Arsip

Archive for the ‘Peristiwa’ Category

Prof. Dr. HAMKA: Habib Ali Kwitang (Jakarta) dan Habib Tanggul (Sholeh Alhamid-Jember) itu Ahlul Bait

4 Juni, 2012 4 komentar

Kali ini saya mengetengahkan postingan seputar habaib dan ahlul bait dan ini dinyatakan sendiri dalam fatwa Prof. Dr. HAMKA. Kita tahu bahwa beliau ada orang MUI masa dulu, dan berasal dari Muhammadiyah. Jadi yang bicara tentang Ahlul Bait itu bukan saja orang NU, tetapi MD pun mengakuinya. Dalam tulisan sebelumnya gelar dan sebutan sayyid telah beliau tulis.

Iklan

Bom Bunuh diri Dampak Lemahnya Pengamanan

15 April, 2011 11 komentar

Bom bunuh diri kini sudah memasuki masjid, seperti berita baru-baru ini, bom telah meledak saat shalat Jum’at di Mapolres Cirebon. Sepertinya ini mirip dengan bom yang meledak di negeri Arabia, semisal di Pakistan dan negeri Arab lainnya. Seperti biasa, kelompok yang berseberangan paham keagamaan. Namun kalau di Indonesia ciri-cirinya adalah pembenci kepada kaum kuffar.

Baca selanjutnya…

Beriziarah Haul 2011


haul

KH. Syifa Akyas memimpin doa ziarah haul Buntet Pesantren

Mengikuti rangkaian Ziarah pada moment haul Buntet Pesantren sangat menarik. Karena setiap moment ziarah ini memberikan nuansa yang memberikan kedekatan kepada para guru dan masyayikh di lingkungan Pesantren tua ini. Ada ribuan pengunjung setiap moment ziarah haul yang dilangsungkan setiap tahun ini. Saya bersama kawan sempat mengikuti acara ini, bahkan dapat meliput dan mengabadikan moment ziarah ini.

Ziarah sebagaimana diketahui oleh mayoritas masyarakat muslim merupakan rangkaian pembacaaan ayat al quran, tahlil, shoalawat, dan diakhiri dengan doa untuk keselamatan para almarhumin (yang telah meninggal dunia).

Baca selanjutnya…

Iwan Fals Adakan Konser di Buntet Pesantren


Iwan Fals di Buntet Pesantren

Iwan Fals di Buntet Pesantren

Tidak disangka jika musisi kondang yang bernama Virgiawan Listianto atau Iwan Fals ini mengadakan tour  musik (9/3) yang dikenal dengan Perjalanan Sepiritual di Buntet Pesantren, Cirebon. Sebab selama ini belum pernah ada konser musik diadakan pesantren ini. Tentu saja sambutan meriah dari para warga muda pecinta Iwan Fals ini berjubel. Ribuan penonton dan simpatisan berbaur. Ada ceramah dari KH. Abbas Billy Yacshsie sebagai upaya menenangkan massa saat ribut penonton.

Baca selanjutnya…

Yang Mati lebih Mendengar

24 November, 2008 25 komentar

Lama tak posting maafkanlah para saudara/i ku. Keterbatasan menjadi sifat melekat pada saya. Karenanya atas segala khilaf,  dan khelah (alasan) apapun mohon dimaklumi. Ini saya memberanikan diri mengawali  masuk kembali ke dunia blog. 

Dalam wacana perbedaan pendapat itu biasa. Tetapi dari kecil masalah ziarah kubur sudah tahu itu juga menjadi perbedaan. Karena saya penasaran kemudian ada kitab digital yang saya peroleh dari kawan iseng-iseng membaca (tentu yang saya bisa) karena banyak kitab yang berkarakter gundul itu (kitab tanpa harokat) tidak saya pahami. 

Menarik tulisan-tulisan para ulama seputar masalah ziarah kubur itu. Kalau selama ini dipertentangkan adalah ada semacam larangan berziarah kubur dan bahkan seorang ulama Indonesia hasil didikan asing (Arab) berani menulis buku kalau amalan2 orang NU itu masuk sebagai musyrik. Saya sih tidak kaget dan tidak perlu kesel. Namun begitu saya membaca kitab-kitab digital kok keyakinan saya tentang ziarah kubur makin mantep padahal semual meski saya lahir dari tradisi NU masalah ziarah ini tidak semantap kawan-kawan lain dalam berziarah. 

Inilah hasil bongkar-bongkar kitab Ar Ruh dan tafsir tentang masalah orang mati tidak bisa mendengar orang hidup. Kaget sih setelah dijelaskan bahwa orang mati itu sangat peka bahkan lebih peka dari orang hidup. Itu adalah ucapan Nabi. Selengkapnya hasil kupasan itu yang sengaja saya posting di

Pedagang harus Curang?

18 September, 2008 36 komentar

JADI pedagang harus “curang”, kalau tidak darimana bisa dapat untung!. Sekarang persaingan antar pedagang sudah semakin tajam. Jika tidak pinter-pintar menyiasati dagangannya merugilah selalu. Mungkin itlah yang terpatri di benak pedagang yang tidak jujur.

Daging sebagai saksi... dari google/image

Daging sebagai saksi... dari google/image

Postingan di sini membuat kita semakin tidak percaya kepada pedagang yang nota bene barang dagangannya itu sangat kita butuhkan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Perbuatan tidak jujur dari sipedagang itu sebenarnya melanggar hukum alam. Misalnya mengurangi timbangan, ia berarti melanggar rumus berat yang mengatakan gravitas dikalikan keliling bumi. (detilnya di postingan lalu) Jika pedagang itu makin banyak disekitar kita apa yang harus kita lakukan?

Kalau saya hanya sekedar ingin menuliskan sebuah cerita dampak buruk dari pedagang yang curang. Cerita ini diambil dari kitab klasik (kitab kuning/putih, tergantung kertasnya). Beriikut adalah petikannya.

SEBUAH KISAH FAKTA PEDAGANG YANG TAK JUJUR

Dua Metode Kumpulkan Rezeki

11 September, 2008 35 komentar

كُلُّ سُلَامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ

Artinya: Rasulullah saw bersabda: “Pada setiap hari dari tiap sendi manusia ketika matahari terbit terdapat sedekah. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad bin Hambal, dari Abi Hurairah ra.)

Dalam sabda yang lain, Rasulullah saw menegaskan bahwa anak adam itu memiliki 360 sendi dalam tubuhnya. Masing-masing itu perlu disedekahi. Lalu Rasul menyampaikan keutamaan shalat dhuha itu mampu menyedekahkan kepada sendi-sendir tersebut.

Baca selanjutnya…