Arsip

Archive for the ‘Lingkungan’ Category

Pendidikan Seks Lewat Pengetahuan Organ Tubuh

19 Desember, 2011 5 komentar

Untuk mengantisipasi maraknya dampak minimnya batas-batas moralitas agama dengan madhab kebebasan di kalangan remaja, maka perlu adanyanya upaya membentengi pengetahuan seputar aurat dan menjaga kemaluan.

Baca selanjutnya…

Iklan

Perjalanan Mengikuti Haul Buntet Pesantren


perjalanan Haul

silaturahmi ke salah satu kyai muda buntet pesantren

Haul kemarin, 4 April 2011. Dalam perhelatan acara puncak haul  dihadiri ribuan pengunjung, saya sempat menghadiri acara ini, meskipun hanya pada mement acara Ziarah ke makbaroh Gajah Ngambung juga mengikuti sesi acara puncak haul pada malam harinya.


Akses ke Buntet

Jum’at sore tanggal 2 April 2011 berangkat dari Gambir menuju Setasiun Cirebon, dengan hanya memakan waktu 3 jam, padahal dengan bus antar kota biasanya memakan waktu 5-6 jam. Dengan biaya tiket bisnis Rp. 100-an ribu, Cirebon Ekspress termasuk mahal dibanding menuju kota lain tetapi terbayar dengan cepatnya kereta ini menuju kota Cirebon, menjadi incaran para pemudik menuju Cirebon.

Baca selanjutnya…

Iwan Fals Adakan Konser di Buntet Pesantren


Iwan Fals di Buntet Pesantren

Iwan Fals di Buntet Pesantren

Tidak disangka jika musisi kondang yang bernama Virgiawan Listianto atau Iwan Fals ini mengadakan tour  musik (9/3) yang dikenal dengan Perjalanan Sepiritual di Buntet Pesantren, Cirebon. Sebab selama ini belum pernah ada konser musik diadakan pesantren ini. Tentu saja sambutan meriah dari para warga muda pecinta Iwan Fals ini berjubel. Ribuan penonton dan simpatisan berbaur. Ada ceramah dari KH. Abbas Billy Yacshsie sebagai upaya menenangkan massa saat ribut penonton.

Baca selanjutnya…

Bukan Cacat Jiwa

27 Desember, 2008 12 komentar

suasana akhir pelatihan. Bersama mereka sungguh mengasikkan.

Ada keasikan tersendiri saat saya selama lima hari bergaul dengan para penyandang tuna rungu, dan tuna-tuna lainnya yang jelas tidak ada tuna wisma. Kami bertemu dalam sebuah perhetalan pelatihan komputer tingkat lanjut yang disponsori oleh Disnakertrans bekerjasama dengan Koperasi Purna Bakti Astra (AHM) Indonesia.

Selama lima hari itu saya hanya memberikan tutuorial standar bagaimana mengoperasikan komputer office. Namun yang menarik adalah mereka yang terlihat tidak mepunyai tangan seperti biasanya, begitu pula anggota badan lainya tidak lengkap namun rasa untuk belajar dan memahami keadaan diri yang dianggap serba kekurangan itulah yang membuat saya ta’jub pada mereka.

Baca selanjutnya…

Enakan memilih Duit atau Pemimpin?

5 Januari, 2008 46 komentar

Jika ada pemilihan pemimpin yang tanpa disembling dengan duit, maka seperti malam kemarin, pemilihan ketua RW yang menurut saya paling bersih dari politik kepentingan. Setidaknya itulah yang saya alami di wilayah saya malam kemarin. Saya diundang acara pemilihan ketua RW dan singkat sekali acara itu. Hanya 2 jam selesai, tanpa kampanye tetapi memenuhi undang-undang pemilihan demokrasi dan tanpa rekayasa.

Jika pemilihan presiden dan kepala daerah sarat dengan keributan dan asesoris misalnya “ado jotos” antar pendukung, adu kekuatan antar kubu dan adu harisma antar golongan, maka tidak demikian semalam itu. Tidak ada partai yang tertarik mencalonkan jadi ketua RW, tidak ada yang berantem, bahkan cenderung pemilihan itu sepi dari peminat selain para pengurus RT saja yang terlibat.

