Archive

Archive for the ‘Celotehan’ Category

Al Fatehah dan Rahasianya

9 Desember, 2011 8 komentar

Al Fatehah dan rahasianya

Ternyata membaca al fatehah berpengaruh mendamaikan

Pengalaman yang cukup aneh tetapi betul-betul nyata adanya. Ini seputar bacaan fatehah yang berpengaruh kepada orang lain dan tentu saja pada diri sendiri. Bagi yang memahami artinya, Surat Al Fatehah itu isinya permohonan doa hanya kepada ALLAH semata.

Suatu hari, teman saya mengerjakan sebuah job yang diberikan oleh seorang klien. Order itu dikerjakan dengan cermat dan hati-hati. Dengan perhitungan waktu dan biaya akhirnya sepakat dengna harga dan waktu.

Baca selanjutnya…

Ziarah kepada Orang Shaleh

28 Maret, 2011 1 komentar

Abu Hanifah Mosque in baghdad, 1900

Masjid Imam Abu Hanifah, Baghdad Image via Wikipedia

Oleh: Santri Buntet

Ziarah itu membuat orang semakin menajamkan fikir, ruhani dan juga kesadaran akan pergantian kehidupan. Karenanya, ziarah tidak bisa lepas dari sisi kesadaran itu. Sementara orang-orang saleh adalah tokoh yang dihormati dari sisi akhlak, karya dan juga kedalaman rohaninya. Karenanya, orang yang berziarah kepada orang shaleh tidak lain adalah silaturahmi atau membuat link sehingga koneksi antara mati dan hidup menyambung dengan sempurna.

Baca selanjutnya…

Apakah Readbud Scam?

5 Juni, 2010 35 komentar

Akhir-akhir ini saya intens sekali membaca tulisan-tulisan seputar komputer secara gratis di Readbud. Yang menjadi  menarik adalah kalau kita memberi rating dibayar dolar jadi setiap artikel ada nilai yang tertulis di situ, lalu kalau sudah selesai membaca, tulisan itu kita beri rating dan begitu seterusnya. Sehari bisa menjadi satu dolar lebih kita dibayar.

Namun lagi-lagi banyak yang curiga kepada Readbud, karena dianggap penipuan. Namun karena buktinya belum ada, jadi sebaiknya berhati-hati saja. Namun saya tetap membaca tulisannya karena sangat menarik dan penuh ilmu baru untuk model saya yang tengah belajar mendalami dunia internet.

Kalau pensaran coba saja baca artikelnya:

readbud - get paid to read and rate articles

Sukses karena Hormati Ibu

26 November, 2009 6 komentar

Ibu, Ummi, Mother atau apa saja panggilannya bila kita hormati dengan tulus serta melayaninya dengan tabah, niscaya akan membawa kedamaian dalam hidup. Dalam bahasa pesantren, anak yang berbakti kepada ibunya (orang tua) maka dia akan “sukses” lahir batin, dunia akherat. Mau Bukti?

Abu Yazid Al Bustami, seorang ulama yang sangat dihormati dikalangan para sufi dan generasi kini, banyak pula karangan kitabnya ternyata beliau sangat hormat dan bakti kepada ibunya.

Baca selanjutnya…

Puasa Kembalikan Modal Hidup (2)

9 September, 2008 15 komentar

Harga diri (Muru’ah) sebagai modal hidup, maksud loh?

Harga diri rakyat dimana harga diri pemimpin?

Siapa yang membangkitkan? pemimpin, atau kita sendiri?

MODAL hidup rohani yang ketiga selain akal dan agama, menurut ahli ushul fiqh seperti ditulis di berbagai kitab ushul adalah harga diri atau murua’ah atau wibawa.

Dalam penjelasan kyai saya, orang yang tdak berwibawa minimal dimata keluarga, maka disarankan untuk meneliti mur’ah apa saja yang dilanggarnya. Sebaliknya, orang-orang yang mampu menahan diri dari berbagai godaan orang ini memiliki benteng kepercayaan diri dan tentunya menjadi berwibawa karenanya.

Pertanyaanya ada apa dengan harga diri itu dan dimana posisi harga diri kita selama ini. Saya tidak bermaksud meniru psikolog tetapi sekedar meniru kontemplasi Kang Zal yang superberat, sejauhmana harga diri kita di mata manusia dan tentu saja di hadapan Tuhan.

Untuk membahas itu, ada baiknya saya ungkapkan sebuah peristiwa yang kerap terjadi terkait masalah harga diri. Saya teringat ketika sebuah Keluarga yang saya kenal dulu, setiap hari cek-cok melulu. Ada saja masalah yang dicuatkan. Kalau tidak dari isterinya, ya dari anak-anaknya. “Bapak ini gimana sih, bego amat segitu saja tidak bisa.” ada lagi umpatan dari anaknya, “Pak kenapa bengong saja, cepat bawa ini” begitulah raungan suara dari keluarga yang terlihat kurang harmonis itu terdengar hingga ke beberapa rumah sebelahnya.

Orang-orang menjadi jamak, si bapak yang dimaksud ini orangnya terlihat kalem dan tidak pernah melawan umpatan dan makian dari isteri dan anak-anaknya. Masalahnya apakah dalam hal ini si isteri sudah kurang ajar karena berani membentak suaminya begitupula sang anak meniru tingkah polah ibunya? Apakah fenomena ini menjadi wajar manakala kebebasan berpendapat juga merambah dalam struktur formal seperti rumah tangga.

Ternyata, kasus ini tidak saja menimpa tetangga saya, di tempat kawan karib sayapun kejadian ini mirip. Kalau sinetron memang sehari-hari bisa ditemui kasus-kasus seperti judul: “suami takut isteri”. Kesimpulan saya sementara mengatakan bahwa sang suami tidak berwibawa di depan keluarga atau harga dirinya turun di mata isteri dan anak-anaknya.

***
Baca selanjutnya…

Puasa Kembalikan Modal Hidup (1)

5 September, 2008 16 komentar

Modal Hidup, maksud loh?

Marah-marah kok lucu sih bisa gandengan hidung?

Marah-marah kok lucu sih bisa gandengan hidung?

Maksud saya, dalam hidup itu ada modal yang melatarbelakangi eksistensi manusia dalam berhubungan dengan orang lain. Dalam sebuah ungkapan ulama salah satu modal hidup manusia itu adalah Akal dan Agama. Namun katanya, akal dan agama yang jadi modal itu bisa jebol dan lama-lama terkikis habis. Seperti juga dalam berbisnis yang bangkrut itu karena tidak ada lagi modal yang bisa digoyang.

Bahwa modal menjadi penopang hidup itu biasa. Namun ternyata bukan saja modal hidup di dunia, bahkan modal yang akan diceritakan ini sebagai penopang dunia dan akherat: Akal, Agama dan harga diri. Ketiganya menjadi taruhan manusia apakah mampu mempertahankan atau tidak. Nah bagaimana modal-modal itu bisa bertahan dan apakah puasa mampu mengembelikannya?

Baca selanjutnya…

Tarik nafas, tutup mata

29 Agustus, 2008 13 komentar

Gak mau banyak ngetik, hanya ingin sampaikan sesuatu, bentar lagi puasa, semoga umur kita sampai dan bisa menikmati puasa, layaknya orang yang sudah kelaparan ketemu makanan ternikmat sedunia… 😀 hidangan ternikmat itulah puasa.