Arsip

Archive for the ‘Apa kata Guru’ Category

Kenduri Arwah, Tahlilan Menurut Ulama

8 April, 2011 25 komentar

Di bawah ini adalah kopi paste dari Catatan Habaib Mundzir seputar masalah kendurian, tahlilan  dan berbagai persoalan yang dianggap bidah sesat oleh kalangan yang menentangnya. Ada yang beranggapan bahwa tahlilan itu berakar dari agama HINDU.

Tanpa mengurasi rasa hormat terhadap yang menentangnya, bahwa naskah-nashkah arab banyak yang mendukung masalah perjamuan, memakan makanan pada orang yang tengah berduka dan lain-lain. Namun semua ini kembali kepada indiividu masing-maasing, apakah diterima atau tidak.

Hemat saya, Islam yang cakupannya luas ini, tidak mungkin akan selalu bermuara pada sat di mana Rasulullah saw hidup. Terkeculai, ibadah-ibadah yang sifatnya wajib. Itu akan berlaku sepanjang masa. Sementara masalah ibadah yg sunnah seperti baca quran, shalawat dan lain-lain Rasulullah saw tidak mengajarkan harus di mana, kapan dan sperti apa. Inti ajaran agamanya sudah ada. Namun teknik dan montase diserahkan masing-masing umatnya.

Inilah seputar catatan itu.
Baca selanjutnya…

Iklan

Islam KTP dan Islam Taat

17 September, 2010 6 komentar

Oleh: KH Salahuddin Wahid
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang

Istilah di atas, yang sejak lama kita kenal, kini tidak banyak lagi digunakan. Yang disebut Islam KTP adalah orang yang di dalam KTP disebut beragama Islam, tetapi dianggap bukan pemeluk Islam yang taat karena tidak menjalankan ibadah ritual seperti salat, zakat, atau haji. Kalau mereka berpuasa dan berderma, mungkin tidak seluruh puasa dan derma itu sama dengan puasa dan zakat yang sesuai dengan syariat Islam. Terkesan istilah Islam KTP bermaksud menunjukkan bahwa mereka tampaknya Islam, tetapi bukan Islam yang sesungguhnya.

Baca selanjutnya…

Muhaimin Iskandar: Pesantren Memiliki Kultur Aswaja yang Kuat


Drs. H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si.Cuplikan, Ceramah Muhaimin Iskandar, saat Haul Almarhum, Almaghfrulah, KH. Fuad Hasyim.

Pesantren memiliki pandangan yang cukup besar sebagai bagian dari apa yang disebut perjuangan semesta. Hal ini karena pesantren juga melahirkan perjuangan yang membentuk karakter bangsa sekaligus menciptakan sebuah iklim keagamaan yang dahsyat bagi penciptaan masyarakat Indonesia yang beradab dan masyarakat yang berkeadilan dan sejahtera.

Demikian diungkapkan dalam sebuah Ceramah Dr. A. Muhaimin Iskandar, dalam sebuah ceramah di Buntet Pesantren atas undangan dari panitia Haul ke-2 KH. Fuad Hasyim di asrama Nadwatul Ummah, 9 September 2006. Tulisan ini tidak meliput peristiwa langsung melainkan hasil dari mengamati rekaman VCD yang dikeluarkan panitia.

Baca selanjutnya…