Baca selanjutnya…

Buntet Pesantren di Bawah Bayang-Bayang Konflik Agama

27 Desember, 2007 46 komentar

Kang Cecep (KH. Cecep Nidzomuddin)Bergemuruhlah dada kang Cecep, panggilan akrab KH. Cecep Nizomuddin salah satu kyai pengasuh Pondok Buntet Pesantren di Asrama Al Muttaba. Sebab beliau diminta menengahi konflik SARAP (suku, agama, ras, antar golongan & partai) di bagian wilayah republik ini. Tepatnya di daerah dekat Atambua Propinsi Timor Barat, perbatasan Timor Timur. Tapi alhamdulillah, Pendeta dan Romo di sana berterima kasih kepada kyai ini setelah dipertemukan.

Mumpung masih dalam moment “Maulid Nabi Isa as” maka postingan ini saya ungkap ke publik. Meski primordial tapi bernilai nasional menirukan semangat sang fenomenal: Kang Peyek ūüôā .

Baca selanjutnya…

Ceramah Perkawinan yang OOT

16 Desember, 2007 31 komentar

Dijamin¬†panjang¬†sekali¬†tulisan¬†ini.¬†Tapi¬†ada¬†kok¬†ringkasannya¬†di¬†akhir¬†tulisan¬†ini.¬† Saya¬†lagi¬†kena¬†penyakit nafsu¬†menulis banyak. Dikatakan nafsu karena tidak bisa mengendalikan…¬† Gimana ini Bang Ersis bagus tidak sih untuk perkembangan menulis bagi saya. ūüôā

***

Pelaminan dan pengantin .... hari bersejarah dan sakralNASIBKU¬†¬†hari ini harus rela menerima ‚Äúpaksaan‚ÄĚ menggantikan kyai dan ustadz yang tidak dihadirkan dalam sebuah acara resepsi pernikahan. Saya tiba-tiba saja didaulat untuk menggatikan mereka. Saya protes, kenapa yang memberikan nasehat perkawinan itu bukan orang yang sudah pengalaman, para ustadz dan kyai di lingkungan tempatku tinggal? Bukankah acara ini sakral dan amat bersejarah bagi pengantin dan keluarganya. Tapi kenapa saya yang dipilih?

Jadilah jam 6.00 WIB saya harus datang ke rumah tetangga yang hendak resepsi hari ini. Saya membayangkan panas dingin jika sambutan itu dimulai. Bukan karena pengaruh global warming yang ‚Äúdilecehkan‚ÄĚ Amerika, Jepang dan Kanada, tapi betul-betul karena saya belum pernah berbicara di depan publik yang sangat banyak itu.

Kalau di blog saya mau bicara apa saja¬† tenang-tenang¬† saja. Tapi kalau di depan ratusan orang‚Äďorang yang berbaju safari, jas dan beraneka ragam sanggul wanita yang menggoda, ampuuun deh saya. Kenapa sih sampean menunjuk saya sebagai pengganti kyai-kyai yang terhormat itu? kenapa bukan sampean saja yang jadi ustad di lingkungan sini? Kenapa bukan pak tua yang suka berceramah di msholla dan di masjid? Kenapa bukan purnawirawan polisi yang suka bicara agama di mana-mana? Dan banyak lagi segudang kenapa?

Apa karena saya lulusan ponpes? Apa karena lulusan IAIN, apa karena suka pake sarung kalau di rumah, tapi kan di luar saya sering pake jeans. Atau jangan-jangan karena saya suka menulis di blog yang tulisannya hinggap di koran dan di majalah? Tidak ada yang menjawab. Pokoknya hari ini saya harus memberikan nasehat perkawinan untuk sebuah pernikahan yang sakral dan bernilai sejarah.

Pengantin.. pelaminan yang mengesankanGlabrukkk!‚Ķ saya pusing mencari materi apa yang harus diomongkan, hingga jam 6.00 WIB saya mesti datang. Malam hari telepon dari tim sukses acara pernikahan berdering dua kali, tapi saya hiraukan saja. Sebab saya masih mencari materi. Saya mau searching, komputer lagi lemot, menulis materi tidak juga kedapatan.. Buka-buka buku tidak ada, buka Qur‚Äôan tidak ketemu ayat-ayatnya. Ya sudah bagaimanapun saya harus siap, jangan malu-maluin tetangga, almamater, harga diri bangsa ÔĀä dengan bismillah, disertai deg-degan, saya berangkat dan saya bayangkan pasti OOT deh‚Ķ tiba-tiba SMS menyapa:

‚ÄúPak Kurt, tamu-tamu dari pengantin sudah datang nih, buruan ke sini yaa‚ÄĚ

Baca selanjutnya…