Arsip

Archive for the ‘Nasionalisme’ Category

Prof. Dr. HAMKA: Habib Ali Kwitang (Jakarta) dan Habib Tanggul (Sholeh Alhamid-Jember) itu Ahlul Bait

4 Juni, 2012 4 komentar

Kali ini saya mengetengahkan postingan seputar habaib dan ahlul bait dan ini dinyatakan sendiri dalam fatwa Prof. Dr. HAMKA. Kita tahu bahwa beliau ada orang MUI masa dulu, dan berasal dari Muhammadiyah. Jadi yang bicara tentang Ahlul Bait itu bukan saja orang NU, tetapi MD pun mengakuinya. Dalam tulisan sebelumnya gelar dan sebutan sayyid telah beliau tulis.

Iklan

Malangnya Nasib Kaum Syiah di Madura

14 April, 2011 9 komentar

Menjadi orang muslim di Indonesia perlu ekstra hati-hati sekarang ini. Pasalnya bukan karena masalah perundang-undangan di negeri ini, tetapi karena banyaknya promosi “kebencian” dan ketidaksiapan menghadapi berbagai macam perbedaan, menyebabkan kaum minoritas satu aqidah mengalami intimidasi dan penekanan. Itulah yang dirasakan oleh kaum Ahmadiyah dan kini giliran kaum  syiah Indoensia di Madura. Mereka siap hengkang dari Madura, karena mendapatkan berbagai tekanan.

Baca selanjutnya…

“Bacalah!” dimana Semangatmu?

11 Februari, 2008 82 komentar

Gambar dari Google

Bacalah! dengan nama Tuhanmu yang menciptakan… Wahyu pertama al quran surat al Alaq ini sifatnya umum, berlaku bagi siapa saja dan kalangan mana saja. Namun sepertinya kurang diminati oleh penduduk Indonesia pada umumnya yang mayoritas muslim.

Ironisnya diimani oleh bangsa-bangsa (negara) maju. Sebab di sini, tingkat minat baca berdasar penelitian di Jawa Barat baru-baru ini ada 1:45 (satu koran dibaca untuk 45 orang). Jauh di bawah Filipina dan Sri Lanka.

Dengan dua negara Asia saja negara kita masih kalah apalagi negara maju seperti USA dan Jepang. Memang ada korelasi antara minat baca dan kemajuan bangsa. Menurut sumber data dari media, di Jepang jumlah tiras koran yang dibaca mencapai 1 juta perhari sementara di Amerika 2.8 juta per hari. Tetapi Indonesia masih mending karena ada dua negara di bawah Indonesia yaitu Laos dan Kamboja.

Di Sri Lanka, minat baca masyarakat terhadap media cetak 1:38 dan Filipina 1:30.Idealnya,untuk ukuran penduduk Indonesia yang tergolong besar ini satu media cetak dibaca sepuluh orang atau 1:10 tapi kenyataanya 1:45. Pantas saja jika media massa di negara kita kurang menggembirakan.

Baca selanjutnya…

Buntet Pesantren di Bawah Bayang-Bayang Konflik Agama

27 Desember, 2007 46 komentar

Kang Cecep (KH. Cecep Nidzomuddin)Bergemuruhlah dada kang Cecep, panggilan akrab KH. Cecep Nizomuddin salah satu kyai pengasuh Pondok Buntet Pesantren di Asrama Al Muttaba. Sebab beliau diminta menengahi konflik SARAP (suku, agama, ras, antar golongan & partai) di bagian wilayah republik ini. Tepatnya di daerah dekat Atambua Propinsi Timor Barat, perbatasan Timor Timur. Tapi alhamdulillah, Pendeta dan Romo di sana berterima kasih kepada kyai ini setelah dipertemukan.

Mumpung masih dalam moment “Maulid Nabi Isa as” maka postingan ini saya ungkap ke publik. Meski primordial tapi bernilai nasional menirukan semangat sang fenomenal: Kang Peyek 🙂 .

Baca selanjutnya…

Enterpreneur Jiwa

19 Desember, 2007 35 komentar

Hanya berupa postingan curhat yang kepanjangan. Bersifat primordial dan untuk lingkungan sendiri.

Hayo raih rezeki 90% kucuran Tuhan melalui enterpreneur dengan menjadi pebisnis atau petani... Yang tak Bisa Berbisnis Gigit Jari Saja… (2)Sebagaimana artikel kemarin, 90% rezeki itu dikuasai oleh pedagang dan petani. Itu adalah ungkapan Rasulullah saw. Faktanya, negara yang banyak menjalani itu, menjadi “berkah” negaranya. Tetapi bisakah bagi yang bukan pedagang/petani mampu berjiwa enterpreneur?

Di penghujung tahun 2007, Ekonomi merupakan titik terlemah pemerintah. Di sini menurut, pemerintah gagal membangun optimisme rakyat, apalagi mewujudkan kesejahteraaan yang pernah dijanjikan. Bidang ekonomi ini kemudian dinilai sebagai titik terlemah kinerja pemerintah saat ini. (di kemukakan oleh Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi PAN – Kompas, Selasa, 18 Desember 2007).

Setiap tahun Indonesia melahirkan 750.000 lebih sarjana menganggur. Di sisi lain, jumlah wirausahwan di Inonesia hanya sekitar 0,08% jumlah penduduk. Itu sebabnya ke depan bagi Indonesia adalah keharusan melibatkan lebih banyak wirausahawan muda. (Disampaikan oleh Ciputra, penerima penghargaan Erst and Young Enterpreneur of the Year (EOY) 2007 – )

Baca selanjutnya…

SUMPAH, (BUKAN) PEMUDA!

28 Oktober, 2007 30 komentar

Kami masih dianggap sampah pemudaJangan salahkan pemuda dong, jika dalam hati kami tidak muncul semangat nasionalisme tindakan. Sementara kami terus-menerus diteriaki, dimaki-maki dan dicaci di mana-mana. Bukannya kami diberi contoh yang baik-baik dan diajari bagaimana nilai-nilai nasionalisme itu bisa bergetar di hati kami.

apanya yang bergetaran??

Muhaimin Iskandar: Pesantren Memiliki Kultur Aswaja yang Kuat


Drs. H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si.Cuplikan, Ceramah Muhaimin Iskandar, saat Haul Almarhum, Almaghfrulah, KH. Fuad Hasyim.

Pesantren memiliki pandangan yang cukup besar sebagai bagian dari apa yang disebut perjuangan semesta. Hal ini karena pesantren juga melahirkan perjuangan yang membentuk karakter bangsa sekaligus menciptakan sebuah iklim keagamaan yang dahsyat bagi penciptaan masyarakat Indonesia yang beradab dan masyarakat yang berkeadilan dan sejahtera.

Demikian diungkapkan dalam sebuah Ceramah Dr. A. Muhaimin Iskandar, dalam sebuah ceramah di Buntet Pesantren atas undangan dari panitia Haul ke-2 KH. Fuad Hasyim di asrama Nadwatul Ummah, 9 September 2006. Tulisan ini tidak meliput peristiwa langsung melainkan hasil dari mengamati rekaman VCD yang dikeluarkan panitia.

Baca selanjutnya…