Arsip

Archive for the ‘Inspirasi’ Category

Ruang dan Waktu Ngeblog

10 Februari, 2008 27 komentar

Sebulan sudah saya tidak berkumpul dengan tetangga maya (blogger). Sama seperti tetangga sebelah barat rumah saya yang tidak kelihatan sudah hampir berbulan-bulan. Padahal aslinya, tetangga sebelah barat itu  masih tetap ada.

Rupanya memang demikianlah waktu dan ruang sangat menentukan kualitas dan kuantitas saling jumpa (silaturahmi). Termasuk di dalam menikmati sajian ide-ide segar dari teman-teman blogger semuanya, saya tidak menikmatinya. Hal ini semata-mata karena masalah ruang dan waktu.

Baca selanjutnya…

Kategori:Inspirasi

Latah (bencana) Puisi

2 Januari, 2008 54 komentar

Ingat ibu-ibu (maaf kebanyaikan ibu-ibu loh) yang sering latah kalau dikageti oleh suara sekitar. Entah penyebab latah ini darimana sehinga kalau latah semua “perlengkapan lelaki” meluncur tanpa sensor dari mulutnya. Penyakit latah ini makin menjamur di tempat kerja dan di tetangga.

Bukan hanya ibu-ibu yang latah, tapi di Indonesia sekarang pun sedang latah, dari mulai puting beliung di berbagai daerah, banjir, hujan deras terus-terusan dan lain-lain. Mestinya latah bencana pun memicu latah lainnya yaitu latah peduli, latah menyumbang, dan akhirnya latah terhadap kesadaran pada kesadaran kepada Tuhan, alam dan dirinya sendiri.

Ah tidak tahu saya, yang jelas saya sedang latihan latah. Saat berkomentar di blog bang Ersis. Di sana ada lomba membuat “puisi latah” 🙂 . Gara-gara satu dua puisi bertengger di sana saya juga ikutan komentar tak tahunya komen itu adalah puisi.

Jadilah saya latah. Tapi latah saya bukan “barang lelaki/wanita” yang diungkapkan tapi lebih dalam dari sekedar “barang” yaitu Pokoke™ Cinta.  🙂  ya semoga saja latihan latah saya ini bisa melatahi segala bentuk-bentuk cinta yang lainnya. Kepada manusia, kepada alam kepada diri sendiri dan kepada Allah Rabbul Izaati, Pendidik Sejati. Amin 🙂 narsis deh…
Baca selanjutnya…

Buntet Pesantren di Bawah Bayang-Bayang Konflik Agama

27 Desember, 2007 46 komentar

Kang Cecep (KH. Cecep Nidzomuddin)Bergemuruhlah dada kang Cecep, panggilan akrab KH. Cecep Nizomuddin salah satu kyai pengasuh Pondok Buntet Pesantren di Asrama Al Muttaba. Sebab beliau diminta menengahi konflik SARAP (suku, agama, ras, antar golongan & partai) di bagian wilayah republik ini. Tepatnya di daerah dekat Atambua Propinsi Timor Barat, perbatasan Timor Timur. Tapi alhamdulillah, Pendeta dan Romo di sana berterima kasih kepada kyai ini setelah dipertemukan.

Mumpung masih dalam moment “Maulid Nabi Isa as” maka postingan ini saya ungkap ke publik. Meski primordial tapi bernilai nasional menirukan semangat sang fenomenal: Kang Peyek 🙂 .

Baca selanjutnya…

Diharuskan Riba

24 Desember, 2007 44 komentar

give the moneyRIBA dalam Al Qur’an dilarang keras! alisas diharamkan. Tapi jangan salah. Justru jika ingin hidup makmur dunia-akherat, berbuatlah: tiada hari tanpa riba. Aya aya wae!

Jika kebetulan diantara kita ada yang tengah dilanda masalah keluarga. Utamanya ekonomi salah satu sendi penggerak keharmonisan. Atau jika Anda tengah mengalami berbagai kendala usaha (bangkrut misalnya). Baik usaha pribadi atau kelompok. Maka tidak salah jika menyi¬mak nasehat salah seorang kyai Buntet kepada tamunya. Beliau memberikan nasehat agar berbuat riba sesering mungkin.

