuti Haul Buntet Pesantren

Perjalanan Mengikuti Haul Buntet Pesantren

perjalanan Haul

silaturahmi ke salah satu kyai muda buntet pesantren

Haul kemarin, 4 April 2011. Dalam perhelatan acara puncak haul  dihadiri ribuan pengunjung, saya sempat menghadiri acara ini, meskipun hanya pada mement acara Ziarah ke makbaroh Gajah Ngambung juga mengikuti sesi acara puncak haul pada malam harinya.


Akses ke Buntet

Jum’at sore tanggal 2 April 2011 berangkat dari Gambir menuju Setasiun Cirebon, dengan hanya memakan waktu 3 jam, padahal dengan bus antar kota biasanya memakan waktu 5-6 jam. Dengan biaya tiket bisnis Rp. 100-an ribu, Cirebon Ekspress termasuk mahal dibanding menuju kota lain tetapi terbayar dengan cepatnya kereta ini menuju kota Cirebon, menjadi incaran para pemudik menuju Cirebon.

Kereta Cirebon-Ekspres sangat nyaman dinaiki meski cukup padat penumpangnya, dan bersyukur sampai tujuan dengan selamat. Dari Setasiun Kota Cirebon, saya langsung menuju terminal bus Cirebon untuk mendapatkan mobil angkot menuju Buntet Pesantren via Kanci. Jarak tempuh sekitar 25 kilometer ini, ditempuh kurang lebih 10-15 menit.

Untuk mendapatkan mobil kita tidak perlu masuk ke terminal bus, akan tetapi cukup banyak tersedia mobil angkot yang berada di depan terminal. Tanpa susah mencari, para kenek akan menawarkan jasanya dengan mengetakan “Sindang-sindaaaang”.

Karena kendaraan kecil ini tidak ngetem di dalam terminal tetapi di luar. Ongkosnya cukup murah hanya 3000 saja seperti Metro Mini di Jakarta. Namun jangan lupa untuk memesan kepada kondektur kalau turunnya di LPI Buntet Pesantren.

Sesampainya di pertigaan LPI, saya langsung turun, dan beberapa tukang ojek serta becak menawarkan jasanya. Saya memeilih tidak mengambil jasa mereka, karena jalan dari pintu gerbang menuju Kompleks pesantren ini sudah dipadati pengunjung dan di sisi kanan kirinya sudah penuh dengan pedagang. Tentunya, suasana ramai ini bisa dinikmati dengan jalan kaki. Sebab jika naik becak atau ojek, akan mengganggu jalan karena macet.

Haul dan Tradisi

Haul yang dilaksanakan setiap tahun di kampung saya ini, merupakan tradisi yang sudah mengakar. Akar budayanya adalah silaturahmi. Karenanya, haul telah diselenggarakan setiap tahun. Sudah ratusan tahun lalu. Konon sudah dimulai sejak Pondok Pesantren ini berdiri sekitar abad ke-18 lalu.

Setiap tahun yang biasanya diselenggarakan pada bulan April ini, juga tidak berubah dari tahun ke tahun. Pengunjung memadati perkampungan ini. Para pedagangan yang menjajakan bisnisnya mendirikan tenda-tenda dagangan. Pengunjung dari penduduk sekitar kampung pesantren ini pun akhirnya menikmati suasana keramaian setiap tahun. Tidak dipungkiri, aliran uang dalam perhelatan tahun ini membawa berkah bagi pedagang.

Pada tahun ini, Buntet Pesantren mengadakan haul dengan mengambil rangkaian acara dimulai sejak 4 hari sebelum acara inti, 2 April 2011. Sejak awal bulan ini, berturut-turut diadakan seminar keagamaan, pengobatan gratis untuk 100 pasien, sunatan massal, ziarah ke makbaroh Gajah Ngambung dan diakhiri oleh pengajian akbar di alun-alun Pesantren.

Tamu dari berbagai kalanganpun hadir, mulai dari pejabat, presiden, tokoh masyarakat dan dari kalangan ulama serta undangan untuk para orang tua santri, alumni dan sanak keluarganya.

Yang menarik dari peristiwa haul tahunan di Buntet Pesantren ini adalah hadirnya semua presiden RI, para menteri dan juga pejabat daerah. Memang tidak dipungkiri kehadiran mereka adalah ajang yang sangat tepat tidak saja untuk mempromosikan kedudukanya, juga untuk bertatap muka dengan masyarakat.

Tidak dipungkiri, haul yang dikunjungi ratusan bahkan ribuan ini, akhirnya menjadi haul akbar yang melibatkan semua komponen pesantren seperti kyai dan warga masyarakat; keluarga santri dan para alumninya juga para pejabat serta petinggi di negeri ini kadang memanfaatkn moment haul ini untuk ajang pencitraaan.

Tujuan utama dari peristiwa haul tidak lain untuk menjalin silaturahmi yang intens antara pesantren sebagai komunitas keagamaan. Silaturahmi yang dibangung lewat haul ini sangat tepat dan bisa menjadi ajang silaturahmi yang alami dan bermanfaat.

Bagi orang tua santri dapat berkunjung dan menemui anak-anaknya serta keluarga santri. Di samping itu, berkumpulnya para orang tua santri dengan anak-anaknya ini dapat memberikan nuansa keakraban dan sharing antar orang tua yang biasanya datang setiap bulan tanpa bertemu dengan orang tua santri lainnya. Dengan Haul dapat berkumpul bersama, menggagas program dan berbagai bentuk curah ide bagi kemajuan lainnya.

Sedangkan bagi para alumni Pondok, saat haul adalah saat tepat untuk berbagai dan bertemu dengan alumni lainnya. Dengan berkumpul dari rumah kyai, alumni dari berbagai penjuru kampung ini, bisa bertatap muka kembali dengan mereka, berdiskusi dan memberikan secercah harapan melalui temu alumni.

Bagi keluarga Kyai tentu saja memberikan suasa yang membahagiakan karena dihadiri oleh tamu-tamu yang tentu saja membawa keberkahan tersendiri. Mereka yang datang biasanya bertemu, bersalaman dan bercengkarama. Selanjutnya para tamu dihidangkan berbagai suguhan yang istimewa.

Intinya, keakraban dapat terciptakan lewat jalinan silaturahmi yang intensfi karena bertemunya semua komponen santri dan juga para orang tuanya.

Haul sebagai tradisi karenanya, dipertahankan di Buntet Pesantren ini, karena membawa hal-hal kebaikan dan manfaat yang tidak kecil.

Santribuntet, lulusan MANU 2008

http://www.santribuntet.wordpress.com





  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: