Arsip

Posts Tagged ‘Aktivitas’

Pusing Mengurus Anak Pesantrenkan Saja

18 Juli, 2010 7 komentar

Para santri dalam sebuah parade menyambut tamu

Banyak yang beranggapan bahwa menghadapi kondisi zaman sekarang sangat dilematis. Satu sisi, para orang tua percaya bahwa anak-anaknya akan tumbuh dengan baik dan kelak menjadi anak yang sholeh. Di sisi lain, sekolah yang selama ini diunggulkan lebih mengutamakan sisi kognitif saja sedangkan sisi afektif, sikap dan akhlak dijadikan nomor sekian.

Medium tempat belajar kedua bagi anak adalah keluarga. Saat ini tidak jarang orang tua yang supersibuk mengurusi berbagai kepentingan bisnis atau urusan sosial. Karenanya, banyak anak-anaknya dipercayakan kepada guru ngaji yang datang ke rumah atau si anak mengaji di surau, masjid dan tempat-tempat pengajian seperti Taman Pendidikan Al Quran.

Baca selanjutnya…

Ketika Petani Dizolimi

12 Februari, 2010 4 komentar

Siluet petani perempuan

Oleh Muhamad Kurtubi

Dulu di Pondok Buntet Pesantren para kyai memiliki sawah. Rata-rata setiap tahun panen 3 kali. Para santri biasanya terlibat dalam penanganan pasca panen itu. Setelah itu nasi liwet ditanak sendiri menggunakan beras pemberian kyai rasanya wangi pulen dan empuk. Tapi kini bukan saja para kyai tapi juga para keluarga petani lainnya sudah tidak tertarik lagi bertani?

Baca selanjutnya…

Bukan Cacat Jiwa

27 Desember, 2008 12 komentar

suasana akhir pelatihan. Bersama mereka sungguh mengasikkan.

Ada keasikan tersendiri saat saya selama lima hari bergaul dengan para penyandang tuna rungu, dan tuna-tuna lainnya yang jelas tidak ada tuna wisma. Kami bertemu dalam sebuah perhetalan pelatihan komputer tingkat lanjut yang disponsori oleh Disnakertrans bekerjasama dengan Koperasi Purna Bakti Astra (AHM) Indonesia.

Selama lima hari itu saya hanya memberikan tutuorial standar bagaimana mengoperasikan komputer office. Namun yang menarik adalah mereka yang terlihat tidak mepunyai tangan seperti biasanya, begitu pula anggota badan lainya tidak lengkap namun rasa untuk belajar dan memahami keadaan diri yang dianggap serba kekurangan itulah yang membuat saya ta’jub pada mereka.

Baca selanjutnya…

VIEW

19 Desember, 2008 10 komentar

Tampilan baru di dasboard WP keren juga setelah sekian lama tidak “ta’ziah” ke blog ini. Entahlah aroma udara ide sedang mengalir bukan kemari.

Apapaun alasannya, berhenti lama ngeblog dan tidak jalan-jalan ke rumah tengga, itu belum diatur dalam undang-undang. Paling tidak saya memenuhi syarat itu dengan cara mengatakan : saya minta maaf teman-teman.