Ada seorang tamu datang ke rumah kyai, lalu berkonsultasi (harap maklum, kyai itu kadang jadi pendengar yang baik bagi tamunya) . Tiba-tiba saja dalam obrolannya, ia mengadukan masalah kebangkrutan eknominya yang selama ini dibangun.

Kepada tamunya kyai itu bertanya: “Apakah njenengan suka memberikan uang kepada orang tua?”, “tidak!” jawabnya tegas. Orang ini mengadu karena ingin mengubah nasib yang menimpanya. Usahanya hampir tidak membawa keberkahan (kebaikan ilahi yang menetap dan bersinergi dalam hidupnya).

Dari pengaduan orang ini, cara yang dilakukannya, menurut Kyai itu kurang tepat! Sebab prioritas bersedekahnya tidak sesuai tata aturan baik aturan eko¬nomi maupun agama. Untuk mengatasi agar uang kita bisa stabil, bisa melalui dua jalan. Kata Kyai itu dengan yakin.

Baca selanjutnya…

Yang tak Bisa Bisnis Gigit Jari Saja (1)

18 Desember, 2007 20 komentar

Bill Gates, paling kaya? karena ia berdagang dan bertani microsoft.“90% Rezeki itu dipegang pedagang dan petani.” Sabda Nabi saw yang pendek itu tertera dalam buku “Etika hidup dan beragama” terbitan Kairo, Mesir. Rupanya, pesan pendek Nabi saw itu justru diikuti oleh negara-negara yang kini menggiati perdagangan dan pertanian. Sementara negara muslim seperti Indonesia rupanya lebih tertarik pada masalah “asesoris” agama. Karenanya, siap-siap saja yang tidak tertarik berbisnis dan bertani, gigit jari saja. 🙂

Pernyataan “big bos” kita ini siapa yang berani menentangnya. Sebab kenyataan sehari-hari memang demikian adanya. Bahwa pribadi atau bangsa secara komunal, bila memiliki kemampuan ilmu dagang atau bertani kemudian dijalankan, tidak heran kemudian bangsa dan negaranya berkelimpahan rezeki.

Baca selanjutnya…

Mana ada Hidup Gratis…

12 Desember, 2007 45 komentar

Kenikmatan makan dan seterusnya... perlu diwaspadaiMaaf ya akhir2 ini postinganya lagi angot. Maksudnya angot menlis berbau sok moralis… dan tulisan ini untuk kalangan sendiri. Sudah lama di laci arsip … sekalian blajar nulis refleksi akhir tahun meniru pak Sawali

KYAI saya suatu ketika berpesan: “Berhati-hatilah ketika kita mendapatkan nikmat meskipun datang dari Tuhan.” Maksudnya boleh jadi kenikmatan yang diperoleh selama ini tidaklah gratis meskipun datang dari Allah swt. Karena semua kenikmatan mesti dipertanggungjawabkan. Rupanya, kyai saya mengutip ayat berikutperingat (Al Maa’uun: 7)

Artinya: “Kemudian pada hari nanti segala kenikmatan pasti akan dipertanggungjawabkan.”

Baca selanjutnya…

Siklus Makanan Rohani

10 Desember, 2007 22 komentar

Warning: Postingan ini untuk kalangan sendiri, rada-rada sok alim.  Sedikit menyinggung permintaan dari Icha di Mesir. Yah namanya juga nulis apa saja lah. Sok-sokan itu memang harus dilatih jangan satu sok saja kan heheh 🙂

——————————————————————————————————————————-

Image PreviewArtinya: “Makan dan minumlah kalian, dari rizki Allah “(Al Qur’an)

Bersyukur kepada Allah swt atas kehebatan-Nya membuat sistem pencernaan makanan di tubuh kita sehingga tidak semua makanan yang masuk menjadi daging dan darah.

Bayangkan jika semua makanan yang masuk ke perut menjadi daging semuanya tanpa ada sisa-sisa makanan yang diurai oleh usus dan dibuang, niscaya pertumbuhan badan manusia tidak terkendali; disamping ukuran tidak terkendali, tidak ada lagi siklus makanan. Singkatnya, setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh kita, yang terpakai hanya sedikit sekali sedangkan yang terbuang sangat banyak. Siklus tersebut berlaku pada sistem pertumbuhan dan perkembangan rohani.

Baca selanjutnya…