Archive

Archive for the ‘Bahasa’ Category

Santri pun Bisa Cepat Belajar Bahasa Inggris

24 Juni, 2010 6 komentar


Saya menemukan banner menarikĀ  di sini, bicara tentang belajar bahasa Inggris dengan cepat dan praktis. Mualnaya saa tidak percaya, setelah saya klik ternyata sebuah sistem belajar bahasa Inggris tanpa keluar rumah alias via internet by phone, by email alis by staying at home. Nah ini dia!

Baca selanjutnya…

Kadung Kecebur di Sumur Maya

30 Desember, 2007 40 komentar

Ini adalah Rekam jejak satu tahun blog santribuntet. Maaf tulisannya puanjang. Ditulis buru-buru dan linknya masih kacau. Maafkanlah semoga bisa diperbaiki nantinya.

Guru saya berkata:

Jika suatu aktivitas yang kecenderungannya melebihi yang lain, itu pertanda takdirmu menyertai di situ.

Kata-kata itu konon, dipungut dari sabda Rasulullah saw. Kata-kata itu juga sebagai jawaban dari pertanyaan saya yang diajukan padanya.

Baca selanjutnya…

Menguak Tradisi Berkah

30 November, 2007 20 komentar

WARNING: Postingan ini cukup panjang; terlalu berbau pesantren. Banyak huruf hijaiyahnya. Tulisan ini jawaban atas pertanyaan seorang alumni Buntet di sebuah kota nun jauh di sana. Karena jawabanya panjang belum sempat mengedit. Jadi masih apa adanya. Maksud hati mau meneruskan postingan tentang Satanic Strategy tapi gagal, karena kerjaan utak-atik kabel hari ini begitu melelahkan. Hingga ada bahasan poligami yang menarik dari Kang Edo belum sempat dinikmati (bukan poligaminya tapi tulisannya).

——————————————————————————

Sebetulnya saya tidak mengerti tentang berkah, barokah atau keberkahan. Meskipun ngendon di pesantren cukup lama; tapi karena lebih banyak molor dari pada mulurnya dan banyakan males kalau ngaji kitab, ya begini nih akibatnya. Ditanya tentang berkah nyaho.com jawabanya. Tapi meski nyahoo.com tulisan ini bisa diarsipkan.. (stop menghabiskan benwidth orang saja.. ayo kembali ke topik, maaf kawan stressing kerjaan hari benar2 menguras cairan tubuh šŸ™‚ ).

Baca selanjutnya…

Nyanyian Hawa

8 November, 2007 18 komentar

meregang
menerawang
menendang
meronta
mengoyak
mencubit
menjambak
memuntir telinga
merapal selaksa mantra

nafasmu menghirup hampa
tenagamu seharga kuda
meronta sekuat singa
meringis pedih berharap asa
merapal lafadz mengharap doa

bersama dalam irama
sendiri merekah luka
menepis segala makna
menebar bau seharum surga
menerima jiwa tiada kira
bersama jiwa-raga-tenaga
merdeka tiada kira….

nafasmu melandai
tarikan hawamu melambai
senyumu berburai
lava magma terjurai
tenagamu lemah lunglai
tapi jiwa ragamu menuai

Kategori:Bahasa, bergumam

Membudayakan Bacaan dari Kanan

6 November, 2007 Tinggalkan komentar

    Artikel ini dikhususkan untuk teman-teman santri di Pondok Pesantren. Di posting di sini sekedar untuk mengarsipkan.

Ini sekedar uneg-uneg saja. Dunia saat ini dikuasai oleh pembaca dari kiri. Diam-diam yang suka menjadi pembaca dari kanan kini sedikit-demi sedikit mulai menggemari bacaan dari kiri. Memang tidak salah, bahkan bukan hal disalahkan. Namun setidaknya ada hal yang cukup mengganggu jika genarasi berikutnya ikut-ikutan tidak mau membaca dari kanan.

Baca selanjutnya…

SUMPAH, (BUKAN) PEMUDA!

28 Oktober, 2007 30 komentar

Kami masih dianggap sampah pemudaJangan salahkan pemuda dong, jika dalam hati kami tidak muncul semangat nasionalisme tindakan. Sementara kami terus-menerus diteriaki, dimaki-maki dan dicaci di mana-mana. Bukannya kami diberi contoh yang baik-baik dan diajari bagaimana nilai-nilai nasionalisme itu bisa bergetar di hati kami.

apanya yang bergetaran??

Fitri Dimanakah Kamu…

11 Oktober, 2007 9 komentar

Fitri ….
harimu dikagumi
masjidmu disesesaki
bajumu dibarui
takbirmu menghantui
tanganmu disalami
badanmu diharumi
rumamu ditamui

ku datang ke sana
tapi kucari kau dimana
tak satupun menampak di sana
kugapai cerminan di beranda
tak jua menanda bayangnya

kini dimana engku Fitri
tak tahulah dimana kucari
padahal sumpahku mati suri …..
sebulan penuh dipuasai
sebulan peluh membasahi
sebulan tubuh melemasi
sepuluh hari terakhir dimeleki
tapi bayangmu hanya menemani

duhai fitri………..
kini kumengerti sendiri
kau tak perlu dicari
berharap jiwa nan suci
dambaan setiap pencinta Ilahi

SELAMAT IDUL FITRI –
lahir batin k(a)u bermaafan
semoga Allah mengembalikan
jiwa yang sdh tercerahkan
menjadilah Fitri …..
semoga k(a)u tetap di sini

Kategori:Bahasa, bergumam