Beranda > Lingkungan, Opini, Pesantren > Pendidikan Seks Lewat Pengetahuan Organ Tubuh

Pendidikan Seks Lewat Pengetahuan Organ Tubuh

Untuk mengantisipasi maraknya dampak minimnya batas-batas moralitas agama dengan madhab kebebasan di kalangan remaja, maka perlu adanyanya upaya membentengi pengetahuan seputar aurat dan menjaga kemaluan.

Al-quran jelas telah mengisyaratkan bahwa kehabahagiaan seorang mu’min adalah menjaga kemaluannya. (Al Muminun:4)

Penyalahgunaan kebebasan biasanya mengarah kepada seks bebas,  dan perbuatan yang mengiringinya seperti mabuk-mabukan dan narkoba. HIV AIDS juga memprihatinkan.  Karenanya, di kalangan remaja yang menginjak  masa pubertas, perlu adanya upaya dari orang sekitarnya guna mengurangi dampak yang tidak diinginkan. Salah satunya dengan pendidikan seks lewat pendidikan seks dan  fungsi organ tubuh.

Yang saya maksud adalah pendidikan atau pengetahuan yang berkaitan dengan fungsi-fungsi organ reproduksi. Saya sangat khawatir karena tidak banyak para remaja memahami hal ini. Karenanya, remaja yang kurang mendapatkan bimbingan kerohanian, akan mencari informasi melaui teman-temannya.

Pengalaman saya, saat menjelasakan kepada murid susia SMP yang kebanyakan baru menginjak usia pubertas, sangat minim sekali pengetahuan akan hal ini. Misalnya, saat menjelaskan di mana produksi sperma laki-laki, dijawab oleh anak murid, bahwa produksi sperma ada di dengkul. “Nah looh!” hehehe

Ada juga mitos bahwa terjadinya kehamilan itu diakibatkan karena hubungan layaknya suami isteri yang dilakukan berkali-kali. Jadi katanya, bila berhubungan dengan pasangan lain jenis sekali, tidak akan terjadi kehamilan.

Di luar itu, upaya untuk menghindari kehamilan pra nikah di kalangan remaja cukup tinggi. Sementara upaya pencegahan lewat pendekatan agama masih kurang kuat utamanya bagi kalangan yang minim akses pendididikan agama.

Lalu siapa dan melalui iapakah pendidikan seks untuk remaja ini bisa dilakukan?

Peran Guru IPA
Peran guru IPA di sekolah umum dan sekolah formal lainnya,  mestinya cukup besar tertutama guru yang mengajar bidang pengetahuan IPA Biologi. Di dalam mata pelajaran biologi terdapat bab seputar perkembang biakan manusia. Di dalam buku ini cukup jelas gambar dan animasi seputar proses kehamilan, fertilisasi dan perkembangbiakan zigot (bakal makhluk hidup) dalam rahim manusia.

Penejelasan yang gamblang ini, hendaknya dikaitkan dengan bagaimana tanggung jawab wanita untuk menjaga rahimnya agar dapat berfungsi dengan baik dan sebenarnya sesuai dengan budaya dan ajaran agama.

Peran Orang Tua
Saatnya orang tua tidak merasa tabu terhadap masalah organ tubuh yang harus dijaga dan dirawat. Pengetahuan orang tua juga perlu diisi dengan banyak mencari literatur yang berbicara seputar proses kehamilan dan perkembang biakan manusia.

Dengan adanya pengetahuan yang cukup dari orang tua, maka saat anak-anaknya yang menginjak pubertas, bial bertanya, maka dengan serta merta orang tua bisa menjelaskannya dengan baik.

Kurikulum Pendidikan Agama
Jika di pesantren-pesantren selain mengajarkan keimanan yang disertai konsistensi menjalankan syariat agama, ada pelajaran fiqh dasar bagaimana menjaga kebersihan aurat dan alat kelamin baik laki-laki dan perempuan. Selain itu bagaimana cara mensucikan dan membersihkan najis sesuai dengan tingkat najisnya.

Sayangnya, tidak semua remaja menadpatkan akses pendidikan fiqh seperti ini. Alih-alih di sekolah umum, pendidikan agama kurang mendapat porsi besar dalam persoalan ini.

Karenanya, perlu dukungan pemerintah dan masyarakat untuk memberi ruang yang cukup bagi kalangan remaja agar bisa memahami masalah ini.

Singkatnya,

  • Masa pubertas adalah masa yang alami dan bagi remaja sudah seharusnya menjaga semua organ tubuhnya yang mulai tumbuh dewasa.
  • Kehamilan sebelum menikah sangat sering dijumpai di kalangan remaja baik yang berpendidikan agama maupun tidak. Hal ini ada indikasi,  kurangnya pengetahuan seputar fungsi organ tubuh yang sangat riskan bila bertemu yang berlainan jenis akan terjadi kehamilan.
  • Upaya meminimalisir hal tersebut bisa diupayakan lewat pendekatan pendidikan seks via pelajaran pengetahuan fungsi organ tubuh, Peran guru di sekolah perlu mendapat prosi besar.
  • Pendidikan keagamaan harus terus diupayakan di berbagai kesempatan untuk menanamkan rasa keimanan dan mengajarkan praktek-praktek keagamaan dengan istiqomah.

wallahu’alam.  Bagaimana menurut Anda?

  1. 22 Desember, 2011 pukul 7:53 am

    thank you for sharing this article .. article really impressing …

  2. 18 Januari, 2012 pukul 8:58 am

    idenya bagus

  3. 29 Januari, 2012 pukul 12:05 pm

    Alhamdulillah posting yang bermanfaat. saya suka. semoga menjadi amal jariyah bagi penulis. terus berkarya, sebar luaskan dakwah Islam, jalin silaturahmi, silakan follow saya http://www.siteislami.co.cc , semoga menambah ilmu kita. amin

  4. Solihin
    8 April, 2012 pukul 2:26 pm

    Bagus n cakep

  5. 27 November, 2012 pukul 7:30 pm

    saya mau tanya,,,
    kenapa ya kalo sdang berhubungan dngan istri,,tba” di Vagina istri saya keluar darah??
    mohon jawabannya,
    terimakasi

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: